We Meet Again (Chapter 1)

Author : -Sha-

Genre : Straight

Cast : Baekhyun, Chanyeol, Luhan, other cast

Annyeong! Aku author -Sha- bakalan ngepublish FF EXO ini part 1. FF EXO ini akan menjadi 3 part, tetapi pada setiap partnya akan dibuat oleh author-author yang lain. Tapi ceritanya bakalan tetep nyambung kok. Dan Khamsahamnida udah baca ff ini. Semoga semua suka. Happy Reading! ^^/

^^^^^^^^

Di musim gugur yang indah, seseorang namja yang sepertinya sedang menunggu temannya itu sedang bergumam “haishh.. Kemana saja sih dia?” sambil terus gelisah.

Ya, namja tersebut bernama Baekhyun. Dia sedang berada di depan sebuah toko buku, tempat yang selalu Baekhyun & temannya itu beli. Dan dia sudah menunggu temannya itu selama 1 jam lebih plus habis membaca buku yang sempat dia beli tadi.

Baekhyun dan temannya itu sangat-sangat gemar membaca. Apalagi novel-novel. Apabila mereka telah membicarakan tentang novel, itu sudah sangat susah diberhentikannya. Seakan percakapan-percakapan tersebut tidak akan ada habisnya. Dan Baekhyun pula hanya butuh membaca buku novel yang biasa dalam 2.5 jam penuh untuk membereskannya. Dan jangan juga, selalu lupa waktu.

“heeeeiii annyeong Baekhyun-aaaa~~” suara imut tersebut menyadarkan Baekhyun yang sedang menyiapkan kata-kata keji untuk temannya yang terlambat tersebut.

“ya! Luhan-a! Darimana saja kamu? Kamu yang ngajak ketemuan kok kamu yang terlambat sih? Sudah berapa jam aku menunggu disini? Kenapa tidak janjian jam 12 saja? Aku sudah berada disini 1 jam an yang lalu, kau tau?” Baekhyun pun langsung gencar mengomeli Luhan. Ya, temannya tersebut bernama Luhan. Namja berwajah imut yang kadang suka dibilang yeoja oleh teman-teman sd nya dulu.

Baekhyun pun orang yang sangat cerewet kalau ada masalah yang menyangkut dirinya. Dan merupakan orang yang ceroboh.

Sedangkan Luhan, dia nurut aja apa kata-kata yang Baekhyun katakan. Dia adalah magnae dari semua teman-temannya.

“ya ya yaa~ Mianhae nae chinguuu~ saranghae nae chinguuu~” dia segera berpose aegyo. Baekhyun sebal.

‘masa hanya dengan memasang aegyo seperti itu aku harus memaafkannya?’ Baekhyun dalam hati.

“ah sudah lah, tidak usah mengurusi urusan yang tidak penting. Kita harus memanfaat kan waktu untuk kali ini. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini.” Baekhyun tiba-tiba baik (?)

“neee Baekhyunnie ku memang baik ^^ eh, aku lapaaarr~” Luhan membesarkan matanya (?)

“harusnya aku yang berbicara itu karena telah menunggu 1 jam!” tapi Baekhyun tetap sewot.

“ya ya ya. Aku teraktir deh. Kita makan di Myeongdong saja ya? Disana banyak makanan enak”

“baiklaaah.. Nanti jangan menyesal telah menelaktiri ku ya? Aku pengang ucapanmu. Huahaha.” Baekhyun memasang evil smirk. Luhan bergidik. Dia telah salah mengambil jalan..

* di myeongdong *

“kita makan apa?” Baekhyun bertanya dengan tenangnya. Dia selalu memegang teguh pada motto nya, ‘stay cool, cewe nyamperin.’ dan sampai sekarang usahanya itu lumayan sukses. Hehe

“itu, ramyeon saja lah ya?” Luhan berpikir mungkin itu harganya tidak akan mahal sambil menunjuk sebuah kedai mie.

“benar? Tapi nanti takut ga kenyang..” Baekhyun mikir kedepan. Tapi.. “ah sudahlah! Ayo kita makan!” Baekhyun tiba-tiba semangat.

“hmm..” Luhan tiba-tiba curiga tapi tetep ngikutin Baekhyun dari belakang yang sedang asik berjalan ke kedai tersebut.

* di dalem kedai *

“yaaah akhirnya sampe jugaaaa~” Baekhyun ga sadar suaranya agak keras sehingga hampir semua pembeli yang ada disitu melihat kearah mereka.

Dan gotcha! Ada seseorang yang mengenali Baekhyun dan Luhan yang kebetulan ada disitu juga.

Orang itu menghampiri Baekhyun dan Luhan. “Baekhyun-a?” tanya orang tersebut.

Baekhyun terkejut dan membalikkan badannya pada orang tersebut dan reflex berteriak, “CHANYEOL-A~!” sambil memeluk Chanyeol, teman semasa sma mereka pada saat kelas 1.

“nee Baekhyun-aaaa~” balas Chanyeol dengan terus memeluk Baekhyun dengan sayang *aciieeeee*. Mereka itu dijuluki BaekYeol karena saking dekatnya saat itu. Dan kini mereka kembali bertemu. Rasanya seperti menemukan Berlian secara tidak sengaja saat berada di padang batu (??)

Sayangnya Chanyeol pindah ke New York karena orang tuanya juga pindah karena ada tugas pekerjaan disana saat masih kelas 1 sma, dan kini mereka kelas 3 sma.

“kapan balik bro?” tanya Baekhyun pada Chanyeol sambil duduk dan Chanyeol mengikuti. Dan arah pandangnya beralih pada Luhan.

“nu.. g..” Chanyeol asalnya ingin berkata ‘nugu’ pada Luhan tapi dia langsung berteriak, “YA, NAE LUHAN, NE?” sambil berdiri dan menunjuk-nunjuk Luhan dengan gaya yang seperti sedang menuduh Luhan karena memerkosa banci.

“NEEE CHANYEOL-AAAA~” Luhan kembali dengan suara aegyonya. Aigoo, kyopta.

“yaaa~ kenapa berdiam sajaaa? Kau sudah tidak berisik lagi seperti dulu?” tanya Chanyeol yang sekarang sedang memeluk Luhan.

“ngga! Justru sekarang dia malah suka ngerengek-rengek ga jelas gitu. Liat aja nanti deh. Eh Chan-a, kau kesini dengan siapa?” tanya Baekhyun yang mengecilkan suaranya karena merasa mengganggu kenyamanan pelanggan yang ada disitu. Karena dia nyadar, suara mereka bertiga tadi seperti menggunakan toa.

“nee, aku sedang bersama teman-temanku. Kebetulan mereka juga sudah mau pulang karena ada acara lagi. Kalian tunggu sebentar dulu ya.” Chanyeol pun pergi dulu sebentar pada meja yang tadi dia duduki bersama teman-temannya dan berbicara pada mereka sebentar, kemudian kembali pada meja Baekhyun.

Dan mereka pun bernostalgia kembali pada saat masa-masa sma kelas 1. Kurang-lebih, mereka berbicara seperti;

Chan : “eh, gimana sama Tao songsaengnim? Dia masih jago wushu?”

Han : “iya doong~ dia meraih banyak sekali penghargaan karena wushunya. Dan dapat menaikkan nama sekolah kita.”

Baek : “iya dong~ eh, tapi emangnya Tao songsaengnim masih mengajar di sekolah kita ya Han?” Baek bingung.

Han : “udah ngga kali. Denger-denger dia encok sekali gara-gara muter di udara gitu.”

Chan : lagi minum malah menyemburkan minumannya ” *brrrfffftttt* wuakhahahahakhahahakhaha hah sumpah lo Han? Parah-parah..”

Dan yang kasian di dalam hal ini, Baekhyun. Dia kena pas banget bagian depan mulut Chanyeol saat menyemburkannya. Luhan terkikik-kikik melihatnya.

Baek : “makasih banget Chan.. Love ya~” sambil mengelap mukanya dengan tissu perlan-pelan.

Chan : “aaah.. Mianhae Baekhyun-a~ aku tidak sengaja.. Ini gara-gara Luhan!” sambil membantu Baek dan menunjuk Han.

Luhan menutup mulutnya seakan berjanji tidak akan sembarang ngomong lagi.

*

Akhirnya mereka mampir dulu ke mall soalnya Baekhyun ga bawa baju lagi. Poor Baekhyun. Dan tentu saja, Luhan yang membayarnya.

Mereka sekarang sedang berada di cafe sambil menyiapkan rencana kedepan.

“hah.. Udah beli baju nih. Terus kita sekarang kemana lagi? Kalian masih ga da acara kan? Masih pengen maen nih..” Chanyeol beridiri semangat sekali dipinggir Baekhyun dan Luhan. ‘rasanya seperti jadi tiang listrik..’ dia bergumam didalam hatinya (?)

“iya nih. Masih kangeen..” Luhan berceloteh.

“bagaimana jika sekarang kita menambah kenang-kenangan? Yang tidak terlupakan dan berbeda..” Baekhyun yang ide nya kreatif.

“wahh? Apaan tuh? Boleh juga.” Chanyeol ngangguk-ngangguk.

“lagi pula ini kan masih siang..” Luhan berkata dengan riangnya.

“justru karena masih siang.. Bagaimana jika kita pergi ketempat paling seram yang ada di korea?” Baekhyun tersenyum penuh misteri dan memasang muka menantang pada mereka berdua.

“ehm.. Kalau itu..” Luhan jadi bimbang. Dia tidak memercayai hantu dan semacamnya, namun tetap saja tidak terlalu berani untuk pergi ketempat yang seperti itu (?)

“oke! Aku mana mau dikalahin sama lo.. Haha” Chanyeol mood nya jadi naik karena dia dan Baekhyun menyukai tantangan.

Dan akhirnya pun mereka bertiga pergi kesana. Lokasinya berada di puncak, sehingga mereka sampai jam 4-5 an (?)

“oke, ini ada senter untuk kita gunain kalo nanti tiba-tiba gelap oke.” Bekhyun menerangkannya dengan seksama.

“kita masuknya bareng-bareng aja yuu? Kalo sendiri-sendiri ntar ga aman dan jadi lama..” Luhan memasang aegyonya.

“bener juga sih apa kata Luhan. Yaudah kita masuk bareng-bareng aja ya.” Baekhyun, dan mereka berdua pun pergi masuk bersama ‘kuncen’nya. (?)

*skip*

“gila. Tadi banyak ‘aktifitas’ ya disana!” Chanyeol merangkul kedua temannya sambil berjalan ke arah motor masing-masing.

“ne. Aduh, haus niih..” Baekhyun sambil megang lehernya.

“kalo ga salah dideket-deket sini ada cafe deh.. Ayo kita langsung ke sana aja.” giliran Luhan yang memimpin jalan karena dia yang tau letak cafe tersebut.

* sesampainya di cafe *

“hoaam cape juga ya jalan ngelilingin tempat-tempat yang kaya gitu.. Haha” Luhan berbicara duluan.

“eh kalian mau pesen apa nih? Aku mocca iced coffee (?).” Baekhyun menyodorkan menu makanan-minuman.

“aku cappuchino.” Chanyeol

“aku Mint aja deh.. Pengen yang seger.” Luhan membayangkan Iced Lemon Tea Mint (?) nya *hahaha ngarang*

“oke.”

*

Mereka pun terus mengobrol tentang pengalaman yang tadi. Tadi itu lumayan seram tempatnya, karena sebenarnya itu memang tempat bekas perang negara korea utara dan selatan *ngarang lagi*

“eh tau ga, waktu di tikungan ke empat tadi, aku ngeliat sesuatu yang ganjil.” omongan Baekhyun yang sok misterius membuat Chanyeol dan Luhan sempat memberhentikan aktifitasnya dan beralih melihat Baekhyun yang memasang muka misterius.

“wahh? Memangnya ada apa? Yang didekat pohon itu bukan?” sekarang giliran Luhan yang terbawa suasana Baekhyun.

“tapi aku ga liat apa-apa dari tadi.. Paling cuma aura dan suasananya yang berbeda.” Chanyeol tetap tenang saja. Mungkin ikut menerapkan motto Baekhyun tadi.

“sebenarnya.. Aku melihat..” Baekhyun mengatakannya seperti ogah-ogahan dan menjadi terpotong-potong.

“apa…” Luhan ikut mendekatkan kepalanya pada tengah meja, mendekatkannya pada Baekhyun.

“kau.. Melihat..” sekarang Chanyeol juga penasaran dan mengikuti apa yang Luhan lakukan.

“aku.. Tidak melihat.. Apa-apa..” Baekhyun tetap dengan suara & muka seriusnya.

1 detik… 2 detik… 3 detik… 4 detik…

“YAAA~” mereka berdua merasa tertipu.

“kau mengagetkan aku saja. Sudah ku katakan yang seperti itu tidak akan ada.. Fiuh..” Luhan merasa lega.

“sudah kuduga, dia pasti berbohong. Aku kira beneran..” Chanyeol juga membuang mukanya merasa tertipu Baekhyun.

“heh, kan aku bilang aku melihat ada yang ganjil. Bukan melihat ‘sesuatu’.” Baekhyun sewot.

“guys.. Kayanya bentar lagi aku harus pulang deh..” Luhan pundung mengingat telp dari ommanya tadi.

“eh, liat deh. Yeoja itu kece ya? Anak mana siih?” Chanyeol malah ngeceng yeoja. Sengaja mendiamkan omongan Luhan dan mengalihkan pembicaraan.

“ah mana-mana?” Luhan tiba-tiba gencar lagi.

“ituu..” Chanyeol menunjuk menggunakan dagunya pada 3 orang yeoja yang emang kece.

“hm?” Baekhyun mengikuti arah pandang Chanyeol dan diikuti oleh Luhan.

“hah?!” Luhan & Baekhyun kaget secara bersamaan ketika melihat yeoja-yeoja itu.

“hah kenapa?” Chanyeol bingung. “kece ya?” lanjutnya.

“HAH?! Dia? Kamu ga kenal dia siapa Chan?” giliran Baekhyun heran.

“ngga. Emangnya itu siapa sih?” Chanyeol balik penasaran.

“dia itu..” Luhan menggantungkan kata-katanya.

“ayoolah, kalian tuh gimana sih tinggal ngomong aja susah setengah mati gitu deh. Emangnya dia artis?” tanya Chanyeol jadi kesal.

“dia itu.. Nam Minmi, yang suka ngintilin kamu waktu kelas 1 itu..” Baekhyun berbicara dengan hati-hati.

Chanyeol mikir. Dia inget-inget emangnya dimana ada nama Nam Minmi. Seketika dia tersentak. Dia ingat. Dan wajahnya pun langsung pucat pasi.

“kamu kenapa..” Luhan berkata dengan cengo nya.

“jangan bilang..” Baekhyun mulai curiga dan mengetahui apa yang ada didalam pikiran Chanyeol.

“yeoja pengganggu itu.. Itu.. Apa itu dia..?” Chanyeol masih dengan muka pucatnya. Entah kenapa deh

“Chan.. Kenapa mukanya jadi pucat gitu? Apa yang salah? Kamu sekarang menyukainya ya..?” Luhan juga berbicara dengan hati-hati takut menyinggung Chanyeol.

“kalian pasti bohong..” Chanyeol bergumam.

“hahh.. Ya, aku juga tau bakalan kaya gini. Uuuhh” Baekhyun meregangkan seluruh badannya cape melihat Chanyeol yang cengo terus daritadi.

“kemana modus stay coolmu yang diajarkan Baekhyun? Tanpa itu kau terlihat bodoh Chan..” Luhan geleng-geleng pelan kepalanya.

Dengan kata-kata ajaib yang dikeluarkan Luhan tersebut, Chanyeol pun membenarkan posisi duduknya yang sempat merosot tadi. Dan memasang wajah super coolnya. *brb -sha- mimisan dulu*

“oh ya? Baiklah. Mulai besok aku akan pindah kembali ke sekolah yang dulu.” Chanyeol setelah berhasil menyiapkan rencana.

“MWOYA?! NAEGA WAE?!” Baekhyun sangat girang dan kaget dengan keputusan Chanyeol yang sangat mendadak.

“NE! WAE GURAE?!” Luhan juga ga kalah kaget.

“aku kangen dengan teman-teman yang laiin~ hee” Chanyeol cuma nyengir.

“hehee oke deh~” Baekhyun juga ikutan cengir-cengiran (?)

“eh eh, gimana menurut kalian tentang cewe yang itu? Dia gayanya aneh, tapi kayanya mukanya manis deh.” Luhan dengan segera ga mau kalah dari Chanyeol yang udah ngeceng daritadi.

“hah? Yang duduk sendiri disana?” Baekhyun menunjuk tempat duduk yang hanya diduduki yeoja itu.

“hah? Tempat kosong itu?” Chanyeol mengikuti arah pandang Baekhyun.

“kosong dari mana? Ngarang deh. Itu tuh, yang itu!” Luhan gemas juga melihat Chanyeol yang ga berhasil nemuin yeoja yang dia maksud.

“hah? Mana sih? Coba lo samperin aja dianya.” Chanyeol putus asa mencari.

“iyaya, samperin aja. Lumayan kayanya kece juga” Baekhyun menyetujui Chanyeol.

“oke deh.” dan Luhan pun pergi.

* Luhan side *

‘hng, aku harus ngomong apa ya?’ itu yang dipikirkan Luhan saat berjalan menuju yeoja itu.

Yeoja itu duduk ditempat paling ujung dan menghadap jendela. ‘sangat misterius.’ itu yang sekarang dipikirkan Luhan, Chanyeol, dan Baekhyun.

* BaekYeol Side *

“eh, sebenernya yeoja yang dimaksud itu duduk dimana sih?” Chanyeol akhirnya gelisah karena sama sekali tidak melihat sosok yeoja itu.

“eh, jadi sebenernya kamu emang sama sekali ga liat dia ada disana?” Baekhyun menunjuk ke arah yang Luhan sedang berjalan kearah yeoja itu.

“annii! Dipojok sana hanya ada jendela dan bangku kosong. Tidak ada orangnya!” Chanyeol bersikeras pada pendiriannya.

“apa? Hah? Bangku.. Kosong? Kamu.. Bener-bener ga liat? Hah?!” Baekhyun tiba-tiba punya perasaan yang ga enak.

“emangnya kenapa? Emang ga ada kan?” Chanyeol meyakinkan Baekhyun. “excuse me, apa kalian melihat seorang yeoja yang duduk di ujung bagian cafe ini? Disana.” Chanyeol sangat penasaran pada yeoja itu dan bertanya pada rombongan anak SMP yang sepertinya habis pulang les.

DAN, yang sangat membuat BaekYeol tercengang, anak-anak rombongan itu menjawab, “ANNII” dengan serentak setelah melihat kearah yang ditunjuk Chanyeol.

“m..m..mwo..ya..” Baekhyun sangat terkejut dengan pernyataan itu. Chanyeol sekarang mempunyai tanda tanya yang besar. ‘kenapa, hanya Baekhyun dan Luhan yang bisa melihatnya?’

Dan pandangan Chanyeol pun beralih kembali pada Baekhyun. Dilihatnya Baekhyun seperti sedang merenung (?)

“sekarang, coba kamu liat lagi. Yeoja itu masih ada?” tanya Chanyeol hati-hati takut menyinggung Baekhyun karena pernyataannya ditolak mentah-mentah oleh rombongan itu plus Chanyeol.

Dan Baekhyun pun melihat kembali kearah yeoja itu. Dan ternyata..

* Luhan Side *

“excuse me.. Apa kamu dateng sendirian kesini?” Luhan bertanya hati-hati. Dan yeoja itu tetap diam mematung seperti orang sedang shock. Tidak menjawab apapun.

Dan Luhan menganggap itu sebagai jawaban ‘Iya.’ dan dengan pede dia duduk didepan yeoja itu.

“ga mesen makanan / minuman agasshi?” Luhan berusaha berbicara baik-baik pada yeoja itu.

Luhan bingung. Bener-bener bingung deh. Akhirnya dia nengok kebelakang punggung yeoja itu, untuk melihat BaekYeol meminta bantuan. Tapi yang dilihatnya hanyalah BaekYeol yang sedang mematung dengan ekspresi muka yang.. Aneh. Luhan menaikkan alisnya. Dia pikir itu adalah sinyal dari teman-temannya untuk menyuruhnya menanyakan,

“namamu siapa agasshi?” tanya nya sambil kembali menengok pada yeoja itu. Dan yeoja itu tetap menunduk seakan menyesali perbuatan yang pernah dibuatnya. Dan seakan disitu tidak ada Luhan.

“hm.. Agasshi.. Kenapa ku dia–” Belum selesai Luhan berbicara, yeoja itu menengadahkan kepalanya.

* BaekYeol Side *

“Baekkie, Luhan kembali. Untunglah..” Chanyeol bergumam sambil menggoyang-goyangkan tangan Baekhyun. Baekhyun masih agak shock kali ya, baru kali ini soalnya.

Dan akhirnya, Luhan pun kembali ke meja mereka dengan muka yang..engg pucat.

“wae Hannie? Apakah dia ramah padamu?” Baekhyun pelan-pelan.

“dia.. dia juga.. cantik?” Chanyeol juga hati-hati. Sepertinya mereka awalnya ingin menutupi kenyataannya dulu.

“Kalian tau.. Mukanya aneh sekali.. Bibirnya.. Agak suing, dan.. Mukanya seperti memakai bedak yang sangat-sangat tebal. Dan warna bedaknya itu warna putih pucat. Yang paling mencolok, matanya seperti ular. Ada warna merah, hijau, dan hitam bercampur corak(?). Lensanya sangat bagus sekali menjadi seperti beneran.” Luhan menjelaskannya juga dengan ekspresi antara terkejut, takut, dan bingung.

Chanyeol & Baekhyun cengo. Seperti dituduh karena ya, habis memerkosa banci. Perasaannya pun tak jauh beda dari Luhan.

“kalian.. Kenapa? Baekhyun abis kesurupan ya? Kok pada cengo gitu?” Luhan baru nyadar. “aku.. Kece?” *blush* pipi Luhan pun merona (?)

“what.. Are you saying?” Baekhyun udah sadar dan berusaha melupakan kejadian tadi.

“eh, ga kerasa ya, udah jam segini lagi. Ayo kita pulang aja. Kayanya aku bisa masuk hari selasa deh. Besok soalnya pengurusannya.” Chanyeol emang orang kaya sebenernya.

“okelah, aku langsung pulang ya. Bye.” Dan kata-kata dari Baekhyun tadi resmi membubarkan (?) Chanyeol dan Luhan ke arah motor masing-masing. Sebelumnya mereka sempat tos ala mereka bertiga. Sehingga saat pulang muka mereka pun berseri-seri (?)

* hari selasanya, di sekolah *

“Cha-chanyeol?” teman-temannya yang dulu pun kaget karena perubahan Chanyeol yang sangat pesat (?) sekarang Chanyeol menjadi sangat tinggi dan ganteng banget. *brb mimisan dulu*

“hey yo wuddup guys (?)” kata Chanyeol ke teman-temannya seperti saat dia dulu.

Sebenernya Chanyeol juga sempet sedih karena berpisah sama teman-temannya disekolah saat dia kelas 2. Tapi dia juga sangat senang karena akhirnya dia bisa ketemu juga dengan teman-temannya yang dulu.

“hey kamu.. Kenapa bisa ada disini? Kamu pindah sekolah lagi?” tanya Kris yang merupakan dulunya KM mereka kelas 1.

“ne. Aku sangat ingin pindah lagi ke sekolah ini. Dimana kelas ku & Baekhyun?”

“Baekhyun ada di kelas 3-2 disebelah sana. Emangnya kamu kelas apa?” balik tanya Kris sambil menunjuk arah kelas Baekhyun.

“kelas 3-3. Yaah aku ga sekelas dong ya sama dia..” Chanyeol pun sedih.

“udahlah. Dikelas kamu juga ada Chen & Lay. Mereka juga dulu dekat kan denganmu?” dan omongan Kris pun dipotong oleh Chan.

“eh?! Kai-a?” Chanyeol pun menghalangi namja yang sepertinya sedang berjalan buru-buru sambil membawa kertas yang seperti sedang dibacanya.

“Ne, mw-” baru saja namja itu ingin berbicara, dan dia pun mendongkak melihat Chanyeol.

Chanyeol tersenyum lebar.

“chan-a~~” Kai, namja itu pun memeluk Chanyeol yang dulu notabene teman ngerap nya.

“yaaa bagaimana kabarmu?” tanya Chanyeol riweuh (?).

“baik. Eh, ntar kita ngobrol lagi ya. Aku harus ke koperasi dulu, ada tugas nih. Hehe” Kai pun pamit.

“si Kai kok jadi rajin gitu sih? Dulu kita kan suka bolos bareng. Hmn..” Chanyeol pun mengenang mas lalunya bersama Kai dan D.O saat bolos bareng dan jalan-jalan ke.. “eh iya, D.O mana?” Chanyeol seakan baru ingat.

“oh, dia ada dikelas yang sama sama kamu. Tapi dia..” belum selesai Kris berbicara, keburu ada suara bel. “eh kita ngomongnya nanti lagi ya. Udah beel. Ohya, kelas kamu ada disana. Disebelah kelas 3-2!” dan Kris pun berlalu.

“memangnya kenapa? Kamu jadi KM lagi huh?” Chanyeol agak berteriak pada Kris yang sudah agak jauh.

“ya.. Tentu saja! Haha” Kris pun tertawa mengingat lagi suara Chanyeol saat teriak tadi. ‘Udah suara gede, teriak lagi. Kkkk~’

“Chan-aaa bogoshipoo~” tiba-tiba ada Luhan.

“eh, Han-a. Aku ke kelas dulu yaa byee” Chanyeol pun berlalu ._.

U.U Luhan pun bete.

* skip, saat waktu istiahat *

“hey man!” Chanyeol pun dengan suara yang ngebassnya memanggil Baekhyun di pintu kelas 3-2.

“eh, kamu udah pindah ya. Pantesan tadi pagi ada suara-suara yang menyeramkan lagi.. Hehe” Baekhyun pun nyengir mengingat suara Chanyeol yang sampe kekelasnya tadi pagi. ‘bener-bener kaya suara monster ya dia sekarang..’ itulah yang dipikirkan Baekhyun -.-

“ah elu. Eh, kantinnya ada dimana? Lapar nih :(”

“yaelah badan aja udah gede, makan tetep banyak. Tuh disana. Bareng aja yuk.” baru saja Baekhyun dan Chanyeol akan pergi ke kantin tiba-tiba ada Luhan. Lagi.

“ikuut. Ada yang mau aku omongin sewaktu dikafe.” dengan muka sok seriusnya.

“oke lah yuk”

* di kantin *

“Baek-a, chan-a, kalian.. Tau apa yang kulihat kemarin itu apa? Kalian.. Tau yeoja itu.. Manusia?” Luhan pun memulai pembicaraan.

Baekhyun & Chanyeol sebenernya lagi males ngomongin yang gituan. Jadinya ngalihin pembicaraan.

“Chan-a, gimana sama kelas barumu? Rame?” Baekhyun sok asik sambil meminum jus kesukaannya.

“ya, gitu dehh” Chanyeol sambil melengos. “eh, si Nam Minmi sekarang kemana? Dikelas apa?”

“oh dia..” Baekhyun pun tersenyum jahil.

“eeeh si Minmi? Kkkkk ada apa nanyain diaa? Ciee hahahaa” Luhan pun aktif kembali. (?)

“Iih cuma nanya doang.”

“kayanya dia lagi asik dengan ekskul barunya.” Luhan memprediksi.

“iya. Dia kan sekarang ikutan klub journal.” Baekhyun menyetujui.

“ah journal. Ga rame banget sih.”

Dan mereka pun sibuk membicarakan Minmi ._. Sampai terasa sudah berbunyi bel masuk.

* keesokan harinya *

* Minmi Pov *

Arrrh mengikuti klub ini sebenarnya sangat menyusahkan. Disuruh bikin slogan lah, puisi lah, aah males. Tapi sayangnya aku menyukai pekerjaan yang seperti itu (?) dan kadang suka membuatku untuk berpikir kreatif.

Aku pergi kesekolah pagi-pagi sekali sekalian mengerjakan tugas yang belum selesai. Tapi pagi itu aku kebelet sekali pengen buang air kecil. Dengan langkah tergesa-gesa aku berjalan ke arah toilet.

* Chanyeol Pov *

Aissh si Baekhyun itu mana sih? Katanya mau nyampe pagi-pagi sekali untuk pemanasan latihan basket. Si Kris juga mana sih ini? Ini pada kemana, kenapa cuma aku doang yang ada disekolah?!

Aku pun melihat jam. Ini sudah jam setengah 6 pagi. Pergi kemana mereka? Jangan sampai mereka terlambat. Awas saja kalau sampai aku bertemu mereka nanti.

Aah tapi rasanya aku juga kangen sama sekolah ini. Aku berniat untuk pergi jalan-jalan keliling sekolah. Tapi aku sudah lupa sebagian tempat-tempatnya. Aduh, gimana ya? Ah itu ada yeoja, siapa ya? Hantu lagi bukan ya?

“YA” aku pun menyapanya dari jauh agar kalau misalnya yeoja itu hantu, aku bisa langsung lari terbirit-birit. (?)

*Minmi Pov*

Aniyaaa~ disekolah sebesar ini, jam sepagi ini, apakah sudah ada orang lain yang datang ke sekolah? Buat apa? Dan siapa yang memanggilku itu?

Aku berbalik secara perlahan. Apabila ternyata yang memanggilku itu hantu, aku bisa langsung berbalik dan lari sekuat tenaga.

“hya!” teriakku bersamaan dengan orang itu saat kami sudah bertatapan. Kami kaget, tentu saja.

“sshhh. Jangan berisik.” kata orang itu sambil meletakkan jari telunjuknya pada mulut.

Siapa juga yang berisik? Orang kita berdua juga yang teriak. Harusnya dia dong yang jangan berisik. Sepertinya kan dia namja, kenapa harus teriak coba? Huhh.

“sini sini!” kata namja itu. Dan aku mendekatinya. “kenapa kau teriak? Kau melihat hantu?” tanya namja itu.

“ya, dan hantu nya itu berbadan tinggi sekali seperti tiang listrik dan dia sedang berdiri didepan mukaku sendiri dalam kegelapan.” dan aku melengos pergi.

Ya, pantas saja aku kesal. Orang dia tinggi gitu, berdiri di tengah-tengah kegelapan. Tadi aku sempat mengira dia sejenis Jin / Genderuwo. Hah aneh-aneh saja.

“tunggu-tunggu. Namamu siapa?” tanyanya sambil terus mengikutiku.

“Nam Minmi.” jawabku ketus sambil terus berjalan.

Dan kurasa dia tiba-tiba berhenti berjalan. Daerah yang sekarang dimana aku sedang jalani sudah terang. Dan aku berbalik untuk melihatnya.

Dan aku melihat.. Oh tuhan.. Dia.. Chanyeol..

*Baekhyun Pov*

Aaaah tadi pagi anak itu terus-terusan meneleponku untuk cepat datang. Sekarang sudah hampir jam 6, dan sekarang pergi kemana lagi dia? Tau gitu aku lanjutkan tidur saja tadi. Haah

“yo, brotha~” sapa Kris yang kebetulan baru sampai juga di aula sekolah. Kami memang biasa latihan disini.

“yo. Baru datang?” sapa ku balik.

“ngga, gue udah nunggu dipojok aula ini dari setengah jam yang lalu dan sekarang baru nyapa elo. Yaiyalah baru dateng -.-” Kris bete.

“eeeuh kan basa-basi ._.” dan Baekhyun pun merasa awkward.

“hem. Eh, si Chanchan kemana?” tanya Kris.

“oh, dia udah nunggu kita di atap aula ini dari sejam yang lalu dan sampe sekarang belom turun-turun juga kesini dengan muka konyolnya. Ya ga tau lah gue, kalo tau udah gue tindih tuh anak. Gue udah nunggu nih daritadi –‘” Baekhyun pun nambah bete.

Kris cuma memasang tampang –> -,,,,-

Dan tepat pada saat itu, Chanyeol datang dan mereka pun nelakukan pemanasan & bermain basket.

Baekhyun kebagian ngeshoot bola terus karena dia mungkin pendek *pukpuk Baekkie* dan keseringan jadi wasit. *pukpuk lagi Baekkie*

Dan Kris dan Chanyeol pun yang sama-sama mempunyai tinggi diatas rata-rata bermain dengan sangat asiknya. Mereka sempat melupakan Baekhyun karena mereka lempar-lemparan bola diatas. Yaiyalah Baekhyun ga bisa ngerebut *peluk Baekki* *sabar yah.. Kamu kuat*

“yaaaa kalian aku cari kemana-mana malah ada disini. Cepetan ganti baju, bentar lagi masuk loooh.” Luhan tiba-tiba dateng bareng Sehun.

“oke okeh~”

*waktu dikantin, sebelum bel masuk* *mereka lagi sarapan ya*

“eh, tadi lo kemana aja? Ga dateng-dateng lagi.” Baekhyun mulai curhat ke Chanyeol. *eciee BaekYeol* (?)

“eem tadi pagi gue ketemu sama orang yang selama ini gue penasaranin” Chanyeol berterus terang.

“siapa, Minmi?” Luhan nyela.

“Minmi anak 3-1?” Sehun yang ikut-ikutan Luhan makan bareng Chanyeol & Baekhyun.

“iya dia.. Dan tadi.. HAH, DIA ANAK 3-1? Itu bukannya kelas paling pinter ya? :0” Dan kantin pun sempat hening… Sebentar. Dan kembali ricuh karena sempat ada gangguan tadi. Ya, suara Chanyeol (lagi) lebih tepatnya. Zzz

“lo makanya kalo lagi ngomong kalem aja kali. Kaya orang mau dipenggal aja. Jadi serem sendiri nih gue..” Baekhyun agak menjaga jarak dengan Chanyeol. *gak gitu juga kali Baek?*

“iye sorry-sorry.. Kaget.”

“kalo gitu.. Jangan bikin Chanchan kaget deh ya..” Luhan pun berbisik-bisik pada Sehun yang masih melongo dan mengangguk setuju.

Chanyeol pun bercerita tentang tadi pagi, Minmi sempat kaget dan tidak percaya kenapa ada Chanyeol disekolahnya lagi. Dan setelah itu Minmi pergi. Pertemuan yang singkat. Terlalu singkat malah, mengingat dulu Minmi sangat menempel pada Chanyeol seperti lintah.

* Minmi Pov *

Hahh? Aku bertemu dia lagi.. Rasanya sangat tidak percaya. Sunghyo . Dia pasti kaget. Aku harus memberi tahunya!

*Author Pov*

“Sunghyo-aa!!” Minmi dengan semangat berlari kearah Sunghyo yang sedang bersama Ririn.

“ya~ calm down baby~ what’s up?” Sunghyo kalem.

“dia.. Dia.. Chan.. Chanchan..” sahut Minmi dengan napas terengah-engah. Ririn yang melihatnya kaget.

“Minmi-a, ada apa?” Ririn juga ikut nanya.

“hah? Chan.. Sinchan! Ada apa sama Sinchan?” yang dimaksud Sunghyo Sinchan adalah Onew, seniornya yang dulu pernah ditaksirnya. “aku udah ga suka lagi sama Sinchan..”

“CHANYEOL! Aah susah sekali berbicara begitu..”

“kenapa? Chanyeol kecelakaan?” Sunghyo sok tau.

“dia.. Bersekolah lagi disini..”

“mwoya? Ch-chanyeol?” Sunghyo kaget beneran. Ya, bagi Sunghyo, Chanyeol merupakan kakak, atau pun adik sama saja. Soalnya, Sunghyo melihat sifat Chanyeol yang sangat kenakak-kanakan.

“emm.. Siapa Chanyeol?” Ririn yang menyela pembicaraan mereka berdua. Ya, Ririn adalah murid pindahan kelas 2. Tepat pada saat Chanyeol pindah.

“oh.. Hai Ririn. Maaf tadi aku tidak melihatmu.. Hehe. Ohya, Chanyeol itu..” belum selesai Minmi menjelaskan, keduanya keburu ditarik oleh Sunghyo untuk langsung ke Chanyeol. Dan tentu saja Minmi yang dipaksa menunjukan jalan ke Chanyeol.

“CHANNIIE-aaaaa~~” Sunghyo menghasilkan suara yang keras. Sangat keras malah. Sehingga semua penghuni kantin sempat mengalihkan pandangan pada Sunghyo sebentar. Dan dia ga peduli lagi.

“NOONAAAAA~~” dan terjadi adegan yang murahan. Sunghyo langsung memeluk Chanyeol yang sekarang tingginya melebihi Sunghyo sendiri. Tapi Chanyeol memanggil Sunghyo Noona bukan berarti mereka adik kakak ya.

“ya~ sejak kapan kau berubah menjadi monster seperti ini? Dan suaramu.. Kenapa terlalu cepat puber? Dan tinggi kamu, kamu minum vitamin apah?” tanya Sunghyo langsung males basa-basi.

“ehhehe noona.. Apa kabar? Langsung nanya aja..” Chanyeol pun malu *kyaaa*

“udah deh jangan jaim gitu sama gue. Pindah dari hari ini?”

“ngga laah noona. Aku kan udah pindah dari kemarin.”

“loh, kok ga ketemu ya? Hmm..” Sunghyo yang sedang keasikan mengobrol dengan Chanyeol tidak sadar dengan orang-orang disekelilingnya.

“ekhm..” Baekhyun pun yang merasa diacuhkan mengeluarkan suara. Tenyata mereka semua melihat kejadian mengharukan tersebut (?) tapi Baekhyun cemburu *eciee*

“eeh ada Baekkie~ hehe”

“noona, aku dilupakan T-T” kata Luhan & Sehun dengan muka aegyo *-*

“ya ya, aku tau. Kalian kangen ya sama aku?” dan seakan baru nyadar, Sunghyo langsung mengenalkan Ririn pada Chanyeol.

Setelah berkenalan, Chanyeol beralih pada Minmi. ‘sepertinya dia sudah berubah menjadi lebih dewasa ya..’ pikirannya. “Eh hai Minmi. Apa kabar? Tadi pagi kita baru ketemu sebentar.. Hehe.” ujar Chanyeol dengan muka konyolnya.

Dan Sunghyo tidak tahan untuk tidak tersenyum melihat wajah Chanyeol yang seperti itu. Dan dia pun berusaha untuk membuat Chanyeol hanya berdua dengan Minmi. Dengan tergesa-gesa, Sunghyo menarik tangan Luhan yang berada disebelah Baekhyun dan Sehun dan mengajaknya ke kantin untuk membeli benerapa makanan ringan.

Luhan & Sunghyo itu teman sekelas. Jadi mereka juga sudah bagaikan kakak dan adik. Pokoknya, siapapun yang pernah dekat dengan Sunghyo, dia akan menjadi sangat dekat dan dianggap adik oleh Sunghyo.

Namun saat diperjalanan, Sunghyo keliru. Dia malah menarik tangan Baekhyun. Tadi nya dia ingin balik lagi untuk menyimpan Baekhyun (?) dan menarik Luhan saja. Tapi dia gengsi setengah mati.

Tadi Luhan sedang bersama Sehun. Dan apa yang akan Baekhyun pikirkan apabila Sunghyo bela-belain balik lagi untuk menyimpan dia kembali? Tidak tidak.. Tapi itu artinya dia harus ke kantin bareng Baekhyun? Dia juga emang deket sama Baekhyun. Tapi kalo pergi berdua kaya gini tetep aja rasanya agak awakward… Walaupun mereka sering sekali pergi bersama.

Ga kerasa ternyata Sunghyo berhenti dijalan saat memikirkan itu semua.

“ada apa?” tanya Baekhyun.

“aniya.. Rasanya ada yang aneh.” kata Sunghyo sok-sok ngalihin apa yang ada dipikirannya.

“kenapa?”

“ngga lah. Udah ayo ntar keburu masuk. Haha” dan Sunghyo berlari duluan.

*blush* Baekhyun tambah seneng sama Sunghyo. Dan ya, Baekhyun emang udah suka sama Sunghyo dari dulu. Tapi dia malu setengah mati dan malah diem aja.

Dan kejutannya, Baekhyun itu ketua osis sehingga mereka sering pergi bersama-sama. Ahaha sangat kebetulan. Tapi justru karena dia ketua osis, dia jadi dapat bertemu dengan Sunghyo. Dan ohya, Sunghyo merupakan wakil ketua osis.

“aish dasar..” dan dia ikut berlari.

* Chanyeol dkk side *

“eh? Kenapa Sunghyo menarik tangan Baekhyun hyung?” tanya Luhan pada diri sendiri. Tapi mereka semua mendengarnya.

“hm. Sepertinya mereka sudah mulai dekat. Ahaha” kata Sehun sambil merangkul Luhan.

“eh, kalian juga dong, nostalgia gih sana, aku sama Sehun & Ririn bakalan pergi ke kelas duluan.. byee~” dan Luhan pun menyeret Sehun & Ririn yang dari tadi diam membisu karena ga ngerti apa-apa.

“eeh mau kem.. Jangan tinggali.. Yah..” dan Minmi pun sama-sama diam seperti Chanyeol. Dan suasana pun menjadi sangat awkward.

………..

Beberapa detik berlalu, dan akhirnya bel masuk itu berbunyi. Rasanya sangat lama dengan menunggu waktu berlalu sambil tidak melakukan apa-apa.

Iklan

9 pemikiran pada “We Meet Again (Chapter 1)

  1. hmmmm ,, ide ceritanya menarik ..
    tapi kurang rapih ajja kata2nya ,,,, hehehehehehe #nyengir bareng baekhyun *digebukin author

  2. certanya bagus thor cuma kata2nya atau bahasanya berantakan ada yang formal informal mohon d perbaki yah thor ~~^o^
    trus next chapnya segera ya thor
    #maafreadersbanyakbacodginneh

  3. Ehh khamsahamnidaa yang udah baca & ninggalin jejaknya ^^
    Ne, mianhae. Kata-katanya jelek banget, soalnya waktu itu bikinnya lagi tergantung mood.. Hehe
    Tapi nanti part selanjutnya bakalan dibikin sama temen admin. jadi yang sabar ya nunggunya πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s