Love is ‘Ouch’ (Chapter 1)

Author: Xiao Ryn

Cast:      Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Xi Luhan

Oh Sehun

Genre: Romance, School Life

Lenght: Chapter

 ______________________________

Angin segar musim gugur membelai wajah gadis bernama Song Hye Jin lembut, gadis itu memejamkan matanya menikmati angin segar di pagi hari. Song Hye Jin, gadis itu duduk dikelas tingkat 2 di Seoul Art High School. Setelah merasa fikirannya sudah mulai segar dia membuka matanya dan menatap langit orange diatas atap sekolahnya, fikirannya hanya penuh dengan namja bernama Oh Sehun. Namjachingu-nya yang sudah 6bulan meninggalkannya pergi, Sehun pergi tanpa pamit dengan Hyejin secara langsung, dia hanya meninggalkan pesan singkat melalui SMS saja

FLASHBACK

Sehun memainkan beberapa helai rambut Hyejin yang sedikit berantakan, Hyejin memejamkan matanya menikmati angin sepoi seraya berbaring dipaha Sehun. Senyum simpul terpampang diwajah gadis yang sudah 1tahun lebih menjadi kekasih Sehun itu, Sehun tersenyum kecil melihat gadis-nya itu tersenyum senang

“Sehun-a,” panggil Hyejin masih dengan mata terpejam dan senyum dibibir kecilnya

“hm?” sahut Sehun singkat tetap memainkan helai rambut hitam Hyejin lembut

“apa kau senang?” tanya Hyejin dengan senyum yang semakin lebar. Sehun menghentikan jemarinya dan mengadahkan kepalanya menatap langit biru Seoul dengan sayu, dia terdiam beberapa detik sampai akhirnya Hyejin membuka matanya menatap Sehun

“ya, tentu saja aku senang” jawab Sehun datar tanpa mengalihkan pandangannya, Hyejin tersenyum senang mendengar jawaban Sehun yang sangat membuatnya senang

“baguslah, aku juga sangat senang” seru Hyejin kembali memjamkan matanya menikmati angin segar musim semi Seoul

**

Hyejin berdiri didepan cermin dikamarnya, sesekali dia bernyanyi kecil lalu merapikan pakaiannya. Dia merasa harus terlihat sempurna didepan mata kekasihnya, Oh Sehun. Dia tersenyum dan memasang pose didepan cermin seukuran badan itu

“sepertinya sudah bagus” gumamnya seraya memandangi pantulan dirinya didepan cermin

Hyejin berjalan menuju dapur untuk mengambil kotak makanan yang berisi kimbab yang sudah dia buat untuk Sehun, dia tahu kalau Sehun tinggal sendiri di Seoul karena orang tua dan adik perempuan-nya berada di London

*

TOK TOK

Hyejin mengetuk pintu besar bercat putih bersih itu, dia menunggu selama beberapa detik menunggu jawaban tapi hasilnya nihil. Tidak ada jawaban dari dalam, Hyejin mengambil ponsel didalam tas-nya lalu segera menulis nomor yang sudah dia hafal

KRING~

Hyejin membuka sms dari orang yang sudah dia tunggu-tunggu, Oh Sehun. Dengan senyum lebar Hyejin membuka isi pesan dari Sehun, senyum manisnya lenyap seketika saat dia membaca isi pesan dari Sehun

From: Oh Sehun

“Hyejin-a, mianhae~ aku harus pergi ke London, jika kau mau aku tidak keberatan untuk memutuskan hubungan kita. Jaga dirimu baik-baik”

Hati Hyejin terasa seperti tertusuk beratus pisau tajam, air matanya perlahan jatuh membasahi wajahnya yang sudah rapi dengan make-up yang dia pakai khusus untuk Sehun agar pacarnya itu senang dengan penampilan cantiknya. Hyejin menarik nafas dalam lalu menghelanya pelan

“apa semua harus berakhir seperti ini?” tanya Hyejin pada dirinya sendiri. Dia terduduk dilantai rumah Sehun menangsi sekuat-kuatnya

FLASHBACK END

Hyejin tersenyum miris mengingat bagaimana Sehun meninggalkannya saat itu, tidak mengatakan alasannya dan itu benar-benar cara seorang pengecut

KRIIIING~

Lamunan Hyejin buyar saat mendengar suara bel sekolah yang cukup terdengar ditelinganya. Dia beranjak dari posisi sebelumnya

Hyejin berjalan santai melewati koridor sekolahnya yang masih dipenuhi oleh murid-murid, dia tidak melirik kearah lain selain lurus kedepan. Dia tetap fokus kearah depan sampai akhirnya seseorang menarik tangannya dan sontak membuat Hyejin menghentikan langkahnya dan menatap seseorang itu dengan tatapan marah

“sepertinya kau terlalu fokus nona” ucap seseorang itu mengeluarkan senyum mautnya yang membuat hampir semua gadis sekolah ini sesak nafas, tapi tidak untuk seorang Song Hye Jin

“lepaskan,” pinta Hyejin dengan tatapan dingin. Namja itu tersenyum kecil “lepaskan, Park Chanyeol” ulang Hyejin dengan nada marah

“as your wish, but call me Chanyeol miss” Chanyeol melepas tangan Hyejin,  tapi matanya masih tetap menatap Hyejin

“whatever” sahut Hyejin dingin lalu kembali melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang tidak terlalu jauh dari kelas Chanyeol

“baiklah, itu cukup menarik” gumam Chanyeol menepuk pundak Luhan lalu berjalan masuk kedalam kelasnya kembali

*

“yo!” sapa Baekhyun tersenyum pada Chanyeol dan Luhan lalu duduk dikursi kosong disebelah Luhan. Luhan membalas senyum Baekhyun, sementara Chanyeol sibuk dengan gadget yang dia pegang

“ya, Park Chanyeol” panggil Baekhyun. Chanyeol menoleh kearah namja baby face itu sesaat lalu kembali berkutat dengan gadget-nya

“apa yang kau lakukan?” tanya Baekhyun, Chanyeol tak merespon. Baekhyun memanyunkan bibirnya

“dia sedang sibuk mendekati gadis” jawab Luhan terkekeh. Baekhyun memandang Luhan sekilas lalu memandang Chanyeol dengan tatapan prihatin

“lihatlah, namja kesepian satu ini” kata Baekhyun menggeleng heran. Luhan tertawa renyah. Sementara Chanyeol tidak mempedulikan kata-kata temannya tadi, dia tetap sibuk mengetik beberapa huruf lalu mengirimnya

“ya!,” seru Chanyeol saat mengingat sesuatu. Baekhyun dan Luhan sontak menoleh kearah Chanyeol “kau tahu murid yang tadi siang?”

“nugu?” Baekhyun menaikkan sebelah alisnya, sementara Luhan terlihat berfikir

“ya, aku tahu,” potong Luhan. Chanyeol dan Baekhyun memandang Luhan dengan raut wajah penasaran “ya, kenapa kalian memandangku seperti itu?” Luhan terkekeh

“dia siapa? Anak dari kelas mana?” tanya Chanyeol serius. Baekhyun yang tidak tertarik mengambil alih gadget Chanyeol

“hmm, lemme guess. Song Hyejin dari kelas 2-3” Luhan menopang dagunya dengan kedua lengannya seraya tersenyum pada Chanyeol

“Song Hyejin? 2-3?” ulang Chanyeol meyakinkan dirinya, Luhan mengangguk cepat

**

Hyejin melangkah santai menuju atap sekolah, seperti biasa dia berjalan melewati kelas Chanyeol yang selalu ramai dengan murid-murid yang bercuap ria. Hyejin menghela nafas dalam saat melihat Chanyeol sudah berdiri diambang pintu kelasnya seraya tersenyum penuh arti kearah Hyejin. Hyejin membalas senyumnya dengan tatapan dingin, dia tetap melangkah dan memandang Chanyeol dengan death glare nya

“wait a minute miss” Chanyeol kembali menarik tangan Hyejin. Gadis itu menghentikan langkahnya, dia tidak menatap Chanyeol. Dia membuang pandangannya kearah lain

“hey, look at me. Don’t you want to see my handsome face? Haha” canda Chanyeol disahut dengan tawa Luhan dan Baekhyun. Hyejin menoleh kearah Chanyeol dengan tatapan meremehkan

“cant you stop speak English? This is Korea dude!,” ucap Hyejin yang mulai meledak, dia selalu emosi ketika melihat Chanyeol semenjak kejadian kemarin “lepaskan, aku sudah cukup muak denganmu” Hyejin melepas paksa tangannya dari cengkraman Chanyeol lalu kembali berjalan dengan wajah merah karena kesal

“poor you~” ujar Luhan menepuk pundak Chanyeol seraya menahan tawanya. Chanyeol masih memandang sosok Hyejin yang perlahan tak terlihat

“tadi itu sungguh memalukan kau tahu? Haha” tawa Baekhyun lepas

“tchh~ tunggu saja tanggal mainnya nanti Song Hyejin” gumam Chanyeol memandang sosok Hyejin yang sudah tak nampak lagi

*

Hyejin membuka pintu bercat biru muda itu dengan kasar lalu menghempaskannya. Wajahnya masih memerah akibat emosinya. Kenapa dia bisa membenci Chanyeol seperti itu, entahlah

“Park Chanyeol, kau membuat mood-ku jelek. Sekolah ini menjadi sangat buruk setelah aku bertemu dengannya” gumam Hyejin  kesal. Dia duduk dikursi yang tidak terlalu panjang itu lalu menggeser screen ponselnya. Dia tersenyum kecut saat melihat foto dia bersama Sehun, dihari saat mereka berjalan seharian

“apa memang harus berakhir seperti ini?” ucap Hyejin melihat wajah Sehun yang tersenyum manis di foto itu. Hyejin kembali memasukkan ponselnya didalam kantung seragamnya lalu merebahkan badannya menikmati angin sepoi musim gugur yang hangat

*

Chanyeol meremas kaleng soda yang sudah kosong itu keras sampai kaleng itu agak remuk. Luhan dan Baekhyun memandang namja itu dengan tatapan heran

“Song Hyejin, kau benar-benar….” Ucap Chanyeol semakin kuat meremas kaleng yang sudah hancur itu

“lalu kau mau melakukan apa?” tanya Baekhyun yang akhirnya angkat bicara, dia tidak suka melihat temannya marah tidak jelas. Menurutnya itu sangat mengganggu

“aku akan membuatnya mengemis padaku, aku akan menjadikannya pacarku dan,”

“HAHA itu sangat mustahil Park Chanyeol” potong Baekhyun disertai tawa kecil Luhan

“bisakah kau diam saat orang lain berbicara Byun Baekhyun?” Chanyeol memandang Baekhyun kesal, Baekhyun mengangguk pelan dan berusaha menahan tawanya

“lalu aku akan membuatnya mencintaiku dan aku akan meninggalkannya, hebat bukan?” Chanyeol tersenyum penuh kemenangan, dia tersenyum membayangkan bagaimana sosok Song Hyejin akan mengemis cinta padanya

“we’ll see~ mau taruhan?” tantang Luhan dengan senyumnya. Baekhyun mengangguk cepat, Chanyeol memandang dua temannya ragu

“500.000W, Park Chanyeol akan ditolak mentah-mentah” ucap Baekhyun semangat. Luhan tersenyum kecil

“call~ aku sama dengan Baekhyun” sahut Luhan disertai anggukan Baekhyun

“ok call. kalau aku menang kalian harus melakukan apapun yang aku suruh, call?” Chanyeol memandang dua temannya yakin, dia yakin dia bisa membuat Song Hyejin mengemis padanya

“call~” sahut Luhan dan Baekhyun serempak

“geurae, aku harus pulang untuk memikirkan bagaimana gadis bodoh itu jatuh padaku” Chanyeol tersenyum sini lalu beranjak dari duduknya

“whoaa~ kau terlalu percaya diri Park Chanyeol” sahut Baekhyun tersenyum meremehkan

“sebaiknya kau tidak usah terlalu percaya diri, karena rasanya ditolak itu sangat sakit” ujar Luhan tersenyum memegang dadanya dengan tangan kanannya. Chanyeol melemparnya dengan bantal sofa putih, Luhan hanya tertawa

“oppaaaa~!” candaan mereka terhenti saat melihat seorang yeoja yang bisa dibilang cantik itu datang dengan wajah merah, dia mabuk

“ya, wae geurae?” tanya Chanyeol seraya memapah gadisnya itu, gadis itu hanya tersenyum genit. Matanya setengah terbuka

“oppa, nan neol saranghae~” ujar gadis itu membuat lambang hati dengan kedua tangannya yang diletakkan diatas kepalanya sehingga menyerupai hati. Baekhyun memandangnya bingung

“apa semua yeoja mabuk menjadi seperti ini? Sungguh menjijikkan,” ucap Baekhyun “ya Choi Yoonmi, apa kau tidak pulang kerumahmu?” tanya Baekhyun pada gadis bernama Yoonmi itu, Yoonmi hanya tersenyum kecil lalu menatap Baekhyun genit

“seharusnya kau yang pulang hiks, Byun Baekhyun. Tidakkah kau malu pada wajah kekanak-kanakkanmu itu hah?” balas Yoonmi tersenyum merendahkan Baekhyun

“MWO? YA! kau bilang apa hah?!” Baekhyun beranjak dari duduknya, Luhan menahan tangannya

“dia mabuk, apakah penting untuk mendengarkan ocehannya yang tidak jelas?” Luhan mencoba menenangkan Baekhyun, Baekhyun kembali duduk dan masih memandang Yoonmi kesal

“ya, aku antar kau pulang”

Chanyeol memapah Yoonmi berjalan keluar dari rumah Luhan, Yoonmi memeluk leher Chanyeol dengan kedua tangannya. Dia tersenyum kecil kearah Chanyeol dan mencium bibir Chanyeol cepat. Chanyeol menoleh kearahnya, Yoonmi membalasnya dengan senyum. Dia tidak sadar dengan apa yang dia lakukan

**

Chanyeol melirik kearah jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 7 lewat 5 menit, dia kembali mengedarkan pandangannya kesekitar gerbang sekolah. Dia menatap mobil audi hitam mewah berhenti didepannya, Chanyeol tersenyum memamerkan gigi ratanya saat Baekhyun keluar dari dalam mobil itu. Dia berjalan cepat menuju Chanyeol

“ya, bagaimana tidurmu Park Chanyeol? Cukup tidak nyenyak karena Song Hyejin? Haha” canda Baekhyun. Chanyeol tertawa renyah mendengar ejekan teman baiknya itu

“kenapa kau tidak masuk?” tanya Baekhyun melirik jam tangannya lalu melihat Chanyeol yang mulai mengedarkan pandangannya kesekitar jalan lagi. Senyum simpul terpampang diwajah Chanyeol, Baekhyun menoleh kearah tatapan Chanyeol dan ternyata seorang Song Hyejin berjalan santai menuju gerbang ditempat mereka berdiri

“kau menunggunya?” tanya Baekhyun tak percaya. Bagaimana bisa seorang Park Chanyeol yang terkenal dengan imej Bad Boy nya menunggu seorang Song Hyejin yang.. hanya gadis biasa?

“ya, aku menunggu-nya. Kita lihat saja siapa yang akan memenangkan taruhan kali ini Byun Baekhyun, akan kubuat kau dan Luhan menjadi makan malam ahjumma di club” ujar Chanyeol tersenyum sinis. Baekhyun hanya tertawa

“baiklah, we’ll see Park Chanyeol. Aku akan menunggumu dikelas” Baekhyun menepuk bahu Chanyeol lalu berjalan santai kekelasnya

Chanyeol tersenyum semanis mungkin saat Hyejin mulai dekat dengan tempat dia berdiri. Hyejin yang sudah melihat sosoknya hanya mendengus kesal, dan mencoba tetap cool saat berjalan melewati Chanyeol

“annyeong Song Hyejin” sapa Chanyeol dengan senyum manisnya. Hyejin menghentikan langkahnya dan menatap Chanyeol bingung

“kau sudah berkelakuan aneh, ini masih pagi kau tahu?”ucap Hyejin datar lalu kembali berjalan. Tapi~ lagi, Chanyeol menahan tangannya. Hyejin mengehela nafas, mencoba menahan emosinya dan menatap Chanyeol yang masih tersenyum manis padanya

“aku antar kekelas, eung?” tawar Chanyeol mulai mengeluarkan aegyo-nya. Hyejin memandangnya datar lalu melepas paksa tangannya

“aku bisa sendiri” tolak Hyejin seraya berjalan meninggalkan Chanyeol

Beberapa langkah dia merasakan ada langkah yang mengikutinya, Hyejin menoleh kebelakang dan benar saja Chanyeol mengikutinya. Hyejin mencoba menahan emosinya yang mulai meledak dan kembali berjalan namun Chanyeol tetap mengikutinya

“ya,” tegur Hyejin, Chanyeol memandangnya dengan senyum manisnya “apa kau tidak punya pekerjaan lain?” tanya Hyejin, Chanyeol terlihat berfikir beberapa detik

“tidak ada” jawab Chanyeol kembali mengeluarkan senyumnya. Hyejiin mendengus kesal lalu kembali berjalan, kali ini dia tidak peduli dengan Chanyeol yang masih mengikutinya

Hyejin tetap berjalan walau dia tahu mata semua murid memandangnya sinis karena Chanyeol berjalan tepat dibelakangnya. Hyejin berusaha tetap santai sampai akhirnya mereka sampai didepan kelas Hyejin

“aku sudah sampai, sana pergi” kata Hyejin cukup kasar. Chanyeol kembali tersenyum

“baiklah. pulangnya akan aku jemput disini lagi ya, chagi” Chanyeol agak mengeraskan suaranya saat berkata ‘chagi’ dan sukses memuat semua murid dikelas Hyejin memandang mereka berdua

“ya!” Hyejin terbelalak dan sontak memukul bahu Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum jahil

“aku pulang kekelas ya, fighting chagiya” ujar Chanyeol berlari meninggalkan Hyejin menuju kelasnya

Hyejin mengepal kedua tangannya dan menarik nafas dalam, dia membalikkan badannya dan berjalan menuju bangkunya

‘kenapa dia bisa menjadi seperti ini padaku?’ batin Hyejin

*

Hyejin berjalan santai melewati koridor kelas yang mulai sepi, dia sengaja pulang agak terlambat karena tidak mau bertemu dengan sosok Park Chanyeol. Dia sengaja bersembunyi didalam toilet selama beberapa puluh menit dan memastikan sudah tidak ada sosok Park Chanyeol lagi disekolah mereka

“annyeong” sapa Chanyeol dari balik pintu kelas. Hyejin terbelalak karena kaget dengan sapaan tiba-tiba Chanyeol

“YA!” teriak Hyejin cukup keras, Chanyeol memandangnya bingung

“wae?” tanya Chanyeol santai, dia kembali tersenyum pada Hyejin. Hyejin memandangnya kesal

“pulang sana” usir Hyejin. Chanyeol mengerutkan keningnya

“wae? Aku disini untuk mengantarmu pulang” ujar Chanyeol dengan senyumnya lagi, Hyejin menghela nafas lalu menatap Chanyeol

“kenapa kau menjadi seperti ini padaku?” tanya Hyejin melipat kedua tangannya didepan dadanya. Chanyeol tersenyum kecil ‘tentu saja untuk membuatmu jatuh untukku Song Hyejin’ batin Chanyeol licik

“karena aku menyukaimu,” jawab Chanyeol santai, Hyejin membelakkan matanya “oh ayolah Song Hyejin, jangan terlalu terkejut seperti itu” ujar Chanyeol tertawa pelan. Hyejin menaikkan alisnya, Chanyeol menghentikan tawanya

“kau menyukaiku? Itu tidak mungkin” bantah Hyejin. Chanyeol tersenyum simpul lalu memegang bahu Hyejin dengan kedua tangannya dan menatap Hyejin dalam

“aku sungguh-sungguh,” Chanyeol tersenyum “tenang saja, aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang” lanjut Chanyeol mencubit pelan hidung Hyejin. Hyejin mengedipkan matanya beberapa kali mencoba mengumpulkan kesadarannya

“sekarang aku akan mengantarmu pulang, dan aku tidak mau mendengar kata-kata ‘tidak mau’ dari mulutmu” Chanyeol memimpin tangan kanan Hyejin dengan tangan kirinya dan berjalan santai keluar sekolah

Chanyeol tersenyum bangga melihat semua murid yang berada diluar sekolah mulai memperhatikan mereka, termasuk Baekhyun dan Luhan yang sedang mengobrol didepan mobil Baekhyun

“ya Luhan-a, apa ini sungguhan?” Baekhyun menyenggol tangan kanan Luhan dengan sikunya

“aku salah sudah meragukannya” gumam Luhan melongo melihat Chanyeol yang sukses memimpin tangan Hyejin. Chanyeol tersenyum licik melihat Baekhyun dan Luhan yang masih melihat kearah mereka

*

Mereka sampai didepan rumah Hyejin, yang cukup besar. Chanyeol melihat sekeliling rumah Hyejin

“ternyata kau dari orang yang cukup kaya” ujar Chanyeol tertawa ringan, Hyejin hanya mengangguk pelan

“masuklah, aku akan menjemputmu lagi besok. Kau tidak keberatan bukan?” tanya Chanyeol memandang Hyejin dengan tampang berharap. Hyejin terlihat berfikir sejenak

“baiklah,” jawab Hyejin singkat lalu membuka pagar rumahnya “pulanglah, hari sudah mulai dingin” ujar Hyejin datar, Chanyeol tersenyum senang karena sepertinya Hyejin mulai menerimanya

“baiklah, sampai jumpa” Chanyeol tersenyum melambaikan tangannya lalu berjalan meninggalkan Hyejin yang masih berdiri didepan pagar rumahnya

Setelah merasa cukup jauh dari rumah Hyejin Chanyeol menghentikan langkahnya dan mengambil ponselnya dari kantung celananya lalu menekan nomor Baekhyun, setelah menunggu beberapa detik Baekhyun menjawab panggilan Chanyeol

“yo Park chanyeol! Waah, aku tidak menyangka kau berhasil mendekati Song Hyejin” kata Baekhyun. Chanyeol tersenyum penuh kemenangan

“tentu saja. Jemput aku didaerah *saya tidak tahu nama daerahnya -_-v*, kunci mobilku ada dengan Luhan” ujar Chanyeol memutuskan panggilannya

*

“tentu saja, sudah aku bilang mendekati gadis sepertinya tidak susah kau tahu” ujar Chanyeol dengan senyum bangganya. Baekhyun dan Luhan hanya mengangguk beberapa kali setelah mendengar cerita Chanyeol yang sedikit agak berlebihan saat menceritakan bagaimana dia mendekati Hyejin dan bagaimana sikap Hyejin yang sudah mulai menerimanya

“oppaaaa~” sapa gadis yang tak lain adalah Yoonmi, pacar Chanyeol. Chanyeol tersenyum kecil saat gadis itu duduk dipangkuannya dengan mesra. Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah lain, sementara Luhan hanya terkekeh

“Luhan oppa, apa kau single? Aku punya teman single yang cukup menyenangkan, apa kau mau aku kenalkan?” tawar Yoonmi seraya mengalungkan tangannya dileher Chanyeol

“tidak, terima kasih” tolak Luhan lembut

“bagaimana denganmu?” tanya Yoonmi mengalihkan pandangannya pada Baekhyun. Baekhyun menggeleng cepat

“ayolah, kau masih menunggu gadismu yang berada di London itu?” Yoonmi memandang Baekhyun tak percaya

Baekhyun memang sudah mempunyai pacar yang beberapa tahun ini melanjutkan sekolahnya di London, hampir sama dengan Sehun dan Hyejin tapi mereka tidak mengakhiri hubungan mereka dan masih tetap berhubungan melalui jejaring social atau sms dan telepon

“ya Byun Baekhyun, kau masih bersama Im Ri An?” tanya Chanyeol

“ya” jawab Baekhyun singkat

“aigoo, sungguh kasihan. Kau juga tidak tahu kalau dia punya pacar lagi atau tidak” kata Yoonmi yang berhasil memancing emosi Baekhyun

“lihat saja oppa-ku yang satu ini, dia selalu setia denganku walau dia sedikit playboy” lanjut Yoonmi tersenyum gemas pada Chanyeol. Chanyeol hanya membalasnya dengan senyum kecil

“begitukah?” sahut Baekhyun tersenyum sinis

“kalian pulanglah, aku mengantuk” Baekhyun beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya dan menutup pintunya cukup kuat sehingga membuat sedikit keributan

“ya Choi Yoonmi, tidak bisakah kau menjaga ucapanmu sedikit?” tanya Luhan seraya meneguk wine yang tersisa digelas beling kecil yang dia pegang

“mwo? Apa aku salah bicara?”

*

Baekhyun berdiri didepan jendela besar kamarnya, dia memandang Seoul yang indah dimalam hari dengan lampu-lampu yang berwarna-warni dalam gelapnya malam Seoul. Baekhyun tinggal sendiri di apartemennya setelah orang tua-nya ditugaskan ke New York beberapa bulan lalu

dia tenggelam dalam memori-nya bersama gadis yang sudah dia pacari semenjak dia masih duduk di tingkat Junior (SMP)

“apa aku memang harus mengakhiri hubungan kita?”

TBC

Iklan

19 pemikiran pada “Love is ‘Ouch’ (Chapter 1)

  1. Bsa kan ga slamanya cast utama cwenya sllu di sandingkan/di takdirkan utk sllu bersama dngan cast utma cwonya,
    ?,, sorry ney cma msukan ja…hehehehe
    trims

  2. Kyaaaa yeolli playboy hahhaaa yakin dah pasti yeolli kepincut bneran sama hyejin*sok tau* hemm trnyata baekki punya pacar toh. Trus luhan single? Asekk sama aku aja ahhhha ok deh thor ditunggu chap slanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s