Menangis

EXO-K MENANGIS

Author: Wgeonnie
Main Cast: EXO K
Support Cast: EXO M
Length: Oneshot (2966 words)
Genre: Comedy(?), Brothership, Gaje-___-
Rating: PG-13
Summary: EXO menangis 😉 wkwk
A.N: EXO jangan menangis!!! TTwTT No bashing ya, enjoy^^ Maaf kalau banyak typo-_-

 

 

 

 

Suho sedang menyirami tanaman yang ada di balkon dormnya ketika tiba-tiba seseorang mengetuk kaca di depannya. Ia mengernyitkan dahinya. Pintu balkon ditutup sehingga Suho hanya bisa mendengar pelan orang di dalam sana. Ia juga tidak bisa membaca mulut orang itu karena kaca jendela itu tertutup debu yang sangat tebal. Karena Suho tidak juga meresponnya, hanya diam melihat kaca di depannya yang berdebu, orang itu berteriak. “Suho Hyung!”

“Oh, Chanyeol?” Suho mengenali suara berat Chanyeol. Lalu ia mengusap kaca berdebu itu dengan tangannya persis seperti yang dilakukannya di MV MAMA. Kemudian Suho menyesal karena sudah merespon dongsaengnya satu itu karena ia malah disuguhi wajah creepy milik chanyeol. (A/N : Bayangin adegan MV MAMA waktu Suho ngelap kaca trus yang keluar wajahnya Xiumin. Tapi Xiuminnya diganti Chanyeol._.v)

“Hehehe, annyeong, Hyung! Xiumin hyung digantikan olehku!” katanya kemudian yang membuat Suho menyiram kaca di depannya. Chanyeol terlonjak karena seperti melihat 3D. Wajahnya seperti D.O saat kaget. Matanya melotot.

“Hahaha babo!” Suho tertawa terpingkal-pingkal ketika dilihatnya Chanyeol menampakkan wajah kaget bodohnya. Suho memegangi perutnya dan akhirnya ia tersiram air dari selang yang masih dipegangnya sedari tadi, membuatnya gelagapan dan segera melepas selang itu hingga airnya membanjiri balkon dorm EXO.

“Hahaha babo!” Chanyeol balik tertawa melihat hyungnya yang sangat menggelikan. Lalu ia meninggalkan hyungnya seperti tanpa dosa.

“Aish Chanyeol, jinja!!!”

EXO 엑소 EXO

Kai berjalan keluar dari kamarnya. Sejenak ia berhenti lalu meregangkan tubuhnya. Dilihatnya D.O yang terfokus pada layar televisi di depannya. Kai berjalan mendekat dan mendengus kesal saat melihat Barbie Princess and The Pauper terpampang di layar televisi. D.O melihatnya dengan sangat fokus, tanpa berkedip sekalipun.

Ngg.. Ngg..

Cplesss!!!!!!

Kai melongo. D.O membunuh seekor nyamuk tanpa melihatnya. Segitu sukakah hyungnya itu dengan Barbie, hingga matanya hanya terfokus pada tontonan yang menurutnya tidak menarik itu? Ew. Kai merasakan badannya merinding. Namun baginya hyungnya itu cukup keren. Walaupun matanya terfokus pada satu hal, namun indranya yang lain masih sangat bekerja dengan baik. Bahkan sangat baik.

“Hyung..”

“Hmm..” D.O merespon tanpa melihat Kai. Ia berkedip sekali. Kemudian tangannya menjangkau ujung kursi lalu mengambil snack yang tergeletak di sana. Ia mengambil isinya sedikit lalu meletakkan kembali snack itu di tempat asalnya, di mana Chanyeol meletakkannya sebelum ia menemui Suho. D.O memang dikenal sebagai anggota yang paling menjaga makannya. Karena Anggota EXO yang lain tidak cepat naik berat badannya, tidak seperti dirinya.

“Hyung sudah lihat video Tao menangis karena merindukan kita?” Kai duduk di sebelah D.O yang masih asik dengan dunianya. Namun tak lama kemudian ia melihat ke arah Kai dengan tatapan bingung-innocent miliknya.

“Aish, jangan melihatku seperti itu, Hyung! Kau mengerikan.” Kai menghindari tatapan D.O, lalu ia melanjutkan, “kemarin saat fansigning seorang fans memberitahuku berita itu. Ah, kita terlalu sibuk hingga belum memonitor EXO-M.”

“Kau ingin memonitor EXO-M atau siapa?”

“Eh? Pertanyaanmu tidak jelas, Hyung.” Kai menghiraukan D.O dan ikut terfokus pada film yang sedang ditampilkan. Tanpa terasa ia bergumam, “Aku rindu Luhan Hyung.”

“Eitss, aku mendengar kau menyebut nama ‘Luhan’, Kai-ah?” Tiba-tiba Sehun muncul tak tahu dari mana. “No, no, no!” katanya lagi dengan aksen Koreanya yang sangat kental.

“Aish, wae? Wae?!”

“No KaiLu! HunHan forever!” Sehun berbicara tanpa memandang Kai dan menghempaskan dirinya di ujung kursi yang lain dan mengambil snack yang berada tepat di sampingnya. D.O hanya geleng-geleng melihat kelakuan dongsaeng-dongsaengnya yang memperebutkan Luhan.

“Ya, Kai-ah, di acara apa Tao menangis? Aku ingin melihatnya.” D.O memanggil Kai yang sedang berusaha menjangkau snack yang dibawa Sehun menjauhi dirinya. Sehun tak ingin membaginya dengan Kai rupanya karena ia merasa terkhianati(?).

Kai berhenti berusaha mejangkaunya setelah ia tahu ia dipermainkan oleh Sehun. “Tidak tahu, Hyung. Kau cari saja sendiri di Ytb!” Ia menjawab pertanyaan D.O dengan nada kesal dan segera pergi untuk mengambil snacknya sendiri.”

Sepeninggal Kai, Sehun tertawa kecil dan menjulurkan lidahnya di hadapan punggung Kai.

“Tsk, choding.”

“Mwo Hyung?”

“Ani.”

Chanyeol melewati D.O dan Sehun yang sedang menonton film yang sedari tadi belum diganti channel juga. “Annyeong.” katanya, membuat D.O dan Sehun menatapnya dengan tatapan aneh. Chanyeol malah mengeluarkan jurus andalannya yaitu creepy smile miliknya sebelum akhirnya ia di lempar bantal oleh D.O dan Sehun. “Ya! Awas kau berdua!”

EXO 엑소 EXO

Di salah satu kamar dorm, Baekhyun sedang asik menggulung tiap-tiap halaman internet. Ia sedang mencari benda untuk dibelinya.

Handuk yang biasa ia gunakan untuk berlatih untuk commercial terlihat berlubang tadi saat ia menggunakannya. Setelah menuduh Hyung dan dongsaeng-dongsaengnya dan mengomel panjang lebar, ia seperti dihantam oleh besi ketika Suho memberi tahu kalau kemarin malam ia tidur sambil menggigiti handuk kesayangannya itu. Kemarin malam Baekhyun memang bermimpi menjadi kelinci dan menemukan wortel yang besar sehingga ia langsung memakan wortel itu. Namun ia tak menyangka di dalam kehidupan nyata ia benar-benar menggigit sesuatu.

Berkali-kali ia menghempaskan tubuhnya yang tengkurap kesana kemari karena tak juga berada di tempat yang nyaman. Berkali-kali pula ia menendang-nendangkan kakinya karena kabel laptopnya yang mengusik kakinya sehinggal terasa geli dan juga gatal. Hingga akhirnya ia memukul pelan kepalanya sendiri. “Aish babo!” Ia menutup layar laptopnya tanpa mematikannya terlebih dahulu lalu mencabut kabelnya dengan cepat. Ia menggulung kabel itu dan meletakkannya di meja kecil di sebelah tempat tidurnya bersama laptopnya.

Baekhyun menapakkan kakinya ke lantai dan meraba-raba lantainya menggunakan kaki telanjangnya mencari-cari sesuatu. Ia menemukan sandalnya dan segera berjalan menuju lemari pakaian di mana ia menyimpan barang-barang berharga miliknya. Matanya menerawang setiap buku-buku lemari. Pupilnya membesar karena tempat itu sedikit gelap. Ia berhenti melakukan pencariannya sejenak untuk menekan tombol lampu. Lalu kembali ke lemari tadi dan dengan mudah menemukan apa yang dicarinya. Ia mengambil Ipadnya dengan usaha maksimal, mejinjitkan kakinya. Lemari itu terlalu tinggi untuknya. Ia mengutuk dirinya sendiri karena merasa kurang tinggi.

“Hai”

“Mengapa kau selalu datang dengan kata ‘Hai’ dan senyummu itu?” Baekhyun membawa Ipadnya yang fully charged dan menuju ke tempat asalnya. Tempat tidurnya. Ia merutuki dirinya sendiri karena tidak berfikir untuk memakai Ipadnya sedari tadi. Jika ia memakai Ipadnya sedari tadi ia tidak mungkin mendapatkan tempat yang tidak nyaman, karena walaupun ia berbaring ia tetap bisa menggunakannya.

“Mengapa kau selalu menjawab salamku dengan pertanyaan?” Balas Chanyeol sambil menghempaskan dirinya di atas kasur empuk miliknya. Lalu ia meraih guling di sampingnya dan memeluknya erat. (IRI YA?!) Baekhyun mencibir. Lalu tatapannya terfokus pada Ipadnya. Beberapa kali Baekhyun menggaruk kepalanya sehingga membuat Chanyeol berfikir apa yang sedang dipikirkan oleh teman sekamarnya itu.

“Chanyeol-ah, Chanyeol-ah, kemarilah!” Baekhyun mengibas-ibaskan tangannya sambil tetap menatap Ipadnya memanggil Chanyeol untuk duduk di sampingnya. Chanyeol yang belum juga terlelap beranjak dari tempatnya berharap yang akan ditunjukkan Baekhyun padanya adalah sesuatu yang menarik.

Chanyeol mendekati Baekhyun dan menatap Ipad yang di bawa Baekhyun. Namun yang ia lihat hanyalah gambar handuk kuning yang difullscreen oleh Baekhyun. Chanyeol memicingkan matanya dan mengerutkan keningnya. Lalu ia menatap Baekhyun. Beberapa detik kemudian Baekhyun menatapnya. “Mwoya?” Baekhyun melihat layar Ipadnya kembali dan tersadar akan tatapan Chanyeol untuknya tadi disebabkan gambar handuk yang terpajang di layar itu. “Aish, bukan ini maksudku. Rambutku dari tadi terasa gatal, coba kau cek, Chanyeol-ah.”

“Mwoya?! Kau suruh aku untuk apa? Mencari kutu di rambutmu?” Chanyeol menatap Baekhyun aneh.

“Ya! Kau! Aish..” Baekhyun merasa malu. “Aku tidak punya kutu! Mungkin hanya ketombe, hmm, maka dari itu kuminta kau untuk mengecekkannya untukku! Bukan kutu, bukan.” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tidak terima dicap berkutu.

“Kita lihat saja, kalau kau punya kutu kau harus menuruti perintahku, oke?” Chanyeol tersenyum jahil.

“Ya, sudah kubilang aku tidak punya! Aish..” Baekhyun memukul pelan lengan Chanyeol dan memberinya tatapan kesal. “Baiklah, apapun itu maumu! Tapi kalau aku tidak punya kutu kau harus mau menuruti perintahku!”

Chanyeol menganggukkan kepalanya lalu menarik rambut Baekhyun. “Ya!” Baekhyun membelalakkan matanya. Chanyeol terkikik. Chanyeol memang sangat senang menjahili member lain. Diikuti oleh Baekhyun. Namun sering juga Baekhyun terkena kejahilan Chanyeol walaupun ia juga sekutu Chanyeol untuk menjahili member lain.

Baekhyun dan Chanyeol dalam keadaan diam sau sama lain. Namun bukan diam yang canggung. Mereka cukup dekat dengan satu sama lain. Selain itu, mereka juga sibuk dengan urusannya masing-masing sebelum akhirnya Chanyeol memecah keheningan.

“Yahoooooo!”

Baekhyun menelan ludahnya. Bukan hanya karena ia kalah taruhan, namun juga karena ia merasa harga dirinya tercoreng. Bagaimana bisa seorang Byun Baekhyun memiliki kutu di rambutnya? (Ayo menangis bersama Mas Baekhyun TTwTT)

Baekhyun mengeklik tombol “Purchase” di bawah gambar handuk kuning yang ingin dimilikinya bersamaan dengan Chanyeol yang turun dari tempat tidurnya dan menari-nari bersama “kutu” yang ada ditangannya. Baekhyun melihat Chanyeol dengan meminjam poker-face milik Sehun.

“Ya, mana coba kulihat!” Baekhyun menghampiri Chanyeol dan mengambil kutu itu dari tangan Chanyeol. Chanyeol memberikan kutu temuannya dan kembali menari, kali ini sambil mengeluarkan lidahnya sambil berkata “Mehrong”. “Mwoya!” Chanyeol tersentak. Dilihatnya Baekhyun yang sedang mengamati hewan mungil yang menggelikan itu.

“Mwo?” Katanya bingung.

“Ini bukan kutu, babo!” Kata Baekhyun. “Ini hanya semut. Aish, makanya dari tadi aku merasa seperti tersengat sesuatu. Kau kalah.” Kata Baekhyun meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri kebingungan.

“Semut? Bukankah itu tadi kutu? Aish, molla!” Chanyeol mengikuti Baekhyun keluar kamar. Dilihatnya Baekhyun duduk di sofa ruang TV bersama D.O dan Kai. “Bukankah tadi kau bersama Sehun?” Kata Chanyeol kepada D.O.

D.O menatapnya lalu menggeleng. “Dia di kamar Kai, membaca komik Nar*to yang dibeli Kai kemarin.” Chanyeol hanya mengangguk.

“Suho hyung?” Tanyanya lagi.

“Mengganti bajunya yang basah. Hyung babo, sebenarnya ia ingin memandikan tanaman atau dirinya sendiri, sih?” kali ini Kai yang menjawab pertanyaan Chanyeol sambil mengunyah permen karet. Chanyeol terkikik mengingat peristiwa memalukan Suho yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

“Ya, Chanyeol-ah, kubisikkan sesuatu!” Chanyeol menuruti perkataan Baekhyun untuk mendapatkan “hadiah” darinya.

“Aih, Baekyeol..” Kata D.O dan Kai bersamaan. “Kau harusnya melakukannya di depan fans, Hyung, bukan di depan kami.” Tambah Kai. Baekhyun hanya mencibir. Sedangkan Chanyeol? Tidak merasa terpanggil. (-____-“)

Chanyeol mendekatkan telinganya ke arah Baekhyun. Dengan semangat Baekhyun mengutarakan idenya. Namun Chanyeol malah terjengkang ke belakang saking kagetnya. “Shireo! Mwoya?! Michoseo?!” Kai dan D.O melihat ke arah Baekhyun dan Chanyeol.

“Ya! Kau kalah taruhan! Kau sendiri yang bertaruh!” Baekhyun mengomel. “Kau yang berjanji namun kau sendiri yang tidak menepati janjimu, apa-apaan kau ini Chanyeol? Kau anggap dirimu pria? Oh, man, please. Jika janjimu dengan temanmu saja kau ingkari, bagaimana dengan yeojamu nan-”

“Mwoya?! Kau ini berlebihan sekali. Kau tau kata lebay? What is lebay? Lebay is you!” Chanyeol memotong omelan Baekhyun yang sudah menjauhi benang merah. Janji? Mengingkari? Yeoja? Aish, apa maksud temannya itu.

“Kalian bertaruh?” D.O menatap Baekhyun dan Chanyeol tanpa berkedip O_____O.

“Apa taruhannya? Chanyeol Hyung kalah? Ahahahahaha! Apa “hadiah”nya untuk yang kalah, Baekhyun Hyung? Ahahahaha..” Kai meledakkan tawanya karena Hyung yang biasa membullynya kalah taruhan dan pasti akan dibully oleh Baekhyun. D.O menatap Kai O_____O.

“Geurae, geurae.” Chanyeol beranjak dan berjalan menuju salah satu kamar diikuti D.O yang berjalan ke arah kamar Chanyeol dan Baekhyun.

Tersisa Kai dan Baekhyun di ruang TV. Kai masih memakan permennya sambil melihat film yang belum selesai sedari tadi. Baekhyun terlihat cemas. Lalu ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa membuat Kai memandangnya heran. Kai melepaskan pandangannya dari Baekhyun setelah Hyungnya itu memasuki kamar mandi dorm.

EXO 엑소 EXO

Baekhyun mengobrak-abrik botol botol yang ada di kamar mandi mencari sesuatu. Obat kutu tentunya. Sebenarnya yang ditemukan Chanyeol tadi memang benar-benar kutu, namun ia tidak mau dicap berkutu. Dan ia juga tidak mau menuruti permintaan Chanyeol. Ia keluar kamar untuk berfikir apa yang harus dikatakannya jika Chanyeol tetap yakin apa yang ditemukannya benar-benar kutu, namun teman sebayanya itu malah mengikutinya dan percaya apa yang dikatakannya. Baekhyun terkikik mengingat betapa bodohnya Chanyeol. Sebentar kemudian, ia mengingat masalahnya, rambutnya dan kutu yang ada di rambutnya, hingga membuat ia merasa gila. Ia menggaruk-garuk rambutnya yang “belum” gatal namun pada akhirnya ia menemukan kutu yang menempel pada kuku panjang yang dipeliharanya. “Aniyaaaaa!”

Cling! Sebuah ide terlintas dipikirannya.

EXO 엑소 EXO

“Aniyaaaaa!”

“Mengapa Baekhyun Hyung menyanyi bagianku?” Kai memandang pintu kamar mandi sekilas lalu memandang snacknya yang sudah habis. “Aish..”

“Kai-ah, Kai-ah!” Baekhyun berlari kearah Kai.

Kai menatapnya, “Mwo, Hyung?”

“Oh, snackmu habis? Bukankah di kulkas sudah tidak ada persediaan snack lagi?” Pertanyaan Baekhyun dijawab anggukan oleh Kai. “Nah, kau beli snack di toko depan Kantor SMEnt sekalian kau beli obat kutu, oke?”

“Mwo? Obat kutu? Hyung punya kutu?” bulu kuduk Kai tiba-tiba merinding mendengar kata “kutu”.

“Aniya! Bagaimana kau bisa berkata seperti itu, hah? Kau bilang aku punya kutu? Byun Baekhyun punya kutu? Ani! Kau ini dongsaeng yang jahat, Kai-ah! Kau telah melukai hati Hyungmu yang imut seperti King, anjing di teaser kita. Kau telah membuat hatiku hancur berkeping-keping, Kai-ah. Kau-”

“Ya, Hyung, aku hanya bertanya!” Kai memotong omelan Baekhyun dan ia mulai mengerti perasaan Chanyeol yang tadi diomeli Baekhyun dengan kalimat lebay yang ada di otaknya.

“Hehehe, sekarang cepat belikan!”

“Kita tidak membutuhkan itu, Hyung!”

“Ya, aku but-” Baekhyun menggeleng. “Ani. Kamarku butuh! Aku tadi melihat kutu di samping lemari. Cepat, Kai-ah!” Baekhyun menarik lengan Kai.

“Shireo Hyung! Mengapa bukan kau sendiri yang membelinya?” Kai menepis tangan Baekhyun dari lengannya. Baekhyun menatap Kai dalam. Membelalakkan matanya, sehingga membuat Kai bergidik ngeri.

“Geuraeyo, geuraeyo, Hyung!” Kai beranjak dan menyambar jaket yang tergantung di tembok. Baekhyun tersenyum senang dan merebahkan dirinya di atas kursi empuk yang ada.

EXO 엑소 EXO

D.O berfikir keras untuk menjawab pesan fansnya yang dikirim di fansite official EXO. Ia mengusap dagunya seraya berpikir, lalu mengetikkan pesan terakhirnya. Ia sudah cukup lama bermain-main dengan fansnya.

Lalu ia teringat pertanyaan Kai dan akhirnya ia membuka situs video untuk melihat video EXO-M. Beberapa kali ia tertawa karena EXO-M yang lucu maupun EXO-M yang sangat canggung karena masih belum terbiasa menjawab pertanyaan-pertanyaan sepertinya. Ia terkikik karena ia seperti melihat Kris Interview, bukannya EXO-M Interview.

Lalu disaat ia melihat pesan Tao untuk member EXO-K, ia merasa sangat rindu pada 6 teman seperjuangannya. Saat melihat Tao menangis, D.O juga ikut menangis.

Tiba-tiba Ia mendengar suara dari kamar sebelahnya, “YA! CHANYEOL HYUNG, WAE?! CHANYEOL HYUNG, MICHOSSEO?!” Setelah suara pintu yang dibuka secara kasar, D.O juga memdengar Baekhyun yang meledak dalam tawanya sendiri.

Ia tidak memperdulikan suara-suara aneh di sekitarnya dan mengulang beberapa kali bagian Tao menangis, membuatnya ikut menangis.

EXO 엑소 EXO

“Kai-ah?” Baekhyun menatap pintu dorm setelah mendengar suara pintu dorm yang terbuka.

“Toko itu tidak menjual obat kutu, Hyung!!!” Kai berteriak. Membuat Baekhyun tersentak.

“MWO?!” Lalu Baekhyun tersadar bahwa Kai sudah tidak ada di depannya lagi. Menggunakan kekuatan teleportasinya, mungkin. Baekhyun merasakan matanya memanas. Bagaimana nasib rambutnya nanti? Baekhyun tidak mengerti. Yang ia tahu, tiba-tiba air matanya keluar. Seperti bayi yang baru dilahirkan, ia berteriak dan berlari menuju kamar Suho.

EXO 엑소 EXO

“Ah..” Suho menghempaskan dirinya di atas kasur empuknya. Segar sekali rasanya setelah mendi. Ia menggertakkan giginya mengingat ulah Chanyeol yang membuatnya harus berbasah-basah dan mandi dua kali di pagi yang cerah tadi. Sebernarnya bukan sepenuhnya salah Chanyeol. Tapi ia menganggap Chanyeollah dalang dari semua kesialan yang didapatnya pagi itu.

Suho menutup matanya, ingin mengistirahatkan tubuhnya yang sakit karena terjatuh saat di kamar mandi. Sial sekali rasanya ia pagi itu. Ia ingin menghapus kesialannya dengan tidur sejenak. Namun sepertinya keinginannya tak bisa terpenuhi saat tiba-tiba kamarnya dibuka oleh Sehun, Magnae EXO, yang datang dengan menangis. Suho tersentak dan berdiri. Sehun memeluknya sambil menangis.

“Hyung, Chanyeol Hyung gila. Mengapa pipiku harus dicium olehnya? Apa salahku Hyung? Mengapa saat umurku 18 tahun ini yang pertama mencium pipiku adalah Chanyeol Hyung? Mengapa, hyung?! Huaaaaa..” Suho menampakkan wajah stresnya namun Sehun tidak tahu. Tak berapa lama kemudian Chanyeol masuk, juga menangis.

“Suho Hyung!!!!! Huaaa!! Mengapa aku harus kalah taruhan dengan Baekhyun, Hyung?! Mengapa ia harus menyuruhku mencium pipi Sehun, Hyung?! Mengapa aku sial Hyung? Mengapa bibirku harus ternodai oleh pipi Sehun, Hyung?! WAE HYUNG? WAE?! Huaaaaaaaaaaaa..” Chanyeol memeluk Suho dan Sehun yang saling berpelukan. Ia menangis bersama Sehun, meratapi nasib masing-masing. Sekali lagi Suho hanya diam dan memutar kedua matanya. Suho ingin melepas pelukan kedua dongsaengnya namun ia urungkan ketia ia melihat Kai masuk ke kamarnya juga menangis.

“Hyung!!!!!!!!!!!!!! Mengapa Baekhyun Hyung membullyku Hyung? Mengapa bukan D.O Hyung yang dibully? Huaa!! Mengapa Baekhyun Hyung harus menyuruhku membeli obat kutu, Hyung? Mengapa aku mau, Hyung? Mengapa aku harus menjadi magnae, Hyung? Tadi yeoja yang menanyaiku langsung menampakkan wajah ngerinya ke arahku, Hyung! Ia mengira aku kutuan, Hyung! Bagaimana jika besok ada berita yang tertulis “Kai EXO-K Memiliki Kutu Di Rambutnya”, Hyung? Otteoke, Hyung?! Huaaaa!!” Kai memeluk Sehun, Chanyeol, dan Suho yang sedang berpelukan.

“Huaaaaaa…” Sehun, Chanyeol dan Kai menangis lebih keras lagi, bersama-sama. Suho merasakan telinganya panas. Ia menggertakkan giginya. Tiba-tiba Baekhyun datang dengan menangis juga, sama seperti yang lain. Suho hanya bisa menghela nafas panjang. Namun tidak panjang lagi karena Baekhyun datang berlari dan memeluknya serta Sehun, Chanyeol, dan Kai sangat erat.

“Suho Hyung!!!!! Mengapa rambutku berkutu, Hyung?! Mengapa Byun Baekhyun mempunyai kutu di rambutnya, Hyung?! Mengapa toko di depan kantor SM tidak menjual obat kutu, Hyung?! Mengapa?! WAE?! Aku tidak mau digundul hanya karena kutu-kutu sialan ini, Hyung!! Huaaaa…”

“Aigoo, ada apa dengan hari ini?” Suho menggumam sementara yang lainnya masih menangis dipelukannya. “1 Mei? Mei MOP? Aish, mwoya! Kuharap D.O. tidak menambah penderitaanku..” Kata Suho sambil berusaha melepas pelukan 4 member EXO namun pelukan mereka malah semakin menjadi.

“Hkhkhk..” Suho mengeluarkan suara hampir menangis karena tidak tahan dengan suasana menggelikan ini. Penderitaannya bertambah ketika D.O. datang membawa raut wajah buruk.

“Suho Hyung!!” D.O memeluk ke-4 member EXO yang mengelilingi Suho. “Tao menangis karena merindukan kita, Hyung! Aku terharu! Aku juga rindu mereka, Hyung! Huaaaa..”

“Huaaaaaaaaa……..” Tangis EXO-K kecuali Suho semakin menjadi. “EXO-M, bogoshipoyo!! Huaaaa..”

Suho tidak tahan lagi. Ia juga bersedih karena harinya yang sial ini. Bahkan ia ingin istirahat tidak bisa karena diganggu makhluk-makhluk berkekuatan super namun cengeng ini. Ia juga merindukan EXO-M dan sangat terharu ketika D.O berkata bahwa Tao menangis. Suho ikut menangis bersama kelima member EXO. Tangisnya lebih keras lagi.

“Eomma!!!!!! Mengapa menjadi leader sangat sulit?! Mengapa mereka menangis bersama-sama?! Huaaaaa..”

“Huaaaaaaaaa…” Tangis semua member EXO.

Di tengah tangis member EXO, Chanyeol tersadar akan sesuatu. Dipukulnya kepala Baekhyun pelan, membuat empunya berteriak kesakitan sambil tetap menangis. “Yah, Baekhyun-ah, berarti tadi kau yang kalah taruhan? Bukan aku? Aish!” Chanyeol menggertakkan giginya. “Huaaaaaaa, Suho Hyung!! Sahabatku menodai kepercayaanku!”

“Kau yang babo, Chanyeol-ah! Sudah jelas itu kutu, kau masih percaya kalau itu semut.” baekyeol menjelaskan masih sambil menangis.

“Aku babo! Huaaa…” tangis Chanyeol semakin keras.

“Kita semua babo! Huaaaaaaaaaaaaaaa..”

THE END

A/N : duh nggak jelas banget deh endingnya-__- ceritanya juga gak jelas. Hmm, makasih ya udah baca 😉

Ngomong-ngomong ini FF pertama Author, jadi ya maaf kalo gajelas gini jadinya-______-

Duh! *bow

Iklan

72 pemikiran pada “Menangis

  1. “Mengapa Baekhyun Hyung harus menyuruhku membeli obat kutu, Hyung? Mengapa aku mau, Hyung? Mengapa aku harus menjadi magnae, Hyung? Tadi yeoja yang menanyaiku langsung menampakkan wajah ngerinya ke arahku, Hyung! Ia mengira aku kutuan, Hyung!” sumpah, part ini lucu banget.. hahahhahaaa…

  2. ngakak bacanya..
    kasihan suho,si chanyeol mah emang bego #dibakarchanyeol
    itu yang teriak “Kita semua babo!” di akhir siapa ya?chanyeolkah?

Tinggalkan Balasan ke tatta Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s