This L.O.V.E (Chapter 2)

Characters

Exo K, Kai, You.

————————————

Sebelumnya aku mau minta maaf, karna aku kira FF ku ini ga akan di publish di exofanfiction, jadi aku post di tempat lain, tapi ternyata di publish disini :|D
dan juga ada beberapa bagian yang aku rubah, semoga kalian tidak keberatan.
aku juga akan publish sampai chapter 4 tapi aku gabungkan ceritanya menjadi chapter 2 saja,
dan akan aku bagi menjadi beberapa part, hope you understand 🙂

Description

This is my very first time writing a story, so please bare with me
Mianhe jika banyak terdapat typofail T.T

Foreword

Author             : flowergirl
Genre               : Drama, Romance, Friendship
Main cast         : Kim Jongin a.k.a. Kai
Kim Hana (You)
Support Cast    : Exo K member
Hwang Jieun

————————————

Karakter

-Kim Jongin a.k.a Kai : sangat tampan, kaya raya, memiliki tatapan yang dingin, pendiam, bertindak seperti dia tidak peduli tentang apa pun, memiliki 5 sahabat yaitu Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Sehun (mereka ber-enam adalah Kingka di Seoul High School dan amat popular dikalangan yeoja maupun namja).

-Kim Hana (You) : seorang pelajar biasa di Seoul High School, cantik, pintar, tidak girly juga tidak tomboy, bicara apa adanya sesuai yang ia pikirkan, sedikit ceroboh, saat ayahnya menjadi tersangka korupsi teman temanya pun menjauhinya kecuali teman baiknya Hwang Jieun, ibunya sudah meninggal saat dia berumur 3 tahun.

————————————


Part 1: Ndugu ya?

Hana POV

jam menunjukkan pukul 14.40 berarti hanya tinggal 20 menit lagi sampai pelajaran terakhir usai
beep..beep..beep
suara ponselku bergetar dan langsung kubuka ponselku, ternyata sebuah pesan dari appa
“hana-ah hari ini appa ingin memberitahu mu suatu hal, tolong temui appa di kantor, arraseo?”
“nee appa :)”

aneh, tidak biasanya appa menyuruhku untuk datang kekantornya, appa sangat jarang berada dirumah semenjak ada kabar yang tidak mengenakkan tentang dirinya, tapi aku yakin appa tidak akan pernah melakukan hal jahat apalagi korupsi, aku mengenal appa lebih dari siapa pun.

Author POV

Setelah bel berbunyi jieun langsung menghampiri hana yang sedang merapikan peralatanya kedalam tas.
“Beffieeee ayo kita pulang bersama, kajja” jieun langsung menggandeng tangan hana dan menyeretnya keluar kelas,
jieun selalu memanggil hana dengan sebutan beffie yang artinya best friend forever yang entah dari mana ia mendapatkan nama itu.
“hari ini aku harus pergi menemui appaku kekantornya, jadi tidak apa apa kan jika aku tidak mengantarmu sampai stasiun” “gwenchana hana, hari ini aku dijemput appaku.. OMO kingka!! Moshitaaaa” hana langsung menoleh kearah sekumpulan namja yang sedang berjalan di lorong sekolah, pandangan semua yeoja tertuju pada mereka
“hana-ah tidakkah mereka sempurna, kai sunbaenim, baekhyun sunbaenim, suho sunbaenim, chanyeol sunbaenim,  D.O sunbaenim, sehun sunbaenim mereka benar benar seperti pangeran! kyaaaaaa” karna sudah lelah mendengar celotehan jieun hana langsung menariknya
“kajja jieun-ah, nanti appamu menunggu terlalu lama” saat mereka melewati kerumunan yeoja tidak sengaja hana menabrak bahu seseorang, dia hampir terjatuh tapi untungnya ada tangan seseorang yang menarik bahunya, mencegahnya terjatuh
“mianhe aku tidak-“ hana mebeku saat dilihatnya seorang namja yang amat tampan sedang menatapnya tajam dan dingin, jika saja tatapan bisa membunuh pasti dia sudah mati. “perhatikan langkahmu” kai langsung melepas genggaman tanganya di bahu hana dan meninggalkanya, hana belum sepenuhnya sadar Jieun langsung menghampirinya “hana-ah gwenchana? Huaaa kamu beruntung sekali kai sunbaenim menyelamatkanmu, aku sampai tidak bisa bernafas melihatnya, hana-ah kamu benar benar beruntung”
“beruntung? Tatapanya seperti orang yang ingin membunuhmu kapan saja, dan apalagi tatapan yeoja yeoja itu, mereka seperti ingin membunuhku, kajja jieun-ah” mereka pun meninggalkan sekolah.

———————————–

sesampainya dikantor, appanya langsung membawa hana kesuatu tempat, dimobil pun appanya hanya diam dan kelihatan lelah
“appa.. gwenchana?
“appa baik-baik saja hana”
“tapi sebenarnya kita mau kemana appa-”
“hana-ah untuk sementara waktu appa ingin kamu tinggal dirumah sahabat appa, sampai masalah ini usai appa pasti akan menjemputmu pulang, jadilah anak baik disana, appa yakin kamu akan senang tinggal disana karna sahabat appa adalah orang yang sangat baik, arrachi?”
hana berfikir sejenak, hal yang ada dibenakkanya hanyalah bagaimana ia bisa membuat appanya bahagia “ne appa, jagalah kesehatan appa, aku tidak ingin melihat appa sakit, janji?” aku menggulurkan jari kelingkingku, appa tersenyum dan langsung menyambut jariku dengan jari kelingkingnya “appa janji”

Hana POV

sesampainya di sana appa pun langsung mengenalkanku pada sahabatnya, dia adalah tuan Kim dan dia memiliki seorang istri yang cantik “omo apakah ini putrimu? yeppodaa.. sejak dulu aku memang menginginkan seorang anak perempuan” aku hanya tersipu malu mendengar ucapan istri tuan Kim “tidak perlu khawatir kami pasti akan menjaga putrimu” sahut tuan kim kepada appa “terimakasih atas bantuan kalian, aku tidak tahu bagaimana bisa membalas jasa kalian” tuan Kim langsung memeluk appa dan berkata “dulu kau lah yang selalu membantu keluarga kami, sudah seharusnya kami membalas jasamu”
lalu tuan Kim dan appa pergi entah kemana, mungkin ingin mengurus masalah appa

setelah itu nyonya kim mengantarku kekamar yang berada dilantai dua “hana-ah ini adalah kamarmu, tante berharap kamu menyukainya” “tentu saja tante, kamar ini begitu besar dan indah” *kamar yang tante berikan untukku benar benar bagus, dengan nuansa yang serba putih dan merah muda* “tante senang mendengarnya, oh iya tante dengar kamu bersekolah di Seoul High school ya?” “nee.. aku kelas dua” “waah kebetulan sekali putra tante juga bersekolah disana tapi dia sudah kelas tiga, namanya Kim Jongin apakah kamu mengenalnya?” aku hanya menggelengkan kepalaku “hmm padahal dia sangat populer di sekolahnya, yasudahlah sekarang kamu butuh istirahat, kamar jongin tepat berada disamping kamarmu, paman dan tante jarang berada dirumah jadi kalau butuh apa apa panggil saja jongin,  dan bermainlah bersama dia, arraseo?” “nee.. kamshahamnida, tante begitu baik” nyonya kim tersenyum dan mengelus kepalaku, menyuruhku untuk beristirahat dikamar.

———————————–

karna bosan aku memutuskan berjalan jalan disekitar rumah, wah rumah ini benar benar besar, dua kali lipat rumahku, aku menyelusuri setiap ruangan dirumah ini sampai tiba tiba kulihat seorang namja sedang menatapku tajam, jika saja tatapan bisa membunuh pasti aku sudah mati namun tatapanya benar benar familiar.. omo! Dia kai sunbaenim
“ndugu ya?” dia bertanya “a-aku kim hana-” “kau pasti anak dari sahabat appaku itu” kai memotong kalimatku
“nee apakah kamu putra paman kim? kim jong-” “Kai” kalimatku dipotong lagi
“ne?” aku bertanya kepadanya “panggil saja aku kai” jawabnya “neee”
dia mengamati wajahku, sepertinya dia ingat incident tadi siang, namun dia tidak berkata apapun dan setelah itu dia pergi menaiki tangga dan menghilang entah kemana.

———————————–

Part 2: Seandainya dia tersenyum

Author POV

hana berulang kali mencoba memejamkankan matanya tapi dia masih belum menggantuk padahal sudah hampir tengah malam, mungkin karna tempat ini masih begitu asing baginya, akhirnya dia memutuskan untuk mencari udara segar di luar, lagi pula keluarga tuan kim memiliki halaman yang luas dan asri.
Saat hana melangkahkan kakinya ke luar dia mendengar suara keributan di ruangan sebelah kamarnya *apakah itu paman dan tante, atau kai sunbae? tapi kenapa mereka ribut sekali*
Akhirnya hana memutuskan untuk menghampiri ruangan itu, pintunya tidak tertutup rapat sehingga hana bisa mengintip kedalam ruangan itu *ternyata kai sunbae sedang bermain bersama teman temanya* baru saja hana hendak meninggalkan ruangan itu tiba tiba seseorang menepuk bahunya, hana menoleh ke arah orang itu dan membeku “nugu ya?”
hana hanya diam binggung untuk menjawab pertanyaan orang itu
“aku tidak tahu kalau kai hyung memiliki saudara, kukira dia anak tunggal”
hana berkutat dengan pikirannya dan masih diam membeku “aish apa kau tidak bisa bicara? kai hyung sepertinya adikmu mencarimu!” teriak sehun. *adik?* kai dan yang lainya binggung dan menghampiri hana,
seluruh mata tertuju pada hana, “kai sejak kapan kau punya adik perempuan?” tanya suho “dia bukan adikku” sahut kai “lalu siapa kau?” tanya baekhyun ke hana “a-aku.. *aish kenapa aku jadi gugup* aku hana” hana pun menjulurkan tanganya “aku baekhyun” seru baekhyun menyambut uluran tangan hana dan bersalaman. “aku suho” “aku sehun” “aku chanyeol tapi panggil aku yeol” “D.O”.

Hana POV

mereka memperkenalkan diri mereka satu persatu “aku baekhyun” “aku suho” “aku sehun” “aku chanyeol tapi panggil aku yeol” “D.O” mereka memperkenalkan diri mereka dan tersenyum *D.O? apakah itu sebuah nama?*
“senang berkenalan dengan kalian” akupun hanya tersenyum canggung kepada mereka “hey bukankah kau yang tadi siang menabrak kai? tanya chanyeol, aku binggung menjawabnya “nee.. tapi i-itu-” “lalu apa hubunganmu dengan kai?”
aish apakah mereka harus bertanya sebanyak itu “dia hanya tamu, sementara dia akan tinggal disini” sahut kai sunbae “nomu yeppoda, kau kelas berapa?” tanya suho sunbae, muka ku pun memerah mendengar ucapanya “aku kelas dua sunbae” “wah berarti kau uri dongsaeng” “ne, uhm kalau begitu aku permisi” aku pun langsung melangkahkan kakiku kekamarku, takut kalau mereka terus menerus bertanya.
aku pun mencoba memejamkan mataku lagi tapi tiba tiba saja wajah kai terbayang olehku, aku sering melihatnya disekolah tapi tidak sekalipun aku pernah melihatnya tersenyum bahkan saat dirumahpun aku belum pernah melihatnya tersenyum, seandainya dia tersenyum… ekspresi seperti apa yang akan terlihat di wajahnya?.

———————————–

Kai POV

“kai-ah kau tidak pernah bilang apapun soal hana-ssi” tanya suho
“haruskah aku memberi tahu kalian? aku juga baru tau kalau dia datang hari ini”
“bukankah dia yang belakangan ini dibicarakan disekolah?” tanya baekhyun “dibicarakan? apa maksudmu?” tanyaku padanya “baru baru ini ayahnya menjadi tersangka pelaku korupsi” “wah kasian sekali dia” sahut suho
*mungkin itu sebabnya dia tinggal disini*

————————————

Author POV

keesokan harinya hana sedang bersiap siap untuk pergi kesekolah, saat dia sedang menyisir rambut panjangnya yang bewarna coklat itu tiba tiba seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya dan hana pun mempersilahkanya masuk,
pelayan itu memberikan surat kepada hana, hana pun membacanya, surat itu ditulis oleh nyonya kim, hana pun mulai membaca surat tersebut dan dia terkejut dengan apa yang dibacanya

“dear hana, sementara ini paman, tante dan appamu akan tinggal di jepang, kami hanya tinggal sementara waktu sampai semua masalah ini terselesaikan. tante harap kamu menjaga kai untuk sementara waktu ini, mengingat saat ini kai duduk di semester akhir sebelum kelulusanya tante berharap hana dapat membantu kai, tante tahu hana anak yang pintar, mulai dari sekarang hana harus membanggunkan kai setiap hari, kalian harus berangkat bersama sama dan hana harus tahu segala kegiatan yang kai lakukan dan yang terpenting hana harus mengawasinya. jika kai membantah maka tante akan menyita kartu kredit, motor, dan segala hal yang kai miliki. tante percaya dengan hana. oh iya tunjukkan surat ini ke kai. arraseo? jangan lupa jaga kesehatan kalian. xoxo”

hana masih belum bisa percaya dengan apa yang dia baca “ottokae? apakah aku bisa melakukan hal ini?” *yang penting aku harus membangunkanya terlebih dulu* hana pun berjalan dan menghentikan langkahnya tepat di depan kamar kai
*ajja ajja fighting* hana menyemangati dirinya dia mulai mengetuk pintu kamar kai tapi tidak ada sahutan apapun,
saat dia memutar gagang pintu ternyata pintunya tidak dikunci, hanapun memutuskan untuk masuk, dia sangat gugup karna ini pertama kali memasuki kamar laki laki apalagi membangunkanya. “kai sunbae iroenaa..” hana mencoba membangunkan kai yang masih tertidur dengan bantal yang menutupi wajahnya “kai sunbae.. iroenaaa” kali ini hana mencoba meninggikan suaranya *aish benar benar sleepyhead* hana menyingkirkan bantal dari kepala kai dan mencoba mengguncang guncang tangan kai “sunbae iroenaseooooo” kai sama sekali tidak bangun dari tidurnya, hana pun kesal dia mengguncang tangan kai lebih kencang dan berteriak “SUNBAE IRO- AAAAA” karna kecerobohanya hana tersungkur jatuh tepat diatas badan kai, kai pun membuka matanya, mata mereka pun bertemu, hana membelalakan matanya,
ia merasakan waktu seperti berhenti, dia tidak menyangka dia akan berada di posisi seperti ini, dimana wajahnya hanya berada 1 cm dari wajah kai *deg deg deg detak jantung hana tidak karuan*, kaki nya terselip diantara kaki kai dan rambut panjangnya menutupi bagian kiri wajah kai *kyaaa >,<* .
“non bwonya? (apa yang kau lakukan)” tanya kai
hana terkejut dan kembali sadar dari lamunanya itu dan langsung berdiri dari tempat tidur kai ” Mi-mianhe sunbae aku me-mencoba membangunkan sunbae” jawab hana panik “memang siapa yang menyuruhmu membanggunkanku” tanya kai dengan rawut muka yang kesal dan dingin “i..igoo” hana memberikan surat pemberian nyonya kim kepada kai, kai merampasnya dengan kasar dan membacanya, kai pun membulatkan matanya terkejut dengan apa yang dibacaanya, dia langsung mencoba menelpon ummanya tapi tidak sekalipun panggilanya diangkat “aishh” desah kai “sunbae kita harus berangkat, nanti kita bisa terlambat” hana mencoba mencairkan suasana “mwo? memang kau siapa? mulai saat ini jangan pernah memasuki kamarku tanpa izin, arraseo?” kai mengancam hana dengan rawut muka yg benar benar pissed (kesal)
*bagus hana, kau baru saja menemukan orang yang membencimu* hana berkata dalam hatinya
“tapi.. sunbae-” “keluar dari kamarku!” kai membentak hana, entah kenapa hana merasa sakit di jantungnya
*kenapa ini? apa aku salah makan, jantungku tiba tiba sakit* “n-nee..” sebelum menutup pintu hana berkata
“aku akan menunggu sunbae diluar” kai hanya mengehela nafas dan menuju kamar mandi, saat ia sedang berpakaian tiba tiba ponselnya berbunyi *eomma* “yoboseo? kai-ah” “eomma! apakah isi surat itu benar? apa eomma dan appa benar benar berada di jepang sekarang?” “semua itu benar, pokoknya saat ini kau harus menuruti perintah eomma, hana yang akan terus mengawasimu” “aish eomma aku bukan anak kecil lagi” “tidak boleh membantah atau semua barang barangmu eomma sita! arraseo??!” nyonya kim pun menutup teleponya “yoboseo? eomm- aish!!” *aku semakin tidak mengerti jalan pikiran eomma*

———————————–

“ahjussi kapan kai sunbae biasanya berangkat sekolah?” tanya hana pada tuan kang, salah satu supir pribadi keluarga kim
“biasanya tuan muda selalu terlambat dan dia tidak pernah naik mobil, tuan muda selalu pergi sekolah dengan motornya” tuan kang menunjuk ke arah motor sport berwarna hitam di sebelah mobil *benar benar menyeramkan* pikir hana dalam hati, tiba tiba kai sudah berada di luar dan hana pun langsung memanggilnya “sunbae palli.. kita sudah terlambat” kai menghiraukan hana dan langsung menaiki motornya “arraseo, aku akan naik mobil” jawab hana *tidakkah seharusnya dia minta maaf karna sudah membentakku dan membuatku menunggu*.
sambil memakai helmnya kai melihat hana berjalan ke arah mobil sambil mengumpat dan menendang nendang batu krikil yang ada disekitarnya hal itu membuat kai ‘sedikit’ tersenyum simpul tapi lebih terlihat seperti menyeringai.

———————————–

Part 3: Kyuuuuut

Author POV

sesampainya di kelas, hana langsung disambut oleh jieun
“hana-ah~ aku belum sempat mengerjakan PR aritmatika uhmm boleh kupinjam punyamu?~” tanya jieun sambil mengeluarkan jurus aegyonya “tentu.. ini” jawab hana sambil memberikan PRnya ke jieun “hanaaa you are the best” jawab jieun sambil mengecup kedua pipi hana, hana hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah jieun
“jieun-ah kenapa kau masih ingin berteman denganku saat yang lainya menjauhiku karna mereka pikir ayahku adalah koru-” “aish pertanyaan bodoh itu lagi” jieun memotong kalimat hana dan menatapnya lekat dan melanjutkan kalimatnya
“hana-ah kita sudah saling mengenal sejak kita kecil, dan aku yakin sekali bahwa ayahmu tidak bersalah, jadi jangan sekali sekali kau bicara seperti itu lagi, arraseo??!” jieun langsung menjitak kepala hana
“aaa!” hana mengelus kepalanya dan memeluk jieun “jieun-ah saranghaee” jieun pun membalas pelukan hana
“I love you too beffie”

“well well well looks what we’ve got here, anak koruptor dan teman baiknya” seorang yeoja perempuan bersama sekumpulan temanya menghampiri hana dan jieun
“jaga bicaramu Saerom atau aku bersumpah aku akan merobek mulutmu” balas jieun tajam
“sudahlah jieun anggap saja mereka tidak ada” ucap hana kepada jieun
“mwo? seharusnya kaulah yang tidak ada disekolah ini anak koruptor!” Saerom menunjuk hana
“hentikan!” hana berdiri dari kursinya dan menatap Saerom lekat tanpa rasa takut
“Lee Saerom apakah aku pernah melakukan suatu hal yang buruk padamu sehingga kamu begitu membenciku?” tanya hana tegas

“well I hate everything about you!” Saerom mendorong hana sampai hana tersungkur di lantai “hana-ah!” jieun spontan menolong hana tapi teman temanya Saerom lebih dulu menahan jieun “hey lepaskan, akanku laporkan kalian” ancam jieun
“haha laporkan saja jika kalian bisa” Saerom menyeret hana keluar dari kelasnya dan melemparnya di kerumunan para siswa lain “lihatlah, sekolah ini memiliki seorang murid yang ayahnya adalah koruptor, apakah seharusnya dia masih pantas bersekolah di sini?” sebagian murid prihatin melihat hana dan sebagian setuju dengan apa yang dikatakan saerom
“jadi hana ini sudah saatnya kau meninggalkan sekolah ini kan?” tanya saerom,
hana masih dalam posisi duduknya dilantai karna dengkulnya terbentur cukup keras dilantai dan dia hanya menunduk untuk menghindari agar air matanya tidak jatuh. “Jawab?!” saerom menjambak rambut hana, kristal bening pun sukses mengalir di pipi hana “aish jawab aku!!” paksa saerom dia pun makin kesal dan ingin menampar hana,
tapi tanganya tidak pernah menyentuh pipi hana karna ada tangan seseorang yang menahanya, saerompun menggangkat wajahnya untuk melihat siapa orang yang menahan aktivitasnya dan saat dia mengetahui siapa yang menahanya dia terkejut “O-oppa?” tanya saerom terkejut

“keumanhe (hentikan)” kai pun melepas genggaman tanganya dari tangan saerom dengan kasar, hana terkejut melihat tindakan kai dan jantung hana tiba tiba terasa sakit lagi.
“semuanya bubar! ini bukan tontonan” suho berteriak dan membuat seisi lorong kabur” dan kau” suho menunjuk saerom dan melanjutkan kalimatnya “seharusnya kau melihat betapa menyedihkan ekspresimu saat melukai hana”
“oppaaa” sahut saerom terkejut
“gojjo” jawab suho, saerom pun langsung meninggalkan tempat itu dan menangis, chanyeol dan sehun mencoba membantu hana berdiri “hana gwechana?” tanya baekhyun, hana hanya mengganguk pelan “hana-ah gwenchana?!” jieun langsung memeluk hana dan ingin menghapus air matanya, tiba-tiba D.O. menggulurkan sapu tanganya kepada hana “kamsahamnida oppadeul, kalo saja kalian tidak datang mungkin aku sudah-” kalimat hana terpotong oleh jieun “jangan bicara seperti itu hana-ah” jieun menggengam tangan hana
“lebih baik kau menggantarnya ke ruang kesehatan” perintah baekhyun “nee sunbae” jieun pun mengantar hana ke ruang kesehatan.

*di ruang kesehatan*

hana sedang terbaring bersama dengan jieun yang sejak tadi setia menemaninya, mereka pun skip pelajaran pertama “hana-ah kau beruntung sekali para kingka menyelamatkanmu, apalagi kai sunbae yang tidak pernah peduli kepada siapapun tiba tiba dia menolongmu dan berkata ‘Keumane'” jieun mengcopy ucapan kai beserta gaya bicaranya barusan
“hahaha kau juga menolongku jieun, gomawo” hana tersenyum kepada jieun “ara ara.. keunde sepertinya tadi kalian terlihat seperti saling kenal” tanya jieun penasaran
“uhmm jieun-ah sebenarnya….aku tinggal bersama kai” jawab hana jujur
“MWO?! bagaimana bisa?! dan kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya jieun terkejut dan penasaran
“mianheyo jieun, aku tidak bermaksud menyembunyikanya darimu, baru kemarin aku tinggal bersama keluarga kai, karna ternyata orang tua kami berteman”
jieun tiba tiba tersenyum lebar, senyumnya membuat hana takut
“yaaa! kenapa kau malah tersenyum jieun-ah?” tanya hana
“hana-ah bolehkah aku main kerumah barumu?~” jieun mengeluarkan aegyonya lagi tapi kali ini dia tidak berhasil meluluhkan hati hana
“aish” sebuah jitakan sukses mendarat dikepala jieun
“aaa sakiit” jieun mengelus kepalanya dan mereka berdua tertawa.
“hana-ah apa kau sudah baikan?” tanya jieun
“sejak tadi aku memang baik baik saja tapi, belakangan ini terkadang jantungku suka terasa sakit tiba tiba” jawab hana
“jantung?! kau harus kedokter hana” paksa jieun
“aku rasa tidak perlu karna kemungkinan untukku menderita penyakit jantung itu sangat kecil, hanya saja jantungku terasa sakit saat aku mengalami suatu hal” jawab hana
“hal seperti apa?” tanya jieun binggung
“seperti saat tadi kai sunbae menyelamatkanku, jantungku terasa ‘kyuuuuut'” jawab hana polos
“aigooo hana kamu begitu naif, itu tandanya kau menyukai kai sunbaenim” ceplos jieun
“Mwo?! mana mungkin” hana tidak setuju dengan apa yang jieun beritahukan padanya
“aku sangat yakin, biar aku jelaskan, ketika kau menyukai seseorang jantungmu akan terasa sakit setiap kamu melihat orang itu tapi kamu tidak membenci rasa sakit itu, justru kau merasa sebaliknya” jelas jieun
*apa yang dikatakan jieun benar benar seperti apa yang aku rasakan, tapi apakah aku benar benar menyukai kai? tidak, tidak mungkin aku hanya kagum padanya*.

———————————–

Part 4: Pecahan kaca

Author POV

hana sedang berada di perpustakaan kecil dikediaman tuan kim, dia terkejut dengan koleksi buku buku yang mereka miliki “waah semua buku yang sejak dulu kucari tersedia semua disini, daebak!” hana pun mulai membaca buku buku itu satu persatu hingga dia mulai bosan.
“changkamanyo sepertinya kai sunbae belum pulang” hana pun keluar untuk mencari kai
tiba tiba hana mendengar suara motor *itu pasti kai* dan dugaan hana benar
kai menginjakkan kakinya kedalam rumah, tiba tiba hana terkejut melihat kondisi kai, tangan kirinya mengeluarkan darah segar, kai tidak menoleh kearah hana sedikitpun dan hanya meneruskan jalanya walaupun sebenarnya dia melihat hana.
Tiba tiba sebuah tangan menahanya “sunbae apa yang terjadi padamu? dan kenapa tanganmu bisa jadi seperti ini?” Tanya hana panik

flashback

Exo seperti biasa sedang bermain di tempat mereka biasa kongkow. Sehun, suho, dan chanyeol sedang bermain biliard sedangkan D.O. kai dan baekhyun sedang menikmati minuman mereka sambil bertaruh siapakah diantra suho, chanyeol, dan sehun yang akan jadi pemenang. tiba tiba segerombolan anak muda yang memakai seragam sekolah yang berbeda dengan mereka datang dan menghampiri mereka
“yaaa apakah ini yang kalian maksud dengan ‘bermain’? kenapa kalian tidak muncul dalam pertandingan kemarin? apakah kalian takut?” lelaki yang seperti pemimpin dari kelompok tersebut berkata kepada mereka, namun mereka menghiraukanya
“takut? tentu saja tidak” sahut sehun
lelaki itupun merasa kesal melihat kelakuan mereka yang sok cool “lalu kenapa kalian tidak datang bren*sek?!” tanya lelaki itu kesal
“karna kami tidak ingin bertanding dengan para pecundang” kali ini D.O. lah yang terlihat kesal, D.O. memang yang paling cepat emosi dan suka bahkan ahli dalam hal berkelahi
“mworago?!” orang itu kehabisan kesabaranya dan mencoba meninju D.O. tapi tidak mengenainya dan justru lelaki itulah yang terkena pukulan D.O.
lelaki itupun benar benar marah dan menggila, teman temanya pun mulai menyerang kai, baekhyun, sehun, suho, chanyeol. Orang orang disana berteriak dan kabur sedangkan yang lainya mencoba menghentikan mereka tapi hal itu sia sia saja, tempat itu pun menjadi sangat amat kacau, pecahan kaca dimana mana, dan barang barang lainya hancur.

Namun pada akhirnya kelompok lelaki itu pun kalah total melawan Exo dan merekapun tergesah gesah meninggalkan tempat itu. Walaupun begitu sehun dan chanyeol mendapatkan beberapa luka di wajah mereka.. maklum mereka tidak terlalu mahir dalam hal berkelahi, D.O. suho, dan baekhyun lah yang tidak terluka sama sekali.

“nice fight” ucap kai kepada D.O. dan yang lainya “sudah lama kita tidak merasakan hal seperti ini” mereka pun Hi-five, tiba tiba baekhyun membelalakan matanya saat melihat tangan kai.
“kai-ah tanganmu terluka, sepertinya terkena pecahan kaca saat kau berkelahi” baekhyun berkata sambil memegang tangan kai yang terluka
“gwenchana, aku akan mengobatinya nanti” jawab kai woles
“yasudah lebih baik kita meninggalkan tempat ini sekarang” ajak suho.
Mereka semua pun naik ke motor sportsnya masing masing dan meninggalkan tempat itu.

end of flashback

“sunbae apa yang terjadi padamu? dan kenapa tanganmu bisa jadi seperti ini?” Tanya hana panic
“bukan urusanmu” kai menghiraukan hana dan menaiki tangga tetapi hana dengan cepat menahanya lagi “tunggu disini sunbae aku akan segera kembali” hana berkata kepada kai dengan rawut wajah yang benar benar khawatir.
Hana segera mencari beberapa obat di dalam kotak p3knya dan segera menuju ke arah ruang tengah dimana kai berada, betapa leganya hana melihat bahwa kai masih berada disana, hana pun duduk disebelah kai dan mulai membersihkan luka ditangan kai, hana mulai menggulung lengan baju kai sehingga lukanya terlihat sepenuhnya.
“kau mau apa?” tanya kai yang binggung dengan tindakkan hana
“membersihkan luka sunbae, tadi pagi sunbae menolongku disekolah dan sudah seharusnya aku menolong sunbae” hana berkata dan mulai membersihkan luka di tangan kai,
dia menyelipkan rambutnya dibelakang telinganya berkosentrasi membersihkan luka kai,
kai menatap dan memerhatikan wajah hana, entah hal apa yang sedang dipikirkan kai saat ini
hana merasa bahwa kai sedang menatapnya, dia tidak berani menatap kai, dia berusaha setenang mungkin mengobati luka kai padahal sebenarnya jantung hana hampir copot
“selesai” hana tersenyum padanya tanpa melihatnya,
kai tidak berkata apapun lalu berjalan menuju kamarnya.
*aish namja itu, tidak bisakah dia mengeluarkan ekspressi lain selain tatapanya yang dingin itu* hana berkata dalam hatinya.
Sesampainya dikamar kai langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dan menghela nafas panjang *mungkin keberadaanya disini tidak terlalu buruk* dan matanyapun mulai terpejam.

To be continue
Nantikan chapter 3 nya^^

18 pemikiran pada “This L.O.V.E (Chapter 2)

  1. Kereeeeen
    Tapi percakapannya d kasih jarak ato d enter gitu thor biar gak bingung siapa yg ngomonng
    Lanjuuuut :-)g

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s