Sorry, It’s True Love (Chapter 2)

Tittle : Sorry, it’s TRUE love [Chapter 2]

Author : Yuli ELFiani Sitanggang (@ELFiani130798) #followme haha XD

Cast : Luhan, Minyoung, Sehun, Baekhyun, YooKyung, dll.

Genre : Romance, Friendship, comedy (0,00000001%)

Leght : Chapter

Rating : General

Author Post : FF ini dibuat dari jeri payah author sendiri. Tidak ada kesamaan dari pihak manapun, karena itu hasilnya aneh… Langsung saja deh! HAPPY READING^^

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Minyoung POV

“Oh?? Itu…” aku melihat seseorang di ujung sana. Mukanya tidak begitu jelas, samar-samar tepatnya. Tapi aku yakin, aku mengenalinya. Entah mengapa melihatnya jantungku jadi tak karuan ini. Apa itu…

“Euumm?? Wae??” aku mendengar suara Luhan yang berhasil menyadarkanku.

“Se… Se…” kataku terbata-bata.

“Se?? Setan?” tanya Luhan asal.

“BUKAN! Itu…”

“Siapa?” Tanya Luhan lagi, kali ini ia membalikkan badannya untuk melihat kearah yang ‘ku tunjuk.

“Eumm?? Itu…” katanya ragu.

“Sehun oppa!” kataku sedikit lantang.

Sehun POV

Aduh~ Nyebelin! Kenapa eomma menyuruhku membeli bibimbbap malam-malam begini sih!? Tapi, untung saja, ada rumah makan korea yang searah kerumahku. Jadi tidak perlu repot.

Sampai di rumah makan tersebut, aku melihat antrian yang tidak begitu panjang. Langsung saja aku mengantri disana.

“Sehun oppa!” aku mendengar suara seorang yeoja yang berteriak memanggil namaku. Tunggu! Aku kenal suara ini!

Akupun melihat kearah sumber suara. Dan, BINGO! Dia Minyoung. Kenapa dia menunjuk-nunjukku? Lalu, kenapa dia belum pulang? Dan, tunggu! Dia bersama Luhan! Ada hubungan apa mereka?

“Minyoung?” kataku.

“Oh? Sehun apa yang kau lakukan disini?” kali ini Luhan yang angkat bicara.

“Aku? Aku mau beli bibimbbap.” Kataku yang masih menatap Minyoung.

Bibimbbap? Bukankah kau tidak suka memakannya.” Kali ini masih Luhan yang berbicara.

“Ini, eommanim memintaku membelinya.” Jawabku, aku melihat Minyoung yang sedang memakan makanannya. Kenapa dia tidak melihatku?

“Oh, baiklah. Kau mau makan bersama. Aku yakin Minyoung tidak akan keberatan. Benarkan Minyoung?” kata Luhan meminta persetujuan dari Minyoung.

“Eh? Apa?”

Author POV

Minyoung yang masih sibuk dengan pikirannya, tersadar dari lamunannya saat Luhan menyebut namanya.

“Eh? Apa?” tanyanya bingung. Sudah pasti, Minyoung tidak ingin melihat Sehun lagi. Walaupun mereka sudah tidak memiliki hugungan lagi.

“Ku bilang, tidak apakan bila Sehun bergabung bersama dengan kita.”

“Eh? Itu…”

“Tidak perlu. Aku harus pulang cepat. Aku yakin eomma pasti sudah menuggu pesannya.” Jawab Sehun cepat.

Entah mengapa, sepertinya jalan pikiran Minyoung dan Sehun sama. Bedanya, Sehun berani menatapnya. Sedangkan Miyoung, tidak.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” kata seorang pelayan pada Sehun.

“Saya mesan 2 porsi bibimbbap. Dibungkus ne.” Katanya sambil merogoh sakunya.

“Baik, tuan. Tunggu sebentar.” Kata pelayan itu lagi.

Kurang dari 5 menit, pesanan Sehun sudah siap dibungkus.

“Ini tuan.” Kata pelayan itu sambil memberikan bungkusan cukup besar pada Sehun.

“Terima kasih.” Kata Sehun sambil memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan tersebut.

“Luhan, aku pergi duluan.” Kata Sehun diambang pintu.

“Oh, baiklah. Hati-hati dijalan ne~. Salam buat eomma mu.” Kata Luhan sambil menunjukkan wink nya.

“Pasti. Pai pai…” kata Sehun yang telah keluar dari rumah makan itu.

Luhan POV

Sepertianya ada yang aneh dengan Minyoung.

“Ya! Minyoung~ah.” Kataku padanya.

“Wae?” jawabnya malas.

“Apa kau punya hubungan khusus dengan Sehun.” Tanyaku to the point.

“Uhuk.. uhuk…” sepertinya dia kaget dengan pertanyaanku barusan.

“Anni!” jawabnya cepat, setelah meminum air yang kuberikan.

“Geurae?” tanyaku lagi. Entah mengapa, aku merasa cemburu.

“Ne!” jawabnya tegas.

Mendengar pernyataannya barusan, membuatku jadi panas. Apa benar kata Chanyeol dulu? Apa mereka dulunya sepasang kekasih? Apa itu benar?

—–SKIP—–

Aku pulang dari rumah Minyoung, setelah terjadi perdebatan yang (cukup) luar biasa dengan eomma dan oppa nya. Untung saja, eomma Minyoung telah mempercayaiku, walaupun oppa nya masih belum terima dengan keberadaanku. Hhhaaa…. Lupakan sekarang yang harus aku pikirkan, apa kata Chanyeol itu. Minyoung dan Sehun dulunya sepasang kekasih!?? OH NO! Jika aku sudah berhasil merebut hati Minyoung, pasti aku akan dibunuh Sehun.

Sebenarnya tidak dibunuh juga, hanya saja mungkin aku dijadikan musuhnya. Aku pernah dengar dari Kai, setiap orang yang menjadi pacar mantannya, Sehun tidak segan-segan menghajar habis orang itu. Apa lagi kalau dia tahu, aku hanya mempermainkan Minyoung, dan ini perjanjianku dengan Baekhyun. Tunggu! Kenapa Baekhyun tidak memberitahukanku kalau Minyoung mantan Sehun, apa dia sengaja? Tapi untuk apa? Dan kenapa harus aku?

Minyoung POV

Hari yang melelahkan….

Untung saja eomma percaya pada Luhan. Tapi oppa! Arggghhhh!! Dasar oppa jelek!!!!

“Machi amugeotdo moreuneun airo geureoke, dashi taeeonan sungan gachi, jamshi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni yeokshi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo

Ringtone HP Minyoung berbunyi, menandakan ada telfon masuk. Sejenak Minyoung melihat layar HPnya untuk melihat siapa yang menelfonnya.

“Yeoboseo?”

“Yeoboseo. Minyoung~ah!! Eottae? Eottae? Eottae? Bagaimana kencanmu dengan Luhan oppa?? Ciiee…. Pasangan baru nih! PJnya dong!!! Kekkekee….”

“YAA!! Neo baboya Yookyung~ah!?? Dia bukan pacarku! Lagian ini bukan kencan! Mana ada kencan ke rumah makan! Michi!”

“Hahhahaha! Baiklah, kalian belum pacaran dan tadi bukan kencan.”

“Bukan BELUM! Tapi TIDAK!”  katak dengan menekan kata ‘belum’ dan ‘tidak’.

“Ne ne ne! Jadi?”

“Apa?”

“Kencannya!”

“Bukan Kencan!!”

“Iya..iiya… tadi gimana jalan-jalannya? Kenapa ke rumah makan?”

“Molla~ Aku juga tidak mengerti, katanya ini sudah malam, harus makan. Jadi kami kerumah makan, lumayan juga sebenarnya aku lapar banget! Hahahaha xD”

“Terus gimana lagi?”

“Ya… aku bertemu Sehun oppa…” entah mengapa aku teringat kejadian saat bertemu Sehun oppa.

“MWO!? Sehun oppa? Pasti dia melihat kalian berdua! Gimana dia??”

“Entahlah… Sehun oppa hanya berbicara dengan Luhan. Aku tidak mendengar pembicaraan mereka, aku hanya terus melanjutkan makanku. Hanya saja….” Aku menundukkan kepalaku.

“Hanya saja?”

“Aku sempat melihat wajahnya yang sedikit kaget melihatku, sepertinya dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan ku lagi…” mataku mulai panas, air mataku mulai mengalir, entah mengapa setiap kali membicarakan Sehun oppa selalu membuatku menangis.

“Anni! Aku yakin dia bukan orang yang seperti itu! Percayalah!” kata Yookyung menenangkanku.

“Geundae…”

“Besok kita omongin lagi, appa ku menyuruhku untuk tidur. Sudah malam, pai pai…”

“Ne, pai pai…” jawabku sambil menyeka air mataku.

Aku melirik jam dindingku, ahh… benar sudah jam 11 malam, pantas saja eomma memarahiku dan Luhan karena pulang malam.

Aku melihat HPku, kalian tahu gambar apa yang ku gunakan jadi wallpapernya? Itu fotoku dan Sehun oppa, saat kami pergi kencan ke Shamceong park. Saat itu Sehun oppa menggunakan swaeter biru pemberianku, dan aku juga menggunakan syal belang biru donker-biru langit-dan putih pemberian Sehun oppa.

Sunggu hari-hari yang sangat indah, tidak terasa air mataku menetes lagi. Arghggh!!

Author POV

Cahaya mentari pagi masuk lewat jendela kamar Minyoung, tidak terasa pagi begitu cepat datang. Minyoung yang sedang tidur dengan pulasnya, tidak ingan akan kebenaran yang ada. Yaitu, pergi sekolah dan menghadapi guru killer Mr. Kris, guru bahasa inggris, pelajaran yang Minyoung benci!

“YA!! Minyoungie!! Ireona!!” Tao, oppa kandung minyoung yang begitu over protective padanya. Walaupun begitu tao oppa sangan menyayangi adiknya Minyoung.

“Eumm?? 5 menit lagi.” Kata Minyoung parau sambil menggeliat (?) dalam kasurnya.

“YA! Nanti kau bisa terlambat Minyoungie!!” kata Tao lagi, kali ini dengan menendang-nendang bokong Minyoung!

“YA!! Appo~~” ringis Minyoung sambil memukul Tao dengan bonea pandanya.

“Gyahahahaa~ Jangan sakiti pandaku!! Aku memberikannya padamu bukan untuk disakiti tapi untuk menjaganya!”

“Ne ne ne, cerewet!” kata Minyoung sambil merapikan rambutnya yang berantakan.

“Sekarang kau mandi! Lihat sudah jam setengah 7, kau hampir terlambat. Palli!” kata tao lagi dan pergi keluar dari kamar yeonsaengnya.

“Iya! Oppa jelek!!” teriakku sambil melempar boneka pandanya kearah pintu!

“YA!!!!” balas Tao dari luar.

—–SKIP—–

“Oppa! Palli! Nanti aku terlambat!” protes Minyoung pada oppanya yang sedang sibuk mengendarai mobilnya.

“Bawel! Ini salahmu juga bangun telat!”
“Jangan salahkan aku! Salahkan pada authornya yang membuatku bangun telat!”

Author : Cari mati lu! Minyoung!??

Minyoung : Aku tidak cari mati tapi cari ayamku. MANA AYAMKU!???

Tao : Yaelah, nih bocah! Ayo kita cari SERIBU BUNGA UNTUK MAWAR!!

Author : Hah!?Salah kaleeee -,-

Minyoung : Sudah sudah sudah! Kita kembali lagi ke LAPTOP!

Kurang dari 5 menit, Minyoung sampai ke sekolah. Untung saja belum telat, masih ada waktu 5 menit lagi sebelum gerbang ditutup.

“Oppa! Gomawo~ Aku sekolah dulu pai pai….” Kata Minyoung terburu-buru sambil keluar dari mobil oppanya.
“Ne!!” teriak Tao dari dalam.

Minyoung POV

Aku berlari dari halaman sekolah ke kelasku. Sekolah ini besar amat sih ==’! Cape tau lari-lari begini.

Tanpa sadar aku telah sampai didepan kelas.

“Annyeonghaseo chingudeul!!!” teriakku didepan kelas.

“Anyyeonghaseo Minyoung~ah” jawab beberapa anak.

“Kau selalu saja bikin kelas ribu Hwang Minyoung!”

“Ehehehe^^” jawabku polos.

Aku pun berjalan menuju mejaku, aku duduk dijajaran tengah, ke-4 dari depan.

Saat sampai dimeja, aku melihat secarik amplop berwarna pink dimejaku. Di amplop itu bertulisan ‘from : Hwang Min young’

“Nugu?” kataku pelan.

“Eummm, Minsung~ah! Kau tahu siapa yang menaruh amplop ini dimejaku?” kataku pada Minsung yang sedang duduk memainkan HPnya.

“Anni!” jawabnya singkat.

“Eoh? Ne…”

Aku yang masih kebingungan dengan amplop itu, duduk berniat ingin membuka dan membacanya. Tapi Yookyung teman sebangkuku dan sekalian menjadi sahabatku berhasil membuatku kaget ditengah-tengah keheningan.

“Minyoung!!!” teriaknya dari luar kelas.

“Wae wae wae?” jawabku sedikit kelas.

“Sini! Palli! Ini gawat!!”

“Mwo?”

“Lihat ini!” katanya setelah aku keluar dari kelas.

“Eum?? Wae??”

-TBC-

Chapter 2 nya sudah jadi. Yeiiiii!!!! \^o^/

Waktu penerbitannya (#emangnya buku diterbitkan??) dipercepat.

Soalnya beberapa temanku (Aghnia, Dyandra, Otin) ingin cepat-cepat baca kelanjutannya, yahh kasihan melihatnya aku pun langsung menulisnya. –‘

Like dan comentarnya ya^^

Iklan

11 pemikiran pada “Sorry, It’s True Love (Chapter 2)

  1. aku jd penasaran knp sehun sama minyoung bisa putus y?
    Wah..tao jd kakaknya minyoung y..lucu..g bisa jauh2 dr yg namanya panda..hehe..

Tinggalkan Balasan ke nosung Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s