Found You (Chapter 1)

Tittle                      : Found You ( Chapter 1 )

Aunthor               : Babymino

Leght                     : Chaptered

Genre                   :  Love, Friendship

Cast                       :

Main Cast            : Oh Sehun (EXO)

Park Sung Rin

Support  Cast     : Suho (EXO)

D.O (EXO)

Lay (EXO)

Kim Min Rin

Annyeong readers, ini FF pertama yang aku post di sini ^^ . Semoga suka. Jangan lupa komen nya ya 😀 Ohh iya sebelumnya salam kenal dari saya ya ^^

Happy Reading~~

-Found You-

Sung Rin memandang sebingkai foto yang ada ditangannya. Disana tertampang gambar dirinya yang kala itu masih berumur 8tahun, dan tepat disebelahnya berdiri seorang anak lelaki yang berumur 2 tahun lebih tua darinya.

Sung Rin tersenyum sambil mengelus foto yang diambil saat ulang tahunnya yang ke 8 itu.

“Seandainya aku bisa kembali lagi di saat itu”gumamnya lirih.

Sung Rin meletakkan kembali bingkai foto itu ke tempatnya. Memandang foto itu membuatnya merindukan teman masa kecilnya itu. Teman yang ia anggap sebagai pangeran kecilnya.

Sehunnie, apa yang sedang kau lakukan sekarang? Masihkah kau mengigatku? Naega jeongmal boghosipoyo

Sung Rin merindukan sahabat kecilnya yang bernama Sehun itu.Keduanya sangat dekat dan  melewati masa kecilnya bersama-sama. Namun karena ayah Sehun harus mengurus cabang perusahaan keluarga mereka yang ada di Jepang, maka mau tak mau Sehun ikut pindah ke Jepang. Dan sejak itu, selama hampir 10 tahun, tak ada lagi kabar tentang Sehun hingga sekarang.

-Found You-

Di tempat lain disalah satu universitas terkemuka di Jepang…

“Sehunnie”panggil seorang yeoja.

Sehun membalikkan badanya.

“Ahh Yi Seul-ssi”kata Sehun setelah berhadapan dengan yeoja yang juga berasal dari Korea itu.

“Sehunnie, mau kah kau menemaniku makan siang?”tawar yeoja bernama Yi Seul itu.

“Mianhe Yi Seul-ssi, Sehunnie? Hm, tak bisakah kau memnggilku seperti biasanya saja?”

“Waeyo? Anjoha?”

Karena aku hanya mebiarkan satu orang yang memanggilku seperti itu. Dia.. gadis kecilku Park Sung Rin

“Annio, hanya aku lebih suka kau memanggilku Sehun-ssi seperti biasa”

“Kundae…”

“Ahh ya, tentang makan siang. Mianhe aku tak bisa. Eomma menyuruhku pulang cepat hari ini.”

“Jinjjayo?”kata Yi Seul sedikit kecewa.

“Hmm.. Baiklah aku akan pulang lebih dulu, lagipula aku sudah tak ada kelas hari ini. Annyeong Yi Seul-ssi.”kata Sehun kemudian berjalan meninggalkan Yi Seul.

“Ya Sehun-ssi..”panggil Yi Seul.

Sehun tak mempedulikan panggilan dari yeoja itu dan terus saja berjalan menuju gerbang universitasnya.

Sehun-ssi tak tahu kah kau jika aku menyukaimu

-Found You-

“Sung Rin-a awas”teriak Min Rin.

Bukk!! Terlambat, sebuah bola basket telah mengenai kepala Sung Rin.  Sung Rin yang sedang berjalan itu pun langsung jatuh begitu bola yang cukup keras itu mengenai kepalanya.

Min Rin langsung berlari menghampiri sahabatnya yang dalam keadaan setengah sadar itu.

“Ya Lay, apa yang kau lakukan? Apa kau tak melihat Sung Rin sedang berjalan?”omel Min Rin.

“Ya aku juga tak tahu kalo dia sedang lewat”Lay membela diri

“Sung Rin-ah gwaenchana”tanya Min Rin cemas.

“Kepalaku pusing”kata Sung Rin kemudian pingsan.

“Sung Rin-a irreona”kata Min Rin menepuk pelan pipi Sung Rin.

“Lay kenapa kau hanya diam saja. Bantu aku membawanya ke rumah sakit”

Lay dan Min Rin baru saja akan mengangkat tubuh Sung Rin, ketika Suho menghampiri ketiganya.

“Min Rin-ssi, apa yang terjadi? Kenapa Sung Rin pingsan?”tanya Suho panik.

“Ini gara-gara dia”Min Rin menunjuk ke arah Lay.

“Sudah ku bilang aku tak sengaja”

“Hentikan, kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang” kata Suho sedikit kesal melihat Min Rin dan Lay berdebat. Dan dengan cekatan, Suho mengangkat tubuh Sung Rin.

Min Rin dan Lay diam saling menatap satu sama lain. Keduanya cukup takut dengan reaksi Suho tadi.

Suho sunbae, sebesar itu kah rasa sayang mu pada Sung Rin. Kuharap secepatnya Sung Rin bisa membuka hatinya untukmu

 “Min Rin-ssi, apa kau tak akan ikut denganku ke rumah sakit”tanya Suho kemudian.

“Ahh ya, tentu saja aku ikut”kata Min Rin kemudian bangkit dan membawakan tas Sung Rin.

“Aish ini semua gara-gara kau Lay, huh”kata Min Rin kemudian mengejar Suho yang berjalan menuju mobilnya.

“Ya, aku tak sengaja. Gidaryo”kata Lay kemudian ikut menyusul Min Rin.

-Found You-

“Suho sunbae, gomawo sudah menolong dan mengatarkan ku pulang hari ini. Aku sungguh berhutang padamu”kata Sung Rin ketika ia dan Suho sampai di depan gerbang rumahnya.

“Gwaenchana Sung Rin-a, tak terjadi hal yang buruk padamu pun aku sudah cukup. Akan ku katakan pada Lay agar dia berhati-hati ketika bermain basket.”

“Ne. Apa kau mau masuk dulu?”

“Annio. Kau beristirahatlah dengan baik, jangan lupa minum obatmu untuk menghilangi rasa pusing dikepalamu eo?”

Syukurlah tak terjadi hal yang serius padamu Sung Rin-a, aku sangat mencemaskanmu tadi

“Ne sunbae. Jeongmal kamshamnida”

“Baiklah. Aku pulang dulu eo. Jal ja”kata Suho kemudian pergi ke mobilnya.

Sung Rin menunggu hingga mobil Suho pergi, kemudian masuk. Suho adalah seniornya dikampus. Sung Rin dan Suho cukup dekat karena mereka berdua tergabung dalam sebuah organisasi yang sama dikampus mereka.

-Found You-

“Jinjjayo eomma? Kita akan kembali lagi ke Korea?”tanya Sehun ketika makan malam bersama keluarganya.

“Kueromyeon. Harabeoji ingin appa mengurus induk perusahaan kita yang ada di Korea.”

“Kapan kita akan berangkat?”tanya Sehun tak sabar.

“Lusa”kata appa.

“jinjja? Lebih cepat dari yang kuduga. Kundae appa, kuliahku?”

“Appa sudah mengurusnya. Kau tenang saja”

“Jinjja? Assa”kata Sehun senang.

Sung Rin-a aku akhirnya aku akan  kembali ke Korea. Ku harap kita bisa bertemu lagi. Semoga kau tak melupakan ku

-Found You-

“Sung Rin-a”panggil Min Rin pada sahabatnya itu, ketika mereka berada duduk dibangku yang ada di taman di kampus mereka.

“hm.. wae?’’tanya Sung Rin masih fokus pada buku yang sedang dibacanya.

“Suho sunbae.. Apa kau tak bisa membuka sedikit hatimu untuknya?”tanya Min Rin hati-hati.

Sung Rin menghela nafasnya pelan kemudian menutup bukunya.

“Mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Aku hanya merasa dia sangat menyayangimu Sung Rin-a. Meski kau pernah menolak perasaan cintanya sebulan yang lalu, perhatian yang ia berikan padamu bahkan tak berkurang sama sekali”

Sung Rin diam, ia mengingat kejadian satu bulan lalu itu. Suho menyatakan perasaan cintanya padanya. Namun dengan halus Sung Rin menolaknya karena ada seseorang yang sedang ia nanti.

“Kau benar”

“Lalu apalagi yang membuat mu menolaknya? Ahh aku tau. Kau masih menanti pangeran kecilmu itu, eo?”

Sung Rin memandang sahabatnya itu, ia memang telah banyak bercerita tentang masa kecilnya bersama Sehun pada Min Rin.

Sung Rin mengangguk kecil.

“A.. wake up dear. Ini sudah hampir lebih dari 10 tahun kau menantinya. Bisa saja dia sudah melupakanmu atau memiliki seorang kekasih sekarang, 10tahun bukan waktu yang singkat, banyak hal yang mungkin saja terjadi”

“Aku hanya ingin bertemu dengannya lagi”

“Kau terlalu larut dalam kenangan masa kecilmu, kau tau? Sekarang cobalah mulai untuk lebih melihat kesekelilingmu. Bukalah hatimu sedikit demi sedikit pada namja yang juga menunggu untukmu”

“Suho sunbae maksudmu?”

“Yup.Sung Rin-a aku hanya tak ingin kau berada dalam sebuah penatiannya yang semu, penantian yang bahkan kau sendiri juga tak tahu kapan berakhirnya. Bukan maksud ku untuk melarang mu berhenti menantinya atau melupakan pangeran kecilmu, sungguh”

“Nan arra Min Rin-a, tapi entahlah. Aku juga ingin mencoba membuka hatiku, tapi hatiku ini selalu kembali lagi padanya”

“Baiklah, arrayo.”

-Found You-

Sehun berdiri di sebuah rumah yang berukuran lumayan besar. Rumah itu tampak megah dengan pagar berwarna coklat yang menjulang tinggi. Ya Sehun dan keluarganya telah tiba di Korea, dan sekarang mereka telah berada di rumah barunya.

“Eomma, ku pikir kita akan pulang ke rumah lama kita, tapi kenapa..”tanya Sehun sedikit kecewa.

“Hm, karena Eomma dan Appa ingin mencari suasana baru, lagipula kami pikir jarak dari rumah ini ke perusahaan dan juga ke universitasmu yang baru lebih dekat”

“Kundae eomma…”

Walaupun rumah lama Sehun tak semegah rumah berunya sekarang,tapi Sehun lebih menyukai rumahnya yang dulu karena rumah itu lebih asri, dan tentu saja karna di rumah itu banyak menyimpan kenangan masa kecilnya bersama Sung Rin.

“Nan arra Sehuna, kau pasti ingin bertemu dengan gadis kecilmu itu kan eo?”

Sehun diam dan hanya memandang eommanya.

“Dari kabar terakhir yang eomma dengar, keluarga Park telah pindah sejak 7tahun yang lalu, dan sampai sekarang eomma belum mendapat kabar lagi dari mereka, eomma juga rindu pada mereka”kata wanita paruh baya itu.

Sehun tampak sedih mendengar penjelasan eommanya.

Ku pikir setelah aku kembali ke Korea, kita bisa bertemu tapi ternyata..

“Jangan khawatir Sehuna, kau pasti akan bertemu lagi dengannya, percayalah pada eomma eo?”kata wanita itu mencoba menghibur anak lelakinya.

“Ne, eomma arrayo”.

Aku juga sangat berharap seperti itu eomma, semoga aku bisa secepatnya bertemu dengannya. Park Sung Rin jeongmal boghosipoyo

-Found You-

Sung Rin sedang menikmati udara malam dari balkon rumahnya. Kepalanya mendongak keatas melihat bintang yang bertaburan malam ini. Sung Rin kembali terkenang dengan masa kecilnya.

Biasanya saat kecil dulu, jika banyak bintang seperti malam ini, Sehun akan datang kerumahnya dan mengajaknya pergi ke halaman belakang rumahnya. Dan setelah itu Sung Rin dan Sehun akan berbaring diatas rumput yang hijau sambil memandang lepas bintang yang bertaburan di langit.

Sung Rin tersenyum mengingatnya.

Masa-masa seperti itu, mungkinkah aku bisa mengulangnya lagi?

Sung Rin kemudian memejamkan matanya sesaat, membiarkan angin malam membelai tubuhnya.

-Found You-

Sehun membuka pintu kamarnya, ia baru saja selesai makan malam bersama keluarganya di lantai bawah. Sehun berjalan ke mejanya dan mengambil sebuah kotak kecil yang ada disana.

Sehun membawanya ke jendela kaca dikamarnya. Ia berdiri kemudian membuka kotak itu. Diambilnya sebuah kalung berinisialkan huruf ‘S’ dari dalamnya. Sehun mengangkat kalung itu kehadapannya. Bukan kalung yang mahal sebenarnya. Namun benda itu sangat berharga bagi Sehun karena benda itulah yang diberikan Sung Rin sebelum ia pergi ke Jepang.

Flash Back

“Kau jahat Sehunnie, siang nanti kau akan pergi ke Jepang tapi sekarang kau baru mengatakannya”kata Sung Rin sambil menangis.

“Mianhe Sung Rin-ah, aku hanya tak ingin membuat mu sedih”

“Sekarang apa yang bisa kulakukan sebelum kau pergi? Aku ingin memberimu sesuatu agar kau tak melupakanku”

“Eopsoyo Sung Rin-ah. Aku hanya mau kau tak menangis, aku tak mau kau menjadi gadis cengeng, apa lagi setelah aku tak menemanimu lagi eo?”

Sung Rin semakin menangis mendengar ucapan Sehun. Ia menagis sambil memikirkan benda apa yang akan berikan sebelum Sehun pergi dan akhirnya Sung Rin teringat sesuatu.

“chankaman”kata Sung Rin sambil melepas kalungnya.

“Igo”kata Sung Rin sambil memberikan kalungnya pada Sehun.

“Mwoga. Andwae Sung Rin-a. Kalung ini, kau begitu menyukainya”

“Gwaenchana Sehunnie, karena aku menyukainya maka aku ingin kau menjaganya, agar kau juga tak melupakanku”kata Sung Rin masih terisak.

Sehun memandangnya haru. Ia kemudian menghapus air mata Sung Rin dan memeluknya.

“Baiklah. Akan ku lakukan seperti maumu. Ulijima eo?”kata Sehun.

Flash Back end

Sehun tersenyum.

“Park Sung Rin, sudah seperti apa dirimu sekarang? Masih kah kau cengeng seperti dulu?”gumam Sehun lirih kemudian memasukkan kalung itu ketempatnya lagi dan menyimpannya di lacinya.

-Found You-

“Aku pulang dulu ya Min Rin-a. Mianheyo tak bisa menemanimu pergi hari ini. Aku akan menggantinya lain hari eo?”kata Sung Rin minta maaf.

Hari ini Sung Rin akan pergi ke taman dekat rumahnya dulu. Ya taman itu adalah tempat bermainnya dengan Sehun dulu. Entah mengapa hari ini ia sangat ingin pergi ke tempat itu.

“Ne gwaenchana. Lagipula ada D.O”kata Min Rin sambil tersenyum.

“Annyeong”sapa D.O dari belakang tubuh Sung Rin.

Sung Rin sedikit kaget mendengar suara D.O. Sedangkan Min Rin malah tertawa. D.O datang bersama dengan Suho.

“Ahh D.O-ssi kau membuatku kaget arra?”

“ahh minahe Sung Rin-ssi.”

“Chagi kajja”ajak Min Rin pada D.O

“Ahh ya kajja. Sung Rin-ssi. Mianhe aku dan Min Rin pergi dulu eo?”

“Nan arra. Ka”kata Sung Rin.

“Bye bye dear”kata Min Rin sambil mencubit pipi Sung Rin kemudian pergi bersama D.O

Sung Rin hanya tersenyum melihatnya.

“Sung Rin-a kau mau pulang? Biar aku mengatarmu”tawar Suho yang sedari tadi juga berada disitu.

“Ahh annio sunbae. Itu akan merepotkanmu.”tolak Sung Rin halus.

“Gwaenchana. Aku akan mengatarmu eo?”

“Gomawo sunbae, tapi hari ini aku harus pergi ke suatu tempat. Lagi pula tak terlalu jauh juga, aku bisa pergi sendiri”

Ya semenjak Suho menyatakan perasaanya, Sung Rin memang sedikit bingun bagaimana harus menerima perhatian yang Suho berikan padanya. Sung Rin takut terkesan memberikan sebuah harapan yang semu untuk namja yang berdiri dihadapannya itu.

Mianhe Suho sunbae, aku sungguh tak tahu bagaimana harus membalas perhatianmu itu

“Begitukah? Baiklah. Hati-hati eo?’’

“Ne sunbae. Aku pergi dulu kalau begitu.Annyeong”kata Sung Rin kemudian pergi.

Suho hanya memandang gadis yang ia sayangi berjalan semakin jauh itu.

Sung Rin-a kapankah kau akan membuka hatimu untukku

-Found You-

“Eodiya Sehunna?”tanya eomma pada Sehun ketika anaknya bersiap hendak pergi.

Setelah berpikir semalaman, akhirnya Sehun memutuskan pergi ke taman tempatnya dan Sung Rin bermain saat kecil dulu. Ia berharap bisa bertemu dengan gadis kecilnya itu disana.

“Hanya ingin jalan-jalan eomma.Aku bosan”

“Hmm, minta Cha ahjussi mengatarmu eo?”

“Ne. eomma. Aku pergi dulu”

“Baiklah”

~~

“Cha ahjussi antarkan aku ke rumah lama kami dulu jebal”kata Sehun pada supir keluarganya itu.

Ya, taman itu memang dekat dengan rumah lama Sehun. Dan sekarang rumah lamanya itu ditinggali oleh keluaraga Cha ahjussi karena Cha ahjussi adalah supir keluarga Sehun sejak ia kecil. Dan saat keluarga mereka pindah ke Jepang Cha ahjussi bekerja pada harabeoji, barulah setelah Sehun dan keluarganya kembali ke Korea, Cha ahjussi kembali bekerja pada keluarga meraka.

“Algesimnida.”kata Cha ahjussi kemudian menyalakan mesin mobilnya dan mengantar Sehun.

-Found You-

Akhirnya setelah kurang lebih menempuh perjalan selama 45 menit, Sung Rin sampai juga di taman yang ditujunya.

Taman itu masih sama seperti saat 10 tahun lalu. Tak banyak berubah. Sung Rin duduk disalah satu tempat favoritnya bersama Sehun dulu. Tempat itu adalah ayunan kayu yang tak jauh dari sebuah pohon besar.

Ahh aku sungguh menyukai tempat ini. Neomu joha

Sung Rin mengeluarkan kotak musiknya. Kotak musik itu adalah pemberiannya Sehun untuknya tepat saat ulang tahunnya yang ke 8, tepat sehari sebelum Sehun pindah ke Jepang.

Alunan lembut dari kotak musik itu, ditambah semilirnya angin membuat damai hati Sung Rin. Ia seperti merasa Sehun sedang berada disampingnya. Sung Rin terbawa suasana sehingga memejamkan matanya hingga musik yang keluar dari benda itu berhenti.

Sung Rin membuka matanya setelah nada berhenti mengalun. Ia melihat banyak anak yang bermain dengan riang ditaman itu.

“Anak-anak itu mengingatkanku saat aku juga seusia mereka”gumam Sung Rin sambil tersenyum.

Sung Rin bangkit dan bergerak menuju sebuah pohon besar yang tak jauh dari tempatnya duduk tadi.

Dipohon itu Sung Rin masih bisa melihat tulisan yang di buat Sehun dulu, meski sebagian lumut yang tumbuh menutupi tulisan itu. Disana tertulis namanya dan nama Sehun.

“Ahh sepertinya ada cutter didalamnya.

Sung Rin kemudian merogoh ke dalam tasnya dan menemukan benda yang dicarinya. Sung Rin kemudian menebalkan tulisan itu dengan cutter nya meski sedikit susah.

“Ahh mengapa begitu keras”keluh Sung Rin.

Setelah susah payah menebalkannya, Sung Rin juga menambah kata disana. Ia menambahkan kata ‘Yeongwonhi’ dibawah tulisan namanya dan Sehun.

“Ahh akhirnya selesai”kata Sung Rin kemudian melihat cutter nya yang sedikit bengkok.

Sung Rin tersenyum memandangnya.

Neoui sesangeuro yeorin baramul  tago

Ne gyeoturo eodieso watnyago

Suara lagu Angel yang terdengar dari ponselnya membuat Sung Rin sedikit terkejut. Sung Rin segera menjawab telponnya.

“Yeboseo”

“……….”

“Ne, arrayo. Aku pulang sekarang eomma”

Klik. Sung Rin menutup ponselnya. Sung Rin mengamati taman itu sekali lagi.

Aku harus pulang sekarang, lain waktu aku pasti akan datang lagi

Sung Rin kemudian berjalan meninggalkan taman itu.

~~

Di tengah jalan ia berpapasan dengan seorang namja yang berbadan tinggi.

Sung Rin dan namja yang tak lain adalah Sehun itu sempat berhenti ketika mereka saling berhadapan. Mereka berdua hanya saling menatap untuk sesaat dan kembali berjalan.

Setelah beberapa langkah berjalan, Sung Rin berhenti dan menolehkan kepalanya kebelakang melihat Sehun yang berjalan menuju taman.

Namja itu, aku seperti telah lama mengenalnya

Selang sepersekian detik, kini giliran Sehun yang menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

Yeoja itu, aku merasa seperti sangat dekat dengannya

-TBC-

Gimana readers FFnya? Mianhe kalo ancur, gaje, kurang dapet feel atau sebagainya. Pokoknya jeongmal mianhe kalo FF ku ini mengecawakan *deepbow. Biasa, setelah baca jangan lupa komen ya ^^.  Jeongmal khamsahamnida buat readers yang mau baca FF ini.Annyeong 😀

24 pemikiran pada “Found You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s