When I’m Become A Yeoja (Chapter 1)

Author: minnieasmilkyway & Scandanavia

Title: When I’m Become a Yeoja (Chapter 1)

 

Main Cast:

EXO-K’s Kris | EXO-K’s Chanyeol | EXO-M’s Lay | EXO-K’s Kai | EXO-K’s Sehun | EXO-M’s Tao (Fem!Tao) > Hwang JinRi | Song MiCha (OC)

Support Cast:

EXO-K’s Suho | Find it by yourself^^!

 

Genre: Romance, Gender Switch

Length: Multi Chapter

 

Disclaimer: All Cast belongs to God and they parents! (Except: OC is mine). The plot is pure from our brain!^^

 

Summary: Tao sangat menyukai sahabatnya sejak kecil itu. Namun, men to men atau yaoi itu adalah tindakan yang dilarang. Saat muncul cahaya yang berpendar itu, ia berharap menjadi yeoja seutuhnya. Saat harapannya terkabul, akankah Tao berhasil menjalani hidup barunya dan mendapatkan namja incarannya?

 

HAPPY READING! 😀

 

=Tao PoV=

Aku kembali duduk di bangku taman. Merasakan angin yang semilir menyapa wajahku. Lalu, dapat kurasakan sebuah kedamaian panjang. Daun-daun yang berasal dari pohon yang berada di sebelahku juga mulai berguguran.

“Kris!!!”

“Waaah, dia benar-benar sangat tampan ><”

“Benar-benar namja idamanku”

“Saranghaeyo, sunbae! ”

Keheningan tersebut seakan rusak hanya dalam satu detik saja. Kerumunan yeoja yang berada di hadapanku membuatku tidak dapat menenangkan pikiranku lagi.

Sebenarnya, aku agak risih mendengar para yeoja itu meneriakkan nama Kris. Aku cemburu. Apalagi, dengan yeoja yang mendapatkan senyuman dari bibir tipisnya itu. Ah! Sungguh membuatku iri! Andai saja aku seorang yeoja, mungkin aku sudah menjadi yeojachingunya.

“Tao!” sapanya yang kemudian duduk di sebelahku.

Hal itu membuat para yeoja yang sedaritadi mengikutinya, kemudian membubarkan diri. Yah… jika Kris sudah mendekat ke arahku, entah kenapa para yeoja itu langsung menghilang.

“Ne?” balasku singkat.

“Sebenarnya aku agak risih dengan semua ini”

“Kenapa? Mendapatkan penggemar seperti itu jarang sekali dan sangat susah” ujarku kemudian. Padahal, jauh di lubuk hatiku, aku juga merasa risih dengan semua ini. Apalagi, para yeoja itu.

“Biar bagaimanapun, aku juga ingin memiliki pacar. Bukan hanya fans seperti mereka yang hanya bisa meneriakkan namaku” jelasnya.

“Cih! Padahal kan… kau tinggal memilih salah satu dari mereka dan menjadikannya yeojachingu, ne?”

“Tidak akan! Aku tidak mau mendapatkannya secara instan seperti itu” ucapnya berusaha menolak usulan dariku.

“Yah, terserah kau saja. Kau itu aneh” ujarku sembari membuang muka.

“Enak saja!” balasnya kemudian lalu menjitak kepalakku.

= skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip =

Setelah mengerjakan pr yang lumayan banyak dan menyita waktuku, akupun merebahkan tubuhku ke kasur. Aku berharap bisa tidur secepat mungkin dan terjun ke dalam mimpi yang sangat indah.

Kembali kugerakkan tubuhku. Ke kanan lalu ke kiri, ke kanan lagi dan seterusnya. Ternyata aku benar-benar tidak bisa tidur kali ini. Apa yang sebenarnya akan terjadi?

Mataku memandang takjub sinar yang berpendar di hadapanku. Sebuah sinar putih keemasan yang masuk ke dalam kamarku. Menembus jendelaku dan kini mengarah tepat ke arahku. Namun, cahaya itu berhenti dan berubah menyerupai manusia.

Aku benar-benar takut. Saat itu, cepat-cepat kutarik selimut tebal tersebut dan kemudian menutup seluruh bagian tubuhku. Setan!!! Kurasa itu benar-benar nyata sekarang. Tubuhku merinding hebat sekaligus bergetar tidak karuan.

“Itu bukan hantu.. bukan… BUKAAAAN!”  batinku dalam hati.

Sinar itu menyibakkan dan kemudian melempar selimut yang kukenakan tak tentu arah.

“Tao-ya..” panggil sinar tersebut yang sudah membentuk menjadi manusia seutuhnya.

“S..Siapa k- kau?!” tanyaku ragu

Bayangan mirip manusia itu hanya tersenyum sekilas, “Aku malaikat yang dapat mengabulkan keinginan. Malaikat Suho imnida” ujarnya memperkenalkan diri.

“M-mau apa k-kau?!” tanyaku setengah berteriak untuk menghilangkan ketakutanku.

“Jangan takut denganku. Aku berbeda dengan setan yang kau takutkan!-_-”

“Yaaak! Bagaimana kau tahu hal itu?”

“Sudah kubilang aku malaikat. Jadi, aku melihat saat kau diciptakan dan bagaimana takdirmu”

Aku mencoba berpikir keras demi mencerna kata-kata yang diungkapkan oleh ‘malaikat’ itu.

“Lalu ada perlu apa kau datang kesini?” tanyaku kemudian.

“Aku akan menawarkan sebuah permohonan padamu”

“Maksudmu, aku bisa meminta apapun padamu?”

Dan dapat kulihat malaikat itu mengangguk pelan.

“Jadi?”

“Aku… aku….” bisikku setelahnya.

“Kau yakin?!” tanya malaikat itu tak percaya. Aku hanya mengangguk kemudian.

Setelah anggukan tersebut, aku merasa pusing setelahnya. Apa sihirnya bekerja? Saat itu, hari sudah pagi dan aku kembali melanjutkan aktivitasku. Kulangkahkan kakiku menuju cermin dan mulai mematut diri.

“OMO!! Siapa kau, eh?!” teriakku setelahnya. Apa..yang terjadi?!” seruku pagi itu.

BRAAAK.

“Ada apa, JinRi-ya?” tanya eomma saat wajahnya muncul di balik pintu kamarku.

“KYAAA!!! EOMMA, AKU BERUBAH MENJADI YEOJA!!!!” teriakku histeris.

“Jangan bercanda! Kau itu memang seorang yeoja bernama Hwang JinRi. Apa kepalamu baru saja terbentur?” tanyanya kemudian sambil memegang dahiku dengan cemas.

“Aniyo, eomma. Aku baik-baik saja” balasku sambil mencoba menenangkan diriku sekali lagi.

Kemudian, eommapun keluar dari kamarku. Dan aku masih senantiasa melihat diriku yang sepenuhnya sudah berubah menjadi yeoja. Jadi, sekarang aku harus menjalani kehidupan baruku? Bagaimana dengan Kris? Aish, kenapa jadi frustasi seperti ini, huh? ><

At School

“JinRi-ya, bagaimana malammu dengan Kris Sunbae?”

“Apa maksudmu?” tanyaku bingung menanggapi celotehan MiCha kala itu.

“Ampun deh, sejak kapan kau menderita amnesia?” MiCha balik bertanya sambil terus mengetuk-ngetuk kepalaku.

Jadi, sebenarnya apa yang telah terjadi semalam?

“Kris Sunbae…” lirih MiCha kemudian.

“Annyeong, nan yeopponi yeoja” sapa Kris yang lalu mencium pipiku cepat.

Yang barusan itu apa? Rasanya mataku berkunang-kunang sempurna sekarang.

“K-Kris? Op-pa?”

“Ne?”

“Yang barusan itu apa?” tanyaku.

“Sejak semalam kau adalah milikku, arasseo?”

Ingin rasanya aku berteriak andwae!!! >< Aku memang menyukainya. Tapi, aku tidak mau mendapatkannya secara instan seperti ini.

“Aku rasa, aku akan… ke toilet!” ucapku tiba-tiba dan langsung berlari menuju toilet wanita.

Keduanya melekatkan tanda tanya besar ke arahku. Namun, hal itu tidak kugubris kemudian

Sesampainya di toilet, aku masuk ke dalam satu bilik toilet yang paling pojok.

“S-S-Suho? Malaikat Suho?! I-Ini aku Tao” bisikku.

Namun, zat yang dipanggil tidak kunjung menampakkan dirinya. Yak! Kemana ia saat dibutuhkan? -_-. Aku hanya menggerutu sampai sesosok gaib berukuran mini muncul di sebelah kananku.

“Ada apa, huh? Kau tahu tidak?! Kau itu mengganggu tidur siangku!” sungutnya.

Kuputar bola mataku cepat, “Kukira, malaikat tidak butuh tidur”

“Apa yang ingin kau katakan? Kau memprotes permintaanmu semalam?” tanyanya seolah ia bisa membaca pikiranku.

“Tentu saja, aku membatalkan tentang perasaan Kris padaku. Aku tidak mau ia menyukaiku secepat ini. Semua butuh proses, kau tahu?”
Malaikat Suho mengangkat kedua bahunya, “Yah, terserah kau saja. Jadi, kau ingin agar perasaan suka itu timbul karena suatu proses?”

“Ne” balasku singkat dengan penuh keyakinan.

“Bukankah, itu akan menjadi hal yang sulit? Kau yakin akan hal ini?”

“Tentu saja. Aku tipikal manusia yang berpikir sebelum berbicara-__-” ucapku mantap.

Setelah beberapa lama kami berbincang, kamipun menemukan kesepakatan.

“Baiklah! Setelah kau keluar dari bilik toilet ini, kau akan mendapatkan kehidupan barumu” jelasnya dan dijawab dengan anggukan olehku.

“Gamsahamnida, Malaikat Suho. Ngomong-ngomong, apa aku akan seperti ini terus, eh?”

“Aku tidak tahu akan hal itu. Nikmatilah!” jawaban terakhir yang kuterima dari makhluk gaib tersebut sebelum akhirnya ia menghilang dari hadapanku.

Akupun segera keluar dari bilik toilet tersebut. Dan kembali kutemui tubuh seorang MiCha yang tengah mematut diri di toilet.

“MiCha?” panggilku dan ia hanya menatap sinis ke arahku.

“Kau siapa?!” tanyanya dan membuatku bingung.

“Ah, eumm… Hwang JinRi imnida”

“Jadi, kau anak baru itu, hm?”

“Anak baru? N-ne..” jawabku ragu.

Jadi, inikah kehidupan baruku? Menjadi mahasiswi baru di Chungdam University? Oh God! Apa pilihan malaikat Suho ini akan berakhir dengan kebenaran? ><

Yeoja yang kuketahui bernama MiCha itu, kini berbalik, “Kau tahu darimana kalau namaku MiCha?”

“Eumm” gumamku sambil menunjuk ke arah name tag yang terpasang di jaket birunya.

“Ah, benar juga. Bangapseumnida”

“Engg– nado MiCha-ssi”

“Jangan panggil aku dengan ssi. Aku seumuran denganmu, dan bukan lagi orang asing. Panggil saja namaku, ne?”

“Yah, baiklah MiCha”

Setelah obrolan yang cukup panjang, kamipun keluar dari toilet. Perbincangan kami berlanjut di sepanjang koridor.

BUUUK.

“A-aaa Sun.. Sunbae?” pekik MiCha tak percaya.

“Jwesonghamnida sunbaenim, jeongmal jwesonghamnida” ucapku buru-buru sambil membungkukkan badanku berkali-kali.

Namja bertubuh tegap itu, hanya ,menatapku sekilas lalu pergi dari hadapan kami. Aku begitu takjub, dia adalah Wu Yi Fan. Jadi, Wu Yi Fan err.. maksudku Kris kini adalah Sunbaenim-ku? Kenapa begitu sulitnya?

“Neo gwaenchana, J-JinRi?” tanya MiCha ragu.

“Gwaenchana, MiCha-ya”

“Kau beruntung sekali! Aku jadi iri padamu ><” ujarnya histeris.

Yak! Bagaimana bisa bertabrakan seperti itu ia bilang beruntung? >< aku hanya menatapnya heran.

“Kau belum tahu siapa dirinya?!” tanya MiCha kemudian.

“Dia itu namja terpopuler di sini. Yak! Kau yeoja paling beruntung hari ini. Karena, kau bisa bersentuhan dengannya” ucap MiCha senang.

“Seberapa populernya ia disini?” tanyaku ingin tahu.

“Orang tuanya adalah ketua yayasan di Universitas ini. Kau bisa menghitung berapa jumlah aset kekayaannya kan? Jika dibandingkan dengan anggota yang lainnya, ia yang terkaya!” jelasnya dan aku hanya mengangguki.

“Anggota? Maksudmu?”

“Yah.. kau tahu bukan?! Banyak sekali orang kaya yang tidak memiliki banyak teman dan menjaga pergaulan. Jadi, mereka hanya berteman dengan orang yang sudah ditentukan oleh orang tua mereka”

“Oppa!!!!” teriakan histeris tiba-tiba membahana di koridor utama Chungdam University. Sudah banyak yeoja yang mengumandangkan satu kata tersebut. Seolah, mereka tengah memanggil kekasih mereka. Tapi bedanya, yang ini lebih ganas-_-

“Ayo ikut aku!” MiCha menarik pergelengan tanganku tanpa menunggu persetujuan dariku.

“Lihat, yang paling depan dan terkeren itu, namanya Wu Yi Fan. Lalu, dibelakangnya ada Park Chanyeol. Yang imut itu, namanya Zhang Yi Xing. Yang terlihat manly dibelakangnya Oh Sehun. Kalau yang eksotis itu, namanya Kim Jong In” jelas MiCha sambil menunjuk-nunjuk kearah barisan namja yang kini tengah berjalan melewati kerumunan yeoja di sekitarnya.

 

*Author PoV*

Lahir dengan nama Wu Yi Fan, atau biasa dipanggil Kris. Memiliki wawasan yang sangat luas. Selain dikenal dengan tatapan dinginnya dan kharisma yang benar-benar menonjol, perawakan tegap dan terlihat simple, menjadikan banyak yeoja yang menyukainya. Ia memang keren. Dibandingkan dengan anggota yang lainnya, kekayaannya pulalah yang terbanyak. Bisa dihitung dari aset yang didapatkan dari menjadi ketua yayasan yang dilakoni oleh ibunya. Selain itu, banyaknya perusahaan yang berhasil di bawah pimpinan ayahnya. Menjadikan ia menjadi salah satu anak yang berutung di seantero Korea Selatan.

Park Chanyeol, merupakan namja yang sikapnya susah ditebak. Suka membuat keributan. Tapi, mudah untuk membuatnya menjadi tenang kembali. Ia namja tertinggi kedua setelah Kris. Kekhasannya dalam tersenyum, membuat para yeoja jadi lupa diri dan kemudian pingsan. Kekayaannya berada di posisi nomor dua. Bagaimana tidak? Ia pewaris tunggal perusahaan musik ternama di Korea Selatan.

Zhang Yi Xing, keturunan Cina yang memiliki perawakan tidak terlalu tinggi. Wajahnya yag chubby membuatnya disukai oleh banyak yeoja. Selain itu, pembawaannya sangat tenang. Hingga, ia juga dijuluki oleh yang lainnya sebagai Charismatic Boy. Yah, biar bagaimanapun, kharisma diantara grup tersebut, memang milik Lay lah yang paling kuat. Beberapa toko yang menjual beberapa barang yang berhubungan dengan fashion, membuatnya menduduki ranking 3 pada daftar kekayaan dalam grup tersebut.

Berkulit agak gelap daripada lainnya, Kim Jong In atau Kai. Pemilik studio dance terkenal yang sudah berdiri dan membuka beberapa cabang serta menjadi pemilik dari sebagian wilayah Pulau Jeju. Kulitnya yang terbilang eksotis, mampu membawanya menjadi salah satu idol di Chungdam University. Seantero kelasnya mengenal dirinya sebagai playboy bersama Oh Sehun.

Si Manly Sehun. Ia lebih muda daripada yang lainnya. Ia adalah salah satu seniman terkenal. Wajahnya yang keren dan seputih susu, membawanya menjadi salah satu namja populer dan bergabung dengan lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya (Re: bagian Kai). Ia adalah Playboy. Bisa digarisbawahi, mereka menggunakan semacam taruhan dalam mengambil hati yeoja. Jadi, jangan heran jika sudah banyak yeoja yang menjadi korban dari ulah mereka.

*Author PoV END*

Aku menarik pelan tubuh MiCha dari kerumunan yeoja yang hampir membuatku sesak nafas, “Kau melakukan hal yang memalukan, MiCha-ya” ucapku.

“Jangan membicarakan orang lain di belakang mereka” ucap YiXing yang tiba-tiba sudah berada di antara kami lalu kembali berjalan mengikuti yang lainnya.

“Lay Oppa!!!” teriak MiCha histeris dan aku hanya menggelengkan kepalaku melihat MiCha yang bahkan seperti yeoja yang tidak memiliki rasa malu lagi.

“Kau tidak suka dengan mereka?” pertanyaan MiCha yang satu ini benar-benar konyol. Sehingga membuatku tercekat mendengarnya.

“Ah, eng– bagaimana ya? Biar bagaimanapun, aku ini mahasiswi baru di sini. Aku juga tidak mengidap ‘love at the first sigh’ ara?”

“Kau ini yeoja yang aneh” tutur MiCha yang masih setia berada di sebelahku.

= skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip =

 

Kugerakkan langkah kakiku menuju atap bangunan Chungdam University. Aku benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya harus aku lakukan dengan kehidupan baruku.

“HUAAAAAAAAAAAAAA!!!!” teriakku seakan menumpahkan rasa frustasi yang benar-benar telah melekat di dalam pikiranku.

“Yak! Tao-ya, kau benar-benar tidak bisa menjaga kelakuanmu sedikit!” sungut seorang namja.

“Malaikat Suho?!” aku hanya tercekat melihat sosok gaib di hadapanku sekarang

“Ne”

“Kenapa kau bisa ada di sini, huh?!” tanyaku heran.

“Aku adalah bagian dari tubuhmu sekarang”

“Jinjjayo?!”

BRAK.

“Aku mendengar sebuah teriakan di sekitar sini. Apa itu kau?!” tanya sebuah suara yang muncul beberapa selang setelah pintu terbuka.

“Ma– kemana dia?” batinku. Malaikat itu benar-benar menghilang di saat ia sedang dibutuhkan.

“Kau bisa mendengarku kan?!” tanya namja itu sekali lagi. Langkahnya kemudian mendekat ke arahku.

“Yak! Mau apa kau?!”

“Kau itu mahasiswi baru, tapi sudah sakit jiwa seperti itu? Aku heran kenapa kau bisa diterima di sini” sahut namja tersebut.

“Jaga ucapanmu, agasshi! Biarpun kau termasuk namja terpopuler sekalipun, tidak kusangka kata-katamu itu benar-benar jauh dari sopan santun” ucapku.

“Ternyata kau bukan mahasiswi sembarangan” aku mendengarnya menggerutu.

“Aku diajarkan oleh orangtuaku untuk menjadi pribadi yang berguna, kau tahu? Aku…” Kata-kataku terhenti sesaat. Apa sih yang sedang aku lakukan??

“Aku.. Hwang JinRi” ucapku melanjutkan kalimatku.

“Aku sudah tahu namamu, bodoh”

“Kau kira, seorang mahasiswi baru akan terhindar dari desas-desus seantero sekolah? Aku saja muak seminggu ini mendengar tentangmu!”

Namja itu sempat berhenti saat mengatakan hal itu. Namun, sesaat setelahnya iapun kembali melangkahkan kakinya ke arahku.

“Tu-tunggu!! Apa yang akan kau lakukan ha???”

“Tenanglah, aku hanya ingin berkenalan denganmu. Lagipula, mana ada namja yang mau dekat apalagi tertarik dengan yeoja kamseupay sepertimu, huh?!”

“Yak! Kau ini kurang ajar sekali, tuan-__-!”

“Perbaikilah penampilanmu, JinRi-ya”

“Memangnya siapa kau? Berani-beraninya menyuruhku seperti itu, huh?”

“Aku….”

-TBC-

Sampai sini aja ya?! *maksa* yaudah bener2 sampai sini aja dulu. Menurut kalian, yang ngedeketin Tao (JinRi) di last scene ini siapa? Coba tebak^^! Setelah baca, jangan lupa untuk memberikan RCL agar cerita ini tetap berlangsung, ara? Gomawooo ©©^♥^©©

64 pemikiran pada “When I’m Become A Yeoja (Chapter 1)

  1. waaaahhh..,
    unik bnget nh ceritany,
    aku baru liat ff ini,
    telat deh..,
    ah, aku suka bbnget ff’nya..
    penasaran kelanjutannya,
    ok tarik napas, baca part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s