Flower in Brown Diary

Author                  :  Miss VD ( @fidegyu)

Main Cast            : Park Chanyeol, Park Eun Byul, Byun BaekHyun

Support cast       : Member EXO-K

Genre                   : Romance, Friendship

Rating                   : T

 ___________________________________

Chanyeol dalam perjalanan pulang tiba-tiba menendang sesuatu.Ada Sebuah Buku diary covernya berwarna coklat. Berdebu dan usang.  Chanyeol  melengok ke kiri dan ke kanan. Tak ada orang di sekitarnya. Dia meraih pelan-pelan buku itu. Dia tahu itu sangat tidak sopan membaca diary orang. Jadi dia hanya mengambilnya.

“ Chanyeol-ah!!” panggil  Suho  sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Chanyeol. Sementara buku yang di genggamannya masih di tangannya, Dia sembunyikan di tas nya.

“ Kau kemana saja? Kami semua sudah mencarimu kemana-mana. Kita harus cepat-cepat pergi.” Kata Suho sambil terengah-engah.

“ Arayoo.. Mianhae. Tadi aku ada urusan.” Katanya pada Namja tampan yang di depannya.

                “ Sudahlah.. kajja!!” ajaknya padanya.

________________________

Park Eun Byul POV

                Aku duduk bangku di taman. Di sini lah aku bisa melihat dari kejauhan namja itu, Byun Baek Hyun. Namja yang ku sukai sejak lama. Namja yang mengisi hatiku sejak kami bertemu. Seperti biasanya, Dia selalu terlihat tergesa-gesa pulang. Sepertinya dia sangat sibuk dengan kehidupannya. Setiap pulang kuliah, Dia selalu mempercepat langkahnya untuk pulang. Masih ku ingat pertama kami bertemu. Dia tersenyum. Tersenyum ramah sekali. Dia juga menolongku saat aku jatuh tertabrak olehnya waktu awal tahun ajaran kuliah. Jari tangannya yang panjang itu menopangku dengan hati-hati. Entahlah apa itu Baekhyun atau bukan. Tapi, aku merasa itu dia. Saat itu matahari sangat terik sekali. Jadi aku sulit melihatnya.Tapi aku tahu itu dia. Saat aku di UKS,aku bertanya pada petugas UKS katanya Baekhyunlah yang menolongku. Dia yang membopongku ke sini. Intinya dia adalah orang itu. Semua kisah cinta ini tuliskan di atas kertas diary ku. Saat seperti ini, aku selalu ingin menulis Diaryku. Ku rogoh tasku yang sudah usang ini dengan pelan-pelan. Tapi.. Aku tak temukan buku itu. Buku Diaryku hilang?? Tidak ini tak boleh terjadi. Aku harus mencarinya. Tapi hari sudah begitu malam. Kalau sudah gelap, aku tidak bisa pulang. Besok aku akan mencarinya.

________________________

Chanyeol POV

Setiap hari aku harus latihan untuk debutku. Aku adalah salah satu personil EXO. Tepatnya di EXO-K. Setiap hari aku harus latihan dance dan juga memperbagus kemampuanku menjadi seorang rapper. Tentunya aku sangat lelah.

“ Sudah cukup. Latihan kita berakhir sampai di sini. Kerja yang bagus.” Kata pelatih tari anggota EXO. Kami semua bertepuk tangan. Dia meninggalkan ruangan menari di Gedung entertaiment. Aku merebahkan tubuhku di lantai sambil memejamkan mata. Tiba-tiba ada sesuatu yang mendarat di pipi kananku. Sesuatu yang dingin.

“ Woy.” Ujar suara namja di sebelahku.

“ ah.. Baekhyun-ssi.. Gomawoyo..” kataku sambil mengambil botol  yang di serahkan padaku.

“ Kau sangat lelahkah?” tanyanya sambil duduk di sebelahku.

“ apa kau tak bisa lihat? Apa aku terlihat baik-baik saja?” kataku pada Baekhyun. Dia tertawa lepas mendengarku berkata seperti itu.

“ Wae-yo?” tanyaku heran

“ Gwenchana… Ahahahaha Kau lucu sekali…” katanya sambil tertawa puas.

“ Memangnya ada yang lucu ya?” tanyaku padanya dengan polos. Lalu dia menghentikan tawanya.

“ Kajja.. Ayo kita pulang.. Aku sumpek di sini. Rasanya ingin pulang.” Kata Baekhyun.

“ Ne… Aku juga sumpek di sini.”

“ Hyuuungg!!! “ panggil sehun sang maknae pada kami berdua.

“ Wae-yo? “ tanyaku padanya.

“ Kau dapat telepon.” Katanya

Sehun menyerahkan telepon genggamku yang aku titipkan padanya. Untung ada telepon, kalau tidak aku tidak bisa menghubungi eomma.

                “ Nuguseo?”

________________________

Author POV

Jantung Chanyeol berdetak begitu kencang. Dia mengendarai motornya dengan cepat.  Baekhyun mengikutinya dan bermaksud menemaninya. Dia mengendarai Secepat mungkin untuk menuju rumah sakit. Dia mendapat panggilan dari rumah sakit bahwa eommanya dalam keadaan darurat.  Dia berlari sangat kencang ke ruangan UGD. Kebetulan saat dia sampai, Dokter keluar dari ruang UGD.

“ dokter… Bagaimana keadaan Eomma saya?” tanya dengan terengah-engah.

“ Mianhaeyo.. Eomma anda tidak bisa di selamatkan.” Kata dokter dengan nada lirih.

Chanyeol tak berkutik. Dia tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya diam.

“ Ini.. Ini barang yang eomma anda genggam saat kecelakaan itu terjadi.”

Dokter menyerahkan sebuah kertas dan sebuah bunga yang di keringkan dan dijadikan sebuah pembatas buku. Setelah mendapatkan itu, Chanyeol langsung menangis dan membungkukkan badannya.  Baekhyun yang di sampingnya menepuk pundaknya dengan penuh perhatian.

________________________

                Orang-orang berbaju hitam  mengerumuni sebuah ruangan duka. Di sana terpasang foto Ibu Chanyeol yang tersenyum manis. Mata Chanyeol bengkak. Itu menandakan dia menangis semalaman. Anggota EXO-K datang untuk mengunjungi ruangan duka itu. Mereka satu persatu-satu memeluk Chanyeol untuk menghiburnya. Mereka terlihat sedih, karena sosok humoris mereka sedih. Baekhyun yang biasanya banyak bicara pun tidak mau banyak bicara khusus hari itu.

Eommanya di kremasi dan abunya dia buang di laut. Tempat favorit eommanya itu. Entah mengapa dia menyukai laut. Dia menaburkan satu persatu abu eommanya sampai habis.

________________________

Chanyeol POV

                Rasanya berbeda dari biasanya. Biasanya jam segini eomma suka meneleponku dan menyuruhku jangan lupa makan malam. Aku rindu eomma. Sangat rindu padanya. Tiba-tiba pikiranku teringat pada buku diary yang ada di tasku. Saat aku memperhatikan buku itu, sepertinya aku pernah melihatnya. Entah dimana. Yang aku ingat waktu itu musim panas. Ya.. di jalanan kekampus. Aku tak sengaja menabrak seorang yeoja.  Yeoja berambut panjang . Waktu itu matahari terik sekali. Mungkin dia tak bisa melihatku dengan jelas. Tapi aku melihatnya jelas. Matanya indah. Bibirnya merah merona. Dia cantik. Dia membawa sebuah buku dan sepertinya itu buku ini. Ah iya.. Mungkin ini punyanya. Dimana kelasnya? Bagaimana aku bisa mengembalikannya? Tiba-tiba ada yang terjatuh dari buku itu. Sebuah pembatas buku. Aku mengambil pembatas buku itu. Aku merasa pembatas buku itu sangat tidak asing bagiku. Aku memperhatikan nya lagi. Kemudian aku teringat kepada pembatas buku yang eomma bawa saat dia kecelakaan. Aku membuka laciku dan mencari pembatas buku eomma. Ternyata keduanya sangat mirip sekali. Cuma berbeda warna bunganya. Yang di miliki oleh pemilik diary ini adalah berwarna pink dan yang di eommaku adalah berwarna ungu. Aku membuka kertas yang eomma bawa saat dia kecelakaan. Inti dari isi kertas itu adalah Pembatas buku itu dari sahabat karib eomma. Eomma memintaku untuk menemukan pembatas buku yang mirip dengan pembatas buku ini. Dia menyuruhku untuk menjaga orang yang mentyimpan pembatas ini dengan baik. Orang itu ada di seoul  dan bersekolah yang sama denganku. Sepertinya aku telah menemukannya.Itu adalah wanita itu. Aku iseng membuka diarynya. Aku ingin tahu namanya. Di lembar pertama disitu tertulis jelas sekali namanya “Park Eun Byul” . Jadi namanya adalah eun Byul. Di sudut bawah kertasnya tertulis “ I Love Byun Baek Hyun” . Saat aku membacanya, Aku tertawa kecil. Sangat terlihat, Dia yeoja yang sangat polos. Berani sekali dia menulis hal seperti ini di buku diarynya. Ternyata dia menyukai Baekhyun. Mungkin menyenangkan punya teman sepertinya.

________________________

Park Eun Byul POV

                Hari ini, Aku belum menemukan buku diariku. Aku sangat sedih. Apalagi, aku tak melihat Baek Hyun hari ini. Mengapa dia tak masuk kuliah? Apa ada hal yang membuatnya tak masuk kuliah? Sudah aku tak menemukan diaryku. Tambah lagi aku tak bertemu Baekhyun. Betul-betul menyedihkan.

________________________

Author POV

Chanyeol dan EunByul satu universitas dan jurusan. Tetapi, mereka tak pernah mengenal satu sama lain. Chanyeol tak pernah melihat kehadiran EunByul begitu pula Eunbyul juga tak pernah melihat Chanyeol. Mereka selalu ada di tempat yang sama tapi mereka tak mengerti satu sama lain.        Mereka berdua ada kelas yang sama di pagi hari. Hari itu, mereka sama-sama bangun terlambat. Songsanim yang mengajar mereka sangat killer. Sangat tidak suka mahasiswa yang terlambat. Mereka sama-sama berlari menuju kelas mereka. Chanyeol sampai duluan ke kelas itu. Eun Byul tetap tidak mengetahui Chanyeol. Dia hanya menganggapnya sebagai Mahasiswa biasa. Begitu masuk, Dia di marah-marahi oleh songsanim killer itu.

“ YA!! PARK CHAN YEOL!! SUDAH BERAPA KALI KAU TERLAMBAT!!” katanya berseru di depan wajahnya. Chanyeol hanya diam dan tidak menjawab nya.

Tok… Tookk…

“ Permisi, Songsanim..”kata Eun Byul sambil mengetuk pintu.

                “ YA!! PARK EUN BYUL!! Mengapa kau ikut-ikut terlambat juga???!! Aigoo saya sudah benar-benar naik darah. Kalian berdua keluar!! Tak usah ikut pelajaran saya!!” katanya dengan lantang.

________________________

Park chanyeol POV

Sial! Aku telat bangun lagi!! Mana yang ngajar si Killer lagi. Aduh.. Males banget.. Aku lihat yeoja juga. Sepertinya dia baru pertama kali terlambat. Aku baru melihatnya selama aku terlambat. Dia Yeoja yang sangat similar bagiku. Aku lupa. Aku seperti pernah melihatnya. Aku memasuki kelas dengan santai. Si Killer sudah menerjangku. Tiba-tiba yeoja itu datang. Dia mengetuk pintu dengan polosnya. Benar-benar bodoh.

“YA!! PARK EUN BYUL!! Mengapa kau ikut-ikut terlambat juga???!! Aigoo saya sudah benar-benar naik darah. Kalian berdua keluar!! Tak usah ikut pelajaran saya!!” katanya dengan lantang.

Park Eun Byul?? Dia kah pemilik diary yang aku bawa sekarang? Dia lah orang yang harus aku jaga. Ku lirik dia dari penampilan rambut sampai kaki. Sangat cupu dan tidak menarik. Dia memakai baju yang sangat tertutup. Rambutnya panjang seperti sadako. Apa dia betah dengan penampilannya gitu ya? Benar-benar aneh. Aku dengan santai keluar dari ruangan si Killer itu. Dia menundukan kepalanya terlihat sedih.  Sepertinya dia baru pertama kali terlambat. Dia menangis. Karena tidak ikut pelajaran. Mengapa harus menangis. Harusnya kan senang

“ ya.. mengapa kau menangis? Bukankah menyenangkan tidak kuliah??” kataku padanya.

Dia tetap menangis dan tak menghiraukanku.

“ Ya… Mengapa kau diam saja? Sepertinya aku tak pernah tahu kau satu jurusan denganku.” Kataku sambil menghiburnya sedikit.

“ Memangnya diam kenapa? Salah?” katanya dengan ketus.

“ ya.. Judes sekali kau.. aigoo.. Aku hanya ingin mencoba menghiburmu saja. Kajja.. Aku ajak kau ketempat yang menyenangkan.” Kataku sambil menariknya.

“ Kemana??” katanya yang masih terisak.

“ Lihat saja” kataku dengan mantap.

Park Eun Byul POV

Namja aneh tiba-tiba datang menghampiriku dan mencoba menghiburku. Namja itu bernama Park Chan yeol. Dia orang yang sangat baik dan friendly. Dia agak menyebalkan sih. Tapi, Dia orang yang ramah. Dia mengajakku ke suatu tempat. Badannya tinggi sekali. Aku hanya se pundaknya saja. Dia berwajah manis dan imut. Dia memiliki gigi yang rapi dan besar tentunya sangat bagus. Dia memiliki senyum  yang bagus. Matanya besar. Tangan besarnya itu menggandengku pergi ke suatu tempat. Dia mengajakku ke taman belakang sekolah. Taman yang sering ku datangi. Taman dimana aku sering memperhatikan Baek Hyun.

“ ahh.. Di sini sangat nyaman.” Katanya sambil berbaring di rumput taman itu.

“ ya.. jangan tidur di situ. Sangat kotor.” Kataku padanya

“ ahh!! Kotor apaan sih. Orang biasa aja. Ayo sini. Coba deh.. pasti perasaanmu akan jadi nyaman ketika kamu tiduran di sini.” Katanya sambil memejamkan matanya yang besar itu.

Pertamanya, aku tidak mau. Tapi akhirnya aku pikir tak salah untuk mengikuti instruksinya. Aku berbaring di sebelahnya aku melihat ke langit.

“ Coba kamu lihat langit di sana. Apa kamu merasa dekat dengan langit?” katanya sambil tersenyum.

“ Ne.. “ kataku singkat.

“ Nyaman bukan.. Jika perasaanmu tak enak, Jangan sungkan melakukan hal ini.” Katanya padaku. Dia menoleh ke arahku dan aku menoleh kearahnya juga. Aku baru sadar aku dan dia sangat dekat. Matanya yang besar itu dekat dengan mataku. Wajahnya sangat dekat padaku. Seketika aku dan dia memalingkan wajah kami.  Jantung berdebar begitu cepat.

“ namamu Park Eun Byul ya?” tanyanya padaku.

“ Uhmm.. Ne..” kataku menjawabnya.

“ Kau tahu EXO?” tanyanya padaku.

“Apa itu EXO? Aku belum mendengar sebelumnya.” Jawabku .

“ Jinjjayo!! Kau tak tahu EXO.?? Aigoo keterlaluan sekali…” katanya padaku.

“ Mengapa aku harus mengetahuinya?” kataku padanya

“ Aku itu artis. Taukah kau? Aku ini personil boyband EXO-K. Kami sudah sangat terkenal. Masak sih kamu gak tahu. Dasar payah..!” kataku padanya

“ MWO?? Payah?? Enak saja!! Memangnya harus tahu EXO??” tanyaku padanya.

“ Nggak juga sih…” katanya lirih.

“ Biasanya waktu kecil, aku melakukan hal ini bersama eommaku.” Katanya tiba-tiba

“ Jinjjayo? Waah.. Pasti menyenangkan.. Pasti sekarang kau masih suka begitu dengan eommamu.”

“ Ani.” Jawabnya singkat.

“ Нah.. kenapa nggak?” tanyaku padanya

“ Eommaku baru meninggal kemarin.”

“ Omo.. Mianhaeo.. Aku tak tahu.” Kataku padanya

“ Gwenchanayo. “ katanya sambil mengacak-acak rambutku.

“ Ya!!” kataku padanya. Dia hanya tersenyum nyengir lalu Dia bangun dan merogoh tasnya. Dia mengambil sebuah buku. Dan aku sangat mengenal buku itu. Buku itu adalah Diary ku.

“ Lihat apa yang aku pegang?” tanya Chanyeol sambil tertawa nyengir.

“ YA!! Itu Diary ku!!” kataku sambil teriak kearahnya.

“ Lucu sekali.. Bisa-bisanya kau menulis “ I Love Byun Baek Hyun” ahahaha… Manis sekali..” godanya padaku.

“ ya!! Kau berani sekali membaca Diary orang..”

Dia tertawa dan berusaha memancingku mengambil Diary itu. Sampai akhirnya aku tersandung batu. Dia mendekapku . Posisi kami sangat dekat. Wajahku menempel di dadanya. Dia mendekap aku dengan erat. Tangannya yang besar itu mendekapku erat tapi lembut. Hatiku bergetar begitu kencang. Aku sedikit mendengar detakkan jantungnya. Bunyinya kacau. Lalu tiba-tiba dia melepas dekapannya

“ dasar Babo! Bagaimana bisa kau tersandung! Makanya jalan pakai mata! Bukan pakai dengkul!!” ejeknya padaku.

“ PARK CHAN YEOL!!!!” teriakku padanya.

“ Nih Buku diary mu yang benar-benar kekanakan itu. Ahaha… asal kau tahu.. Baekhyun adalah sahabat karibku.” Katanya padaku

“ Buat apa kau lapor. Tak penting bagiku.”

“ Siapa tahu aku bisa membantumu mendekatinya.”  Katanya padaku.

“ Hah? Tak perlu.. Aku hanya ingin memendamnya kok…”  jawabku padanya

“ Dasar bodoh.. bagaimana dia di rebut yeoja lain? Kau mau?” katanya sambil menjitak kepalaku.

“ ah!! Mollayoo!!!!” kataku sambil mengacak-acak rambutku.

Park Chanyeol. Dia teman pertama yang aku temui. Teman pertama yang sangat menyenangkan dan membuat hari-hariku berwarna. Dia teman pertamaku.

________________________

Park Chanyeol POV

Eun Byul anak yang sangat polos. Dia baik dan sangat pendiam. Dia cantik. Dia manis. Tapi dia sangat tertutup. Tetapi Inner Beauty nya sangat kental.

“Chanyeol-ah.. Gomawoyo.” Katanya sambil tersenyum.

“ Wae?” tanyaku

“ Kau buat suasana  hatiku membaik.” Katanya dengan singkat.

“ Bu Ke zi…” balasku

“ apaan itu?” tanyanya padaku

“ Itu bahasa mandarin.. Hehehehe.. Artinya tak perlu terima kasih. Oh iya Baekhyun satu grupband denganku lho.. Dia memiliki suara yang sangat indah. “ kataku sambil promosi Baek Hyun.

“ Jinjja? “ katanya dengan singkat.

“ ne.. Aku akan mengajakmu ke tempat entertaimentku nanti sepulang kuliah.”

“ Jinjjayo?? Kau benar-benar ingin mengajakku??”  katanya dengan mimik wajah agak senang.

“ Ne… Tapi bolehkah aku tahu sesuatu?” tanyaku padanya

“ Apa??” tanyanya dengan tatapan heran.

“ Mengapa kau menyukai Baek Hyun?” tanyaku langsung padanya.

Dia mengalihkan pandangan ke depan. Air berhembus memanjakan nya. Rambutnya yang panjang dan berkilau itu berkibar karena angin*emangnyabenderawakakak*. Dia tersenyum dan menjawab, “ Itu karena dia orang yang baik. Dia juga orang yang menolongku.”

“ menolong? Menolong apa?” tanyaku padanya.

“ Pertama kali aku bertemunya di tahun ajaran, Aku menyukainya pada pandangan pertama. Karena, Dia menyapa ku dengan senyuman. Senyumnya sangat manis dan menggugah hatiku. Tambah lagi dia menolongku terjatuh saat aku bertabrakan dengannya, sewaktu musim panas, Itu membuatku tambah menyukainya dan mengerti bahwa dia orang yang sangat baik?”

Нah? Apa Baekhyun pernah menolong dia? Kurasa itu bukan dia. Bukan dia yang menolongnya.

#FLASHBACK

Malas sekali harus Kuliah pagi, Mana ini musim panas. Terik matahari begitu keterlaluan. Itu sangat membuatku malas jalan.

BRUK!!

Aku menabrak seorang yeoja berambut panjang dan cantik. Aku menopangnya sebelum dia jatuh ke lantai. Aku tatap wajahnya. Hatiku agak sedikit berdebar melihatnya Tetapi, Tiba-tiba dia pingsan sendiri.

“ Ajussi?? Yaa.. Ajussi??” kataku pada wanita itu sambil menepuk pipinya.

Aku menggendong nya sampai ke UKS dengan susah payah. Tapi, mau bagaimana lagi, aku harus menolongnya. Aku keruang UKS dan membaringkannya di kasur UKS. Aku malas ada orang yang berbalas budi padaku. Maka dari itu aku meminta penjaga UKS untuk memberitahunya bahwa yang menolongnya adalah Baekhyun bukan aku. Semua orang tahu kalau Baekhyun baik, jadi dia akan percaya.

#flashbackend

Iya aku ingat. Yang menolong Eun Byul itu aku, Bukan Baekhyun. Aku sengaja memakai nama Baekhyun supaya aku tak mendapat balas budi dari siapapun. Tak di sangka, Kebetulan dia menyukai Baekhyun. Mengapa melihat dia salah paham aku menjadi sedih ? Mengapa hatiku agak sesak?

“ Oh begitu rupanya.. Aku bisa kok membantu kamu dekat dengan Baekhyun.” Kataku padanya. Ada apa ini? Mengapa hatiku sakit?

“ kureso?? Kau mau membantuku,yeol-ah?” katanya dengan nada girang.

“ Ne..” jawabku dan mencoba tersenyum.

“ Gomawoyo, chanyeol..” katanya sambil tersenyum manis.

              Perasaan hatiku benar-benar tidak enak. Melihat nya tersenyum karena Baek Hyun membuatku sedih? Mengapa?? Aku harus melindungi dia. Aku harus membuatnya bahagia. Kalau dia bahagia bersama Baekhyun, aku harus lakukan deminya. Itu pesan eomma kepadaku. Tetapi hati ini ingin berkata, “jeomal saraghaeyo,Eun Byul-ah” entah mengapa kata itu ada di hatiku yang paling dalam. Mungkin aku suka padanya. Sepertinya bukan mungkin lagi. Aku memang jatuh cinta padanya.

________________________

Park Eun Byul POV

Chanyeol membawaku ke Gedung entertaimentnya. Gedungnya sangat besar dan megah. Dia menunjukanku jalan ke dorm boybandnya yang bernama “EXO”. Jujur aku agak deg-degan karena nanti aku akan bertemu dengan Baekhyun.

“Teman-teman. Aku datang..” teriak Chanyeol.

“ Waahh.. Chanyeol bagaimana kuliahmu? Aigoo siapa yeoja di sebelahmu?” kata seorang namja tampan di depan kami.

“ Perkenalkan. Neun Kim Joon Myun imnida.. kamu bisa memanggilku Suho Oppa.” katanya sambil tersenyum manis sekali.

“ Ne.. Neun Park eun Byul imnida.” Balasku.

Tiba-tiba tiba 3 orang datang juga menghampiri Chanyeol. Chanyeol memperkenalkan mereka. Nama mereka Kyung soo aka D.O, Jong-in aka Kai, dan Sehun. Tinggal Baekhyun yang belum datang. Tiba-tiba Pintu depan terbuka dan Baekhyun datang.

“ Baekhyun Hyung sudah pulang.” Kata sehun tiba-tiba.

“ Ya Ya.. Ada apa ini.. kok rame-rame.” Kata Baekhyun dengan nada cerianya yang aku sukai.

“ Ini.. Chanyeol Hyung membawa yeojachingu nya..” kata Sehun dengan polos.

“ Mwo?? Aniya!! Sehun jangan bilang macam-macam.” Kata Chanyeol meyakinkan Baekhyun. “Baekhyun-ah.. Kau pasti kenal dia kan?” tanya Chanyeol sambil menunjukku. Dia tersenyum manis

“ Tentu saja. Annyeong Eun Byul-ssi.. Kita pernah kenalan saat hari pertama  ajaran kuliah.” Katanya sambil tersenyum.

                Chanyeol terlihat tersenyum pahit. Tidak tahu apa yang di pikirkannya. Mollayo. Yang penting, Aku sudah bertemu dengan Baekhyun.

________________________

Author POV

Sejak saat itu,  eun Byul menjadi sangat dekat member EXO. Mulai dari Chanyeol, Suho, D.O, Kai dan Sehun bahkan Baekhyun pun dia sangat dekat.Eun Byul semakin dekat oleh Baek Hyun, Itu semua Chanyeol yang membuatnya dekat dengannya. Chanyeol membuat dirinya mencintai Eun Byul diam-diam. Sampai akhirnya, Baekhyun pun menyukai Eun Byul juga.

“Chanyeol-ah.. Aku meminta bantuanmu.” Kata Baekhyun pada Chanyeol.

“ Apa?” singkat Chanyeol yang masih asik menonton TV.

“ Aku ingin menyatakan cinta padanya.” Katanya.

“ Nuguseo? Eun Byul kah?” kata Chanyeol seraya mengalihkan pandangannya dari  TV

“ Ne.” Kata Baekhyun serius.

“ Kau benar-benar mencintainya kan? Kau tidak mempermainkannya kan?” kata Chanyeol dengan serius.

                “ Ne. Kali ini aku benar-benar serius padanya.” Kata Baekhyun dengan mantap.

________________________

Chanyeol POV

“Chanyeol-ah.. Aku meminta bantuanmu.”

“ Apa?”

“ Aku ingin menyatakan cinta padanya.”

“ Nuguseo? Eun Byul kah?”

“ Ne.”

“ Kau benar-benar mencintainya kan? Kau tidak mempermainkannya kan?”

                “ Ne. Kali ini aku benar-benar serius padanya.”

Hatiku sakit mendengar ini. Rasanya baru di hajam oleh seribu jarum. Sepertinya, Aku benar-benar tak ada harapan. Sekarang, Baek Hyun  yang di sukai Eun Byul pun menyukainya juga. Mungkin aku akan terus begini. Kalau Eun Byul bahagia, Aku pun juga.

“ Ne.. Aku akan membantumu.” Jawabku padanya.

“ Jinjjayo? Ahh.. Yeol-ah Gomawoo…” kata Baekhyun sambil memeluk Chanyeol.

“ Ya!!!.. Aku sedang menonton TV..!” kata Chanyeol

“ Ahaha.. Mian Mian Mian…” kata Baekhyun padaku.

“Gwenchana… Gwencahana.. Ahahaha..”

Apa benar aku serius membantunya. Jinjja! Naega Baboraso!! Apa aku tahan melihat bermesraan jika mereka berpacaran. Ah Jinjja.. Molayo..aku pusing sekali.

________________________

Park eun Byul POV

#drrt drrt#

Handphoneku ada SMS masuk. Aku mengambil ponsel yang di mejaku dan membukanya.

From     : Chanyeol

Subject : <no subject>

Aku ingin bertemu dengan mu di café biasa. Sekarang juga. Sampai bertemu Eun Byul-ssi. ^^

                Wah anak ini memaksaku datang untuk apa? Apa dia mengajakku kencan? Aigoo!! Apa yang ku pikirkan…!! Tidak mungkin dia mengajakku kencan. Lagipula kita Cuma sahabat. Ya kita Cuma sahabatan.

________________________

Byun Baek Hyun POV
#drrt drrt#

Hanphoneku ada SMS masuk. Aku mengambil ponselku yang di kantongku.

From     : Chanyeol

Subject : <no subject>

Aku ingin bertemu denganmu di café biasa. Sekarang juga. Aku ingin membicarakan tentang eun Byul.

                Wah.. Anak ini sepertinya sudah ada ide untuk menolongku.Baiklah kalau begitu aku datang saja.

________________________

Author POV

@ café

Chanyeol menunggu Eun Byul di café itu. Dia menyeruput kopi yang di depannya untuk membuatnya bersabar. Akhirnya Eun Byul datang.

“ Ya.. Chanyeol.. Waeyo..” tanya eunbyul padanya

“ sudah kau duduk saja. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Kata Chanyeol

“ Apa itu? “ tanya Eun Byul padanya

“ Nan Choaeyo..” katanya dengan singkat.

Eun Byul berhenti berbicara. Lalu dia tertawa sangat keras.

“ Kau pasti bercanda kan? Ahahaha… Sudah lah jangan bercanda.”

“ Aku serius, EunByul-ah. “

“ Chanyeol-ah..”

“ Aku hanya ingin mengatakan ini padamu. Aku Cuma tak mau memendam perasaan ini lama-lama. Aku tahu kau menyukai Baekhyun. Aku akan merelakanmu pergi. Aku tak pernah memaksa. Sebentar lagi Baekhyun akan datang menemuimu. Aku pergi dulu.” Kata Chanyeol dengan nada serius.

Eun Byul terdiam tak berkata apa-apa. Baekhyun melihat di balik pintu café.

“ Apakah aku sudah menyakiti hati Chanyeol?” katanya lirih.

Chanyeol keluar dari pintu café dan melihat baekhyun yang pura-pura baru datang ke café itu.

                “ Masuklah.. Eun Byul menunggumu.” Kata Chanyeol sambil tersenyum. “ Oh ya.. Kalau kau di tanya kau pernah menolongnya di musim panas. Bilang saja kau yang telah menolongnya.” Tambahnya lagi.

Baekhyun POV

Aku memasuki café tersebut. Ku lihat Eun byul duduk sambil menyeruput kopinya yang ada di sebuah cangkir. Aku menghampirinya.

“ Eun Byul-ah.” Panggilku pelan kepadanya.

Dia meletakan cangkir yang di pegangnya sedari tadi lalu dia melihat kearahku. Mata indahnya itu memandangku dengan ramah

“ Baekhyun-ah.. Ayo Duduk.” Katanya dengan ramah.

“ Aku ingin berbicara padamu suatu hal.” Kataku dengan nada yang serius.

“ nan Chuaeyo.. Jeongmal Chua… Awalnya aku ingin kau menjadi milikku. Tapi ku rasa aku terlalu egois.” Kataku dengan nada bijaksana.

“ Kenapa bisa begitu?” katanya dengan nada yang lirih.

“ Apa kau ingin bertanya padaku apakah aku pernah menolongmu saat kamu jatuh sewaktu musim panas satu tahun yang lalu?” tanyaku.

“ Kenapa kau bisa tahu soal ini?” tanyanya dengan muka heran.

“ Chanyeol yang memberitahuku. Eun Byul. Kau salah orang. Aku bukanlah orang itu. Aku bukanlah orang yang menolong kamu.” Kataku dengan tegas.

“ Jinjjayo? Lalu kenapa penjaga UKS berkata kalau itu kamu?” tanyanya balik.

“ Yang menolongmu Chanyeol, Bukan aku. Waktu musim panas itu, Dia bercerita padaku kalau dia menolong seorang yeoja cantik. Tapi dia sengaja  menyuruh petugas UKS untuk tidak mengatakan kalau yang menolongmu adalah dia. Saat itu dia meminta izin padaku untuk memakai namaku. Intinya aku bukanlah orang itu. Orang itu adalah Chanyeol. Dia masih di jalan. Kamu bisa mengejarnya sekarang” Kataku dengan tegas.

Eun Byul diam. Dia tak berkata-kata. Tiba-tiba dia langsung bergegas pergi meninggalkanku di café ini. Rasa di hatiku memang sakit. Tapi, Bukanlah aku yang pantas menjadi miliknya. Tapi, Chanyeol.

Park Eun Byul POV

Dasar chanyeol Babo!! Kenapa dari awal dia tak pernah bilang padaku kalau dialah yang menolongku saat itu. Aku terus berlari mencarinya. Aku melihatnya. Dia sedang menyebrang jalan. Sementara itu ada mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

#BUKK!!!

Aku melihat di depan mataku. Jantungku berhenti berdetak. Namja yang di depanku tergeletak. Mobil itu kabur. Darahnya mengucur di jalan itu. Badanku seakan tak bisa bergerak. Aku dengan segera menghampirinya.

“ Chanyeol.. Park Chanyeol.. Bangun!!! PARK CHAN YEOL!!!!!!!”

“ Euun.. Byul… saranghae…”  katanya dengan suara rintih.

________________________

DI tangannya dia memegang sebuah pembatas buku. Aku mengambilnya.  Dia mengenggam tanganku dan dia mengatakan kembali ,” Sa..raang..hae…” lalu dia tak sadarkan diri.

________________________

Chanyeol di bawa kerumah sakit. Dia mengalami pendarahan serius. Dokter langsung menolongnya. Eun Byul menunggu kabar Chanyeol. Dia menangis. Dia takut chanyeol meninggalkan dia. Dia memandangi pembatas buku yang di pegang oleh nya. Dia ingat kata eommanya sebelum meninggal. Dia harus mencari orang pemilik pasangan pembatas buku nya itu. Eun Byul harus menjadi orang baik untuknya dan harus bersama. Kalau laki-laki, Haruslah jadi kekasih. Kalau perempuan harus jadi sahabat baik. Eun Byul tertunduk . Air matanya mulai meleleh. Dia takut kehilangan Chanyeol. Dia baru sadar bahwa orang yang di sukainya adalah Chanyeol. Waktu Chanyeol menyerahkan dia ke Baekhyun, Hatinya sangat sesak. Sebenarnya dia ingin menangis, tetapi dia menahannya.

________________________

@ Ruang UGD

Dokter dan Suster sibuk menolong Chanyeol yang tergeletak lemah. Suasana di dalam situ sangat tegang. Suster bekerja sangat keras. Tapi…

*TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT*

________________________

Park Eun Byul POV

Suasana saat itu sangat tenang. Hanya terdengar kicau Burung gereja. Di sebuah gereja. Di dalam gereja sudah di dekor begitu rupa. Semuanya berwarna putih. Karangan Bunga Lily menghiasi ruangan itu. Sangat terlihat indah. Kursi-kursi di gereja di hiasi oleh pita silver yang berkilau. Sungguh mengesankan. Senyuman manis terulas di bibirku. Hari itu aku membawa kumpulan bunga mawar putih di tanganku. Memakai baju putih terbaik yang pernah ku pakai. Lonceng gereja mulai berbunyi. Aku memasuki gereja. Dua pengapit di depanku menaburkan kelopak bunga mawar. Aku berjalan perlahan-lahan. Semua pengunjung melihatku dengan seulas senyuman. Dan yang membahagiakan lagi senyuman seorang namja jangkung memakai jas putih serta pita kupu-kupu berwarna putih. Ya.. Dia Chanyeol, Calon suamiku. Ini 5 tahun setelah kecelakaan yang terjadi padanya.

Author POV

#FLASH BACK

*TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT*

Dokter kaget mendengar itu. Dia langsung mengutus suster untuk menyetrum dadanya. Suster terus melakukan hal itu berkali-kali.

*Bip Bip Bip.. Bip Bip Bip*

Chanyeol POV

Dimana aku? Kenapa di sekitarku putih. Tak ada warna lain selain itu. Namun, tiba-tiba ada suara yang memanggilku. Dan aku kenal itu suara Eun Byul. Suara yeoja yang benar-benar ku cintai. Tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang datang padaku. Suara Eun Byul semakin dekat padaku. Aku berlari menembus cahaya itu. Aku terjaga dari komaku. Aku melihat Eun Byul memegang tanganku. Aku tersenyum. Aku mengangkat tanganku dan membelai pelan rambutnya. Lalu dia terbangun.

“ Chanyeol-ah.. Kau sudah bangun??!! Omooo!!! Terima kasih Tuhan!” katanya sambil memelukku dengan erat.

“ Eun byul.. Mengapa kau di sini? Bagaimana dengan Baekhyun?” kataku dengan pelan.

“ aku menolaknya. Aku memang menyukainya. Tetapi aku mencintaimu..” katanya sambil memelukku dengan erat.

Air mataku jatuh dari mataku. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.

“ Jeongmal Saranghae, Eun Byul-ah.” Bisikku di telinganya.

“ Nado Saranghae..” jawabnya.

Aku memegang lembut pipinya. Aku mendekatkan wajahku di depannya. Dengan perlahan aku mencium bibir manisnya itu. Dengan lembut dan penuh perasaan. Bunyi kicau burung membuat hari itu semakin indah.

                Setelah itu, kami menyelesaikan kuliah kami. Satu Tahun kita mencari pekerjaan. Aku mulai menabung untuknya dan ingin melamarnya.

________________________

#Present time

Park Eun Byul POV

Aku maju kedepan. Pendeta dan Chanyeol sudah menantiku. Aku berdiri disampingnya.

“ apakah kau saudari Park Eun Byul mau menajdi istri bagi Saudara Park Chanyeol dalam sakit maupun sehat, Miskin ataupun kaya, susah maupun senang?”

“ Ne..” jawabku dengan mantap.

“ Apakah kau saudara Park Chanyeol mau menjadi suami  bagi Park Eun Byul dalam sakit maupun sehat, Miskin ataupun kaya, susah maupun senang?”

“ Ne.. “ jawab Chanyeol dengan mantap.

Cincin berlian yang kami beli untuk cicin pernikahan kami mulai kami tukarkan. Dia menatapku seolah-olah diaberkata “Aku sangat bahagia memilikimu.” Setelah pertukaran cincinselesai tiba-tiba dia mengendongku.

“ Mianhae, Bapa pendeta. Kami pergi dulu sebentar.!!” Kata Chanyeol.

Semua orang meihat ke arah kami. Semua pada bersorak karena kelakuan Chanyeol yang benar-benar memalukan. Dia membawaku ke pantai di belakang gereja itu. Dia menurunkanku.

“ Ya!! Kau itu ngapain sih. Ini sangat memalukan tau..!!” omelku padanya. Tiba-tiba bibirnya mendarat lembut di bibirku.  Dia malah tersenyum polos

“ Saranghae, Chagiyaa..” katanya dengan senyumnya yang polos.

Aku meleleh… Tidak bisa berkata apa-apa. Inilah yang ku suka darinya. Dia selalu mengubah suasana hatiku menjadi baik. Aku langsung menciumnya tanpa ragu-ragu. Dia tampak kaget. Karena, ini pertama kalinya aku mencium nya duluan.

“ Nado Saranghae, Chagiyaa…” balasku padanya.

END

18 pemikiran pada “Flower in Brown Diary

  1. Bagus thor!!
    tapi kenapa ya aku sering banget baca ff pasti baekhyun selalu aja ga dapet cewenya huhu
    Kasian baekhyun sama aku aja deh #plakk
    ffnya romantis banget thor!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s