Careless and Mindless (Chapter 5)

Author             : @Tanti_ChoQorry / TantikKyuHee

Main cast         : Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Song Jiyoo (OC), Song Sheina (OC)

Genre              : Romance, friendship, little angst, AU, school life.

Length             : Chaptered

Disclaimer       : plot, story, EXO and Song Jiyoo is mine, Sehun, Baekhyun and Chanyeol belongs to themselves, their parents and God.

Warning          : Typo bertebaran !!

 

Happy reading ~~

Sebulan berlalu semenjak Jiyoo keluar dari rumahnya dan tinggal di rumah Sehun dan ibunya. Kondisi Jiyoo semakin memburuk, meskipun gadis itu sudah melakukan terapi dan juga cuci darah seminggu sekali, tapi dokter mengatakan kalau Jiyoo hanya bisa sembuh total jika gadis itu menerima donor satu ginjal yang cocok dengannya.

Sehun menatap Jiyoo yang sedang menundukan wajahnya, tangannya bergerak lincah menggerakan pensilnya, mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat dalam buku tebal di depannya.

Tanpa sadar tangan Sehun meraih tangan mungil Jiyoo hingga membuat Jiyoo mendongak kearahnya, menemukan sesosok pria yang sedang menatapnya sendu. Entah apa yang sebenarnya tergambar dalam ekspresi Sehun, jiyoo juga tidak tahu ia hanya bisa mengira-ngira kalau pria itu menatapnya dengan tatapan sayang dan…. Iba.

“Istirahat ya. ini sudah larut,” Sehun tersenyum, meraih tangan mungil itu dan meletakannya di pipinya.

Jiyoo balas tersenyum, ia tidak tahu sejak kapan mantan sahabatnya ini menjadi orang yang lembut dan romantic serta perhatian seperti ini, tapi ia menyukainya.

“Sebentar lagi ujian Negara Hun-ah, aku tidak bisa bersantai-santai saja,”

“Tapi, kau sedang dalam kondisi tidak baik Yoo~ pikirkan kondisimu saja,”

Jiyoo menggeleng, ia melepaskan tangannya yang di genggam Sehun dan mengambil kembali pensil yang tadi ia lepaskan. Tangan  mungil itu kembali menari indah di atas bukunya.

“Setidaknya aku masih ingat harapan orang tuaku yang ingin kalau anaknya menjadi pemegang 10 besar di ujian Negara. Setidaknya mungkin itu hal terakhir yang bisa kulakukan untuk mereka,”

Sehun tertegun mendengar ucapan gadisnya. Sehun berpikir terbuat dari apa hati gadisnya itu? mungkin sama dengan kebanyakan orang, tapi hati gadisnya terlalu istimewa. Sehun yakin 100% kalau ia yang berada di posisi Jiyoo, ia mungkin tidak akan pernah mau mengingat lagi orang tua yang sudah membuangnya seperti itu. sehun merasa berterimakasih karena dianugerahi orang tua yang sayang dan pengertian padanya meskipun sekarang hanya tinggal ibunya saja yang berada disampingnya.

“Yoo~,” jiyoo mendongak lagi untuk menatap Sehun tapi,….

“Kyaaaa Oh Sehun, apa yang kau lakukan !!” Sehun mengangkat tubuh Jiyoo ala bride style membuat jiyoo kaget dan langsung meronta minta di lepaskan, tapi Sehun hanya tersenyum dan berjalan tenang sambil menggendong Jiyoo ke kamar Jiyoo.

“Tidur ya Yoo~ “ Sehun membaringkan Jiyoo di ranjang ungunya lalu menutupi tubuh Jiyoo dengan selimut.

Jiyoo bangkit lagi, tapi Sehun segera mendorongnya dengan lembut untuk tetap terbaring. “Untuk kali ini turuti permintaanku oke?” ucap Sehun dan Jiyoo hanya mengangguk akan sangat melelahkan jika memilih melawan Sehun yang jiyoo tahu anak itu tipe pria keras kepala dan tidak mau kalah, jadi Jiyoo lebih memilih menurutinya.

“Mimpikan aku ya~” Sehun mengecup bibir Jiyoo cepat dan berlari begitu saja saat mendengar Jiyoo meneriakinya.

 

___ ____

Seorang gadis terlihat sedang berdiri di belakang sebuah pilar yang berada tak jauh dari kelas Jiyoo, entah apa yang gadis itu lakukan disana.

Wajahnya Nampak gelisah, seakan menunggu-nunggu sesuatu yang membuat hidupnya terganggu.

Gadis itu nampak terkejut saat melihat orang yang ingin ditemuinya melintas di depannya. Ia ingin memanggilnya, tapi ia urungkan. Jiyoo, orang yang dicari gadis itu berjalan bersama Sehun dan Chanyeol. Gadis itu tidak punya keberanian cukup jika ada orang lain yang mengawal kakaknya.

Tapi entah takdir apa yang diperuntukan untuk gadis itu, saat ia keluar dari persembunyiannya dari balik pilar itu. jiyoo melihatnya dari cermin yang kebetulan ada di depannya. Chanyeol dan Sehun sedang sibuk mengobrol dan tidak terlalu memperhatikan apa yang Jiyoo lihat.

Dua pasang mata itu beradu lewat bayangan cermin, jiyoo menatap gadis yang tak pernah lagi dilihatnya selama satu setengah bulan ini dengan tatapan datar dan sedikit muak, lain halnya dengan Sheina yang menatapnya dengan takut dan perasaan gelisah menghampiri dirinya.

“Ada apa?” ucap Sehun saat melihat Jiyoo hanya terdiam sambil menatap kosong cermin di hadapannya.

Jiyoo menggeleng dan menarik tangan Sehun “Aniya. Kajja !!”

 

____ ____

“Bi-bisakah kita bicara Jiyoo-a,” Sheina memegang lengan Jiyoo yang baru saja keluar dari toilet.

Jiyoo menatapnya sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah lain. Terlalu sakit baginya melihat anggota keluarganya lagi, terlebih adiknya yang ia anggap sebagai akar dari permasalahan yang terjadi padanya.

“Bicara saja !” ucap Jiyoo lalu berjalan menuju sebuah kursi yang terletak di depan sebuah kelas. Bukan apa-apa ia memilih tempat itu, tapi mendadak jiyoo merasakan tubuhnya kembali melemas dan ia ingin duduk.

“A-aku, emm…. Kau tidak akan mengatakan hal yang sebenarnya kan pada eomma?! Kumohon Jiyoo-a, aku tidak mau mereka membenciku. Aku tidak mau mereka mengusirku !! aku tidak mau…”

“Kau egois,” potong Jiyoo datar, ia ingin sekali menangisi dirinya sendiri yang tak bisa mendidik adiknya hingga menjadi gadis egois seperti itu.

Ia sempat berharap adiknya mengajaknya bicara dan meminta maaf padanya, tapi apa yang Jiyoo dapat?

Adiknya malah menyuruhnya untuk tutup mulut demi melindungi dirinya sendiri dan mengorbankan Jiyoo.

Jiyoo bangkit dari duduknya dan menepuk pelan roknya, “kau tenang saja. Aku tidak akan mengatakan apapun. Mungkin lebih tepatnya tidak akan sempat. Sepertinya aku akan pergi kea lam yang lebih baik daripada di dunia ini,” ucap Jiyoo dan melenggang dari tempat itu meniggalkan Sheina yang terpaku dan berdiri membeku disana.

Jiyoo meneteskan airmatanya, rasanya sakit sekali. Melihat anggota keluargamu sendiri memperlakukanmu bagaikan orang asing yang tidak akan terlalu dihiraukan, bagaikan pembantu yang dengan gampangnya disuruh-suruh dan juga bagaikan patung yang tidak bisa melakukan apapun.

_ _ _ _ _ _ _ _

“Yoo~ suapi aku,” Sehun menarik-narik lengan baju Jiyoo dan menatap Jiyoo dengan puppy eyesnya. Jiyoo ingin sekali tertawa, terlebih melihat usaha Sehun untuk membulatkan matanya yang sipit itu.

“Ini rasanya tawar sekali Sehun-nie. Kau kan tidak suka makanan tanpa rasa,”

“Ayolah. Sekali saja. Setiap kali melihatmu memakannya, kau seperti menikmatinya dan aku juga ingin mencoba,”

Jiyoo tersenyum lalu mengambil rotinya yang berada di kotak bekalnya dan menyodorkannya ke mulut sehun.

Jiyoo hampir tertawa meledak-ledak saat melihat ekspresi Sehun yang sedang mengunyah roti tawarnya dengan setengah hati.

“Bukankah sudah kubilang kalau kau tidak akan menyukainya? Eoh,” Jiyoo menyodorkan segelas air kepada Sehun.

Sehun menerima gelas berisi air itu tapi tidak meminumnya, ia memilih menatap gadisnya yang sedang tersenyum itu.

“Wae? Kenapa melihatku seperti itu?”

“Aku beruntung karena akulah yang kau pilih sebagai pendamping mu,”

“Nado…”

Keduanya saling menatap dan tersenyum hingga sebuah suara berat mengganggu keduanya.

“Eiiiyyyy… pasangan baru ini benar-benar membuatku iri”. Dengus chanyeol yang diikuti anggukan dari Baekhyun.

“Aissshhh kalian mengganggu saja. Pergi sana !” usir Sehun yang sama sekali tidak digubris oleh BaekYeol.

 

_ _ _ _ _ _ _ _ _

 

“AKU BEBAS !!! “ teriak Baekhyun menggema saat dia dan juga Sehun serta Jiyoo keluar dari kelas mereka.

“Aku tidak menyangka kita sudah melewati ujian Negara. Rasanya aku senang sekali,” ucap baekhyun lagi.

“Mana Chanyeol?” Tanya Jiyoo.

“Dia belum keluar. Sepertinya sebentar lagi… eo.. Chanyeol-ah ,“ baekhyun melambai-lambaikan tangannya pada seorang pria tinggi yang baru saja keluar dari ruangan di sebelah kelasnya.

Chanyeol balas melambai dan menghampiri mereka bertiga dengan senyum cerah menghiasi wajah imutnya.

“Kita sudah melewati yang tersusah disaat-saat berada di sekolah menengah,” ucapnya dan diikuti oleh anggukan Sehun.

“Tapi kita akan dihadapkan pada masalah yang lebih Susah dan juga rumit,” balas Sehun. “Benar kan YOO~~ JIYOO-a !!” sehun menoleh dan bermaksud menanyakan pendapat jiyoo tentang ucapannya, tapi ia malah melihat gadis itu yang terjengklang kebelakang dan tak sadarkan diri.

“Jiyoo-a !! ada apa denganmu !!” baekhyun berteriak-teriak sambil berusaha menyangga tubuh Jiyoo sebelum Sehun mengambil alih dari tangannya.

“Aku akan membawanya ke rumah sakit !” Sehun berkata panic dan hendak berlari dari koridor, tapi Chanyeol menahan lengannya “Kami ikut !”

Jika bukan karena janjinya kepada Jiyoo untuk meneyembunyikan penyakitnya, mungkin ia akan mengiakan permintaan kedua temannya itu, tapi tidak !! ia sudah berjanji.

“Tidak usah ! nanti kukabari secepatnya !!” lalu Sehun berlari begitu saja meniggalkan Baekhyun dan Chanyeol yang berdiri tak tenang di tempatnya.

“Baekhyun-a,,”

“Chanyeol-a..” ucap keduanya berbarengan.

“HUWAAAA… Jiyoo-a…..” keduanya saling merangkul dan menitikan air mata, tak peduli dengan image ulzzang mereka dan juga tatapan heran dari hobae-hoobaenya yang melihat kelakuan ajaib mereka.

Dari kejauhan, terlihat seorang gadis yang sedang menutup mulutnya untuk menyembunyikan kekagetannya melihat seorang gadis lain yang tiba-tiba ambruk begitu saja.

Tanpa sadar airmatanya mengalir seiring dengan perasaan gelisah yang makin menghantuinya, gadis itu Song Sheina, dia terlalu pengecut untuk mengakui semua kesalahannya.

_ __________________-

Sehun mengusap dahi Jiyoo yang mengeluarkan keringat dingin, mungkin karena sentuhan Sehun membuat Jiyoo terbangun dari pingsannya.

“Sehun-ah…” ujarnya lirih.

Sehun menatap Jiyoo dan mengambil tangan Jiyoo seraya meremasnya lembut, “kau baik-baik saja? Eomma akan kesini tak lama lagi. Ia mengkhawatirkamu,”

Dengan perlahan Jiyoo mengulurkan tangannya mengelus lembut pipi Sehun, membuat Sehun harus sedikit membungkuk agar wajahnya bisa di gapai oleh tangan lemah gadisnya.

“Gomawo….” Ucapnya dan air mata itu tumpah begitu saja membasahi pipi pucatnya.

Sehun tak tahan lagi, ia memeluk gadisnya. Menempatkan kepala gadis itu di dadanya mencoba memberikan sebuah kehangatan.

“Sehun-ah, maafkan aku,”

“Kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun padaku, ingat?” Sehun mengelus rambut panjang Jiyoo penuh kasih.

“Tidak. Aku melakukannya.”

“Kalau begitu kesalahan apa yang kau buat Yoo~”Sehun menjauhkan sedikit tubuhnya demi menatap mata gadisnya itu.

“Karena aku tidak bisa seperti pemeran utama dalam sebuah drama. Normalnya, saat di drama saat seorang gadis berada di posisiku. Mereka akan menyuruh pasangannya untuk meninggalkannya demi mendapat kebahagian yang layak karena sang gadis berpikir jika pasangannya hidup dengannya, maka si gadis akan merasa sangat merepotkan pasangannya. Maaf aku tidak bisa seperti itu,” ucapnya. Jiyoo menghela nafas sejenak “Maaf jika aku egois dan tetap meninginkanmu berada disisiku. Maaf karena aku tidak bisa seperti si gadis pemeran utama dalam sebuah drama, maaf karena aku….”

Sehun menghentikan ucapan Jiyoo dengan sebuah ciuman manis dibibir Jiyoo, Jiyoo menutup matanya sejenak karena tak lama ia merasakan pipinya basah. Bukan, bukan airmatanya..

Ia membuka matanya masih dengan posisi Sehun yang mencium bibirnya. Ia melihat kekasihnya itu menangis, entah sudah kesekian kalinya Jiyoo merasa kalau ia membuat pria polos dan ceria itu menjadi pria yang sering sekali mengeluarkan air mata karenanya.

“Kalaupun kau menyuruhku meninggalkanmu. Sumpah demi apapun aku tidak akan melakukannya Yoo~” Sehun mengalihkan bibirnya dan mengecup pipi Jiyoo lembut.

“Tidak akan pernah.”

Ekhemmm….

Keduanya tergelak saat mendengar suara deheman dari seseorang. Dokter Suho.

Jiyoo tersenyum saat melihat wajah Sehun yang memerah karena malu. Pasalnya dokter Suho tidak datang sendirian, ia datang bersama nyonya Oh.

“Kami mengganggu ya? nanti kalian bisa lanjutkan lagi,” canda nyonya Oh yang membuat muka Jiyoo memerah dan Sehun hanya bisa menggaruk-garuk pipinya yang tak gatal.

“Jiyoo-a maaf aku harus mengatakan ini padamu, tapi penyakitmu semakin bertambah parah. Cuci darah hanya bisa sedikit meringankan dan seperti kataku sebelumnya kalau sebaiknya kita melakukan pencangkokan ginjal,” ucap Dokter Suho.

Nyonya Oh sedikit menggeser posisi Sehun yang tadi berada di samping Jiyoo dan memeluk kekasih anaknya itu sayang.

“Tidak apa,. Kami akan mengusahakan mencari…”

“Aniyo ahjuma, aku sudah sering sekali merepotkanmu, Sehun dan juga dokter. Aku takut tidak bisa membalas budi kalian,”

“Sssttt… kau bukan orang lain jiyoo-a. kau sudah kuanggap anakku sendiri, terlebih kau adalah kekasih anakku, jadi jangan pikirkan balas budi atau apapun itu.”

Jiyoo menitikan lagi air matanya, kasih sayang nyonya Oh padanya benar-benar membuatnya terharu.

“Masih ada waktu. Kau akan baik-baik saja,” nyonya Oh kembali memeluk Jiyoo.

Brakkkk

Pintu ruangan itu menjeblak terbuka dan menampakan dua orang yang sedang menatap jiyoo dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kenapa kau tidak mengatakan kepada kami kalau kau sakit?” ucap salah satu dari dua orang itu yang membuat Jiyoo menundukan kepalanya dalam.

___TBC____

Hayoooo yang diakhir siapa tuh yang ngomong ya? coba tebak….*author minta digeplak*

Pertama makasih buat admin yang udah berbaik hati ngepost tulisan abal-abal saya. Kedua buat readers-nim yang sudah berbaik hati memberikan komentar dan saran untuk kemajuan ff ini. Ketiga terimakasih untuk Laras_MoonHee yang entah kenapa saya ingin saja mengucap terimakasih padanya *plakk

Terimakasih semuanya. Maaf kalau ffnya pendek bgt ya. untuk yang nunggu Only You, mungkin next chapt agak lama saya publish mianhae.

Sorry for typo…

Akhir kata terimakasih dari saya dan maaf……*dadah bareng HunhanKaiKyu*

82 pemikiran pada “Careless and Mindless (Chapter 5)

  1. pasti itu baekyeol..kasian jiyoo..menderita bgt..
    Chingu ff ini g da lanjutannya y? Pdhl udh 1 tahun..sayang bgt pdhl ff ini bagus bgt n menyentuh..feelnya jg dpt..

Tinggalkan Balasan ke Earthlings Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s