Order A Cute Maid (Chapter 1)

Author: Nisha_gaem407

Main Cast: Park Chanyeol & (…………..)

Genre: Romance / Friendship / School Life

Lenght: Chapter

AN: Hehehe… Kayaknya banyak banget yang milih BaekYeol couple yah… Di chapter ini, siapa yang jadi couple Chanyeol mulai bisa ditebak dengan pasti~… Ok! Selamat menebak ^^ Hohoho

Warning: YAOI!

_______________________________________

“Park Chanyeol!” Chanyeol menoleh ke belakang dimana sumber suara yang memanggil namanya berada dan mendapati sahabatnya –Kai sedang berlari ke arahnya.

Kai langsung saja merangkul pundak Chanyeol begitu ia mencapai sahabatnya yang telah berhenti berjalan dan menatapnya dengan wajah bosan. Mereka sama sekali tak sadar dengan tatapan terpesona para gadis yang terus mengikuti kemana arah mereka berjalan.

“Wajahmu kusut sekali Park Chanyeol. Ada apa denganmu eoh?” Tak biasanya Kai melihat sahabatnya yang satu itu berwajah kusut seperti sekarang ini. Biasanya ia akan memasang wajah se-cool mungkin untuk membuat para gadis di sekelilingnya menoleh. Walaupun tak perlu melakukannya, karena wajah dan penampilannya memang akan menarik perhatian para gadis, bahkan sekusut apapun itu.

“Orangtuaku akan datang.” Kai terkekeh kecil dan membuatnya sukses mendapatkan death glare dari Chanyeol.

Pantas saja wajahnya begitu kusut. Kai tahu, jika orangtua Chanyeol pulang, lelaki itu tak akan bisa bermain-main dengan para gadisnya, dan itu sama saja neraka bagi Chanyeol.

“Berapa hari memangnya?”

“Seminggu dan mereka akan datang malam ini!”

“Seminggu? Biasanya juga sebulan sekali. Pantas saja kau terlihat stress seperti ini.”

Setelah itu percakapan berlanjut membahas tentang gadis-gadis yang menjadi ‘mainan’ mereka hari kemarin, berlomba-lomba siapa yang mendapatkan gadis yang lebih sempurna dan dalam jangka waktu berapa lama mereka ‘bermain’. Mereka berdua cukup aneh sebenarnya, siapa yang bermain dengan waktu yang lebih singkat, itulah yang menjadi pemenang dan yang kalah harus rela untuk memberikan target gadis yang akan diincar selanjutnya.

***

Bisa terlihat para siswa –terutama gadis, memenuhi sisi lapangan basket  indoor Hyundai High School, meneriakkan nama para pemain yang tengah berusaha merebut sang bola bundar berwarna oranye. Mungkin jika orang-orang yang tak tahu melihat pertandingan ini, semua dari mereka akan mengira ini adalah sebuah turnamen antar sekolah, tapi kenyataanya pertandingan yang sedang berlangsung itu hanyalah latihan biasa saja.

Jadi, untuk apa mereka semua berkumpul hanya untuk melihat latihan club basket ini? Jawabannya sangat mudah, tentu saja karena ada dua kingka sekolah di dalamnya.

Siapa coba yang tak mau melihat betapa coolnya kedua orang itu bermain menggiring dan mendrible bola, apalagi ketika salah satu dari mereka memfokuskan diri untuk menembakkan sang bola tepat ke mulut ring.

“KYA!!! CHANYEOL!! KAI!!”

“CHANYEOL HWAITING!!!

“KAI, BERJUANG UNTUKKU!”

Begitulah rata-rata teriakkan yang terdengar. Sedangkan yang disebut namanya hanya memutar mata bosan, yah…lebih tepatnya hanya Chanyeol, karena Kai akan membalas teriakan para gadis dengan senyum manis atau seringaiannya yang pernah sukses membuat beberapa siswi jatuh pingsan.

Dengan satu shoot dari Chanyeol, permainan setelah itu berakhir diiringi suara tiupan dari peliut sang pelatih.

“Cukup untuk latihan hari ini! Sampai bertemu tiga hari lagi anak-anak.”

“Ne seonsaengnim.”

Para pemain langsung saja menuju pinggir lapangan, beristirahat. Para penonton? Mereka hanya bisa berkelu kesah dan bubar, tak bisa lagi melihat permainan dari idola sekolah.

“Ini untukmu.” Kai melemparkan sebuah botol air mineral kepada Chanyeol yang tentu saja ditangkapnya dengan sempurna. Ia menggumamkan terimakasih pada Kai lalu segera meminum airnya sampai botol itu tandas tak berisi.

“Sepertinya kau benar-benar kehausan kapten.” Perkataan dari salah seorang tim mereka, Sehun, membuat Kai terkikik kecil, sedangkan Chanyeol tak ambil pusing. Ia yang sebelumnya berdiri, kini mengambil tempat duduk di samping teman-temannya.

“Hey… Kalian tahu tentang situs LV Maid?” Kim Minseok, salah satu dari mereka angkat bicara.

LV Maid?” Semua menatapnya tak mengerti.

“Aku pernah mendengarnya. Itu salah satu situs terkenal Korea Selatan bukan? Um..maksudku terkenal di kalangan pria.”

“Hanya Suho yang tahu tentang ini?” Minseok menatap yang lainnya tak percaya. Bisa-bisanya anak sepolos Suho yang mengetahui tentang situs itu?! Sedangkan teman-temannyanya yang bisa dikatakan cukup ‘liar’ tak mengetahuinya.

“Ck… Baiklah, aku akan menjelaskannya.”

Semua diam dan mendekat, kecuali Chanyeol yang berpura-pura tak ambil pusing dengan apa yang akan dijelaskan oleh Minseok.

“Seperti yang dikatakan Suho sebelumnya, LV Maid adalah sebuah situs terkenal Korea Selatan. LV Maid satu-satunya situs yang menyediakan pembantu online.”

“Pembantu?”

“Ya, pembantu. Pembantu yang dimaksud disini bukan wanita paruh baya seperti biasanya, tapi gadis-gadis cantik, sexy, dan cute disaat yang bersamaan.”

Sepertinya Chanyeol mulai tertarik ke arah pembicaraan ini ketika telinganya menangkap kata ‘gadis-gadis cantik’ yang baru saja disebutkan oleh Minseok.

“Sayangnya jika memesan, kau tak bisa memilih dengan bebas gadis mana yang kau inginkan. Kau hanya perlu mendaftarkan dirimu dan membayar mereka, setelah itu pembantu cantik itu akan tiba di depan pintu rumahmu setelah dua hari dari proses transaksi.  ”

“Tak boleh memilih? Cih… Padahal awalnya aku tertarik.”

“Tenang saja Kris. Gadis-gadis itu terjamin bisa membuatmu terpukau seperti orang bodoh kurang lebih lima menit.”

“Kau memesannya Minseok-ah?”

“Aku tak akan diizinkan oleh ayahku Kim Jongdae! Tapi aku pernah melihatnya karena pamanku adalah satu dari berjuta-juta orang yang memesan.”

Kai melirik Chanyeol yang ternyata juga sedang melihat ke arahnya. Sepertinya isi pikiran mereka sama, karena detik berikutnya salah satu ujung bibi merek aterangkat membentuk sebuah seringaian.

Sepertinya boleh dicoba.

***

“Kau ingin memesannya?” Kai bertanya dari sudut ruangan,tempat dimana ia duduk di atas sofa empuk berwarna putih.

Ya, setelah pulang latihan, sudah menjadi kebiasaan rutin bagi Kai untuk singgah di rumah Chanyeol. Entah itu untuk mandi, main PSP, atau menghamburkan berbagai jenis game milik Chanyeol.

“Yeah… Tapi setelah ayah dan ibuku pergi.”

Kai memasang tampang kasihan pada Chanyeol, yang menyebabkan bantal mendarat pada wajah lelaki itu.

“Cih! Awas saja kau Kim Jong-,”

DRRT…DRRT…

Chanyeol akan segera mendaratkan bantal kedua pada wajah Kai kalau saja handphonenya tidak berbunyi. Kai bersumpah, siapapun yang menelepon dan dimanapun orang tiu berada, semoga Tuhan memberkatinya.

Eomma?” Chanyeol mengernyit heran begitu membaca tulisan ‘eomma’ sebagai id-caller pada layar handphone miliknya.

“Ada apa?” Dengan malas-malasan Chanyeol bertanya kepada ibunya di seberang sanam tentu saja setelah memencet tombol hijau untuk menerima panggilan.

Maaf Channie, eomma dan appa ada keperluan mendadak. Mungkin, kami tak akan bisa datang sampai bulan depan.

Kedua sudut bibir Chanyeol terangkat, tersenyum. Tapi ia berusaha untuk mengontrol dirinya gar jangan dulu melompat kegirangan sebelum sang ibu memutuskan teleponnya, “Benarkah? Padahal aku ingin bertemu eomma dan appa secepatnya.” Nada sesedih mungkin coba dikeluarannya.

Ya sudah. Jaga dirimu baik-baik hm?

“Ya eomma.”

KLIK

“Ada apa?” Kai langsung melompat seperti singa lapar ke sisi Chanyeol, ingin tahu apa yang dibicarakan oleh anak dan ibu keluarga Park itu.

“Ibuku…..”

“Ya?”

“Dan ayahku….”

“Mereka kenapa?!” Ok! Kai benar-benar tak sabaran menunggu penjelasan sepenuhnya dari Chanyeol, dan sahabatnya itu kelihatannya sengaja menggantungkan kata-katanya.

“MEREKA TAK AKAN PULANG BULAN INI!”

“YEAH!!!!!!”

Dan detik berikutnya terdengar suara ribut-ribut kegirangan dari balik pintu jati coklat yang bertuliskan ‘Chanyeol’ di bagian atas tengahnya.

***

Seseorang yang tinggi dengan pakaian semi formal di tambah dengan kacamata hitam terlihat berdiri di depan seorang lelaki muda yang memilik tinggi sekitar 20 cm di bawahnya. Ruangan berpenerangan redup dan sempit itu –tempat mereka berada sekarang ,membuat suasana semakin mencekam di antara keduanya

Ia menyodorkan sebuah kertas putih yang entah bertuliskan apa di atasnya dengan sebuah pulpen.

“Jika kau setuju, tanda tangani perjanjian ini.”

Lelaki yang lebih kecil awalnya terlihat ragu, tapi akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kertas yang disodorkan padanya.

Ia tak langsung menuruti apa yang di perintahkan lelaki bertubuh besar di hadapannya, tapi malah menatap lama kertas itu dengan pandangan redupnya.

Haruskah aku melakukannya?

“Cepatlah! Masih banyak urusan lain yang harus kulakukan, bukan hanya menungguimu berpikir seperti orang bodoh!”

“Y-ya.”

Dengan satu tarikan nafas dalam, ia melakukannya – menandatangani perjanjian yang entah akan membawa ketentraman atau malah kesialan bagi hidupnya.

To Be Continue

_______________________________________

Annyeong~~~

Udah bisa nebak kah????~~ ^^ *kedipin mata*

Mian yah chapter pertama pendek banget… demi kelangsungan cerita soalnya~~ Hahaha #PLAK

Akhir kata….

.

.

Comment = Love

Iklan

76 pemikiran pada “Order A Cute Maid (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s