Guardian Angel (Chapter 2)

AUTHOR : @sayaBiba

Genre : romance/ hurt

a/n : mengenai typos yang beredar (paan sih) maafkan saya. soalnya castnya Sehun itu aslinya Kai, tapi katanya temenku kurang brengsek dan lebih pantes Sehun *digorok sehun* makanya aku ganti. maaf ya, itu bagian sumpah nggak kelihatan.

seperti biasa, yang habis baca ini WAJIB KOMENTAR. kalo nggak, saya sumpahin pantatnya ada di kepala pas bangun tidur entar 😀

ff ini pantes dilanjutin atau berhenti di tengah tol. kemungkinanan ff ini bakal dilanjut setelah saya UAS (twergantung respon kalian sih kaya gimana sama ff ini), do’ain saya ya? maklum masih anak SMP.

sekali lagi, maaf soal typos laknat itu, maklum author abal.

sok atuh dibaca (padahal saya bukan orang sunda)

____________________________________

~Guardian Angel~

Awalnya memang sangat manis. Namun pada akhirnya pahitlah yang harus kutelan.

~

(yoonjin pov)

Hari ini terasa begitu berat saat aku mengingat kejadian kemarin. Saat Sehun bercumbu dengan Victoria.

Argh! Sudahlah Yoonjin, tak ada gunanya kau mengingat hal yang menyakiti batinmu!

“Yoonjin-ah?”

“ah, ada apa Chanyeol-ah?”

“apa kau yakin kau tidak apa-apa? Kau pucat.” kata Chanyeol khawatir. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum, terkesan ambigu memang.

Saat pelajaran ini aku tidak dapat berkonsentrasi secara penuh. Kepalaku pusing. Sesekali aku mengerjapkan mata, sekedar untuk mengembalikan konsentrasiku. Namun semua sia-sia. Konsentrasiku tetap tak terkumpul.

Sampai akhirnya aku terbatuk beberapa kali. Sendi-sendiku terasa nyeri, “Chanyeol-ah, aku tidak kuat.”

kurasakan badanku menghantam lantai kelas. Dingin. Secara perlahan mataku terasa berat, kemudian aku tidak kuat menahan kantuk.

~

“Yoonjin-ah? Kau sudah bangun?” tanya Chanyeol yang ternyata duduk di samping ranjang.

“aku, kenapa ada di UKS?”

“kau pingsan, apa kau tidak sarapan eoh?”

aku menggeleng lemah, kepalaku masih pusing. Rasanya ingin muntah.

“baiklah, tunggu di sini. Aku akan membelikanmu makanan. Hanya sebentar.” kemudian Chanyeol keluar dari UKS. Sekarang aku sendirian.

Apa aku terlalu keras berpikir ya sampai aku lupa untuk makan. Terakhir kali aku makan kemarin pagi.

Terdengar suara pintu UKS terbuka, “Chanyeol-ah?”

“bukan, ini aku. Sehun.”

seketika senyumku lenyap. Untuk apa dia kemari? Menyobek luka yang baru saja ia berikan padaku?

“pergilah! Aku sedang tidak ingin melihatmu.” ucapku lantas mengalihkan pandanganku ke arah lain.

“Yoonjin-ah, aku hanya ingin menanyakan keadaanmu. Dan ingin menjelaskan semuanya.”

“apa aku tidak salah Sehun-ah? Sejak kapan kau menjadi perduli padaku? Bahkan saat kita masih berpacaran kau tak pernah seperduli ini padaku. Dan masalah itu tak perlu dijelaskan lagi Sehun-ah. Semuanya terlalu jelas untuk kumengerti. Jadi, untuk apa lagi kau masih disini?” kataku dengan nada ketus, sebenarnya ini bukanlah aku yang sebenarnya. Sejujurnya aku tak bisa menjadi si jahat dalam suatu cerita. Tapi untuk mempertahankan hatiku, aku harus menjadi si jahat. Meskipun peran itu sulit untuk kujalani.

“kumohon, dengarkan aku.”

“PERGI!!! Aku sedang tidak ingin marah dengan keadaanku yang seperti ini.”

tiba-tiba Chanyeol datang membawa beberapa bungkus roti isi dan satu kotak susu. Seketika raut wajah Chanyeol yang awalnya ceria, berubah menjadi penuh amarah saat melihat Sehun disini. “keluar!” ucap Chanyeol dengan nada datar namun sangat mengintimidasi.

“kubilang kau keluar!” ulang Chanyeol lagi. Kali ini lebih tegas.

Chanyeol tahu semua tentang masalahku dengan Sehun. Kemarin aku sempat sesengguhan saat menceritakan kembali apa yang aku lihat.

“kumohon, berikan aku kesempatan Yoonjin-ah.” kata Sehun memelas.

“KELUAR!!! Apa kau tuli Oh Sehun?!!” kemudian Chanyeol menarik paksa Sehun agar keluar dari UKS.

Setelah itu ia menghampiriku dengan wajah cemas. “kau tidak apa-apa?” tanyanya.

“aku gadis kuat, Chanyeol-ah. Terima kasih ya?” kataku kemudian tersenyum.

“maafkan aku, hanya ini yang bisa kulakukan. Aku memang sahabat yang tidak berguna.”

“tidak, kau sahabatku yang paling kusayangi. Semua ini lebih dari cukup Chanyeol-ah.”

~

saat pulang sekolah aku memutuskan untuk pulang dengan Chanyeol naik bus. Saat menuju halte bus, sempat aku melihat Sehun berjalan beriringan dengan Victoria dengan raut wajah bahagia.

Hanya satu kata yang dapat mendeskripsikan mu, Oh Sehun. Munafik!!!

“ayo naik, Yoonjin-ah!” kata Chanyeol menyuruhku untuk menaiki bus yang sudah datang.

Saat di dalam bus, kami sempat mencari-cari tempat. Meskipun keadaannya sepi, namun kami tetap bingung.

“Mwo?!! Hyung!! Joomyun-hyung kan? Aku tak salah lihat kan?” teriak Chanyeol saat melihat seseorang, aku tidak melihatnya begitu jelas.

“Chanyeol-ah?” terdengar suara lawan bicaranya.

Iapun menarikku untuk mengikutinya. “apa kabar, hyung?” kata Chanyeol terdengar ramah.

“baik, siapa dia? kurasa aku pernah melihatnya.”

“oh, dia? Dia Baek Yoonjin. Sahabatku…”

“mwo?”

pandanganku kemudian terarah kepada lawan bicara Chanyeol. Dia kan pria yang tempo hari mengenakan earphone putih sok akrab di bus kan? Kenapa dia kenal Chanyeol.

“kau kan?”

“bertemu lagi ya, Baek Yoonjin.” kata anak laki-laki itu.

“oh, kalian sudah kenal rupanya.” saat  Chanyeol mengatakan itu, wajahnya seperti tanpa dosa saja. Sebenarnya dia ini abnormal atau apa sih?

“tidak kok, kami hanya pernah bertemu beberapa kali.” jelas anak laki-laki itu. Aku lupa namanya siapa.

“kau kan anak laki-laki yang sok kenal dan menyebalkan tempo hari di bus kan? Sialnya aku! Kenapa aku bisa bertemu denganmu coba?”

“hey! Aku punya nama nona. Aku Kim Joonmyun.”

“baiklah. Chanyeol-ah, sebenarnya dia siapa sih?” tanyaku dengan nada kesal.

“oh, dia sepupuku. Beberapa hari yang lalu dia pulang dari Jepang. Sekarang dia tinggal di rumahku. Dan besok dia akan jadi siswa baru di sekolah kita. kita nanti sekelas lho.”

oh! Bagus! Orang menyebalkan ini akan satu sekolah denganku. Dosa apa yang kuperbuat Ya Tuhan?

(yoonjin pov end)

~

Entah hari ini hari sial atau apa bagi Yoonjin. Ia harus menerima kenyataan bahwa Kim Joonmyun, orang yang menurutnya paling menyebalkan di dunia harus menjadi teman sekelasnya yang baru dan kenyataan terburuknya adalah, kenapa dia sepupu dari sahabatnya?

“jangan menatapku seperti itu!” ucap Yoonjin ketus saat merasa ia merasa dilirik oleh Joonmyun. “ssst… Yoonjin-ah, dia memang begitu, sedikit menyebalkan memang. Tapi jika kau sudah mengenalnya, dia akan menjadi orang yang terlalu baik. dia bahkan seperti malaikat” kata Chanyeol berusaha membela sepupu tersayangnya.

Bukannya merasa kagum dengan perkataan Chanyeol barusan, Yoonjin malah ingin muntah sekarang.

~

“boleh aku bergabung?” tanya Joonmyun kepada Chanyeol dan Yoonjin.

“Oh! Tentu, hyung!” kata Chanyeol dengan girang tanpa melihat reaksi Yoonjin saat itu.

“ish!” Yoonjin hanya mendengus kesal saat melihat kelakuan sahabatnya yang semakin hari semakin abnormal.

“oh ya, ada yang mau kutanyakan padamu, Chanyeol-ah.” kata Yoonjin tiba-tiba.

“apa?” ucap Chanyeol

“kenapa kau memanggilnya dengan embel-embel ‘hyung’ Chanyeol-ah? Bukankah kalian seumuran? atau memang dianya yang sudah tua?”

“aku mendengarnya lho, nona Baek Yoonjin.” Yoonjin tidak memperdulikan reaksi Joonmyun yang mendengar perkataannya, ia masih menunggu jawaban dari Chanyeol.

“oh, sebenarnya aku lebih muda beberapa bulan darinya. Kau tahu, dia itu dijuluki si malaikat penyelamat lho. ku tahu kenapa? karena dia baik.” kata Chanyeol sambil meminum susu kotaknya. Apa aku sudah bilang jika mereka bertiga sedang menghabiskan waktu di kantin?

Yoonjin hanya mendengus kesal dengan tingkah sahabatnya yang selalu saja memuji sepupunya. bagi Yoonjin itu menjijikkan. “hey! Hey! Kenapa kau malah mempromosikan sepupumu hah?” tanya Yoonjin dengan suara yang sengaja dilantangkan agar Joonmyun mendengarnya. Dan memang benar Joonmyun mendengarnya, namun pura-pura tuli untuk sementara.

“lihat! Lihat! Itu ada Sehun! Mwo? Dia menggandeng Victoria? Apa mereka sudah jadian?” kata salah seorang siswi centil dengan segerombolannya.

“waaah~ mereka cocok ya? Tidak seperti Sehun dan Yoonjin. Yang satu tampan, yang satu bodoh dan jelek.”

“untung saja mereka sudah putus ya?”

Yoonjin, dan Chanyeol terdiam mendengar percakapan siswi centil tukang gosip itu. “skau tak apa? aku tahu kau kuat.” kata Chanyeol meyakinkan Yoonjin. Sedangkan Yoonjin? Dari luar ia tampak sangat tegar. Namun dari dalam? Dia bahkan tidak sekedar rapuh, bahkan lebih dari itu.

(Yoonjin POV)

begitu mudahkah aku untuk dilupakan, Oh Sehun? Berarti selama ini aku memang sangat tidak berarti dikehidupanmu. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

Jika Sehun saja bisa mencari penggantiku dengan cepat. Kenapa aku tidak? Aku harus bisa!

Aku tidak boleh terus menerus terpuruk menunggu kebahagiaanku datang. Aku harus mencari kebahagiaanku sendiri. Akan kubuktikan bahwa aku, Baek Yoonjin seorang gadis yang kuat. Bukan gadis lemah yang selama ini selalu diremehkan.

Lihat saja Oh Sehun, siapa yang akan tertawa di akhir nanti.

Terlihat Sehun sempat mencuri pandang ke arahku. Cih! Dalam keadaan seperti ini kau masih sempat bermain mata kepadaku Sehun?

Jika ada penghargaan untuk kategori pria terbrengsek se-Korea Selatan, aku yakin kau yang mendapatkannya.

“Chanyeol-ah, ayo kita kembali.” ucapku seraya keluar dari kantin tanpa memperdulikan tatapan aneh dari siswa lain.

~

“Chanyeol-ah, ayo pulang!”

“yak! Yoonjin-ah, sudah kubilang aku ada latihan band. Kau pulang dengan Joonmyun-hyung saja. Jika dia melakukan hal macam-macam, telfon aku.”

kemudian Chanyeol meninggalkan ku dan Joonmyun yang masih ada di kelas.

“jadi, jadi pulang denganku tidak?”

“TIDAK!!!”

teriakku seraya berlari menghindari Joonmyun. Hah! Aku berhasil.

‘buk’

“argh!”

“Yoonjin-ah?”

aku menengadah, dia. “mau apa?” secepat mungkin aku merubah ekspresi wajahku menjadi datar.

“jangan berpura-pura bodoh!” bentak Sehun padaku.

“apa? Pura-pura bodoh? Bukannya aku memang bodoh ya?” tanyaku dengan nada menyindir.

“berhentilah bersikap kekanakan!” bentak Sehun lagi.

“aku hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya. dengarkan aku Baek Yoonjin!”

“OH! begitukah caramu meminta maaf? apa kau tak pernah diajarkan oleh orang tuamu sopan-santun?”

Sehun mengangkat tangannya bersiap untuk menamparku.

“hey! hey! hey! kau mau apakan Yoonjin ha? jangan cuma berani melawan perempuan. dasar banci!”

seketika gerakan Sehun terhenti saat mendengar suara itu. aku menoleh menatap siapa yang berbicara barusan.

“k-kim joonmyun?”

“kau siapa hah?!!” bentak Sehun kepada Joonmyun. aku mengambil beberapa langkah mundur untuk menjauhi mereka.

“kau tidak perlu tahu siapa aku, tuan muda. tapi satu hal yang perlu kau tahu, a-ku bu-kan ban-ci sepertimu.”

‘bugh!’

aku terkejut saat melihat Joonmyun dengan telak dipukul oleh Sehun tepat di rahang kanannya. “APA YANG KAU LAKUKAN?!!”

TBC

21 pemikiran pada “Guardian Angel (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s