Don’t You Remember Me? (Chapter 4)

  • Title : Don’t You Remember Me?
  • Author : Rizkii Rahayu Putry
  • Genre : Romance, Angst, and School life
  • Cast :

–       Kim Joon Myun (EXO-K)

–       Kim Hyeri

–     Byun Baek Hyun (EXO-K)

  • Other Cast: You can find it by yourself
  • Length : Chapter

NB: Author kembali membawa part 4! Ayo merapat dan jangan lupa dibaca ^^ Oh iya, kalau ada tulisan bercetak miring itu berarti flashback ya. Oke? Sippo deh, author gak bnyak bacot lagi, yuk dibaca >.< Happy reading guys XD

 _______________________________

AUTHOR’S POV

 

“Kim Joonmyun!!” teriak Baekhyun habis kesabaran dan hampir meninju Joonmyun jika saja Kai dan Kyungsoo tidak menahannya segera. Joonmyun terlihat sangat kaget atas perlakuan Baekhyun padanya.

“Tolong berhenti.” ujar Hyeri pelan

Baekhyun pun melepaskan tangannya dari Kyungsoo dan Kai lalu melenggang pergi meninggalkan semua orang yang masih terdiam disana termasuk Hyeri. Tak berapa lama, Kyungsoo dan Kai pun mengajak Hyeri untuk pergi dari tempat itu. Hyeri sempat menolak, tapi Kai tetap mendorong tubuhnya untuk pergi.

Ji Yoo dan Joonmyun saling bertatapan bingung.

“Adaapa dengan Baekhyun?” tanya Joonmyun heran lalu menatap gadis disampingnya ini tak percaya sambil mengunyah kembali potongan pizza-nya yang terakhir.

***

Hyeri menendang kerikil-kerikil kecil yang menghalangi jalannya. Cuaca malam ini sangat dingin tapi gadis itu masih saja berkeliaran diluar tak berniat untuk pulang kerumahnya. Lagian, Soo Hyun oppa-nya tak mengkhawatirkannya sama sekali. Jadi yah dia tidak perlu cepat-cepat pulang kerumah.

Lagi-lagi gadis itu bertemu dengan Baekhyun yang tengah berdiri di dekat pohon di tepi jalan tak jauh dari tempatnya berdiri. Hyeri segera menghampiri sunbae-nya itu dan mengajaknya minum teh bersama yang langsung dibalas anggukan cepat Baekhyun.

Dan disinilah mereka sekarang, di kedai kecil sambil meminum teh hangat.

Mianhae..” ujar Baekhyun membuka pembicaraan.

“Kenapa sunbae meminta maaf? Aku lah yang seharusnya berkata seperti itu.”

“Aku tiba-tiba saja marah dan berteriak kepada Joonmyun tanpa menyadarinya sendiri.”

“Aku menghentikanmu bukan karena takut Joonmyun akan terluka. Tapi aku menghentikanmu karena aku takut setelah itu sunbae akan merasa lebih bersalah padanya.” kata Hyeri sambil menatap kosong teh di hadapannya.

Keadaan canggung menyelimuti mereka setelah itu. Tak ada yang membuka pembicaraan sampai akhirnya Hyeri memecahkan keheningan itu dengan suara ceria nya.

Sunbae, ayo minum teh nya. Udaranya semakin dingin nanti kau sakit. Cepat habiskan teh mu lalu pulang.” ucap Hyeri tak lepas menyunggingkan senyuman manisnya kepada Baekhyun.

Baekhyun pun meminum teh nya sampai habis lalu meletakkan cangkir itu kembali ke meja.

“Apa hatimu sedingin udara di luarsana?” tanya Baekhyun tiba-tiba.

“Jangan berpura-pura ceria di depanku.” lanjutnya lagi membuat gadis itu terdiam.

“Aku tidak berpura-pura ceria kok, ini semua karena ada sunbae disini. Karena ada sunbae, aku mampu mengumpulkan semua kekuatanku dan bangkit lagi.” ujar Hyeri sambil tersenyum dan Baekhyun hanya dapat melongo mendengarnya.

“Yak, sunbae! Wajahmu lucu sekali kalau seperti itu. Hahaha.” papar Hyeri diselingi tawa riangnya.

Kkaja! Kita pulang. Ini sudah larut malam.” kata Hyeri sambil bangkit berdiri meninggalkan Baekhyun yang masih duduk ditempatnya.

***

HYERI’S POV

 

Aku baru saja sampai dirumah dan bergegas menuju dapur untuk memasak pasta kesukaan Joonmyun. Hari ini aku akan menjenguknya lagi dan membawa pasta ini untuknya. Pasti dia sangat senang sekali, semoga sifat marah-marah nya hari ini tidak kambuh.

“Hyeri~ah, kau masak apa?” Aku mendengar suara eomma dibelakangku.

“Aku sedang memasak pasta, Eomma.” jawabku

“Kenapa tidak ganti baju dulu hah?” omel Eomma

“Ah nanti saja, aku sedang buru-buru.”

“Perlu Eomma bantu?“ tawarnya

Aniya eomma. Tidak usah, aku membuat pasta ini khusus untuk Joonmyun. Aku akan menjenguknya lagi hari ini.”

“Baiklah. Tapi sebelum pergi makan dulu ne? Nanti kau sakit kalau tidak makan.”

Arraseo eomma.” balasku sambil memasukkan pasta yang masih keras itu kedalam air panas.

Eomma pergi dulu ya. Jangan lupa nanti kunci pintu dan tutup jendela sebelum pergi.”

Ne eomma! Baiklah, hati-hati.”

***

Aku membuka pintu ruangan Joonmyun perlahan dan melihatnya sedang tidur di ranjangnya. Kelihatannya dia lelah sekali. Aku pun mengendap-ngendap masuk agar tidak menganggunya yang sedang tertidur. Kalau sampai dia bangun pasti dia akan memarahiku lagi. Huh, kalau nanti ingatan nya pulih kembali aku akan balik memarahinya. Biarkan saja, huh dasar namja menyebalkan!

Aku meletakkan kotak bekal yang kubawa disamping meja kecil tempat tidur Joonmyun. Semoga saja saat dia bangun nanti, ia langsung memakan pasta kesukannya itu.

“Seandainya, aku bisa menemanimu lebih lama. Tapi .. kau pasti akan mengusirku lagi bukan? Huh..” omelku pada diri sendiri dan tiba-tiba saja tanganku tergerak untuk mengelus pipinya lembut sambil berdoa dalam hati.

“Ya Tuhan, buatlah Joonmyun mengingat Kim Hyeri lagi.“

 

***

Ghamsahamnida. Jangan lupa untuk berkunjung lagi ya..” kataku ramah pada pelanggan yang baru saja menyelesaikan makan siangnya disini.

Aku pun kembali membersihkan piring-piring sisa makanan dan membersihkan meja yang tak berapa lama baru saja ditempati beberapa pengunjung sebelumnya. Aku membawa setumpuk piring yang akan dicuci kepada Jin Ah saat langkahku tiba-tiba terhenti karena bel pintu toko berbunyi.

Annyeongha—” ucapanku terpotong saat menyadari siapa pengunjung toko ini. Sehun dan Chanyeol.

“Oh, kalian rupanya. Annyeonghaseyo. Ayo duduk. Mm mau makan apa?” tanyaku kepada mereka berdua

“Tidak. Kami sudah makan tadi.” jawab Chanyeol

“Lalu apa yang membawa kalian berdua kesini?” tanya Jin Ah menyelidik

“Untuk Kim Hyeri yang tidak bisa menjaga kekasihnya karena kerja paruh waktunya, kami membawa kabar gembira.”

“E..eh?” sahutku bingung

“Joonmyun sudah keluar dari rumah sakit.”

“Ah jeongmalyo?”

“Hurry up and go, Hyeri!” kata Sehun menyemangati dan langsung disambut senyuman sumringah dari Hyeri.

“Jin Ah~ya, aku pergi dulu ne? Aku akan segera kembali. Tenang saja.”
Ne gwaenchana. Pergilah.” kata Jin Ah sambil mengambil tas dan menyerahkannya padaku.

***

AUTHOR’S POV

 

Ji Yoo masuk keruangan Joonmyun saat pria itu masih tertidur. Awalnya, ia ingin membangunkannya tidur tapi kelihatan nya pria itu letih sekali. Jadi, dia urungkan niatnya itu sebentar.

“Kalau sedang tidur dia tampan juga.” gumam Ji Yoo sambil tersenyum sendiri.

Gadis itu pun berjongkok menatap Joonmyun yang sedang tertidur. Perlahan, tangannya bergerak menyentuh pipi Joonmyun lalu mengelusnya. Karena merasa terganggu akhirnya ..

“Oh gamjagiya! (Kau menakutiku!).” teriak Joonmyun keras saat bangun dari tidurnya sehingga gadis itu menutup kedua telinganya cepat.

“Yak anak kecil! Mwo haneun geoya? (Apa yang kau lakukan?).”

Jal mothaesseo (Aku minta maaf) oppa karena membangunkanmu.” katanya dengan rasa bersalah.

Joonmyun hanya bisa mendengus kesal lalu menyanggah tubuhnya di kepala tempat tidur. Menyandarkan kepalanya disana. Pandangannya beralih pada meja kecil disampingnya.

“Apa ini?” tanya Joonmyun bingung sambil meraih kotak bekal itu

“Kau tak tahu oppa? Geu dosirag (Itu kotak bekal).”

Dosirag?” ulangnya

“Iya.” ujar Ji Yoo sambil mengangguk lalu perlahan berjalan ke meja kecil disamping Joonmyun. Ji Yoo membuka kotak bekal itu hati-hati dan Joonmyun pun hanya bisa melihat kotak bekal itu dengan alis yang saling bertautan. Seolah makanan itu sudah pernah ia lihat sebelumnya. Joonmyun meraih sumpit yang terletak disamping kotak bekal itu lalu menyuapkan pasta ke mulutnya dan mengunyahnya perlahan. Ia merasakan rasa dan tekstur makanan itu dengan teliti.

Eottae oppa? Enak?” tanya Ji Yoo dan Joonmyun hanya menganggukan kepalanya.

“Apa bekal ini … kau yang membuatnya?” Joonmyun bertanya pelan. Gadis itu terdiam sejenak lalu mulai mengeluarkan suara nya lagi ..

“Huh? Ne, kalau oppa menyukainya aku akan membuatkannya lagi untukmu.” jawab Ji Yoo berbohong.

“Sepertinya oppa haus, sebentar ya aku ambilkan minum dulu.”

Gadis itu bangkit dari duduknya dan meraih tongkat besi yang membantunya berjalan. Namun, saat gadis itu hendak melangkah tangan Joonmyun dengan cepat menghentikan gerakan gadis itu. Ji Yoo hanya bisa menatap Joonmyun bingung.

“Aku mengingat sesuatu ..” kata Joonmyun lirih

“Apa yang aku lupakan .. adalah kau? Benarkah?” lanjutnya lagi.

Ji Yoo sempat bingung apa yang Joonmyun maksud. Tapi dengan cepat, gadis itu menarik kedua ujung bibirnya untuk tersenyum sambil menatap kearah Joonmyun. Berbohong bukanlah keputusan yang benar. Tapi ia harus bagaimana lagi? Ia tak bisa mempungkiri kalau namja di depannya ini sekarang telah membuatnya jatuh cinta. Bahkan jatuh ke dalam pesona pria itu.

***

Hyeri pun langsung berlari ketangga rumah mewah itu yang membawanya ke kamar Joonmyun tentu saja. Ia sudah tak sabar untuk memberi pria itu selamat karena sudah keluar dari rumah sakit. Namun, saat ia memasuki kamar pria itu bukanlah seperti yang ia harapkan. Joonmyun tidak sendiri melainkan bersama seorang gadis yang tengah tertidur dibahunya. Siapa lagi kalau bukan Ji Yoo. Gadis yang sempat menjadi teman nya di rumah sakit.

Kini ia yakin, Ji Yoo berusaha mengalihkan perhatian Joonmyun darinya. Seperti kata-kata yang diucapkan gadis itu beberapa hari yang lalu saat mereka tak sengaja bertemu di supermarket.

“Eonni~ya, apakah kau adalah seseorang yang tidak diingat Joonmyun oppa? Maksudku, apa hanya eonni yang dia lupakan? Sepertinya iya. Dan eonni bisa lihat sendir kan? Setiap Joonmyun oppa melihatmu keadaan nya semakin memburuk. Nah, untuk sekarang ini mungkin eonni lebih baik tidak usah bertemu dulu dengannya. Jangan khawatir eonni, aku akan membantumu agar Joonmyun oppa dapat mengingatmu lagi. Oke?”

 

Kata-kata itu kembali mengingatkan Hyeri kepada janji gadis itu. Ini kah yang ia maksud agar membantu Hyeri mengingat Joonmyun? Tidak. Bahkan gadis itu tidak pernah berusaha sama sekali. Hyeri tertunduk lemas dan ia pun keluar dari kamar Joonmyun dengan langkah kaki yang gontai. Dia terus menunduk saat menuruni tangga rumah mewah itu sampai-sampai ia tidak sadar telah menabrak seseorang.

“Ah jwoseonghamnida.” kata Hyeri meminta maaf tapi yang dirasakannya sesaat kemudian adalah genggaman tangan yang hangat. Genggaman yang menghalangi langkahnya untuk pergi. Hyeri pun mendongak dan lagi-lagi mendapati Baekhyun sunbae-nya berdiri tepat dibelakangnya.

“Kenapa lagi huh? Joonmyun?” tanya Baekhyun yang seolah sudah tahu apa penyebab gadis itu memasang raut wajah sedih.

A-Aniyo. Bukan dia.” elak Hyeri

“Jangan berbohong kepadaku. Ayo, kita kembali ke kamarnya lalu bilang siapa kau sebenarnya selama ini. Aku tidak tahan melihat tingkahnya yang seolah sangat membenci kehadiranmu.”

Shireo! Sunbae, aku tidak akan kembali kesana.”

Andwae! Kau tak bisa menyerah begitu saja, Hyeri.” tegas Baekhyun

“Biarkan aku pergi.” ujarnya dengan nada sedatar mungkin.

Hyeri pun menepis genggaman tangan Baekhyun keras lalu dengan cepat berlari keluar rumah Joonmyun dengan air mata yang berlinang mengaliri pipinya.

***

Cuaca malam yang dingin menerpakotaSeoul. Tapi itu sama sekali tak menghentikan langkah Hyeri yang terus saja berjalan tanpa arah. Tatapan matanya kosong seolah tidak ada kehidupan lagi disana. Oksigennya serada disedot habis-habisan. Jika sekarang ia boleh mati, mungkin ia akan lebih baik mati daripada harus melihat namja yang dicintainya bersama gadis lain.

“Hyeri~ah..” teriak Baekhyun sambil berlari mensejajarkan langkahnya dengan Hyeri. Tapi, gadis itu tidak menoleh dan memilih mengacuhkan panggilan sunbae-nya.

“Tunggu.” cegat Baekhyun membuat gadis itu berhenti berjalan.

“Semuanya sudah berakhir, sunbae. Percuma. Setiap saat aku selalu berharap, walaupun kami harus mengulanginya dari awal lagi aku harus percaya bahwa dia akan mengingatku. Tapi,aku salah.”

“Bukan seperti itu.” sela Baekhyun

Aniyo. Mungkin semua ini tidak adil atau bahkan mengecewakan. Tapi aku harus menerima semua kenyataan ini, sunbae. Dia sudah tak mengingatku lagi.” ujar Hyeri gemetaran dan juga matanya yang sudah berkaca-kaca.

“Kim Joonmyun yang aku sukai… Kim Joonmyun yang aku cintai, benar-benar sudah tak ada lagi.” lanjut Hyeri

“Berhentilah berkata seperti itu, Hyeri~ah. Kau hanya membuat dirimu semakin tersakiti saja. Ayolah, mana Hyeri yang semangat seperti dulu? Hyeri yang selalu ceria bahkan tertawa. Sudahlah, aku yakin semua keadaan akan kembali seperti semula. Tak akan kubiarkan semua ini terjadi.”

“Tidak sunbae.Pada akhirnya, tak ada lagi kisah cinta diantara Kim Hyeri dan Kim Joonmyun. Semua sudah benar-benar berakhir.”

Hyeri tak dapat lagi menahan tangisannya. Di malam yang dingin ini, ia kembali menumpahkan semua air matanya. Sebagai perwakilan dari hati dan juga jiwanya yang sakit. Sakit karena semua kisahnya berakhir begitu saja. Baekhyun pun yang melihatnya menarik gadis itu kedalam pelukannya. Ia eratkan mantel yang ia pakai ketubuh gadis itu. Hyeri tak bergeming dan masih saja menangis meratapi penderitaannya yang tiada akhir.

***

HYERI’S POV

Aku menatap keluar jendela kamarku. Yah bisa kulihat mobil merah itu terparkir disana sedang menungguku keluar pastinya. Perlahan ku palingkan tatapanku pada koper besar yang terletak diatas tempat tidur. Semua baju dan juga buku yang kuperlukan disana sudah tersusun rapi. Kuambil mantelku dan beranjak keluar kamar sambil menggiring koper itu dengan tangan kananku. Kuhentikan langkahku sejenak dan menatap nanar kamar tidur yang sudah lebih kurang selama 12 tahun menemaniku disini. Tapi dengan terpaksa aku harus pergi meninggalkan semuanya. Aku berjanji akan kembali suatu saat nanti …

Saat aku sudah benar-benar siap untuk memulai hidup baru sebagai seorang sarjana yang sukses dan juga berbakat.

Kukunci pintu rumahku lalu berjalan menuju tempat dimana mobil itu diparkirkan. Bisa kulihat Baekhyun sunbae tersenyum kearahku.

Mian sunbae, sudah membuatmu menunggu lama.”

Gwaenchana. Masuklah, biar aku yang masukkan kopermu kedalam bagasi.” ujarnya dan aku pun hanya mengangguk.

Ya, aku akan pergi keLondonuntuk melanjutkan studi ku kesana. Aku sengaja tidak menghadiri perpisahan sekolah besok. Semuasuratsudah selesai kuurus dan tentu saja dengan bantuan Baekhyun sunbae.

“Sudah siap?” tanyanya membuyarkan lamunanku

“Mm.” gumamku mantap

“Yang lain sudah menunggumu dibandara. Kita harus cepat, 45 menit lagu kau check-in pesawat.”

Baekhyun sunbae pun menghidupkan mesin mobilnya lalu dengan cepat melaju meninggalkan rumahku. Kutatap lekat-lekat rumah itu dari kejauhan. Semua kenangan itu …. aku tidak akan pernah melupakannya.

***

Eomma, oppa, Jin Ah~ya!” seruku berlarian kearah mereka lalu memeluknya satu per satu. Kulihat Baekhyun sunbae dibantu dengan sunbae yang lain mengangkat barang-barangku.

“Hyeri~ah, aku pasti akan merindukanmu. Sangat. Jaga baik-baik dirimu selama disana oke? Jangan lupa untuk memberi kami kabar. Sering-seringlah mengirimiku e-mail, aku berjanji akan membalasnya.” ujar Jin Ah tersenyum kepadaku walau bisa kulihat matanya yang mulai berkaca-kaca.

“Baiklah, tenang saja Jin Ah~ya. Aku akan sering-sering mengabarimu.” kataku lagi sambil memeluknya kembali.

“Hyeri~ah, ingat kata-kata oppa ne? Jangan lupa makan dan juga jaga kesehatanmu baik-baik selama disana. Dan jangan lupa kabari kami kalau kau sudah sampai, aracchi?” nasehat Soo Hyun oppa.

“Siap bos! Aku akan segera memberi kabar kalau sudah sampai.” ucapku sembari hormat kepadanya.

“Kau bisa saja!” Soo Hyun oppa mengacak-acak rambutku gemas.

“Hyeri~ah, eomma pasti akan sangat merindukanmu. Hati-hatilah disana. Hidup dengan baik, oke? Jangan membuat eomma khawatir dan memutuskan untuk menyusulmu kesana.” Bisa kulihat sekarang raut wajah sedih eomma.

Eomma, tenang saja. Aku akan menjaga diriku baik-baik dan aku berjanji tak akan membuat Eomma khawatir.” Aku mengelus pipi eomma lembut.

Geurae, sebentar lagi kau check-in bersiap-siaplah.” kata Eomma

“Tiket, paspor, handphone dan semua keperluan yang lain sudah kau bawa semuakan?” tanya Baekhyun sunbae kepadaku

Ne sunbae. Semua sudah aku siapkan.” jawabku

“Oke.”

Ppali! Panggilan untuk penerbanganmu sudah menunggu.” seru Baekhyun

Chakkaman sunbae! Kau tak memberiku izin untuk pamit kepada sunbae yang lain?” gerutuku kesal

Arasseo, cepatlah kau pamitan kepada mereka.”

Sunbae, gomawoyo sudah membantuku selama ini. Terimakasih untuk semuanya. Aku berjanji tidak akan melupakan kalian. Dan salam untuk Joonmyun.” ucapku lirih

“Sama-sama. Tak apa. Kami juga tidak akan melupakanmu. Kembalilah secepatnya.” balas Chanyeol

“Jaga dirimu baik-baik, aracchi?” kata Sehun

Ne, sunbae.”

“Hati-hati.” ujar Kyungsoo dan Kai sunbae berbarengan.

Eo. Gomawo sunbae, oppa, eomma, Jin Ah~ya, aku pergi dulu! Sampai jumpa semua!” seruku dari pintu masuk.

“Oke, aku hanya bisa mengantarkanmu sampai disini. Take care and becareful, okay then?”

“Okay! Goodbye sunbae.” Aku pun melambaikan tanganku kearahnya.

Aku akan memulai semuanya dari awal. Semoga 3 tahun kedepan, hidupku akan lebih membaik. My Love, see you soon.

JOONMYUN’S POV

BRUK!

Aku yang sedang membaca buku di perpustakaan kecil rumahku tiba-tiba terkejut saat tak sengaja menjatuhkan satu album foto yang tebal. Perlahan kuraih album itu dan membukanya. Lagi-lagi aku menemukan foto gadis itu. Tapi tidak sendiri, melainkan ada aku disampingnya yang sedang memegang cake ulang tahun. Bisa kulihat di atas kue itu tertulis ‘Happy 1st Anniversary Hyeri and Joonmyun’. Aku pun terlonjak kaget. Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali? Bahkan belakangan ini aku seperti kehilangan sesuatu yang berharga yang tak kuketahui apa. Naluriku tiba-tiba saja langsung tertuju kepada gadis itu. Beberapa hari ini, aku juga menemukan banyak foto dirinya dan aku saat bersama.

Tuhan, tolong bantu aku. Siapakah sebenarnya gadis ini? Gadis yang bernama Kim Hyeri itu? Dia kekasih Baekhyun atau bukan?

CKLEK!

Kudengar pintu perpustakaan terbuka dan muncullah Ji Yoo disana. Gadis yang sekarang menjadi tunanganku.

Oppa, aku bawakan kue untukmu. Makanlah.” Aku pun tersenyum

Gomawo.”

Eottae? Mashita?” tanyanya

“Mm enak.” jawabku

“Oh iya oppa, eomma bilang pernikahan kita akan dilangsungkan secepatnya.”

Mworae? Kau serius?” tanyaku syok

Geurom. Kenapa oppa? Kau terlihat terkejut sekali.”

“Ani, aku tidak apa-apa.”

“Jadi kapan tanggal pernikahan kita oppa?”

“Pernikahan ya?”

***

Sedaritadi, aku hanya bisa membolak-balikkan kertas buku coklat ini tak berniat untuk membaca semua kalimat yang tersusun rapi disana. Pikiran ku terus tertuju pada Hyeri. Aku masih penasaran dengan kepribadian gadis itu. Aku memang tidak mengenal siapa dia, tapi saat aku sedang bersamanya aku seperti merasakan kenyamanan yang tidak pernah kurasakan saat sedang bersama Ji Yoo. Apa sebenarnya gadis yang selama ini aku lupakan adalah Hyeri bukan Ji Yoo?

~Kim Joonmyun. Sunbae yang berhasil memikat hatiku saat pertama kali masuk ke sekolah. Entahlah, padahal dulu aku sama sekali belum mengenalmu. Tapi tanpa disangka, aku tiba-tiba saja menyukaimu. Aku mencintai semua apa yang kau lakukan. Mungkin aku memang yeoja paling bodoh, karena hanya bisa melihatmu dari jarak jauh.

Aku memang takut mengungkapkan perasaanku padamu. Aku takut jika kau menolaknya. Aku takut jika hanya aku sendiri yang merasakan perasaan seperti ini. Aku takut kau hanya menganggapku sebagai adik kelas yang berani-beraninya jatuh cinta pada kakak kelasnya sendiri.

 

Tapi semua ketakutanku terhapuskan saat kau mengajak ku bertemu di taman belakang sekolah dan menyatakan perasaanmu padaku. Aku sangat senang tentu saja. Tidak pernah berpikir, bahwa kau juga menyukaiku. Aku bahagia karena bukan aku sendiri yang merasakan perasaan itu. Kau juga. Kim Joonmyun, jeongmal saranghaeyo.

 

~Ayo dicoba Joonmyun~ah, Fresh Pasta with Porcin nya! Khusus aku buatkan untukmu. Eottaeyo?Mashita? Haha, tentu saja. Mana mungkin sih makanan ku tidak enak.

 

~Jangan tinggalkan aku, jebalyo. Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Sungguh, aku tidak akan mengulangi kejadian yang sama seperti itu lagi. Maafkan aku T_T Setelah ini dan seterusnya, aku akan selalu memberimu kabar. Aku tidak akan melupakanmu lagi, Joonmyun~ah. Ayolah, maafkan aku ;_;

 

~Jinjja? Kau tidak bohong kan? Aku dan kau … menonton Konser Suju? Jeongmal? Ah Joonmyun~ah, ghamsahaeyo…

 

Kenapa? Kenapa suara itu muncul lagi? Suara itu jelas bukan suara Ji Yoo, tapi suara yang sangat familier sekali ditelingaku.. Ya, itu suara Hyeri.

 

~Kim Joonmyun, nae mal deullyeo? Mianhanda, aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Maafkan aku.. Joonmyun~ah, geuronikka ireona .. ireona .. ireona Kim Joonmyun.

 

Hyeri..Kim Hyeri. Ayolah, aku berusaha mengingat nama itu lagi. Hyeri. Hyeri~ah. Kim Hyeri!

“Kau itu pacar Baekhyun. Tapi kau setiap hari menemuiku.”

 

“Apa kau tuli? Kubilang pergi sana! Aku benci gadis sepertimu.”

 

“Tentu! Apa untungnya kau menjengukku? Kau hanya merepotkan ku saja dan selalu membuatku kesal. Pergi sana!”

 

“Untuk apa aku mengingat gadis bodoh, payah, dan sialan seperti dia? Apa pentingnya sih? Aku saja tak pernah mengenalnya, arraseo?!”

 

“Aku berusaha untuk menahan emosiku yang sudah naik ke ubun-ubun agar tidak menamparmu sekarang juga hanya karena kau kekasih Baekhyun.”

 

“Jadi Byun Baekhyun, bawa kekasih mu ini pergi! Aku tidak pernah mau bertemu dengannya lagi! Kau dengar?”

 

“Hyeri atau siapa saja lah, kenapa aku harus mengingat kekasihmu hah? Aku tidak perlu semua ini. Darimana sih kau mendapatkan yeoja yang jelek dan murahan seperti ini? Awasi dia supaya tidak masuk sembarangan lagi kedalam ruanganku. Aku muak melihatnya!”

 

Aku ingat. Aku mengingatnya. Gadis itu … Kim Hyeri. Astaga kenapa aku bisa melupakannya! Dan selama ini … apa yang kulakukan padanya? Aigoo~ya, aku sudah membuatnya terluka untuk kesekian kalinya. Aku tidak bisa diam seperti ini. Aku harus menemuinya dan meminta maaf. Kim Hyeri, jeongmal mianhae. Maaf, aku sudah membuatmu terluka. Kau lah kekasihku dan hanya kau yang kuizinkan untuk mengatur hidupku. Bukanlah gadis bohong seperti … Nam Ji Yoo.

***

“Yak, kemana mereka?! Kenapa dorm sepi sekali?”

“Baekhyun~ah!” teriakku ke segala arah. Tapi tak menemukan tanda-tanda kehidupan disini. Apa mereka sedang pergi?

Brummm … *suara deruman mobil*

Aku menoleh saat mendengar suara deruman mobil terdengar dari luar. Itu pasti mereka. Aku pun segera berlari ke luar dorm dan menemukan mereka semua sembari turun dari mobil mereka masing-masing.

“Suho~ah, kau disini. Kapan kau datang?” tanya Kyungsoo yang lebih dulu keluar dari dalam mobilnya.

“Aku baru saja datang. Oh iya, mana Baekhyun? Aku ingin bicara ..”

“Baekhyun tadi singgah membeli makanan sebentar. Kau ingin bicara apa?” ujar Sehun menjawab pertanyaanku

“Aku hanya ingin menanyakan dimana Hyeri. Saat aku kerumahnya tadi, rumah itu terlihat kosong. Dimana mereka?”

Bisa kulihat mereka semua berpandangan satu sama lain. Enggan menjawab pertanyaanku. Apa yang terjadi sebenarnya? Apa ada yang mereka sembunyikan dariku.

“Yak—” ucapanku terpotong saat Kai menyela perkataanku.

“Kau mengingatnya? Kau sudah mengingat Hyeri?” tanyanya tak percaya dan aku hanya membalas dengan anggukan kepala yang pelan.

“Jadi, bisa kalian beritahu aku dimana Hyeri?”
”Dia ….” jawab Chanyeol ragu-ragu. Perasaan cemas mulai menyelimutiku.

“Dia sudah pergi.. dengan penerbangan 1 jam yang lalu keLondon.”

Perkataan Baekhyun seolah menjawab seluruh mimpi burukku. Apa maksudnya ini? Hyeri pergi keLondon? Jantungku serasa berhenti berdetak saat kudengar lagi ucapan Baekhyun selanjutnya.

“Kau terlambat, Suho~ah. Dia baru akan kembali 3 tahun lagi …”

|To Be Continued|

Sumpah part ini kacau ya? Mian ya u,u

Author lgi buntu ide ini makanya jdi gagal part ini T-T

Huaaa~ dtunggu deh coment nya ya :3

Oh iya next chap end lo~

Dan mian klo lanjutannya lama oke?

Mkasih yg udh mau baca ff jelek author ini ^^

29 pemikiran pada “Don’t You Remember Me? (Chapter 4)

  1. THOR TOLONG INI DI LANJUTIN.JEBAL! AKU PENASARAN SANGAT INI. ITU NGOMONG-NGOMONG SI JI YOO SEMVAK BANGET YA MINTA DI GAMPAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s