My Personal Tutor (Chapter 2)

Title: My Personal Tutor (Chapter 2)

Author: BlackDiamond

Genre: YAOI (don’t like don’t read), romance, comedy, fluff.

Pairing: Baehyun/Chanyeol (BaekYeol)

Casts: EXO (with BaekYeol as the main casts)

***

“Hyung, itu artinya hyung sedang jatuh cinta!”

Baekhyun menatap adik kelas sekaligus sahabatnya tersebut dengan pandangan bingung.

“Apa maksudmu, Sehun-ah? Aku tidak mungkin jatuh cinta.”

Sehun menghela nafas. Baekhyun memang jenius dalam bidang akademik, tetapi dalam persoalan cinta, otaknya sama sekali tidak berfungsi.

“Hyung ini bagaimana? Sudah jelas itu tanda-tanda kalau hyung sedang jatuh cinta! Jantung hyung berdebar-debar dan wajah hyung memanas saat berdekatan dengan Chanyeol hyung! Hyung jatuh cinta padanya!”

“Jangan sok pintar, anak kecil. Memangnya kamu tahu gimana rasanya jatuh cinta?”

Sehun mengangguk malu. Baekhyun terkejut dengan penyataan dari Sehun.

“Sahabat macam apa kamu ini? Jatuh cinta nggak cerita-cerita!”

Baekhyun mulai menggelitik tubuh Sehun. Namja berkulit putih itu menggeliat kegelian.

“Ahahahahaha! Ampun, hyung… Baiklah, aku ceritakan semuanya sekarang! Hahahaha, hyung… Hentikannnn!”

“Siapa namja beruntung itu, Sehunnie?”

Sehun mengatur nafasnya yang memburu karena baru saja digelitik. Setelah itu ia mulai bercerita.

“Namja itu Jongin hyung dari kelas 3B… Dia…”

“APA? KIM JONGIN TEMAN CHANYEOL ITU? DIA KAN PLAYBOY DAN—mpphh!!!!”

Sehun membekap mulut Baekhyun dengan kedua tangannya. Ia melihat sekeliling atap sekolah, tempat mereka berada saat ini. Untung saja tidak ada orang disana.

“Hyung! Jangan berteriak begitu!”

“Maaf… Lanjutkan…”

“Jongin hyung itu sangat keren. Dia menolongku saat Kris dan kawan-kawannya menindasku dua minggu yang lalu.”

Sehun memang sering ditindas oleh murid laki-laki di sekolah mereka. Itu karena Sehun memiliki banyak fans wanita karena wajahnya yang tampan sekaligus cantik. Terlebih lagi, Sehun bersikap lembut dan tidak bisa berkelahi, jadilah dia sasaran empuk bagi mereka yang iri hati.

“Cih. Ternyata playboy rendahan itu baik juga…”

“Hyung! Jongin hyung bukan playboy rendahan!”

“Terserah. Ayo kita pulang, Sehunnie.”

Mereka berdua meninggalkan atap sekolah dan berjalan keluar gedung sekolah. Kebetulan hari ini Baekhyun tidak ada jadwal ke rumah Chanyeol untuk belajar bersama karena Chanyeol ada urusan keluarga malam hari nanti.

“BAEKKIE~”

Chanyeol berteriak memanggil Baekhyun saat namja tinggi itu melihat Baekhyun berjalan keluar bersama Sehun. Kai yang sedang berjalan di sebelah Chanyeol pun hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya yang sangat abnormal.

Baekhyun bergegas untuk lari, tetapi Chanyeol terlanjur memeluknya erat dari belakang. Lagi-lagi jantung Baekhyun berdebar kencang.

“Lepaskan aku!”

“Ayo kita pulang bersama~”

“Nggak mau! Aku mau pulang bareng Sehun!”

Chanyeol berjalan menuju Sehun. Dipasangnya wajah memelas pada adik kelasnya itu.

“Sehun-sii, biarkan Baekhyun pulang bersamaku hari ini~ Kamu minta diantar pulang oleh Kai saja ya?”

Sehun hanya tersenyum dan mengiyakan permintaan Chanyeol. Ia memang suka tidak tega dengan orang-orang yang memberinya tatapan memelas.

“Silahkan, hyung. Aku bisa pulang sendiri.”

“Terima kasih!!!”Chanyeol segera menggandeng Baekhyun dan menariknya pulang. Sementara itu, Kai dan Sehun hanya menatap sosok mereka yang semakin menjauh. Sehun hendak berjalan pulang saat Kai memanggil namanya.

“Sehun!”

“Y-ya, sunbaenim?”

Sehun merasa gugup ketika Kai memanggilnya. Ia tidak menyangka jika Kai mengingat namanya.

“Jangan pulang sendiri, bersamaku saja.”

“E-eh? T-tapi…”

“Aku khawatir kalau kamu ditindas lagi, jadi ayo aku antar pulang!”

‘Jongin hyung mengkhawatirkanku? Ini bukan mimpi kan?’ Batin Sehun.

Sehun mengangguk, menyetujui permintaan Kai. Kai tersenyum dan mereka pun mulai berjalan. Sepanjang perjalanan, Sehun menjaga jarak agar ia tidak berdiri terlalu dekat dengan Kai. Sehun takut salah tingkah berlebihan. Namun Kai merasa tidak nyaman bila Sehun berjalan berjauhan dengannya.

“Jangan jauh-jauh! Sini, mendekat!”

Kai menarik lengan Sehun hingga namja pemalu itu berdiri tepat disampingnya, bahu mereka bersentuhan. Sehun mati-matian mengatur detak jantungnya, ia menundukkan kepalanya agar Kai tidak melihat wajahnya yang merah.

Perjalanan pulang hari itu menjadi perjalanan pulang yang terpanjang bagi Sehun.

***

Chanyeol dan Baekhyun tengah menaiki bus menuju Everland, taman hiburan terkenal di Yong-in, kota tetangga Seoul. Mereka akan berkencan di Everland karena Chanyeol berhasil mendapat nilai 70 dalam ulangan sejarah.

Chanyeol tampak sangat bersemangat, ia selalu tersenyum dan wajahnya berseri-seri. Sementara Baekhyun memasang wajah muram.

“Kita ini mau berkencan atau jadi petugas di Everland? Kenapa pagi sekali berangkatnya?”

“Pagi ini cerah, Baekkie. Waktu yang tepat untuk kencan kita berdua.”

“Aku masih mengantuk! Dasar menyebalkan!”

Bukannya takut, Chanyeol malah merasa gemas. Di matanya, wajah sebal Baekhyun terlihat sangat manis. Chanyeol mencubiti pipi Baekhyun dengan gemas.

“CHANYEOL!”

***

“Chanyeol, kita mau naik wahana apa?”

Mereka berdua sedang sibuk memilih wahana yang akan mereka naiki. Chanyeol melihat sekeliling dan menemukan wahana yang tepat untuknya. Roller coaster.

“Ayo kita naik roller coaster itu!”

Baekhyun menatap roller coaster tersebut dengan horror. Kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi di atas rel yang berliku-liku dan curam. Ia takut.

“Nggak mau…”

“Kamu takut? Jangan takut! Aku akan melindungimu.”

Baekhyun menggeleng tanda tidak setuju, tetapi Chanyeol tidak peduli dan menariknya menuju antrian roller coaster. Saat giliran mereka tiba, mereka duduk di kereta dan memasang sabuk pengaman masing-masing. Chanyeol menatap Baekhyun yang gemetar ketakutan. Digenggamnya tangan Baekhyun erat.

“Jangan takut… Aku disini…”

Entah kenapa, Baekhyun merasa lebih tenang.

***

“Whoa… Hati-hati!”

Chanyeol menahan tubuh Baekhyun yang hendak jatuh ke tanah setelah selesai menaiki roller coaster. Kaki Baekhyun terasa lemas dan pandangannya berputar. Baekhyun bersumpah ia tidak akan menaiki roller coaster untuk yang kedua kalinya.

“Kamu nggak apa-apa? Wajahmu pucat? Jangan-jangan kamu pusing ya?”

‘Jelas saja pusing, idiot!’

Baekhyun menyumpahi Chanyeol dalam hati. Ia tidak punya tenaga untuk berteriak. Chanyeol berlutut membelakangi Baekhyun.

“Ayo naik!”

“Hah…?”

“Ayo naik ke pungunggku!”

Dengan ragu, Baekhyun naik ke punggung Chanyeol perlahan. Dengan santai, Chanyeol menggendong Baekhyun dan melanjutkan kencan mereka.

Baekhyun berada di atas punggung Chanyeol selama beberapa menit. Jujur saja, ia merasa nyaman dan tenang. Tanpa ia sadari, senyuman kecil terulas di bibirnya. Setelah merasa baikan, ia memutuskan untuk turun.

“Chanyeol, turunkan aku, aku sudah nggak pusing lagi.”

Chanyeol menurunkan Baekhyun perlahan dan menatapnya dengan cemas.

“Maafkan aku. Kalau aku nggak memaksa untuk naik roller coaster, kamu nggak akan pusing seperti tadi…”

“Sudahlah, lupakan… Jangan buat suasana kencan kita makin suram.”

Chanyeol mengangguk dan menggandeng tangan Baekhyun. Ia mengajak Baekhyun ke kedai es krim.

“Kita istirahat disini sebentar. Aku yang traktir… Sebagai ucapan maaf…”

“Benarkah?”

Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata berbinar. Kalau sudah menyangkut es krim dan makanan manis lainnya, sifat Baekhyun langsung berubah drastis. Chanyeol terkikik geli melihat ekspressi wajah Baekhyun yang lucu.

“Benar… Pesan apapun yang kamu mau.”

Baekhyun mengangguk senang dan memesan es krim vanilla ukuran jumbo, sementara Chanyeol memesan kopi. Setelah pesanan mereka datang, Baekhyun menyantap es krimnya dengan lahap hingga sekitar mulutnya belepotan. Chanyeol tersenyum dan mengulurkan tangannya menuju wajah Baekhyun. Baekhyun menatap Chanyeol bingung. Dengan lembut, Chanyeol mengusap mulut Baekhyun yang belepotan es krim dan menjilat jari-jarinya.

Wajah Baekhyun langsung memerah dan jantungnya berdebar kencang.

‘Apakah ini ciuman tidak langsung?’

***

“Puas sekali!!!”

Chanyeol berteriak senang saat dirinya dan Baekhyun keluar dari Everland. Baekhyun hanya tersenyum kecil, tidak disangka dia bisa menikmati kencannya dengan Chanyeol.

Baekhyun membawa sebuah boneka beruang berwarna cokelat yang cukup besar. Boneka itu didapatkan Chanyeol dari penjaga stand permainan tembak menembak karena Chanyeol berhasil mencetak skor tinggi. Chanyeol memutuskan untuk memberikan boneka itu pada namja yang disukainya dan untungnya, pemberiannya tidak ditolak.

“Ayo, busnya sudah datang…”

Chanyeol menarik lengan Baekhyun dan mereka pun masuk ke dalam bus dan duduk di kursi yang kosong. Sepanjang perjalanan, Chanyeol terus menggenggam tangan Baekhyun. Tiba-tiba Chanyeol tertidur dengan kepala bersandar di bahu Baekhyun.

Baekhyun terkejut dan menjadi salah tingkah. Ia mengamati wajah Chanyeol yang sedang tidur.

“Wajahnya seperti malaikat…” Gumamnya.

Tanpa sadar, Baekhyun mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Chanyeol. Namun belum sempat Baekhyun menyentuh wajah Chanyeol, bus tiba-tiba berhenti dan sang sopir mengumumkan bahwa mereka telah tiba di Seoul.

“Ah? Sudah sampai?”

Chanyeol terbangun dan Baekhyun segera memalingkan wajahnya yang merah.

“Iya…”

Mereka berdua pun turun dari bus. Chanyeol mengantar Baekhyun pulang terlebih dahulu. Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Baekhyun.

“Sampai besok, Baekkie!”

“Ne, sampai besok!”

Chanyeol melambaikan tangannya dan mulai berjalan, tetapi Baekhyun menarik lengan Chanyeol hingga namja tinggi itu kembali berhadapan dengannya. Mereka saling bertatap mata selama beberapa saat sebelum Baekhyun mencium pipi Chanyeol sekilas.

“I-itu… Ucapan terima kasih dariku… Aku senang sekali hari ini…”

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun segera berlari masuk ke dalam rumah karena tak kuasa menahan malu. Sementara Chanyeol memekik kegirangan sambil berlari pulang.

***

“Apa yang aku lakukan?”

Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Ia baru saja mencium Chanyeol di pipi. Bagaimana ia dapat bertatap wajah dengan Chanyeol besok?

Namja kecil itu memutuskan untuk mandi agar pikirannya tenang. Setelah mandi, Baekhyun mengganti pakaiannya dengan baju santai dan duduk di atas tempat tidurnya. Pandangannya tertuju pada boneka pemberian Chanyeol. Diraihnya boneka itu.

“Teddy bear, hmm… Kamu mirip Chanyeol… Kuberi kamu nama ‘Yeollie'”

Baekhyun memeluk Yeollie erat dan melepaskan pelukannya beberapa saat kemudian. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

“Yeollie… Sepertinya aku jatuh cinta pada Chanyeol…”

Ia kembali memeluk Yeollie dengan penuh cinta sebelum ia menyadari apa yang ia lakukan.

“Aku sudah gila!”

Baekhyun melempar Yeollie jauh ke sudut kamarnya. Tetapi beberapa saat kemudian ia mengambilnya kembali dan mendekapnya. Malam itu, Baekhyun tertidur dengan Yeollie di pelukannya.

***

Sudah satu bulan lamanya sejak hari pertama Baekhyun menjadi guru privat Chanyeol. Hubungan mereka berdua menjadi sangat baik, bahkan mereka sudah menjadi sepasang kekasih sejak dua minggu yang lalu. Meskipun seharusnya Chanyeol harus lulus ujian akhir sebelum boleh berpacaran dengan Baekhyun, Baekhyun memutuskan itu membatalkan janji tersebut karena ia sadar bahwa ia juga mencintai Chanyeol.

Banyak perubahan dalam diri Baekhyun sejak ia mulai berkencan dengan Chanyeol. Ia merubah total penampilannya, dari namja yang kuper menjadi namja yang tampan. Kacamata tebal yang selalu menghiasi wajahnya telah diganti dengan sepasang lensa kontak berwarna cokelat. Seragam sekolah yang selalu ia kenakan dengan terlewat rapi juga sudah berubah menjadi lebih modis.

Namun, mereka tidak tahu bahwa akan ada cobaan berat yang akan mereka hadapi.

***

Baekhyun menatap papan pengumuman yang ada di koridor sekolah. Hari ini adalah hari pengumuman peringkat prestasi tengah semester untuk murid di sekolahnya. Namja mungil itu merasa kecewa saat melihat namanya ada di peringkat ke tujuh.

‘Turun enam tingkat…’ Batinnya.

“Wah! Aku peringkat empat puluh sembilan! Biasanya aku di peringkat paling bawah…”

Suara Chanyeol menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Ia menoleh dan menatap Chanyeol yang sedang tersenyum lebar. Mau tidak mau, Baekhyun ikut tersenyum.

“Ini pasti karena bantuanmu. Terima kasih banyak, Baekkie!”

Chanyeol memeluk Baekhyun erat sementara Baekhyun kembali terlarut ke dalam pikirannya.

‘Bagaimana ini? Ini pasti karena aku terlalu sering bermain bersama Chanyeol…’

“Baekkie, ada apa? Ada yang salah?”

Lagi-lagi ia tersadar dari lamunannya. Baekhyun menatap kekasihnya dan tersenyum.

“Aniya. Nggak ada masalah…”

***

“Baekhyun, tadi sekolah menelepon. Katanya kamu turun peringkat, jadi peringkat 7. Sangat memalukan.”

“Maaf…”

Baekhyun meundukkan kepalanya saat kedua orangtuanya memarahinya.

“Ada apa denganmu? Kamu berubah total! Kamu selalu pulang terlambat dan penampilanmu juga berubah drastis.”

“Aku… Ada pelajaran tambahan di sekolah… Kalau soal penampilan… Aku hanya ingin mencoba penampilan baru…”

Mr. Byun dan Mrs. Byun menghela nafas.

“Cobalah belajar yang lebih giat, nak.”

“Ne, eomma, appa.”

***To Be Continued***

Waaaa~~~ ternyata ada yang mau baca fic abal ini *terharu*. Thanks for reading and also for the lovely comments~ ^^

Ini chapter 2 nya, semoga ngga jelek >.<

Comments are loved ❤

34 pemikiran pada “My Personal Tutor (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s