Guardian Angel (Chapter 2)

Author: Rin

Cast(s): Byun Baekhyun, Shim Eun Jo (You)

Supporting cast(s): Xi Luhan, etc.

Genre: Romance, Angst, fantasy

Legh: Two shoot

Rated: PG-15 (ragu sih sebenernya ada gak rated PG-15, tapi demi keamanan, please patuhi ratednya reader sayang^^)

Disclaimer: Cerita ini MURNI milik author 🙂 sedangkan member EXO, Cuma pinjem nama doang… T.T

Warn: Typo(s), alur berantakan, cerita aneh, mutu minimal, dll. Don’t Like? Don’t read dears…. 😀

BGM: Aku saranin bacanya sambil dengerin EXO-Into your World (Angel) 😀

Yang belum baca chap satu, silahkan obrak-abrik library yaaa~ 😀

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

Baekhyun menghentakkan kakinya asal ke tanah. Kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya. Dan seperti biasanya, ia akan memainkan bibirnya asal untuk mengusir kebosanan.

“Baekhyun? Kau sedang apa?”, Eun Jo yang baru saja keluar dari kelasnya memandang heran Baekhyun yang bersandar di tembok depan kelasnya.

“Kau sudah keluar? Baguslah. Ikut aku!”, dengan gerakan kilat Baekhyun menarik lengan Eun Jo. Tidak membiarkan orang-orang melihatnya. Baekhyun seperti menghindari orang.

“Kita mau kemana?”, tanya Eun Jo.

Namun hanya senyuman Baekhyunlah yang Eun Jo terima sebagai jawaban. Eun Jo terdiam. Baru menyadari kalau senyum Baekhyun merupakan senyuman yang sangat indah. Lebih indah dari Luhan malah. Aigoo~ Eun Jo merasa telah menghianati Luhan!

“Kau hari ini ada acara apa, Eun Jo-ah?”, tanya Baekhyun lembut.

“Eumm…. Nanti jam tiga aku berencana mengerjakan tugas kuliahku.”, kini mereka berdua berjalan beriringan di trotoar jalan.

“Bisa kau tunda mengerjakan tugasmu? Temani aku seharian ini ya?”

“Eh? Tapi aku….”

“Aku mohon.”, Baekhyun menatap Eun Jo memelas dan penuh harap. Membuat Eun Jo mau tidak mau menganggukan kepalanya.

“Baguslah! Gomapta, Eun Jo-ah.”, kemudian Baekhyun mengenggam tangan Eun Jo erat, menuju halte bus terdekat.

.

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

.

Suara mesin yang bising serta teriakan ceria dari berbagai kalangan tidak menghalangi Baekhyun untuk terus menatap sosok yang menurutnya sangat sempurnya di hadapannya ini.

Sadar sedari tadi di amati, Eun Jo mendongkak menatap Baekhyun heran.

“Wae?”

Baekhyun tersentak, kemudian buru-buru berdiri dari tempat duduknya, “Aku kira istirahat kita cukup! Kita lanjutkan naik wahana yang lainnya, Eun Jo-ah!”, kemudian Baekhyun menyeret Eun Jo menuju wahana terdekat, roller coaster.

Yap! Baekhyun dan Eun Jo kini sedang berada di Lotte World, salah satu taman bermain terbesar di Korea Selatan.

“Bae, aku sedikit trauma dengan wahana ini, kita cari wahana lainnya saja.”, Eun Jo yang menggandeng lengan Baekhyun yang tertutup jaket hijaunya, berbisik pelan.

“Ada aku, tenanglah.”, Baekhyun tersenyum lembut, seperti biasanya.

Dan benar saja, bahkan ketika roller coaster itu belum berjalan, Eun Jo sudah menunjukkan wajah ketakutan dan pucat.

“Pegang lenganku, kau akan baik-baik saja. Percayalah.”, Baekhyun yang duduk di samping Eun Jo meraih jemari Eun Jo untuk berpegangan pada lengannya.

Greekk… greekk… greekk…

Roller coaster mulai bergerak, Baekhyun menahan senyumnya menyadari Eun Jo yang benar-benar ketakutan, menggenggam lengannya kuat-kuat. Dan ketika roller coaster itu meluncur dengan kecepatan penuh, serta merta Eun Jo berteriak ketakutan, menutup matanya.

Roller coaster itu terus meluncur pada lintasannya. Berputar, berbelok, naik, dan turun. Baekhyun melirik sekilas kearah Eun Jo. Diam-diam tersenyum pahit. Entahlah… Baekhyun hanya tidak ingin semua momen ini menguar begitu saja.

Eun Jo turun dari roller coaster dengan sedikit terhuyung, pusing. Kalau saja ia tidak berpegang pada lengan Baekhyun, ia yakin sudah limbung sedari tadi.

.

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

.

Dan akhirnya, serangkaian kesenangan mereka berlabuh pada wahana paling populer, kincir angin.

Gomawo Baekhyun.”

Baekhyun yang sedang menatap pemandangan kota dari kincir angin menoleh menatap Eun Jo. “Untuk?”

“Untuk semuanya.”, Eun Jo tersenyum tulus. Senyum tulus pertamanya semenjak kepergian Luhan.

“Semenjak kau datang ke kehidupanku, pandanganku mulai berubah.”, Eun Jo beringsut duduk di samping Baekhyun. Tidak peduli nantinya kurungan kincir angin yang di tempatinya bersama Baekhyun akan limbung karena tidak seimbang.

“Percaya tidak percaya, aku mulai membuka hatiku. Membiarkan Luhan Oppa beranjak dari hatiku, dan menanti seseorang untuk masuk ke dalam hatiku.”, Eun Jo sedikit menunduk ketika mengatakan itu, sedikit merasa malu.

Baekhyun hanya terdiam menunggu Eun Jo melanjutkan kalimatnya.

“Bae… sekali lagi terima kasih.” Eun Jo mendongkak menatap mata Baekhyun. Berterima kasih dengan tulus.

Baekhyun masih terdiam. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Lidahnya kelu untuk sekedar menyanggah perkataan Eun Jo barusan.

Perlahan, wajah Baekhyun mendekat, sedikit memiringkannya.

Sebelah tangannya memeluk pinggang Eun Jo dan sebelah lagi meraih tengkuk Eun Jo. Ketika mereka semakin dekat, ketika nafas mereka bercampur menjadi satu, masing-masing dari mereka menutup mata. Dan akhirnya kedua siluet itu menyatu, mengecap rasa manis dari ciuman yang mereka bangun bersama.

Eun Jo merasakan jantungnya berdetak seperti ingin meledak merasakan sentuhan dan kecupan manis dari bibir Baekhyun.

Sedang Baekhyun, ia ingin menyalurkan seluruh rasa yang mengendap dihatinya. Memberitahukan perasaannya melalui ciuman kepada gadis di depannya kini.

Dan pada akhirnya, kebutuhan akan oksigenlah yang memaksa mereka mengakhiri ciuman yang terlalu manis ini. Baekhyun menatap lembut Eun Jo dengan nafas yang terengah-engah, tangannya mengusap bibir Eun Jo yang basah karena salivanya penuh rasa sayang.

Eun Jo mengulas senyum nan merekah, menyandarkan kepalnya di bahu Baekhyun.

Hati Eun Jo kini benar-benar terasa sangat hangat.

.

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

.

Malam ini Eun Jo sulit tidur. Insomnia. Diliriknya jam dinding Winnie the Pooh yang tergantung manis di kamarnya.

Pukul 01.00 dini hari.

Sudah tiga hari semenjak pertemuan terakhirnya dengan Baekhyun. Namun selanjutnya Baekhyun seperti hilang tertelan bumi. Tidak ada kabarnya sama sekali. Eun Jo sedikit meruntuki dirinya kenapa ia sama sekali tidak berinisiatif untuk sekedar meminta nomor ponsel Baekhyun. Begitu pun Baekhyun. Tidak pernah meminta nomor ponsel Eun Jo.

“Hahh~”, Eun Jo mendesah.

Kalau dipikir-pikir, Baekhyun itu sangat misterius. Selain nama lengkapnya, Eun Jo tidak tau menau soal namja itu. Tapi kenapa ia bisa jatuh pada pesona Baekhyun ya? Yaa~ cinta terkadang memang membingungkan.

WUUSSHH~~

Angin yang lumayan kencang menerobos masuk lewat jendela kamar Eun Jo. Menyebabkan tirai putih tipis milik Eun Jo melambai-lambai lembut. Eun Jo merasa sedikit terheran. Seingatnya tadi jendelanya sudah ia tutup rapat-rapat. Akhirnya dengan rasa malas Eun Jo melangkah menuju jendela kamarnya, berniat menutupnya.

Oke, jendela sudah ia tutup dengan baik. Saatnya bagi Eun Jo untuk kembali ke kasurnya, berusaha tidur agar esok hari ia tidak terlambat ke kampusnya.

DEG.

Eun Jo hampir terjungkang ke belakang saking terkejutnya menyadari ada seseorang yang berdiri di depannya.

“Bae-Baekhyun?”, Eun Jo tercengang. Bagaimana mungkin Baekhyun tiba-tiba sudah ada di kamarnya? Apakah ini hanya ilusi?

“Eun Jo-ah….”

Nyata.

Bayangan Baekhyun yang Eun Jo lihat sangat nyata. Ini benar-benar Baekhyun.

“Ba-bagaimana kau bisa masuk ke sini?”

Baekhyun diam sebagai balasan atas pertanyaan Eun Jo. Perlahan tangannya terayun ke udara, melakukan gerakan membentuk lingkaran di atas kepalanya sendiri. Dan sedetik kemudian, sebuah tempurung dengan batas seperti kaca melindungi Eun Jo dan Baekhyun.

“Bae… ini apa?”, Eun Jo semakin memandang heran dengan apa yang dilihatnya kini.

“Pengendap suara. Agar nantinya suara kita tidak terdengar ayah dan ibumu.”, kata Baekhyun singkat.

“Maksudmu? Aku tidak paham.”, Eun Jo mengigit bibir bawahnya. Ia merasakan firasat yang teramat buruk. Firasat yang sama persis  ketika hari dimana kecelakaan Luhan terjadi.

“Jelaskan padaku Baekhyun….”, Eun Jo menuntut lemah.

Baekhyun memandang Eun Jo sayu dalam keremangan kamar Eun Jo. Ia langkahkan kakinya mendekat pada Eun Jo hingga jarak mereka hanya terpaut satu meter.

“Aku mohon, kau jangan kaget Eun Jo-ah.”

Bersamaan dengan akhir kaliamat Baekhyun, sesuatu terjadi. Eun Jo tidak dapat melihat detailnya. Yang ia lihat adalah dibalik punggung Baekhyun, sepasang benda putih nan bercahaya yang nampak sangat kokoh terdeteksi indra penglihatannya. Sepasang benda itu sangat indah, sangat kontras dengan wajah sayu Baekhyun. Sepasang sayap yang cantik.

Eun Jo menutup mulutnya kaget. “Kau… kau ini apa Bae?”, suara Eun Jo nampak bergetar.

“Eun Jo-ah….”, Baekhyun semakin mendekat.

“Tetap di tempatmu!”, Eun Jo mengancam.

“Eun Jo-ah…. Sebelumnya aku benar-benar minta maaf kepadamu. Jeongmal mianhamnida.”, pandangan Baekhyun makin melemah.

“Ketika manusia terlahir, maka saat itu pula akan tercipta pelindung bagi si manusia itu. Seorang guardian angel.”, Baekhyun memberi jeda pada kalimatnya untuk sekedar mengamati ekspresi Eun Jo. Gadis itu masih nampak sama dengan semenit yang lalu. Sangat terkejut.

“Dan aku… Aku adalah guardian angelmu Eun Jo-ah.”

“Kau heran kan kenapa aku bisa tau segala tentangmu? Kesukaanmu, rumahmu, bahkan tentang Luhan? Itu karena aku selalu bersamamu semenjak kau lahir.”

Eun Jo mengigit bibirnya kembali. Entah apa alasannya, sepasang matanya mulai memanas.

“Kami, para guardian angel diciptakan hanya untuk melindungi majikan kami dari niat jahat dan iblis terkutuk. Dan kami diciptakan tanpa memiliki sebuah hal yang sangat indah yang disebut rasa. Ya, kami para guardian angel tidak punya rasa.”

Bakhyun mengambil nafasnya.

“Tapi… aku berbeda. Entah kesalahan siapa, aku terlahir dengan hati manusia.”

“Aku selalu bersamamu setiap saat. Memperhatikanmu ketika kau melakukan apapun. Perlahan, sadar atau tidak sadar aku mulai….”, Baekhyun sedikit ragu untuk mengatakannya.

“Mencintaimu….”

Kini dari sudut mata Eun Jo, beningan kristal itu mulai turun.

“Aku tau benar ini melanggar peraturan kami, para guardian angel. Tapi dengan nekat aku memutuskan untuk menggunakan kekuatanku agar terlihat seperti manusia. Awalnya aku hanya bermaksud memperhatikanmu dari jauh, memperhatikanmu secara lebih nyata. Tapi aku kelewatan. Aku malah memperburuk keadaan, membuatmu jatuh cinta padaku.”

“Kalau begitu kau harus tanggung jawab Bae….”, kata Eun Jo sambil terisak.

“Kalau aku bisa, aku ingin berada di sampingmu selamanya. Aku ingin kita hidup bersama. Tapi tidak bisa Eun Jo-ah. Kita berbeda. Sangat berbeda. Dan kemarin….”, Baekhyun menggantungkan kalimatnya.

“Kemarin apa?”, Eun Jo masih terisak.

“Kemarin Jendral kami menghukum atas segala tindakanku. Aku yang menyamar menjadi manusia, aku yang menggunakan kekuatanku untuk menyakiti manusia, kau ingat dua namja kurang ajar yang aku habisi dalam lima detik saja? Aku menggunakan kekuatanku.”, Baekhyun mencoba tersenyum, menganggap kalimat terakhir itu lucu.

“Dan pelanggaranku yang terakhir….”

“Adalah  aku yang telah berani mencintaimu….”

Eun Jo makin terisak. Bahunya bergetar hebat.  Hatinya sangat sesak mendengar kalimat demi kalimat dari mulut Baekhyun.

“Lalu apa tujuanmu mengatakan itu Bae? Untuk menyakiti hatiku?!”, Eun Jo berteriak dengan suara serak.

Baekhyun menggeleng lemah. “Jendral memerintahku untuk mengakhiri ini semua. Ia menyuruhku mengambil ingatanmu.”

Eun Jo menatap Baekhyun marah. “KAU TEGA!”

“Setelah kau lambungkan hatiku, kau buat hatiku berbunga karenamu, kau mau menghancurkan semuanya?!” Eun Jo menatap Baekhyun lekat dengan air mata.

Baekhyun mendekat, perlahan memeluk tubuh Eun Jo yang bergetar.

“Demi apapun di dunia ini, aku sama sekali tidak mau menyakitimu Eun Jo-ah.”

“Kalau begitu tetap di sampingku Bae…. Aku mohon.”, pinta Eun Jo dengan bahu yang bergetar.

Baekhyun melepaskan pelukannya, menuntun Eun Jo untuk menatap ke dalam manik matanya.

“Kalau aku bisa….”, Baekhyun memandang Eun Jo putus asa.

Eun Jo menatap Baekhyun penuh kesedihan. Nekat, kedua tangannya ia kalungkan pada leher Baekhyun, dan ia raih bibir Baekhyun, melumatnya lembut.

Baekhyun pun menyambut ciuman Eun Jo, memeluk tubuh Eun Jo erat, dan memperdalam ciuman mereka. Mendominasi atas Eun Jo. Menuntut lebih. Hanya suara kecipak ciuman mereka yang terdengar di tengah keheningan kamar Eun Jo.

Ciuman yang sangat dalam dan lama tercipta. Ingin sekali Baekhyun terus seperti ini kalau saja kebutuhan oksigen Eun Jo dapat diabaikan.

“Eun Jo-ah, mianhae.”

Mata Eun Jo yang masih sayu akibat ciuman itu mendadak membulat ketika jari tangan Baekhyun menempel tepat pada kepalanya.

“Jangan lakukan itu Bae….” Eun Jo menggeleng lemah ketika merasakan ada sesuatu yang mengalir dari jari tangan Baekhyun.

Baekhyun tetap diam.

“Baekhyun aku mohon…. Aku tidak mau melupakanmu begitu sa-“, energi yang makin kuat mengalir dari jari Baekhyun membuat Eun Jo lemas seketika. Ambruk dalam pelukan Baekhyun.

Pandangannya semakin gelap, dan kepalanya merasakan pusing yang teramat hebat.

Saranghae, Eun Jo-ah….”, kata itu terdengar samar bersamaan dengan kesadaran Eun Jo yang menghilang.

.

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

.

 “Kau melakukan dengan baik Baekhyun.”, sebuah suara dengan nada lembut membuat Baekhyun yang sedang menyelimuti tubuh Eun Jo menoleh seketika. Terlihat sosok dengan sayap teramat indah mendekat kearahnya.

“Aku melakukan demi kebaikannya, Suho.”, jawab Baekhyun dingin.

“Jendral menyuruhmu menghilangkan semua ingtannya, kenapa hanya sebagian?”, perlahan sayap Suho menghilang.

“Aku kira hanya menghilangkan ingatannya tentangku itu cukup.”

“Kalau ada orang terdekatnya yang megingatkanmu?”, tanya Suho.

“Aku selalu menghindari orang yang dekat dengannya.”, Baekhyun masih dingin.

“Baik, aku rasa itu cukup. Kajja, hukumanmu belum sepenuhnya selesai Baekyuh-ah. Jendral menunggumu.”, dan Suho kembali mengeluarkan sepasang sayapnya, melesat membelah langit malam nan pekat.

Baekhyun juga megeluarkan sayapnya, bersiap untuk mengikuti Suho. Namun matanya kembali mengarah pada gadis manis yang berbaring di ranjangnya itu.

“Walaupun kita terpisah karena dunia kita berbeda, tapi aku selalu disampingmu untuk melindungi dan mencintaimu, Eun Jo-ah….”

Dan sebelum perasaan Baekhyun mulai kacau, ia mengepakan sepasang sayap putih bersih itu. Melesat ke langit menuju tempat yang sangat jauh.

.

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

.

 “Eun Jo, bangun sayang…. Eun Jo, sudah siang….”, suara lembut itu membuat mata indah Eun Jo mulai terbuka.

Eomma~”, Eun Jo menggeliat pelan.

“Sudah siang, mandilah. Kau akan telat ke kampusmu.”, Eomma Eun Jo kemudian berjalan menuju jendela, berniat untuk membuka gordennya.

“Kau lupa menutup jendelamu Eun Jo. Bagaimana kalau ada orang jahat masuk?”

“Begitukah? Aku lupa Eomma.”, Eun Jo beranjak dari tempat tidur, menuju kamar mandinya.

Entah untuk alasan apa, hari ini Eun Jo merasa sangat tidak bersemangat. Merasa sangat buruk, baik fisik maupun psikologisnya.

Eun Jo mengernyit heran mendapati sepasang matanya nampak sembab ketika ia di depan cermin. Tadi malam ia menangis? Eun Jo sama sekali tidak ingat. Dan perlahan jemarinya ia sentuhkan pada bibirnya. Bibirnya terasa sangat hangat. Sangat kontras dengan hatinya yang entah kenapa terasa sangat kacau.

.

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

.

“Selamat pagi semuanya~ disini DJ Mong akan menemani esok kalian. Yang sedang bersiap kerja, kuliah, bersemangatlah kalian. Karena pagi ini begitu cerah.”, suara ceria DJ dari radio di kamar Eun Jo ia biarkan untuk mengisi kekosongan kamarnya.

“Okee~ untuk mengawali esok kalian, DJ Mong akan putarkan sebuah lagu. Lagu yang sangat maniss~ Semoga bisa membuat aura esok kalian lebih baik! Check this out~

Machi~ amugeotdo moreuneun airo geureoke
Dashi~ taeeonan sungan gachi.

Perlahan tangan Eun Jo yang sedang menyisir rambutnya berhenti. Ia tolehkan kepalanya kearah radio mungilnya.

Jamshi~ kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni
Yeokshi
~ neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo.

Tubuh Eun Jo seketika merasa sangat lemas. Dengan alasan yang tidak ia ketahui.

Dan han beonman ne yeopeseo
Bareul matchwo georeo bogopa han beon,
Ttak han beon manyo
~

Nafas Eun Jo mendadak terasa tercekat. Sepasang matanya memanas. Ingin sekali ia menekan tombol off pada radionya, tangannya sudah terulur, namun hati kecilnya memberontak menolaknya.

Neoui sesangeuro yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro eodieseo wannyago

Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeon
.

Tubuh Eun Jo melemas, jatuh kelantai kamarnya yang dingin. Matanya terasa sangat panas, dan tenggorokannya tercekat hebat. Ia terisak pelan. Entah untuk alasan apa.

NYUUT.

Eun Jo hanya merasa hatinya sangat sakit mendengar lagu itu.

Eun Jo memeluk tubuhnya sendiri. Bertanya-tanya apa yang terjadi kepada dirinya. Kenapa ia bisa sesakit ini?

Eun Jo menggigit bibirnya, menoleh kearah pigura yang terpajang rapih di meja belajarnya.

Bukan. Ini bukan tentang Luhan. Sama sekali bukan.

Lalu apa?

Eun Jo menangis dalam diam, semakin erat memeluk kakinya. Perlahan ia pukul dadanya. Sesak. Sangat sesak.

“Eun Jo-ah….”

Secara tiba-tiba sebuah bisikan lirih menguasai telinganya. Eun Jo menutup kedua telinganya rapat. Suara itu makin membuatnya makin sesak.

“Eun Jo-ah….”

“Henth-tih… kan….”, Eun Jo kini terisak keras. Suara itu hanya ilusinya semata. Bahkan Eun Jo tidak mengenali suara siapa itu. Suara asing, namun ketika mendengarnya Eun Jo merasa sangat sakit, marah, dan . . . .

Rindu.

Saranghae, Eun Jo-ah….”

Eodideun cheongugilteni~

=FIN=

.

=G=U=A=R=D=I=A=N=A=N=G=E=L=

.

Yosh! Akhirnya fic ini kelaarr~~ *gegulingan*

Otthe reader? Jelek ya?

Hahahaha~ maklum…. fic ini sebenernya fic enggak keurus, fic terbengkalai yang aku paksa buat selesai…. XD #modusauthor #ngelesnyapinterbanget

 

Eh iya, betewe, panggil author pake Rin aja ya, jangan panggil author. XD

Aku pengen kita lebih deket aja sebagai keluarga satu fandom (EXOtics ^^)

Rin 94 line~ silahkan mau panggil Saeng, Rin-ah, atau Rin Eonnie XD yang penting ada Rinnya 😀

Nanti aku juga akan berusaha manggil nama reader dengan nama panggilan ^^ Kalo yg lebih tua, bilang yaahh~ biar aku manggilnya Eonnie~ 😀 #sumpahiniorangbanyakmaunya

 

Oke, dan terakhir, gak mau minta apa-apa, cuma minta kritik, saran, dan masukan dari reader tercintaahhh~~ >,< #itujuganamanyaminta  –“

#lemparsuho

 

PS: Mian poster yang aku buat selalu seadanya. Lagi sibuk persiapan masuk kuliah, jadi untuk menghemat waktu, pake potoscape yg gampang. Insya Allah setelah semua kelar, nanti akan coba bikin poster yg lebih keren J #soksokanbangetauthornya

Papaii~~ *kecup*

 

Iklan

71 pemikiran pada “Guardian Angel (Chapter 2)

  1. astagaaahh rin, hatiku ikut pedih membacanya *lebe* tp serius rin, aku broken bgt knp si baekki ga jadi manusia ajaaa.. Tetap saja ini fanfic oke abis^^ keep writing yg happy ending.. Wkwkwk

  2. Kalo rindingdong bgmn? Hehe,mian ya saeng bercanda. So pasti aq eonnie qm”yong eonnie”. Kasian y eunjo dah terpuruk tambah “terlantar” gara2 jendralx baek (ho,bahasa apa ini) akhirx sad ending bwt eunjo. Tp tdk papa yg pnting aq senang bacax 😉

  3. Nyesek ih :” awalnya manis tapi endingnya…TTTTT but ini keren kok kak :”) seiring berjalannya waktu aku berharap eunjo bakal bisa move on :”) keep writing author-nim 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s