In Love With You (Chapter 1)

Tittle    : In Love With You (Chapter 1)

Author : Viola Khairun Nisa (@phiolla)

Main Cast :
-Kim Young Ki (You)
-Byun Baek Hyun
-Oh Se Hun

Support Cast :
-Park Misa Ki
-Xi Lu Han
-Temukan sendiri yang lainnya

Length  : Multi Chapter

Genre  : Romance, School Life , Sad

Rating  : PG 15

Maaf yaa kalau ceritanya aneh atau boseni-_- maklum baru pertama kali nulis FF dan juga pertama kali nge-post di sini.

#Happy Reading^^

Hari ini aku masuk ke Senior High School yang terkenal di kota Seoul, Korea Selatan. Aku merasa sangat gugup hari ini, tidak tau kenapa ini sangat beda saat seperti masuk ke Junior High School. Langkah kaki mulai melewati pintu gerbang sekolah. Ini memang berbeda dari apa yang aku bayangkan.

“Young-ah!! Young-ah!!” teriak suara wanita memanggilku, tapi ini suara yang aku kenal.

Aku menoleh ke mana arah itu terdengar, kulihat sorang wanita sebaya sepertiku memakai seragam yang sama belari menuju arahku. Sampai kulihat jelas wajahnya yang khas dengan rambut panjang hitam lurus terurai dengan senyuman khasnya dan aku membalas senyumannya itu dengan sangat senang ternyata dia “Chan Misa Ki” ia sahabatku dari Junior High School. Aku pun langsung mengenalinya dengan cepat mungkin memang berbeda karena dia memiliki wajah Jepang yang di dapat oleh orang tuanya yang berketurunan Jepang.

“Young-ah, aku panggil dari tadi kenapa kamu tidak menoleh?” tanya sambil menarik nafas dalam dalam.

“Maaf aku tidak dengar” jawabku sambil meminta maaf.

“Tidak apa” jawabnya dengan cepat.

Aku dan Misaki merasa sangat senang saat aku ketahui jika kita bisa bersekolah bersama lagi. Aku kembali melanjutkan langkahku sambil berjalan masuk ke sekolah.

“Kita bersekolah sama lagi” ucapku dengan penuh gembira dan semangat.

“Iya, saat aku lihat daftar pengumuman siswa baru, saatku lihat namamu ada di sana dan aku bertambah senang lagi kita satu kelas dan kita bisa bersama lagi seperti dulu” ucapnya kegirangan.

“Benarkah kita akan sekelas?” tanyaku.

“Iya” jawabnya gembira.

Kita pergi mencari ruangan kelas kita bersama, saat ada yang membuat langkah kita terhenti saat kulihat gerombolan siswi baru.

“Sedang apa mereka?” tanyaku pada Misaki.

“Mereka sedang menggromboli kelompok cowok siswa baru yang terkenal dengan ketampanannya. Dia Byun Baek Hyun dia itu si PlayBoy paling suka mengajak cewek cewek pergi kencan sesukanya, itu Xi Lu Han si cowok paling lucu seperti boneka katanya dia itu orang keturunan China dan Oh Se Hun itu cowok yang paling misterius dan berhati dingin jadi banyak cewek yang suka dia dari pertama melihatnya” jawabnya panjang lebar.

“Ohh..begitu” jawabku singkat.

“Kenapa kamu hanya menjawabnya begitu!” ucap Misaki.

“Memangnya aku harus menjawab apa?” tanyaku.

“Paling tidak kamu meresponnya sedikit!” ucapnya sedikit kesal.

Aku dan Misaki melewati gerombolan yang ada di depanku. Tanpa melihat ke arah mereka, aku hanya berjalan lurus tanpa melirik sedikit pun ke mereka. Tidak seberapa jauh aku melangkah tiba tiba ada yang menarikku dari belakang genggamannya cukup erat sampai tanganku terasa sakit. Aku berbalik mencoba melihat siapa yang menarikku. Kini tubuh dengannya benar benar sangat dekat hanya tinggal beberapa inchi dari wajahnya ternyata dia Baekhyun si cowok playboy itu. Tiba tiba cowok itu melontarkan pertanyaan yang membuatku terkejut.

“Apakah kamu ingin pergi kencan denganku?” tanya Baekhyun.

Seketika semua mata tertuju kepadaku setelah mendengar perkataannya tadi. Dia mengajakku kencan? Baru saja bertemu berkenalan juga belum sudah mengajakku kencan. Seketika aku dorong badannya menjauh dariku.

“Aku tak bisa kencan denganmu” jawabku dengan ekspresi datar.

“Oh begitu” terlontar begitu saja. “APA!?” Baekhyun terkejut mendengarnya.

“BAEKHYUN DI TOLAK!” teriak salah satu temannya Luhan.

“Apa aku salah dengar ya? Ada cewek yang menolak ajakanku?” tanya Baekhyun ragu.

Aku dan Misaki segera meninggalkan mereka dan segera munuju ke kelas kami.

-Sementara itu-

“Hebat juga cewek itu bisa nolak kencan kamu Baekhyun” sindir Luhan.

“Dia memang beda tidak seperti cewek lainnya, tak akan ku biarkan dia begitu saja, ini baru pemanasan, lihat saja nanti” ucapnya dengan sedikit senyum licik.

*kringg..kringg* bel masuk.

Aku memilih duduk bersebelahan dengan Misaki. Aku cuma ngelamun menunggu guru yang datang dan menginggat perkataan cowok playboy tadi, sampai lamunanku terpecah saat seseorang di balik pintu membuka pintu itu yang ternyata ‘mereka’. Semua mata langsung tertuju kepada mereka. Seperti sedang melihat malaikat yang datang tiba tiba.

“Oh.. Tidak kenapa mereka ada di sini, mimpi apa aku semalam bisa bertemu cowok cowok aneh seperti mereka” gumanku dalam hati.

“Hai!!” sapa si playboy tadi ke arahku.

Si cowok itu berjalan menuju ke arahku. Aku cuma memasang wajah yang datar dan mengalihkan pandanganku dari mereka. Sampai si sowok playboy itu berada tepat di sampingku. Dia membungkukkan badannya dan membisikkan sesuatu di telinga kananku.

“Aku gak akan menyerah begitu saja” bisiknya.

“Apa yang ia katakan? Itu terdengar seperti tantangan buatnya. Apa yang aku pikirkan, aku tidak usah memikirkan dia, kenal saja belum, biarkan saja dia mau bicara apa!” gerutuku dalam hati.

Si cowok itu duduk tepat di belakangku dan si cowok misterius itu duduk di sebelah kiriku. Aku merasa seperti di kepung sama cowok cowok aneh seperti mereka.

“Ternyata mereka berdua sekelas denganku!? Lengkap sudah penderitaanku” gumanku dalam hati.

Jam pelajaran berjalan dengan lancar, tidak ada gerak gerik yang mencurigakan dari mereka. Apalagi dari cowok yang duduk di belakangku itu.

–Jam istirahat–

“Braakk!!” suara pintu terbuka dengan sangat keras.

Aku sangat terkejut bahkan seisi kelas merasa terkejut sekali. Ternyata yang kulihat sesosok cowok yang tadi di ceritakan sama Misaki ia cowok yang seperti boneka. Kalau tidak salah namanya Luhan. Seingatku.

“Sehunnie!” teriak cowok yang habis membanting pintu dengan keras yang lalu lari menghampiri Sehun.

“Sehunnie~ Kenapa kita tidak sekelas? Aku di sana kesepian, banyak cewek cewek yang mendekatiku dan menggodaku, aku cuma mau di godain sama kamu, aku gak mau di sana aku mau di sini” dengan suara manjanya.

Aku gak pernah menyangka ada seorang cowok yang bisa manja sekali dengan teman cowoknya. Aku tidak bisa menahan tawaku mendengar perkataan aneh itu ke Sehun dengan nada manjanya seperti perempuan dan mungkin dia pantas jadi perempuan. Aku mencoba menahan tawaku mendengar perkataannya tadi tapi aku tidak bisa menahan aku hanya tertawa kecil di sampingnya.

“Kenapa kamu tertawa sendiri” tanyanya.

“Oh.. Tidak apa” jawabku.

“Sebaiknya kamu harus kembali ke kelasmu sekarang juga, aku mau tidur siang dulu” ucap Sehun menyuruh Luhan.

“Ahh~ Gak mau aku mau di sini~” jawabnya dengan wajah melas.

Luhan menatap Sehun dngan ke dua mata seperti kucing tapi lebih tepatnya kucing manjan yang sedang menginginkan seekor ikan dari majikannya. Luhan terus saja menatap Sehun seperti itu dan akhirnya Sehun tidak dapat menolak rayuan Luhan. Lalu Sehun mengajak Luhan keliar dari kelasnya.

“Aku ingin ke toliet, kamu ingin ikut?” ajakku ke Misaki.

“Tidak, aku di sini saja” jawabnya.

Aku berjalan keluar dari kelas mencari toilet, aku berjalan di koridor sekolah tapi anehnya koridor itu sangat sepi tidak ada seorang pun selain aku melewati koridor ini. Kulihat kejauhan seorang lelaki dari arah berlawanan, tapi aku tidak bisa melihat wajah karena dia menundukkan kepalanya.

Tiba tiba dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku. Saat kulihat ternyata Sehun si cowok misterius itu. Dia melihatku dengan tatapannya yang sangat dingin. Kita hanya berpapasan tanpa ada sepatah katapun mungkin kita memang baru berteman dan belum berkenalan dengannya. Langkahku semakin menjauh sampai darinya sampai aku sadar jika aku sudah berada di depan toilet.

Setelah dari toilet aku kembali lagi ke kelas, kembali lagi melewati koridor tadi tapi sekarang sudah sangat ramai dengan semua siswa baru. Aku membuka pintu kelasku kulihat Sehun sedang tertidur di bangkunya.

*Kriingg…kringgg* tanda bel masuk.

Hanya beberapa saat seorang lelaki tua bertubuh tinggi mungkin umurnya sudah kepala empat, masuk ke kelasku membawa tas hitam di tangan kanannya dan beberapa buku tebal di tangan kirinya. Ia langsung mengenalkan dirinya dan memberikan pelajaran.

“Hari ini kalian belajar sejarah, jadi kalian belajar di perpustakaan dan mencari beberapa artikel di sana” suruh pak guru.

Aku dan Misaki langsung menuju ke perpustakaan. Sesampainya di sana, aku langsung mencari beberapa artikel dan Misaki mencarikan tempat duduk untukku. Aku mulai mencari beberapa artikel menyusuri setiap rak yang tertata dengan rapi sampai aku telah menemukan apa yang aku cari.

“Sial aku tidak dapat mengambilnya itu sangat tinggi!” gumanku sambil terus berusaha menggapainya.

Mungkin karena badanku yang ‘kurang’ tinggi. Tiba tiba dari belakang ada tangan yang menjulur mengambil apa yang aku inginkan. Aku rasakan tubuhnya yang sangat dekat denganku dan ini terlalu dekat seperti orang berpelukan. Aku menoleh ke belakang ternyata yang kulihat adalah Sehun. Aku mengamati wajahnya dengan seksama yang hanya beberapa inchi dariku. Lamunanku terpecah saat dia memberikan buku itu kepadaku tanpa ada sepatah kata apapun dan langsung meninggalkanku.

“Terimakasih” ucapku sambil membungkukkan badan.

Ia tak menjawab apapun ia langsung kembali ketempat duduknya.

–Pulang Sekolah–

“Sampai jumpa Misaki” teriakku sambil melambaikan tangankku.

Rumahku dan Misaki berlawanan arah jadi kami tidak bisa pulang bersama. Aku berjalan sendiri menuju stasiun yang tidak jauh dari sekolah. Sampainya di stasiun dan ingin masuk ke dalam kereta dan ternyata kulihat Sehun naik kereta yang sama denganku ia sudah ada di dalam kereta yang sedang berdiri di depan pintu dan kelihatannya dia sudah melihatku dari kejauhan. Gerbang mau di tutup aku segera belari dengan cepat supaya tidak ketinggalan. Sehun mengulurkan tangannya kepadaku. Akhirnya aku dapat masuk tepat waktu. Tapi baru aku sadari posisiku sudah memeluk Sehun.

“Maaf” ucapku gugup sambil melepaskan pelukanku.

Sempit sekali aku tidak dapat bergerak, aku jadi terlalu dekat dengan Sehun. Aku coba geser sedikit supaya badanku tidak terlalu dekat dengan Sehun. Tapi usahaku sia sia Sehun mengetahui yang ada di pikiranku dan aku lakukan sekarang.

“Kalau gak mau terjepit, lebih baik diam saja. Tahan saja sampai turun nanti” ucapnya kepadaku.

“Dia tau aku mau geser. Aku tidak pernah melihat cowok sedekat ini selain dengan….” ucapku dalam hati terpotong.

“Hadap bawah saja” ucap Sehun dengan wajah yang malu menundukkan kepalaku.

“Aduh! Sakit” ucapku kesakitan.

Sampainya di stasiun tujuanku, akhirnya aku bisa keluar dari sana. Tiba tiba Sehun menghilang begitu saja. Aku kembali melanjutkan perjalanku pulang ke rumah.

–Ke esokan harinya–

Hari ini aku ingin datang pagi, karena kemarin aku belum sempat berkeliling sekolah. Aku melewati lapangan basket, kulihat di sana sangat ramai, dengan rasa penasaran aku ingin menuju ke lapangan basket.

“SEHUN!!! BAEKHYUN!!!” sorak para cewek dan ada Luhan di antara mereka.

“Mereka berdua memang keren, tapi kenapa aku bisa gak suka sama mereka, tapi Sehun sebenarnya baik, beda dengan rumor telah tersebar” sambil bicara aku melamun melihat mereka bermain basket.

“AWASSS!!!” teriak Baekhyun yang membuat lamunanku terpecah.

BRUKKK!!! Tanpa sadar bola basket itu tepat melayang mengenai kepalaku. Badan ini terjatuh hingga ke tanah dan langsung pingsan di tempat. Sebelumnya aku lihat Sehun ingin menolongku dan menghampiriku tapi Baekhyun lebih dahulu datang menolongku dan aku dengar.

“Biar aku saja yang menolongnya” ucap Bekhyun.

–Di UKS–

Aku mulai sadar dan mulai membuka mataku berlahan. Pandanganku masih kabur. Aku hanya diam mencoba memperjelas pandanganku. Kulihat orang yang ada di depanku yang ternyata Baekhyun. Aku mengangkat badaku dari tempat tidur supaya dapat duduk dengan baik.

“Apakah kau baik baik saja?” tanya Baekhyun yang ada di depanku.

“Aku baik baik saja cuma luka ringan. Kamu tadi yang menolongku?” tanyaku dengan suara sedikit ke sakitan.

“Iya, aku yang menolongmu tadi dan aku juga yang mengenaimu bola. Maafkan aku” jawabnya dengan nada bersalah.

“Ahh… Tidak apa, kamu pasti tidak sengaja bukan apalagi..” Baekhun memotong pembicaraanku.

“Sudah kau istirahat saja” sambil menaruh jari telunjuknya di atas bibirku supanya aku bisa diam.

Aku menatap mata Baekhyun yang sepertinya ia benar benar merasa bersalah. Mata kami saling beradu hanya beberapa detik. Seketika jari yang ada bibirku dia lepaskannya dengan rasa malu. Kulihat wajahnya kini mulai memerah.

“Mukamu merah?” tanyaku sambil ketawa kecil.

Dia terlihat sangat malu dengan pertanyaanku tadi. Tangannya tiba tiba melayang ke pipiku dan mencubit pipiku.

“Ahh~ sakit tau” kesalku dengan tampang cemberut.

“Kamu lucu sekali, nanti aku bisa menciummu” ucapnya dengan tampang mesum.

“…..” aku hanya diam mendengar perkataan Baekhyun barusan.

“Ternyata kamu malu juga. Ini belum saatnya, pasti nanti aku akan menciummu” ucap Baekhyun dengan wajah yang mencurigakan.

Tiba tiba Baekhyun memelukku dengan tiba tiba, aku tidak dapat berbuat apa apa karena badanku yang masih lemas. Dia taruh kepalaanya di pundak kiriku sebentar dan mengangkatnya kembali menatapku dalam dan menucapkan sesuatu padaku.

“Aku suka padamu Youngki” ucap Baekhyun.

Di situ aku hanya mendengar ucapannya yang terdengar seisi UKS yang hanya ada aku dan dia. Saat itu juga Sehun datang ke UKS dan melihatku dengan Baekhyun sedang berpelukan dan mendengar perkataan Baekhyun tadi. Sehun merasa terkejut dan langsung meninggalkan ruangan itu.

 

TBC
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang akan terjadi dengan Baekhyun dan Youngki? Mengapa Sehun meninggalkan mereka? Tunggu saja di chapter selanjutnya. Terimakasih :). Kritik dan saran jangan lupa ya ^^~

Iklan

29 pemikiran pada “In Love With You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s