The Last Target (Chapter 2)

Title : The Last Target

Nama author : milkchocholate

Genre : Romance

Length : 2 of ? (on writing)

Main cast : Oh Sehun, Shin Hyera

Other cast : Exo members, Shin Hyera’s friends

 

Author note :

Annyeong~~ 😀

Mian updatenya lama~~ *sujud* lagi lumayan sibuk ngurusin buat siap-siap masuk kuliah, hehe.. jeongmal mianhae.. TTATT

Mau berterimakasih buat admin, semua reader yang udah baca di chapter 1, yang udah ngomen juga, makasih bgt.. kalimat-kalimat komen kalian bnr2 membangun.. 😀

Chapter 2 masih aja ancur, jelek, ga rapi, typo dimana-mana, alur ga jelas, cerita aneh, dll, hehe.. tapi terus bantu biar karyanya bisa lebih baik ya.. 😀

 

Enjoy!!! ^^

Mungkin aku memang bersalah, menodai begitu banyak cinta yang datang padaku

Mungkin aku memang bodoh, menyakiti mereka yang tulus menyayangiku

Tapi setelah semua kesalahan dan kebodohan itu, aku tau kau akan datang, dan menjadi yang terakhir untukku

 

The Last Target

 

Table Fifteen Cafe, Hongdae, 11.00 pm

 

“Kau cantik sekali Hyera-ya..” seorang pria menyapa Shin Hyera saat ia berjalan melewati meja-meja penuh dengan pria yang tengah asyik merokok. Hyera hanya tersenyum sekilas pada pria itu lalu kembali berjalan menuju Sehun yang tengah memandangi cairan-cairan coklat kehitaman di hapadannya dengan wajah datar. Semua meja disana memang dipenuhi berbotol-botol wine impor mahal dengan berbagai gelas kristal di sekitarnya. Membuat Sehun membelalakan matanya kaget saat baru saja sampai ke tempat itu tadi.

 

“Kau belum minum satu gelas pun..” Hyera duduk di samping Sehun, menuangkan wine ke dalam gelas lalu meneguknya sampai habis sekaligus. Ia terus mengulangnya sampai botol itu kosong. Tiba-tiba Hani, Jin ah, dan Yoomi menghampiri meja mereka berdua. Untuk apalagi? Menggoda Sehun dan menjahili Hyera.

 

“Sehun-ah, ayo menari denganku..”

 

“Ini pertama kalinya kau datang ke pesta seperti ini kan?”

 

“Hyera cantik kan malam ini?” Hyera langsung mendelik tajam ke arah Hani. Pertanyaan macam apa itu? Memangnya mereka anak SMA yang sedang kencan? Kalimat-kalimat menjijikan dari sahabat-sahabat Hyera itu langsung terhenti ketika pasangan mereka masing-masing datang. Mereka semua pun pergi.

***

 

Oh Sehun’s house, 01.45 am

 

“Kau mabuk..” Sehun melepas seatbelt Hyera yang tengah tertidur. Hyera sangat mabuk. Ia bahkan harus memapah Hyera untuk sampai ke mobil tadi. Mereka kini tengah berada di rumah Sehun. Karena Hyera mabuk dan Sehun kesulitan menanyakan alamat rumah Hyera, jadi ia membawa Hyera ke rumahnya. Setidaknya walaupun seluruh keluarganya tidak ada di rumah, tapi ada banyak kamar tamu disana. Ia memapah Hyera menuju kamar tamu, membaringkannya lalu menyelimutinya perlahan. Mereka pergi sebelum pesta berakhir. Sehun tak bisa membayangkan kalau mereka masih di sana dan Hyera masih saja meneguk wine-wine itu. Ia tak bisa membayangkan akan semabuk apa Hyera nantinya.

 

“Oh Sehun..” gumam Hyera tak jelas. Sehun menatapnya, mendekat pada Hyera lalu dengan tangan gemetar mencoba mengusap wajahnya lembut. Gadis ini.. berhasil membuatnya kacau akhir-akhir ini. Membuat pikirannya hanya fokus pada satu nama. Entahlah apa gadis benar-benar serius padanya atau tidak. Tapi ia menikmati setiap detik yang ia habiskan bersamanya. Setiap kekakuannya di hadapan gadis itu. Setiap tindakan gadis itu terhadapnya. Ia suka setiap hal itu terjadi.

 

“Oh Sehun..” gumam Hyera lagi. Kini ia terlihat tersenyum dalam tidurnya. Sehun ikut tersenyum, penasaran sendiri apa yang ada dalam mimpi gadis itu sampai-sampai ia tersenyum sambil memanggil namanya.

 

***

 

Oh Sehun’s house, 7.00 am

 

Sehun baru saja akan memeriksa keadaan Hyera saat Hyera keluar dari kamar mandi lengkap dengan memakai baju miliknya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia tersenyum ke arah Sehun, duduk di meja makan, menyimpan handuk di sampingnya lalu memulai sarapannya.

 

“Kau masih berdiri disana?” gumam Hyera dengan mulut penuh. Sehun dengan ragu duduk di hadapannya lalu mulai meminum orange juice-nya.

 

“Apa kau masih pusing?”

 

“Minuman seperti itu tak akan membuatku pusing, aku sudah sering minum alkohol..”

 

Hyera selesai makan. Ia menopang dagu dengan tanggannya, memandangi Sehun yang tengah makan sambil sesekali melirik ponselnya dengan wajah gelisah. Pria itu takut terlambat. Dasar anak rajin. Hyera tersenyum, heran sendiri dengan dirinya yang merasa objek di hadapannya itu sangatlah menarik. Entah sejak kapan.

 

“Hari ini ada kuliah pagi..”

 

“Aku akan datang siang. Jadi kau duluan saja..”

 

“Nanti kau-“

 

“Aku akan menelpon supirku untuk membawakan mobilku kesini..” Sehun hanya mengangguk mengerti. Ia berjalan menuju pintu utama, siap berangkat.

 

“Aku pergi dulu..” ucapnya kaku. Ini pertama kalinya ia melakukan hal seperti ini. Makan pagi bersama seorang gadis, diantar sampai pintu saat akan berangkat. Ini terlalu aneh untuknya. Dan bertambah aneh lagi saat Hyera menariknya berbalik lalu mengecup pipinya singkat.

 

“Selamat belajar, Sehunnie..”

 

***

 

A few days later, President University, 03.00 pm

 

“Ayo pulang..” Hyera menghampiri Sehun yang tengah membereskan buku-bukunya. Semua orang di ruangan itu menatap mereka intens, seakan mereka adalah objek utama yang wajib diperhatikan dengan seksama. Sehun hanya menatapnya sekilas lalu kembali pada pekerjaannya. Kesal, Hyera lalu dengan brutal memasukan buku-buku itu ke dalam tas Sehun lalu menariknya keluar ruangan.

 

“Aku mau jalan-jalan..”

 

“Aku yang tentukan..”

 

“Daebak.. jadi sekarang Oh Sehun sudah bisa memutuskan??” bukannya menjawab Sehun malah menarik Hyera menjauh dari tempat parkir yang awalnya mereka tuju, kini mereka tengah berdiri di halte bus. Berdiri bersama orang-orang yang tengah menunggu bus.

 

“Kita naik bus??” Hyera terlihat begitu shock dan berusaha kembali, namun Sehun sudah menariknya masuk ke dalam bus. “Sehun-ah, kita-“

 

“Akan jalan-jalan, sesuai keinginanmu..”

 

“Tapi kan-“

 

“Mobilmu baik-baik saja, tak akan ada orang yang berani macam-macam dengan nona Shin Hyera kan?” jawab Sehun santai, yang membuat Hyera mau tak mau harus menerima keadaannya sekarang. Terjebak bersama targetnya yang tengah membawanya entah kemana.

 

Tiba-tiba Sehun berdiri, mempersilahkan seorang ibu yang tengah menggendong bayi untuk duduk di kursinya barusan sementara ia berdiri dengan berpegangan pada tiang panjang di tengah bus untuk para penumpang yang tak kebagian tempat duduk.

 

“Kau baik sekali nak.. terimakasih..” ucap sang ibu tulus kepada Sehun yang hanya menunduk. Hyera menatap keadaan barusan dengan mata terbuka lebar. Ia melihat sisi lain Oh Sehun. Sisi yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Sisi yang benar-benar menyedot seluruh perhatiannya, mengalihkan seluruh fokusnya. Mungkin adegan seperti ini sudah begitu banyak muncul dalam drama romantis tv ataupun novel-novel remaja, tapi mata lelaki itu lain. Saat ia dengan tulus menuntun ibu tadi untuk duduk sambil berusaha tak membangunkan bayi dalam gendongan ibu tersebut. Itu membuat Hyera terpaku, menatap dalam sosok yang berdiri tak jauh darinya yang kini menatap kearahnya balik, memastikan Hyera baik-baik saja. Ia tak pernah melihat tatapan seperti itu dari mata pria lain, tatapan peduli dan ingin melindungi.

 

“Ia pria yang baik..” ujar ibu yang duduk di sampingnya itu. Membuat Hyera tersadar dari lamunannya. “Kau sangat beruntung memiliki pria sepertinya..” tambahnya yang membuat Hyera lagi-lagi tak bisa berkata-kata. “Ia tipe pria setia yang akan melindungimu bagaimanapun keadaannya..”

 

***

 

Dragonhill Spa, Yonsang-gu, 3 pm

 

“Ini sudah hampir empat minggu dan kau belum juga melepasnya??”

 

“Daebak!!”

 

“Shin Hyera jjang!!”

 

“Ya!!” Hyera berteriak ke arah ketiga sahabatnya.

 

“Kau belum bosan dengannya, nona Shin?”

 

“Padahal kau sudah berhasil. Dalam sejarah Oh Sehun tidak pernah dekat dengan gadis manapun..”

 

“Sudah kubilang kan kalau aku pasti berhasil?”

 

“Ya ya ya.. nona Shin Hyera selalu bisa mendapatkan apa yang diinginkannya..”

 

“Jadi kapan kau akan meninggalkannya??” Hyera mendadak kehilangan semua kata-kata yang sudah siap meluncur dari ujung lidahnya. Ia memikirkan kalimat tanya yang keluar dari mulut Yoomi itu. ‘Kapan ia akan meninggalkan Sehun?’ ‘Kapan ia akan mencampakan pria itu?’ bukankah misinya sudah berhasil? Ia bisa dekat dengan Sehun, pria pendiam yang terkesan anti wanita itu. Jadi sekarang kenapa ia masih belum juga meninggalkannya? Seperti puluhan pria lain yang biasanya hanya lewat saja di kehidupannya. Oh Sehun. Pria itu, ada apa dengan pria itu?

 

***

 

Oh Sehun’s House, 1.00 pm

 

Sehun tampak sangat fokus pada musik dan gerakan dancenya. Ia bahkan tak sadar dari beberapa menit yang lalu seseorang sedang memperhatikannya, melihatnya dari celah pintu yang sedikit terbuka dengan kening berkerut bingung. Karena terlalu fokus pada Sehun orang itu tak sadar bahwa pintu dihadapannya sudah terbuka lebar, membuat Sehun berhenti dan menatap pintu dengan wajah kaget karena seorang gadis tengah menatapnya intens, seorang gadis dengan T-shirt, cardigan panjang dan jins yang melekat indah di tubuhnya. Terlihat santai namun sangat menarik dengan make up tipisnya yang manis.

 

“Kau-“

 

“Ini bukan apa-apa, ayo keluar..” Sehun dengan panik menarik Hyera, membawanya keluar dari ruang latihannya. Tapi baru saja beberapa langkah, Chen dan kesepuluh pria lain datang bersamaan.

 

“Shin Hyera?” Kai yang melihat Hyera tengah bersama Sehun langsung memanggilnya, membuat Sehun dan Hyera berbalik.

 

“Kai?” Hyera mengerutkan kening bingung. Menatap semua pria yang ada disana, yang tengah menatapnya balik dengan wajah penasaran.

 

“Ini, Shin Hyera..” ujar Sehun perlahan. Mau tak mau ia harus mengenalkan Hyera pada semua hyungnya itu. Wajah semua hyungnya langsung berbinar, senang akhirnya dapat melihat gadis yang akhir-akhir ini sering jadi topik utama perbincangan mereka. Mereka lalu mengenalkan diri mereka masing-masing.

 

***

 

“Jadi kalian adalah-“

 

“Ya.. itu kami.” Ujar Kris yang tengah memperlihatkan photo dua belas street dancer yang banyak dibicarakan orang lengkap dengan mask putihnya.

 

***

 

“Maafkan aku, rahasia kita jadi terbongkar..” sesal Sehun pada hyung-hyungnya. Ia dan hyung-hyungnya yang lain tengah memasukan barang-barang ke dalam mobil untuk aksi mereka nanti malam.

 

“Gwaenchana, Shin Hyera itu harusnya mengerti arti kata rahasia kan?” sahut Suho dari dalam mobil. Ia lalu melongokkan wajahnya keluar jendela. “lagipula, gadis itu cantik..” tambah Suho disambut predikat-predikat lain yang ditambahkan hyung-hyungnya yang lain sambil menggodanya. Mereka lalu kembali ke ruang latihan. Dimana Hyera masih saja terlihat antusias melihat beberapa video penampilan mereka dari pc tab milik Kris. Saat melihat Sehun kembali Hyera langsung menarik Sehun menjauhi ruang latihan menuju dapur.

 

“Gadis itu benar-benar cantik..” sahut Suho lagi saat Sehun dan Hyera keluar. Yang lain mengangguk setuju.

 

“Kulitnya sama seperti Sehun..”

 

“Mereka cocok..”

 

“Aku melihat mereka di kamar dan-“

 

“Kami tau..” sahut yang lain memotong perkataan Luhan yang hanya memasang wajah kosong namun imutnya itu. Membuat Baekhyun dan Chanyeol langsung mencubitnya gemas.

 

 

***

 

Mapo Sutbul Galbi Restaurant, Nonhyun-dong, 8.30 pm

 

Semua bersorak senang. Hari ini dua belas dancer street itu berhasil tampil di jalanan sekitar Nonhyun-dong, membuat sedikit kemacetan karena orang-orang berkumpul untuk melihat aksi mereka. Setelahnya mereka langsung melarikan diri seperti biasa, mencari jalan sepi dan membuka penyamaran mereka. Mereka sedang berada di restoran galbi terkenal di daerah itu, merayakan keberhasilan Baekhyun dan D.O yang kemarin baru saja memenangkan kejuaraan menyanyi.

 

“Chukaehamnida!!” seru mereka bersama lalu mulai makan. Dengan berisik mereka terus berceloteh. Entah itu Baekhyun-Chanyeol yang berulah, D.O yang mengatakan hal serius namun yang lain malah menertawakannya, atau Luhan-Xiumin yang terus digoda karena wajah imut mereka yang tak sesuai dengan predikat ‘hyung tertua’ yang disandang mereka berdua.

 

“Hyera? Itu Shin Hyera kan?” tiba-tiba Lay menghentikan semua suara disana. Semua langsung menatap ke arah pintu, dimana seorang gadis tengah menatap serius ponselnya sambil menggumamkan sesuatu. Ia mendongak dan langsung tersenyum melihat dua belas pria yang tengah menatapnya balik.

 

“Sehunnie..” ia langsung menghambur ke arah Sehun, memeluknya. Sehun yang kaget refleks mengangkat tangannya tinggi. Membuat Hyera leluasa memeluk tubuhnya. Pelukan singkat itu langsung berakhir saat para pria itu berdehem tak jelas dengan suara yang dibuat-buat. Hyera langsung membungkuk memberi salam lalu duduk di samping Sehun. Obrolan mereka pun bertambah seru dan kadar keberisikan mereka pun bertambah dengan adanya Hyera. Sehun melepas jaketnya dan menempatkannya di kaki Hyera yang hanya memakai rok mini tanpa suara.

 

“Aku janjian dengan temanku untuk makan, tapi tiba-tiba ia bilang tak bisa datang..” jelas Hyera pada Chen yang bertanya alasan Hyera datang sendiri. Hyera tengah meminum colanya lagi saat sadar ada kain yang menutup kakinya. Ia tersenyum sendiri, menyadari pria itu sangatlah menghargai dan melindunginya.

 

***

 

Shin Hyera’s house, 9.00 pm

 

To : Sehunnie

Kau sudah tidur?

 

Hyera melempar ponselnya ke atas ranjang sementara dirinya meloncat-loncat tak jelas di samping ranjangnya. Mengirim pesan. Bukan hal istimewa yang harus dirayakannya secara berlebihan seperti yang sekarang tengah dilakukannya. Mengirim pesan juga sudah tak aneh lagi untuk semua orang. Jadi kenapa ia harus bereaksi berlebihan setelah mengirim pesan untuk Oh Sehun? Ponselnya bergetar, memperlihatkan satu nama yang sedari tadi terus memenuhi pikirannya.

 

“Yoboseyo..”

 

“Aku belum tidur..”

 

“oh.. ya.. aku-”

 

“aku juga sudah mandi, makan, dan mengerjakan tugas, lalu aku-”

 

“Oh Sehun..” Hyera memotongnya. Ia menyesal sudah gugup sebelum mengangkat telpon pria itu tadi. Oh Sehun itu menelponnya hanya untuk menggodanya. Nappeun namja!! Sehun hanya tertawa mendengar Hyera memanggil namanya kesal.

 

“Aku tak tau kau sangat merindukanku, Hyera ssi..” Hyera tercekat, ia tau Sehun hanya bercanda, menggodanya, tapi kalimat itu benar-benar menohoknya. Membuatnya menyadari satu hal. Ia memang benar-benar merindukan pria itu.

 

“Aku tak merindukanmu..” dengan terbata akhirnya Hyera berhasil mengeluarkan suara.

 

“Ah.. arraseo.. kau hanya lupa beberapa jam lalu kita baru saja bertemu, jadi kau-“ Hyera menutup ponselnya cepat. Oh Sehun menyebalkan!!

 

Hyera beringsut menuju ranjangnya, menyelimuti setengah tubuhnya lalu menatap langit-langit kamarnya. Sehun sudah semakin dekat dengannya. Ia bahkan sudah bisa menggodanya sekarang. Tapi Hyera, player yang sudah banyak menaklukan pria malah gugup hanya dengan telpon dari pria itu?

 

From : Sehunnie

Jangan terus memikirkanku, cepat tidur dan bangun pagilah karena besok ada pretest, eo?

 

Oh Sehun menyebalkan!! Aish… pria itu. Entah bagaimana selalu berhasil menjungkir-balikkan suasana hati dan perasaannya dalam hitungan detik, hanya dengan beberapa kalimat saja. Tadi baru saja ia menggodanya, tapi sekarang? Pria itu malah mengingatkannya akan pretest besok yang tak pernah dipikirkannya sama sekali.

 

***

 

Oh Sehun’s House, 5 pm

 

Hyera baru saja keluar kamar mandi dengan baju kebesaran milik Sehun melekat di tubuhnya. Ia melihat Sehun tengah duduk di atas karpet sambil mengeringkan rambutnya. Mereka memang baru saja pulang dari perpustakaan. Seumur hidup Hyera tak pernah mau masuk ke perpustakaan. Tapi dengan mudahnya ia menyetujui ajakan Sehun ke perpustakaan untuk mencari bahan referensi untuk tugas mereka. Hyera mendekatinya, mengambil alih handuk di tangan Sehun lalu menggosok rambut Sehun perlahan sambil tak melepas kontak mata mereka.

 

“Sekarang sudah kering..” katanya sambil tersenyum lalu menaruh handuk putih itu di atas sofa sementara ia duduk di samping Sehun, menyenderkan kepalanya di bahu Sehun, memeluk pria itu dari samping sambil menonton film yang tengah Sehun putar. “Kau dingin..”

 

“Tentu saja, aku kan baru saja mandi..” Hyera mempererat pelukannya, membuat tubuh Sehun perlahan menghangat. Sehun kebingungan, ia ingin membalas pelukan hangat itu, tapi tangannya seakan beku, hanya melayang di atas tubuh Hyera tanpa berani menyentuhnya.

 

“Sehun-ah..” akhirnya tangan kaku itu mendarat di atas kepala Hyera, mengelus  perlahan rambut kecoklatan itu. “Kau tak akan meninggalkanku kan?” Sehun mengerutkan kening mendengar pertanyaan Hyera.

 

“Apapun yang terjadi, kau akan melindungiku kan?” Hyera menengadahkan wajahnya, menatap dalam pria di hadapannya. Ia tak tau apa tengah dilakukannya sekarang. Memohon seseorang untuk melindunginya? Untuk apa? Selama ini ia tak pernah membutuhkan apapun, dari pria manapun. Tapi pria disampingnya ini, membuatnya seakan kehilangan semua keangkuhannya, kesombongannya. Ia seakan kembali menjadi anak SMA yang baru merasakan jatuh cinta. Bermanja-manja, saling menyenderkan bahu, saling berpegangan tangan, saling mengucapkan kalimat manis. Seperti itulah yang ia rasakan setiap berada di samping Oh Sehun.

 

Sehun hanya tersenyum, respon akan kalimat Hyera barusan. Aku tak bisa menjanjikan apa-apa sekarang, tapi seiring waktu kau akan tau bahwa hanya aku yang selalu ada di sampingmu.

 

***

 

Coffee LEC, Sinsadong, 3 pm

 

“Kau benar-benar jatuh cinta?”

 

“Itu konyol, jatuh cinta pada target kita? aishh.. jinjja..”

 

“Kau tak mungkin seperti itu kan Hyera-ya?”

 

Hyera menatap ketiga temannya yang tengah menatapnya penasaran. Ia tertawa, menertawakan kalimat-kalimat konyol teman-temannya.

 

“Mana mungkin, pria membosankan yang hanya tertarik dengan buku, bukan tipeku!!” Hyera pun tertawa lagi, kini diikuti teman-temannya yang juga ikut tertawa bersamanya.

 

“Syukurlah, aku pikir kau akan benar-benar serius dengan pria itu..”

 

“Mana mungkin, sebentar lagi juga Hyera akan meninggalkannya, ia kan Hyera-ya?” Hyera tersentak dari lamunannya, ia hanya tersenyum kaku menanggapi kalimat Yoomi barusan.

 

***

 

Hyera dan Hani berada dalam mobil Hyera setelah tadi menikmati espresso favorit mereka bersama Yoomi dan Jin ah. Hani ikut dalam mobil Hyera karena mobilnya ada di bengkel untuk service rutin. Hyera memasang seatbeltnya lalu mulai memacu mobilnya.

 

“Sejak kapan kau peduli dengan seatbelt?” Hani heran melihat Hyera langsung memasang seatbeltnya begitu duduk di depan kursi kemudinya tadi. Sebelumnya mereka bahkan tak pernah menggunakan alat pengaman itu saat berada di dalam mobil.

 

“Sehun selalu memasangkan seatbelt untukku, jadi seatbelt sangat penting sekarang..”

 

“Sehun?” Hyera seperti baru sadar apa yang telah dikatakannya. Ia menoleh ke arah Hani sekilas dengan gugup lalu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Menghindari tatapan Hani.

 

“Hani-ya, espresso tadi terlalu manis ya. Padahal kan aku lebih suka-“

 

“Sehun?” ulang Hani. Ia ingin memastikan pendengarannya, dan penglihatannya. Ia bersumpah melihat binar-binar bahagia saat Hyera menyebut nama Sehun tadi. Hyera tak pernah terlihat sebahagia itu saat membicarakan pria.

 

“Aku akan meninggalkannya, jadi nama Oh Sehun itu tak akan ada lagi, eo?” jelas Hyera dengan nada.. ragu? Entahlah, tapi Hani merasakan keraguan dalam kalimat Hyera. “Min Hani?” panggil Hyera, membuyarkan lamunan Hani.

 

“Ne? Ah.. aku mengerti, kau memang akan meninggalkannya kan?”

 

“Tentu saja..”

 

***

 

President University, 3 pm

 

Kelas berakhir dan Sehun tengah membereskan bukunya saat ia melihat Hyera keluar kelas tanpa mengatakan sepatah katapun padanya. Sehun mengerutkan kening, heran dengan kelakuan Hyera. Gadis itu bahkan tak menyapanya sama sekali hari ini. Biasanya pagi-pagi gadis itu akan membawanya ke taman belakang kampus, duduk di meja taman sementara Sehun duduk di kursi taman di hadapannya, mendengarkan celoteh riang gadis itu sampai waktunya mereka masuk kelas. Di sela-sela kelas pun gadis itu akan sangat aktif mengganggunya, mengusik konsentrasi belajarnya dengan berbagai cara. Tapi tidak untuk hari ini. Gadis itu seperti kembali tak mengenalnya.

 

“Sehun-ah cepat, para hyung sudah menunggu di depan..” Kai membuyarkan lamunan Sehun, pria jangkung itu pun dengan cepat menyusul Kai yang sudah berdiri di ambang pintu.

 

***

 

Sehun dan Kai masuk ke dalam lift, yang ternyata sudah berisi empat gadis di dalamnya. Sehun mencoba menatap salah satunya, yang berdiri tepat di hadapannya. Tapi gadis itu hanya diam, bahkan tak menatapnya sama sekali. Gadis itu menunduk dalam, mungkin lantai marmer lift ini terlihat lebih menarik daripada wajahnya.

 

***

 

CBTL cafe, Gwanghwamun, 9.00 pm

 

Suasana tampak ramai. Seorang pria tampak bahagia melihat pesta yang diadakannya dihadiri banyak teman-temannya. Ia tersenyum ke setiap orang yang disapanya.

 

“Gomawoyo Sehun-ah, kau ternyata datang juga..”

 

“Kalau bukan karena aku dia tak akan datang..” Kai menimpali kalimat pria itu yang membuat ketiganya tertawa. Kai dan Sehun pun pergi dari hadapan pria itu, menghampiri meja makanan dan memilih beberapa untuk dimakan.

 

“Itu Shin Hyera!!” teriak seseorang, membuat hampir semua pasang mata melihat ke arahnya lalu mengalihkannya langsung ke arah Shin Hyera yang tengah menggandeng seorang pria. Suara-suara kecil pun mulai terdengar. Yang hampir semuanya mempertanyakan hal yang sama. Siapa pria di samping Hyera?? Orang-orang pun mulai mengalihkan tatapannya ke arah Sehun, yang tengah memasang wajah kosong sambil menatap Hyera. Ada yang menatapnya heran, kasian, iba, dan beberapa tatapan lain yang tak bisa dijelaskan artinya.

 

“Sudah kuduga kalau Hyera hanya mempermainkan Sehun..”

 

“Kasian sekali Oh Sehun..”

 

“Jadi hubungan Hyera dan Oh Sehun sudah berakhir?”

 

“Hyera kan memang tak pernah berhubungan serius dengan pria manapun..”

 

Dan kalimat-kalimat lain yang keluar dengan mulus dari mulut-mulut orang yang berada disana. Menambah rasa aneh dalam hati Sehun. Rasa aneh saat ia melihat Hyera bersama pria di sampingnya.

 

“Hyera-ya, kalian tampak cocok..” semua orang memujinya, juga pria yang berada di sampingnya.

 

“Lalu Oh Sehun bagaimana?” entahlah kalimat itu keluar darimana, tapi kalimat itu berhasil membuat tatapan semua orang terkunci pada Sehun dan Hyera. Sehun yang menatap lantai sedangkan Hyera yang berusaha mengendalikan ekspresinya untuk tetap tenang.

 

“Kami tak punya hubungan apa-apa..”

 

***

 

TBC

 

Sekedar inpo *nyunda abis*, nama-nama tempat sama daerah yang ada di FF ini itu beneran asli ada di korea, kecuali President university doang, itu mah ada-adanya author aja. Haha..

Gomawo yang udah baca, ngomen, dll, ketemu lagi di next chap ya.. annyeong~~ 😀

 

 

 

Iklan

29 pemikiran pada “The Last Target (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s