This Love (Chapter 5)

Title                      :  This Love (chapter 5 END)

Author                  :  @jejesikha

Genre                    :  Romance

Main Cast              :  Lee Ah Ra (OC)

Park Chanyeol (EXO K)

Tiffany (OC)

Wu Fan Kris (EXO M)

Other Cast             :  all EXO-K Member

Length                   : Multi Chapter

“ah…ra?” ucapnya kaget, aku bisa melihat ekpresi mukanya, kaget dan mungkin tidak menyangka kalau yang dia lihat sekarang adalah aku, tapi bukan aku sebagai kekasihnya, melainkan kekasih temannya, wufan.

 

Aku hanya bisa membungkukkan badanku, tanda hormatku pada mereka,

“kalian? Saling mengenal?” wufan melepaskan rangkulannya pada pundakku.

Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku, entah apa yang harus aku lakukan padanya,

Didepanku, ya chanyeol dia sekarang ada didepanku.

“hei, aku rasa aku pernah melihatmu”

Seseorang datang menghampiri kami, dia yang saat itu bertanya siapa aku pada chanyeol, ya, dia adalah maknae di groupnya. Dulunya dia seorang ulzzang?

“bukankah dia kekasihmu? Chanyeol?”

 

-DEG-

Laki-laki itu, entah siapa namanya, matanya memakai eyeliner, wajahnya cute. Tahu dari mana dia kalau aku ini kekasihnya? Atau bisa dibilang ‘bekas’ kekasihnya.

“kalian?” wufan menatapku, aku tahu dia pasti kaget dengan hal ini.

Aku hanya diam, entah apa yang harus aku lakukan, kali ini aku benar benar stuck.

“begitukah ahra lee?” akhirnya chanyeol berbicara, mengahmpiriku yang tengah berdiri di sebelah wufan.

“apa maumu sebenarnya? Mendekati kris?” ucapnya sambil menatapku sinis,

“berusaha membuatku cemburu, begitu?” tambahnya, aku tidak bisa menatap matanya, mengerikan, baru kali ini chanyeol semarah ini.

“apa maksudmu?!” wufan berjalan, menutupiku, menghalangiku dari chanyeol.

“bukan urusanmu hyung,” bentaknya.

Suasa diruangan ini menjadi tegang, member lain hanya diam tanpa kata, saling menatap satu sama lain, mungkin mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada kami sekarang.

“ini urusanku, dia kekasihku!”

“beraninya kau hyung!”chanyeol hampir memukul wufan namun seseorang menahan dadanya.

Mengerikan, ini semua terjadi karena aku, bertengkar, hampir berkelahi, apa yang mereka lakukan? Ini membuatku sontak diam tanpa kata.

“lepaskan!” chanyeol berusaha menghempaskan tangan yang tadi telah menahannya,

Baru kali ini, aku melihat chanyeol semarah ini, matanya berkilat kilat dan sesekali menatapku sinis.

“masalah ideal type? Itu yang membuatmu ingin sekali melihatku marah seperti ini?!” bentaknya padaku,

Mengerikan, sungguh chanyeol sangat mengerikan.

“apa yang kau maksud?! Berhenti membentak kekasihku!” kali ini wufan berusaha memukul chanyeol, namun laki-laki berwajah ulzzang itu menahannya.

“kekasihmu? Dia kekasihku semenjak 2 tahun yang lalu! Brengsek!”

Wufan membalikkan badannya mengahapku,

Dia memandangku, namun aku hanya bisa menundukkan kepalaku, aku tahu pasti wufan akan sangat kecewa.

“benarkah itu? Ahra? Katakana padaku!”

Wufan mengangkat wajahku, dan sekarang aku bisa melihat wajahnya, wajah kecewa, dia menatapku dalam, dia… entahlah mungkin dia sangat mengharapkan jawabanku sekarang.

“ahra, katakan padanya tentang hubungan kita, katakan pada wufan-mu itu!”

“tidak,”

“aku, aku tidak pernah berpacaran dengan chanyeol,” tambahkau, berbohong pada akhirnya.

“apa maksudmu?! Ahra?!” chanyeol menghempaskan tangan yang sedari tadi menghalanginya lalu berjalan kearahku.

“gadis macam apa kau ini?! berusaha menipu? Begitu?!” bentaknya tepat di depan mukaku, aku tidak kuat melihat wajahnya, marah, kecewa semua tergambarkan dari raut wajahnya sekarang.

‘Maafkan aku chanyeol’ batinku.

“aku, dan wufan kris, orangtuaku yang menginginkan kami bersama dan aku tidak ingin mengecewakan orang tuaku, dan pada akhirnya, aku menyukainya, dia kekasihku sekarang.”

Ucapku, sangat amat berbohong.

“wufan, bisakah kita pergi dari sini?” tanyaku,

Aku membalikkan badanku, berlari kecil keluar dari ruangan itu, menangis, aku tidak tega melihat muka chanyeol sekarang, aku tahu pasti dia kecewa, maafkan aku, aku lebih memilih perasaanku yang tersakiti dibandingkan dengan perasaan orang tuaku yang telah tiada, yang mengharapkan wufan untuk menjadi kekasihku. Suamiku di masa depan nanti.

Maafkan aku chanyeol, sungguh. Maafkan aku.

 

***

2 minggu setelah kejadian saat itu, aku hanya berdiam diri di kamar, mengunci pintu kamarku dan sesekali pergi keluar hanya untuk sekedar makan dan bertemu dengan tiffany.

Dan setelah kejadian itu pula aku tidak pernah bertemu dengan wufan, apalagi dengan chanyeol.

Lebih dari 800 message dan 430 incoming call dari wufan, semua aku reject. Entahlah, aku hanya butuh waktu sendiri, terlalu merasa bersalah pada chanyeol, salah paham, ku kira dia sudah tidak mencintaiku lagi namun pada kenyataannya dia masih mengharapkanku, menungguku, hanya aku yang tidak bisa memahaminya, dia sibuk, dia memalsukan idela typenya karena dia adalah seorang idol, aku memang bodoh, penyesalan selalu datang dia akhir.

 

Ibu, ayah, apakah kalian masih mengharapkah wufan yang akan menjdi pasangan hidupku pada akhirnya?

Sesitimewa apakah dia? Hingga akhirnya kalian memutuskan untuk menodohkanku dengannya?

Meskipun kalian tidak sempat mengatakan hal ini padaku, tapi dia sudah memberitahunya padaku. Paman jay juga, dia mengatakan hal yang sama dengan apa yang wufan katakan.

Ayah, ibu, bagaimana kalau pada akhirnya aku tidak menikah dengannya?

 

“ahra..”  suara tiffany membuyarkan lamunanku,

“ya, tiff?” jawabku dari dalam kamar.

“keluarlah.”

“untuk apa?” tanyaku

“keluarlah, kau hampir 2 hari penuh ada di dalam kamar kan?”

2 hari? Bahkan aku tidak merasakannya.

“benarkan?” tanyaku sambil beranjak dari kamar, berjalan menuju asal suara tiffany,

Namun kulihat sosok pria yang ada di sampingnya, hampir 2 minggu ini aku tidak pernah menemuinya lagi.

“wufan?”

“hm, bagaimana kabarmu?” tanyanya sambil menghampiriku, lalu memelukku erat.

“kau terlihat kurus,” tambahnya.

Aku hanya menerima pelukannya, tanpa membalasnya, entahlah sejak pertama dia memelukku, rasanya sangat berbeda ketika chanyeol yang memelukku.

“kau sakit? Kau terlihat sangat sedih ahra” ucapnya sambil mencium keningku.

“tidak, aku baik-baik saja”

“benar?” tanyanya memastikan.

“hm, yeah. Apa yang kau lakukan disini?”

“mengunjungimu, aku kan kekasihmu”

Kekasih?

Maafkan aku wufan, hingga kini aku belum bisa menganggapmu sebagai kekasihku.

“oh,” jawabku singkat.

“besok kau ada waktu luang?”

“ya, ada apa?”

“datanglah ke taman sebrang café Mui Mui jam 12 malam,”

“untuk apa?” tanyaku, aku belum pernah datang ke tempat itu sebelumnya.

“jangan membantah, datanglah, jangan telat sedikitpun, oke?”

“tap…”

“sesibuk apapun kau harus tetap datang, oke?” potongnya cepat.

“baiklah,” ucapku, Dia tersenyum padaku lalu mencium keningku sekilas.

“aku pergi dulu, masih banyak fansign yang harus aku datangi, bye” dia melambaikan tangannya kerahku, sambil tersenyum dia pergi keluar dari apartementku.

 

“dia sangat tampan,” bisik tiffany, namun aku masih bisa mendengarnya.

 

Dia, ya wufan yang baru kenal 2 minggu ini, dia kekasihku, karena aku tidak ingin mengecewakan orangtuaku, dia adalah kekasihku. Sekarang.

 

***

‘Sudah jam 1 malam’ batinku,

Aku sama sekali tidak melihat sosok pria yang menyuruhku datang kesini,

Sialan, apa dia membohongiku?

Tapi, mana mungkin?

Hampir 1 jam aku menunggu disini, dingin yang aku rasakan sekarang, tidak memakai baju terlalu tebal yang membuatku sedikit menggigil,

Wufan, cepatlah datang, aku benar-benar kedinginan.

 

“hosh.. hosh”

Aku bisa mendengar suara nafas yang begitu berisik menuju kesini, aku harap dia wufan, aku nyaris mati kedinginan, aku sudah benar benar kedinginan.

 

 

“ahra? Kau baik-baik saja?”

Bukan wufan yang aku lihat sekarang.

Seorang laki-laki yang menggunakan pakaian serba glamour, dengan manic-manik di seluruh bajunya, namun dia menutup bajunya dengan mantel yang cukup tebal.

Dia laki-laki berambut coklat, dan bertubuh tinggi.

Dialah laki-laki yang aku cintai.

 

 

“chanyeol?”

Ucapku dengan suara menggigilku,

 

“ahra, kau baik baik saja?! Katakan?!” ucapnya seraya memelukku,

Hangat tubuhnya, itu yang paling aku suka.

Pelukannya yang selalu aku rindukan,

Dadanya yang bidang yang selalu menjadi sandaranku.

Dia, chanyeol yang aku cintai.

 

“salju akan datang malam ini, seharusnya kau tidak memakai baju setipis ini, bodoh”

“siapa yang bodoh?” ucapku sinis

“kau yang bodoh!”

“tunggu, ponselku bergetar,”

Aku melepaskan pelukannya, mengambil ponsel di saku celanaku yang terus bergetar.

 

Message, Stranger.

 

Aku memandangi ponselku, wufan, dia…

 

: stranger

Ahra,

maafkan aku, tidak seharusnya aku memaksamu menjadi kekasihku hanya karena orang tuamu.

Aku juga tidak bisa memaksakan keinginanku untuk terus memilikimu.

Karena yang kau sukai bukan aku, tapi chanyeol.

Jangan merasa iba padaku, aku bukan pria yang mudah goyah.

Teruslah bersama chanyeol, aku sudah menyuruhnya datang kesana.

Teruslah cintai dia, dia pria bodoh yang masih tidak punya pendirian. Haha

Aku akan berangkat ke china sekarang, aku harus memulai debutku disana, banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan, aku akan sangat sibuk sekali.

Aku akan katakan pada orang tuaku, kalau sekarang kau sudah menjadi gadis dewasa yang cerdas dan cantik.

Aku juga akan memberikan mereka beberapa selca dirimu, pasti mereka akan bahagia melihat putri sahabatnya yang sekarang sudah tumbuh dewasa.

Meskipun aku bukan kekasihmu, aku akan menyayangimu,

Jaga dirimu! Jangan mengurung dirimu di dalam kamar hingga lupa untuk makan.

Belilah beberapa daging segar, melihatmu sangat kurus, kau tidak lagi terlihat segar dan sexy. haha

Nanti jika aku kembali ke korea, aku ingin melihatmu dengan berat badan 50kg dan tinggi 172cm.

Sampai jumpa, entah berapa lama aku di china, tetaplah jaga dirimu dan katakan pada chanyeol, jika dia tidak menjagaku, maka akan aku hajar dia saat aku kembali ke korea.

 

Wufan, kau…..

Aku tak kuasa menahan tangisku,

Aku sangat merasa bersalah padamu, aku menyesal telah membuatmu kecewa, aku menyesal telah membentakmu, aku menyesal, wufan.

Kau bukan orang yang aku kira, kau baik, yang melindungiku,

Maafkan aku tidak bisa menjadi apa yang kau inginkan, tidak bisa mencintamu, maafkan aku wufan.

 

“itulah dia, seorang leader yang bijaksana, meskipun sesekali begitu menyebalkan”

Chanyeol memelukku lagi,

“dia yang mengajariku untuk menjadi lekaki dewasa yang bisa dibanggakan, terutawa membanggkanmu,”

Aku membenamkan kepalaku di dadanya.

Chanyeol, kali ini jangan pernah kau pergi lagi dariku, tetaplah di sisiku, jangan pernah melirik gadis lain selain aku. Kau hanya milikku.

“jangan menangis,” dia mengelus elus kepalaku,

“aku mencintaimu chanyeol, jangan melirik gadis lain selain aku!” ucapku tertahan oleh dadanya.

“tidak akan,” dia melepaskan pelukannya.

Menatapku dalam, lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku,

“hanya kau yang aku cintai,” ucapnya seraya mencium bibirku.

Aku menikmati semua kecupan dari bibirnya,

Rasanya, Aku tidak bisa menggambarkannya, ini terlalu indah.

Ciuman pertamaku, dengan laki-laki yang aku cintai, di bawah langit yang memancarkan sinar rembulan.

Ciumannya, bukanlah ciuman ganas, melainkan deep kiss yang membuatku merasakan kalau dialah, satu satunya laki-laki yang aku cintai di muka bumi ini.

 

Chanyeol, aku sangat mencintaimu.

 

END

32 pemikiran pada “This Love (Chapter 5)

  1. wakks~ udh end ya.. hmm.. harusnya ada chanyeol pov nya thor pan si chanyeol sempet kagak muncul tuu ~ biar tau kita chanyeolnya perasaanya gimana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s