A Love To Kill (Chapter 3)

Author: Mrs.Byun

Cast: Wu Yi Fan (Kris), Kim Jiseon (Oc’s), Other cast

Genre: Romance, Teen .

PG: -17

 

Huekekekek author balik lagi setelah lama tidak melanjutkan ff yang sangat nista ini -__-“. Ok, author sibuk karna harus belajar buat masuk SMA plus tur perpisahan selama 3 hari dan baru balik #abaikan.

Mungkin chapter 3 ini adalah yang terakhir. Daaaaan sangat  ber- terima kasih sama reader yang udah mau kasih komen nya. Ada yang komen ff nya harus di rapihkan, maafkan saya karna saya baaru belajar EYD di kelas 9 ini di SD author ngak di ajarin EYD, lalu lalu lalu ada yang komen kalau di kasih unsur NC nya sedikit. Di chapter ini akan ada sedikit sangat sedikit unsur NC nya hehehe.

Ok author terlalu banyak cincong nih langsung aja yaa T^^T

 

###

Kris POV…

Aku terus memikirkan kata Jessica tua itu, dia akan mencari pembunuh bayaran lainya. Aku memijat pelipisku perlahan dan berbaring di atas tempat tidurku nan empuk ini.

Semua kejadian tadi siang terus berputar di kepalaku, mencari pembunuh bayaran, mencintai Jiseon.

Apa aku pedhofil? Itu wajar! Aku mencintai yeoja yang lebih muda dariku. Setelah lama berpikir, aku melirik jam yang bertengger manis di dinding kamarku. Waktu menunjukan pukul 3 sore dan aku harus menjemput Jiseon.

Aku tidak ingin dia mati di tangan pembunuh bayaran yang di suruh wanita tua itu, aku bangkit dari tempat tidurku segera berjalan mengambil jaket dan kunci motor.

Jiseon-ah tunggu aku!

 

###

Jessica POV…

“yeoboseo?” suara berat berat itu menyapaku.

“yeoboseo, aku butuh bantuan mu dan tean mu itu sekarang! Bunuh anak tiriku!” ucapku langsung kepada intinya.

“maksudmu? Kim Jiseon? Gadis cantik itu?” tanya namja itu.

“ne, bocah tengil itu. Terserah kau mau apakan dulu bocah itu. Tapi, kau harus membunuhnya! Ingat aku akan membayar berapa pun yang kau minta. Jangan lupa bunuh juga namja tinggi bernama Wu Yi Fan” kataku.

“baiklah Nyonya Jung, masalah uang aku akan mengurusnya belakangan” katanya lagi lalu terkekeh menunjukan ke- evilanya.

“baiklah Park Chanyeol” kataku alu memutuskan line telpon ku. Aku menaruh kasar telpon itu ke tampatnya.

“semoga saja ini akan berhasil! Kim Jiseon riwayatmu sudah tamat saat ini hahaha” tawaku.

 

###

Jiseon POV….

“Jiseon-ah!” suara bass yang ku kkenal memanggilku.

“Kris oppa? Kenapa kau….”. “sudah ku bilang aku akan menjemputmu” ucapnya memotong pembicaraan ku.

“oppa tidak baik memotong pembicaraan orang lain, appa bilang itu tidak so..hmmmpp” pembicaraanku terpotong saat bibirnya mendarat di bibirku melumatnya lembut.

“ayo pulang!”ajaknya. Aku hanya mematung di tempat, mengerjap kan mataku berkali – kali. Sepertinya jantungku sudah lepas.

“Jiseon-ah apa aku harus mencium mu lagi?”tanya Kris membuyarkan lamunanku.

“Andwe! Ini tempat umum! Khajja kita pulang” ucaku.

 

###

“kenapa kau menciumku di depan umum?” tanyaku begitu memasuki apartemen kris.

“kau pasti tau alasanya, setiap namja ataupun yeoja yang mencium pasanganya itu menunjukan bahwa orang itu mencintai pasanganya” jawab Kris. Aku kaget di buatnya, mencintai?!.

“kau? Men…cintaiku?” tanya ku ragu.

Kris hanya tersenyum manis dan duduk di sofa lalu melepaskan sepatunya, aku hanya mematung karna terlalu kaget. Baru 1 hari yang lalu kami berkenalan dia bilang dia mencintaiku.

“geotjimal” seruku lalu duduk di sampingnya.

Kris meraih tanganku lalu menatap mataku serius “Kim Jiseon, memang baru 1 hari yang lalu kau mengenalku tapi aku sudah berhari-hari mengenalmu. Aku mencintaimu sejak pandangn pertama” jelas Kris.

Aku menatap matanya mencari kebohongan di mata milik Kris namun nihil! Tidak ada sama sekali kebohongan.

“aku percaya!”kataku cuek, jantungku berdebar keras sangat keras.

“apa kau merasakan jantungmu seakan lepas dari tempatnya saat aku menciummu tadi?” tanya kris.

Aku hanya mengangguk lemas. “baiklah! Kau yeojachingu ku mulai dari sekarang!” katanya.

Aku menatapnya kaget meminta penjelasan, apa-yang-ia-bicara kan barusan.

“karna kau mencintaiku juga! Jangan membantah bocah!” katanya lallu menjitak kepalaku.

“appo!” ucapku.

 

###

Author POV…

Chanyeol terus mengamati dari jauh yeoja incaran untuk di bunuhnya. Ia tak sendiri ada Do KyungSoo yang menemaninya.

“sial!! Namja jangkung itu lagi yang disana, kapan kita melaksanakan aksi kita?! Kau tau aku sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh gadis itu sebelum kita membunuhnya” kata KyungSoo menggerutu kesal.

“sabar sedikit sebentar lagi mereka akan pergi! Kau tau si jangkung itu sudah pindah profesi menjadi pengusaha. Ia melanjutkan perusahaan milik appanya yang berada di korea! Aku sudah mendapatkan nomor telpon kantornya. Kita tunggu sebentar saja KyungSoo-ya” jelas Chanyeol. Tatapanya tidak luput dari gadis itu.

Dan dugaanya benar namja yang mereka panggil jangkung itu pergi.

“khajja!”.

 

###

 

“waeyo? Siapa yang menelpon?” tanya Jiseon sembari mengaduk-aduk cappucino miliknya.

“sekretaris dia bilang ada meeting mendadak, mianhae jagiya aku harus segera kesana! Aku antar kau pulang” kata Kris lalu bangkit dari duduknya dan menarik pergelangan tangan Jiseon.

“oppa! Aku akan tetap disini. Aku masih ingin menikmati pemandangan di sekitar kafe ini’ tolak Jiseon.

Kris hanya menghela nafasnya, “baiklah, setelah meeting aku akan menjemputmu disini. Jangan kemana-mana” ucap Kris lalu mencium kilat bibir mungil milik Jiseon.

“bye oppa!” kata Jiseon.

Selang beberapa menit setelah kepergian Kris. 2 orang namja mengahampirinya dan membekapnya.

 

###

Kris POV…

Aku diliputi perasaan tidak enak telah meninggalkan Jiseon di kafe sendirian, perkataan Jessica itu muncul tiba-tiba.

Drrrtt….Drrrtt

“yeoboseo? ada apa sekretaris Cha?”tanyaku.

“Mr.Wu, ada yang ingin berbicara dengan mu. Sepertinya sangat penting” tersirat nada khawatir dari sekretaris Cha.

“sambungkan” pintaku.

Aku butuh satu menit untuk mendengar jelas orang itu berbicara apa.

Semakina ku mempeka-kan pendengaranku, aku semakin tau kalau itu suara Jiseon.

“mmpphhh….aaaarrgghh….OPPA!!! JEBAL TOLONG AKU AARRGGHH” teriak Jiseon.

“bagaimana? Wu Yi Fan? Yeoja mu sedang ku nikmati bersama dengan teman ku” kata namja yang berada di sana.

“SHIT!! Dimana dia sekarang?!” tanyaku emosi dan memutar balikan arah. Ku nyalakan GPS yang berada di mobilku dan ku sambungkan ke handphoneku.

“gudang sekolah Jiseon!” seruku.

“hahaha kau sangat canggih Tuan Wu!” kata namja itu sembari tertawa.

Segera ku putuskan line telponnya. Ku hubungi polisi, dan ku siapkan senjata yang berada di jok kanan.

 

###

Jiseon POV…

“mau apa kalian?” bentaku kasar tubuhku hampi naked, kancing seragam sekolahku telah lepas yang tersisa hanya bra. Tangaku di ikat di belakang.

“lepaskan!”teriakku.

Namja yang lebih pendek itu mencium leherku dan meninggalkan kissmark disana.

“mmpphh….AARRGGGHH!!! JEBAL TOLONG AKU” teriaku.

Sepertinya namja yang tinggi itu menelpon Kris oppa.

“nona sebaiknya kita bersenang-senang dahulu, sebelum pangeran kesiangan mu itu datang menolongmu! Kau dan pacar mu itu akan mati setelah kami…”kata namja jangkung itu. Ia menjilat daun telinga ku ini.

“OPPA!! KRIS OPPA” teriaku. Yang boleh menikmati tubuhku itu hanya Wu Yi Fan! Hanya dia!

‘BRAAK’

‘DOOR’

“ARRRGGHH” teriakku darah menyiprat mengenai seragamku namja tinggi itu tewas setelah ia di tembak oleh Kris.

“oppa!!” seruku.

###

Author POV…

KyungSoo menyerang Kris. Dan meraih pistol yang ada di tanagan Kris, namun tidak berhasil.

KyungSoo menedang perut Kris hingga Kris terjungkal ke belakang.

Ppistol yang berada di tangan Kris terlempar jauh.

Kaki Kyung soo mendarat indah di perut kris berkali kali.

“Oppa! Bertahan lah! Oppa “ suara Jiseon bagaikan obat bagi Kris, ia bangkita dan hendak memukul KyungSoo.

‘DOOR’

Suara ledakan pistol mengiyang di gudang sekolah Jiseon.

Kyungsoo meringis kesakitan karna tangannya di tembak oleh sekawanan(?) polisi.

 

###

 

“oppa! Gwenchanayo?” tanya Jiseon, ia duduk menghadap Kris.

“aniya, aku tidak apa-apa” ucap Kris.

“pihak kepolisian telah menangkap Jessica, dan ayahmu telah kembali ke korea” ucap Kris.

“syukurlah! Oppa terima kasih banyak kau telah menyelamatkan ku” Jiseon tertunduk malu, wajahnya bersemu merah.

“untuk apa? Menyelamatkan hidup mu adalah kewajiban ku. Kau adalah calon dari anak-anak ku nanti” tegas Kris.

“eeh?! Maksudmu?” tanya Jiseon bingung, ia menatap wajah Kris dengan bertanya.

“aku melamar mu babo!” satu jitakan mendarat di kepala Jiseon.

“kau melamarku?! Kau melamar gadis kelas 3 SMA?!” tanya Jiseon kaget.

“memangnya kenapa? Apa tidak boleh? Baiklah aku akan mencari gadis  yang ingin ku persunting” kata Kris enteng. Ia bermaksud menggoda Jiseon.

“oppa! Baiklah aku akan menerima lamaran mu itu. Ayo lanjutkan” kata Jiseon bergelayut manja di lengan Kris.

Kris mengubah gaya duduknya, ia menggenggam tanga mungil milik Jiseon. Lalu mengeluarkan kota beludru berwarna ungu.

“aku tidak pandai berkata-kata, Kim Jiseon maukah kau menjadi ibu dari anak-anak ku nanti? Mau kah kau menjadi pendamping hidup ku sampai aku mati? Mau kah kau mendampingiku saat aku susah dan senang? Maukah kau…”.

Perkataan Kris terpotong, Jiseon mencium bibir Kris kilat.

“aku mau oppa, mau menjadi ibu dari anak-anak mu nanti. Mau menemanimu selamanya” kata Jiseon. Air mata menggenang di pelupuk mata Jiseon, ia tak pernah sebahagia seperti ini.

Kris menyematkan cincin di jari manis Jiseon.

“setelah ini ayo kunjungi ayah mu lalu, kita pergi ke kanada untuk aku perkenalkan calon istri ku kepada orang tua ku” kata Kris lalu memeluk Jiseon.

 

THE END~

 

Bagaimana? Jelek kah? Banyak typonya kah? Maafkan author yang tidak becus ini.

Sekali terima kasih buat reader yang udah ngaasih saran.

Kalo ada yang mau request ff tinggal komen atau mention aja ya ke @eksapi .

Sip…siip…siipp

Sampai ketemu di ff selanjutnya buy buy #lambai-lambai

48 pemikiran pada “A Love To Kill (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s