EXO PLANET (1st Prolog)

EXO PLANET (Beibiiilee Version)

1st Prologue

Author : Zuleykha Lee a.k.a beibiiilee

Main Casts : Kai and Cho Ikha

Support Casts : The Rest of EXO’ Members

Cameo :

Type : Sequel

Length : 10 Parts (only prediction)

Genre : Fantasy – Universe – Mistery

Rate : PARENTAL GUIDANCE !

Inspired from : EXO Music Video – Mama

Disclaimer : This FF is MINE! The story is mine and made with my-own-brain. Demi Super Junior, kalo sampe ada yang nge-plagiat-in nih FF, gue bawa kasus ini ke pengadilan *kebetulan rumah gue deket pengadilan Jakarta Selatan*

a/n : Well, ini FF pertama yang aku kirim ke blog ini. Thx buat admin yang udah ngizinin FF ku publish disini J Karna temenku bilang kalo ada author lain yang bikin FF dengan judul yang sama, jadi aku tulis judul FF ini “EXO PLANET (Beibiiilee Version)” buat ngebedain alur ceritanya. Jangan lupa buat komen yaaa~ Gamsahae~

***

EXO PLANET sebuah planet yang belum terdeteksi oleh makhluk lain di jagad raya. Keberadaan planet ini sengaja disembunyikan dari berbagai pihak. Faktornya hanya satu: melindungi spesies yang tersisa. Penghuni EXO PLANET selalu menjunjung tinggi peraturan kerajaan, salah satunya adalah ‘tidak berkomunikasi dengan makhluk lain’.

Dekade ini, penguasa tertinggi EXOPLANET, Leeteuk, mengadakan pemilihan penguasa baru yang akan menggantikan tahtanya. Para kandidat akan dipilih dari masing-masing gugus. Gugus EXO Kryptht dan Gugus EXO Myrath.

Selain itu, setiap gugus memiliki enam penjaga inti yang lebih dikenal dengan sebutan Six Warriors. EXO Kryptht digaungi oleh Suho (water), Baekhyun (light), Chanyeol (fire), D.O (earth), Kai (teleportation) dan Sehun (wind). Sedangkan EXO Myrath beranggotakan Kris (fire, fly), Luhan (control things with mind), Xiumin (freeze anything), Lay (heal the things), Chen (control thunder and lightening) dan Tao (pause the time).

Kedua gugus ini akan bersaing untuk mendapatkan tahta. Siapakah yang akan duduk di singgasana EXO PLANET pada akhirnya?

***

Author’ Side

“Kau tidak ingin istirahat?”

Sehun meletakkan secangkir minuman yang terbuat dari sejenis buah persik di atas meja. Tubuhnya ia rebahkan di atas kursi berbahan nylon dan berlapis akar tanaman yang tersusun rapih. Sudah satu jam yang lalu ia melihat Kai melatih ototnya secara terus-menerus. Namja itu seperti robot, tak mengenal kata ‘lelah’ dalam kamus kehidupannya.

“Tidak,” tukas Kai sambil terus melakukan scoot jam.

“Dimana Suho? Aku membawa kabar baik untuknya,” Sehun meraih flubbish—buah-buahan yang hampir mirip seperti apel—kemudian menggigitnya. Hanya saja buah itu agak berbeda. Kulit luarnya sedikit kasar tapi lembek. Bagian dalamnya berwarna keunguan.

“Aku tidak tahu dan tidak mau tahu,”

Sehun berdecak mendengar jawaban Kai. Namja itu ternyata masih sama seperti dulu. Ia tidak begitu akrab dengan Suho, leader Six Warriors di gugus EXO Kryptht. Mungkin karena namja itu gagal menjadi leader saat kalah melawan Suho. Jadi sampai sekarang namja itu masih belum bisa menerima kenyataan.

“Apakah parlemen sudah membuat keputusan?” tanya Kai seraya meraih pakaiannya yang tergeletak sembarangan di atas kursi.

Well, itulah yang ingin kubicarakan.”

Sehun mengambil jeda sejenak untuk menelan buah flubbish. “Setelah menimang-nimang, akhirnya parlemen menambah satu persyaratan lagi. Jika syarat itu tidak dipenuhi, maka ia tidak mungkin bisa menjadi kandidat utama,” tuturnya.

“Apa itu—syarat yang harus dipenuhi?” selidik Kai di tengah kegiatan memasang pelindung bahu yang menjadi bagian dari pakaiannya sekarang.

“Menikah,” seloroh Sehun, santai.

Kai membulatkan kedua mata. Mulutnya sedikit menganga. “APA?” ia hampir berteriak.

Sehun mencibir. “Ya. Menikah. Parlemen mengatakan bahwa dengan menikah, orang itu dapat belajar untuk bertanggung-jawab,”

Bola mata Key berputar. Tak lupa mulutnya mengeluarkan suara decakan. “Kurasa si Leeteuk Tua itu sudah gila. Kau tahu sendiri ‘kan? Diantara kita Suho lah yang paling tua. Dan dia baru berumur 21 tahun. Aku ragu Suho akan merelakan keperjakaannya hanya demi sebuah tahta,”

Sehun tergelak. Sepertinya ia juga membenarkan perkataan Kai. Para warriors di gugus Kryptht masih terbilang cukup muda. Dan kata ‘menikah’ begitu asing bagi mereka. Jauh pula dari fikiran mereka.

“Kebetulan kau ada disini,”

Baekhyun dan Chanyeol muncul dari balik punggung Sehun secara bersamaan. Baekhyun melempar secarik kertas pada Kai dan ketika namja itu meraihnya, kertas tersebut langsung berubah menjadi sebuah papan kayu yang berhiaskan tulisan-tulisan khas EXO Planet.

“Apa ini?”

“Parlemen akan mengadakan sebuah pertandingan sebagai tes awal antara gugus kita dan EXO Myrath. Katanya mereka ingin melihat sejauh mana kemampuan kita,” terang Chanyeol seraya duduk disamping Sehun dan merampas buah flubbish dari tangannya.

Kai berjalan menghampiri ketiga temannya dan memposisikan diri duduk di depan Sehun. “Satu lawan satu?”

“Ya. Tapi pada pertandingan terakhir, enam lawan enam.” Sambung Baekhyun.

Sudut bibir Kai tertarik membentuk seringaian. “Kita bisa kalah,” akunya.

“Kenapa?” tanya Sehun polos.

“Para Warriors EXO Myrath memiliki kemampuan yang berbeda dengan kita. Kita lebih mengandalkan kemampuan fisik sedangkan mereka lebih bermain dengan fikiran. Oke, mungkin aku bisa menandingi kemampuan Kris dan Xiumin, tapi mereka memiliki Lay dan Tao. Keduanya merupakan kombinasi yang baik,” ujar Kai. Kedua alisnya bertautan. Nampak sekali namja itu tengah berfikir keras.

“Setidaknya Chanyeol bisa memanggil naga dan membawa kita pergi saat keadaan genting,” goda Baekhyun. Chanyeol hanya tertawa renyah seraya ber-toss ria dengan Sehun.

Ya. Diantara mereka, Baekhyun Chanyeol dan Sehun lah yang paling santai dan easy-going. Berbeda dengan Kai. Dia tampak lebih serius dalam hal apapun. Meski Baekhyun dan Suho lebih tua darinya, Kai terlihat lebih dewasa dan berkharisma dibanding mereka.

“Hei, apa kau pernah dengar legenda pedang Afftheurcaly?” sela Sehun di tengah tawa Chanyeol yang belum juga berhenti.

“Tapi bukankah tidak ada yang tahu dimana pedang itu berada?” potong Baekhyun.

“Legenda mengatakan jika kita ingin memiliki pedang tersebut, kita harus menemukan Huglooms—Si Pembuka Kunci,” ucap Chanyeol.

“Masalahnya semesta ini begitu luas, Chanyeollie. Kita tidak mungkin mudah menemukan huglooms dalam waktu dekat,” timpal Baekhyun tak mau kalah.

“Tapi itu satu-satunya cara agar kita dapat memenangkan pertandingan. Kemampuan EXO Myrath jauh melebihi kita,” Sehun ikut angkat bicara.

“Kalian lupa? Kita punya Kai. Hanya dia yang bisa berteleportasi ke berbagai belahan dunia,”

Lagi-lagi Kai memutar bola mata. Pasti ujung-ujungnya berakhir seperti ini setiap kali mereka menemukan jalan buntu. Kemampuan teleportasinya yang menjadi jawaban dan tumpuan harapan. “Ayolah, Baekhyunnie. Jangan libatkan aku!” tukasnya.

“Bukankah hal itu kedengarannya bagus? Kau bisa menemukan gadis-gadis cantik dari planet manapun. Kudengar planet bumi memiliki spesies yang cukup beragam. Dan ah, jika kau menemukan gadis yang mirip dengan tipe-ku, sebaiknya kau membawanya kemari. Aku sudah bosan dengan Krystal. Dia sungguh membosankan,” rutuk Baekhyun.

Chanyeol menyikut perut namja itu agak kencang. Bagaimanapun juga Krystal adalah sepupunya. Dan bukannya merasa bersalah, Baekhyun malah melempar senyumnya pada Chanyeol, membuat kedua namja itu saling menjambak rambut lawan mereka masing-masing.

Di tengah kegaduhan yang ditimbulkan oleh kedua temannya itu, Kai lebih memilih untuk berfikir dan mencari jawaban. Benar, satu-satunya cara untuk mengalahkan EXO Myrath adalah dengan menemukan pedang Afftheurcaly. Pedang pemilik penguasa terkuat EXO Planet yang raib di telan waktu. Konon di dalam pedang tersebut terdapat roh-roh para dewa yang akan membantu si pemilik pedang mengalahkan lawan.

“Huglooms,” bisik Kai pada diri sendiri.

“Kurasa akan lebih mudah menemukanmu dengan bantuan dari Baekhyun,” lirihnya sambil melirik pada Baekhyun yang masih saja menjambaki rambut Chanyeol.

Namja  itu memperhatikan papan kayu yang berisi pengumuman pertandingan yang akan dilaksanakan dua bulan ke depan. Sepertinya pertandingan ini akan berlangsung ramai. Ditambah lagi ia sudah tahu siapa yang akan menjadi lawannya di pertandingan nanti.

“Luhan,” gumamnya sambil menopang dagu menggunakan satu tangannya.

Seringaian khas Kai mengembang. “Hmm, sungguh menarik,”

And the story begins…

Iklan

55 pemikiran pada “EXO PLANET (1st Prolog)

  1. omo omo!! My jagi~ Kai oppa!!!
    Aku meleleh bayangin sifat kai yang… Whuoo!!
    Bagus banget thor ff nya. Istilah2 yang dipakai juga wow! Sampe bingung mau ngeja katanya. Muehehe
    next story selalu ku tunggu ya thor! ^^d

  2. Idenya menarik,dan tidak monoton membuat si pembaca tambah penasaran dengan kelanjutannya… over all Bagus thor,Typ disini menjagokan Kai tapi tidak berpaling jga dari Chanyeol /bias Typ/ *kagak nanya* 🙂 fell nya dapet dan kata”nya tidak memperkosa otak,Typ nya lanjut batja dulu ya B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s