Season of Love: The Voice of Snowfall

Title:Season of Love

Sub-title: The Voice of Snowfall

Author:Kim Na Na

Main Cast:   Xi Lu Han

Byun Baek Hyun

Kim Joon Myun

Zhang Yi Xing

Oh Se Hun

And their yeojachingudeul (Check it out!)

Other Cast: Wu Yi Fan

Park Chan Yeol

Genre:Romantic

Length:Serial (5 END)

Note: ff ini pernah di publish di alwaysb1a4indo.com waktu itu nama author tsubakihime (kan sekarang ganti jadi Kim Na Na) jadi ff ini 100% buah pikir author#eaa bahasanya, bukan plagiat.Nah sekarang author ganti castnya dengan EXO dan ada beberapa bagian yang author ubah.Jangan lupa RCL ya ^^ gomawo.Happy Reading

 

The Voice of Snowfall

          ”Joon Myun hyung, gantikan pekerjaanku.Aku akan segera kembali.” kata Baek Hyun sambil berlari keluar.Aku hanya bisa menghela napas.Semoga tidak terlambat, pikirku

”Kling” ”Eoseo osipsio.Mu-eoseul dowa deurilkayo?” kataku sambil tersenyum ke arah pelanggan yang masuk.Seorang gadis cantik masuk sambil tersenyum.”Aku mau strawberry cake-nya 1 dan Mont Blanc-nya 1. Tolong dibungkus sekalian.” katanya sambil mengeluarkan dompet.”Baik.Silahkan.Semuanya 1500 won.” kataku.Ia mengeluarkan uang ”Kamsahamnida.Silahkan datang kembali.” kataku sambil membungkuk.Ia pun pergi.

Lalu aku menemukan sebuah buku.Sepertinya ini punya yeoja tadi.Aku melihat keluar tapi yeoja itu sudah pergi.Mungkin dia akan kembali ke sini kalau mencarinya, pikirku.

Saat jam istirahat, aku membuka-buka buku itu.Sampulnya berwarana biru lembut dengan gambar salju.Dibaliknya ada nama –KIM NU NI- pasti ini namanya.Isi bukunya tidak terlalu kumengerti.Hanya ada beberapa foto yang tidak kumengerti maksudnya.Gambar bunga, foto makanan, foto kuil, dan lain-lain.Atau terkadang ada beberapa kalimat yang sedikit aneh.”Ah biarlah.Aku bawa dulu saja.” kataku sambil memasukkan buku itu ke tasku.

 

****

          Selesai menggantikan Baek Hyun (yang nggak kembali-kembali), aku menuju taman.Sepeti biasa, aku akan mencari tempat yang agak sepi dan aku mulai menyanyi.Saat menyanyi adalah saat yang paling membahagiakan. Aku bisa merasakan berbagai macam perasaan hanya melalui sebuah lagu.

Tiba-tiba kulihat yeoja tadi.Dia seperti kebingungan mencari sesuatu. Mungkin dia mencari bukunya tadi.Aku langsung menghampirinya.”Permisi, kamu tadi yang datang ke toko roti kan?Ini tadi bukumu ketinggalan.” kataku sambil memberikan buku kepadanya.”Hah, kamu siapa ya?Aku tadi ke toko roti?” Ya ampun baru 2 jam sudah lupa, parah bener nih orang, pikirku ”Aku tadi yang menjaga toko.Ini aku menemukan bukumu” ”Oh ya aku ingat!Gomawo, buku ini sangat penting bagiku.Kalo boleh tahu namamu siapa ya?” katanya sambil  ke arahku ”Kim Joon Myun.” kataku

”Eh yang tadi menyanyi itu kamu?Suaramu enak.Aku sering mendengar nyanyian di taman ini tapi aku tidak tahu siapa yang menyanyi.Ternyata kamu orangnya.” katanya bersemangat.”Gomawo” kataku sambil malu-malu”Boleh tidak aku besok datang ke sini lagi?Aku suka mendengar nyanyianmu.” katanya sambil tersenyum.Manis sekali senyumannya ”Boleh, aku disini biasanya jam 4an.Kalau kamu mau tunggu saja di sini.” ”Yee, gomawo.Nanti aku bawakan kue yang banyak ya.Ya sudah, aku pulang dula.Bye~” katanya sambil melambaikan tangannya ke arahku.

 

****

          Sejak saat itu Nu Ni sering datang mendengarkan nyanyianku di taman.Atau kalau tidak kami akan bermain salju yang menumpuk. Menurutku, salju (Nu Ni) itu sama sekali tidak dingin tetapi hangat.Tawanya membuat dadaku menjadi hangat, kecerobohannya membuatku selalu tertawa.

”Eh, boleh tanya nggak? Apa sih arti dari gambar-gambar yang ada di bukumu itu?Rasanya aneh saja di buku harian yeoja ada gambar mie.” tanyaku penasaran”He he he aku bodoh, cepat lupa.Jadi aku sering memfoto apa pun yang kuanggap menarik.Tahu tidak barusan aku memasukan fotomu lho.Mau lihat?” katanya sambil menunjukkan buku hariannya.Di situ ada fotoku yang sedang tersenyum.”Kapan kamu ambilnya?Tapi aku sih memang cakep setiap saat jadi ya nggak masalah.” kataku menyombongkan diri.”Yee kamu sih selalu jelek.Eh salju mulai turun lagi.” katanya sambil belari menjulurkan tangannya.

”Hei, hati-hati nanti kamu jatuh ” kataku sambil mengejarnya.Benar saja, tiba-tiba dia tersandung dan jatuh dengan muka terlebih dahulu.”Benar kan kataku.”.Tapi dia tidak segera bangkit.”Hei gwenchana?” tanyaku sambil membalikan badannya.Darah mengalir dari pelipisnya.Dia terbentur sebuah batu yang cukup besar.”Nu Ni, Nu Ni.Sial.” kataku sambil membawanya ke rumah sakit.

 

****

          ”Lukanya tidak seberapa parah.Tapi saat memfoto untuk mengetahui apa ada pendarahan di dalam, kami menemukkan sesuatu yang aneh.Itu seperti tumor di daerah sekitar otak.Jika mau, kami dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.” kata dokter

Tumor otak, aku terkejut.Jadi bukan karena dia ceroboh tapi karena adanya tumor itu.Pantas dia sering merasa pusing tiba-tiba.”Dokter, apa tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap tumor itu?” ”Ada, tetapi terlalu besar resikonya.Terburuk kematian, teringan kehilangan ingatan atau lumpuh.”

****

          ”Nu Ni, sudah baikan?” tanyaku.” Ya, kan cuma luka kecil.Nan gwenchana.Yuk kita pulang.” katanya sambil melompat dari tempat tidur.”Chakaman, aku mau menanyakan sesuatu.Kenapa kamu sering merasa pusing tiba-tiba?” ”Kan sudah kubilang, itu cuma masuk angin saja.Sekarang saja sudah sembuh.” katanya mengelak.Aku tahu dia menyembunyikan sesuatu.Pasti penyakit itu.”Jangan bohong, kamu sudah tahu kan tentang penyakitmu.Aku tadi sudah diberitahu.” kataku.

 

****

          Kami sampai di taman dan duduk di bangku tempat kami biasa bertemu.Salju turun tanpa suara.Salju terasa begitu menakutkan bagiku.Setiap butirnya begitu menakutkan.

”Kamu tahu, appa dan ommaku sudah lama meninggal.Aku dirawat di sebuah panti asuhan.Sejak umur 8 tahun, aku sudah sering melupakan sesuatu.Hanya saja, aku tidak tahu apa penyebabnya.Baru 2 tahun yang lalu aku tahu penyebabnya.Tapi aku tidak mau melakukan.Aku tahu jika aku operasi, panti asuhan pasti kesusahan secara keuangan.Masih banyak anak yang lebih membutuhkan dari pada aku.

Lagi pula, aku tidak punya seseorang yang penting bagiku, jadi jika aku sampai meninggal, tidak akan ada yang sedih.Lalu aku mendengar nyanyianmu.Melodi yang tidak pernah aku lupakan.Meski aku tidak tahu seperti apa kamu tapi aku sangat menyukai suaramu.Untuk pertama kalinya dalam hidupku ada sesuatu yang ingin aku pertahankan hingga akhir.

Tapi, sejak mengenalmu juga aku menjadi takut.Aku takut jika nanti setelah operasi aku melupakanmu.Aku tidak mau melupakanmu.Aku bingung harus memilih yang mana.Hidup untuk terus bersamamu dengan mempertaruhkan kenanganku atau hidup apa adanya yang berarti hanya memiliki sedikit waktu untuk terus bersamamu.” katanya dengan air mata yang terus mengalir di pipi mungilnya.

”Jangan khawatir.Kamu harus menjalani operasi agar kita bisa selalu bersama.Jika kamu melupakanku, aku akan membuatmu mengingatku lagi.Jika kamu melupakan nyanyianku, aku akan selalu menyanyikan nyanyian indah bagimu sampai kamu mampu mengingatnya.Jadi, tidak akan ada yang berubah.Kita akan tetap seperti ini.Jangan takut dengan masa depan yang belum pasti.” kataku sambil memeluknya.

 

****

          Setelah tangisannya berhenti, Nu Ni tersenyum kepadaku seraya berkata ”Jeongmal Gomawo oppa.”  Tiba-tiba kami mendengar suara samar nyanyian Natal.Tiba-tiba Nu Ni melepaskan pelukanku dan melompat berdiri.”Oppa, hari ini malam Natal.Ayo temani aku berdoa di gereja.Di dekat sini ada sebuah gereja kecil.Kita berdoa di sana saja.Lalu kita pergi melihat pohon Natal di tengah kota.Kaja oppa, palli.” katanya sambil menarik tanganku.Aku hanya mengikutinya dengan tersenyum.

 

****

          Kami sampai di gereja yang dimaksud Nu Ni.Sebuah gereja kecil yang tidak terlalu ramai dengan para jemaat.Kami masuk dan mengambil tempat duduk di bagian belakang.Kami mengikuti kebaktian.Setelah selesai, kami tidak langsung pergi tapi berdoa terlebih dahulu

 

Tuhan jika Engkau mendengarkan doaku, tolong kabulkan sebuah permohonanku.Aku hanya ingin Nu Ni hidup.Apa pun yang terjadi ijinkan aku selalu dapat melihat senyumannya.Meski dia harus melupakanku, aku akan tetap bahagia asalkan Engkau tidak mengambilnya dari sisiku.Terima kasih Tuhan.Amin.

 

Setelah selesai berdoa, aku membuka mata dan melihat Nu Ni.Dia masih berdoa.Air mata mengalir pelan dari pelupuk matanya.”Amin” katanya mengakhiri doanya.”Kamu berdoa apa?” tanyaku.”Aku hanya berdoa agar aku tidak melupakanmu dan kita tetap bersama.Dan aku juga berdoa agar doa yang kita panjatkan juga terkabul.Aku serakah ya.Hehehe” katanya sambil tersenyum.

 

****

 

”Oppa, palli.Nanti keburu ramai.” katanya sambil berlari.Pohon natal berdiri tenang di tengah keramaian kota.Suasana hangat terpancar dari pohon Natal itu.Nu Ni melihat pohon Natal dengan tatapan seorang anak kecil.Aku tidak terlalu meperhatikan pohon Natal, aku hanya memperhatikan Nu Ni.

”Oppa, salju.Wah white Christmas.” katanya sambil melompat-lompat menangkap salju.Setelah lelah melihat pohon natal, kami kembali ke taman dan duduk di tempat biasanya.Kami melihat anak-anak kecil berlari dengan riang, para pasangan melihat gemerlapnya kota di malam Natal.”Oppa, jika santaclaus ada, aku ingin dia memberhentikan waktu di waktu ini.Ada orang yang kucintai disebelahku.Itu merupakan saat paling bahagia menurutku” ”Mungkin aku mau menjadi santaclausmu, tapi tidak dengan meberhentikan waktu, tapi dengan selalu membuatmu waktumu seperti saat ini.Selalu bahagia.Aku akan selalu disisimu.Karena aku juga bahagia ” jawabku sambil tersenyum padanya.Dia membalas senyumanku.

Tiba-tiba, Nu Ni memegang kepalanya.Wajahnya terlihat kesakitan.”Nu Ni kamu tidak apa-apa?” tanyaku sambil memegangi pundaknya.”Oppa kita akan selalu bersama kan?” katanya.Lalu matanya terpejam

 

****

          ”Penyakitnya bertambah parah.Sebaiknya dia melakukan operasi sekarang juga?Apa tidak ada keluarganya?” tanya dokter.”Dia yatim piatu, saya yang menandatangani berkas-berkasnya.” kataku panik. ”Baik”

”Nu Ni semoga kamu baik-baik saja.” kataku sambil terus berdoa.

****

          ”Operasinya berhasil.Dia juga sudah melewati masa-masa kritis.Tapi kami masih belum tahu, apakah ini akan berpengaruh pada ingatan atau saraf koordinasi.” jelas dokter.”Kamsahamnida, jeongmal kamsahamnida.” kataku. ”Jika ingin melihat silahkan, tapi mungkin dia baru sadar besok atau 2 hari lagi.” kata dokter sambil pergi meninggalkanku.

Aku masuk ke kamarnya.Dia sedang tertidur.Aku mencium keningnya sambil mengucapkan ”Annyeonghi jalkayo, sarnghandaneun Nu Ni.”

 

****

          Nu Ni baru sadar 2 hari kemudian.Aku langsung belari ke kamarnya. ”Nu Ni, kamu sudah sadar?” kataku sambil membuka pintu.Nu Ni hanya terkejut dan tersenyum sambil berkata.”Maaf, anda siapa?”

Aku terkejut mendengarnya bergata seperti itu.Ternyata ingtannya hilang.Seluruh ingatan tentangku hilang begitu saja.Tapi asal dia ada di sisiku aku sudah lega.Aku masih bisa melihatnya tersenyum adalah suatu kebahgian

”A-aku temanmu.Aku hanya ingin menjengukmu.” kataku.Tenang, aku sudah berjanji tidak akan menylahkan keadaan, batinku.”Oh begitu.Maaf aku tidak ingat.Aku sudah diberitahu dokter jika aku kehilangan ingatan setelah melakuka operasi.Sekarang aku baru ingat namaku dan sedang belajar aktifitas dasar.Kalo gitu kita kenalan lagi ya.Namaku Kim Nu Ni.Kamu?” katanya sambil menjulurkan tangannya.Perasaan lega menghampiriku sesaat.Nu Ni tidak lumpuh.”Kim Joon Myun” jawabku sambil meraih tangannya dan memaksakan diri untuk tersenyum.

****

          Setelah berbincang sesaat dan Nu Ni kembali beristirahat.Aku keluar dari kamarnya dan menutup pintu.Aku bersandar di pintunya sambil menangis.Tidak kukira, meski sudah menyiapkan hati, tapi aku tidak mampu melihat Nu NI seperti itu.Nu Ni kembali seperti anak kecil.Makan pun harus disuapin.Dan tidak mengingatku sedikt pun.

Meski aku berkata aku bahagia hanya dengan adanya disisiku itu hanyalah alasanku untuk lari dari keadaan.Aku masih saja merasa sedih karena sekarang aku bukanlah siapa-siapa lagi baginya.Semua kembali ke semula.Semua, tapi aku akan berusaha tersenyum di depannya.Akan membantunya mengingat kembali.

 

****

Nu Ni POV

          Aku mendengar suara isak tangis.Mungkinkah cowok tadi? Mendengarnya perasaanku menjadi sesak.Aku tidak ingin mendengarnya menangis.Sejak tadi dia tersenyum padaku tapi matanya menanatpku dengan kesedihan.

Semenjak aku tersadar, aku melupaka segala hal.Tapi ada satu hal yang kuingat.Aku berjanji kepada seseorang agar aku selalu mengingat orang itu, tapi aku tidak tahu siapa orang itu.Setiap aku berusaha mengingatnya kepalaku menjadi serasa mau pecah.Siap orang itu?Siapa?

 

****

          Selama di rumah sakit, Joon Myun mengunjungiku.Membawakanku berbagai barang baru.Mengjariku hal-hal baru seperti cara makan atau mengikat rambut.Dia menceritakan segala sesuatu tentang aku.Kebiasaan-kebiasaanku dulu, kesukaan dan apa yang aku benci.Aku menjadi tidak takut sendirian lagi.

Kehilangan ingatan membuatku takut sendirian karena melupakan orang-orang yang penting bagiku.Tapi berkat Joon Myun aku tidak sendirian lagi

”Oh ya Nu Ni, dulu sebelum kamu operasi, aku pernah berjanji akan menyanyikanmu sebuah lagu.Mau dengar?” katanya padaku saat kami sedang berjalan-jalan di taman rumah sakit.”Mau!Ayo oppa!” kataku bersemangat.”Oppa?” tanyanya.”Iya kamu seperti kakakku karena itu aku panggil kamu oppa.Boleh kan?” ”Tentu saja.” katanya sambil tersenyum tapi kesedihan terlihat jelas dimatanya.

Kenapa oppa setiap melihatku meskipun sellau tertawa tapi ada kesedihan di matanya?Apa aku telah melupakan sesuatu dan itu membuatnya sedih?”Kamu tahu lagu DBSK yang Flower Lady?” kata Joon Myun hyung membuyarkanku dari lamunan.”Ah, ara,ara.” kataku.”Bagiku kamu seperti itu.My flower lady.” katanya sambil tersenyum lembut dan mulai bernyanyi.

Suara ini.Suara yang selalu aku dengar dalam tiap mimpiku.Suara nyanyian  yang sangat ingin kudengar.Ternyata ini suara Joon Myun oppa. Tanpa terasa air mataku mulai mengalir.

”Lho Nu Ni kenapa?” tanya Joon Myun oppa menghentikan nyanyiannya.”Aku sangat rindu dengan sura ini.Ternyata ini suara Joon Myun oppa.” isakku.”Kamu ingat hal lain?” ”Ani,Cuma aku merasa sperti menemukan sebuah kepingan ingatan yang berharga saja.”.Meski aku tahu ini suara yang sangat kurindukan tapi aku tidak tahu kenapa aku begitu merindukannya.”Arasso.Nggak usah dipaksa kalo memang kamu tidak bisa mengingatnya.” katanya sambil mengacak pelan rambutku

Aku keluar dari rumah sakit 1 bulan kemudian.Joon Myun tetap menemaniku.Setiap hari dia membuatku bahagia.Meski aku tidak bisa mengingat semua hal yang dulu telah terjadi tapi Joon Myun memberikanku lagi ingatan yang berharga.Dia memang oppaku yang paling baik.

 

****

Natal, 1 tahun kemudian

”Gawat aku terlambat.” kataku sambil berlari.Hari ini aku akan merayakan Natal bersama Joon Myun oppa.Dia menyuruhku untuk datang ke taman.”Ah itu oppa” kataku saat melihat sosok Joon Myun yang duduk di bangku taman.Lalu aku mendengar suara nyanyian.

Itu pasti suara oppa, batinku.Tapi aku langsung berhenti berlari ketika melihatnya bernyanyi di bawah salju yang turun lembut.Pemandangan ini aku merasa sudah lama melihatnya.Padahal baru kali ini aku ke taman ini.

Joon Myun oppa, nyanyiannya,kursi taman itu, dan salju yang turun dengan lembut semua seperti terasa akrab bagiku.Seperti berasal dari kenanganku yang paling indah.Tanpa sadar air mataku mengalir.

Joon Myun POV

          Aku melihat Nu Ni berdiri tidak jauh dariku.Dia melihatku sambil menangis.”Nu Ni kamu kenapa?” ”Tidak apa-apa.Hanya aku merasa menemukan sesuatu yang berharga yang kucari sejak dahulu.Maaf ya.Ayo kita pergi.” katanya sambil menarik tanganku.

 

****

 

”Nu Ni mau main ice skating?” tanyaku.”Mau!Aku dari dulu pingin nyoba.” katanya bersemangat.Tapi sepertinya dia tidak bisa meluncur. Berkali kali aku harus menahannya agar dia tidak jatuh.”Akh Nu Ni awas.” kataku sambil memegang pundaknya agar dia tidak jatuh.

”Sudahlah.Sekarang kamu pegang kedua tanganku.Aku akan mengajarimu meluncur.” ”Dan jangan nyoba lagi.” tambahku ketika dia mau mencoba meluncur sendiri lagi.Akhirnya dia menautkan kedua tanganku dangan kedua tangannya sambil cemberut.

Aku pun mengajarinya meluncur.Lalu ketika dia mulai bisa mengimbangiku, aku mengajaknya berdansa.”Maukah kau berdansa denganku, putri?” tanyaku sambil membungkukkan badan ala pangeran.”Dengan senang hati, Pangeran” katanya sambil menirukkan gaya seorang putri.

Kami pun mulai beransa dii bawah salju yang turun dengan lembut dan lampu-lampu natal yang berwarna warni diiringi lagu-lagu natal yang mengalun indah.”Wah, tahun ini White Christmas lagi” katanya sambil tersenyum.”Kamu sudah ingat?” tanyaku terkejut karena tahun lalu dia juga berkata natal tahun itu adalh white christmas.”Tidak hanya perasaan aku saja kali.Eh ayo kita lihat pohon natal di tengah kota.” katanya

 

****

          Tahun ini pohon natalnya tidak setinggi tahun lalu.Hanya sekitar 3m.Nu Ni kembali melihatnya seperti dulu.Tatapan seorang anak kecil.Andaikan saja dia bisa mengingatnya.Kami pasti akan lebih bahagia hari ini.Dia sering memanggilku oppa, tapi itu karena dia menganggapku kakaknya.Hatiku sakit mendengarnya.Apa di juga lupa peasaanku padanya?Apakah perasaan itu tdak pernah ada lagi dihatinya?Tapi aku sudah berjanji untuk tetap tersenyum apa pun yang terjadi.

Tiba-tiba aku melihat pohon itu mulai bergeser ke depan.Pohon itu akan jatuh menimpa Nu Ni.”Nu Ni.AWAS!!”  seruku sambil memeluk Nu Ni untuk melindunginya

 

****

Nu Ni POV

          ”Eh yang tadi nyanyi itu kamu?Suaramu enak.Aku sering mendengar nyanyian di taman ini tapi aku nggak tahu orangnya.Ternyata kamu orangnya.”.Itu aku.Siapa orang yang aku ajak bicara?Itu Joon Myun oppa.

”Boleh nggak aku besok datang ke sini lagi?Aku suka mendengar nyanyianmu.” kataku dengan gembira.

Aku serasa melihat kenangan-kanangan yag aku lupakan.Di setiap kenanganku selalu ada Joon Myun oppa.Aku mulai teringat akan ’seseorang’ itu.Dia Joon Myun oppa.

”Jangan khawatir.Kamu harus menjalani operasi agar kita bisa selalu bersama.Jika kamu melupakanku, aku akan membuatmu mengingatku lagi.Jika kamu melupakan nyanyianku, aku akan selalu menyanyikan nyanyian indah bagimu sampai kamu mampu mengingatnya.Jadi, tidak akan ada yang berubah.Kita akan tetap seperti ini.Jangan takut dengan masa depan yang belum pasti.” katanya sambil memelukku”

Aku menangis.Sekarang aku ingat semuanya.Aku merasa dekat dengannya bukan karena menganngap dia kakakku, tapi dia orang yang sangat aku cintai.Kenapa aku bisa melupakannya?

 

****

          ”NU NI, NU NI ,Gwenchana?” Suara Joon Myun oppa menyadarkanku.”Aku nggak apa-apa…OPPA DARAH” teriakku balas berteriak.”Ini nggak apa-apa.Ini Cuma pohon natal buatan jadi cuma dari besi bukan kayu beneran.Lagian aku kan belajar hapkido sama temenku.Ini cuma masalah kecil.” katanya sambil menyingkirkan pohon natal.

 

****

          ”Sini aku bersihkan dulu lukanya” kataku sambil menuangkan air ke kepala Joon Myun oppa yang duduk di bangku

”Joon Myun oppa, saat aku tadi pingsan.Aku melihat seluruh ingatanku.Kau jadi ingat akan semuanya trmasuk perasaanku pada oppa.Oppa, sekarang aku sudah kembali.Mianhe membuatmu menunggu. Padahal aku sudah berjanji tidak akan melupakanmu.” kataku sambil membalut kepala oppa dengan kain perban.

Tiba-tiba Joon Myun oppa memelukku ”Gomawo sudah mengingatku.Aku pikir kamu akan selalu menganggap aku kakakmu.Sekarang kita bisa selalu bersama selamanya.”

Air mata kebahagianku mengalir seiring salju yang turun diiringi kidung Natal yang gembira.Tuhan telah mendengarkan doa kami.

”Aku tidak akan meninggalkanmu lagi,oppa.”

 

CHOROP

 

16 pemikiran pada “Season of Love: The Voice of Snowfall

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s