EXO Planet (Chapter 1)

Title : EXO Planet (Chapter 1)

Auhor : Park Jina (@Phie1004)

Cast :

– Shin Minchan

– All EXO Members

– Sean

Genre : Fantasy, Romance

Rating : General

Soundtrack : EXO – MAMA (K/M), EXO – History (K/M)

Annyeong, Author somplak is here.

Oh ya, FF ini terinspirasi dari MV EXO yang berjudul MAMA, tapi keseluruhan cerita murni pemikiran Somplak Author.

FF ini uda author publish di blog author http://angels-special.blogspot.com/

Yang mau ngobrol2 ama author juga bisa follow https://twitter.com/#!/Phie1004  (promosi XD )

Mian kalo aneh, gaje, banyak typo *uda pasti*

happy reading ^^

keep kece

—————————————————-

Author POV

“Yaa, Minchan~na, kesini sebentar.” Panggil seorang ahjumma pemilik kios bunga dekat rumah Minchan.

“Ne ahjumma.” Jawab Minchan menghampiri ahjumma tersebut.

“Lihatlah, ahjumma punya mawar hitam kesukaanmu.” Kata Lee Ahjumma seraya menunjukkan bunga mawar yang dimaksud.

“Waahh, ahjumma hebat bisa mendapatkan mawar hitam.” Ucap Minchan dengan mata berbinar.

“Sebenernya ini mawar merah, tapi karna warnanya terlalu merah makanya jadi terlihat hitam. Chaa, ini untukmu.”

“Jeongmal?”

“Ne, ambillah.”

“Ahh, gamsahamnhida. Baiklah, Lee ahjumma aku pulang dulu. Annyeonghaseyo.”

“Ne, annyeonghaseyo.”

Minchan pun segera berlalu dari kios bunga tersebut. Wajahnya terlihat begitu ceria dan tanpa beban. Lesung pipit di pipi kiri, serta eye smilenya membuat wajah manisnya semakin terlihat manis.

Dengan earphone yang terpasang ditelinganya, Minchan berjalan santai sambil sesekali ikut bernyanyi. Hingga tanpa sadar dia terus berjalan saat lampu lalu lintas menyala hijau. Sementara dari arah kanan melaju kencang sebuah sedan hitam dan..

BRAAAAKKKK

Sedan hitam tersebut menghantam tubuh Minchan. Bunga mawar ditangannya jatuh berhamburan kejalan, sedangkan tubuhnya terpental (?) beberapa meter lalu kepalanya menghantam trotoar jalan. Orang – orang segera menghampiri Minchan yang sudah tak sadarkan diri dan sekujur tubuhnya berlumuran darah.

Lee Ahjumma yang menyaksikkan kejadian tersebut sangat panik dan segera menghampiri Minchan yang sudah tak berdaya. Beberapa kali digoncangkannya tubuh Minchan sambil memanggil-manggil nama Minchan.

“Minchan~ah, ironaa. Ironaaa. Telfon ambulans sekarang juga, jebal.” Kerumunan orang itu hanya diam saja sambil memandang iba Minchan.

“Yaa, palli telfon ambulans. Neo, cepat telfon ambulans.” Lee Ahjumma menunjuk seorang yeoja berpakaian seragam untuk menghubungi ambulans.

***

Minchan POV

Dingin. Itulah yang kurasakan sekarang. Derap langkah kaki orang berlalu lalang terdengar sedari tadi, tapi mataku enggan terbuka. Tubuhku terasa sangat lelah dan sekujur tubuhku terasa sakit. Tiba – tiba kurasakan seseorang memegang pundakku dan memamanggilku.

“Oenni, irona. Kenapa tidur disini? Oenni, ayo bangun.” Dengan berat kucoba membuka mata. Aku sedikit terkejut saat melihat yeoja kecil dihadapanku. Bagaimana tidak terkejut, yeoja kecil dihadapanku kini memakai jubah hitam yang bisa kukatakan mirip jubah Gregorian. (Jubah yang dipakek EXO di MV MAMA)

“Yaa, oenni.” Panggilnya lagi.

“Ne?”

“Kenapa kau tidur disini? Disini dingin.”

“Memangnya ini dimana?”

“Ini di EXO Planet.”

“EXO Planet?” Terdengar sangat asing ditelingaku. Apa aku sedang bermimpi? Aww, aku meringis saat kucubit pergelangan tanganku. Itu tandanya aku tidak bermimpi.

Kuperhatikan sekelilingku. Ternyata bukan hanya anak ini yang memakai jubah gregorian. Semua orang disini memakai jubah yang sama. Aku benar – benar bingung. Aku bahkan tidak ingat apapun yang terjadi sebelum aku sampai disini.

“Oenni, kajja ikut aku.”

“kemana?”

“Kerumahku.

“Kerumahmu?”

“Ne. lihatlah, keningmu berdarah, dan tubuhmu penuh luka.”

“Ahh, benarkah?” kuraba keningku. Ternyata benar, keningku berdarah dan aku sedikit pusing.

“Kajja oenni.”

“Chamkaman, aku belum tau namamu.”

“Hehe, aku lupa. Joneun Sean imnhida.” (Author : bukan Sean Indonesian Idol ya :”__”: )

“Shin Minchan imnhida.”

***

Dengan berbagai pertanyaan memnuhi otakku, aku berjalan beriringan dengan Sean. Sepanjang perjalanan aku melihat orang – orang disini seperti mayat hidup. Pandangan mereka yang selalu tertuju kedepan, wajah datar tanpa ekspresi, dan berjalan tanpa mempedulikan yang lain. Tempat yang aneh.

“Sean~ah, kenapa semua orang disini terlihat menyeramkan?”

“Kami memang seperti itu oenni.” Jawabnya terkekeh.

“Tapi kau tidak.”

“Itu karna aku belum dewasa. Saat aku sudah dewasa nanti aku juga akan seperti itu.”

“Waeyo?” Tanyaku Penasaran.

“Itu karna daun pohon kehidupan.”

“Daun pohon kehidupan? Aku tidak mengerti.”

“Aku juga belum mengerti oenni.”

***

“Oenni, itu rumahku. Kajja masuk.”

Aku memasuki sebuah halam rumah yang sangat luas. Ditengah – tengahnya terdapat sebuah rumah besar hampir menyerupai kastil. Disamping kanan dan kiri terdapat air mancur yang airnya benar hitam berkilauan. Mwoya? Air berwarna hitam? Karna penasaran aku mengahampiri air mancur yang di sebelah kiri. Dengan pandangan takjub aku mengambil air tersebut. Bening? Air ini berubah menjadi bening saat ditanganku tapi tetap berkilauan.

“Wae oenni?”

“Aniya.”

“Baiklah, ayo masuk.”

Kuedarkan (?) pandangan ke sekeliling halaman rumah ini. Di pojok kanan terdapat taman bunga yang keseluruhan warna bunganya berwarna hitam. Hey, aku melihat ada mawar hitam kesukaanku disana.

“Sean, apa aku bisa mengambil mawar hitam disana?” pintaku sambil menunjuk pada taman bungan tersebut.

“Tentu saja oenni, chamkkaman aku ambilkan.”

Sean lalu menggerakkan tangannya seperti gerakan memetik bunga, dan ajaib saat itu juga mawar hitam sudah berada di tangannya.

“Woww, daebak Sean.”

“Aku baru berlatih oenni hehe.”

“Tapi bagaimana caranya kau melakukan hal itu?”

“Itu kekuatanku.”

“Kekuatanmu? Kau punya kekuatan?”

“Tentu saja. Sudahlah oenni ayo cepat masuk dan kuobati lukamu.”

***

“Kamarku ada diatas oenni. Ayo naik.”

“Kau bercanda Sean~ah?”

“Tentu saja tidak.”

Tempat ini benar – benar aneh. Bagaimana bisa tangganya terbuat dari tumbuhan. TERBUAT DARI TUMBUHAN. (sengaja diulang biar makin wow)

Aku sedikit ragu saat akan menaiki tangga ini. Tapi Sean menggenggam tanganku dan menuntunku keatas. Ya, tangga ini terasa seperti tangga biasa pada umumnya. Sama sekali tidak menakutkan.

@Sean Room’s

“Sepertinya lukamu cukup parah oenni. Kekuatanku belum cukup untuk mengobatimu. Tapi, tenang saja, oppaku bisa mengobatinya.”

TINGGG TOONG (ceritanya suara bel)

“Ah, itu pasti mereka.”

“Mereka siapa?”

“Ke12 oppaku.” Jawab Sean sambil berlalu menuju bawah.

Jika mereka ditambah satu orang pasti akan menjadi Super Junior ucapku dalam hati sambil terkekeh geli.

“Oenni, ayo kebawah. Kuperkenalkan pada ke12 oppaku. Sekalian mengobati lukamu.” Teriak Sean dari ambang pintu. Tanpa menjawab aku segera menuju bawah mengikuti Sean. Ahh, anak itu terlihat sangat ceria, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika dia sudah dewasa.

“Sean~ah, sebelum kau memperkenalkanku pada mereka bisakah mereka sembuhkan lukaku dulu? Aku merasa semakin pusing dan tubuhku terasa sangat ngilu.”

“Baiklah oenni. Biar Lay oppa yang mengobatimu, dia punya kekuatan menyembuhkan.”

“Ne.”

“Oppa, oppa, bisakah kau mengobati luka Minchan oenni?”

Namja bernama Baekhyun itu mengangguk lalu memperhatikan luka – luka di tubuhku. Dengan gerakan perlahan ditengadahkannya tangan kanannya yang mengeluarkan cahaya terang. Lalu diusapkannya di keningku yang berdarah, kemudian pipiku, tangan dan kakiku. Daebak, luka – luka ditubuhku langsung hilang dan tubuhku terasa segar kembali.

“Nah oenni sudah sembuh kan. Kalau begitu aku perkenalkan pada oppaku ne. oenni, itu Xiumin, oppaku yang tertua, itu Luhan, Kris, Suho, Lay, Baekhyun, Chen, Tao, D.O , Chanyeol, Sehun, dan …, yaa, dimana Kai oppa?”

(Author nyempil bentar yah. Author Cuma mau nanya, D.O adeknya Morgan Sm*sh bukan? Kok rada mirip yak.

Minchan : stop thor, ini bukan ff gaje.

Author : oh iye author lupa. Yesungdahlah author balik kedunia author. Paaii paiii)

“Dia ada ditaman depan.” Ujar seseorang yang katanya author mirip Morgan.

“Kajja, aku perkenalkan Kai oppa.” Sean menggandeng tanganku menuju taman depan. Dia seperti tidak mengijinkanku untuk bicara.

“Nah itu dia Kai oppa.” Serunya, menunjuk seseorang di taman.

Aku melihat seorang namja sedang duduk dibangku panjang sambil memberi makan pada burung merpati.

“Nah, oenni perkenalkan ini Kai oppa. Oppaku yang terakhir. (disini Kai yang jadi maknae, tukeran ya ama Sehun 😀 )

“Kai imnhida.”

“Dia baru mendapat daun pohon kehidupan seminggu lalu, jadi sifat ramahnya masih ada.” Ucap Sean berbisik padaku.

“Shin Minchan imnhida.”

***

Kai POV

Neomu yeppeo. yeoja ini membuat sesuatu didalam dadaku berdetak kencang. Suara lembuatnya membuat darahku berdesir. Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.

Senyumnya. Senyumnya sangat manis. Aku seperti melayang. Bahkan memandang wajahnya terasa lebih menyenangkan daripada berpindah – pindah tempat dalam sekejap seperti yang biasa kulakukan. Minchan~ah, siapa dirimu hingga membuatku merasakan hal seperti ini?

***

Minchan POV

Kai. Namja tampan ini bernama Kai. Bagaimana bisa ada makhluk setampan dia. (Lebay deh lo ah “__” . tapi emang bener sih *plaaakkk) waktu seperti berhenti, hanya ada aku dan Kai.

Meskipun wajahnya terlihat dingin seperti yang lain tapi aku melihat kehangatan di matanya.

“Yaa, kalian berdua kenapa melamun?”

“Ah, mianhae Sean.”

“Sudahlah oenni ayo masuk lagi. Sudah hampir malam.”

Aku masih menatap Kai saat Sean menggandeng tanganku menuju dalam rumah. Wajah tampannya dengan mudah terekan dalam otakku. Kai, apa aku jatuh cinta padamu?

-TBC-

Gaje yah ceritanya?

ehh tapi jujur yah, ga tau kenapa author suka banget ama ff ini.kekekek semoga reader juga sependapat sama author…

paaiiii paaiii ^^

Iklan

20 pemikiran pada “EXO Planet (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s