Season of Love: When The Rain Comes

Title:Season of Love

Sub-title: When The Rain Comes

Author:Kim Na Na

Main Cast:   Xi Lu Han

Byun Baek Hyun

Kim Joon Myun

Zhang Yi Xing

Oh Se Hun

And their yeojachingudeul (Check it out!)

Other Cast: Wu Yi Fan

Park Chan Yeol

Genre:Romantic

Length:Serial (5 END)

Note: ff ini pernah di publish di alwaysb1a4indo.com waktu itu nama author tsubakihime (kan sekarang ganti jadi Kim Na Na) jadi ff ini 100% buah pikir author#eaa bahasanya, bukan plagiat.Nah sekarang author ganti castnya dengan EXO dan ada beberapa bagian yang author ubah.Jangan lupa RCL ya ^^ gomawo.Happy Reading

 

When The Rain Comes

          ”Sial hujannya deres sekali, Yi Xing hyung nggak mau jemput lagi.” omelku sambil berlari untuk berteduh di depan sebuah toko kue tradisional.

”Se Hun?” aku menoleh ke asal suara itu.Ternyata Kang Hye Ri, cewek paling diam dan paling tidak punya teman di sekolah dan di kelasku.”Masuk aja.Keringkan dulu seragammu.” katanya datar.”Bosmu?” ”Orangnya baik.Jadi nggak ada masalah.” lanjutnya dengan nada yang sama datarnya.

”Ommo, kok bisa sampai basah kayak gini?Sini nenek keringin dulu seragammu.Pakai baju cucu nenek dulu.Nggak usah khawatir pasti cukup kok.Cucu nenek juga seumuran kamu kok.” kata bos Hye Ri yang ternyata seorang nenek yang baik hati.

”Ini buat kamu.” kata Hye Ri sambil menyerahkan coklat panas dan langsung pergi lagi untuk mengatur bunga di sebuah pot.”Gomawo.Tapi aku nggak nyangka ketemu kamu di sini.” kataku ”Oh..” jawabnya datar.Keheningan kembali menyelimuti kami.

”Hachii.” aku bersin.Tidak kusangka, dia menyodorkanku sebuah handuk ”Buat ngeringin rambutmu.” katanya tanpa ekspresi.”Kamu itu baik tapi kenapa ya orang-orang manggil kamu Ratu Es?” tanyaku heran ”Gawat kelepasan omong.” pikirku.”Menurutmu?” katanya sambil langsung berbalik.Aku sempat melihat kupingnya merah.Ternyata Ratu Es juga bisa malu.He he he dia lucu juga, pikirku sambil tersenyum dalam hati.

****

          ”Kamsahamnida, halbonim, Hye Ri.Aku besok kembalikan baju dan handuk halbonim lewat Hye Ri ya.” kataku setelah hujan berhenti.”Ya tidak apa-apa.Hati-hati di jalan ya.” kata nenek itu.Aku tersenyum lebar sambil melambaikan tangan.Si nenek juga membalas tapi Hye Ri hanya diam saja.Pantas saja julukannya Ratu Es.

 

****

          Ternyata mengembalikan barang tidak semudah yang aku kira.Mana mungkin aku kembalikan baju ke yeoja waktu kelas sedang ramai.Bisa dikira ada apa-apa lagi.Aku putuskan untuk mengembalikkan waktu pulang sekolah.

 

****

          Akhirnya aku ikut naik bis yang sama dengan Hye Ri hanya untuk mengembalikkan saja.Kebetulan tempat duduk di sebelah Hye Ri kosong jadi aku duduk di sebelahnya.Setelah bis agak sepi aku akhirnya berani mengembalikkan.

”Eh ini aku kembalikan baju yang kemarin.Gomawo.Juga sampaikan  makasih ke nenek yang kemarin.” kataku dengan full of smile.”Hmm” jawabnya datar.Dengan tatapan masih melekat di buku yang ia baca,dia mengambil tas plastik yang aku sodorkan.Tanpa sengaja tangannya malah mengenggam tanganku.”Ah maaf.” katanya datar sambil mengambil tas plastik itu dan kembali membaca bukunya.Aku cepat-cepat memalingkan wajah ke arah jendela untuk menyembunyikan wajah merahku.

Ternyata perjalanan dengan bis itu membosankan.Aku jadi mengantuk. Aku tidur sebentar saja toh perjalanannya masih lama.Kalau tahu akan membosankan seperti ini aku ikut Yi Xing hyung saja naik sepeda motor jadi bisa ngebut.

 

****

Hye Ri POV

          ”Ah maaf.” kataku datar sambil mengambil tas plastik itu dan kembali membaca bukuku untuk menyembunyikan wajah merahku.Aku memegang tangan Se Hun, cowok paling populer se saentaro sekolah.

Tiba-tiba bahuku terasa berat.Ternyata kepala Se Hun ada di bahuku.Dia tertidur pulas.”Se Hun, yaa Se Hun.” kataku sambil mendorong kepalanya.Tapi tidak berhasil.Dia masih tetap tertidur dengan wajah tanpa dosanya.Akhirnya aku menyerah dan mengepaskan kepalanya di bahuku agar dia dapat nyenyak.

 

****

Se Hun POV

          ”Se Hun, Se Hun bangun.Aku mau turun.” suara Hye Ri membangunkanku dari mimpiku yang indah.”Hah? Oh ne.Mian.” kataku setengah bangun sambil menarik kepalaku agar dia dapat pergi.

Setelah dia turun aku baru sadar bis sudah sepi hanya tinggal aku saja.Ini pasti sudah jauh dari rumah .Aku buru buru turun juga tapi aku sadar buku yang tadi dibaca Hye Ri tertinggal.”Besok aku kembalikan saja.” batinku sambil memasukkan buku iru ke dalam tasku

”Hei mau turun nggak?!” teriak sopir bus ”Ah ne!” balasku sambil berlari turun tapi sebelumnya aku mendengar sopir bus menggerutu”Kasihan anak tadi rumahnya jauh dari sini.Gara-gara kamu dia jadi turun disini.” omelnya.”Maaf maksud ajushii Hye Ri?” ”Ya siapa lagi.Sejak ½ jam yang lalu hanya ada kalian.

Sesampainya di rumah, yang ternyata harus jalan 20 menit lebih, aku langsung merebahkan diri ke tempat tidur.”Hye Ri itu sebenarnya anak baik. Mungkin karena dia kurang bisa bergaul dia dipanggil Ratu Es.” batinku.Aku jadi teringat kejadian 3 bulan yang lalu.

 

Flashack

”Oh Se Hun, kamu datang terlambat.Hari ini kan jadwalmu piket tapi kamu malah datang terlambat.Kasihan teman satu kelompokmu.Sebagai gantinya kamu besok harus dateng pagi untuk piket.Awas telat lagi.” kata soengsenim tegas.Aku hanya bisa pasrah.Gara- gara sepatuku disembunyikan sama Baek Hyun hyung aku jadi telat.Nggak enaknya jadi maknae ya itu, suka ditindas, diisengi, dll, dll dan dll.

Keesokannya aku piket.Saat aku mau mengambil air untuk mengelap jendela aku melihat Hye Ri bermain dengan kucing.”Memang sekolah kita pelihara kucing?” batinku.”Hye Ri selalu begitu.Dia selalu datang pagi untuk merawat kucing yang sering dibuang di belakang sekolah.” kata tukang kebun sekolahku dari belakangku.”Kurang kerjaan apa?” batinku lagi

Tapi melihatnya tertawa membuatku jadi merasa hangat.Hye Ri yang dijuluki Ratu Es bisa tersenyum dan ternyata senyumannya bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan deras seperti hujan yang mengguyur pagi ini.Sejak saat itu aku suka mengamati Hye Ri dan aku jadi menyukainya karena ternyata dibalik sikap dinginnya ada kebaikan yang tulus.

 

Flashback end

          ”Aaakh aku jadi semakin menyukainnya.” batinku.Lalu aku melihat buku Hye Ri tadi.Aku penasaran lalu aku membacanya.Ternyata buku itu novel yang aku sendiri kurang mengerti isinya.Kemudian tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari buku itu.Aku memungutnya dan terkejut

Itu foto Park Chan Yeol, kakak kelas yang terkenal baik, disayang semua orang, punya banyak teman, dan nggak pernah marah.Untuk apa dia menyimpan foto Chan Yeol hyung.Perasaanku tidak enak.Besok harus aku pastikan.

 

****

          ”Yi Xing hyung jemput dong.” rengekku melalui telepon.”Shireo.Hujannya deras, aku nggak mau sepeda motorku basah.” lalu dia menutup teleponnya.”Aduh, aku pulang naik apa?Sial, hari ini juga nggak bawa payung.” batinku.Lalu aku melihat Hye Ri membuka payung dan bersiap keluar  gedung sekolah.Aku langsung mengejarnya ”Hye Ri, Hye Ri numpang payung.Kamu mau ke halte kan aku ikut.” kataku sambil mengambil payungnya.Jadinya kita berdua sepayung.Agak sempit juga sih sebenarnya tapi daripada basah.

”Oh ya kemarin bukumu tertinggal di bis jadi aku bawakan.Ini.” kataku sambil menyerahkan bukunya.”Gomawo.” jawabnya datar sambil mengambil buku itu.

” Boleh tanya nggak?Kok ada fotonya Chan Yeol hyung disitu?” ”Memang kenapa?Bukan urusanmu.” katanya tapi kupingnya berubah merah.”Ahh aku tahu.Kamu suka dia kan?Sudahlah, nggak usah kamu sembunyikan lagi.” jawabku.Kupingnya semakin merah.Gawat ternyata benar.Aku merasakn hatiku terasa sangat sakit.”Eh deket sini ada toko kue tempat temanku kerja.Aku ke sana dulu.Gomawo payungnya.” kataku sambil berlari menembus hujan.

Ternyata dia menyukai orang lain.Langit masih gelap karena awan hitam.Sama seperti awan hitam yang menyelimuti hatiku.

****

          ”Hyung bagaimana ini?” kataku tanpa semangat ke arah Baek Hyun hyung.”Apanya?” jawabnya cuek.”Chinguku ada yang suka dengan seorang yeoja tapi ternyata yeoja itu suka namja lain.Apa yang harus chinguku lakukan?”Bantu yeoja itu mendapatkan namja yang dia suka.Kalo aku asal yeoja yang aku suka bahagia aku sudah senang.”

Aku terhenyak.Benar kata Baek Hyun hyung.Asal Hye Ri bahagia aku pun sudah bahagia.”Gomawo hyung.Aku pergi dulu.” kataku sambil berlari keluar toko.

 

****

Hye Ri POV

          ”Aakkhh gawat si Se Hun tahu rahasiaku.Pasti besok menyebar ke satu sekolah deh beritanya.Se Hun kan anaknya cerewet.” batinku sambil menghela napas.Di bis hanya ada sedikit orang.Hanya aku dan seorang nenek dibelakangku.

Bis sudah mulai berjalan ketika kulihat dari jendela Se Hun berlari mengejar bus sambil menggedor pintu bis.”Mian, aku boleh naik?” katanya sambil nyengir ketika si sopir membukakan pintu.”Dasar anak aneh.” gerutu si sopir.Tapi dia mengijinkan Se Hun masuk

Lalu dia duduk di sebelahku.Tiba-tiba dia menoleh ke arahku dan tersenyum lebar.”Sudah ku putuskan aku akan membantumu mendapatkan Chan Yeol sebagai rasa terima kasihku atas bantuanmu.” ”Hah?!” ”Aku akan merubahmu agar Chan Yeol melihatmu.Di otakku sekarang sudah ada banyak rencana untuk mengubahmu menjadi seorang yeoja yang menarik.” ”Shireo.Untuk apa?” kataku tegas”Ooo begitu jadi kamu lebih memilih aku sebarkan beritamu ke seluruh sekolah?Aaa aku mulai telepon si Min Seok untuk kasih tahu.” balasnya dengan evil smirk sambil mengeluarkan HP nya.”Aniyo.” kataku sambil memegang lengannya untuk menghalanginya menelepon Min Seok.”Jadi?” tanyanya dengan senyum jahil.”Terserah kamu.” jawabku datar sambil menarik tanganku

”Hore..Tenang saja sebentar lagi aku akan menjadikanmu seperti seorang puteri.” teriaknya sambil berdiri.Tiba-tiba bahunya dipukul pelan oleh nenek dibelakngku.”Jangan ribut.Mengganggu saja.” kata nenek itu marah.”Ah,mianhae.” katanya sambil duduk kembali dan tersenyum ke arahku.”Ya biarlah.Toh nanti dia bosan-bosan sendiri.” batinku sambil tersenyum simpul ke arahnya.

 

****

          ”Annyeong.” serunya sambil melambaikan tangan.Aku hanya bisa bengong.Untuk apa dia pagi-pagi sudah datang ke rumahku?.Aku saja baru mau berangkat.”Kok kamu tahu rumahku disini?” tanyaku.”Jangan remehkan kemampuan Oh Se Hun dalam mencari informasi.Ayo berangkat bareng, cepat nanti kasihan kucing-kucingmu.Mereka pasti kelaparan.Apa lagi hujan seperti ini.” katanya sambil terseyum”Kamu tahu dari mana aku pelihara kucing?” ”Sudah kubilang jangan remehkan kemampuan Oh Se Hun dalam mencari informasi.Berapa kali aku harus katakan sih.” jawabnya dengan kesal.”Ya sudah, ayo berangkat.” jawabku.

”Nanti kamu pasti ketemu dia soalnya hari ini dan selasa itu jadwalnya dia piket.Nah, kamu coba senyum sambil mengucapkan selamat pagi.Dari situ pasti pembicaraan mengalir lancar.Kalau dia tanya jangan cuma he-em, ya, oh ya saja.Kamu juga harus bicara.” ocehnya panjang lebar disebelahku.

Aku hanya diam saja.Lucu juga.Aku yang tidak pernah punya teman bisa berangkat bersama dengan seseorang.Tiba-tiba dia berhenti dan melipat payungnya dengan riang ”Yee hujannya berhenti.Aaakh lihat pelangi.” katanya sambil menunjuk ke suatu arah.Aku melihat pelangi yang besar sekali.”Bagus ya.Aku pernah baca dongeng katanya dibawah pelangi tinggal kurcaci yang akan mengabulkan permohananmu.Aku mau menjadi kurcaci khusus untu mengabulkan permohonanmu.” katanya sambil tersenyum melihat pelangi.

Aku tertawa keras ”Ha ha ha.Kurcaci katamu.Haha.Seperti anak kecil saja.” ”Jangan ketawa.Mentang-mentang bacaanmu novel terus kamu bisa bilang aku yang cuma bisa baca komik sama buku anak-anak ini anak kecil.” katanya kesal.”Ha ha ha.Main.hahaha.” kataku lagi.

Sepanjang perjalanan ke sekolah kami banyak mengobrol dan tertawa bersama.”Eh itu Chan Yeol hyung.Cepat ke sana.Jangan lupa berikan senyummu yang  neomu yeppo.” katanya sambil sedikit mendorongku.

 

Se Hun POV

          Hye Ri belari ke arah Chan Yeol dan menyapanya.Lalu mereka tersenyum.Hatiku rasanya sakit melihat senyum Hye Ri yang sebelumnya hanya milikku.Aku menggelengkan kepala keras keras dan berkata dalam hati ”Tidak boleh.Aku sudah berjanji akan membantunya.”

****

          ”Nih kue untukmu sebagai ucapan terima kasihku.” kata Hye Ri sambil menaruh kotak kecil berisi taiyaki (kue berbentuk ikan berisi kacang merah) ”Wah gomawo.Terus kelanjutannya tadi pagi gimana?” tanyaku penasaran.

Wajahnya berubah murung.”Nggak ada apa-apa kok.” jawabnya sambil memalingkan wajahnya.”Lho kenapa?Dia nyuekin kamu?Atau kamu nggak bisa ngobrol lancar?” tanyaku panik.Lalu tiba-tiba dia berbalik dan tersenyum lebar.”Ternyata dia juga suka kucing dan punya pet shop.Dia janji akan membawakan makanan kucing gratis buat kucing-kucing itu….” aku hanya tersenyum melihatnya bercerita panjang lebar.Aku tahu senyumnya yang sekarang ini bukan untukku.Yang telah merubahnya dari seorang Ratu Es menjadi seorang yeoja manis juga bukan aku.Ini semua berkat Chan Yeol.Mengingat itu aku merasakan hatiku berdenyut sakit.Tak apa hatiku sakit asal dapat melihat senyum bahagianya aku sudah puas.

”Nah sepertinya sekarang komunikasi sudah terjalin.Berhubung besok sabtu bagaimana kalau kita make over kamu.Masa kamu mau Chan Yeol hyung punya pacar yang mirip sama kucing.” ”Hyaa Se Hun.” ”He he he Mian.Ok besok aku jemput di depan rumahmu ya.”

 

****

          “Hyung punya kenalan salon dan boutique yang bagus tapi murah nggak?” kataku ke Yi Xing hyung “Heh?Untuk apa?” “Untuk nge-make over yeoja.” jawabku jujur.”Hahaha.Baby Se Hunnie mulai suka yeoja.Ada sih.Ini aku kasih alamatnya.Nanti aku beri tahu kakak sepupuku kalau ada temanku yang mau datang,  pasti nanti kamu dikasih gratis.” “Gomawo hyung” kataku sambil mengambil kartu nama yang Yi Xing hyung sodorkan.Bagus besok pasti Hye Ri akan kaget.Rencanaku pasti sukses besok.

 

****

 

Hye Ri POV

“Annyeong.Ayo berangkat.Kajja.” kata Se Hun sambil tersenyum lebar. ”Hari ini aku akan membawamu ke salon dan boutique.Nanti aku yang traktir semua.Menurutku kamu cocok kalau pakai baju yang….” katanya panjang lebar.Aku sempet kaget melihatnya pake baju bebas.Pantas saja banyak yang suka kepadanya.Dia keren sekali kalau memakai baju bebas, meskipun memakai seragam pun dia juga tampan.Dengan jaket warna putih yang memperlihatkan kaos krem di dalamnya dan celana jeans gelap dia kayak model.

“Nah sampai.” katanya di depan sebuah salon sekaligus boutique yang kelihatan mahal.”Ani.Keliatannnya mahal.Kasian kamu.” “Hehehe sebenarnya ini punya kakak sepupunya temanku jadi aku bisa gratisan.Kajja cepat masuk.” katanya sambil mendorongku masuk.

“Selamat datang.” sambut seorang pelayan cewek sambil membukakan pintu. ”Aaa itu noona, temanku yang aku bilang mau make-over yeojanya.Se Hun sini aku kenalkan ini kakak sepupku.” kata seorang namja.

“Wah kamu sebenarnya wajahnya cantik hanya saja belum menemukan cara berdandan yang pas.Ayo sini unnie bantu kamu.Serankan saja pada Song Hye Won ini.” kata seorang yeoja sambil menarik tanganku.

Aku diam aja selama Hye Won unnie meng-make overku.Aku hanya bisa tutup mata aja sambil berharap hasilnya bagus

“Nah selesai.Coba kamu lihat ke cermin.” Aku membuka mata perlahan dan melihat gadis yang cantik dan manis di cermin di depanku.

“Wah, noona hebat.” kata Se Hun sambil bertepuk tangan.”Nah sekarang bajumu.” kata Se Hun ”Aaa noona punya banyak baju yang pas modelnya untukmu.” kata Hye Won unnie semangat.

Setelah itu aku sibuk mengepas baju.Se Hun dibantu Hye Won unnie terus menurus menyuruhku mengepas baju.Komentar-komentar seperti ”Aakh jangan yang itu.Menurut sumber berita Chan Yeol suka dengan yeoja yang feminim” atau ”Jangan yang itu.Kamu jadi terlihat seperti seumuran unnie.” terus bergantian.

Akhirnya setelah 3 jam semuanya selesai.Aku langsung mendapat 15 baju sekaligus!”Unnie, memang nggak papa gratisan?Aku bayar saja ya?” kataku yang merasa tidak enak”Siapa bilang unnie kasih gratis.Kamu dan Se Hun setelah ini akan menjadi model untuk wedding dress rancangan unnie yang terbaru.Tenang cuma 5 dress saja kok.” kata Hye Won unnie sambil tesenyum penuh arti.”Hah?!” kataku bersamaan dengan Se Hun.

 

****

Akhirnya kami berdua menjadi model untuk wedding dress rancangan Hye Won unnie.Aigoo kami sepert foto pre-wedd saja.Telingaku pasti sudah merah padam sebaliknya Se Hun terliaht sangat gembira dan menikmatinya.

”Yakk selesai.Gomawo.Tapi unnie jarang melihat pasangan seperti kalian.Neomu yeppo.” ”Ha ha ha.Aniyo unnie.Se Hun kan hanya sahabatku.” kataku sambil tersenyum tanpa tahu perasaan Se Hun.

Se Hun POV

”Ha ha ha.Nggak lah unnie.Se Hun kan hanya sahabatku.” dadaku sakit mendengar hal itu.Tapi aku sudah cukup senang dia mau menganggapku sebagai sahabatnya.

”Noona, Yi Xing hyung, kita pulang dulu ya.Gomawo untuk hari ini.” ”Noona juga senang bisa dapat model gratis.Lain kali mampir lagi ya.” ”Ne Noona.” ”Ne.Jeongmal gomawo unnie.Aku permisi dulu.”  kata Hye Ri sambil membungkuk.

Kami pun meninggalkan boutique itu.”Aaa lega.Dengan ini pasti nanti di sekolah kamu langsung terkenal.Kamu harus lebih banyak bicara. Sudah tanya caranya make up untuk ke sekolah?” tanyaku yang masih semangat karena rencanaku sukses besar.”Sudah.” jawabnya.”Pasti setelah ini dia langsung melihatmu.Kamu coba masakan dia bekal kesukaanya.” saranku ”Aku bisa masak kok.Kira kira dia suka makanan apa ya?”

Sepanjang perjalanan kami ngobrol sambil sesekali tertawa.Tiba-tiba hujan turun dengan lembut.Aku langsung melepas jaketku dan menutupkannya ke kepala Hye Ri dan kepalaku.”Aku tidak ingin kamu sampai sakit” kataku sambil tersenyum lembut saat Hye Ri menatapku dengan heran.Lalu hujan menjadi semakin deras.”Wah gawat ayo cepat lari ke halte.Kajja” kataku sambil berlari.

 

****

          ”Aaa akhirnya sampai di bis juga.” kataku sambil duduk di bangku yang deket jendela.”Se Hun.” kata Hye Ri lirih ”Hmm?” ”Gomawo.Kamu sudah mau menemaniku dan membantuku selama ini.Mungkin kalo tidak ada kamu aku hanya bisa melihat Chan Yeol oppa dari jauh saja.Kamu memang sahabatku yang paling baik.Bagaimana caraku membalasmu?” tanyanya sambil menatapku”Sahabat tidak pernah meminta balasan.Asal kamu bahagia, itu sudah cukup kok.” kataku sungguh-sungguh ”Jeongmal gomawo Se Hun” kata Hye Ri sambil tersenyum.Senyum yang tidak akan pernah kumiliki.

Kepala Hye Ri jatuh ke bahuku.Dia tertidur dengan wajah bahagia.Aku tersenyum lalu mengepaskan kepalanya agar tidak jatuh.Dia pasti lelah seharian ini.Aku melihat ke jendela dan melihat bayanganku dan bayangan Hye Ri.Tanganku mengusap kaca yang memantulkan pipi Hye Ri.

Meski aku tidak akan pernah memilikinya tapi aku akan selalu menjaganya agar senyum bahagia tidak akan hilang dari wajahnya.

 

****

          ”Hei sudah lihat Si Ratu Es Hye Ri berubah .Tadi pagi aku melihatnya.Wajahnya menjadi semakin cantik.Tidak menakutkan lagi.” ”Ya aku tadi pagi disapa dia.Aku sampai kaget.” ”Dia juga jadi lebih sering tertawa akhir-akhir ini.”

Seluruh sekolah sekarang hanya membicarakan Hye Ri.Aku puas dengan hasil kerja kerasku.Akhirnya pandangan teman-teman ke Hye Ri berubah.Sekarang Hye Ri telah menjadi yeoja yang menarik

”Se Hun, Se Hun.” serunya sambil belari ke arahku.”Ini cobain dong.Aku mau buat bekal buat Chan Yeol oppa tapi takut nggak enak.”  katanya sambil menyerahkan kotak bekal.

”Hmm enak kok.Cuma tampilannya diperbaiki biar cantik.” kataku sambil tetap memakan bekal itu.”Wah makasih.” katanya sambil tersenyum

”Hye Ri ke kantin bareng yuk.” seru Chan Yeol. ”Ya sebentar.Itu buat kamu aja Se Hun.Atau kamu mau ikut kita ke kantin?” tanyanya”Nggak usah.Sana cepat pergi.Chan Yeol sudah menunggu tuh.” kataku sambil menepuk bahunya.

Rasanya sakit sekaligus bahagia melihat dia belari ke arah Chan Yeol dan tersenyum kepadanya.Akhirnya aku hanya akan ditinggalkan sendiri di sini, menatapnya bahagia.Aku hanyalah sahabatnya, tidak lebih.Sekarang yang melihat senyumnya tidak hanya aku.Tapi juga semua orang.Pelangi telah muncul setelah hujan yang lebat.Pelangi yang tidak akan dapat aku gapai.

 

****

          ”Hei Se Hun.Foto-fotomu yang kapan lalu sama siapa itu namanya?Oh ya Hye Ri, sudah jadi.Mau lihat?Kamu ambil beberapa dulu, baru sisanya noona ambil untuk dijadikan arsip.” kata Yi Xing hyung sambil memberikan sebuah amplop kepadaku.

Saat membukanya aku melihat beberapa lembar foto.Ada saat ekspresi Hye Ri mirip Ratu Es tapi juga ada saat dia tertawa lebar. Aku tidak menyangka hasilnya akan sebagus ini padahal kami masih amatiran.

”Hyung aku ambil satu yang ini aja.” kataku sambil mengambil selembar foto.”Hah?Beneran cuma satu?Ya sudah sisanya tinggal aku kirim ke Hye Won noona saja.”

Foto yang aku ambil adalah foto saat aku memeluk bahu Hye Ri dari belakang dan kepalaku aku tumpukan di bahu Hye Ri.Hye Ri memegang tanganku yang melingkar di bahunya.Kami berdua tersenyum bahagia ke arah kamera.Tidak ada sedikit pun kesedihan terpancar dari kami.Aku berharap selamanya kami seperti ini.Tapi itu hal yang tidak mungkin.Sama seperti kita tidak mungkin mencapai ujung pelangi.

****

          ”Se Hun, tahu tidak akhir minggu ini dia mau mengajak aku jalan-jalan.” kata Hye Ri semangat.”Wah, bagus dong.” kataku ikut senang.Akhir-akhir ini Hye Ri semakin dekat dengan Chan Yeol hyung.Aku bahagia sekaligus sedih.Bahagia melihatnya dapat bersama dengan orang yang disukainya tapi sedih diwaktu yang sama karena aku harus melihatnya bersama orang lain.

”Aku harus pake baju apa ya? Kira-kira enaknya ngomong apa?” tanyanya sambil betopang dagu.”Memang kalian mau kemana?” ”Jalan-jalan saja sih.Katanya dia mau belikan adiknya kado jadi dia minta aku bantu memilihkan kado.” ”Pake saja baju yang simpel tapi tetap feminim.Coba kamu cari informasi gift shop yang bagus atau kado apa yang cocok untuk anak kecil yang ulang tahun.Pasti dia akan kagum ke kamu.Nanti aku bantu cari.” jelasku ” Wah makasih.Kamu memang sahabatku yang paling baik.”

”Hei Se Hun.Bagaimana kalau aku waktu itu menyatakan perasaanku?” DEG! Jantungku serasa berhenti berdetak.Aku sadar suatu hari nanti cepat atau lambat dia pasti akan meninggalkanku, tapi tidak kusangka akan secepat ini.”Ya tidak masalah sih.Toh kalian sudah dekat.Kenapa?” tanyaku berusaha menutupi perasaanku”Aku bingung harus bicara apa?” katanya ragu-ragu ”Ya sudah kamu latihan sama aku saja.Kamu bisa anggep aku Chan Yeol.Ayo coba.” kataku. ”Chan Yeol oppa sebenernya…sebenernya…aaakh nggak tahu.” katanya sambil mengacak rambutnya frustasi.”Payah. 3 hari ini aku akan latih kamu.Sampai detik terakhir pun aku akan melatihmu sampai bisa.”

Mungkin aku ini jeongmal pabo namja.Aku malah melatih yeoja yang kusukai untuk menyatakan perasaan kepada orang lain.Tapi aku sudah berjanji akan membantunya hingga ia dapat bersama dengan Chan Yeol

 

****

          Hatiku rasanya semakin hari semakin sakit.Melihatnya menatapku dan menyatakan cinta padaku tapi aku tahu aku hanya dilihatnya sebagai Chan Yeol bukan aku yang sebenarnya.Berulang kali dia mengatakan saranghae kepadaku tapi setelah itu dia menyebut namaChan Yeol.Aku berusaha keras menahan diriku untuk tidak memeluknya dan mengatakan aku menyukainya.

”Chan Yeol oppa dari dulu aku suka kamu.Maukah kamu menerimaku sebagai pacarmu?” kata Hye Ri padaku di taman dekat tempat janjian tepat setengah jam sebelum waktu janjian.”Bagus.Sudah lancar bicaramu.Tinggal nanti jangan menatap kebawa terus.Kalau nggak bisa lihat matanya lihat belakangnya saja.” jelasku ”Yeee akhirnya selesai.” katanya sambil bertepuk tangan riang.Aku hanya tersenyum melihatnya.

Aku tahu ini juga akan menjadi terakhir aku bersamanya.Tiba-tiba dia memelukku erat.”Jeongmal gomawo Se Hun.Aku sangat bersyukur bisa punya sahabat sepertimmumu.” katanya sambil terisak.”Hei uljima.Nanti make upmu luntur.” kataku sambil menghapus air mata yang mulai ada di pelupuk matanya ”He he he.” katanya sambil melepaskan pelukannya.

”Kamu tidak boleh grogi.Kamu sudah bukan kamu yang dulu.Kamu sekarang sudah menjadi Kang Hye Ri yang cantik dan baik hati.Aku rasa tidak ada alasan baginya untuk menolakmu.” kataku  sambil merapikan rambutnya. ”Nah sekarang kamu sudah siap buat nyataiin cinta.O ya ini.”  kataku sambil melepas jaketku dan menyampirkannya ke kepala Hye Ri ”Langitnya mendung.Aku takutnya hujan di tengah jalan.Ayo sana, jangan biarkan dia menunggumu.” lanjutku sambil membalikan badannya dan mendorongnya pelan.Di berlari beberapa saat lalu sambil berbalik dia berkata ”Gomawo Se Hun.Nanti aku kasih tahu jawabannya.Aku pergi dulu.”  dan dia memberikan lambaian dan senyum bahagiannya.Aku hanya tersenyum dan membalas lambaiannya.Kemudian dia belari menghilang dari pandangan.

Sesaat setelah dia menghilang, hujan turun dengan lembut.Rasanya aku ingin menangis.”Tidak boleh aku sudah janji agar tidak menangis” kataku pada diri sendiri.Tapi aku sudah tidak sanggup menahannya.Air mata mulai mengalir di pipiku.

Akhirnya aku hanya ditinggalnya sendiri di sini.Hujan terus mengguyur dengan derasnya.Memaksaku untuk mengingatnya.Hujan membawa banyak kenangan indah tentang dia.Sungguh ironis.Aku bertemu dia pertama kali saat hujan.Tapi aku berpisah dengannya juga saat hujan.Teatapi kali ini pelangi tidak akan pernah muncul lagi untukku.Dia akan menjadi pelngi bagi orang lain, bukan untukku.

 

****

Hye Ri POV.      

”Chan Yeol oppa dari dulu aku menyukaimu.Ne namjachinguga deojulle?” kataku.Akhirnya kalimat ini keluar juga.”Aku juga menyukaimu.” katanya tersenyum.Hatiku serasa berhenti berdetak.Ternyata dia juga menyukaiku.

”Tapi apa benar kamu menyukaiku?” katnya sambil menatapku ”Maksud oppa?” kataku bingung.Bagaimana mungkin aku tidak menyukainya.Selama 2 bulan ini dipikiranku hanya ada dia.

”Mungkin kamu tidak sadar, saat bersamaku kamu selalu mebicarakan Se Hun.Meski kamu tertawa rasanya tawa itu bukan untukku.Di matamu sepertinya hanya ada Se Hun.” katanya sambil masih menatapku.”Se Hun hanya sahabatku.Oppa yang mengajari aku apa itu rasa suka.Oppa yang sellau ada dipikiranku bukan Se Hun.” kataku berusaha memberikan penjelasan,

”Mungkin kamu salah mengartikan perasaanmu.Bukannya aku sombong mungkin kamu hanya kagum kepadaku tapi bukan cinta.Aku tidak pernah memberimu apa-apa, tapi Se Hun telah memberimu banyak hal.Coba pikirkan.” katanya sambil tersenyum

Aku terdiam.Selama ini aku terlalu sibuk melihat Chan Yeol oppa sehingga tidak melihat Se Hun.Se Hun selalu ada di sampingku membuatku tersenyum, Se Hun juga yang telah merubahku.Mungkin tanpa Se Hun aku masih Hye Ri si Ratu Es.Se Hun telah memberiku banyak hal, tidak hanya membantuku tapi juga keberanian, semangat, dan kebahagian

”Kamu mengertikan sekarang kepada siapa kamu harus ucapkan itu sepenuh hati.Sana kamu cari dia.” kata Chan Yeol oppa sambil menepuk kepalaku.”Gomawo oppa.Juga mianhae.” kataku sambil berbalik dan belari.Sekarang di pikiranku hanya ada Se Hun.Benar kenapa aku selama ini tidak menyadarinya?Aku selalu berusaha menyembunyikan debaran jantungku yang bertambah cepat setiap aku melihat Se Hun.Aku selalu berusaha menetupinya dengan mengatakan aku suka pada Chan Yeol oppa.

Hujan yang deras telah berubah menjadi hujan yang lembut diiringi munculnya pelangi.Sekarang aku tersadar Se Hun adalah pelangi yang selalu mewarnai hari-hariku.

Aku menemukannya di taman yang tadi.Berdiri di tengah kumpulan bunga sambi memandang pelangi.Aku langsung belari ke arahnya sambil berseru ”Se Hun!”

 

***

Se Hun POV

”Se Hun!” aku mendengar suara seseorang memanggiku dan membalikan badan.Ternyata Hye Ri dan dia segera memelukku.”Hah kok cepat sekali?Ada apa?Kamu ditolak?Awas Chan Yeol hyung.Besok akan aku hajar dia.Berani sekali membuatmu sedih.Tenang saja masih banyak orang yang lebih layak menerima rasa sukamu dibandingkan dia.” kataku marah-marah

”Ani.Aku sudah mengerti kepada siapa aku harus mengucapkan rasa sukaku.” katanya sambil melepaskan pelukannya.

”Hah?” kataku kebingungan ” Se Hun aku suka kamu.Kamu selalu bersamaku, membuatku bahagia.Maukah ka…aakh ngapain sih kamu Se Hun.” katanya saat aku tiba-tiba mengangkatnya tinggi-tinggi ke langit luas.”Horee..Nan jeongmal haengbog haeyo.Aku pikir kamu akan meninggalkanku.Aku juga sudah lama menyukaimu jauh sebelum kamu mengenalku.” Hye Ri terkejut lalu tersenyum.Senyum yang sangat indah dilatar belakangi pelangi di langit sore dan hujan yang turun dengan lembut.

”Aku tidak akan meninggalkanmu lagi.” katanya sambil mengecup lembut pipiku dan kembali tersenyum.Aku terkejut lalu memutar tubuhku sambil mengangkat tinggi-tinggi Hye Ri dan tersenyum lebar.”Hei, hei Se Hun.”  teriak Hye Ri.

Ternyata hujan selalu membawa kebahagian bagiku dan membawa pelangi yang akan selalu mewarnai hatiku dan hari-hariku.Hye Ri akan menjadi satu-satunya pelangi bagiku.

 

CHOROP

 

 

Iklan

16 pemikiran pada “Season of Love: When The Rain Comes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s