Curious (Chapter 4)

Tittle: Curious.

Main Cast: Oh Se Hoon (Sehun), Jung Jin Hyeon, Jang Wooyoung, Jung Krystal, Kim Joon Myun (Suho).

Support Cast: Xi Luhan, Jung Jin Woon, Kim Kibum (Key), EXO.

Genre: Romance-Comedy, Friendship, Family, a little bit drama.

Length: Chapter.

Author: Sehun’s (@ELFtomato)

Suggest Song: SHINee – Sherlock

IU ft. Seul Ong – Nagging

Jo Kwon – The Day of Confessing My Love (OMG Ver.)

4Men – Baby Baby

Buat Jae—first komentator di part 3, sebelumnya  makasih ya sudah komentar, dan untuk pertanyaannya sampe berapa Chapter FF Curious ini, jawabannya adalah aku enggak tahu.__. Mian! Kalo reader-nim nggak percaya, aku nemu ide FF ini ajah tiba-tiba, jadi kalo menentukan sampai berapa Chapter FF ini bakal selesai aku masih agak bingung. Masalahnya Klimaksnya itu yang aku belum dapet, jadi mungkin bisa sampe ±10 chapter. Jadi, aku harap reader-nim nggak bosen-bosen yah baca cerita ini~ GAMSAHAMNIDA^^

***

PART 4 – THAT MAN

“Aku menyukainya,” ucap Wooyoung dengan tatapan mata berbinar.

“Ne?” pekik Jin Hyeon kaget.

Bagai kondisi yang baru saja dirampok oleh seseorang. Mengejutkan dan merasa kehilangan.

“Benar. Aku mengejar-ngejarnya karena aku menyukainya,” kali ini Wooyoung memperjelas kata-katanya dengan satu kalimat.

Jin Hyeon yang sedari tadi melihat wajah Wooyoung, segera memalingkannya. Entah kenapa seperti ada yang aneh dengan dirinya mendengar pernyataan Wooyoung di depan dirinya sendiri.

“Ah, begitu ternyata. Ayo, oppa lanjutkan makan lagi,”

***

“Yak kelas sudah berakhir, segera pulang! Jangan keluyuran,” ujar Han Saem.

“Ne, Saem!” tanggap murid-murid sekelas—kecuali Jin Hyeon.

Hari ini Jin Hyeon sama sekali tidak konsentrasi. Entah karena sedang tidak enak badan atau karena pernyataan Wooyoung tadi pagi.

“Huh! Sebaiknya aku langsung pulang,” gumam Jin Hyeon. Ia bangkit mengambil tasnya kemudian mulai berjalan keluar kelas.

Saat keluar kelas ia mendengar ribut-ribut aneh. Kebiasaan kalau sedang ada hal-hal yang heboh.

“Katanya member EXO ada yang ke sekolah kita!” ujar salah satu murid yeoja yang berjalan di depan Jin Hyeon.

“Iya. Kuharap itu Kai! Lihatlah! Itu mobilnya!” tunjuk murid yeoja yang lainnya menunjuk ke arah jendela yang ada di koridor.

Jin Hyeon ikut menoleh ke arah luar jendela dan mendapati pemandangan lapangan yang penuh dengan murid laki-laki maupun perempuan.

“Micheoso,” gumam Jin Hyeon kemudian melanjutkan jalannya menuju lantai dasar.

“Sayang ya, mereka belum debut!” Jin Hyeon mendengar bisik-bisik murid namja yang ada di tangga.

“Ya, tapi kan mereka sudah banyak mengeluarkan teaser,” tanggap teman murid namja tersebut.

“Siapa ya yang akan datang? Apa Kai?”

Jin Hyeon hanya terheran-heran seraya mendengarkan peembicaraan murid-murid di sekolah ini.

“Awas saja kalau orang itu yang datang,” gumam Jin Hyeon kemudian berlari ingin segera pulang.

Ia sama sekali tidak mau berurusan dengan member EXO, terutama Sehun. Jadi lebih baik ia menyingkir dan membiarkan orang itu dikerubuti fans-fans mereka.

“JUNG JIN HYEON-SSI!” terdengar suara orang berteriak saat Jin Hyeon berjalan melewati lapangan.

Jin Hyeon berhenti sebentar, ia baru menyadari kalau ia mendapat pandangan dari seluruh murid yang ada di lapangan.

Jin Hyeon berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Seseorang yang sama sekali tidak ia kenal. Orang itu memang bisa dibilang sebagai artis. Karena, ia menggunakan pakaian yang tertutup sekali dan wajahnya seperti tidak boleh terekspose.

“Nuguse-yo?” tanya Jin Hyeon kepada orang di depannya. Jin Hyeon mengedarkan pandangannya ke segala arah. Sekarang ia jadi kerumunan murid satu sekolah.

Jin Hyeon melihat orang itu melepaskan kacamata hitam yang digunakan untuk menutupi mata, kemudian syal yang menutupi bagian mulutnya.

Jin Hyeon terperangah—termasuk seluruh murid di sekolah tersebut.

“Kau…” ucap Jin Hyeon terputus seraya menunjuk orang itu. “Kau siapa ya? Sepertinya aku pernah melihatmu?” tanya Jin Hyeon membuat heboh satu sekolah.

Terdengar banyak decakan kesal terhadap Jin Hyeon seperti, ‘wanita purba darimana dia?’,’astaga, dia tidak mengenalnya?

Orang yang ada di depan Jin Hyeonpun menepuk keningnya. Ia lupa kalau wanita di depannya itu adalah wanita purba—yang-sama-sekali-tidak-mengenal-EXO.

“Xi Luhan imnida,”

“Luhan?”

***

“Sehun-ah. Mianhae,” ucap Suho yang mengikuti Sehun kemanapun. Hari ini leader EXO-K sangat aneh. Pertama, dari bangun pagi, ia yang membangunkan Sehun—yah, biasanya Sehun yang membangunkan Suho. Yang kedua saat mandi, Suho ingin menggosokkan punggung Sehun, tapi itu hal konyol!—Walaupun Sehun dan Baekhyun suka melakukan hal itu—tumben sekali leader itu mau membantunya menggosok punggung, dengan tegas  Sehun langsung  menolaknya. Yang ketiga saat sarapan, Suho bersedia menyuapi Sehun, tetapi Sehun sangat menolaknya. Tangannya masih berfungsi untuk makan sendiri.

“HYUNG!” teriak Sehun tiba-tiba. Suho yang sedari tadi mengikuti Sehun di belakangnya terkejut. “Hari ini kau sudah meminta maaf kepadaku belasan kali. Ada apa sebenarnya?” tanya Sehun heran.

Suho yang ditanya seperti itu hanya melewati Sehun dan menuju meja makan kemudian duduk di atas kursi. Sehun hanya bisa menatap Suho dengan pandangan bertanya.

“Ini kulakukan atas rasa terima kasihku sekaligus permintamaafanku,” jawab Suho. Sedangkan Sehun mengangguk-angguk mengerti.

“Tetapi kau tidak perlu seperti ini, hyung. Kau hanya perlu mengatakannya saja. Tidak perlu membalas budi terlalu banyak,” tanggap Sehun kemudian duduk di seberang Suho. Ia menatap Suho yang merengut.

Dasar anak kecil sudah tua, cibir Sehun dalam hati.

“Kalau begitu, Gomabta dan Mianhae,” ucap Suho yang bangkit berdiri lalu berjalan ke arah kompor. Ia sangat lapar karena tadi pagi ia tidak sarapan sesuai porsi dan amunisi terakhirnya ditemukan oleh Baekhyun yang langsung diberikan kepada Luhan untuk disembunyikan.

“Kau mencari apa, hyung?” tanya Sehun kebingungan. Ia melihat Suho mondar-mandir seperti mencari sesuatu yang hilang.

“Aku lapar Sehun-ah,” jawab Suho kemudian menyerah dan duduk di dekat westafel.

Sehun yang melihat Suho kelaparan ingin menyampaikan pendapat agar makan di luar, tetapi pendapat itu sudah dikemukakan terlebih dahulu oleh Suho.

“Otte? Kau mau kutraktir kan?” tawar Suho sambil mengeluarkan puppy eyesnya.

“Sebagai tanda terima kasih dan minta maaf?”

***

“Kenapa kemarin kau pulang cepat sekali?” tanya Sulli sambil membawa teh hangat yang telah dibuatkan oleh Victoria.

Krystal mengambil salah satu cup kemudian segera menempelkan teh tersebut ke mulutnya dan menyeruput teh tersebut tanpa menggubris pertanyaan Sulli.

Terdengar pekikan pelan dari Krystal. Ia menaruh cup tehnya ke atas meja lalu mengusap-usap bibirnya.

“Aku belum bilang ya, kalau teh itu panas?” ucap Sulli sok polos. Ia hampir tertawa meledak melihat Krystal kepanasan.

“Jangan tertawa!” sungut Krystal seraya membekap mulutnya.

Setelah dirasa membaik, Krystal melepaskan tangan yang bertengger di mulutnya. Ia menghadap ke arah Sulli yang sedang meniup-niup teh hangatnya. Hm, oke, itu teh panas baginya.

“Aku tidak bertemu dengannya,” pernyataan Krystal membuat Sulli tersedak, karena saat itu Sulli sedang menyeruput tehnya.

“Mwo?” teriak Sulli lumayan kencang. Lumayan kencang hingga membuat eomma mereka angkat bicara.

“Pagi-pagi jangan berteriak!” tanggap Victoria.

“Ssst, eomma marah!” kata Sulli. “Kenapa ia tidak ada di sana? Bukankah seharusnya mereka ada di sana? Mereka kan harus banyak latihan untuk debut mereka,” lanjut Sulli lalu menaruh tehnya di meja yang ada di depannya.

“Molla-yo. Sepertinya ia diberi waktu bebas untuk berpergian sebelum debut!” jawab Krystal menebak-nebak.

“Mungkin!” tanggap Sulli seraya membaringkan kepalanya mendongak ke atas menatap langit-langit.

“Bagaimana kalau kau meminta jadwal EXO-K ke manajer oppa?” usul Sulli sambil memainkan kedua alisnya.

“Hm, okay! Nanti malam aku akan ke sana!”

***

“Jadi, kau yang bernama Jin Hyeon?” ucap Luhan sedikit meneliti orang yang bernama Jin Hyeon yang sedang duduk di depannya.

“Jadi kau yang bernama Luhan?” Jin Hyeon membalik pertanyaan Luhan. Luhan yang mendengar hal itu mendecak kesal.

Ck, apa maksud anak ini?’ racau Luhan dalam hati.

“Jangan memutar balik pertanyaan. Apa kau kenal Oh Sehoon?” tanya Luhan to the point. Kalau tentang Sehun, ia pasti langsung to the point.

“Kalau maksudmu Sehun temanmu, aku mengenalnya,” jawab Jin Hyeon sopan. Ia tahu lelaki di depannya ini lebih tua empat sampai lima tahun, makanya ia harus lebih sopan. Kalau dengan Oh Sehoon mah, masa bodoh.

“Tolong jauhi dia,” ucap Luhan spontan.

Jin Hyeon yang mendengar perkataan Luhan hanya terdiam membatu.

“Tanpa anda suruhpun, aku sudah akan melakukannya,” ceplos Jin Hyeon dengan suara serak. Rasanya, ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokkannya saat ingin mengatakan hal tersebut.

“Bagus kalau begitu. Lalu apakah kau bisa menjaminnya?” kali ini Luhan kembali menanyakan hal yang membuat Jin Hyeon gerah.

Jin Hyeon meminum air mineral di depannya hingga tandas dengan satu tegukan besar. “Aku jamin dengan ini!” Jin Hyeon meletakkan ponsel yang diberikan Sehun tadi malam. Ia gatal saat memegang ponsel itu.

“Bagus. Apapun yang berhubungan dengan Sehun, tolong tinggalkan hal tersebut!” tegas Luhan seraya memajukan tubuhnya agar terkesan tidak bercanda.

Jin Hyeon tidak menanggapi pernyataan Luhan. Ia baru saja membenarkan perkataan orang bijak yang mematenkan, jangan melihat buku dari covernya. Wajahnya baby face, tetapi kelakuannya nista. Tampang menipu.

“Kuharap kau mengerti alasan aku menggertakmu seperti ini,” Jin Hyeon menatap Luhan penuh tanya saat Luhan angkat bicara.

“Ini demi kebaikan debut kami. Demi kebaikan karir kami ke depannya juga. Jadi kumohon, jangan ganggu Sehun maupun member EXO yang mungkin kau kenal.” Luhan menaruh uang dua puluh ribu won di atas meja kemudian berjalan keluar dari restaurant meninggalkan Jin Hyeon.

***

“Krystal-ah! Kumohon dengarkan aku terlebih dahulu!” Wooyoung tetap mengejar Krystal yang sedang berjalan di depan daerah taman jajan. Krystal tetap melanjutkan jalannya meski tahu Wooyoung sudah berhenti di belakangnya.

Krystal berhenti, kemudian berbalik memandang Wooyoung. “Kumohon oppa jangan mengikutiku terus! Aku lelah! Jika oppa terus begini. Aku akan protes ke manajemen oppa,” ucap Krystal panjang lebar kemudian berlalu. Tidak sampai lima detik, Krystal kembali berhenti.

“Kuharap ini yang terakhir kalinya oppa mengikutiku!” lalu melanjutkan jalannya.

Wooyoung hanya menunduk menerima teriakan dari Krystal.

“AWW!” Wooyoung yang mendengar suara pekikan Krystal sesegera mungkin mendongak ke arah Krystal. Dilihatnya orang yang ia kenal.

Oh Sehoon. Member EXO-K, trainee SMEnt yang sebentar lagi akan debut, sekaligus orang yang disukai oleh Krystal.

“Mianhamnida!” ucap lelaki bernama Sehun tersebut. Krystal yang tadinya muram kembali tersenyum sumringah.

“Gwaenchana-yo. Ah, kau Oh Sehoon bukan? Dan ini semua member EXO-K?” ucap Krystal dengan nada yang dibuat selembut mungkin.

“Ah, Ne. Bukankah ini Krystal sunbaenim?” ceplos D.O sambil membulatkan matanya.

“Ah, de!” balas Krystal lemah lembut.

“Kau ingin bergabung dengan kami? Mumpung bertemu di sini,”

***

“Apa maksud orang itu?” gumam Jin Hyeon seraya berjalan. Sedari perjalanan tadi, ia selalu melamunkan hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yang baru saja ia bicarakan dengan lelaki bernama Luhan.

“Tanpa ia suruhpun aku juga akan menjauh dari Oh Sehoon. Kenapa harus menggertakku duluan? Apakah dia sudah menggertak Sehun terlebih dahulu?  Kalau belum rasanya aku ingin hancur saja!” lagi-lagi Jin Hyeon menggumam kesal. Ia sendiri tidak berpikiran akan digertak seperti itu hari ini. Salah apa dia? Apa karena hanya membantu Sehun yang sedang cedera? Apakah salah orang saling membantu?

“Jika yang kulakukan itu salah, aku akan sedikit mengurangi kebiasaanku menolong orang seperti itu!” putus Jin Hyeon kemudian mendongak ke atas.

Tapi hal yang salah melakukan hal itu, kepalanya malah membentur sesuatu yang lunak seperti tubuh seseorang.

“AH! Mianhamnida!” Jin Hyeon segera meminta maaf seraya menunduk empat puluh lima derajat. Kemudian kembali mendongak dan malah dikejutkan dengan wajah seorang Jang Wooyoung. Idola yang sangat ia dambakan, walaupun sudah memiliki ‘wanita idaman’-nya.

“Jin Hyeon-ssi!” Jin Hyeon tidak melihat Wooyoung menggerakkan bibirnya untuk memanggilnya. Berarti suara itu bukan suara Wooyoung melainkan suara…

Jin Hyeon bergeser dari tubuh Wooyoung beberapa centi, ia melihat ada Kai sendirian di sana. “Kai-ssi?”

“Kau sedang apa di sini, Jin Hyeon-ah?” tanya Wooyoung sambil memiringkan badannya agar dapat melihat Jin Hyeon dan Kai.

Jin Hyeon menatap Wooyoung yang bertanya padanya. “Aku sedang perjalanan pulang dari sekolah. Kalau oppa?” Jin Hyeon balik bertanya.

“Aku sedang… sedang…” Wooyoung yang ingin menjawab terbata. Diantara jujur dan bohong, yang mana yang akan dia pilih sebagai jawabannya.

“Pasti mengikuti Krystal Onnie,” bisik Jin Hyeon ditimpal dengan cengiran kuda.

“Jin Hyeon-ssi. Kau ada di sini?” tanya Kai memutus obrolan Jin Hyeon dengan Wooyoung. “Ah, bukankah ini 2PM’s Wooyoung Sunbae-nim?” tanya Kai setelah mendekat ke arah Jin Hyeon dan Wooyoung.

“Ah, ne. Aku member 2PM, Jang Wooyoung imnida,” jawab Wooyoung seraya memperkenalkan diri.

“Ah, de. Aku Kim Jong-In, biasa dipanggil Kai. Trainee SM,” balas Kai seraya membungkuk. Wooyoung yang melihat hal itu hanya bisa menundukkan kepalanya, membalas.

Hening seketika. Tidak ada bahan obrolan yang bisa mereka bicarakan.

“Apa kalian ingin makan bersama member EXO-K?” tanya Kai sopan, karena ada Wooyoung sebagai sunbae-nimnya.

Jin Hyeon bergerak gelisah, ingin menolak tetapi Wooyoung malah berkata sebaliknya.

“Baiklah, kalau kami boleh bergabung,” tandas Wooyoung kemudian menarik lengan Jin Hyeon dan masuk mengikuti Kai.

***

“Ayo, kita pesan makanan!” teriak Chanyeol asal. Ia sangat tidak beretika yah saat makan, padahal ada sunbae-nimnya yang sedang ikut makan.

Krystal yang melihat Chanyeol seperti itu hanya tertawa ringan.

“Ah, mianhamnida sunbae-nim. Silahkan dipesan,” Chanyeol yang menyadari ada Krystal segera melembutkan suaranya. Jangan sampai ia ditendang dari SM gara-gara perilakunya.

“Ah, de.” Krystal membalas seraya tersenyum ringan.

“Kai Hyung di mana yah?” bukannya memesan, Sehun malah mengkhawatirkan Kai. Sehun terus melihat ke arah pintu masuk, ingin memastikan kalau Kai segera masuk dan bergabung bersama mereka.

Dan BINGO!

Kai masuk diikuti dua orang yang tidak terlihat asing bagi mata Sehun. Sehun tersenyum sekilas, mengetahui salah seorang dari dua orang tersebut adalah Jin Hyeon.

“Jin Hyeon,” gumam Sehun tanpa sadar. Dilihatnya Kai makin mendekat ke arah meja makan mereka.

Sehun mendengar suara buku menu jatuh di atas meja bertepatan dengan mata Jin Hyeon yang membulat ke arah seseorang, dan yang ia yakini seseorang itu ada di seberangnya. Kim Joon Myun.

“Hyung, kau mengenalnya?” Sehun segera menanyakan hal tersebut ke pada Suho. Ia sangat-sangat penasaran dengan hubungan Jin Hyeon dan Suho.

Suho yang ditanyai seperti itu awalnya tidak mengerti apa yang dibicarakan Sehun, tetapi setelah ia sadar kalau Sehun membicarakan Jin Hyeon, ia langsung membalas.

“Ia adik Jinwoon-ssi, sekaligus mantan pacarku,”

Curious – Part 4, END

NOTE: Kalau ada keluhan/bash atau hal yg mau diomongin, contact aja ke  e_sparkyu@ymail.com

R.C.L! Mian for Typo!

 

 

Iklan

11 pemikiran pada “Curious (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s