Finding True Love (Chapter 4)

Author: Candlelovable (@dillaiskandar)

Genre: Romance/Adventure/Circle Love

Main Cast: Oh Sehun, Krystal Jung, Kai Kim, Choi Sulli, Park Chanyeol, Baek Suzy, Byun Baekhyun, Kang Jiyoung

Length: Multichapter

 

***

 

“tunggu! Bisakah kita istirahat sebentar?!”

Suzy berteriak dengan suara yang hampir serak, Sehun menoleh kearahnya lalu perlahan berjalan menghampirinya. Gadis itu tampak kelelahan, begitu juga dengan Krystal, Sulli dan Jiyoung. Para yeoja itu duduk di batu-batuan dengan nafas terengah-engah, tubuh mereka sangat lelah, hidung mereka berubah agak merah karena udara pegunungan yang sangat dingin. Sehun mengusap-usap bahunya dan mendudukkannya di sebelah Jiyoung. Kai, Baekhyun dan Chanyeol bersandar pada pepohonan untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Sehun duduk disebelah sepupunya, menepuk-nepuk bahunya lembut.

“kau baik-baik saja?” Tanya Sehun pada Suzy yang sedang memeluk tubuhnya sendiri kedinginan, kedua tangannya beku seperti sebongkah es.

“aku lelah,” bisik Suzy lirih pada Sehun.

“ani, kau bukannya lelah,” kata Sehun menenangkan. “kau hanya… merasa kedinginan, karena itu kau jadi sulit bernafas, haruskah kita dirikan tenda disini?”

“mungkin harus,” kata Chanyeol sambil meletakkan ranselnya ke tanah, bersiap mengambil tenda. “sepupumu terlihat sangat sekarat, kupikir kita tak akan bisa terus berjalan kali ini, terlalu berisiko Sehun-ah,”

Suzy menatap Chanyeol nanar, dia tahu Chanyeol sangat menyukai yeoja yang kuat. Dia tidak boleh kalah disini, dia harus tetap berjalan dan membuktikan pada namja dingin itu kalau dia adalah yeoja yang kuat. Sehun melirik ekspresi tajam sepupunya itu lalu kemudian dia mendengus menahan tawa. Suzy balas meliriknya dengan tatapan membunuh.

“kurasa kita tak perlu mendirikan tenda Chanyeol-ah, Suzy masih kuat berjalan,” ujar Sehun seraya membantu Suzy untuk berdiri. Chanyeol menaikkan kedua alisnya tinggi-tinggi lalu kemudian memasukkan kembali tendanya.

“kau yakin masih bisa berjalan? Perjalanan kita masih sangat jauh,” Chanyeol menatap Suzy tajam-tajam sambil meyampirkan ranselnya ke bahunya yang bidang.

“aku masih bisa berjalan, jangan khawatir,” kata Suzy tegas.

“oh, arasseo… ayo kita lanjutkan berjalan lagi,” kali ini Chanyeol yang memimpin, Baekhyun di belakang sementara Kai dan Sehun berada di kanan dan kiri, menjaga para yeoja yang berjalan ditengah-tengah.

Krystal meniup-niup tangannya yang sudah sangat kaku, Sulli mengeratkan jaketnya untuk merasakan sedikit kehangatan. Nafas mereka semakin berat karena lintasan yang semakin lama semakin menanjak. Chanyeol menoleh ke belakang untuk memeriksa keadaan teman-temannya satu persatu. Matanya menangkap sosok Jiyoung yang wajahnya sudah sepucat patung. Tanpa berkata apa-apa dia meraih Jiyoung dan memeluknya erat-erat, hal ini membuat teman-temannya sangat terkejut. Jiyoung tidak mampu mengelak karena tubuhnya sudah terlalu lelah, dia hanya diam saja saat Chanyeol memeluk tubuhnya.

“dia kedinginan, teman-teman, ini sangat berbahaya! Gadis-gadis ini bisa terkena Hypothermia kapan saja!” kata Chanyeol keras menjawab kebingungan teman-temannya mengapa dia tiba-tiba memeluk Jiyoung. Gadis itu meletakkan kepalanya dengan nyaman ke dada Chanyeol, merasakan kehangatan yang terpancar dari tubuh namja itu. “kita harus menjaga gadis-gadis ini lebih ketat,”

Sulli melirik Sehun yang segera menarik Krystal dalam pelukkannya, selain Jiyoung, Krystal lah yang paling terlihat lemah dan pucat. Baekhyun ragu-ragu mendekati Suzy yang kentara sekali terlihat cemburu pada Jiyoung, dia merangkul bahu Suzy sambil tersenyum tipis. Sementara Sulli yang juga merasa sangat cemburu melihat kedekatan Sehun dan Krystal hanya bisa mendesah kecewa. Kai mengulurkan tangannya kalem.

“pegang tanganku, setidaknya tanganmu bisa menjadi sedikit lebih hangat,” katanya ramah. Sulli meraih tangannya ragu-ragu dan menggenggamnya erat-erat.

“wah! Hangat sekali,” kata Sulli kagum dan dengan segera melupakan kecemburuannya pada Krystal.

“itu yang kau butuhkan sekarang kan?” Kai tersenyum lembut dan lagi-lagi membuat kupu-kupu Sulli kembali bergemuruh didalam perutnya. Kenapa senyum itu sangat menawan dimatanya? “aku tak akan memintamu untuk memelukku, karena kurasa genggaman saja sudah cukup bukan?”

“hmm… ya, mungkin…” jawab Sulli ragu lalu balas tersenyum.

Mereka terus berjalan, setelah beberapa menit berjalan langkah Chanyeol tiba-tiba berhenti didepan sebuah hutan yang sangat gelap. Jiyoung menatapnya keheranan, Sehun berhenti tepat disebelah mereka, ekspresinya agak tegang namun sulit dibaca. Apa mungkin…

“Sehun-ah, bagaimana menurutmu?” Chanyeol melepaskan pelukkannya pada Jiyoung seraya melangkah lebih maju 2 langkah. Tentu saja dia tidak bisa sembarangan memasuki hutan ini atau kejadian 2 tahun lalu bisa terjadi lagi nanti. “kau masih ingat jalurnya?”

“kurasa masih, “ Sehun menarik nafas dalam-dalam. “kita harus melewati hutan ini kalau ingin sampai ke puncak,”

“aku tahu, sekarang terserah padamu Sehun-ah,” kata Kai kalem. “kami akan terus mengikutimu dan murni percaya padamu,”

Sehun menoleh, ekspresinya agak sedikit tegang. Dia tahu dia tidak boleh tegang atau nanti dia akan kesulitan berkonsentrasi menjaga semua temannya. Dia melingkarkan tangannya pada mereka semua, meminta untuk berkumpul lagi. Baekhyun dan Chanyeol menepuk-nepuk bahunya untuk memberinya semangat. Mereka tahu meskipun Sehun adalah namja yang kuat namun dia tidak bisa menyembunyikan rasa sedikit traumatik nya akibat hilang di gunung waktu itu. Disaat seperti ini dia sangat membutuhkan dukungan.

“dengarkan aku, oke? Apapun bisa terjadi didalam sana, jadi kumohon jangan sampai terpisah! Konsentrasikan pikiranmu dan jangan sampai bingung ataupun panik, tetaplah saling berpegangan tangan, perjalanan melewati hutan ini cukup jauh, teruslah berdekatan dan tetaplah waspada! Mengerti?” Sehun berkata dengan nada bergetar. Kentara sekali dia agak sedikit gugup. Krystal mengusap punggungnya lembut dan hal itu sedikit bisa membuatnya tersenyum.

“kami mengerti,” jawab mereka semua serempak.

“baiklah seperti yang kubilang sebelumnya, biarkan kakimu berjalan!”

“biarkan pikiranmu mengikuti arah,” Kai berkata dengan agak gugup.

“biarkan matamu tetap terbuka lebar,” bisik Baekhyun dengan suara bergetar.

“dan biarkan bibirmu bergerak memanjatkan doa,” Chanyeol memejamkan matanya. Hanya dia yang masih mampu mengontrol perasaan takut dan ngerinya. Disaat seperti ini Sehun sangat membutuhkan dukungan karena bebannya sebagai pemimpin grup ini sangat besar.

Para yeoja mulai merasa takut. mereka tahu para namja ini pernah hilang di hutan ini, dan norml rasanya jika mereka gugup karena mereka juga ikut membawa para yeoja bersama mereka kali ini. tentu bebannya akan bertambah 2 kali lipat dari sebelumnya. Setelah selesai berdoa, perlahan Sehun kembali memimpin perjalanan. Para yeoja saling berpegangan tangan dengan gugup saat mereka mulai melangkah masuk kedalam hutan. Benar-benar perasaan yang sungguh sangat tidak menyenangkan. Krystal melirik jam tangannya, dia yakin sekarang masih sore, tapi kenapa hutan ini sangat gelap?

Baekhyun menyalakan senter, Sehun, Chanyeol dan Kai juga ikut menyalakannya. Mereka terus melangkah memasuki hutan gelap itu, mereka bisa mendengar suara-suara serangga berkumandang di sekitar mereka, pohon-pohon besar berusia ratusan tahun berdiri dengan kokohnya di sisi kanan dan kiri mereka serta suara langkah mereka di tanah yang basah membuat suasana bertambah horor. Suzy dan Krystal bisa merasakan tengkuk mereka merinding. Ini benar-benar perasaan yang tidak menyenangkan! Sangat tidak menyenangkan!

“wah, hutan ini masih mengerikan saja,” ucap Kai memecahkan keheningan yang ada diantara mereka sejak memasuki hutan. “ kupikir aku akan merasa lebih tenang karena aku pernah datang kesini sebelumnya, tapi sepertinya aku tidak merasa begitu!”

“tentu saja, hutan ini jauh lebih gelap dari terakhir kali kita datang kesini,” Baekhyun mengangguk setuju dengan pernyataan Kai.

“Sehun-ah, inikah hutan yang membuatmu hilang waktu itu?” Tanya Krystal lirih. Dari tadi dia memang ingin bertanya pada Sehun karena ekspresinya tampak begitu tegang dan kaku.

Sehun menoleh padanya dan menatapya tepat di manic mata, lalu kemudian dia mengangguk. “ya,”

“oh… begitu ya?” Krystal menggigit bibir bawahnya ngeri membuat Sehun tersenyum geli. Dia menyentuh kepala Krystal dan mengacak-acak rambutnya lembut.

“kau takut?”

“hmm… ya…” Krystal menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang merona merah.

“jangan khawatir, aku akan menjagamu dan yang lainnya, aku tak akan membiarkan kalian semua terpisah,” Sehun tersenyum menenangkan. “karena itu, tetaplah berdekatan ya?”

Krystal menganggukkan kepalanya patuh. Dia tersentak kaget saat Sehun meraih tangannya dan menggengam tangannya erat-erat. Dia menoleh pada Sulli berharap bahwa gadis itu tidak melihatnya berpegangan tangan dengan Sehun, tapi ternyata Sulli sedang berpegangan tangan dengan Kai. Beruntunglah ternyata dia tidak melihatnya. Krystal memejamkan matanya dan menghela nafas berat. Kumohon Sulli-ah… izinkan aku memegang tangannya… sekali ini saja…

Perlahan dia menyandarkan kepalanya ke bahun bidang Sehun. Namja itu agak sedikit kaget namun perlahan bibirnya membentuk sebuah senyum. Dia harus menjaga gadis ini sama seperti dia harus menjaga sepupunya Suzy. Dia menoleh ke belakang dan melihat Suzy masih bersikeras berjalan bersama Chanyeol. Sehun menghela nafas pasrah. Chanyeol tak akan pernah menyadari perasaan Suzy padanya, Suzy hanya membuang-buang waktunya saja, namun Sehun tahu dia tak akan pernah bisa melakukan apa-apa lagi untuk mengingatkan sepupunya itu.

Kabut tebal mulai turun dan membuat pandangan mereka kabur. Sehun mengarahkan senternya tetap kedepan jalan sementara Krystal tetap berpegangan kuat padanya. Mereka tetap fokus berjalan dan tetap mengkonsentrasikan pikiran mereka.

“Sehun-ah!” Krystal berbisik padanya seraya menoleh ke belakang. “Sehun-ah, dimana yang lainnya?”

Sehun terdiam sesaat saat dia menoleh dan tidak melihat satupun temannya dibelakang. Dia benar-benar tidak percaya hal ini terjadi lagi.

Semua teman-temannya hilang.

“mereka… mereka hilang?” Tanya Krystal ketakutan. Dia menatap Sehun dalam-dalam.

Sehun merangkulnya. “tidak tahu, entah mereka yang hilang atau kita yang hilang, tapi kejadian ini terjadi lagi, malah jauh lebih buruk! Kita semua terpisah,”

“lalu… lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanya Krystal lagi dengan suara agak panik.

“menemukan mereka tentu saja,” Sehun menghela nafas. Dia bisa merasakan tubuh Krystal gemetar dalam rangkulannya. Kedua tangannya dingin seperti es. Gadis itu bekali-kali menggigiti bibir bawahnya. “jangan khawatir, kita pasti akan menemukan mereka,”

“kuharap begitu,” bisik Krystal yang mulai menggigil.

Sehun meraih kedua tangan Krystal dan mulai meniupnya. Krystal tidak tahu harus mengatakan apa, tiupan Sehun pada kedua tangannya membuatnya agak sedikit hangat. Gadis itu tersenyum malu-malu dan segera menunduk untuk menyembunyikan rona pink pada kedua pipinya. Sehun menggenggam kedua tangannya lagi lalu tersenyum.

“merasa lebih baik?” Tanya nya manis.

“ya, sangat!” jawab Krystal malu. “komawo Sehun-ah, mian aku merepotkanmu, aku memang gadis lemah,”

“jangan bicara seperti itu, kau tidak lemah,” Sehun terkekeh geli. “ayo kita lanjutkan berjalan lagi, kita harus menemukan yang lainnya dengan segera!”

Krystal mengangguk dan membiarkan Sehun menuntunnya berjalan. Perasaan hangat menyelubungi hati keduanya disaat tangan mereka terkunci satu sama lain.

 

***

“baiklah! Dimana kita sekarang?!” Tanya Sulli dengan suara panic, sementara Kai memerhatikan hutan di sekeliling mereka dengan seksama. Dia benar-benar kehilangan Sehun lagi, kabut membuat mereka kehilangan jalan. Ini benar-benar bukan kabar yang baik, walaupun dia masih bisa tenang dalam menghadapi hal ini namun dia tidak yakin Sulli bisa. “Kai, jangan bilang kalau kita tersesat! Dimana Sehun?!”

“sayang sekali, kita benar-benar tersesat,” jawab Kai tenang sambil mengangkat kedua bahunya.

“bagaimana kau bisa kau bersikap setenang itu?! Bagaimana kalau kita tersesat terus dan tidak ada yang bisa menemukan kita?!” Sulli hampir menangis sekarang. Dia duduk di bebatuan, tubuhnya gemetar.

Kai berlutut didepannya.

“kalau kau panik, akan sulit bagiku menemukan jalan,” kata Kai tenang. “jangan menangis, arasseo? Kita akan segera menemukan mereka,”

“bagaimana kalau kita tidak bisa menemukan mereka?”

“yaah… mari kita tinggal disini, membangun rumah pohon sampai seseorang menemukan kita,” Kai berusaha membuat gurauan namun dia tahu waktunya sangat tidak tepat. Sulli menatapnya galak dan sama sekali tidak tertawa dengan bercandaannya yang terkesan serius itu. “mianhae, jangan khawatir, kita akan baik-baik saja,”

“aku… aku takut… ini adalah pertama kalinya aku berkunjung kesini, bagaimana mungkin kita bisa tersesat seperti ini?” Sulli mulai terisak. Setitik air mata jatuh membasahi pipinya.

“aku mengerti, kumohon jangan menangis… kita akan segera bertemu mereka, tidak ada yang perlu kau takuti, aku tahu tentang hutan ini sebelumnya, kita hanya perlu berjalan sebentar dan kemudian kita bisa bertemu dengan mereka, oke? Choi Sulli, apakah kau mendengarku?”

Sulli tidak mengatakan apa-apa. Dia mulai menangis, cukup keras hanya untuk didengar Kai. Dia mengerti Sulli benar-benar sangat ketakutan sekarang, tapi menangis pun tak akan bisa membuat mereka bisa langsung bertemu dengan yang lainnya. Perlahan namun pasti Kai melingkarkan kedua lengan kekarnya ke bahu Sulli dan memeluk gadis itu erat-erat. Mereka tidak saling berbicara, Kai memejamkan matanya merasakan Sulli terisak didadanya. Tangannya melingkar balik ke punggungnya yang lebar.

Sulli menghela nafas di tengah-tengah isakkannya. Dia bisa merasakan aroma maskulin dari tubuh Kai yang besar. Wangi sekali. kalau wangi Sehun cenderung manis, wangi Kai terkesan lebih kuat dan elegan. Sulli sangat menyukainya. Perlahan tangisnya pun terhenti. Kai melepaskan pelukkannya dan membelai kepala Sulli dengan canggung.

“ayo kita berjalan, aku akan tetap disini menjagamu, mengerti?”

Sulli mengangguk pelan, Kai menyentuh kedua pipi Sulli, membersihkan sisa-sisa air mata yang masih membekas disana. Hal itu kontan membuat jantungnya berdetak kencang. Kai meraih tangan Sulli dan menggenggamnya erat-erat seraya menuntunnya berjalan lagi.

 

***

“Baekhyun-ah, dimana Sehun dan yang lainnya?” Jiyoung meraih tangan Baekhyun dan menggengamnya erat-erat. Mereka terus berjalan sambil mengamati sekeliling mereka dengan bingung. Kabut masih mengaburkan pandangan mereka. Baekhyun merangkul Jiyoung membuatnya agar tetap berada didekatnya. Mereka benar-benar tersesat. “Baekhyun-ah?”

“aku tidak tahu, tapi aku yakin kita tersesat sekarang,” Baekhyun menghela nafas lalu tersenyum pada Jiyoung yang ternganga kaget. “untung aku menarikmu tadi, kau hampir saja jatuh ke jurang,”

“benarkah?!” mata Jiyoung membesar kaget.

“ya, kabut mengaburkan pandangan kita, kurasa kita terpisah-pisah sekarang,” Baekhyun menuntun Jiyoung berjalan. “tidak ada yang bisa kita lakukan selain mencari mereka dengan segera,”

“bagaimana kalau kita tetap berada disini selamanya?” Tanya Jiyoung ketakutan.

“tidak selamanya,” Baekhyun mengetuk kepala Jiyoung sambil nyengir. “mungkin ini hanya akan berlangsung selama seminggu,”

“apa?!” sekali lagi Jiyoung terkejut.

“hanya bercanda, ayo kita berjalan lagi, kita harus segera menemukan Sehun dan yang lainnya,” Baekhyun melihat jam tangannya, sudah hampir malam. Dia harus bisa menemukan tempat bermalam dengan segera karena dia tahu Jiyoung sedang tidak dalam kondisi yang baik.

Baekhyun benar-benar tidak percaya hal ini terjadi lagi. Namun kali ini, dia tidak bersama Chanyeol dan Kai untuk menemukan Sehun. Dia sedang bersama gadis yang sangat lemah dan bisa dengan mudahnya pingsan kapanpun. Baekhyun mulai memikirkan Suzy. Dia pasti sedang bersama Sehun atau Chanyeol sekarang. Dia sama sekali tidak masalah kalau Suzy sedang bersama Sehun karena mereka memang sepupuan, tapi kalau dia bersama Chanyeol… entahlah… Baekhyun sama sekali tidak tahu bagaimana harus menggambarkan perasaannya itu.

Sementara Jiyoung sendiri merasa agak sedikit senang bisa bersama Baekhyun berdua saja. Meskipun dia sangat yakin kalau bukan dirinyalah yang Baekhyun inginkan untuk bersama. Itu terlihat sekali dari ekspresi wajahnya yang mungkin sedang memikirkan Suzy. Dia tersenyum tipis. Tidak apa-apa… menyukai Baekhyun dari jauh saja sudah cukup untuknya.

 

***

 

“terjadi lagi,”

Chanyeol menghela nafas seraya duduk di bebatuan. Dia menyentuh kepalanya seraya berpikir bagaimana mungkin dirinya bisa terpisah lagi dengan teman-temannya. Dia tidak akan masalah jika tersesat sendirian, tapi kali ini dia tersesat bersama Suzy. Sepupu kesayangan Sehun. Tentu dia harus menjaga gadis ini baik-baik, atau Sehun akan sangat marah nanti. Suzy berdiri didepannya, menggigiti bibirnya dengan gugup. Hutan ini jadi jauh lebih menakutkan disaat hanya ada mereka disana. Hanya mereka berdua.

“apakah kau tahu jalan keluarnya?” Tanya Suzy ragu.

“aku tahu, tapi aku tidak yakin bisa menemukan sepupumu dengan cepat seperti waktu itu,” Chanyeol menghela nafas. “aku butuh 2 hari hanya untuk menemukannya, tapi kali ini aku juga harus menemukan Kai dan Baekhyun, ini akan sangat sulit!”

“benarkah?”

“ya, sebenarnya… aku tidak masalah kalau tersesat sendirian, tapi sekarang aku tersesat bersamamu…” Chanyeol menatap Suzy dalam-dalam dengan kedua mata besarnya. “jadi prioritas utamaku sekarang adalah menjagamu, sampai kita bisa menemukan mereka semua,”

Suzy tidak mengatakan apa-apa.

“ayo kita jalan lagi,” Chanyeol berjalan duluan sementara Suzy mengikutinya di belakang. Dia menoleh sedikit. “beritahu aku kalau kau lelah, selama kau ada bersamaku kau harus tetap berdekatan denganku! Mengerti?”

“aku mengerti!” Suzy tersenyum lebar.

Sepertinya tersesat seperti ini tidak begitu buruk juga, pikirnya. Setidaknya dia bisa mempunyai banyak waktu untuk bisa bersama Chanyeol tanpa harus terganggu dengan kehadiran yang lainnya. Ini akan sangat menyenangkan.

Mungkin hanya Suzy yang merasa senang dengan tersesatnya mereka di hutan ini.

 

 

-TBC-

Annyeong readersku tercinta *ceilah* ini dia chapter 4 nya ^^ apakah masih kependekkan? Kalo iya aku minta maaf yaaa *deep bow* aku emang kurang bisa bikin FF panjang2 😀 tapi aku harap kalian suka ^^ makasih ya udah mau baca+komen aku jadi termotivasi buat terus nulis 😀 terutama tentang Sestal ^^ ngomong-ngomong couple mana yang paling kalian suka? SeStal, KailLi, ChanZy atau BaekYoung? Aku suka semuanya kekeke *abaikan* kekekeke so please enjoy the chapter ^^

 

51 pemikiran pada “Finding True Love (Chapter 4)

  1. mian baru komen thor…
    Aku suka pake banget sama couple Hunstal/Sestal
    Soalnya mereka kayak gimana gituhh…hehehe 😀
    BTW FF nya daebak kok !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s