Oppa, I’ve Finally Found The Right One (Chapter 1)

Title                 : Oppa, I’ve Finally Found The Right One (1.2)

Author             : Kim Eun Soo

Main Cast        : Kim Chaerin / Prinsy (OC), Kim Jongin / Kai, Byun Baekhyun

Support Cast    : Steve Clark (OC), the rest of EXO-K members

Genre              : Romance

Length             : Twoshot

Rating              : General

Disclaimer       : All casts in this ff are belong to God, except the imaginary casts and Baekhyun Oppa. He belongs to me :p *bunuh authoor* Oya, last one. Plotnya murni punyaku dan Fanfic ini aku dedikasikan untuk all of my best eonni, ’cause she always encourage me whenever I feel down and also give me so much advises. Eonni-yaa jjang!

A/N                  : Annyeong yeoreobeun! Kim Eun Soo imnida ^^ Well, ini ff pertamaku yg pake main cast EXO, sekaligus Twoshot pertamaku––sebelumnya aku cuma nulis sequel *apadeh? Jadi kalau tidak memuaskan, jeongmal mianhae *bow* Sorry for any typo(s)

Summary         : “Steve, I’m still trying to find the right one.”

 

Happy Reading! Don’t be silent readers 😀

__________________________________________

Kim Chaerin POV

Aku melepas kaca mata hitamku dan mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru bandara Incheon. Kutarik koper coklatku perlahan dan menyenderkannya pada sebuah bangku. Kuhempaskan tubuhku ke atas bangku itu dan menghela napas berat. Perjalanan dari Indonesia ke Korea itu ternyata benar-benar melelahkan. Huh, badanku pegal-pegal semua. Arrgh, aku ingin cepat sampai di apartemen Baekhyun Oppa dan tidur di kasur empuknya. Aaah, kedengarannya sangat nyaman.

Oh, annyeong! Aku lupa memperkenalkan diri. Cheonun Prinsy Kim imnida. Kalian bisa memanggilku Prinsy, atau Chaerin. Sebenarnya nama asliku Prinsy, dan aku berasal dari Indonesia. Tapi karena kakekku orang Korea, jadi eomma dan appa-ku tetap memberiku nama Korea, Kim Chaerin. Aku dulu menetap di Indonesia sampai umur lima tahun, lalu akhirnya pindah ke New York karena appa-ku mempunyai bisnis besar di sana. Tapi, 2 tahun yang lalu aku kembali ke Indonesia karena suatu alasan. Alasan yang sangat menyakitkan. Dan aku berharap dengan kepindahanku ke Korea sekarang dapat membuatku melupakan semua kenangan pahitku saat menetap di New York.

Ah, satu lagi. Di Korea aku akan tinggal bersama sahabat dekatku sejak kecil, Byun Baekhyun. Dia lebih tua 3 tahun dariku. Orang tuaku sudah mengenalnya dengan baik, jadi mereka tidak ragu untuk membiarkanku tinggal bersamanya di Korea. Lagipula, Baekhyun Oppa juga sudah berjanji pada eomma dan appa untuk selalu menjagaku walau kegiatannya sangat padat. Dan mungkin setelah ini aku akan tinggal di apartemennya, setidaknya menurutku seperti itu. Oh, kudengar dia telah menjadi seorang member boyband terkenal bernama.. Vexo? Xevo? Exo? Aish, pokoknya itu. Yang jelas, sekarang ia telah menjadi seorang idol. Hmm, senangnya mempunyai sahabat seorang idol.

Drrt Drrt Drrt

Aku segera tersadar dari lamunanku. Segera kukeluarkan i-phone putih dari saku skinny jeans yang kukenakan saat kurasakan getaran halusnya.

From: Baekkie Oppa

            Chaerin-ah, mian aku sedikit telat. Aku masih punya jadwal interview tadi. Tapi aku sudah di bandara sekarang. Kau berada di bagian mana?

Aku tersenyum lega dan berniat membalasnya ketika sebuah suara familiar meneriakkan namaku. “Chaerin-ah! Kim Chaerin! I’m here!”

Aku menoleh ke arah sumber suara itu. Seorang namja yang cukup tinggi tengah melambai ke arahku dengan sebuah senyum lebar. Di belakangnya berdiri seorang pria paruh baya yang sudah sangat kukenal hanya dari perawakannya saja. Aku balas melambai ke arah mereka dengan senyum yang tak kalah lebarnya. “Oppa, Kwon Ahjusshi!”

Baekhyun Oppa mendekat ke arahku kemudian menarikku ke dalam pelukannya. “Chaerin-ah, neomu bogoshippeo.” Ia memelukku sangat erat hingga membuatku kesulitan bernapas.

“Oppa, lepaskan! Aku bisa sesak napas kalau Kau memelukku terus seperti ini.” Baekhyun Oppa melepaskan pelukannya lalu mengacak rambut sepunggungku pelan. Ia mengalungkan lengannya di leherku kemudian melanjutkan, “Baiklah. Kwon Ahjusshi, bisakah Kau bawakan kopernya ke mobil?”

“Tentu,” jawab Kwon Ahjusshi singkat dan membawa koperku ke mobil Baekhyun Oppa.

“Kaja, Chaerin-ah.”

***

            “Ah, kita sudah sampai,” kata Baekhyun Oppa antusias sembari menarik tanganku untuk keluar dari mobil dan membiarkan Kwon Ahjusshi mengeluarkan koperku.

Aku menatap bangunan cukup besar yang kini berada di hadapanku. Halamannya yang tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit dipenuhi oleh berbagai tanaman hias sederhana yang tertata rapi dan menghasilkan kesan menenangkan. Bangunannya sendiri bergaya minimalis klasik, begitu memukau. “Oppa, apakah kita akan tinggal disini?”

“Yep. Kau suka?”

“Ne, neomu joahe. Geundae, kurasa ini bukanlah sebuah apartemen.”

Kudengar Baekhyun Oppa tertawa renyahhingga membuatku menatap heran ke arahnya. “Kim Chaerin, siapa yang bilang kita akan tinggal di apartemenku? Aku tidak mungkin meninggalkanmu tinggal sendiri di sana karena aku tidak bisa pulang ke apartemen setiap hari. Jadwalku terlalu padat untuk bolak balik dari dorm ke apartemen lalu kembali ke dorm lagi.”

“Jadi?” tanyaku dengan kening berkerut.

Baekhyun Oppa tersenyum tipis lalu menjawab, “Kau akan tinggal denganku di dorm EXO-K. Dan.. yang ada di hadapanmu sekarang adalah dorm ku.”

“Ne? Maksudmu aku akan tinggal bersama semua member boyband mu itu? Oppa, mereka semua kan namja! Nanti kalau mereka macam-macam padaku bagaimana?”

“Aish, aku tahu. Tapi aku janji mereka semua akan memperlakukanmu dengan baik, jadi Kau tenang saja. Dan tidak ada yang akan menyakitimu atau mengganggumu. Kalau pun ada, aku sendiri yang akan melindungimu.”

“Hajiman, Oppa. Aku akan tidur di mana? Mana mungkin aku tidur sekamar denganmu?”

“Aish, Kau ini terlalu banyak bicara. Tentu saja aku sudah menyiapkan kamarmu. Kau akan tidur sendiri di kamar tamu. Lagipula, aku sudah membicarakan ini dengan manajer dan semua member yang lain. Dan mereka semua setuju. Jadi tunggu apa lagi?”

“Oppa..”

“Ayolah, Kim Chaerin. Percayalah padaku. Kaja.” Baekhyun Oppa mulai menuntunku ke dalam dorm nya diikuti oleh Kwon Ahjusshi yang dengan setia membawakan koperku ke dalam.

***

            “Jadi, yeoja ini sahabat dekatmu yang akan tinggal di sini?” tanya seorang namja dengan tinggi menjulang (?) kepada Baekhyun Oppa sambil menunjukku.

“Ne. Mmm, Chaerin-ah. Ayo perkenalkan dirimu. Semua member sudah berkumpul sekarang,” ucap Baekhyun Oppa lembut sambil memeluk pinggangku.

Aku menatapnya ragu dan dibalas oleh senyumannya yang menenangkan. Kutarik napasku perlahan, lalu menghembuskannya. “Annyeonghaseyo. Cheonun Kim Chaerin imnida. Tapi kalian juga bisa memanggilku Prinsy. Aku harap kalian menerimaku dengan baik.” Kuakhiri perkenalanku dengan membungkuk 90 derajat ke arah mereka.

Dengan ragu kutatap ekspresi dari masing-masing member. Mereka semua tersenyum ramah. Ah, leganya. Melihat ekspresi mereka ketakutanku jadi menguap begitu saja. Lagipula, kurasa mereka orang yang menyenangkan.

“Baiklah. Yang paling kanan itu Suho Hyung, dia adalah leader kami. Dia satu tahun lebih tua dariku. Yang tadi bertanya padaku itu Chanyeol, main rapper. Dia seumuran denganku. Di sampingnya lagi itu Sehun, uri magnae. Dia setahun lebih tua darimu. Di samping Sehun itu D.O, Kau bisa memanggilnya Kyungsoo. Dia main vocal, dua tahun lebih tua darimu. Dan yang paling kiri itu Kai, nama aslinya Kim Jongin. Dia main dacer kita dan seumuran dengan Sehun,” jelas Baekhyun Oppa panjang lebar.

Aku hanya manggut-mangggut mendengar penjelasannya. Tapi entah kenapa saat mataku bertemu dengan namja bernama Kai itu dan dia tersenyum padaku, rasanya darahku seketika berdesir dan tubuhku menghangat dengan cepat. Kenapa bisa seperti itu ya? Aish, molla molla.

“Chaerin-ah?” ucap seseorang membuyarkan lamunanku. Aku refleks menoleh ke arah Baekhyun Oppa. Ia hanya tersenyum dan menunjuk seseorang dengan dagunya. Aku mengikuti arahnya dan ternyata yang memanggilku tadi adalah Suho-ssi.

“Ne?”

“Anggaplah ini rumahmu sendiri. Kau boleh menggunakan apapun yang ada di sini kalau Kau membutuhkannya. Kalau Kau butuh sesuatu atau perlu bantuan, jangan pernah sungkan untuk meminta tolong kami. Dan satu lagi, karena kami semua lebih tua darimu, panggilah kami dengan sebutan Oppa. Tidak perlu menggunakan bahasa formal jika berkomunikasi dengan kami. Anggap saja kami adalah keluargamu. Arra?”

“Ah, ne, Suho Oppa,” jawabku seraya tersenyum manis.

“Ada satu lagi yang kurang. Kalau Kau ingin pergi ke suatu tempat, Kau bisa minta Kwon Ahjusshi untuk mengantarmu. Aku akan memberikan nomor teleponnya nanti. Sekarang Kau bisa tidur. Soal pakaianmu, lebih baik Kau menatanya nanti sore. Aku tahu Kau pasti sangat capek,” tambah Baekhyun Oppa sambil mengusap puncak kepalaku.

“Ah, jinjjayo? Gomawoyo, Baekki Oppa. Gomawo, Oppadeul. Aku.. istirahat dulu.” Aku melangkah pelan ke dalam kamarku di lantai dua setelah melemparkan senyum ke seluruh Oppa baruku. Hmm, sepertinya hidupku akan menyenangkan setelah ini. Kuharap aku bisa melupakan semua kenangan pahit itu seiring berjalannya waktu.

***

Kai POV

Aku berjalan ke ruang makan di dorm kami dengan mata setengah tertutup. Aish, bahkan rasa kantuk itu belum juga hilang meski aku telah selesai mandi. Hoaam. Aku kembali menguap untuk yang kesekian kalinya. Ah, rasanya setelah sarapan aku ingin segera meringkuk di kasur empukku sehari penuh.

“Jonginnie, kenapa Kau jalan dengan mata terpejam? Apa Kau tidak takut tubuhmu menabrak sesuatu hmm?” tanya seseorang yang aku yakin adalah Kyungsoo Hyung. Tch, sambil memasak pun masih bisa mengomentari orang lain.

Aku hanya bergumam pelan dan sedikit membuka mataku lalu duduk di salah satu kursi. Kurebahkan kepalaku di atas meja makan kemudian mulai mencoba untuk kembali memasuki alam mimpi. Belum sampai lima menit berkelana di dunia mimpi, seseorang menepuk bahuku pelan. Dengan malas aku mencoba mengangkat kepalaku yang terasa sangat berat lalu berpaling ke arah pemilik tangan. Saat aku menoleh ke belakang, kulihat wajah datar milik Baekhyun Hyung yang sedang menampilkan seulas senyum tipis.

“Jonginnie, aku yakin sekarang Chaerin sudah selesai mandi. Dan sebentar lagi Kyungsoo akan segera selesai membuat sarapannya. Nah, maukah Kau memanggil Chaerin agar turun untuk sarapan bersama sekarang?” tanyanya lembut.

Rasa kantukku hilang seketika. Mataku yang tadi hanya setengah terbuka kini terbuka sepenuhnya. Shock. Ya, kurasa aku terlalu shock.Kalau aku yang memanggil Chaerin agar turun untuk sarapan bersama, berarti aku harus berbicara dengannya, kan? Argh, aku tidak siap berbicara dengan yeoja itu. Chaerin memang sudah sebulan tinggal di dorm kami, tapi entah kenapa aku selalu merasa gugup kalau berada di dekatnya. Akhirnya aku malah menjadi satu-satunya member yang paling jarang mengobrol dengannya. Aish, bagaimana mau mengobrol kalau berada dekat dengannya saja jantungku sudah berdegup kencang tidak karuan?

Tapi dengan begitu bukan berarti aku bersikap dingin padanya. Aku selalu tersenyum saat matanya bertemu denganku. Dan tahukah kalian kalau senyumnya itu sangaaatlah manis? Kurasa senyumnya adalah senyum terindah di dunia. *Kai lebay ah, manis juga senyumnya author #plakk. Aku juga selalu membalas perkataannya saat ia sedang berbicara padaku, walaupun aku tidak bisa mengobrol terlalu lama dengannya seperti yang dilakukan oleh member lain. Kenapa? Karena aku takut jantungku bisa meledak kapan saja saat berada di dekatnya. Haish, apa sih yangsebenarnya kurasakan padanya? Kenapa aku jadi seperti ini? Apakah aku.. jatuh…? Arrgh, molla molla.

“Jonginnie, Kau setuju dengan apa yang kukatakan tadi kan?” suara Baekhyun Hyung berhasil menerobos gendang telingaku yang sebelumnya tersumbat oleh pikiran melanturku.

“Ah, tentu saja,” jawabku sedikit salah tingkah lalu kembali menidurkan kepalaku di atas meja makan. Sejujurnya aku tidak tahu apa yang barusan dikatakannya. Mungkin ia hanya menyuruhku untuk memanggil Chaerin. Ah sudahlah, aku akan memanggilnya setelah ini, setelah mengistirahatkan tubuhku sejenak. Lagipula aku masih butuh sedikit waktu untuk menyiapkan mentalku. Toh dia juga akan berdandan cukup lama. Benar, kan? Uhm, well, setidaknya kuharap begitu.

“Ya, Kim Jongin! Kenapa Kau malah tiduran lagi? Issh, cepat panggil Chaerin untuk turun! Atau..”

“Hyung, 5 menit lagi saja. Jebal,” rengekku tanpa merubah posisi sedikit pun.

Kudengar helaan napas Baekhyun Hyung beserta member EXO-K yang lain. Haih, masa bodoh. Toh lima menit lagi aku tetap akan memanggil Chaerin untuk turun. Seharusnya mereka tidak perlu sekesal itu, kan? Huh.

Tap tap tap

Kini acara tidurku kembali terganggu oleh derap langkah kaki seseorang––tapi kurasa lebih dari satu orang––yang sepertinya baru turun dari tangga. Aish, ada saja sesuatu yang mengganggu acara tidurku. Menyebalkan!

Baru saja aku akan menghardik sang pemilik langkah kaki yang berisik itu saat Baekhyun Hyung berbisik padaku dengan nada kecewa, “Jonginnie, kurasa Kau tidak perlu lagi memanggil Chaerin untuk turun. Dan asal Kau tau, Kau telah melewatkan satu kesempatan emasmu.”

Mataku terbuka sebelah saat mendengar perkataannya. Apa sih yang sebenarnya ada di pikiran Baekhyun Hyung? Tadi dia menyuruhku untuk memanggil Chaerin, sekarang malah tidak jadi. Lalu apa maksud kata-kata terakhirnya? Aish, dia benar-benar membingungkan!

“Issh, Baekki Hyung, apa ma…” Kata-kataku seketika terhenti saat aku berbalik ke belakang dan lensa mataku menemukan Chaerin yang tengah bercanda dengan Sehun di dekat kulkas. Aku menaikkan sebelah alisku lalu menoleh ke kiri untuk dapat melihat wajah Baekhyun Hyung dengan jelas. Ia hanya tersenyum hambar lalu berucap pelan, “Chaerin baru saja turun. Dan uri magnae lah yang memanggilnya. Well, Kau terlambat satu langkah, Kim Jongin.”

Ucapan Baekhyun Hyung tidak membuatku paham tetapi semakin memperdalam kerutan di keningku. Ia duduk di kursi tepat di hadapanku sambil melemparkan sebuah seringai samar. Aku mengangkat bahuku tanda tidak terlalu peduli dengan topik pembicaraan yang baru saja diangkat oleh Baekhyun Hyung. Walau sebenarnya, jauh di dalam hatiku aku merasakan sesuatu yang terasa asing memenuhi setiap ruang-ruang kosongnya. Sakit. Itulah yang kurasakan. Entah apa penyebabnya, aku sendiri juga tidak tahu. Satu-satunya yang kutahu adalah, rasa sakit itu kini telah berubah menjadi nyeri yang tidak tertahankan di dada kiriku. Nyeri itu begitu menyesakkan, membuatku kesulitan untuk bernapas.

Aku menengok ke arah Chaerin dan Sehun. Mataku sedikit membulat saat melihat Sehun tengah menggenggam kedua tangan Chaerin dan yeoja itu membiarkannya sambil tersenyum manis. Adegan selanjutnya yang kulihat adalah Sehun yang sedang tersenyum lalu mencolek hidung Chaerin sambil mengatakan sesuatu dengan wajah mereka berada dalam jarak yang cukup dekat. Aku segera memalingkan wajahku dari mereka. Entah apa yang ada dalam hatiku saat ini. Semua rasa bercampur baurmenjadi satudi dalamnya menciptakan satu kombinasi buruk yang dapat membuat jantungku berhenti berdetak dan darahku berhenti mengalir kapan saja.

Kai POV End

***

Kim Chaerin POV

Sehun Oppa membuat satu lelucon––yang menurutku sangat lucu––dan berhasil membuatku tertawa terbahak-bahak. Aku bahkan sampai harus memegangi perutku saking lucunya. Sehun Oppa ikut tertawa denganku lalu mengacak rambutku pelan. Aku hanya cemberut menanggapi sikapnya padaku, terlebih saat kulihat dari sudut mataku Jongin Oppa yang baru saja menoleh ke arah kami lalu mengernyit heran. Ia berpaling dan Baekhyun Oppa mengucapkan sesuatu padanya tapi tidak bisa kudengar. Aku jadi penasaran apa yang sedang mereka bicarakan. Apa ini ada hubungannya denganku? Aish, kenapa aku bisa sepercaya diri itu mereka berdua akan membicarakanku? Kalau Baekhyun Oppa sih mungkin saja, tapi kalau Jongin Oppa? Huh, kita kan tidak terlalu dekat. Dia juga satu-satunya member yang jarang mengobrol denganku. Issh, kenapa aku jadi kesal sendiri? Memangnya apa urusanku mereka sedang membicarakanku atau tidak? Argh! Kim Chaerin, apa yang sebenarnya Kau pikirkan saat ini? Menyebalkan!

“Little Princess, Kau melamun?” suara lembut Sehun Oppa membawaku kembali ke kehidupan nyata. Ia menepuk-nepuk pipiku pelan dengan sorot mata khawatir.

Sesaat aku bisa mengenali dengan jelas suara dan karakter wajah Sehun Oppa. Tapi kebiasaannya yang suka memanggilku dengan sebutan yang sama dengan namja itu sepertinya membuat otakku refleks mengatakan satu nama yang telah menggoreskan luka menganga di dalam hatiku. Sekaligus satu nama yang tidak pernah bisa kulupakan sekeras apapun aku mencoba untuk melupakannya. “Steve?”

“Ne? Apa yang baru saja Kau katakan?” Sorot khawatir di mata Sehun Oppa perlahan berubah menjadi sorot kebingungan bercampur dengan keingintahuan.

Aku segera tersadar akan apa yang baru saja kuucapkan. Kuberikan sebuah senyum tipis ke arahnya lalu menurunkan kedua tangannya dari wajahku. “Ani,” jawabku singkat.

“Tapi, aku jelas-jelas mendengarmu mengucapkan sebuah nama. Bisakah Kau mengulanginya? Aku hanya ingin tahu,” tuntut Sehun Oppa sambil mengerucutkan bibirnya. Aku hanya terkekeh geli melihat tingkahnya lalu sedetik kemudian kekehanku berhenti dan tergantikan oleh desahan kecil yang keluar dari mulut kecilku.

Belum. Aku belum memberitahu member EXO-K––kecuali Baekhyun Oppa––tentang masa laluku dengan namja itu. Tidak, aku masih belum siap membuka kembali luka di hatiku yang masih belum sepenuhnya mengering, yang rasa perih dan nyerinya masih sering kurasakan saat kenangan pahit itu kembali datang menghantuiku. Lagipula, aku takut setelah mereka mendengar ceritaku mereka akan memandangku dengan tatapan mengasihani. Ah, aku sangat kesal jika orang-orang di sekitarku mulai bersikap seperti itu padaku. Atau mungkin, mereka akan membeciku setelah mendengarnya? Oh, kuharap hal itu tidak akan pernah terjadi. Aish, aku tidak boleh memikirkannya lagi. Hal itu hanya akan membuat rasa sakit di dadaku ini kian bertambah.

Aku menggeleng-nggelengkan kepalaku beberapa kali, membuat Sehun Oppa semakin menatapku dengan pandangan bertanya. Issh, aku lupa kalau aku masih bersamanya. Kim Chaerin pabo!

“Rinnie-ya, ada apa lagi sih? Kenapa kau menggeleng-nggelengkan kepalamu seperti itu? Kau baik-baik saja kan?” tanya Sehun Oppa dengan intonasi cemas.

Ah, betapa perhatiannya Oppa-ku yang satu ini. Itu sebabnya aku begitu dekat dengannya. Dia orang yang ramah, penuh perhatian, dan selalu saja mempunyai bahan pembicaraan dimana pun dan kapan pun ia berada. Haha, menggelikan bukan? Tapi aku menyukainya, aku menyukai Sehun Oppa, sebagai seorang kakak tentu saja. Perasaan ini tidak akan lebih dari itu, karena kurasa aku telah menemukan seseorang yang berhasil menempati setiap ruang kosong di dalam hati dan pikiranku.

Sehun Oppa kini menggenggam kedua tanganku erat yang hanya kubalas dengan sebuah senyum manis––kuharap dia bisa luluh dengan senyumanku. Dan benar saja, seulas senyum manis kini ikut meramaikan wajah Sehun Oppa yang sebelumnya terlihat sangat serius. Ia berpura-pura mendecak sebal lalu mencolek hidungku. “Yeoja nakal,” bisiknya disertai sebuah senyum simpul.

Aku hanya mehrong ke arahnya lalu beranjak ke meja makan saat Kyungsoo Oppa dengan hebohnya berteriak kalau sarapan kami sudah siap.

***

            Kami semua makan dengan lahap. Tidak bisa kupungkiri kalau masakan Kyungsoo Oppa memang benar-benar lezat. Ia sering sekali bereksperimen, tapi tidak pernah sekali pun masakannya gagal. Ia juga selalu dengan baik hati membuatkan kami makanan kalau sedang lapar, bahkan ketika ia sedang sibuk sekalipun. Tidak kusangka tinggal di dorm EXO-K semenyenangkan ini. Masing-masing member memiliki keahlian berbeda. Dan mereka sangat baik plus perhatian kepadaku.

“Ehem. Chaerin-ah, ada sesuatu yang ingin Oppadeul sampaikan padamu,” kata Suho Oppa setelah menenggak susu coklatnya sampai tersisa setengah bagian.

Aku segera menelan suapan terakhirku lalu meminum susu bagianku. “Ada apa, Oppa? Apakah itu sesuatu yang penting?”

“Bukan. Hanya saja, kurasa aku perlu memberitahukannya lebih dahulu padamu dan… Jonginnie. Ehm, yah, supaya kalian tidak menyerbu kami dengan berbagai pertanyaan lagi nanti.” Perkataan Suho Oppa sukses menyisakan tanda tanya besar di benakku, sekaligus membuat Jongin Oppa tersedak.

“Kenapa aku ikut juga?” tanya Jonginnie Oppa mengernyit heran ke arah Suho Oppa seraya melirikku sekilas.

“Jonginnie, aku sudah memberitahumu tadi. Kau tidak ingat pembicaraan kita saat di meja makan? Saat matamu hanya terbuka setengah,” tukas Baekhyun Oppa sambil cemberut.

“Ya, Hyung! Kau tidak perlu mengatakan bagian itu,” sahut Jongin Oppa sewot.

“Terserah Kau saja, Kkamjong. Tapi yang jelas aku sudah mengatakannya padamu tadi,” jawab Baekhyun Oppa lalu kembali fokus pada sarapannya.

Aish, sebenarnya ada apa sih? Membuatku penasaran saja, sungutku dalam hati.

“Aish, kalian berdua ini kenapa malah ribut? Baiklah, Chaerin-ah, jangan pikirkan tentang mereka. Ehm, begini, jadi setelah ini aku dan Chanyeollie akan ke dorm Super Junior. Kita akan mengunjungi Leeteuk Hyung karena dia akan segera wajib militer dalam waktu dekat ini. Sementara Baekhyun, Sehun, dan Kyungsoo akan mengambil laundry, belanja keperluan sehari-hari, dan membeli beberapa perabot baru. Jadi sepertinya kita akan pulang sore atau mungkin agak malam. Hehe. Kau tidak keberatan kan kalau Jonginnie yang menemanimu seharian di dorm? Kau boleh jalan-jalan keluar bersamanya atau kalau Kau mau tinggal di dorm juga tidak masalah. Otte?”

“Ne?” seruku dan Jongin Oppa serempak. Kami saling beradu pandang lalu menatap ke arah Suho Oppa dengan pandangan tidak percaya.

TBC

Aah, mian udah bikin para readers yang baik hati jadi bosen gara-gara baca ff ini. Jeongmal mianhae L Anyway, thanks for wasting your time just to read my crazy ff and please RCL 😀

26 pemikiran pada “Oppa, I’ve Finally Found The Right One (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s