Saranghamnida

Author            : Aihara Lee

Genre             : Romantic

Rated              : T

Length            : Oneshoot

Cast                :

  1. 1.      “Happy Virus” Park Chanyeol
  2. 2.      “Eyeliner’s King” Byun Baekhyun

Warning            : Yaoi

Disclaimer    : Semua cast yang ada di FF ini adalah milik Tuhannya masing-masing. Tapi FF ini tetep milik saya seorang. Tapi habis ini Chanyeol jadi milikku.. *dibakar EXOtics* Sudah pernah dipublish di FB pribadi (Si Aihara Tyaz).

 

*Selamat  membaca.* ^^

 

**SARANGHAMNIDA**

 

Beri aku satu alasan, mengapa aku terjatuh padamu.

Beri aku satu alasan , mengapa aku tak dapat meninggalkanmu.

Beri aku satu alasan, mengapa aku sangat mencintaimu.

Baekhyunnie…

 

**SARANGHAMNIDA**

 

CHANYEOL

Annyeonghaseo. Joneun Park Chanyeol imnida. Aku adalah salah satu anggota Boyband baru asuhan SMent, EXO-K. Aku memegang jabatan sebagai rapper. Dengan deep voiceku, aku yakin aku bisa bekerja baik dijabatan itu. Dan inilah hidupku yang baru. Hidupku bersamanya. Bersama seseorang yang telah meledakkan jantungku setiap kali kulitnya menyentuh kulitku. Setiap kali nada suaranya menyenggol gendang telingaku.

Ya aku merasakannya. Rasa aneh yang menjalar setiap aku menatap senyumnya. Setiap kali pandanganku bertabrakan dengan dengan miliknya. Dengan eyesmilenya. Aku bahkan bingung harus mulai darimana. Apa aku mencintainya saat aku tahu bahwa aku sekamar dengannya? Ani. Bahkan sebelum itu. Apakah saat aku tahu bahwa kami menjadi satu grup? Ani. Jauh sebelum itu. Ahh.. Pasti saat itu. Saat aku tahu bahwa suara merdunya sangat menenangkan batinku.

-Flashback : ON-

AUTHOR

“Annyeonghaseo.” Chanyeol ,yang sedang beristirahat di teras SMent setelah berlatih bersama trainee yang lain, menoleh. Ia dapati sesosok namja berperawakan kecil sedang tersenyum padanya dan membungkuk.

“Ahh annyeonghaseo.” jawab Chanyeol sambil berdiri dan membungkuk.

“Jeosonghamnida. Apa kau trainee SMent?”

“Ne. Apa kau juga?”

“Ah untung saja. Ne, aku juga trainee di SMent. Apa latihan sudah dimulai?” Chanyeol menggeleng lalu melihat jam tangannya.

“15 menit lagi. Apa kau baru datang?” namja mungil itu mengangguk. “Ahh.. APa kau mau naik sekarang?”

“Boleh. Gaja.” Chanyeol tanpa sadar tersenyum saat mendengar suara ceria namja bertubuh lebih pendek darinya itu.

“Kau trainee baru?”

“Ne. Apa kau sunbaeku?”

“Ahahaha… Bisa dibilang begitu.” ujar Chanyeol sambil mengeluarkan tawa yang khas itu.

“Ahahahaha…” namja kecil itu ikut tertawa sehingga membuat kening Chanyeol mengerut.

“Museun iriya?”

“Ani. Neo, dengan suara bassmu itu, orang yang meneleponmu mungkin akan mengira kau adalah Ahjusshi-Ahjusshi tua.”

“Mwo? Bagaimana kau tahu?”

“Ha? Aku benar?” tanya namja mungil itu dengan kadar aegyo yang melebihi batas.

“Hahahaha…” Chanyeol kembali tertawa sambil memegangi perutnya hingga tanpa sadar membuat namja mungil itu cemberut.

“Yaaa… Jangan tertawa seperti itu. Mengerikan.”

“Ahaha..arraseo..ahaha..” Chanyeol masih belum sanggup menghentikan tawanya 100%.

“Aishh…”

“Arraseo aku berhenti.” Ujar Chanyeol sambil menarik nafas panjang. “Neo, siapa namamu? Joneun, Park Chanyeol imnida.”

“Ahh ne. Kita belum berkenalan. Joneun, Byun BaekHyun imnida.” Dan saat itu pula, ada sesuatu yang hangat menelusup ke dalam batin Chanyeol.

**SARANGHAMNIDA**

CHANYEOL

Dan sejak hari hingga kini, sudah 3 bulan aku mengenalnya. Byun BaekHyun. Atau kini aku memanggilnya Baekkie atau BaekHyunnie. Setelah berbincang dengannya agak lama, baru aku tahu bahwa kami seumuran. Kami lahir di tahun yang sama, 1992, walaupun dia lebih tua dariku beberapa bulan. Dia lahir bulan Mei dan aku November. Aku tersenyum saat mengenangnya kembali.

I lost my mind

Noreul choeummannasseultte

No hanappego modeungoseun Get in slow motion

Naege marhaejwo ige sarangiramyon

Meil geudewa

Sumaneun gamjong deureul lanwojugo bewogamyo

Ssaugo ulgo anajugo

Naege marhaejwo ige sarangiramyon

 

(What is Love by EXO-K)

Aku menoleh saat mendengar bagian refrain dari lagu What is Love yang dibawakan oleh Kyungsoo dan Baekkie. Selalu seperti itu. Seakan lagu itu diperuntukkan buatku. Dari Baekkie. Dan Baekkie yang sudah mengenal kebiasaanku, ikut menoleh dan tersenyum lembut padaku. Disaat seperti itulah, semangatku kembali, walau aku sudah berlatih koreo ‘MAMA’ dan ‘HISTORY’ bersama Jongin dan Sehoon berjam-jam lalu berlatih Rap dengan Key sunbaenim dan Wu Fan-gege untuk ‘TWO MOONS’ untuk debut kami dan tentu saja tenagaku sudah terkuras habis. Namun dengan senyumannya, ia mampu mengembalikan tenagaku yang sudah menguap entah kemana tadi.

“Chanyeol-ah.” Kulihat Joomyun Hyung memanggilku. Aku segera berlari kearahnya.

“Ne, Hyung?”

“Hari ini kita pindah ke Dorm baru. Kabarkan pada member yang lain dan juga jangan lupa, suruh Wu Fan kemari.”

“Ahh ne.” Akupun segera berlari ke arah kedua dongsaengku, Jongin dan Sehoon, yang masih meneruskan berlatih koreografi setelah kutinggal tadi. “Jongin-ah, Sehoon-ah.”

“Mwoya, Hyung?” jawab Jongin dan Sehoon bersamaan.

“Setelah ini bersiap-siaplah. Kita akan pindah ke Dorm yang baru.”

“Jeongmal? Wuah daebak. Hihihihi…” ujar pemilik nama Oh Sehoon itu, si magnae EXO-K dengan aegyeonya yang berbuah jitakan dari Jongin. “Yaak! Appo!”

“Aku kan sudah pernah bilang untuk tidak menunjukkan wajah aegyeomu itu di depanku.” ujar Jongin dengan wajah datarnya. Dan pertengkaran kecil antara kedua dongsaeng kecilku itu berlanjut. Aku tak ambil pusing. Aku segera berjalan ke arah Wu Fan Hyung.

“Ge. Wu Fan-gege.”

“Hem?”

“Joomyun Hyung memanggilmu.”

“Eodi?”

“Di luar. Mugkin ada hal penting yang akan dibicarakan.”

“Arraseo. Jeosonghamnida, sunbaenim. Aku permisi dulu.” pamit Wu Fan-Ge pada Key Hyung sebelum pergi menemui Joomyun Hyung.

“Em.” jawab Key Hyung sambil tersenyum. Lalu ia menoleh padaku. “Pindah ke Dorm, majyo Yeollie-ah?” Aku terkesiap.

“N..ne. Bagaimana Hyung tahu?”

“Aku melihat wajah ceria Sehoonnie tadi. Dia mengingatkanku pada Taeminnie saat pertama kali kami diberitahu bahwa kami akan pindah ke Dorm SHINee.” ujar Key subaenim sambil menoleh lagi pada Sehoon. Aku pun ikut menoleh dan mendapati ia serta Jongin yang kini sudah berangkulan sambil tertawa terbahak-bahak di lantai ruang latihan. Aku tersenyum.

“Bukankah Taemin dan Jongin adalah teman baik, Hyung?”

“Ne. Mereka memang teman baik sejak dulu.” Aku mengangguk.

“Ahh Hyung. Aku mau mengabari Kyungsoo dan Baekhyun dulu, ne?” Key sunbaenim mengangguk.

“Hem. Ga.” Aku berdiri dan melangkah ke tempat latihan vocal Kyungsoo dan Baekkie.

“Neo, kalian berdua.”

“Mwoya Hyung?” tanya Kyungsoo setelah aku mendekat. Aku tersenyum dan otomatis meraih pundak Baekkie.

“Kita akan pindah ke Dorm.”

“Jinjja?” tanya Baekkie dengan mata yang bersinar-sinar. Aku mengelus kepalanya.

“Ne.” Aku mengangguk. Baekkie tersenyum ke arahku.

“Kira-kira ada berapa kamar ya nanti?” ucapan Kyungsoo membuatku berpikir.

“Ah ne. Tidak mungkin akan ada 6 kamar kan?” ujar Baekkie.

“Ne, Hyung.”

“Ya kita lihat saja nanti bagaimana dorm kita, arra?” ujarku yang diikuti oleh anggukan Kyungsoo dan Baekkie.

**SARANGHAMNIDA**

AUTHOR

“Wuahhh…” kata itu keluar dari masing-masing mulut member EXO-K saat mereka di bawa masuk ke dalam salah satu apartment, Dorm mereka, oleh Soo Man, petinggi SMent.

“Ya, ini Dorm kalian. Welcome.”

“Sajangnim, bolehkah kami berkeliling?” ujar Joomyun, atau kita mengenalnya dengan nama Suho, yang merupakan leader dari EXO-K itu.

“Silahkan. Aku juga akan pergi setelah ini sehingga kalian bisa mengeksplor sendiri Dorm kalian. Ok? Baiklah, aku pamit. Annyeong.”

“Ne sajangnim, annyeonghaseo.” Jawab semua member EXO-K dengan serempak.

“Jhaaa… Welcome to uri Dormitorry.” ujar Sehun, si magnae. “Hajiman…” ucapan menggantung si magnae membuat semua Hyungnya, menoleh ke arahnya.

“Hajiman mwoya, Sehunnie?” tanya Kyungsoo, atau kita kenal dengan DiO.

“Kita harus mengecek berapa kamar yang ada di Dorm ini.” ujar Sehun lagi.

“Ahh tidak usah. Soo Man sajangnim sudah memberitahuku tadi.”

“Eolma-how much?” tanya Baekhyun dan Suho menjawab dengan mengangkat jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kanannya.

“Mwo? Hanya ada itu?” teriak semua member EXO kecuali Suho.

“Aku sudah menduganya.” ujar DiO sambil diikuti helaan nafas member yang lain.

“Wae wae? Apa salahnya berbagi kamar dengan teman satu grupmu, babo?” tanya Suho yang sudah jengkel melihat kelakuan dongsaeng-dongsaengnya.

“Arraseo Hyung.” Ujar Baekhyun, Chanyeol, DiO, Kai dan Sehun bersamaan.

“Arra. Sekarang, aku tanya. Siapa akan berpasangan dengan siapa?”

“Ha? Kita tidak mengundinya, Hyung?” tanya Sehun.

“Ini sukarela dulu. Nanti kalau ada yang tidak kebagian, baru kita undi.”

“Aku mau dengan Kyungsoo Hyung.” ujar Kai sambil merangkul tangan DiO. DiO tersenyum penuh kemenangan.

“Jongin-ah. Lalu aku dengan siapa?” tanya Sehun, sedih.

“Urusanmuuuu….” ujar Kai sambil memeluk tubuh DiO. Pipi DiO yang putih, tiba-tiba memrah karena perlakuan Kai. Baekhyun dan Chanyeo yang memang dekat dengan DiO, saling berpandangan dan tersenyum geli. DiO memang sudah dari awal menaruh hati pada dongsaengnya itu.

“Hyung. Aku dengan Chanyeol saja.” ujar Baekhyun yang tentu saja membuat Chanyeol tersentak.

“Neo, mau sekamar denganku?” tanya Chanyeol tak percaya.

“Ne. Sipji anha-Don’t want?”

“Ani. That’s good choice, Baekkie-ah. Haha..” ujar Chanyeol sambil mengangkat dua ibu jarinya. Baekhyun pun tersenyum.

“Baiklah. Tinggal Sehun dan aku. Jadi Sehun, kau sekamar denganku.”

“Andwaeeee… Luhan hyuuuung…”

“Tenang saja. Luhan sudah menitipkanmu kepadaku.” ujar Suho dengan tenang yang langsung disambut dengan tawa member yang lain. Sehun yang mengetahi hal itu, langsung memanyunkan bibirnya.

“Geurom, siapa yang mau menempati kamar pertama?” Suho menunjuk pintu yang berhadapan dengan pintu masuk Dorm. Hanya dipisahkan oleh ruang TV saja.

“Kau saja Hyung. Kau kan leader dan Guardian kami semua.” ujar Chanyeol.

“Arra. Lalu yang dekat dapur?”

“Aku saja dengan Jongin. Dan mulai sekarang, aku yang akan bertugas memasak untuk kalian semua.” ujar DiO sambil tersenyum. Suho dan member lainnya hanya melongo saat mendengar ucapan DiO.

“Jeongmal Hyung?” tanya si magnae.

“Memang aku terlihat bercanda?”

“Ani ani. Tapi, kau bisa memasak?”

“Kau mengejek roommateku, magnae?” ujar Kai, possessive.

“Sudahlah, dongsaeng. Sebaiknya kita membereskan barang kita dan kau, Baekyeol.” Kata terakhir yang diucapkan Suho membuat member yang lain menoleh ke arahnya dengan wajah penuh tanda tanya.

“Kau sepertinya salah memanggil, Hyung.” ujar Baekhyun. Suho menggeleng.

“BaekYeol itu nama couple kalian.”

“Ha?” kali ini deep voice milik Chanyeol yang terdengar. “Couple apa Hyung?”

“Roommate lah. Apa lagi.” ujar Suho enteng.

“Lalu untuk kami apa Hyung?” tanya Kai sumringah.

“KaiDO.” Dan sesaat setelah kata itu meluncur dari mulut Suho, wajah Kai dan DiO berubah cerah.

“Manis sekali.” ujar DiO.

“Ne Hyung. Nan johasseo.”

“Sudah sudah. BaekYeol. Kalian sudah tahu kan kamar kalian?”

“Ne Hyung.” jawab BaekYeol serempak.

“Arra. Silahkan membereskan barang kalian masing-masing. Sehunnie, gaja.”

**SARANGHAMNIDA**

Sudah lewat satu bulan sejak kepindahan EXO-K ke dorm mereka. Dan sudah satu bulan lewat juga Chanyeol berada di kamar yang sama dengan Baekhyun. Bahkan kini mereka sudah lengket satu dengan yang lain. Tak terpisahkan.

“Baekkie.” panggil Chanyeol dari atas kasurnya.

“Hem?”

“Aku mengantuk tetapi aku tidak bisa tidur.” ujar Chanyeol dengan suaranya yang sangat berat. Tak seperti Chanyeol biasanya. Baekhyun yang sedang membaca buku di lantai, segera mengalihkan pandangannya dan menatap Chanyeol.

“Wae geurae? Ada yang salah dengan tubuhmu?” tanya Baekhyun dengan nada cemas.

“Moleugesseo-I don’t know.”

Come here. I’ll check your temperature.” panggil Baekhyun dan Chanyeol pun segera turun ke tempat Baekhyun lalu menidurkan dirinya di lantai. “Mwohaneun geoya? Jangan tidur di lantai. Sini, tidur di sini.” ucap Baekhyun sambil menepuk pahanya.

Dalam keadaan seperti ini, Chanyeol sudah tak mampu lagi mencerna dengan baik kata-kata yang Baekhyun lotarka sehingga tanpa panjang, ia memindah kepalanya ke paha Baekhyun. Dengan lembut, Baekhyun menyingkirkan poni dari dahi Chanyeol dan menempelkan telapak tangannya.

Namun saat ia mengangkat telapak tangannya, tanpa sengaja mata beningnya bertemu denga mata tajam Chanyeol. Entah seperti terhipnotis dengan tatapan Chanyeol atau bagaimana, Baekhyun membatu saat dengan perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun. Saat wajah Chanyeol sudah sangat dengan wajahnya, Baekhyun menutup matanya seakan mengizinkan Chanyeol meneruskan perlakuannya. Lalu, dengan lembut, Chanyeol mengecup dahi Baekhyun. sesaat kemudian kecupannya turun ke kedua mata Baekhyun. Setelah itu, hidung Baekhyun pun tidak lepas dari kecupan lembut Chanyeol. Lalu, Chanyeol menjauhkan wajahnya dari wajah Baekhyun.

“Nan, jeongmal saranghaeyo, Byun Baekhyun.”

“Hajiman, this is wrong, Chanyeol-ah.”

I don’t care. Selama aku bisa terus bersamamu, aku rela walaupun harus melanggar beribu peraturan.” ujar Chanyeol lantang.

“Lalu bagaimana dengan member yang lain?”

“Apakah kau mempercayaiku?”

“Ne.” jawab Baekhyun dengan nada ragu.

“Apa kau mencintaiku?”

“Mollayo.”

“Wae geurae?”

“Aku hanya takut.” Chanyeol yang melihat ada sedikit ketakutan di mata Baekhyun, segera meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya.

“Kita akan berusaha bersama.” ujar Chanyeol dengan mantap. Baekhyun tersenyum tipis dan CUP! Ia mencium pipi Chanyeol dengan cepat.

“Nado saranghae.” ucapnya dengan wajah yang memerah. Chanyeol hanya bisa tertawa melihatnya.

-Flashback : OFF-

“Chagiyaaa~” Chanyeol yang mendengar teriakan kekasihnya itu, langsung menoleh.

“Waeyo?”

“Mwohaneun geoya? Apa yang kau lakukan di depan jendela yang terbuka itu? Kau mau sakit lagi? Jadwal kita padat. Jangan sampai jatuh sakit seperti kemarin.” Chanyeol hanya tersenyum mendengar titah kekasihnya.

“Ne, Baekkie chagi.” ujarnya sambil mendekat ke arah Baekhyun dan memeluknya dari belakang. “Aku hanya mengenang pertemuan kita dulu.”

“Jinjja?”

“Hem. Tak terasa, sudah hampir 1 tahun yang lalu aku mengenalmu, ne?”

“Ne. Tidak terasa.”

BRAKKK!!!

 

“YAK..!!! Kalian ini malah bermesraan. Ayo berangkat. Kita sudah hampir telat ke Sukira..!!” teriak Suho di pintu kamar BaekYeol.

“Mianhaeyo Hyung.” Ujar Chanyeol sambil membungkuk dan mengambil tas ransel dan kacamatanya. Baekhyun hanya tersenyum hambar saat melihat Suho memandang tajam kearahnya.

“Ppallii..!!! Aish jinjja. Jika mau bermesraan, nanti saja sepulang dari Sukira. Kalian kan bisa bertemu setiap hari. Kamar pun tidak terpisah.”

“Mian Hyung.” ujar BaekYeol bersamaan.

Aju jageun geoshirado neol himdeulge haji motage

Hangsang jikigo shipeo I’m eternally love

 Neoui suhojaro jeo geosen barameul makgo

Ne pyeoneuro modu da deungeul dollyeodo

Hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul

Geureon han saram doel su itdamyeon

Eodideun cheongugilteni

 

(Into Your World by EXO-K)

 

END

 

Jeongmal gomapseumnida sudah meluangkan waktunya buat baca FF geje yang saya selesaikan hanya dalam waktu sehari atu lebih tepatnya 5 jam dan ditemani lagu-lagu EXO-K.

Mulai dari What is Love, Machine, Baby Don’t Cry, Into Your World, Mama, My Lady, hingga History.

Komen kalian soal FF geje ini sangat membantu dalam pembuatan FF selanjutnya.

Jeongmal gomapseumnida yorobeun.

Annyeong haseyo… ^^

Iklan

15 pemikiran pada “Saranghamnida

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s