EXO in The War (Chapter 6)

Author: criss

Cast :Tao Chanyeol Siwon Fany Victoria Kris Yuna Kai

Cameo : sooyoung Yuri D.O  Kyuhyun Chen Xiumin heechul

genre : action, romance, humor

 

Part 6

Next chapter ….

Warning Typo !!

Kalau ada kata yang kurg di mengerti, comment ya ,,,….

Oh y, readers mnurut kalian lucu gk? Kalo gak, hm…..

Author akan membuat lebih oke lagi,

Satu lagi, kalau ada yang gak dimengerti comment aja, ntar author balas,

Bagi readers yang gak comment, it’s okay aja ….

So…

This next chapt, mian ud lama nunggu yah … ????

_______________________________________

Yoona pov.

Aku berjalan, mengambil map itu, lalu menuju pintu keluar untuk memesan tiket pesawat, aku berjalan dengan pandangan lurus ke depan dan aku melihat pintu otomatis itu terbuka, tapi aku terhenti begitu kulihat seorang pria dengan pandangan lurus ke depan, aku berbalik dan melihat pria itu yang terus berjalan, seperti ingin menemui seseorang. Kemudiaan aku berbalik, lalu mengambil ponsel dan berjalan menuju pintu keluar.

Tao pov.

Aku berjalan dan bertemu seorang pria di depan sebuah tangga, “mari ikuti saya beliau sudah menunggu anda” kata pria tua itu, lalu aku berjalan mengikutinya dari belakang. “silahkan masuk” katanya sambiil membukakan pintu. Aku masuk dan berhenti disamping kursi kosong, lalu aku membungkuk 90o,  “selamat siang professor” kataku memecah keheningan, lalu orang itu berbalik dan “duduk lah”katanya, kemudian aku duduk dan kami duduk berhadapan, “ada perihal apa, sehingga profesor memanggil saya secara tertutup seperti ini, maksud saya di kantor polisi ini?” tanyaku, dia mulai berkata dan melihatku, “iya memang ada perihal penting yang harus kusampaikan padamu, dan kurasa kalau kukatakan di tempat lain tidak aman, jadi kurasa kalau di kantor polisi, akan banyak orang disini maka aku merasa aman” jelasnya. “jadi kau agen yang menyelamatkanku pada waktu keadian di peresmian itu kan?” tanya profesor kim, “iya benar profesor” jawabku, “jadi namamu siapakah?” tanyanya, “saya tao” jawabku, “hm, iya aku ingat seorang yang menjawab telepon saat aku menghubungi CCS, dia menyebut namamu, namaku Proffesor kim heechul, yaitu partner kerjasama profesor Cho kyuhyun pada pembuatan pesawat ini di mulai” katanya lagi, “ jadi tao-ssi, bagaimanakah SNC itu? Apakan CCS sudah menemukan keberadaannya?” tanya orang tua itu, “ajik, masih belum sampai saat ini” kataku singkat, “tao-ssi aku ingin kau mengambil kembali SNC itu, ini ambilah” kata pelan sembari memberikan kertas, “itu adalah nama jaringan dengan pin dan dibawahnya kode untuk melacak SNC itu, sebelumnya pihak NASA sengaja membuat itu agar di pasang di pesawat luar angkasa itu, tapi kita harus mencari nya sekarang” jelanya panjang, “aku sudah mememantaunya kemarin, tapi tidak kutemukan, sepertinya tidak di korea, atau sudah di bawa ke negara lain, jadi bawalah ini dan tunjukkan pada CCS, aku berharap banyak pada CCS untuk menemukannya”.

Aku berjalan dan menuju mobil aku mengingat kata profesor itu, lalu memasukkan nama jaringan itu, kemudian passwordnya dan kode kunci pelacak SNC itu dan kulihat peta yang tergambar di lensa dengan  mobil, tapi tidak terbaca, aku harus meminta bantuan d.o dan sooyoung, kataku, kemudian menghidupkan mesin dan meninggalkan tempat itu.

Kris pov.

Aku duduk di belakang mobil sambil terus mengotak-atik ponsel ku, di sebelahku terdapat SNC yang bersampingan juga dengan Vic, sekilah kulihat ke arahnya, dia hanya memerhatikan padangan kota Amsterdam, yang sedikit berubah setelah hammpir setahun tidak mengunjunginya, “kau merindukan kota inikah?” kataku sambil menurunkan ponselku dan memasukkannya ke dalam jas ku, kulihat dia hanya memandang keluar jendela dan menjawab, “hm, sedikit, aku hanya khawatir dengan keberadaan appa, apakah Lay oppa bisa merawatnya” aku hanya mendengar jawabannya lalu melihat jalan kedepan, yoona……… kataku pelan.

Tao pov.

Aku memarkirkan mobilku, kemudian turun dan berhenti di depan pintu, lalu aku mengarahkan mata dan meletakkan telapak tangan kananku di alat penyensor, dan pintu itu otomatis terbuka, aku berjalan cepat dan berhenti tepat diantara kursi sooyoung dan d.o , “wae yo, tao-ssi kenapa kau terengah-engah seperti itu?” tanya d.o “aniya” jawabku lalu mengatur nafas, “ini, tolong carikan aku keberadaan benda dengan jaringan dan kode ini” kataku sambil memberikan kertas, “yak, tao-ssi, aku rasa ini sulit, karna ini bukan jaringan resmi tapi semacam aku yang di buat pihak NASA untuk memudahkan kerja sama dengan FBI, jadi kalau menggunakan jaringan ini, kita harus melalui prosedur dulu” jawabnya panjang, “prosedur macam apa?” tanyaku, “yaitu memasukkan kartu pengaman anggota badan CCS, dan tidak semua orang di CCS ini mempunyai kartu seperti ini, yang mempunyainya hanyalah orang-orang terpenting dan informatika saja, tapi kalau kau mau, kau bisa meminta bantuan siwon pajangnim” jawab d.o , “yak ! kau sudah gila ya, menyuruhku, untuk meminta bantuan dengan ketua pemarah sepertinya, sirheo !” kataku malas, hm, akumelihatnya yang tadi sekilas melihatku lalu mencuekiku, tak lama kemudian sooyoung pergi, “aku ke luar sebentar” katanya, lalu aku duduk di sampingnya, “yak d.o-ssi apa yang sedang kau lakukan, cepat buka jaringan ini, aku akan menutup-nutupimu” kataku pelan, “yak! Pabo, badanmu itu sama kurus kayak aku, mana mungkin bisa nutupin komputer lebar ginian” jawabnya santai, “oo? Jinjja?” kataku pelan, “tao-ssi, sekarang beri tau aku, kau dapat dari mana jenis jaringan ini, kode dan passwordnya?” tanyanya , dia mulai misterius, matanya yang menampakan auran penasarannya, “kau penasarannya?” tanya menggoda, “kasih, tau gak ya….” kataku lagi, “tinggal bilang aja susah amat” kata d.o, tampaknya dia benar-benar penasaran. “emm? Aku dapt ini dariii ………….. kasi tau gak ya: kasi gak ya? kasi gak ya?” kata ku mulai menggoda lagi,

Tapi, tiba-tiba bulu kuduk kami berdiri, begitu mendengar suara dehaman seseorang pria, ehm.. “apa yang kau lakukan di sini tao?” aku berbalik dan berdiri, “cheonsonmida pajangnim” kataku dengan sedikit membungkuk, dia mulai maju dan mengambil keetas itu, astaga kertas itu! Aku lupa menyimpannya, bagaimana kalau profesor kim marah padaku? Dia pasti kecewa padakku,… oh jeongmal pabo-ya tao!! Kata ku dalam hati. Kulihat dia membaca apa yang ada di kertas itu, dan sejurus kemudian dia langsung berkata-kata, “panggil chanyeol ke ruanganku, dan kumpulkan semua orang di ruangan rapat, ada hal penting yang harus dibicarakan, satu hal lagi sooyoung-ssi, hubungi pihak luar Asia, kita akan menyelidiki kasus resmi SNC yang ada di luar korea selatan” katnya panjang lebar dan ia pun berbalik lalu pergi bersama kertas itu, eotteokhe yo ….

“makanya, jangan mada!” kata d.o mengejek lalu meninggalkanku, aku pun mulai berjalan ke ruang rapat, dengan wajah risau. “yak! Tao-ssi, kenapa tiba-tiba rapat? Apa ada perkembangan terbaru?” kata fany mengejutkanku, “nan molla” jawabku lalu masuk ke ruang rapat.

Chanyeol pov.

Aku memarkirkan mobil lalu turun, dan disebelahku ada wanita juga turun, “kajja yoona” kataku, lalu dia mengikuti ku, mulai dari berjalan dengan kamera cctv di setiap sudut, dan tak lupa ketika harus masuk harus melewati sesor sidik jari, mata, dan password. Aku hanya melihat yoona terus memperhatikanku, memang seorang polisi harus memerhatikan keadaan secara hyper. “wae yo?” tanyaku sambil berjalan melewati lorong dengan lapu yang terang dan gambar-gambar sejarah yang di gantung di dinding CCS, kami melewati lantai dasar, aku sengaja melewati jalan ini, aku ingin memperkenalkan kantor CCS yang nyaman, dibanding kantor polisi yang hanya berwarna hitam putih atau coklat, “tempat ini indah, pasti nyman bekerja disini” katanya sambil berjalan di sampingku, aku hanya melihat senyum manisnya. “tentu” jawabku,

Kami berhenti di depan sebuah ruangan dan pintu ruangan itu pun otomatis terbuka, lalu kamu membungkuk dan memberi salam, di depan sana pajangnim itu berdiri dan yoona pun berjalan ke arahnya, suasana kali ini adalah rapat, “semuanya, perkenalkan dia ini adalah polisi resmi dari pusat korea selatan yang terlatih, namanya yoona, dia akan bergabung pada misi kita yang akan di lakukan di luar negri ini” kata pajangnim itu begitu aku mengambil tempat untuk duduk, “annyeong haseyo yoona imnida, siap meneriman instruksi selanjutnya” kata yoona, aku melihat tao, dia tidak ada reaksi, dia tampak membaca map biru yang sibuk di bolak-baliknya sedari tadi pajangnim itu berbicara,

Sooyoung pov.

Aku melihat wanita itu memperkenalkan diri, kemudian duduk, setelah itu aku memulai slide ku, “berikut adalah masalah SNC yang telah dicuri pada peresmian pesawat luar angkasa itu, berikut adalah keberadaan sekarang SNC itu yaitu Belanda, jadi saat pihak NASA membuah SNC itu dia memasang alat pelacak yang hanya bisa dilacak oleh jaringan tertutup yang di buat pihak NASA dengan FBI” jelasku,

Writter pov.

Apa jadi Belanda? Kata tao dalam hati, “dan dari laporan yang di berikan yuri-ssi, suatu kelompok yang bernama HELLa ini ada campur tangan denagn kasus kali ini” sambung sooyoung, “selain itu dari kecocokan laporan yang di dapat dari pihak kepolisian dan dari CCS langsung ini diduga kuat adalah perbuatan yang dilakukan oleh HELLa dan mungkin mereka akan menggagalkan pesawat luar angkasa kali ini sama seperti yang mereka lakukan pada kejadian 8 tahun yang lalu di Australia yaitu ledakan pesawat luar angkasa ELF” sambung d.o lagi, “baiklah setelah mendengar penjelasan rapat kali ini , akan di utus beberapa agen untuk pergi ke Amsterdam, Belanda, yaitu tao dan ….Chanyeol dan di sertai oleh yoona” kata pajangnim itu, tapi ia tampak sulit menyebutkan nama chanyeol, bagaimana mungkin seorang teledor macam chanyeol disuruh ke luar negri, pasti kerjaan nya aneh-aneh, “baiklah untuk agen yang di tunjuk besok kalian berangkat dan akan di beri beberapa instruksi jadi jam 9 pagi tepat, kalian sudah harus ada di Incheon” kata pajangnim itu lagi , dan dia pun pergi ke luar, “dia selalu terlihat kejam” kata d.o , yuri hanya membereskan mapnya, lalu melangkah keluar, sooyoung langsung keluar mengikut pajangnim, fany hanya berjalan ke luar mengikut yuri, dan yang tersisa di ruang rapat hanya tao yang tampak sedang berfikir, d.o yang sedang beres-beres, yoona yang sedang membaca map yang di berikan pajangnim, dan chanyeol yang mengambil hape lalu memutar lagu, “every every everyday naega mandeun history …. “ kata chanyeol dengan nada, “Oneureun dugaeui dari, dugae, dugaeui dari, Oneureun dugaeui, dugaeui dal, dal, dari tteuneun bam …..” nyanyi nya lagi, “No you’re not gonna shoulda woulda this and coulda woulda that, Cuz we’re never coming back to this trap, See those two full moons, you’re the chosen knight, Go and spread good news, cuz we got no time” dan dia pun memulai aksi rap nya, *itukan bagian,key*

Tao merasa tergangu, lalu dia berdiri dan menggeser beberapa kursi, sehingga d.o dan yoona mengalihkan perhatian nya kepada tao, chanyeol pun hanya melihat “kau mau apa tao-ssi?” kata chanyeol, Wo men yao zhe yang bu zai kan bi ci de yan shen ma, Bu zai dui wo jiang hua ma, bu zai shuo ni ai wo ma, Jiu suan shou le shang, yan lei ye ru yu de xia, Gai bian jiu neng jie da, gai bian jiu neng dao da, gao su wo MAMA MAMA ……turnback” kata tao dengan suara yang lebih enak di dengar dari pada suara chanyeol yang haw haw …. lalu dia memulai dance nya dan dan dan , mulai melompat, “qing bang bang wo mamamama turn back, gasuwo mamamamama turnback” kata tao dengan kharisma dance nya, chanyeol hanya menggembungkan pipinya *pasti imutt* karna dia iri dengan tao yang bisa melompat seperti itu, tapi … “yak! Tao-ssi, aku juga bisa lompat seperti tu” kata chanyeol *O.O*  “o? Jinjja, aku mau melihatnya, yak! Yeolli, hati-hati” kata tao khawatir, chanyeol memulai ancang-ancang dia hendak melompat, “yak! D.o-ssi kenapa file nya belum diberikan?”, chanyeol terjatuh karna terkejut dengan kedatangan sooyoung, “yak! Sooyoung-ssi, neo ,,,,,” belum siap dia berkata tapi sooyoung pergi meninggalkan mereka. “aish ,…..” keluh si chanyeol, begitu d.o berdiri dan hanya lewat di depan chanyeol, yoona juga berdiri, “yoona-ssi” panggil si chanyeol, “mwo yo?” jawab yoona, “aniya” kata tao, lalu pergi dari ruangan itu.

Someone pov.

“Aboji, mereka sudah datang” kataku, “hm, bicaralah dengan mereka dan tanya tentang SNC itu, satu lagi, aku ingin bertemu dengan adikmu” jawab seorang pria yang kupanggil ayah, dia hanya menjawab dengan suara pelan, dengan kacamata nya yang cukup tebal dan rambutnya yang beruban juga duduk di kursi roda yang menghadap jendela, sehingga menampakan sebuah negara kincir angin dengan pandangan matahari yang merasuk ke dalam tubuh pria rentan itu. “ne aboji” jawabku.

Writter pov.

Pintu itu terbuka tampak kris dan vic berjalan bersama melewati lorong dengan lampu yang cukup menerangi tempat itu. Kemudian mereka berhenti, mereka berhenti di depan sebuah pintu yang di depannya ada 2 orang penjaga, penjaga itu memberi hormat, lalu membukakan pintu, “silahkan jendral, ketua kelompok dan direktur sudah menunggu” kata salah satu penjaga, lalu kris dan vic masuk bersama.

Mereka masuk bersama, dan terlihatlah sebuah ruang controlling, yaitu dimana, orang-orang sibuk dengan komputernya, ada yang telfon, mengetik, memantau sinyal dan disana seseorang, keluar dari pintu besi, lalu melihat ke arah kris dan vic berada sekarang, saat yang bersamaan kris dan vic berjalan ke tempat orang itu berdiri, lalu mereka sedikit membungkuk, lalu menaikkan kembali kepala mereka, “oppa, bogoshipta” kata vic begitu ia melihat pria itu, pria itu maju lalu memeluka adiknya itu, “suho oppa, jadi appa dimana? Bagaimana keadaannya?” tanya vic, “dia ada di ruangannya, dia menunggumu ada yang ingin dibicarakannya” jawab pris yang di panggil suho itu, “arraseo” jawab vic, lalu berjalan meninggalkan merekadan menghilang di balik pintu besi, “apa kabar ketua?” kata kris menghangatkan suasana, sedangkan suho masih saja dingin melihat kris, lalu dia mulai menggerakan kaki nya dan berjalan sedikit, “kabarku baik, bagaimana kabarmu?” tanya suho, “selalu siap” jawab kris, “lalu dimana SNC itu?” tanya suho lagi, tidak lama dari pertanyaan suho, kai datang dengan membawa koper besi, dan kini dia sampai ditempat kris da suho berbincang, “kau sudah melihatnya ketua” jawab kris, suho mengerti, bahwa SNC nya adalah yang di pegang kai, lalu dia mengode anggotanya, “kau tolong urus SNC ini” perintah suho ke anggotanya itu, dan kai pun memberikannya, begitu kai merasa urusannya selesai, ia meninggalkan ke dua bujang itu, “jadi apa yang akan kita lakukan dengan SNC itu selanjutnya ketua?” tanya kris serius, “saat ini tidak ada, biar kami yang mengurusnya” jawab suho ketus, “tapi, bagaimana mungkin aku hanya berdiam saja, aku mempunyai campur tangan dalam SNC milik korea selatan ini” bantah si kris, tampaknya dia tidak ingin tinggal diam, “jadi, ada yang ingin kutanyakan, siapa yang berhasil mengambil SNC ini, pada peresmian itu?” tanya suho, “itu …. bukan aku” jawab kris pelan, “lalu siapa?” tanyanya lagi, “dia..yoona” jawab kris, suho tampak sedikit terkejut begitu mendengar nama itu, “yoona? Wanita itu?” kata suho tak percaya, “bagaimana mungkin kau bisa menyuruh wanita lemah sepertinya itu?apa yang bisa membuatnya bisa mendengarkanmu?” tanya suho meremehkan, “tenang saja ketua, dia di pihak kita” jawab kris tegas, “tapi aku tak yakin, itu akan berlangsung lama”, jawab suho, lalu mulai melangkah tapi ia terhenti dan berbalik, “aku sarankan, sebaiknya jangan mempercainya penuh, karna aku yakin suatu saat hatinya akan berubah” kris hanya diam mendengarkan kata-kata itu.

Kris pov.

Aku hanya duduk di kursi panjang, sendirian, aku hanya melihat kai berbicara dan tampak menyusun rencana bersama anggota yang lain, “kris-ssi? Wae yo?” kata seorang wanita, “aniya, gwenchana” jawabku, wanita itu tampak sedang senang hari ini, “kau kenapa?”tanyaku, “nae abonim, dia bangga dengan kita, selanjutnya misi akan di serahkan ke suho oppa, jadi dia bilang apa tadi?” tanya wanita itu, aku hanya diam mengingat aku tidak diikutkannya dalam misi selanjutnya, “yak! Kris-ssi, aish ….” kata Vic, lalu dia berdiri dan berjalan ke tempat kai, kulihat pria itu, ketua jalan ke tempat mereka berdiskusi, tampaknya misi selanjutnya sudah di rencanakan, tapi apa?

Hh, liat saja nanti, aku akan ikut dalam misi itu, …..

Kataku, kemudian mengambil ponsel, dan berdiri berjalan menjauhi mereka.

Chanyeol pov.

“WELCOME TO AMSTERDAM !!” teriakku, dengan stylish ku, yaitu topi pantai, kacamata hitam, clana pendek selutut, baju yang longgar sehingga aku bisa memamerkan dadaku pada wanita-wanita cantik disini, “yak! Ini gunakan blazer mu!” kata seorang dari belakang, “yak! Tao-ssi, kau tau ini jarang-jarang kan, jadi selagi ada keempatan mari menggoda para wanita-wanita cantik yang ada di sini’’ jawabku, lalu mengangkat tangan dan melambaikan tangan kepada wanita yang ada di samping mobil itu, wanita dengan rok pendek jeans dan tentop hitamnya, sexy….. “yak! Mata keranjang! Kita ke sini bekerja!” bentak tao, dia emang agen yang sok disiplin, makanya gak punya pacar, “yak ! kajja!!” kata yoona, mendekat ke arahku, lalu menari telangaku hingga ke arah bus, “yak! Yoona-ssi, jinjja apo!!” rengek ku, dasar sunbae yang kejam, bagaimana mau punya pacar kalau kerjanya selalu menyiksa, tapi jujur yoona sunbaenim neomu yeppeoyo.

Dia melepaskan tarikan telingaku, lalu duduk, aku pun duduk di sampingnya sambil mengelus-elus telinga kananku, dia gak tau ya, kalau telinga ini juga salah satu aset ketampananku, kalau telingaku merah kan jelek di pandang, di kursi sebelah kami, ada tao yang sibuk dengan ipadnya, tampaknya dia sedang membaca informasi dari pusat, atau mencari tau keberadaan SNC itu sekarang. Aku membuka tasku, kuambil kaca, lalu melihat diriku, “masih seperti yang dulu, TAMPAN… heheheheee” kataku pelan sambil tersenyum tak lupa gigiku kuajak tersenyum bersama. Lalu kumiringkan kacaku, dan kulihat wajah yoona disana, “yoona-ssi, ou,, yeppeoyo” kataku, kulihat dia menggerakkan kepalanya dan menghadap cermin lalu menghadapku, dan Tok! Dia memukul kepalaku, “pabo ya! Kau bisa diam tidak, dasar narsis!” lagi-lagi sunbae cantik itu membentakku, “mian yeppeo sunbaenim” kata ku sambil tensenyum, dia hanya menampilkan wajah kesalnya, lalu aku menyimpan cerminku, dan mengeluarkan semacam hair spray, baru ku ambil, tangan yoona langsung menahan tanganku, “kau mau apalagi, ha?!’ katanya dengan wajah kekejamannya, “aniya” jawabku sambil tersenyum, aish .. dia tidak tau kalau rambutku ini adalah mahkota ketampananku, dasar sunbae kejam.

Tao pov.

Aku membuka ipadku, ada pesan yang dikirim pusat, dan sinyal yang mendeteksi keberadaan SNC itu sekarang, aku hanya membaca pesan dari pusat.

Sore itu aku keluar, aku berjalan di jalanan yang cukup rame, hari ini tempat yang luas ini dipakai oleh masyarakat amsterdam untuk berjualan, besok lusa, akan diadakan pawai ditempat ini yang biasa dilakukan anak kuliah setiap tahunnya, aku berjalan sambil melihat-lihat,tadinya aku ingin mengajak yoona, tapi besok saja, aku ingin mencari tempat-tempat yang bagus di ibukota negara kincir angin ini.

Writter pov.

Tao berhenti di suatu cafe, ia duduk di salah satu kursi lalu melepas kacamata hitamnya, dan mengambil ipadnya dari balik blazernya, ia menghidupkan tekhnologi yang sedang di pegangnya itu, sambil menunggu sampai ipadnya benar-benar siap untuk digunakan, ia melihat-lihat sekitar, orang-orang yang berlalu lalang,dan menyapa beberapa orang yang dikenalnya, karna dia tidak paham sempurna bahasa negara kincir angin itu, ia mulai membuka kunci, tapi tiba-tiba ia terhenti, ia merasakan sesuatu yang ganjal dibelakangnya, ia mengambil kacamata hitamnya memakainya, lalu membuka aplikasi kamera depan di ipadnya, lalu mengarahkannya ke arah belakangnya,

TBC..

Tanda tangan author

Criss^^

Bagaimana, ff saya sampai sini, ???

Tunggu yang selanjutnya yah ….

Tetap setia …

Foll me on : @hyecriss (tw)

Fransiska sang (fb)

Good luck^^

3 pemikiran pada “EXO in The War (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s