Saranghae, Sunbaenim! (Chapter 2)

Author: @Anggiilicious

Genre: Romance

Cast: Kim Haera

EXO-K Park Chanyeol

EXO-K Byun Baekhyun

EXO-K Do Kyungsoo

EXO-K Oh Sehun

EXO-K Kai

EXO-K Suho

And other cast..

__________________________________________

Aku sudah berada di depan sebuah pintu apartemen yang sesuai dengan alamat yang diberikan Chanyeol sunbae. Aku benar-benar gugup sekarang. Tanganku berkeringat dingin. Ini dorm EXO-K. Chanyeol sunbae sendiri yang mengundangku kesini. Tanpa sadar ujung bibirku terangkat membentuk sebuah senyum kecil. Eh? Apa yang aku lakukan? Mengapa aku merasa senang? Kan Chanyeol sunbae mengajakku kesini sebagai mentorku.

Ku tekan bel yang ada di sebelah kanan pintu dengan tanganku yang sedikit gemetar. Aku harap tidak ada orang dirumah ini. Aku terlalu gugup saat ini.

“Ya sebentar” ujar seseorang dari dalam. Aaahh rasanya aku ingin lari saja sekarang. Entah mengapa rasanya aku malu dan gugup. Pasti aku sudah benar-benar gila. Pintu itu terbuka dan tampaklah sosok Kyungsoo sunbae dari balik pintu itu.

“Umm, kau cari siapa?” ujarnya sambil tersenyum. Mata besarnya tampak ramah. Hanya saja aku terlalu malu untuk menatap wajahnya. Aku terus tertunduk dan bingung harus apa.

“Ah, kau sudah datang” kudengar suara berat yang familiar di telingaku. Aku mengangkat kepalaku dan mendapati sosok tinggi yang menjulang berdiri di belakang Kyungsoo sunbae.

“Eh, ini temanmu Yeollie-ah?” ujar Kyungsoo sunbae sambil menoleh pada Chanyeol sunbae. Chanyeol sunbae hanya mengangguk kecil dan memberikan isyarat kepadaku untuk masuk. Aku melepas sepatuku dan mulai memasuki dorm EXO-K ini.

Ruangannya luas dan temboknya bercat putih bersih. Tercium wangi pewangi ruangan yang lembut. Ada televisi yang lumayan besar, sofa, karpet dan meja kecil di depan televisi. Semua barang tertata dengan rapi. Tidak terlihat seperti rumah yang ditempati 6 orang namja. Tampak semua member EXO-K sedang ada disini. Baekhyun sunbae dan Kai sedang duduk di sofa dan Sehun duduk di karpet dangan punggungnya yang bersandar di sofa. Mereka bertiga sepertinya sedang menonton televisi tadi sebelum pandangan mereka tertuju ke arahku. Suho sunbae terlihat sedang menelpon dengan seseorang di meja makan. Mungkin dengan manager mereka.

“Eh, kau tidak bilang kalau temanmu yeoja?” gumam Kyungsoo sunbae pada Chanyeol sunbae yang masih bisa terdengar olehku. Chanyeol sunbae tidak menjawab dan menyuruhku untuk duduk menunggunya sebentar. Kulihat Baekhyun sunbae, Kai, dan Sehun masih memperhatikanku. Aku pun tersenyum sungkan pada mereka. Mereka pun balas tersenyum padaku.

“Annyeong! Siapa namamu?” tanya Baekhyun sunbae padaku. Aku sedikit tersentak. Ah rasanya pikiranku kacau sekali begitu masuk ke ruangan ini.

“Ah, aku Kim Haera. Salam kenal sunbae” ujarku sambil memilin-milin jariku saking gugupnya.

“Eh, sunbae?” gumam Baekhyun sunbae. Wajahnya tampak bingung. Ah, sepertinya dia tidak tahu kalau aku adik kelasnya di sekolah.

“Dia seangkatan denganku hyung. Kau ini kakak kelas macam apa?” ujar Kai sambil menepuk paha Baekhyun sunbae dan tersenyum padaku. Baekhyun sunbae kelihatannya terkejut.

“Jinjayo? Aaahh mian ya aku tidak tahu. Soalnya anak kelas satu memang banyak” ujarnya meminta maaf padaku.

“Aaah, tidak apa-apa sunbae. Aku memang tidak tenar di sekolah” ujarku sungkan dan tanpa kusadari kalimat aneh itu keluar dari mulutku. Aku merasa sangat bodoh saat ini.

“Sehun-ah, berhenti makan permen! Nanti sakit gigi” ujar Suho sunbae yang tampaknya sudah selesai bertelepon ketika melihat Sehun mengambil sekotak permen dari dalam kulkas. Sehun membatalkan rencananya makan permen dan kembali sambil nyengir.

“Dasar maknae” gumam Suho hyung sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arahku. Dia tampak terkejut ketika melihat yeoja sepertiku ada di dormnya. Aku bangun dari tempat dudukku dan segera membungkukkan tubuhku ke arahnya.

“Annyeonghaseo sunbae. Kim Haera imnida” sapaku sambil membungkukkan badan. Suho sunbae balas membungkukkan badannya meskipun masih terlihat agak terkejut.

“Iya, kau mau bertemu Sehun? Atau Kai?” tanyanya yang sepertinya belum tahu tujuanku kesini. Ya dia kan tadi sedang menelpon saat aku datang.

“Maaf lama” ujar Chanyeol sunbae yang baru saja keluar dari kamarnya. Ternyata dia mengganti bajunya. Saat ini ia memakai kaos lengan panjang warna putih dan celana panjang dengan warna senada. Rambutnya cokelatnya lurus dan terlihat lembut. Biasanya agak ikal sih. Tapi tetap terlihat tampan.

Eh, apa yang kau pikirkan Haera-ah?!

“Aku ditunjuk Hyemi Seonsaengnim untuk menjadi mentor untuknya. Bulan depan dia mau ikut olimpiade matematika” ujar Chanyeol sunbae pada Suho sunbae yang dibalas anggukan pelan dari Suho sunbae.

“Fighting!” ujar Suho sunbae menyemangatiku sambil tersenyum dan mengepalkan kedua tangannya di depan dada. Ternyata Suho sunbae orang yang sangat ramah. Ia bahkan menyemangatiku, padahal kita baru saja berkenalan. Aku tersenyum dan berterimakasih padanya. Ada sedikit rasa senang dan semangat yang timbul akibat Suho sunbae tadi.

“Di kamarku saja. Biar tidak diganggu” ujar Chanyeol sunbae sambil memberikan tanda agar aku mengikutinya. Tapi kakiku terasa kaku. Apa tadi dia bilang? Dikamarnya? Dia mengajak aku ke kamarnya? Hanya kita berdua saja?

Chanyeol sunbae berbalik dan mendapati aku yang sama sekali belum bergerak dari tempatku semula. Dia menghela napas dan berjalan mendekatiku. Semakin dekat. Semakin dekat. Hingga jarak antara kami tinggal beberapa jengkal. Wangi vanilla tubuhnya menyeruak ke dalam indera penciumanku. Chanyeol sunbae merendahkan tubuhnya hingga pandangannya sejajar dengan mataku.

“Jangan berpikir kemana-mana. Kau berpikir terlalu jauh” ujarnya pelan. Aku tersentak dan menyadari apa yang Chanyeol sunbae bicarakan. Tiba-tiba wajahku terasa panas. Kumohon, jangan memerah…

“Tentu saja tidak! Apa yang kau bicarakan?!” tanyaku panik. Chanyeol sunbae tersenyum, tetapi senyum yang lebih mirip seringai. Ia pun membalikkan tubuhnya dan berjalan ke dalam yang sepertinya itu arah ke kamarnya. Semua orang, Suho sunbae, Kai, Sehun, Baekhyun sunbae, dan Kyungsoo sunbae menatap kami bingung.

“Apa yang baru saja terjadi?” ujar Kyungsoo sunbae. Matanya yang besar tampak semakin besar.

“Kenapa belajarnya harus di kamar?” tanya Baekhyun sunbae menampakkan wajah curiga.

“Siapa yang menghabiskan bubble tea ku?” tanya Sehun tiba-tiba dan tidak nyambung. Mata semua member tertuju pada Sehun. Mungkin karena celetukannya yang tidak nyambung dengan topik sebelumnya. Sehun mengecek satu-persatu wajah semua member dan ia terhenti agak lama ketika menatap Kai.

“Iya, aku yang minum hehehe” ujar Kai sambil tersenyum tanpa rasa bersalah dan menggaruk-garuk belakang kepalanya. Ekspresi Sehun langsung berubah dan ia memukulkan bantal yang ada di sofa ke lengan Kai. Kyungsoo sunbae terlihat kesal karena tidak nyambungnya dua orang ini, Baekhyun sunbae ikut memukulkan bantal ke Kai, dan Suho sunbae hanya tertawa melihat kelakuan dongsaeng-dongsaengnya. Aku pun tertawa kecil melihat mereka. Ternyata dibalik pesona mereka disekolah mereka tetaplah anak laki-laki yang masih senang bermain.

“Ya! Dimana kau?!” ujar Chanyeol sunbae berteriak dari dalam kamar. Aku tersentak dan segera melangkah menyusul Chanyeol sunbae ke kamarnya. Chanyeol sunbae sudah menyiapkan meja kecil untuk kami belajar. Dia duduk di satu sisi meja tersebut. Kulihat ke sekeliling kamar ini. Ini kamar yang ditempati Chanyeol dan Baekhyun sunbae. Catnya putih, ada pendingin ruangan dan pemanas ruangan. Terpasang poster 12 member EXO juga. Terdapat dua buah single bed yang letaknya bersebelahan. Sepertinya yang sebelah kiri itu milik Baekhyun sunbae. Banyak foto polaroid Baekhyun sunbae terpasang di atas tempat tidurnya. Ada satu meja yang lumayan besar dengan laptop merah marun dan beberapa buku diatasnya. Selebihnya, ada beberapa barang lain milik Chanyeol dan Baekhyun sunbae.

“Mau sampai kapan berdiri disitu?” ujar Chanyeol sunbae tanpa melihat ke arahku. Aku tersadar dan segera menghampiri Chanyeol sunbae dan duduk di hadapannya.

“Aku ada latihan jam 1 siang ini, jadi aku tak punya banyak waktu” ujar Chanyeol sunbae sambil membuka-buka bukunya. Aku mengangguk sambil mengeluarkan alat tulisku dari dalam tas.

“Kita pemanasan dulu. Kerjakan soal ini. Kalau tak bisa tanya padaku” ujar Chanyeol sunbae sambil menyodorkan bukunya dan menunjukkan beberapa soal yang harus kukerjakan. Aku mengangguk dan mulai mengerjakan soal satu-persatu.

Cklekk! Terdengar pintu kamar terbuka dan kepala Sehun menyembul dari balik pintu.

“Aku disuruh Kyungsoo hyung” ujarnya singkat. Aku dan Chanyeol sunbae menatapnya bingung. Dia memasuki kamar sambil membawa nampan yang berisi dua gelas cokelat hangat dan sepiring biskuit.

“Kamsahamnida, Sehun-sshi” ujarku saat Sehun menaruh isi nampannya ke atas meja. Ia pun tersenyum padaku dan saat tersenyum matanya terlihat sangat manis. Jadi ini eyesmile Sehun yang selalu dibicarakan Minji?

“Fighting!” ujarnya padaku dan segera keluar dari kamar. Aku melanjutkan mengerjakan soal sementara Chanyeol sunbae membaca buku. Ia mengambil salah satu gelas cokelat hangat dan meminumnya. Entah mengapa mataku ini lebih tertarik pada sosok Chanyeol sunbae dibandingkan soal-soal itu. Tanpa sadar mataku ini selalu mengekor ke sosoknya. Caranya dia meminum cokelat itu begitu mempesona. Aaahh ini benar-benar menyiksa. Kenapa detak jantung seperti ini selalu muncul ketika aku menatapnya?

Rambut cokelatnya ikut bergerak pelan ketika ia menggerakkan kepalanya. Matanya terlihat lembut dan tajam secara bersamaan. Tangan kirinya menopang dagunya sementara tangan kanannya membolak-balik lembaran buku. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Perasaan ini aneh. Apa mungkin aku menyukai Chanyeol sunbae?

“Kapan kau akan berhenti menatapku seperti itu dan mulai mengerjakan soal yang kuberikan?” ujar Chanyeol sunbae tanpa melihat padaku yang seketika itu langsung membuyarkan lamunanku. Aku kalah telak, aku ketahuan sedang memperhatikannya. Wajahku pasti memerah sekarang, rasanya panas. Kim Haera bodoh! Apa yang kau lakukan?!

“Mi.. Mianhae..” ujarku malu sambil menundukkan wajahku sedalam-dalamnya. Bodohnya aku. Malu sekali rasanya. Ingin kujauhkan wajahku dari Chanyeol sunbae sejauh-jauhnya. Tiba-tiba Chanyeol sunbae mengetuk-ngetukkan jarinya di kertas soalku. Aku mengangkat wajahku dan kulihat mata Chanyeol sunbae menatap lurus ke mataku. Aiiish, dadaku rasanya sakit. Detak jantungku semakin tidak karuan.

“Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa tidak konsen?” ujarnya sambil terus menatap ke arahku. Lidahku kelu, susah sekali untuk sekedar bilang ‘tidak apa-apa’. Aku hanya mampu menggelengkan kepalaku cepat. Tetapi Chanyeol sunbae hanya tertawa.

“Pasti jantungmu sedang berdetak cepat” gumam Chanyeol sunbae yang seakan bisa membaca pikiranku. Aku menahan napas. Tuhan, tolong keluarkan aku dari sini sekarang juga..

“Kau menyukaiku?” tanya Chanyeol sunbae. Rasanya jantungku seperti berhenti saat pertanyaan itu terlontar. Bagaimana bisa dia seterbuka itu? Aku salah tingkah sekarang. Aku tak tahu harus apa. Pikiranku rasanya kosong, hanya pertanyaan Chanyeol sunbae saja yang berputar-putar di kepalaku.

“T..ttentu saja t.. tt-tidak! Aku ttidak m.. menyukai satupun dd..dari kalian!” ujarku terbata-bata. Chanyeol sunbae tersenyum. Tuhan, aku benar-benar minta tolong. Aku terjebak!

“Benarkah?” ujarnya pelan sambil mendekatkan wajahnya padaku. Tunggu, tidak seharusnya dia seperti ini! Aku belum siap! Aku sangat gugup saat ini! Kulihat wajahnya semakin mendekat ke arahku. Detak jantungku pun semakin tidak karuan. Wajahnya hanya tinggal berjarak beberapa senti saja dari wajahku. Tanpa sadar aku memejamkan mataku saking gugupnya.

“Hahahahahahaha” tawa Chanyeol sunbae meledak. Aku segera membuka mataku dan melihatnya tertawa sambil memegangi perutnya. Mati saja kau Kim Haera. Apa yang baru saja kau lakukan sangatlah bodoh.

“Begitu yang kau bilang tidak suka?” ujar Chanyeol sunbae. Aku hanya bisa menghela napas. Aku kalah telak sekarang. Chanyeol sunbae benar-benar membuatku gila.

“Sudahlah, menyerah saja. Kau tidak benar-benar ingin mengikuti olimpiade” ujar Chanyeol sunbae sambil membuka-buka lagi bukunya. Aku mengangkat wajahku kaget.

“Tidak mau! Aku benar-benar ingin mengikutinya!” ujarku yakin pada Chanyeol sunbae.

“Apa buktinya? Kau tidak pernah konsen, bukannya mengerjakan soal yang kuberikan malah memperhatikan wajahku. Pikiranmu ini kemana-mana” ujar Chanyeol sunbae sambil mengetuk-ngetuk kepalaku pelan. Mungkin kalau mentorku bukan Chanyeol sunbae aku tidak akan sekacau ini. Tidak sadarkah dia kalau dia juga berperan dalam ketidak-konsentrasian-ku?

“Aku serius! Aku berani taruhan” ujarku tegas. Chanyeol sunbae menatapku tajam. Kim Haera, hal bodoh apalagi sekarang?

“Taruhan?” tanya Chanyeol sunbae sambil mengambil sepotong biskuit dan melahapnya. Aku mengangguk yakin.

“Jika kalah, aku akan mengabulkan apapun keinginan sunbae. Tetapi sebaliknya, jika aku bisa membawa medali emas, sunbae akan mengabulkan apapun permintaanku” ujarku pada Chanyeol sunbae. Dia terdiam, mungkin sedikit berppikir.

“Oke. Aku terima” ujar Chanyeol sunbae sambil tersenyum. Aaahh jangan senyum itu lagi! Aku tak mau seperti Minji yang mudah pingsan ketika melihat Chanyeol sunbae tersenyum seperti itu.

Satu hal bodoh baru saja kuucapkan. Entah mengapa aku menjadi Kim Haera yang bodoh dan salah tingkah ketika berhadapan dengan Chanyeol sunbae. Sepertinya aku memang harus mengakuinya. Aku mulai menyukai Chanyeol sunbae.

J

Rasanya waktu berlalu begitu cepat. Sudah 4 hari menjelang olimpiade. Hari ini aku datang ke sekolah tanpa sarapan. Aku bangun kesiangan karena semalaman aku susah tidur. Chanyeol sunbae seperti hantu, malam-malam menggangguku. Aku juga teringat akan taruhan yang kubuat. Bodohnya aku selalu sembarangan dalam berbicara.

“Pagi Haera-ah!” sapa Minji ketika aku sampai di kelas.

“Pagi Minji-ah. Kau bawa crackers? Aku belum sarapan” ujarku memelas pada Minji.

“Aigoo, bagaimana bisa? Kau tidak boleh melewatkan sarapan karena kau harus selalu sehat. Kan mau olimpiade” ujarnya sambil mengeluarkan kotak bekal miliknya.

“Apa ini? Aku hanya minta crackers” ujarku sambil mencoba mengembalikan kotak bekal itu tetapi Minji menolaknya.

“Crackers bukan untuk sarapan. Ummaku membuat nasi kepal tadi pagi, lumayan intuk mengisi perutmu” ujar Minji sambil membuka tutup kotak bekalnya.

“Gomawo Minji-ah. Kau juga ikut makan ya” ujarku yang disambut anggukan dari Minji. Saat kami sedang memakan nasi kepal buatan Ummanya Minji, dari luar kelas terdengar keriuhan seperti biasanya. Ya, seperti yang semuanya tahu, enam namja yang digilai siswi di sekolah ini baru saja datang.

“Omo! EXO-K oppadeul!” pekik Minji seketika. Aku membulatkan mataku. Oppadeul katanya? Bahkan dua orang dari mereka seumuran dengan kami. Tak lama kemudian mereka melewati samping kelasku. Baekhyun sunbae berjalan bersama Kyungsoo sunbae mereka sedang mengobrolkan sesuatu. Dibelakangnya ada Sehun dan Suho sunbae yang juga sedang bercanda. Sedangkan Kai dan Chanyeol sunbae berada di belakang. Mereka tampak tenang. Telinga Chanyeol sunbae tersumbat headset dan kepalanya sedikit bergerak mengikuti irama musik yang mengalun di kepalanya.

Lagi-lagi, mataku mengikuti sosoknya tanpa dapat kukendalikan. Dia sungguh memiliki magnet yang sangat kuat. Kharismanya terpancar dari caranya berjalan. Aku benar-benar lepas dari akal sehatku sepertinya.

“Chanyeol oppa, tampan seperti biasanya” ujar Minji disebelahku.

“Yeah..” gumamku menyetujui kata-kata Minji. Seketika itu juga Minji menatapku seperti elang menemukan mangsanya. Dan aku baru sadar, sepertinya aku salah bicara.

“Apa?” ujarku sebisa mungkin membuat ekspresi wajahku biasa saja, tidak seperti orang yang kepergok.

“Apa tadi kau bilang?” ujarnya sambil menatapku dengan pandangan menelisik.

“Yeah. Kau selalu bilang ‘Chanyeol oppa tampan’ sampai aku bosan mendengarnya” ujarku sebisa mungkin menyembunyikan hal yang sebenarnya, kalau aku mengakui Chanyeol sunbae memang tampan. Sangat tampan. Tiba-tiba Minji tersenyum.

“Hahaha kau bisa saja Haera-ah” ujarnya sambil menyuap nasi kepal ke mulutnya. Aku menghela napas lega karena berhasil menutupinya dari Minji .

“Eh Haera-ah, mau menemaniku tidak?” tanya Minji.

“Kemana? Kapan?” ujarku sambil terus mengunyah nasi kepal dari Minji. Lapar sekali rasanya tidak sarapan.

“Nanti sore, kita ke MBC yuk? Lihat EXO-K perform di Music Core!” ujar Minji. Seketika itu pun aku tersedak. Minji menepuk-nepuk punggungku panik dan memberikanku minum.

“Iih kamu kenapa sih?” ujar Minji setelah aku agak tenang sedikit. Aku pun tidak tahu mengapa aku tersedak. Sekarang rasanya aku jadi lebih sensitif ketika sudah berhubungan dengan EXO-K. Ish, menyebalkan.

“Untuk apa kau mengajakku melihat EXO-K? Aku kan tidak suka mereka” ujar sambil menepuk-nepuk dadaku pelan. Aku memang tidak suka EXO-K. Aku hanya suka Chanyeol sunbae.

“Ah, itu sih karena kau belum pernah liat mereka saja. Memangnya kau tidak penasaran seperti apa enam namja yang selalu membuat keriuhan di pagi hari itu perform di stage? Memangnya kau tidak penasaran apa yang membuat aku menggilai mereka?” tanya Minji mencoba mempengaruhiku. Sebenarnya aku ingin melihat seperti apa Chanyeol sunbae di stage. Mungkin hanya aku satu-satunya yeoja disini yang belum pernah melihat EXO-K perform. Mungkin.

“Tidak ah. Kamu selalu tergila-gila pada namja tampan, tak peduli siapa” ujarku membeberkan kenyataan. Minji memang mudah menyukai seorang namja, tidak seperti aku.

“Aaaaahh jebal Haera-ah. Temani aku saja deh, mau ya ya ya ya?” ujar Minji sambil menunjukkan aegyo untuk membujukku. Sesungguhnya, aegyo nya sangat tidak mempan. Dan aegyo nya Sehun jauh lebih baik.

“Arasseo arraseo. Ini sebagai balas budiku karena nasi kepal ini ya” ujarku meyanggupi. Minji tersenyum senang. Sebenarnya tanpa memohon pun aku pasti mau kok, aku ingin melihat Chanyeol sunbae.

J

“Woaaaaahh stage hari ini keren sekali >.<” ujar Minji saat kami memasuki studio dimana EXO-K akan perform. Ini kali pertamaku datang ke studio seperti ini, dan ternyata sudah banyak orang yang datang untuk menonton EXO-K juga. Kami pun segera mencari tempat duduk yang nyaman, deretan kedua dari depan. Minji yang memilih duduk disini.

“Tunggu disini sebentar, Haera-ah. Jangan kemana-mana” ujar Minji singkat. Aku mengangguk dan Minji pun pergi entah kemana. Aku melihat ke sekeliling studio ini. EXO-K pasti sudah disini, tentu saja mereka harus bersiap-siap terlebih dahulu.

“Ini!” ujar Minji yang tiba-tiba datang dan menyodorkan balon betuliskan ‘EXO-K’.

“Balon?” ujarku polos. Aku benar-benar tidak mengerti untuk apa balon-balon ini. Ini kan kali pertamaku datang kesini.

“Kau goyang-goyangkan balon ini ketika EXO-K nanti perform. Seperti ini..” ujar Minji sambil mencontohkan bagaimana menggoyang-goyang balon itu.

“Harus ya?” tanyaku heran. Minji melipat wajahnya dan memajukan bibirnya lucu.

“Tentu saja. Harus. Seperti ini..” ujarnya sambil menggerak-gerakkan tanganku. Haaah semoga saja Chanyeol sunbae tidak menyadari aku datang kesini. Malu sekali kalau sampai dia tahu. Tak lama kemudian terdengar riuh dari sekitar kami. Kulihat keenam member EXO-K mulai menaiki stage.

“Omo! EXO-K!” pekik Minji yang langsung menggoyang-goyangkan balonnya excited. Mataku secara otomatis langsung mencari sosok Chanyeol sunbae.

Itu dia!

Aku tercengang melihat Chanyeol sunbae hari ini. Penampilannya sangat berbeda dibandingkan saat disekolah ataupun di dorm. Dia memakai luaran berwarna hitam berlengan panjang yang agak kebesaran di tubuhnya. Ia memakai slayer bermotif bulan yang sangat banyak di lehernya. Celana panjang hitamnya terlihat berkilauan terkena cahaya dan sepatu berwarna putihnya terlihat sangat kontras. Ia memakai suatu aksesoris di tangannya, dan kalungnya berbentuk Phoenix. Rambutnya dibuat agak ikal dan ditata berantakan, namun tetap terlihat rapi. Dia benar-benar terlihat sangat tampan. Mataku sangat sulit berpindah darinya.

Careless careless

Shoot anonymous, anonymous

Heartless mindless

No one who care about me

EXO-K memulai performance nya. Aku tak tahu kalau Kyungsoo sunbae mempunyai suara se-powerful itu. Aku tercengang saat mendengarnya bernyanyi. Baekhyun sunbae yang sangat murah senyum ternyata sangat berkharisma ketika di stage. Aku merinding ketika mendengar suaranya.

Urin deo isang noneun maju haji anheulkka

Sotonghaji anheulkka

Saranghaji anheulkka

Kai selalu berada di posisi paling depan, sedangkan Chanyeol sunbae di belakang. Mungkin karena tubuhnya yang menjulang tinggi, makanya ia selalu di belakang. Kai memang sangat pandai menari. Sehun di stage tampak sangat berbeda dari Sehun yang protes bubble teanya dihabiskan Kai. Dan Suho sunbae, tak heran kenapa dia dipilih jadi Leader. Pesonanya sangat dewasa. Aku tak tahu kalau ternyata EXO-K sekeren ini!

Eonjengabuteo urin seumateuhan gamogae jabaljeogeuro gatyeo!

Ogwa ilro mandeun dijiteorae nae ingyeogeul matgyeo!

Geogin saengmyeongdo gamjeongdo ttadeuhamdo eopgo eoneo sseuregiman nadwingguneun

sakmakhan beolpan

Chanyeol sunbae benar-benar menyita seluruh perhatianku. Hanya Chanyeol sunbae yang benar-benar aku lihat. Mataku tak bisa terlepas dari sosoknya. Mata tajamnya seperti membiusku. Aaahh aku benar-benar sudah gila sekarang. Semuanya karena Chanyeol sunbae.

Jukgo, jugigo

Ssaugo oechigo

Igeon jeonjaengi aniya!!

Mwo? Chanyeol sunbae berteriak seperti itu? Walaupun dia bernyanyi bersama Kai tetapi aku dapat mengenali dengan jelas suara berat milik Chanyeol sunbae. Suaranya selalu terngiang di kepalaku.

Careless careless

Shoot anonymous, anonymous

Heartless mindless

No one who care about me

Mereka mengakhiri performance mereka dengan sangat keren. Setelah selesai mereka pun membungkuk pada semua yang menonton performance mereka dan segera turun dari stage. Aku masih tercengang melihat mereka. Ini adalah performance yang tak pernah dapat kubayangkan bisa sekeren ini. Aku terdiam, aku tak bisa memberikan reaksi apapun. Aku masih sangat kagum dengan mereka.

“Hey, kau lupa menggoyangkan balonmu! Heeey!” ujar Minji sambil menggoyang-goyangkan balonnya di depan wajahku. Aku masih tidak bergerak. Aku menghela napas panjang.

“Minji-ah, itu tadi hebat sekali” ujarku jujur sejujur-jujurnya. Minji tersenyum lebar mendengar komentarku.

“Benar kaaaan?? Aku yakin kau pasti menyukainyaaa!” ujar Minji sambil bertepuk tangan kecil seakan berhasil menjerumuskan aku ke lubang yang sama dengannya. Tapi aku tidak menyesal menerima ajakan Minji kesini. Chanyeol sunbae dan EXO-K benar-benar keren. Aku hanya berharap Chanyeol sunbae tidak menyadari kehadiranku hari ini.

J

Olimpiade akan dilangsungkan lusa. Aku semakin gugup. Saat ini aku sedang di perpustakaan untuk pemantapan dengan Chanyeol sunbae. Mungkin saja ini hari terakhir dia menjadi mentorku. Entah mengapa rasanya aku tidak rela. Pikiranku terpecah, antara aku yang harus memenangkan olimpiade itu dan keresahan yang entah datang darimana karena hari ini mungkin hari terakhir aku belajar bersama Chanyeol sunbae.

Dia berada di hadapanku. Seperti biasa, dia sedang membaca buku sementara aku mengerjakan soal. Yang aku tahu dia memang agak kasar ketika baru mengenal seseorang, tapi lama-kelamaan ia akan melunak. Mungkin aku akan sangat merindukan saat-saat seperti ini. Saat dimana dia memarahiku saat aku salah menghitung, saat dia menertawakan kebodohanku, saat dia tertidur ketika menungguku mengerjakan soal. Aku pasti akan merindukan semua itu. Aku sudah benar-benar jatuh untuknya saat ini.

“Memikirkanku?” ujar Chanyeol sunbae tiba-tiba yang membuatku terkejut. Ia seakan selalu bisa membaca pikiranku.

“Tentu saja tidak, sok tau deh sunbae” ujarku sambil berusaha sekuat mungkin menyembunyikan yang sebenarnya dengan menenggelamkan wajahku ke buku yang ada di hadapanku.

“Lalu sedang apa kau di MBC dua hari lalu? Duduk di deretan kedua dari depan saat EXO-K perform?” tanya Chanyeol sunbae sambil menatap lurus kearahku. Aku mengangkat wajahku terkejut. Dia mengetahuinya?

“Kau melihatku, sunbae?” tanyaku gugup. Aahh aku tidak menyangka dia tahu. Aku sangat malu rasanya saat ini. Chanyeol sunbae tersenyum dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

“Duduk di depan seperti itu, siapa juga yang tidak lihat. Semua member melihatmu” ujar Chanyeol sunbae sambil tertawa kecil. Aaahh pasti wajahku sangat merah sekarang. Ini semua gara-gara Minji. Kalau saja dia tidak memilih untuk duduk di depan, pasti tidak akan ketahuan.

“Kau tahu apa yang mereka katakan?” ujar Chanyeol sunbae memajukan posisi duduknya ke arahku. Wangi vanilla tubuhnya tercium dengan jelas olehku.

“Mollayo” ujarku sambil memain-mainkan pensil yang kupegang.

“Pasti dia datang untuk Chanyeol hyung” ujar Chanyeol sunbae sedikit merendahkan volume suaranya. Aku tersentak dan seketika itu juga jantungku mulai kumat.

“Benarkah itu?” tanyanya lagi dengan tatapan mata yang paling kubenci. Tatapan mata yang membuatku membeberkan semuanya ketika menatapnya. Dan benar saja, diluar kendaliku, aku menganggukkan kepalaku pelan. Chanyeol sunbae tersenyum dan kembali menyandarkan tubuhnya.

“Hari ini hari terakhirku menjadi mentormu. Lusa kau sudah harus berjuang sendiri” ujar Chanyeol sunbae tanpa menatapku. Pandangannya terpusat ke luar jendela. Entah mengapa hatiku sakit mendengarnya. Tak terasa sebulir air mata turun ke pipiku.

“Kau pasti bisa melaluinya meskipun tanpa aku” ujarnya lagi yang membuat air mataku turun semakin deras. Tatapan matanya terlihat sangat lembut saat ini. Apa-apaan ini? Bagaimana bisa aku menangis? Aku kan bukan siapa-siapanya. Tapi mengapa rasanya seperti akan dipisahkan sejauh-jauhnya?

Ada keheningan sejenak diantara kami. Dan tak lama kemudian aku merasakan ada tangan besar menyentuh wajahku. Tangan Chanyeol sunbae yang menyeka airmataku terasa hangat dan menenangkan. Aku ingin seperti ini lebih lama lagi. Rasanya sangat nyaman dan seperti ada yang melindungiku.

“Dengarkan aku…” ujarnya pelan. Aku mengangkat wajahku dan menatap lurus ke dalam matanya.

“Menangkan olimpiade itu untukku” ujar Chanyeol sunbae seraya menatap mataku dalam. Tangisku pun terhenti. Aku tak salah dengar kan? Aku tak salah dengar? Sunbae yang kusukai mengatakan itu padaku. Entah aku harus merasa sedih atau senang sekarang. Tetapi yang jelas ada suatu energi yang memberikan semangat baru untukku. Apapun yang terjadi, aku harus memenangkan olimpiade itu.

J

Hari H. Pagi ini jam 10 aku akan berangkat ke Universitas  Yonsei untuk mengikuti olimpiade itu. Tapi aku ingin ke kelas dulu, bertemu Minji sebelum aku benar-benar berjuang.

“Aaaaaaa Haera-ah! Fighting! Aku yakin kau pasti bisa!” ujar Minji sambil memelukku. Aku pun membalas pelukannya sambil tersenyum.

“Gomawo Minji-ah! Aku pasti akan berusaha!” ujarku sambil menggenggam tangan Minji erat. Tak lama kemudian terdengar keriuhan seperti biasanya. Baekhyun sunbae melewati kelasku paling pertama. Tetapi tiba-tiba ia membuka jendela kelasku dan memasukkan kepalanya.

“Haera-ah, fighting!” ujarnya riang dengan senyumnya yang khas. Aku terkejut dan tak mengerti apa yang terjadi. Kemudian Sehun, Kai, Suho sunbae dan Kyungsoo sunbae menyusul Baekhyun sunbae.

“Semangat Haera-ah!!” ujar Sehun sambil tersenyum manis. Minji menggenggam tanganku saat ia melihat eyesmile Sehun. Kai hanya melambaikan tangannya padaku sambil tertawa dan Suho sunbae mengacungkan ibu jarinya memberikanku semangat.

“Kau harus menang!” ujar Kyungsoo sunbae dan tersenyum lebar. Matanya yang besar terlihat sangat cerah. Mereka semua memberiku semangat. Minji menoleh padaku dan matanya berkaca-kaca tetapi tersenyum lebar. Tak lama kemudian Chanyeol sunbae lewat. Secara otomatis mataku mengikutinya. Ia menoleh padaku dan tersenyum simpul. Ia terus berjalan tanpa berhenti sesaat pun. Tetapi justru itulah yang menjadi sumber semangat terbesarku.

“Ya! Tunggu Chanyeol hyung! Haera-ah semangaat yaa!” ujar Sehun sambil melambaikan tangannya dan pergi menyusul Chanyeol sunbae. Member lain pun melambaikan tangannya dan pergi ke kelas mereka satu-persatu. Sekarang seluruh siswi melihatku dengan pandangan iri.

“Ya, Haera-ah. Aku iri sekali padamu” ujar Haneul, teman sekelasku sambil menggenggam tanganku. Aku masih terdiam, senyumku terus terkembang. Aku merasa sangat senang dan seperti dapat semangat baru.

“Kau sangat beruntung Haera-ah. Aku tak tahu kau sedekat itu dengan member EXO-K” ujar Minji sambil memukul lenganku pelan. Aku tertawa pelan melihat Minji.

“Aku juga tidak tahu Minji-ah” ujarku sambil menahan tawaku saat melihat ekspresi cemberut Minji yang sangat lucu.

“Tapi kau benar-benar harus semangat ya! Aku yakin kau bisa!” ujar Minji sambil menggenggam tanganku. Aku mengangguk mantap. Aku benar-benar mendapat semangat baru. Senyum Chanyeol sunbae masih tergambar jelas di kepalaku. Dan tanpa sadar, senyumku semakin terkembang.

J

Aku melangkah gontai di perpustakaan. Aku harus mencari sebuah buku yang akupun tak yakin akan menemukannya dalam keadaan kacau seperti ini. Rasanya aku ingin pulang saja. Aku sedang tidak ingin bertemu siapapun terutama dengan orang yang satu itu. Aku mengecewakan banyak orang. Aku gagal di babak terakhir. Aku di posisi kedua, tidak buruk memang. Tetapi aku gagal.

“Kau tidak gagal, Haera-ah. Tidak buruk kok di tempat kedua” ujar Minji tadi pagi ketika aku mengabarkan tentang kegagalanku di olimpiade kemarin. Aku tetap merasa gagal. Aku tidak berhasil memenangkan olimpiade itu. Aku tidak berhasil memenangkannya untuk Chanyeol sunbae.

“Gagal kan?” ujar seseorang dengan suara berat yang sangat kukenal. Aku menolehkan kepalaku ke sumber suara dan menemukan Chanyeol sunbae sedang bersandar di rak buku besar yang ada di perpustakaan ini. Di telinganya terpasang headset dan matanya menatap ke arahku. Aku menundukkan kepalaku serendah-rendahnya. Aku sungguh tak ingin bertemu dengan Chanyeol sunbae. Aku malu sekali saat ini.

“Tempat kedua ya? Tidak buruk sih, tetapi tetap saja gagal. Sudah kubilang menyerah saja, tidak percaya..” ujar Chanyeol sunbae sambil berjalan ke arahku. Aku menyandarkan punggungku ke rak buku sambil terus menundukkan kepalaku. Chanyeol sunbae bersandar di rak buku di depanku dan kurasakan matanya sedang menatapku. Ia pun menghela napas.

“Sudah kuduga akan jadi begini. Kau bahkan tidak bisa memenangkannya untukku” ujar Chanyeol sunbae yang sukses menohokku. Ternyata semua memang tak semudah yang diucapkan. Aku sangat bersemangat saat olimpiade kemarin karena banyak orang yang mendukungku. Tetapi saat aku tahu aku kalah, rasanya seperti dicabik-cabik. Aku sudah mengecewakan banyak orang. Sebulir air mata pun jatuh ke pipiku. Aku rasanya sangat kecewa. Kecewa pada diriku sendiri.

“Bagaimana dengan taruhan kita?” ujar Chanyeol sunbae. Yaah, janji adalah hutang. Aku sudah berjanji akan mengabulkan apapun yang Chanyeol sunbae inginkan, maka aku harus menepatinya.

“Aku sudah berjanji, maka harus kutepati. Aku akan mengabulkan apapun yang sunbae inginkan” ujarku sambil menyeka air mataku.

“Apapun?” ujar Chanyeol sunbae sambil menegakkan tubuhnya. Aku menganggukkan kepalaku dan masih tetap menunduk. Kulihat kaki Chanyeol sunbae bergerak. Melangkah. Mendekat ke arahku perlahan-lahan. Aku mengangkat wajahku. Apa yang dia inginkan?

“Apapun?” tanyanya lagi sambil menatap mataku tajam dan melangkah semakin dekat denganku. Jantungku mulai kumat lagi, detaknya berpacu tidak karuan saat jarak antara kami sudah cukup dekat untuk mencium wangi vanilla tubuhnya.

“Iya, apapun” ujarku sebisa mungkin membuat suaraku terdengar normal, tidak terdengar seperti orang yang hampir mati kesulitan bernapas. Chanyeol sunbae merendahkan tubuhnya dan mensejajarkan pandangan kami.

“Jadilah yeojachinguku” ujarnya sambil menatap mataku. Dadaku sesak, jantungku rasanya berhenti berdetak. Aku tidak salah dengar kan? Park Chanyeol sunbae yang sangat kusukai memintaku untuk menjadi yeojachingunya? Rasanya aku ingin meledak karena rasa senang yang membuncah. Tanpa kusadari, air mataku turun lagi. Dan aku mengangguk dengan mantap dengan senyuman yang terkembang di bibirku.

“Aku tak pernah menerima penolakan” ujar Chanyeol sunbae sambil tersenyum. Tangan besarnya menggenggam tanganku. Rasanya sangat nyaman dan sangat melindungiku. Chanyeol sunbae menatapku. Oh! Tatapan itu lagi! Aku pasrah, sebentar lagi aku pasti akan membeberkan semuanya.

“Saranghae, sunbaenim” ujarku pelan. Wajahku terasa panas, pasti warnanya sudah semerah tomat saat ini. Chanyeol sunbae tersenyum.

“Panggil aku oppa..” ujar Chanyeol sunbae sambil mempererat genggamannya di tanganku. Aku mengalihkan pandanganku dari matanya. Aku malu, wajahku pasti merah sekali. Chanyeol sunbae mengangkat daguku hingga pandangan kami bertemu.

“Oppa..” ujarku pelan ragu-ragu. Chanyeol sunbae tersenyum dan mengangguk pelan. Chanyeol sunbae menyentuh pipiku. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku memejamkan mataku ketika kurasakan napas Chanyeol sunbae di wajahku.

“Ya! Jangan lakukan itu disini!” Aku terkejut ketika penjaga perpustakaan memergoki aku dan Chanyeol sunbae. Chanyeol sunbae tertawa dan segera menarik tanganku menjauh. Aku benar-benar bahagia sekarang. Aku tak menyangka kalau cintaku terbalas. Dan aku, yang dulunya tidak tertarik pada EXO, sekarang menjadi fans nomor 1 dari EXO terutama Chanyeol oppa! J

END

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaa selesai juga hahahaaha. Makasih ya buat admin yang udah mau publish ff gaje ini. Makasih juga buat readers yang nyempetin baca. Kamsahamnidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

Iklan

65 pemikiran pada “Saranghae, Sunbaenim! (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s