Why Did I Fall in Love With You? (Chapter 2)

author : Delanika

genre: tragedy and romance .

cast :

-Byun Baekhyun

-Lee Soa

(other cast cari sendiri yak ^^)

Rate : PG15

Length : multichapter.

summary : pertemuan antara malaikat yang menyukai manusia dan seorang gadis yang tidak percaya akan malaikat~

message from author : Chapt 2!! Enjoy yaaah! Disini udah keliatan ceritanya gimana 😀 hehe~ mungkin bakal banyak typo, mianhaee~ 🙂 Ohya, ini hanya FF! Jangan dianggep serius yah, ga mengandung unsur SARA kok, tenang aja! 😉 mianhae yah reader, aku lama bikin chapt 2nya, soalnya aku bingung mau dilajutin kayak gimana ><

Episode 2 *berasasinetron*

-Lee Soa POV-

“HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! SIAPA KAU?! KENAPA KAU BERSAYAP?!! KENAPA KAU JATUH DARI LANGIT?!!”, teriakku ketakutan.

Seketika manusia yang terlihat bukan seperti manusia yang bersayap itu memasukan sayapnya.

“Ah? Masasih? Mana sayapku? Mana mungkin manusia punya sayap? -_-“ , bentaknya.

Eh apa-apaan ini?! Sungguh! Aku melihatnya! Sungguh! Aku benar-benar melihatnya!! Dia mempunyai sayap!!

“Ya!! Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kok! Kalau kamu tadi mempunyai sayap!”, bantahku.

“Ani, aku tidak mempunyai sayap. Mungkin kau salah liat, lupakan sajalah, mana mungkin manusia punya sayap?”

Hmm, mungkin dia benar, aku yang salah liat. Soa pabo! Memangnya ada manusia punya sayap? Kan hanya malaikat saja yang punya sayap. MWO?! Malaikat? Akukan tidak percaya sama yang namanya malaikat! Huh! Brarti mungkin dia memang benar-benar manusia.

“Mianhae yah, soalnya tadi aku panik sekali-,-“ .

“aah, gwenchana, aku memakluminya kok. Aku Byun Baekhyun.”

Omoo! Dia tersenyum! Cute sekaliiii, ah, dia juga tampan. Benar-benar seperti malaikat!! Eh? Akukan tidak percaya sama malaikat-,-

“halllooo~”, katanya sambil melambaikan tangannya ke mataku.

“Eh, mianhae aku melamun. Lee Soa.” Ahhh, mukaku pasti sekarang memerah. Eh, tunggu-tunggu.

“Ya!! 5 menit lagi bel masuk sekolah berbunyi!!”, teriakku panik.

“Tutup matamu!”, perintahnya. Perintahnya sedikit aneh.

“He? Untuk apa?-_-“ , tanyaku kebingungan.

“Sudah jangan banyak biacara, tutup saja matamu. Oh ya, sekolahmu dimana?”

“Di dekat sana.”, tunjukku ke sebuah toko.

“Oke! Cepat tutup matamu!”,

Akhirnya aku menutup mataku. Hatiku bertanya-tanya, apa yang ingin dilakukannya?

“Sampai!!” , teriaknya.

WHAT?!! Bagaimana bisa?!! Ah sudahlah tak usah dipikirkan, aku harus segera masuk ke kelasku.

“Gomawo, aku mau masuk kelas dulu. Annyeong.”

-Baekhyun POV-

Aku ke bumi! Asyiiiiik, aku bisa melihat manusia-manusia yang lucu dan imut-imut seperti boneka itu.

Aku diangkat jadi malaikat(?) karena sewaktu aku hidup di dunia, aku banyak berbuat baik. Aku meninggal karena minuman dan makananku diberi racun oleh musuh dalam selimutku. Jahat sekali dia. Tapi tak apalah, maafkan saja, toh, sekarang aku jadi malaikat. Huehehe~

Aku ditugaskan dari atasanku(?) untuk membuat Lee Soa percaya dengan adanya malaikat. Tapi, aku sedikit ragu untuk mengerjakan tugas ini. Mengapa? Karena aku malaikat yang ceroboh-,- aku takut membuat kesalahan besar yang membuat Lee Soa benci padaku.

Sekarang aku jadi manusia untuk 6 bulan. Yap! Waktuku hanya 6 bulan untuk membuat Lee Soa percaya akan adanya malaikat.

Oke! Aku akan berusaha! Tapi, aku harus cari tempat tinggal dulu untuk aku tempati selama 6 bulan.

7 jam kemudian……

Ya!! Sudah 7 jam aku berkeliling-keliling, tapi aku belum juga menemukan tempat yang cocok untuk aku tempati. Bagaimana ini? -,-

Aha! Aku tau!! *cling cling cling*

Akupun balik ke sekolah Soa itu, untuk menemukan Soa.

Itu dia! Akhirnya aku menemukannya juga!

“Soaaa~” , sapaku.

“Ne.”, jawabnya singkat dengan wajah membelakangi tubuhku.

“Bolehkah aku menginap di rumahmu?”, tanyaku dengan sangat memohon.

-Soa POV-

“Bolehkah aku menginap di rumahmu?”, tanya orang yang menyapaku tadi dengan nada sangat memohon.

Akupun membalikan wajahku, untuk mengetahui siapa orang yang memohon itu.

BAEKHYUN?! MEMOHON TINGGAL DIRUMAHKU?! Bagaimana ini? Aku saja baru mengenalnya, aku bolehkan atau tidak ya? Tapi, nampaknya dia bukan nappeun namja. Aku bolehkan sajadeh.

“Soaaa~ Kamu sering sekali melamun, apa hobi mu itu melamun ya?”, tanyanya dengan nada yang sedikit mengejek.

“Ani, aku hanya sedang berpikir saja, harus membolehkan atau tidak membolehkanmu menginap dirumahku.”, jawabku.

“Jadi jawabannya?”

“Kau tidak boleh!”

“Ya!Pelit sekali kau, ayolaaah~”, rengeknya.

“Maksudku, kau tidak boleh menginap di rumah orang lain, HAHA”, ejekku.

“Dasar kau ini!”

“Kajja! Ayo kita pulang!Aku ingin merebahkan badanku di tempat tidur, aku ingin cepat-cepat pulang mumpung aku tidak ada adwal untuk menyanyi di cafe”, ajakku untuk pulang, supaya tidak telat sampai rumah.

“Ayo!”

Di perjalanan pulang….

“Kau mau berapa hari menginap di rumahku?”

“6….”

“oh, 6 hari? Tidak begitu lama! Oke”, kataku memotong memotong pembiacaraannya.

“Kau ini! Aku belum selesai bicara tau! Aku mau menginap selama……”

“6 Tahun?!! Itu lama sekali kau tau!”, kataku memotong pembiacaraannya lagi.

“Ihhh!! Kau ini memang benar-benar menyebalkan-,- bukan 6 tahun tapi hanya 6 bulan.”, katanya dengan nada yang meninggi yang artinya dia sediki marah, karena pembiacaraannya aku potong terus.

“He? 6 bulan, lama sekali. Kenapa selama itu?”, tanyaku heran.

“Hmm, aku ada tugas.”, jawabnya singkat.

“Tugas apa? Selama itukah??”

“Ya, sudah, jangan banyak tanya deh.”

“Oke, aku mengerti. Ngomong-ngomong, kau bukan orang sini yah? Wajahmu sama sekali tidak menunjukan bahwa kau orang sini.”

“Ne, aku bukan orang sini. Rumahku di Busan.”

“Oh, ne-ne. Sudah sampai nih! Ayo kita masuk!”, ajaku.

“Eh, tunggu, nanti apa yang aku katakan pada ummaku?”

“Bilang saja, aku ini temanmu yang sudah lama sekali tidak bertemu, dan bilang juga, aku diberi tugas, yang tugasnya selesai dalam 6 bulan. Gampangkan?”

“Rumahku kecil, mungkin jelek juga.”, kataku sambil menunduk.

“Gwenchana, yang penting aku bisa tidur nyenyak!”,katanya sambil tersenyum, aku membalas senyumnya.

Orang ini tampan dan imut sekaliiiii. Baik pula, aah, lama-lama aku bisa jatuh cinta padanya nih.

“Yasudah, ayo masuk!”

“Ne.”

Di dalam rumah….

“Aku pulaaaaaaaaaaaaaaaaang~!!”

Umma pun datang menghamipiriku dan seperti yang kuduga, dia menanyakan siapa namja yang disebelahku ini.

“He soa, namja yang disebelahmu itu siapa?”, tanya ummaku.

“Oh namja ini… Dia Byun Baekhyun, teman lamaku. Dia ke sini karena ingin mengerjakan tugas tentang kota ini. Dia akan menginap dirumah kita selama 6 bulan, karena tugasnya memang cukup banyak.”, jelasku panjang lebar.

“Annyeong haseyo. Baekhyun imnida.”,katanya sambil membungkukan badannya.

“Oke, baiklah, 6 bulan? Apa tidak cukup lama?”, tanya ummaku lagi.

“Ani, soalnya tugasnya memang diberikan waktu 6 bulan.”, jawab Baekhyun.

“Haha, untuk namja cute sepertimu jadi aku ijinkan untuk menginap disini. Mianhe, kalau rumahnya kecil.”

Omo-omo! Ummaku kok mendadak bertingkah manis seperti ini? Andwe! Jangan bilang ummaku jatuh cinta padanya, ih, tidak akan -_-

“Yasudah umma, aku ingin menunjukkan kamarnya dulu.”, kataku singkat.

“Kamshamnida karena umma telah membolehkanku menginap disini.”, katanya sambil tersenyum manis.

“Cheonma.”, ummaku membalas senyumnya.

-skip-

“Di sini kamarmu. Semoga kau nyaman.”

“Pasti aku akan nyaman. Gomawo Soa.”

-Baekhyun POV-

Aissh,bokongku sakit! Kenapa tadi aku mesti jatuh sih? Kan jadi repot! Sekarang bongku jadi sakit seperti ini kan?!

Kemampuan terbangku memang masih buruk. Tapi, tadi aku kira, seburuk-buruknya aku terbang, aku tidak akan jatuh, paling hanya berbelok-belok(?). Ah! Aku tau, sayapkukan lagi tidak boleh dipakai, karena sering berlatih terbang, sayapku jadi luka. Aku memang ceroboh! Lebih baik aku mandi saja dulu. Em, pakaianku bagaimana ya? Ah, aku tau! Aku akan minta tolong D.O untuk membawakan pakaianku ke sini.

– Soa Pov-

Panas sekali di kamar ini, lebih baik aku keluar untuk mengeringkan keringatku yang sudah banjir(?)

Di luar rumah.

Eh? Ada apa ini? Kok ada paket? Di sini bertuliskan untuk Byun Baekhyun. Lebih baik aku langsung memberikannya.

“Tok-tok-tok”

“Baekhyun! Ada kiriman untukmu!”

Kok tidak ada jawaban? Mungkin Baekhyun sudah tidur. Lebih baik aku meletakan paket ini di mejanya.

-Baekhyun POV-

“clek!”

Bunyi pintu terbuka. Ah, paling si D.O mengantarkan pakaianku. Lebih baik aku keluar. Eh, lilitkan dulu handuk di bagian pinggul.

 

“D.O!! Mana pakaianku?”,kataku setengah teriak.

“KYAAAAA!!!!”

-TBC-

TBC! Gimana? Bagus? Atau jelek? Atau bagaimana? Comment yah reader! Don’t be silent reader! Hehe, perasaan, TBCnya pas Lee Soa teriak mulu, hehe~ Gomawo readers, udh mau baca 😀


14 pemikiran pada “Why Did I Fall in Love With You? (Chapter 2)

  1. kkkkkkyyyyaaaa DAEBAK THOOOORRRRR!!!!!
    tapi ini kependekkan ga sih thorrrr ????
    si bacon agak gaa tau diri ya #kkkkkk
    masa nginep dirumah orang sampe 6 bulan #kkkk #minta ditabokin
    pokoknya next chapnya dipercepat ya thoooorrrrr ^^
    author saranghae *chu*
    hwaiting thorrrr!!!

Tinggalkan Balasan ke DLNKOTC♚ (@delanikaotc) Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s