Celebrity Oppa (Chapter 2)

Cast:

Kim Su Ah

EXO-K SuHo

And EXO boys ofc

Author: rollingkris (@iDoKyungSoo)

Genre: Romance, Humor, Friendship

Rating: General

Length: Chapters

» The Cuap-Cuaps »

Hello semuanyaaaaaa!!!! Gue balik lagi, dan gue harap gak ada yang langsung muntah begitu ngeliat nama gue muncul. Hahaha. Sekarang,,, gue mau mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pembaca dan pengkomen Celebrity Oppa. GUE CINTA SAMA LU LEBIH DARI CINTA GUE SAMA D.O. Ergh.Gombal.Author gilak. Tapi bener yah, kalao gue kaya raya,,, mungkin gue akan beliin semua pengkomen di FF gue ini masing-masing dua album MAMA yang EXO-M dan EXO-K. Kalau.Gue.Kaya.Raya. Jadi jangan berharap banyak sama author dorky ini, mau beli album MAMA yang EXO-M aja masih musti nabung dan puasa duluan. Cih dompet dalam sakratul maut.Hahaha. Jadi sekali lagi terima kasih sama semua pembaca dan admin yang ngerilis FF gue, siapa pun kalian, niscaya anda akan mendapatkan bias anda di masa depan. Cuih…..
Jadi segeralah baca FF gue supaya itu terjadi. AMIINNN

« End of Cuap-Cuap «

Part 2 – I Can’t Get Any Closer.
Su Ah POV

Tok tok tok..

“Su Ah ssi? Annyeong!”

Suara Suho..Ah .. Dia datang..Segera bayangan-bayangan buruk tentang tubuhnya tadi siang kembali menghantuiku.Tapi aku segera menggeleng kemudian menyadarkan diri.

“Eo.. Ne, Suho ssi annyeong..”Kusapa Suho yang kepalanya sudah menyembul di balik pintu kantorku.Ia  pun masuk, berjalan mendekatiku.Di bahunya tersampir ransel MCM.Memang gayanya keren, tapi entah kenapa wajahnya seperti mau menangis saat sudah di depanku. Kemudian mulailah ia curhat.

“Aku mau mengukur celana ku! Aku bersumpah kalau aku bertambah tinggi, tapi bocah-bocah itu tidak ada yang percaya! Menyebalkan.”Suho melepaskan ranselnya kemudian melemparnya begitu saja ke lantai.Aku menyeringai padanya.

“Tapi kau memang pendek ya, Suho.Beda kita hanya 5cm mungkin?”

“Hyaaa kenapa kau juga?!Harga diriku!! Oh harga diriku! Eishh..”

Suho memonyongkan bibirnya -yang entah bagaimana bisa merah sekali.Apa lipstiknya masih belum hilang? Bibirnya… Membentuk huruf O, kemudian kembali membentuk huruf U dari senyumannya. Bibirnya tipis tapi sangat manis.. Eh. Apa yang otak mesumku ini pikirkan?!! Kuteguk ludahku kemudian dengan agak-agak gugup menyuruhnya berdiri di posisi yang tepat/

“Ehm..Suho ssi, berdirilah yang tegak, aku akan mulai mengukurmu, oke?”

“ne..”

Aku mengambil meteran ala penjahit dan memulai pengukuran ini.Kulirik Suho sekilas, dan dia ternyata sedang tersenyum padaku.Senyumnya itu sangat tampan dan tulus, hingga matanya ikut menyipit seakan ikut bahagia. Oh tidak. Aku merasa tubuhku panas dingin.Namun kugigit bibirku, berusaha profesional dan mulai mendekati pria itu pelan-pelan. Sebisa mungkin mataku tidak memandang matanya lagi, bisa-bisa aku pingsan..

Akhirnya dengan meteranku, kulingkari pinggang Suho.Tangan kananku menyodorkan ujung meteran pada tangan kiriku, terasa seperti aku sedang memeluk Suho.Wajahku tepat berada di dada Suho. Oh, jantungku hampir meledak keluar..Aku melirik Suho dan agak terkejut dengan jarak wajah kami berdua yang sangat dekat.

“W-wae..?” Suho bingung melihatku meliriknya seperti itu.

“a-ani..” jawabku. Kulepaskan pengukur dari pinggang Suho dan mencatat angkanya.Semuanya kulakukan dengan tangan bergetar.Ish kenapa aku harus gugup sih?Bukannya aku sudah biasa mengukur tubuh model-modelku???Aku menenangkan diriku lagi kemudian melanjutkan pekerjaanku. Selanjutnya… Paha..Bagus.Sangat bagus.Aku kembali gugup dan malah melihat Suho takut-takut.Dia sedang memperhatikanku, masih kebingungan dengan sikapku.

“Hyaaa kenapa tidak dilanjutkan?Ayo, aku banyak jadwal malam ini.”Suho mengernyit dan mengetuk-ngetukkan kakinya dengan tidak sabar.

“Iya, iya..”Kuambil lagi meteranku dan akhirnya kulingkari di kaki Suho. Kali ini kepalaku berada tepat di samping….. Kau tau apa itu. Wajahku pasti sudah sangat merah padam karena rasanya panas sekali di pipiku.

“A-apa kau merasa tidak nyaman? Maaf tapi ini prosedurnya..” ujarku pada Suho.

“Nyaman kok…”

Aku menaikkan alisku pada jawaban Suho yang aneh.

“Eh? Haha.Maksudku tidak tidak nyaman. Hehe..”Suho tertawa garing.

BRAAAK.

Pintu terbuka tiba-tiba lagi, membuatku dan Suho melonjak kaget.

“..Kenapa?Kalian tidak percaya?Aku dengar Joon Myun ada disini!” suara dari luar terdengar dan satu member EXO muncul.

“Eo! Majayo! Itu Joon Myun hyung….” satunya lagi datang sambil menunjuk Suho.Dan detik berikutnya, mereka melihatku sedang berjongkok di bawah kaki Suho.

“OMO COORDI DONGSAENG!!!”

Aku melotot. Ini bukan pose yang baik!

*

SuHo POV

“Hyung!Dia itu seumuran Sehun kau tega sekali memaksanya melakukan ini dan itu!”Baekhyun mulai berceloteh.

“Heh apanya yang melakukan ini dan itu! Aku tidak memaksanya melakukan apa pun! Ini murni karena dia harus mengganti ukuran celanaku.” aku menjitak anak berisik itu kemudian kembali menatap keluar jendela mobil.

“Hyung tapi kalau kau tidak memaksa gadis itu melakukan.. ‘ini dan itu’, kau akan terlalu sempurna!” Kali ini si Xiumin yang bertingkah.

“yak aku tidak melakukan apa-apa!!!”

*

Besoknya di dorm EXO-K..

“Astagaa… Aku bisa mati… Kaki-kaki jenjang itu…”

“Pinggulnya seksi… Ah! Bunuh aku, Chanyeol! Bunuh aku! Aku tidak tahan lagi!”

Dari sofa aku mengintip tontonan dua kutu BaekYeol itu. Mereka menonton run away musim panas, yang berarti menunjukkan koleksi bikini. Dasar.Seperti remaja baru puber saja.

“D.O.!!Kenapa kau diam di pojokkan?! Cepat kesini kau tidak mau melewatkan tontonan setiap musim panas kita kan?!” Baekhyun menarik D.O. yang tadinya sedang main handphone.

“Ah tidak!Jangan, jangan keluarkan yang warna kulit!” jerit Chanyeol.

“Aaaa!!! Imajinasikuuu!! Imajinasiku!”Baekhyun menggoyang-goyang badan Chanyeol dan Chanyeol mulai berteriak sambil menjenggut rambutnya sendiri.Tepatnya, lebay.

“ISH!!!Apaan sih ini dasar mesum!!”D.O. yang memng sedikit lebih waras dibandingkan mereka itu menjitak kepala BaekYeol dengan remote kemudian dia kembali ke asalnya.Kemudian BaekYeol nurut, mereka memutuskan untuk menghentikan gejala autisme mereka sejenak.

#Inilah perancang kita, Kim Su Ah dari Korea Selatan!!

Lahir dan besar di Paris, ini akan menjadi run away terakhirnya sebelum dia pindah kembali ke Korea. Beri tepuk tangan untuk Kim Su Ah! Dia si bunga cantik yang baru mekar! #

Aku tercengang seketika saat aku mendengar nama Su Ah, dan yang muncul memang..

“OMO ITU COORDI DONGSAENG!!!”

*

Su Ah POV

Aku duduk termenung di kursiku sambil memandang laptopku bosan.Semua desainku sudah selesai dikerjakan, tinggal diserahkan pada penjahit.Jadi sekarang, aku menganggur lagi.

Hmm. Mungkin ada baiknya aku mencari tahu lebih banyak soal EXO.Kubuka internet dan mencoba mencari biodata EXO.

Yang pertama, Kai. Ah.. Ini si kloningan Taemin! Nickname: Dancing machine, sleepy head. Oh astaga kenapa dia harus dinamai sleepy head? Apa dia tukang tidur? Pemalas?Hmm. Tapi emang dia agak malesin sih. /gampar/

Yang kedua, Luhan. Nickname: Bambi. Eh? Bambi?Bukannya itu rusa yah? Rusa yang sebatang kara itu loh… Ah, tapi Luhan emang mukanya selalu ngenes, kayak gampang dizolimi gitu ekspresinya.

Yang ketiga.. SuHo..Dia leadernya EXO-K.Aku terdiam sebentar untuk memperhatikan fotonya.Woaah.Ternyata.Di balik tubuh anak-anaknya dia memiliki jiwa dewasa.Nyiahaha.

Nickname: 2nd Siwon.

?! 2nd Siwon?!Aku teringat pada bias keduaku.Kemudian aku kembali mengcompare Suho dan Siwon dan aku menemukan perbedaan mereka. Yang sama sekali gak ada mirip-miripnya. Tinggi mereka.Siwon dan Suho beda jauh! Yah.. Kecuali absnya.. Ehm.. Sama-sama..Sexy… Apalagi ketika sedang berkeringat.. Kulit putihnya bersinar-sinar.. Kalau disentuh seperti apa ya…?

KYAA. APA YANG BARUSAN OTAK GILAKU BAYANGKAN?!? Rasanya aku merinding -_-

Ah sudah lanjut saja.

Keempat, Kris. OMO. Tampan sekali!! Apa-apaan mukanya ini! Dia juga adalah leader EXO-M! Oh no, aku harus bertemu dengan yang satu ini, kemudian menjadi tunangannya, menikah, dan punya 5 anak! O_O

Hii.Begini rasanya kalau punya otak bejat.

Kemudian ah..baru berapa menit aku membaca biodata mereka dan aku sudah hampir mati kebanyakan berspekulasi. Mungkin lebih baik jalan-jalan saja..

Aku pun berdiri dan keluar dari ruanganku, mau jalan-jalan sendiri.Atau mungkin mencari letak my baby Sungmin dan baby Taemin ku berada? Boleh banget….

Aku pun berjalan mengelilingi gedung SM yang sudah kuduga, luas sekali.Iya sih, emang ga tanggung-tanggung artisnya aja ada 50-an, belum staffnya bejibun.Jadi sudah pasti harus sebesar ini gedungnya.

“Iya, saya pasti menghadiri acara anda malam ini.”

“Nona BoA ada telpon dari direktur SBS.”

Rombongan besar lewat di sebelahku dan aku sadar itu adalah BoA. Wah.. Dia memang keren..

Penasaran, aku mengikutinya saja, mau tahu seperti apa sih BoA. Dia terlihat sangat sibuk, handphone selalu di telinganya sementara managernya mengelilinginya, mengatur schedgulenya.

“Heh. Kau si coordi dongsaeng kan?” seseorang menggenggam tanganku tiba-tiba. Aku kaget, kutatap orang yang menghentikanku, siap mengayunkan tinju. *eaa serem*

“Sedang apa di wilayah sini?” pria itu tinggi sekali, hingga aku harus menenggakkan kepalaku untuk meelihatnya.Tapi aku tidak mengenalnya.Tapi aku seperti pernah melihatnya dimana.Tapi aku malas berpikir. Tapi aku /bakar/

“Kau…”

“Kris. Kau masih belum ingat?” tanya pria itu, tanpa senyum sedikit pun di wajahnya yang sehalus porselen, sedingin vampir.Mengerikan.

“Ah! Iya! Hehe.. Aku sebenarnya belum begitu hafal kalian semua, jadi maaf ya..” jawabku bimbang. Habis dia itu mengerikan sekali.Tapi by the way, dia lah Kris yang ingin kujadikan ayah dari anak-anakku.Hahaha.

“hm. Nanti juga hafal kok. Tapi kau harus mengingatku lebih dari yang lain, arraseo?” Kris menunjukkan smirknya dan karena terpesona, aku jadi mengangguk saja.

“Kau suka kopi?Ayo kita minum kopi dan mengobrol bersama.” aku mengangguk lagi hingga akhirnya mengikuti kemana Kris pergi.

“Sepertinya aku tertarik padamu.” ujar Kris sambil menyodorkan segelas americano padaku.

“Tertarik?Kalau begitu aku juga!”Kris hampir memuncratkan minumannya.

“Wae?” tanyaku, kutepuk juga punggungnya.

“Kau, jujur sekali..”Kris tersenyum. Jih! Kenapa ketika dia tersenyum, manis dan tampan sekali!!

“Eiyy. Itu sama saja kan dengan I love you? Hmm.I love you Kris!” celetukku.Dan kopi Kris benar-benar muncrat kali ini.

“Kenapa? Aku sering mengucapkan itu pada teman-temanku..”

“Dan teman-temanmu orang?”

“Prancis.” jawabku singkat dan keajaiban apa lagi Kris kini tertawa tergelak-gelak. Maksudku, beneran, dia bahkan memukul-mukul mejanya karena geli. Agak-agak alay untuk ukuran orang ganteng kayak dia. Lumayan bikin illfeel sih.

“Su Ah ssi..Budaya barat dan timur sangat berbeda kau tau?Disini kau tidak bisa sembarangan mengatakan ‘aku cinta kamu’ kecuali kamu benar-benar mencintainya.” jelas Kris.

“Oh… Hya! Kalau begitu, yang tadi aku ucapkan itu tidak benar!”

“Iya, iya, aku tau.Tapi aku berharap itu benar.”Kris memberikanku senyum simpul kemudian menghirup kopinya lagi.Aku memandangnya bingung tapi kemudian hanya menganggap ucapannya itu angin lalu.Masih illfeel.

“Eum..Kris ssi?”

“Ya?”

“Apa kau tau alasan kenapa coordi noonamu yang lama mengundurkan diri?” tanyaku, mengingat alasan yang diberikan Ji Hyun itu agak-agak aneh kecacat-cacatan.

“Ah..Itu. Coordi noona..Punya hubungan dengan Suho hyung.”

Glek.

“MWO?!!!!”

*

 

Suho POV

“Tipe kesukaanmu itu para coordi ya?Kemarin Baekhyun hyung dan Xiumin hyung cerita padaku soal kau dan coordi kita yang baru.Katanya posemu hot sekali.”Aku sedang duduk di ruang rekaman, melirik Sehun.

“Yeish!” kutarik magnae itu dan kuacak-acak rambutnya.”Hyaa hyungnim!”

“Haha.. Jangan percaya apa yang dikatakan si bakpao maupun si daging babi asap, mereka comel sekali.”

“Tapi hyung..Bagaimana ya kabar coordi noona?Apa dia sudah baik-baik saja sekarang? Kau tidak khawatir padanya, hyung?”

Aku memandang Sehun sebentar lalu ganti memandangi kaca pembatas ruang rekaman.

Tentu saja.. Aku sudah membuatnya dikeluarkan..Merasa tolol sekali saat itu karena aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hh… Aku ingin sekali melihatnya lagi, Sehun.. Memeluknya dan mengatakan padanya kalau aku akan tetap bersamanya. Tapi dia menghilang entah kemana..”

Sehun memandangku nanar, dia menepuk-nepuk punggungku.

“Kalau kalian memang berjodoh, pasti ketemu lagi kok.”Sehun tersenyum dan aku hanya mendesah.

“Hope so..”

“HEY KAWAN HEY HYUNG!” suara berisik khas lagi, datanglah si kutu BaekYeolD.O.

“Heh kau daging babi asap! Kau menggosip apa hah? Sini kau!”

“Kyaaaa Yeolli! Tolong! Kyaaaa!”Baekhyun lari keluar dari ruang rekaman sementara aku di belakangnya, mengejarnya.

“Hyung hati-hati nanti osteoporosis kalau lari-lari seperti ini!”

“mwo?! Maksudmu aku ini tua?!Yak kau harus kupites kali ini!”

“Nyahahahaha!!”

Aku terus mengejar si Bacon hingga aku melihat Kris dan coordi dongsaeng, Su Ah.Berjalan berdua, dengan senyum lebar.Seperti sangat akrab.Entah mengapa langkahku berhenti begitu saja.Kupandangi Kris dan Su Ah dari belakang.

Seiring dadaku terasa sakit.Bukan, bukan cemburu. Tapi.. Terasa seperti de ja vu. Aku dan coordi noona.

“Hyung! Hosh hosh..Hyung neo wae gurae?!Yaaa aku hampir mengunci diriku di kamar mandi tapi ternyata kau tidak mengikutiku!”Baekhyun bersandar di bahuku, kelelahan.Tapi aku tidak menggubrisnya, aku masih memandangi Kris dan Su Ah.

“Ish hyungnim!Gwaenchanayo?!!”

“ah.. Ne.. Gwaenchana..”

*

Usai rekaman, aku masih merasa lesu. Member yang lain, seperti biasa tetap ceria, aku jadi merasa sendiri..Aku pun memutuskan untuk keluar dari tempat ini, pergi ke tempat yang sepi mungkin lebih baik.

“Hyung, mau kemana?”D.O. menahan tanganku.

“Toilet.” ujarku lembut sambil tersenyum, kemudian pergi.

Aku tidak tahu mau kemana, hari sudah malam dan gedung SM sudah sepi.Pergi kemana kakiku membawa saja.

Ruang Pakaian EXO.

Aku mendesis tapi aku tetap masuk ke dalamnya.Kunyalakan lampunya dan tampaklah gudang pakaian kami.Berantakan, eh?Akan kurapikan.

Aku berjongkok dan mulai memilah tumpukan pakaian di lantai.

“Omo Joon Myun..Kau baik sekali.”

“Hehe..Untuk coordi noona!”

“Hihi kau manis sekali Joon Myun!” Jae Sun mencubit pipiku tapi aku menahan tangannya di pipiku.

Jae Sun terlihat kaget dengan apa yang aku lakukan.

“Jangan menganggapku adikmu lagi, kau hanya satu tahun lebih tua kan?”

Aku tersenyum sambil kucium lembut tangannya.

“Jangan bersikap formal..Kau tau? Aku mencintaimu..” kuraih dagu Jae Sun dan aku.. Mencium bibirnya..

Aku berhenti bekerja. Kenangan sial itu lagi..

“Aku akan mencarimu Jae Sun. Asal kau tau.” ujarku pada diri sendiri kemudian kembali merapikan pakaian ini.

“eh? Su Ho ssi!”

Aku menoleh pada gadis yang muncul di ujung pintu.

“Eo Su Ah ssi..”

*

Su Ah POV

Malam ini, pekerjaan terakhirku cuma merapikan wardrobe EXO. Yah, mungkin akan berat karena sudah berminggu-minggu tidak dirapikan. Tapi biar saja lah.

Kubuka pintu ruang pakaian EXO yang ternyata sudah terang.Lalu aku sadar ada seseorang.

“Eh? Su Ho ssi!!” pekikku.Suho langsung melihatku.Aku kaget luar biasa melihatnya sedang duduk di lantai.

“Eo Su Ah ssi..” sapanya dengan senyum.

“Apa..Yang sedang kau lakukan Suho?”

“Merapikan..” jawabnya lagi. Aku menaikkan alisku, jarang sekali ada artis yang mau bantu-bantu begini kan?

“Sudah, biar aku saja, Suho.” aku duduk di sebelah Suho kemudian ikut memilah pakaian.

“Eiy kau, bukankah aku lebih tua darimu?”

Aku melirik Suho, dia sedang nyengir iseng padaku.

“Trus?”

“Ish..Panggil aku oppa.” jawab Suho.

“Oppa?Bukan ide bagus.Aku lebih suka… ahjussi.”

Suho tercengang, “hyaaa waeyo?!”

“umur kita terpaut lumayan jauh tau. Haha.Annyeong ahjussi!”

“ish! Jangan menyebutku ahjussi!”Suho sok ngambek tapi akhirnya tertawa hingga matanya hilang. Lagi-lagi, senyumnya yang menawan itu… Rasanya aku ingin sekali menyentuh wajahnya, dan merasakan seperti apa bibirnya.. Tapi aku akan langsung dipecat kalau berani melakukan hal-hal mesum begitu. Ish..

Aku pun kembali bekerja sambil berusaha sekuat mungkin menghilangkan imajinasi negatif itu.Haha.Hingga tiba-tiba aku merasa jemari Suho menyentuh tanganku. Benar, tanpa sengaja Suho bukannya menarik pakaian, ia malah menggenggam tanganku erat.

Aku membulatkan mataku memandang Suho, dia juga tampak kaget, kemudian dia buru-buru menarik tangannya sambil menunduk malu.Sentuhannya yang berhasil membuat otakku menjadi tolol selama berapa detik.Tuli dan bisu juga.Hanya mataku yang masih berfungsi, kupandangi Suho tanpa berkedip, dengan backsound detak jantungku yang luar biasa kencang dan cepat.Sementara kami berdua diam tidak bergerak, suasana menjadi canggung sekali.

“Ah.. Sudah jam segini..Maaf, tapi aku masih ada jadwal sekarang.Aku duluan ya, Su Ah.”Suho tiba-tiba berdiri kemudian dia pergi meninggalkanku begitu saja.Aku bahkan tidak sempat membalas ucapan selamat tinggalnya, aku tertegun melihatnya menghilang dalam sekejap.

Dan aku jadi teringat dengan ucapan Kris tadi siang..

Tentang coordi noona itu.. Dan.. Ucapannya yang lain..

“Su Ah, aku serius. Entah kenapa kau begitu menarik di mataku..”

*

Author POV

Su Ah berjalan pulang ke kost-annya dengan membawa backpack berisi kain-kain. Well, biarpun gadis itu adalah seorang perancang terkenal di dunia, dia lebih suka menjahit desaignnya sendiri daripada membuat jari-jari asing menyentuh hasil karyanya.

Dan gadis itu sebenarnya tinggal di kost-an sederhana, bukan apartemen apalagi kondominium. Dia..Meninggalkan Paris tanpa ijin orang tuanya.Baik, dia memang anak yatim, ibunya meninggal karena penyakit keras saat Su Ah masih kecil.

Akhirnya Su Ah tinggal bersama ayahnya di Paris hingga ia sebesar ini. Sayang, ayahnya itu pemabuk berat.Hingga Su Ah selalu kerepotan mengurus ayahnya. Otaknya yang jenius beberapa kali terhambat karena masalah ayahnya, tapi dia tetap menyayangi sang appa apa adanya. Hingga suatu hari appa nya dimasukkan ke panti rehabilitasi karena terlalu mencandui alkohol, Su Ah yang tadinya selalu menolak ajakan SM untuk bekerja pada mereka itu tidak tahan lagi akhirnya meninggalkan semua uangnya untuk ayahnya dan dia pulang ke Korea. Bekerja di SM.

Itu sebabnya Su Ah begitu sederhana, dia tidak mau berfoya-foya. Tinggal di kamar sempit dan terus bekerja hingga subuh..

Tok tok tok!

Goresan pensil Su Ah di buku sketsanya hampir melenceng saat pintu kost-nya diketuk keras.

“Ne nuguseyooo?”Su Ah membuka pintu dan nampaklah ahjumma pemilik kost-kosannya.

“Su Ah ya, ada seseorang yang akan tinggal di kamarmu juga..”

“ah? Jinjja??”

“Ye, ini, Kim Ye Jin.”

Su Ah melirik dan dia melihat seorang gadis manis dengan seragam SMA berdiri tepat di samping ahjumma.

“Annyeong haseyo, Kim Ye Jin ibnidaa.. Aku akan menjadi teman sekamarmu..”Ye Jin tersenyum dan mengetahui dia anak yang tampak baik, Su Ah merasa senang.

“Ne, silahkan masuk..”

“Maaf berantakan, aku akan merapikannya..”Su Ah tertawa kemudian dia buru-buru membereskan barang-barangnya yang dia tumpuk di tempat tidur sebelah.

“Boleh aku tahu kenapa kau tidak tinggal bersama orang tuamu, Yejin?” tanyaku sambil merapikan tempat tidurnya.

“Psst… Eonni, aku kabur dari rumah!” bisik Yejin.

“MWO?!Waeyo?!”

“habis kalau pulang ke rumah, ayahku akan selalu memukuliku.. Ibuku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Makanya aku kabur…”

“ASTAGA!BAGAIMANA BISA?!”Su Ah menghentikan kegiatannya sejenak dan memperhatikan anak gadis itu lebih jeli lagi.Memang benar, ada memar dimana-mana.Padahal Yejin ini cantik sekali.

“Aigoo.. Tenanglah, Yejin..Ada eonni disini, oke?Dan aku harus mengobati lukamu itu!”Su Ah mendesah. Entah bagaimana ia teringat akan masa kecil kelamnya ketika ia melihat Yejin.

“Haha.. Gwaenchana eonni..” ujar Ye Jin. Dia sedang menaruh tas-tasnya di pinggir tempat tidur.Hal paling pertama yang gadis itu lakukan adalah, mengambil sebuah tube, kemudian membukanya dan mengeluarkan sebuah gulungan kertas.

“Eh? Igeon mwoya, Ye Jin-a?Apa kau arsitek?”

“Haha aniyeyo, eonni.Ini poster!”Ye Jin mengambil selotip dan menempelkan poster itu di dinding sebelah tempat tidurnya.

“Kau tau EXO? Ah..Aku sedang jatuh cinta pada mereka eonni!”

Dan tentu saja, Su Ah melotot melihat 12 bocah yang sudah dia lihat satu minggu terakhir ini, terpajang di atas kertas itu.

“Lihat! Mereka tampan kan!?”

Su Ah nyengir penuh paksaan.Dia merasa dunia menjadi kecil. Andai gadis itu melihat secara langsung idolanya yang nyatanya semarak penuh kontroversi itu, pasti dia akan malu.

Su Ah POV

“Aku sukaaaaaa sekali dengan Kris!Kalau eonni?Yang mana yang eonni suka?”Ye Jin bersemangat sekali.

Karena aku tidak enak hati menghina idolanya, jadi lebih baik aku memilih saja. Kuangkat jariku dan dengan cap cip cup kutunjuk salah satu dari mereka.

“yang ini.” ujarku tanpa ragu saat lagu cap cip cupnya habis.

“Eo. Suho oppa! Pilihan bagus eonni! Dia juga bias keduaku lho!”

Hah? Aku memelototi pria yang kutunjuk itu. Iya! Itu Suho! Aish.Jari sial kenapa bisa-bisanya memilih dia??

*

Author POV

Di gedung SM, Su Ah sedang berjalan menuju ruangannya. Namun di tengah jalan dia bertemu dengan Baekhyun, Chanyeol, D.O. Dan ketiga pria itu tentu saja langsung sok manis di depan Su Ah.

“Ah, aku ingat kalian! Dari kiri.. Baekhyun, Chanyeol, dan D.O. Benar kan?” tanya Su Ah dan dijawab oleh anggukan lebay BaekYeolD.O.

“Kyaaa adik cantikku!Kau benar!” jerit Baekhyun.

“Suaranya sangat merdu ketika mengucapkan Chan… Yeol… kyaaaa!” lanjut Chanyeol sambil gebuk-gebuk manja bahu Baekhyun.

“hehehe. Coordi dongsaeng kami adalah fansmu!”D.O. juga ikutan bicara.

“iya, tau ga? Kami menonton summer run awaymu lho!”

“dan oh my god cantiknya!”

“Iya aku meminta Chanyeol untuk membunuhku saking indahnya. Dan sexy… Hahaha”

Su Ah tergelak mendengar celotehan tiga orang itu.

“Benarkah? Kamsahabnida..”Su Ah tersenyum sambil membungkuk.

“Aiiih Su Ah cute! Syupeo cutie cute ultra!”

“Lu ngomong apa sih DO.” Chanyeol nyikut D.O., dibalas mehrongnya D.O.

“Hey hey hey bocah kenapa bikin macet jalan hah?”

Mereka berempat menoleh ketika terdengar suara baru.

“Wuah Joon Myun hyung!” Baekhyun seperti biasa sok nemplok nemplok sama Suho.

“Baekki oke yah! Fix! Gue akan terus mencintai Kyung Soo!”Chanyeol ngerangkul D.O.

“Ih apaan sih lu lepasin ah!”

“ish! Anak norak malu-maluin!”Suho menggeplak kepala BaekYeolD.O.hingga ketiga anak itu langsung tutup mulut dan berdiri berjajar dengan rapi. Kemudian mata Suho menangkap Su Ah yang sedang memandangnya grogi. Mungkin karena masalah sentuhan kemarin, membuat mereka berdua menjadi canggung satu sama lain.

Suho jadi merasa tidak enak, tidak seharusnya ia membawa masalah pribadinya di masa lalu pada seorang polos seperti Su Ah. Setidaknya Suho ingin bicara dengan gadis itu lagi..

“Su Ah ssi?” Suho akhirnya memanggil Su Ah sementara gadis itu tampak terkejut ketika mendengar namanya dipanggil Suho.

“N-ne?”

“Aku masih jadi oppa-mu kan?”

“Mwo?Oppa katamu?! Hyaa Su Ah kami juga oppa! Oppa!”Baekhyun menepuk-nepuk dadanya sendiri.

“Hya cuma aku yang boleh dipanggil oppa.” celetuk Suho

“MWO?!Enak saja!”BaekYeolD.O. bersiap untuk protes tapi Su Ah menahannya.

“Hihi.. Gak kok, bagiku dia ahjussi..”

Suho ternganga.”MWO!!”

“Ahahaha! Ini dia si om Suho! Hai om Suho…” Baekhyun mulai iseng lagi.

“Ish! Dasar kau daging babi asap! Kesini kau!”

“Kyaaaa!Nyiahahaha!”

*

“Dengarkan baik-baik! Hari ini tim majalah Focus akan datang untuk wawancara dan pemotretan EXO-K! Stylist Kim dan tim dimohon berkumpul di ruang pakaian EXO untuk pengarahan!”

Manager hyung sedang berkoar-koar pada staff sementara EXO-K, mereka sibuk bersiap-siap untuk wawancara nanti. Banyak skrip yang harus dihafalkan.

“We are ONE! Annyeong haseyo EXO-K ibnidaa!”

Plaaak!

“aww! Kenapa Baekki dipukul?!” tanya Baekhyun.

“Lu ngalingin gue.Ayo ulang lagi.” kata Chanyeol.

“hah? Mana bisa begitu?! Badan juga tinggian elu Yeol, rambut juga gedean punya lu.”

“tapi lu nutupin baju gue, ini kan dibuat oleh Su Ah dengan penuh cinta disetiap jahitannya!”

“alah kebanyakan nonton spongbob lu!”

“hyaaa. Kaleman dikit kenapa sih kaya Sehun kaya Kai gitu, ga bisa diem deh lu berdua.” mama D.O. mulai gregetan.

“Ei sudah, ikutin apa kata D.O.” ujar Suho.

Dan akhirnya mereka pun latihan lagi dengan teratur.

Sementara itu, di balik sebuah tembok, bersembunyi Kris.Dia memandangi nanar pada seluruh kesibukan itu. Well, tampaknya dia jarang merasakan kesibukan seperti itu. Bahkan yang sekarang dia lakukan hanyalah melatih vokal dan dancenya lagi. Tidak terasa seperti sudah debut sama sekali, kecuali kenyataan bahwa dia sekarang memiliki luar biasa banyak fans.

“Kyyaa! Kau terlihat menyedihkan dduijang Kris! Astaga aku harus memotretmu sekarang dan menjadikanmu poster film ‘Hachiko’!!” tiba-tiba saja Tao sudah ada di dekatnya.

“Memangnya aku anjing hah?Bosan hidup ya Tao?”

“hahaha maksudku hyung jadi profesornya… Aish kenapa jadi membicarakan Hachiko..Hyung, kami akan mulai latihan dance lagi, ayo ikut!”

“ngg. Sebentar lagi, aku akan menyusul.” ujar Kris datar dan Tao pun mengangkat bahunya kemudian meninggalkan Kris.

Tap tap tap..

Kris menengok pada suara langkah yang terdengar aneh. Dari belakangnya, seorang gadis tampak kerepotan membawa tumpukan baju, tas, dan kotak-kotak sepatu. Kris kaget, segera ia mendatangi gadis itu.

“Eo, permisi nona, biar kubantu..” tawar Kris khawatir.

“Ah tidak usah!Aku bisa sendiri!” pekik gadis itu tapi eits, Kris mengambil tumpukan baju dari tangan wanita itu.

“OMO Keuriseu!!!”

“Ah! Su Ah ssi!” Kris lebih kaget lagi saat menyadari orang yang dia tolong adalah Su Ah.

“Aih Su Ah ssi, kenapa tidak ada orang yang menolongmu hah? Ini berat sekali pasti!”

“Ah tidak.. Yang lain kan juga sibuk, tidak mungkin aku minta tolong pada mereka.” Su Ah tersenyum.

Lalu kedua orang itu pun masuk ke dalam ruang pemotretan EXO-K.Semua orang di dalam ruangan langsung terpaku pada Kris, mereka agak kaget melihat Kris mau-maunya membantu staff.

“Su Ah..”Kris mendekati Su Ah dan berbisik-bisik.

“Tim kostum tidak ada yang bekerja satu pun! Kau tidak lihat mereka duduk-duduk santai begitu??”

“Aigoo Kris, tidak usah dipedulikan.. Lagipula aku ini rookie, aku memang harus melakukan ini semua..”

Kris mendesah.”Tapi kau bukan sekedar rookie, kau seorang fashion designer yang terkenal di Paris!Mereka seharusnya menghormatimu!”

“Yah.. Aku rasa hal-hal seperti ini juga sangat dibutuhkan, supaya tidak ada kesombongan..”Su Ah tersenyum lagi.

“Hh..Baiklah. Kau memang anak yang baik, Su Ah.. Oh. Dan kumohon panggil aku oppa, oke?”

“Eh? Baiklah..Hehe.Kris oppa!”

Kris tersenyum gemas melihat Su Ah kemudian dia mengelus bahu Su Ah.

“Jadilah gadis yang kuat!Hmm? Bye.”

“bye, oppa!”

Su Ah melambaikan tangannya bahagia pada Kris.Sementara di kejauhan, mata tajam Suho ternyata memperhatikan Su Ah dan Kris.

*

Suho POV

“Bagaimana penampilan anda?Style apa yang anda sukai?” si pewawancara menanyaiku.

“Eo, danddy style.” jawabku.

Aku melirik ke tempat lain dan tampaklah Su Ah. Dia sedang sibuk menata pakaian member yang lain.

“Bagaimana dengan golongan darah anda?”

“AB.”

Su Ah tertawa, mungkin sedang digoda member yang lain. Aku ikut tersenyum melihatnya.

“Suho ssi?”

“Ah ne?”

“Apa kebiasaan anda setiap pagi?”

“eo jesonghabnida… Hmm..Aku sering mengucapkan ah ah untuk mengetes vokalku.”

Su Ah sedang memperhatikanku. Eh? Dia sedang melihat ke arahku.Senyumnya merekah kemudian dia langsung memalingkan wajahnya malu-malu. Sangat manis..

Ah. Perasaan apa ini..

*

Su Ah POV

Kriiiing! Kriiing!

Aku mengambil handphone di kantung jeansku dan langsung menempelkannya pada telingaku.

“Ne yeobseyo?”

“Su Ah ssi? Ini Ji Hyun.”

“Eo Ji Hyun sunbaenim!Ne, ada apa sunbae?”

“Aku punya tugas untukmu malam ini, kalau pekerjaanmu sudah selesai, pergilah ke dorm EXO-K, antarkan kostum mereka yang sudah kau siapkan karena pagi-pagi sekali mereka ada jadwal manggung.”

“Ne?!Dorm?”

“Iya, nanti aku akan mengirimkan alamat dorm mereka lewat sms. Oh dan sebisa mungkin, saat kau masuk ke dorm, jangan membangunkan mereka atau membuat mereka ribut. Berbahaya kalau ada wartawan.Oke segitu saja.Selamat siang.”

Klik! Kututup telpon dengan pandangan kosong.

Malam ini.. Ke dorm EXO-K…. EISH Kenapa harus aku?!

TBC

25 pemikiran pada “Celebrity Oppa (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s