My Personal Tutor (Chapter 3)

Title: My Personal Tutor (Chapter 3)

Author: BlackDiamond

Genre: YAOI (don’t like don’t read), romance, comedy, fluff.

Pairing: Baehyun/Chanyeol (BaekYeol)

Casts: EXO (with BaekYeol as the main casts)

***

Chanyeol dan Baekhyun sedang berada di dalam kelas berdua. Saat ini adalah jam istirahat dan seluruh murid kelas 3B kecuali Chanyeol dan Baekhyun memilih untuk menghabiskan waktu istirahat di luar kelas.

“Baekkie, boleh aku menciummu?”

Baekhyun kaget sekaligus senang dengan permintaan Chanyeol. Dengan malu-malu, ia mengangguk.

Chanyeol tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun perlahan. Tak lama kemudian, bibir mereka bersentuhan. Jantung Baekhyun serasa akan meledak. Ini adalah ciuman pertamanya dan ia tidak tau cara berciuman yang baik dan benar.

Dengan ragu, ia membalas ciuman Chanyeol dengan lembut. Ciuman mereka berlangsung selama beberapa detik. Ciuman tersebut merupakan ciuman yang lembut penuh cinta, bukan ciuman liar penuh napsu yang sering dilakukan oleh pasangan-pasangan lain.

Chanyeol tertawa melihat wajah Baekhyun yang sangat merah setelah mereka selesai berciuman. Ia tahu bahwa kekasihnya sedang mati-matian menahan malu.

“Jangan tertawa! Ugh! Memalukan!”

Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Namun, Chanyeol melepas kedua tangan indah tersebut dari wajah kekasihnya.

“Jangan tutup wajah cantikmu…”

Chanyeol mengecup kening Baekhyun sekilas dan menariknya ke dalam pelukan hangat.

“Saranghae, Baekhyun-ah.”

Baekhyun menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Chanyeol.

“Nado saranghae…”

Mereka berdua tidak menyadari bahwa pintu kelas tidak tertutup dan kedua orangtua baekhyun melihat semuanya.

***

Baekhyun berjalan pulang dari rumah Chanyeol dengan santai. Ia tersenyum saat mengingat ciuman pertamanya dengan Chanyeol tadi siang.

Tak lama kemudian ia sampai di rumahnya. Setelah masuk ke dalam, ia melepaskan sepatunya dan menyusunnya di rak sepatu. Baekhyun hendak masuk ke dalam saat ia melihat kedua orangtuanya menatapnya tajam dari ruang tamu.

“Apa maksudmu, Baekhyun!?”

“Eomma…?”

Mrs. Byun berjalan ke arah Baekhyun. Baekhyun menatap sang eomma dengan bingung. Tiba-tiba, Mrs. Byun menamparnya.

PLAK!

“KAMU GAY!!!”

“Eomma… Aku bisa jelaskan!”

“Jangan banyak alasan! Tadi appa dan eomma datang ke sekolahmu dan melihatmu berciuman dengan seorang namja di dalam kelas!”

Kedua mata Baekhyun membesar. Ia tidak menyangka kedua orangtuanya datang ke sekolahnya tadi siang.

“Apa kamu lupa? Kami ini donatur besar sekolahmu! Tadi kami menghadiri meeting dengan kepala sekolah. Jadi selama ini kamu menyembunyikan semua ini?”

Baekhyun menatap kedua orangtuanya dan mengangguk lemah. Ia memilih untuk jujur sebelum semuanya menjadi lebih rumit.

“Kamu memalukan! Dasar menjijikkan!”

Baekhyun menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir, mencoba untuk menahan airmatanya yang siap mengalir.

“Putus dengannya atau eomma akan meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan kekasihmu itu dari sekolah!”

“Eomma! Aku mohon jangan…”

“Eomma tidak akan melakukannya kalau kamu putus hubungan dengan namja itu!”

“Ne… Aku… Aku… Akan putus secepatnya…”

***

Keesokan harinya, Baekhyun terus bersikap dingin pada Chanyeol. Chanyeol terus bertanya kenapa Baekhyun bersikap aneh. Terlebih lagi, Baekhyun datang ke sekolah dengan wajah pucat dan mata sembab karena semalaman menangis. Tetapi, Baekhyun tidak merespon.

Saat jam pulang sekolah, Baekhyun menghampiri Chanyeol.

“Chanyeol… Aku mau bicara… Bisa kita ke taman sepi di dekat sekolah?”

Chanyeol mengangguk dan tersenyum tipis. Perasaan namja tinggi itu sangat tidak enak.

Mereka berjalan dalam diam. Chanyeol berusaha untuk menggandeng tangan Baekhyun, tetapi kekasihnya tersebut menolak untuk digandeng. Baekhyun berhenti berjalan saat mereka sampai di depan taman. Chanyeol berdiri mematung di belakang Baekhyun. Setelah beberapa saat, Baekhyun mebalikkan badannya menghadap Chanyeol.

“Chanyeol…”

“N-ne…?”

‘Jangan menangis, Baekhyun! Kamu bisa!’ Batin Baekhyun.

Namja mungil itu menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.

“Aku… Mau putus…”

“Apa?”

“Lebih baik kita putus, Chanyeol-ah.”

“K-kenapa? Bukankan hubungan kita baik-baik saja?”

“Aku nggak bisa…”

“JANGAN BERCANDA! BERI AKU ALASAN YANG JELAS!”

“AKU NGGAK MENCINTAIMU! AKU LELAH, CHANYEOL!”

Baekhyun balas berteriak. Hatinya terasa sangat pedih. Ia harus berbohong demi kebaikan Chanyeol.

‘Bohong… Aku bohong… Aku sangat mencintaimu…’ Lirihnya dalam hati.

“Kamu… Nggak mencintaiku…?”

“Ne. Aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya kasihan padamu. Dan sekarang aku sudah muak! Aku nggak bisa pura-pura mencintaimu lagi… Maafkan aku…”

Chanyeol menatap Baekhyun dengan sedih, namun ia tetap tersenyum. Ia mendekati namja yang dicintainya itu dan memeluknya.

“Maaf… Kamu nggak seharusnya menerima pernyataan cintaku. Terima kasih untuk dua minggu ini, Baekhyun-ah…”

Baekhyun mengangguk. Chanyeol pun melepaskan pelukannya dan mengelus rambut Baekhyun dengan lembut. Ia tidak boleh menangis di depan Baekhyun, dengan senyuman lebar, Chanyeol membalikkan badannya dan berjalan pergi.

Baekhyun mematung di tempatnya, airmatanya telah mengalir deras. Untung saja Chanyeol tidak menoleh ke belakang.

“Selamat tinggal, Chanyeol. Aku mencintaimu…”

***

Chanyeol melangkah pulang dengan lesu. Sesampainya di rumah, ia segera masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di atas tempat tidur. Namja bersuara rendah itu menutup kedua matanya dan menghela nafas. Setelah itu, ia menoleh dan melihat foto dirinya dan Baekhyun yang terpajang di atas meja belajarnya.

Chanyeol beranjak dari tempat tidur dan meraih foto itu. Di foto itu, mereka berdua tampak tersenyum bahagia, Chanyeol juga merangkul Baekhyun dengan mesra.

“Aku ini menyedihkan…”

Chanyeol pun mulai menangis untuk pertama kalinya sejak ia lulus sekolah dasar.

***

Malam itu, Baekhyun sedang duduk di meja belajarnya dan berusaha fokus belajar. Pikirannya terus melayang pada kejadian sepulang sekolah di saat ia memutuskan Chanyeol secara sepihak.

Menyerah, Baekhyun menutup bukunya dan beranjak ke tempat tidur. Diraihnya Yeollie, teddy bear pemberian Chanyeol. Ia menatap Yeollie dengan sedih.

“Yeollie… Aku dan Chanyeol sudah putus…”

Baekhyun memeluk Yeollie erat dan menangis sejadi-jadinya.

***

“Pelajaran hari ini sudah selesai. Kalian boleh pulang. Chanyeol dan Baekhyun, ikut saya ke ruang guru.”

Chanyeol dan Baekhyun mengekor di belakang Suho. Sesampainya di kantor ruangan kantor milik Suho, mereka berdua dipersilahkan duduk.

“Kalian ini kenapa?”

Kedua murid itu menatap Suho dengan bingung.

“Kalian ini kenapa? Nggak pernah bertegur sapa lagi dan aku merasa kalau Baekhyun sudah berhenti mengajar Chanyeol.”

“Ne, songsaenim. Saya dan Baekhyun ada masalah pribadi. Sudah seminggu kami berhenti belajar bersama.”

Suho menghela nafas. Ia tahu bahwa Chanyeol dan Baekhyun menjalin hubungan khusus karena Suho sangat perhatian kepada para anak didiknya. Jika mereka berdua bersikap aneh seperti ini, pasti terjadi sesuatu yang benar-benar buruk.

“Begini, nilai Chanyeol menurun lagi. Jadi tolong, kamu pantau dia, Baekhyun… Kalian boleh bertengkar, tapi tolong luangkan waktu kalian sedikit untuk belajar bersama. Siapa tahu cara ini bisa membantu kalian mengatasi masalah yang kalian hadapi.

“Kenapa saya? Kenapa songsaenim nggak memilih murid lainnya untuk mengajar Chanyeol?”

“Kamu tau kan kalau Chanyeol itu nggak bisa diam? Selama ini dia cuma mau mendengarkan kata-katamu. Jadi, saya hanya bisa minta tolong padamu, Baekhyun-ah… Ujian kelulusan tinggal dua minggu lagi. Aku bisa dipecat kalau ada muridku yang tidak lulus…”

“Aish… Ya sudah aku setuju kalau Chanyeol juga setuju…”

Suho tersenyum pada Baekhyun sebelum ia balik menatap Chanyeol dengan pandangan memelas. Chanyeol yang tidak mampu menolak hanya  mengangguk pelan.

***

Chanyeol dan Baekhyun berjalan menuju rumah Chanyeol dalam diam. Mereka memutuskan untuk fokus belajar tanpa memikirkan masa lalu. Hubungan mereka hanyalah sebagai teman sekelas, bukanlah sepasang kekasih lagi.

Dada Baekhyun terasa sesak saat mereka memasuki kamar Chanyeol. Banyak sekali kenangan di kamar itu. Bahkan Chanyeol masih memajang foto-foto mereka berdua saat masa-masa berpacaran dahulu. Mereka berdua memang hanya beberapa minggu berpacaran, dua minggu tepatnya. Dua minggu bukanlah waktu yang lama, tetapi perpisahan mereka mengukir luka besar di hati Baekhyun dan Chanyeol.

Baekhyun berdiri menghadap meja belajar Chanyeol. Pandangannya tertuju pada pigura berwarna biru muda berisikan foto mereka berdua. Pigura itu masih terpajang dengan baik di atas meja belajar meskipun hubungan mereka telah berakhir. Baekhyun tersenyum pahit. Chanyeol yang tidak tahan melihat Baekhyun seperti itu berusaha mengalihkan perhatian mantan kekasihnya itu. Disentuhnya pundak Baekhyun sekilas.

“Ayo kita belajar, sudah sore.”

Chanyeol tersenyum lebar. Tetapi, Baekhyun dapat melihat kesedihan terpancar dari mata namja jangkung itu.

Baekhyun balas tersenyum dan mengangguk pelan.

Baekhyun tertegun melihat Chanyeol sangat serius belajar. Biasanya Chanyeol terus bercanda saat belajar. Selama beberapa menit, ia terus memandangi Chanyeol. Chanyeol tetap terlihat tampan, tetapi wajahnya menjadi lebih murung.

“Baekhyun, aku nggak mengerti soal yang ini…”

Baekhyun tersadar dari lamunannya.

“Ah… Biar aku jelaskan…”

Baekhyun mulai menjelaskan soal tersebut. Chanyeol mecoba untuk mendengarkan tetapi ia malah mengamati wajah Baekhyun. Namja mungil itu tampak lebih kurus, pipinya menjadi tirus, tidak lagi chubby dan menggemaskan seperti dulu. Lingkaran hitam yang ada di bawa mata Baekhyun juga terlihat jelas. Ingin rasanya Chanyeol bertanya kenapa, tetapi ia tidak punya hak untuk ikut campur dalam kehidupan Baekhyun.

***

“Eh, Baekhyun! Silahkan masuk, nak.”

Mrs. Park, eomma dari Chanyeol mempersilahkan Baekhyun untuk masuk ketika ia melihat Baekhyun di depan pintu rumahnya.

“Ne, ahjumma. Saya permisi…”

“Tumben kamu datang di hari Sabtu. Mau belajar bersama?”

“Ne, ahjumma. Hari Senin besok lusa sudah mulai ujian. Saya harus mengajari Chanyeol setiap hari.”

“Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengajar anak ahjumma yang bodoh itu. Chanyeol mungkin masih tidur, kemarin dia belajar sampai larut malam. Kamu langsung ke kemarnya saja.”

Baekhyun tersenyum dan mengangguk sopan pada Mrs. Park sebelum ia menuju kamar Chanyeol. Karena pintu kamar tidak kunjung dibuka setelah diketuk berkali-kali, Baekhyun memutuskan untuk langsung masuk.

Kamar Chanyeol masih gelap dan sang pemilik kamar masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Baekhyun meletakkan tasnya di lantai dan berniat untuk membangunkan Chanyeol.

“Baek… Hyun…”

Chanyeol memanggil nama Baekhyun di dalam tidurnya. Baekhyun hanya menatap Chanyeol dengan sedih. Tak lama kemudian, Chanyeol mulai menangis, ia mimpi buruk.

“Baekhyun-ah… Jangan pergi… Aku mencintaimu…”

Karena tidak tahan, Baekhyun menepuk-nepuk pipi Chanyeol agar ia bangun. Baekhyun kira Chanyeol membencinya karena ia telah bebuat jahat. Baekhyun kira Chanyeol sudah bisa melupakannya. Namun ternyata tidak, Chanyeol masih tetap mencintainya setelah hampir satu bulan mereka berpisah. Ia harus mengakui bahwa Chanyeol pintar menyembunyikan perasaannya karena akhir-akhir ini Chanyeol sudah kembali ceria dan memasang wajah gembira tanpa pandangan sedih lagi di depan Baekhyun. Hal ini membuat Baekhyun semakin merasa bersalah karena ia telah menyakiti orang yang ia cintai. Baekhyun sendiri masih sangat mencintai Chanyeol.

Perlahan, Chanyeol terbangun. Ia melihat sekeliling kamarnya dan menemukan Baekhyun yang sedang menatapmya dengan padangan yang tidak bisa ditebak artinya.

“Kamu mengigau…”

Chanyeol tersenyum lirih dan menghapus airmatanya, setiap hari ia selalu dihantui oleh mimpi tentang mantan kekasihnya. Baekhyun mendengarnya mengigau dan ia yakin jika ia menyebut nama Baekhyun karena ia sedang bermimpi tentang Baekhyun. Namja yang dijuluki ‘Happy Virus’ oleh teman-temannya tersebut bangkit dan duduk di atas tempat tidurnya.

“Kamu… Bermimpi tentang aku…?”

Chanyeol mengangguk lemah. Ia masih sangat mencintai Baekhyun.

“Kenapa…?”

“Karena aku masih mencintaimu… Aku nggak bisa melupakanmu…”

Baekhyun mulai terisak, ia sendiri juga tidak bisa berhenti mencintai Chanyeol.

“Kumohon, Chanyeol. Lupakan aku! Aku sudah menyakitimu, seharusnya kamu membenciku!”

“Baekhyun-ah… Jangan menangis…”

Chanyeol mengulurkan tangannya untuk mengusap airmata Baekhyun, tetapi Baekhyun menepis tangannya dengan kasar.

“Jangan bersikap seperti ini! Aku nggak pantas untuk ditangisi. Aku ini jahat, Chanyeol. Melihatmu begini semakin membuat aku merasa bersalah!”

Baekhyun berusaha mengatur tangisannya yang mulai meledak. Chanyeol terdiam sambil menundukkan kepalanya.

“Kalau kamu mencintaiku, tolong lupakan aku. Jangan bicara padaku lagi. Ini demi kebaikan kita, please…”

“Baiklah kalau itu maumu…”

Mereka berdua terdiam selama beberapa saat.

“Baekhyun-ah… Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?”

“N-ne…”

Chanyeol berdiri dan dengan perlahan, memeluk tubuh kecil Baekhyun. Baekhyun memeluk Chanyeol kembali secara ragu. Sesaat kemudian, Chanyeol melepaskan pelukannya.

“Goodbye, love…”

“Goodbye, Chanyeol…”

Baekhyun menyambar tasnya dari atas lantai dan berjalan keluar kamar Chanyeol.

*** To Be Continued ***

TBC  lagi~

Tolong baca dan comment ^^

Makasih banyak buat yg sudah baca and comment chapter sebelumnya 😀


Iklan

59 pemikiran pada “My Personal Tutor (Chapter 3)

  1. T___T Kenapa jadi sesedih iniiii T_T..OMO!! Jahat banget Ummanya Baekie…Yeollie kasian kan..kanapa Gak nentang aja sih..aduh ikut emosi jadinya thor!!hehhe Key..Cuz Qe Part-4

  2. Galau dengan suksesnya *dasar labil*. Demi Apa! Chanyeol sabar banget pengertian, ugh sebel sama keadaan. Gag tega liat mereka 😥
    Ok lanjut 😀

  3. huaaaa,,
    eomma sama appa baekhyun jahattttt !!!
    Huffff,,
    Baekyeol itu pasangan terasi eh serasi maksudnya.

    Eum,,,,,,
    Kasihan liat chanyeol mimpi buruk kek gitu,
    Hikssss,
    Perpisahan terakhir kah ??

    Kekkekek,,
    Bagus thor 😀
    Saya suka 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s