The Exotics Life of Immortal (Chapter 1)

Title: The Exotics Life of Immortal

Genre : Romance, AU, Adventure, Fantasy Suspense, Friendship

Author : @Rimahyunki

Length : Chaptered, Series

Rating : T

 Cast :

All Member of EXO

(Tapi baru baru muncul beberapa di part ini)

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kai

Chen

Suho

Shin Heerin

Kwon Richan

 

 

 p.s: Cerita terinspirasi dari series Twilight, mbah Google, dan sebagian lagi imajinasi gila author (?)

 

Kembangkan imajinasimu setinggi mungkin!

Happy Reading ~^^


Many thing in this world which can not be desribed with logic.

Dimensi parallel. Kehidupan ini terdiri atas sebelas dimensi berbeda yang masing-masing memiliki akar keseimbangannya tersendiri. Kalpataru, pohon kehidupan, merupakan simbol dari rantai akar berbagai dimensi. Dimana satu dimensi dan dimensi lain saling terhubung oleh sebuah portal yang hanya bisa dibuka dan dimasuki The immortal human. Setiap dimensi memiliki plexus (energi cakra-cakra) dan juga warna berbeda.

Salah satu dimensi terbesar adalah dimensi nyata, tempat para muggle (manusia) tinggal.

Pada mulanya, semua dimensi saling menjaga dan berada pada tempatnya masing-masing tanpa satupun keinginan untuk saling berkuasa, hingga semuanya berubah ketika perang  antara para keturunan setengah dewa dan makhluk Immortal dimulai karena sebuah keinginan atas kekuasaan.

Munculah berbagai kerajaan yang pada akhirnya berdiri untuk menjaga keseimbangan pada setiap empat dimensi.

Bigbang —  Kerajaan yang menjaga keseimbangan pada empat Sphere (Lapisan  dimensi)  Nyata, Kether, Chokmah serta Binah. Di bawah pimpinan Leeteuk, The Chárakas Bigbang merupakan kerajaan dimana makhluk immortal berada.

 

 

Kedua mataku terus menyusuri setiap kalimatnya dengan seksama. Dahiku berkerut ketika membaca bahwa The Caràkas, sang penguasa itu telah tiada. Ia mengorbankan kekuatan serta jiwanya untuk menghentikan perang besar yang direncanakan oleh kaki tangannya sendiri yang ingin merebut kekuasaan atas empat sphere dibawah pengaruh Bigbang.

Pasukan yang tangguh serta kekuatan hitam yang maha besar telah berhasil dimusnahkan olehnya beserta puluhan makhluk immortal yang  membantunya, para immortal yang mengatasnamakan perdamaian dan keseimbangan.

 

Lagi-lagi, dahiku berkerut dan kali ini jauh lebih keras. Satu kalimat terakhir yang cukup membuatku penasaran.

“Namun pertempuran belum sepenuhnya usai, kekuatan hitam itu masih menunggu untuk bangkit”

Bukannya aku tidak mau untuk mengetahui tentang dua kerajaan lainnya, namun jari-jariku bergerak seakan ingin tau tentang ‘Makhluk Immortal’, makhluk tanpa kematian itu.

 

¤¤ Blood-drank ¤¤

 

VAMPIRE– Makhluk yang secara fisik terlihat seperti manusia normal pada umumnya. Namun jauh lebih menawan.

Ia dingin, berkulit pucat, blood-drank, kuat, tajam, cepat–sangat cepat. Meskipun tidak dapat terbang, kecepatan berlari dan melompatnya bisa disetarakan dengan kecepatan sebuah pesawat terbang.

DRAKULA — Semua drakula adalah pria. Tidak jauh berbeda dengan vampire, mereka dingin, cepat, kuat dan pastinya seorang penghisap darah. Kedua matanya merupakan senjata mematikan untuk menghipnotis ‘sang mangsa’ sebelum akhirnya benar-benar mengakhiri hidup mereka.

Ketajaman indera serta kekuatan fisik drakula berada satu strata vampire. Namun kemampuan bertarung serta kecerdasan mereka tidak berada jauh diatas drakula yang lebih banyak bermain di fisik.

Satu hal lagi perbedaan diantara dua makhluk ini, drakula merupakan penghisap darah khusus pada wanita, sedangkan vampire tidak memandang siapapun mangsanya.

Berbeda dengan shape-shifter dan werewolf, klan Dracula maupun vampire memiliki strata yang membedakan kelas dan kekuatan masing-masing.

1.Strata ένα (éna) merupakan tingkatan pertama, dimana vampire maupun dracula baru diciptakan, usianya berkisar kurang dari 20 tahun. Individu pada strata ini masih tergolong muda dan memiliki kekuatan yang masih belum stabil karena hasrat dan nafsu masih kuat mendominasi pikiran.

2. Strata δύο (dýo) merupakan tingkatan kedua dimana vampire ataupun dracula sudah berusia diatas setengah abad, kekuatan yang dimilikinya hampir sama dengan vampire ataupun dracula di tingkat keempat. Vampire dan drakula di strata dýo ini juga memiliki kemampuan untuk membentuk makhluk immortal baru dengan mengubah manusia melalui gigitannya.

3. Strata τρία (tría) adalah tingkatan ketiga, dimana vampire dan juga dracula merupakan makhluk yang dapat hidup tanpa meminum darah, kehidupan mereka bergantung dari tablet yang akan memperpanjang hidup mereka dua puluh tahun setiap meminum per-satuannya.  Vampire maupun dracula di strata ini tergolong bukan petarung tangguh.

Dan yang terakhir, strata dengan tingkatan tertinggi. 4. Strata τέσσερα (téssera), dimana vampire dan drakula lahir murni dari keluarga yang berdarah vampire atau drakula (bukan diciptakan oleh vampire/drakula lain). Sebagian besar vampire ataupun drakula di strata téssera merupakan bagian dari kerajaan. Kekuatan di pikiran dan indera keenam madalah salah satu kelebihan menonjol yang dimiliki selain sebagai petarung yang hebat.

 

Kugulirkan mataku perlahan ke bawah, membaca goresan tinta yang tak satupun terlewatkan.

 

Ada beberapa makhluk immortal, khususnya vampire dan drakula yang memiliki ‘bakat khusus’ selain kemampuan dasar mereka.

Membaca pikiran, memprediksi masadepan, mengendalikan beberapa elemen bumi, kelima panca indera yang sangat tajam, kecepatan-kekuatan luar biasa….

 

“HYA Heerin.ah!!”

Seseorang cukup membuatku kaget dengan suara teriakan sekaligus pukulannya di pundakku.

“Aish …. kau membuatku jantungan” ucapku kesal baru menyadari jika tanganku reflek menutup buku yang barusan kubaca.

Hyerim  terkekeh, “Kita harus segera kembali ke kelas, jam istirahat sudah berakhir.” ujarnya membuatku langsung melihat ke arah jam yang tergantung di dinding perpustakaan. Aigoo karena keasyikan membaca, aku jadi lupa waktu.

“Jaesuk songsaenim, bolehkah aku membawa buku ini?” tanyaku pada guru penjaga perpustakaan itu. Ia menggelengkan kepalanya keras, gerakan jarinya seperti menyuruhku untuk mengembalikan buku itu ke rak. Yah sayang sekali. Padahal aku masih ingin membaca buku bersampul lusuh ini.

. . . .

 

“Hyerim.ah kau percaya tidak pada vampire dan sejenisnya?” tanyaku pada sahabatku itu dalam perjalanan kami menuju kelas.

“Pasti efek membaca buku fiksi lagi ckck Heerin.ah”

Bukk. Seseorang menubrukku, membuat buku-buku pelajaran yang kubawa terjatuh.

“Mianhae mianhae,” ujarnya lalu membantuku membereskan buku-buku milikku.  Kudongakkan kepalaku melihat namja yang kini sedang tersenyum manis padaku.

Aku membungkukkan badanku kecil sambil berkata, “Gwenchana oppa, aku yang tidak melihat jalan”

Aish kenapa aku jadi gugup begini melihat ia tersenyum padaku. Tapi tidak bisa dipungkiri jika senyuman Chen oppa memang menawan.

“Aniyo ini salahku, maaf sekali lagi” ucapnya begitu ramah kemudian berlalu melewatiku. Ia sempat melambaikan tangannya ke arahku dan hal itu sukses membuatku hampir pingsan jika Hyerim tidak menyadarkanku.

“Mimpi apa kau semalam Heerin.ah? Namja paling cool,tampan dan dikagumi banyak adik kelas baru saja tersenyum dan melambaikan tangannya padamu!? Aigoo aku juga mau”

Aku hanya membalas perkataan temanku itu dengan sebuah senyuman. Ia benar juga. Mimpi apa aku semalam?

10.00 KST_

Klek. Aku dan Hyerim membuka pintu kelas, kulihat Hyoyeon songsaenim sedang berdiri bersama dua murid baru di depan kelas.

Kami berdua segera duduk di tempat kami dan memperhatikan penjelasan guru kalkulus kami itu.

“Anak baru?”

“Hmm mungkin” balasku juga ikut berbisik pada Hyerim Hal sama yang dilakukan oleh hampir semua murid disini.

Kedua mataku mengarah pada dua murid baru itu yang masing-masing adalah  namja dan yeoja.

“Kwon Richan imnida” ujar yeoja itu singkat. Aku memandanginya beberapa lama, aku yakin jika semua murid disini punya pemikiran yang sama denganku. Yeoja itu cantik. Rambut panjang kecoklatannya, kulitnya yang begitu putih, ditambah matanya yang bewarna kuning keemasan. Mungkin hanya pengaruh softlens, namun entah kenapa aku merasa jika warna mata itu begitu asli.

Entah ini hanya perasaanku saja atau tidak, ia memiliki pandangan yang begitu dingin, terkesan angkuh namun berkarisma dan pembawaannya begitu tenang. Mengagumkan.

Vampire? Aish berpikir apa aku barusan? Kenapa tiba-tiba kata itu terlintas begitu saja di otakku?

“Annyeonghasseo, Byun Baekhyun imnida”

Giliran namja itu yang memperkenalkan dirinya. Ia membungkukkan badan kecil seraya menyunggingkan senyumannya. Berbeda dengan yeoja di sebelahnya, namja itu lebih terlihat ramah dan terbuka. Dan harus diakui jika ia memang cukup manis.

“Karena tidak ada lagi pertanyaan, kalian berdua boleh duduk di tempat yang masih kosong” suruh Hyoyeon songsaenim pada Baekhyun dan Richan. Tanpa banyak bicara dua murid itu berjalan menuju bangku.

Saat berjalan melewatiku, aura yang begitu tajam bisa kurasakan dari keduanya. Apalagi ketika melihat kedua mata mereka tanpa sengaja berpapasan dengan mataku.

Aigoo Heerin.ah mungkin kau memang harus berhenti membaca buku fiksi.

. . .

 

15.00 KST_

Kurapikan buku-buku pelajaran di atas meja kemudian memasukkannya ke dalam tas begitu bel tanda berakhirnya jam pelajaran sekolah berbunyi. Ketika berbalik badan, mataku dan Richan sempat bertemu, kusunggingkan sebuah senyuman ramah namun ia hanya balas menatapku dingin. Aigoo yeoja ini benar-benar membuat gemas setiap orang yang menyapanya. Well, kabar baiknya bukan hanya aku yang mendapatkan balasan dingin dari yeoja cantik itu.

“Aku duluan ya” ujar Hyerim yang sudah menghilang dari balik pintu.

Tepat saat Hyerim keluar, seorang namja tinggi masuk ke dalam kelasku. Park Chanyeol.

Ia masuk dengan senyuman yang selalu melekat di wajahnya. Aku sempat melihat reaksi namja yang berstatus sebagai ketua osis sekaligus ketua ekskul beladiri itu saat berpapasan dengan Richan yang tidak sedikitpun menoleh ke arahnya.

“Heerin.ah ini bukumu, gomawo..” ujar namja itu sembari menggaruk rambutnya.

“Murid baru?” tanyanya ketika aku sibuk memasukkan buku-buku catatan kimia yang ia pinjam.

Kuanggukkan kepalaku lalu berkata, “Ne.. Tapi sebaiknya kau berpikir seribu kali jika ingin menyukainya”

Chanyeol melihatku bingung, “Ha?”

“Haha sudahlah, aku hanya bercanda”

Chanyeol menurunkan pundaknya, “Memang siapa yang akan menyukainya” ujar namja itu menunjukkan mimik muka “-__-”

Dasar namja bodoh. Memang aku buta, tidak melihat bagaimana ekspresi wajahmu saat masuk kemari. Ckck Park Chanyeol.

. . .

Kepalaku terus bergerak ke kanan dan ke kiri sambil sesekali melirik jam di tanganku. Kemana Suho appa ini? Kenapa tidak kunjung menjemputku huh.

Aku sudah hampir tiga puluh menit berdiri sendirian di depan gerbang sekolah seperti orang bodoh.

Tiba-tiba seorang namja datang mendekatiku dengan motor gede-nya. Percaya atau tidak namja cool itu adalah Chen oppa. Aigoo apa yang harus kulakukan?

“Butuh tumpangan?” tanyanya seraya menyunggingkan senyuman super duper ramah.

“A..Aniyo aku sedang menunggu appaku” balasku sebenarnya tak ingin melontarkan jawaban itu.

Ia menganggukkan kepalanya kemudian memakai lagi helm yang sempat ia lepas.

“Ah, kau ada acara tidak nanti malam?” tanyanya sembari membuka kaca helm-nya, dan pertanyaan itu sukses membuat jantungku berdegup kencang.

Kugelengkan kepalaku menjawab pertanyaannya, tak mampu berkata apapun.

“Kalau begitu aku akan mengajakmu makan nanti malam, bisa kan?”

Lagi-lagi aku hanya menganggukkan kepala tanpa dapat berucap apapun.

Chen oppa menyalakan mesin motornya, ia menutup kaca helm-nya kemudian melambaikan tangannya ke arahku.

“Sampai jumpa nanti”

Aish Shin Heerin, kau benar-benar beruntung hari ini. Chen oppa mengajakmu pergi makan malam? Jika ini mimpi aku tak akan pernah mau untuk bangun.

“Sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengannya”

Aku langsung menoleh ke sumber suara seorang yeoja. Anak baru itu?

Ia tidak melihat sedikitpun ke arahku, kedua matanya hanya memandang ke depan. Ini pertama kalinya aku mendengar suaranya dari dekat. Tapi aneh sekali. Apa maksud ucapannya itu? Aku tidak boleh dekat-dekat dengan siapa? Chen oppa? Tapi kenapa?

Yeoja itu langsung berjalan meninggalkanku begitu sebuah mobil hitam berdiri di depan kami.

Aku sempat melihat wajah Baekhyun dibalik kemudi saat kaca mobilnya turun. Richan langsung masuk ke jok samping tanpa banyak bicara.

Baekhyun menoleh ke arahku, ia menyunggingkan senyuman kecil yang lebih mirip sebuah smirk. Namja itu lalu memacu mobilnya meninggalkanku yang hanya bisa melihat mereka bingung, sampai akhirnya Suho appa membunyikan klaksonnya dan membuyarkan lamunanku. Akhirnya appa datang juga.

. . . .

 

Chanyeol poV_

Aku hanya diam memandangi setumpuk buku di depanku. Kuacak  rambutku gemas kemudian kembali menyangga kepala dengan kedua tanganku.

Ini bukan hanya semata-mata karena stress mengerjakan soal-soal fisika di hadapanku, namun ada satu hal yang daritadi terus berputar di otakku. Tentang anak baru itu.

 

Flashback

Aku bersiul santai sembari berjalan menuju kelas Heerin.

Klek. Kubuka pintu kelasnya kemudian masuk begitu saja. Semoga ia belum pulang.

Ah itu dia!

Aku berjalan ke arahnya setelah memasuki pintu, bersamaan dengan itu seorang yeoja berjalan melewatiku.

Aku meliriknya sekilas. Wajahnya tidak familiar. Atau mungkin murid baru?

“Heerin.ah ini bukumu, gomawo..” ujarku lalu menyodorkan beberapa buku catatan yang kupinjam dari teman sd-ku itu.

“Murid baru?” tanyaku sembari menggaruk puncak kepalaku.

Sambil membereskan bukunya, Heerin menganggukkan kepala lalu berkata, “Ne.. Tapi sebaiknya kau berpikir seribu kali jika ingin menyukainya”

Mataku membelalak bingung, “Ha?”

“Haha sudahlah, aku hanya bercanda”

Kunaikkan pundakku heran, “Memang siapa yang akan menyukainya” ujarku dengan nada sedatar mungkin. Heerin hanya menggelengkan kepalanya seperti tak percaya dengan ucapanku barusan. Hah sudahlah.

Kulambaikan tanganku ke arah Heerin yang masih sibuk merapikan barangnya lalu berjalan keluar kelas. Ketika hendak menarik gagang pintu, aku merasa seperti menginjak sesuatu yang keras.

Kalung?

Sebuah kalung indah dengan bandul sebuah batu bewarna merah muda. Milik siapa ini? Ah jangan-jangan…

Klek. Aku langsung berlari keluar kelas, mencari sosok seorang yeoja.

“Hey kau!” seruku padanya setelah berhasil menemukannya masih berjalan di koridor.

Ia membalikkan badannya ragu tepat disaat aku sudah berada di belakangnya.

“Milikmu?” tanyaku langsung menunjukkan kalung tadi.

Ia menatapku dengan kedua mata keemasannya. Wajahnya tampak bingung saat melihatku. Hey memang ada yang salah denganku?

Tidak lama kemudian ia langsung menyahut kalung di tanganku.

“Gomawo” ucapnya singkat tanpa senyuman ataupun ekspresi senang. Aku sempat melirik nama dadanya sebelum ia berbalik kemudian meninggalkanku yang hanya bisa menggaruk kepalaku heran.

 

(End of flashback)

 

Kwon Richan. Ia yeoja pertama yang menatapku dengan muka datar, jauh berbeda dengan setiap yeoja yang kukenal.  Sebenarnya aku tidak ingin memikirkannya, tapi entahlah, yeoja itu berhasil membuatku penasaran dengan sikapnya yang aneh.

. . . . .

 

Author poV_

“Kau sudah menemukannya?” tanya Kai pada namja yang membungkuk di hadapannya.

Namja itu hanya menggelengkan kepala sambil berkata, “Sedikit lagi”

Kai menteleportasikan dirinya terus berpindah-berpindah tempat, namun masih dalam ruangan yang sama, membuat namja berpakaian serba hitam itu harus berkali-kali memutar badannya mengikuti Kai.

Sebuah smirk keluar dari bibir Kai. Meskipun tidak begitu senang mendengar jawaban kaki tangannya itu, setidaknya ia telah melangkahnya semakin mendekati tujuannya.

. . . .

 

19.30_KST, Heerin poV_

“Neomu yeppo” ujar umma yang entah sejak kapan sudah masuk ke dalam kamarku.

Aku hanya tersenyum sembari membalas, “Tentu saja, siapa ummanya”

“Semoga kencanmu sukses ya sayang”

Victoria umma tersenyum kemudian mengusap rambutku yang sedang kutata.

Kencan? Aish mukaku pasti sudah memerah sekarang.

Kuperhatikan diriku sebentar di cermin kemudian bergegas keluar kamar menyusul umma yang sudah lebih dulu turun ke bawah.

Sesampainya di tengah anak tangga, aku melihat appa sedang berbicara dengan beberapa orang. Ah ada tamu rupanya.

“Siwon.shi perkenalkan ini anakku, Shin Heerin”

Aku langsung membungkukkan badanku ke arah pria tampan sekaligus tinggi itu. Namun yang membuatku agak kaget adalah keberadaan Baekhyun dan Richan di rumah ini.

“Kau pasti mengenal mereka ya? Mereka ini keponakanku” sergah Siwon ahjussi ketika melihat mukaku yang kebingungan. Oh jadi begitu, dunia ini benar-benar sempit memang.

Suho appa, umma dan Siwon ahjussi terlihat begitu akrab saat mengobrol. Sementara Baekhyun dan Richan terlihat membicarakan topik lain.

Tiba-tiba Hyora, adik perempuanku datang dan berkata, “Ia sudah datang” membuatku langsung berpamitan pada semua orang dalam ruangan ini.

Dag dig dug. Denyut jantungku sudah tak karuan ketika aku berjalan keluar, dan rasanya seperti akan berhenti berdetak ketika melihat Chen oppa sudah menyambut kedatanganku dalam mobil mewah miliknya.

Ini akan menjadi malam paling indah dalam hidupku.

. . . .

22.00 KST

Chen oppa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus jalanan kota Seoul pada malam hari. Setelah hampir dua jam menghabiskan waktu di restoran, kami akhirnya memutuskan untuk kembali pulang. Tidak, mungkin lebih tepatnya aku lah yang memaksa agar kami tidak berlama-lama disana. Bukan karena tidak betah, tapi sedari tadi appa terus meneleponku, menyuruhku untuk cepat pulang. Hello, aku sudah berumur delapan belas tahun tetapi appaku yang tampan itu memperlakukanku seperti anak kecil saja.

“Bagaimana jika berhenti sebentar?” tanya Chen memecah keheningan diantara kami.

Aku hanya menaikkan sebelah alisku bingun.

“Langitnya terlalu indah untuk dilewatkan” tambahnya sudah menghentikan mesin mobil. Namja itu keluar kemudian berdiri di depan mobil yang sudah diparkirkannya di pinggir jalan.

Mau tak mau akupun ikut turun menyusulnya. Kuperhatikan keadaan di sekitarku. Jalanan yang cukup lengang dengan pohon-pohon besar yang berjajar di pinggir. Tidak begitu banyak kendaraan yang lewat, sedikit menyeramkan memang.

Namun perhatianku itu teralihkan, Chen oppa benar, langit malam ini benar-benar indah karena banyak bintang yang bertaburan disana. Aku berjalan kemudian berdiri disamping Chen oppa yang sudah menyiapkan senyuman paling manis.

“Heerin.ah”

“Ne?”

Tiba-tiba saja namja itu membalikkan badannya hingga kini tepat berdiri di hadapanku.

“Saranghae” ucapnya membuatku langsung membeku di tempatku. Saranghae? Chen oppa…?

Ia membungkukkan badannya, tangannya sudah merengkuh wajahku entah sejak kapan. Jantungku berdegup tak karuan, kupejamkan mataku untuk menenangkan diri, membiarkan wajah namja itu yang bisa kurasakan semakin mendekat.

Buka matamu! Buka!

Tiba-tiba saja aku merasakan ada yang berteriak di pikiranku. Membuatku sontak langsung membuka  mata. Kedua mataku membelalak melihat apa yang terpampang di depanku, namun seluruh tubuhku terasa mati tak bisa digerakkan.

Namja di depanku ini berubah, kulitnya berubah begitu pucat, kedua matanya memerah menyala, dan kedua taring di mulutnya itu sudah siap untuk tertancam di leherku. Chen… Kau?

God, inikah akhir dari hidupku?

CHITT.. BRAKK.

Suara decitan ban mobil yang menabrak Chen membuatku terkejap. Sebuah mobil hitam yang hanya membuatnya terjatuh ke tanah itu bergerak begitu cepat. Aku berusaha mengingat siapa pemiliknya di tengah keadaanku yang buruk. Seluruh tubuhku bergetar apalagi kedua tanganku. Bayanganku atas makhluk menyeramkan yang hampir membunuhku itu membuatku benar-benar ketakutan.

Namun akhirnya aku bisa mengingat pemilik mobil itu. Mobil Baekhyun.

Seorang yeoja keluar dari mobil itu begitu cepat, bahkan aku seperti melihatnya melompat keluar tanpa membuka pintu mobil.

Kwon Richan. Ia menoleh ke arahku, menatapku tajam. Kedua matanya yang kuning keemasan itu berkilat dan saat ini juga aku tau jika mata itu asli adanya.

“Aku sudah memperingatkanmu” ujarnya kemudian berlari ke arah Chen yang mencoba berdiri. Entahlah apa yang dilakukan yeoja itu, memukulnya? menerjangnya? Semuanya berlangsung begitu cepat untuk tertangkap oleh indera penglihatanku.

Suara dentuman terdengar begitu keras ketika yeoja itu melempar tubuh Chen hingga merubuhkan sebuah pohon besar. Hingga setelah itu aku tidak bisa lagi melihat bayangan mereka yang hilang dibalik gelapnya malam.

Seseorang yang masih berada di dalam mobil akhirnya keluar. Sepertinya ia Baekhyun, entahlah aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Semua kejadian yang berlangsung baru saja membuat seluruh tubuhku benar-benar bergetar. Ketakutan.

Namja itu berjalan mendekatiku. Tidak, ia tidak berjalan, langkahnya ‘terlalu cepat’ untuk disebut sebagai berjalan. Kurasakan kedua tangannya yang memelukku seperti berusaha menenangkanku.

Namun aku belum bisa merasakannya sekarang, semua hal terlalu menyeramkan untuk membuatku tenang.

 

Dingin, berkulit pucat, tajam, kuat, cepat–sangat cepat. Vampire?

Many thing in this world which can’t be described with Logic.

Banyak hal di dunia ini yang tidak dapat dijelaskan dengan logika.

 

. . . To Be Continue . . .

 

 

Gimana? Makin geje ya ceritanya?

Maklum author lagi stress haha /plak/

Sorry for typo dan segala kekurangan di cerita ini ~

Thanks for reading ~

Really appreciate your comment ^^

Mau tau kelanjutannya? Mau tau?

See you at next chapter kkk

 


Iklan

61 pemikiran pada “The Exotics Life of Immortal (Chapter 1)

  1. bagus. aku nemunya d blog kak’ rima dan kyknya aku bakalan jd reader baru deh di blog ini. keren banget, apalagi akhir2 ini aku lg suka sm fanfic yg fiksi dan nemu ff ini aku seneng banget. oh iaa itu yg kalimat “Namun pertempuran belum sepenuhnya usai,
    kekuatan hitam itu masih menunggu untuk bangkit” aku jadi tetingat film lord of the ring kalimatnya agak mirip.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s