Let Me Say, “Saranghae” (Prolog)

Title                 : Let Me Say, “Saranghae” (Prolog)

Author             : Kim Eun Soo

Main Cast        : Jeon Hyosung (Secret), Byun Baekhyun, Xi Lu Han, Wu Yi Fan / Kris

Genre              : Romance, Sad

Length             : Chaptered

Rating              : General

Disclaimer       : All casts in this ff are belong to God J except Hyosung Eonni and Baekki Oppa. They belong to me :p *digampar exotics + superstar*

A/N                  : Annyeong! I’m back with a new plot! #reader: I don’t ask you –“ . Well, now I wanna share one of my imagination. Enjoy it J And for plagiatrism, Go Away! *hush hush* Sorry for typo(s). Oh once more, anggep aja umur Hyosung itu lebih muda dari semua male cast. Kris Oppa yg paling tua, trus Luhan Oppa, jadi Baekhyun Oppa yg paling muda di antara male cast-nya. Bagi yg gak suka sama Hyosung, no bash ya J

Summary         : “Aku tahu kau mencintainya. Tapi, aku juga merasakannya. Maaf, karena saat itu aku begitu egois. Aku hanya tidak ingin kehilangannya di sisa hidupku. Kau tahu aku tidak akan bertahan lebih lama lagi. Jadi, berjanjilah padaku mulai sekarang. Berjanjilah kalau Kau akan selalu melindunginya, membahagiakannya, berada di sampingnya, dan selalu membuatnya tesenyum. Jagalah hatinya untukku. Jangan biarkan ia sedih, apalagi menangis. Kau tahu sendiri ia bisa sangat rapuh di saat-saat seperti itu. Maafkan aku jika permintaanku terlalu banyak, Hyung.”

“Oh, aku masih punya satu permintaan terakhir. Tolong, Hyung. Ini yang terakhir kalinya. Tolong sampaikan padanya kalau aku mencintainya. Sangat mencintainya. Aku akan membawa perasaan ini ke surga. Aku akan menjaga perasaan ini dengan baik. Aku akan selalu memperhatikan dan menjaganya dari atas sana. Gomawo, Hyung. Jeongmal gomawo.”

~^^~

Ketika cinta datang, berusahalah untuk menggapainya. Namun ketika akhirnya cinta itu pergi, relakanlah ia. Karena percayalah, bahwa suatu hari cinta sejatimu pasti akan datang. Dan ia akan memberikan kebahagiaan yang abadi untukmu.  ~Kim Eun Soo~

 

Happy Reading! Don’t be silent readers. Comment below 😀

 

Luhan POV

Kuhembuskan nafasku perlahan. Tarik.. keluarkan. Tarik.. keluarkan. Seperti itu berulang-ulang, hingga kurasakan sedikit ketenangan menjalari tubuhku.

Hari ini bisa kusebut sebagai hari yang sangat spesial. Kenapa? Karena aku, Xi Luhan, akan menyatakan seluruh isi hatiku kepada seorang yeoja yang sudah lama kusukai. Ralat, yeoja yang sudah lama kucintai.

Mungkin bagi kebanyakan namja, menyatakan perasaan adalah suatu hal yang biasa. Tapi tidak bagiku. Bahkan mungkin, jika teman sekampusku tahu kalau aku akan menyatakan perasaanku pada seorang yeoja, mereka tidak akan mempercayainya. Itu semua karena image yang telah tertanam kuat di diriku. Semua teman-temanku––kecuali kedua sahabatku––selalu beranggapan kalau aku membenci yeoja, kecuali yeoja ‘itu’ tentu saja.

Sebenarnya aku tidak pernah membenci yeoja. Aku hanya.. hanya menghindari mereka. Aku juga tidak mempunyai semacam fobia. Tapi, aku memiliki pengalaman yang sangat buruk tentang yeoja. Dan yeoja itu adalah orang yang paling kucintai, eomma. Tuhan memanggil eomma ketika aku masih sangat muda––2 tahun. Aku benar-benar tidak mengerti apapun waktu itu. Aku hanya tahu eomma pergi ke tempat yang sangat indah bernama surga, dan tidak akan kembali lagi. Tapi aku selalu yakin, kalau eomma akan tetap mengawasi dan menjagaku dari atas sana.

Sejak saat itulah aku tidak mau terlalu dekat dengan yeoja mana pun. Bahkan aku tidak pernah pacaran seperti teman-temanku lainnya. Karena aku takut, suatu saat yeoja yang kucintai akan pergi meninggalkanku seperti eomma. Aku pun menjadi kurang terbuka pada orang lain. Itulah mengapa aku hanya memiliki seorang sahabat lelaki sejak dulu. Sahabat yang juga kuanggap sebagai dongsaengku sendiri, Byun Baekhyun.

Hingga suatu ketika, aku berkenalan dengan yeoja itu––yang merupakan murid baru di kelasku. Entah kenapa, aku tidak berusaha menghindarinya seperti aku menghindari yeoja lain. Dia.. dia seperti memiliki aura yang berbeda. Dan lagi, matanya selalu mengingatkanku pada eomma––walau aku sendiri tidak benar-benar ingat bagaimana bentuk mata eomma. Aku pun mulai membuka diriku padanya sedikit demi sedikit, dan bersamanya pula aku memulai setiap lembar kehidupanku yang lebih berwarna.

Dia, yeoja yang kusukai itu, namanya Jeon Hyosung. Dia kuliah di Universitas yang sama denganku, berada di jurusan yang sama, selalu berada di kelas yang sama, dan sering pergi kemana-mana bersama. Apakah itu semua kebetulan? Tentu saja tidak. Kenapa? Karena dia telah menjadi salah satu sahabat dekatku, selain Baekhyun.

Kami bersahabat dekat sejak SMP. Saat pertama kali mengenalnya, kuakui ia adalah gadis yang sangat cantik, cerdas, dan juga ramah. Aku dan Baekhyun merasa nyaman berada di dekatnya. Kami menyukainya. Sebagai teman, tentu saja. Sampai lama kelamaan perasaanku berubah. Aku sendiri tidak tahu pasti sejak kapan. Tapi yang jelas, aku tidak lagi menyukainya sebagai teman, tetapi aku mencintainya.

Aku tahu ini semua terdengar aneh. Aku mencintai sahabatku sendiri, dan hari ini aku akan menyatakan perasaanku. Tapi aku tidak peduli. Aku akan tetap melakukannya, sebelum tidak akan ada lagi kesempatan.

08.30 KST

Aku sudah tiba di universitas tempatku kuliah selama 4 tahun belakangan ini, Myeongju University. Tempat dimana aku sering menghabiskan hampir seluruh waktuku dengan Hyosung dan Baekhyun.

Kulihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Masih 30 menit lagi sebelum kelas pertamaku dimulai. Aku memasuki kelasku yang cukup luas, mencoba menghilangkan kegugupanku dengan berusaha mempelajari materi hari ini.

Tiba-tiba aku merasakan seseorang menepuk bahuku pelan. Aku sudah tahu siapa yang melakukan itu. Pasti dia. Ya, dia, Jeon Hyosung. Aku menoleh pelan dan mendapati seorang gadis cantik sedang tersenyum manis. Betul kan tebakanku? Dia memang Jeon Hyosung. Kuperhatikan dandanannya dari atas ke bawah. Dia terlihat makin cantik dengan jaket kulit coklat dan syal krem yang melingkari lehernya. Entah perasaanku saja atau memang dugaanku benar, aku merasa dandanannya kali ini lain dari biasanya.

“Oppa! Kenapa melamun? Apakah karena kecantikanku?” Goda Hyosung padaku.

“Aigoo, ne jincha! Tapi.. ya.. harus kuakui. Kau cantik sekali hari ini. Tapi kurasa, dandananmu sedikit berbeda. Dan lagi, rambutmu itu. Tidak biasanya Kau membiarkannya terurai seperti ini,” jawabku sakartis.

“Wah, mungkin Kau benar-benar berbakat menjadi peramal, Oppa!” Ia kini menarik satu kursi dan memposisikannya berhadapan dengan mejaku lalu mendudukinya dengan hati-hati.

“Benarkah? Terima kasih kalau begitu. Well, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.” Setelah mengatakan kalimat itu, rasanya sebongkah beban di bahuku telah terangkat. Kembali kukumpulkan keberanianku, mencoba mengutarakan maksudku yang sebenarnya, sampai ia menyela kata-kataku.

“Kau bisa membicarakannya nanti, Oppa. But, I need you to be my listener. Would you do that, Oppa?” Ia mulai mengeluarkan puppy eyes-nya. Sedangkan aku hanya bisa mengangguk lemah.

“Ehm, Oppa. Nanti siang.. aku.. ngg.. a-aku akan pergi berkencan,” ucapnya dengan mata berbinar dan sedikit semburat merah di kedua pipinya yang putih bersih.

Nafasku tercekat. Jantungku berdebar sangat kencang. Bukan karena rasa senang, melainkan karena rasa sakit yang seakan menusuk-nusuk ulu hatiku. Rasanya jantungku seperti sedang diremas-remas lalu dicabik-cabik dengan kasar. Keringat dingin mulai membasahi keningku. Shit! Aku tidak menyangka hari yang sudah kurencanakan dengan baik akan hancur berantakan seperti ini.

Hyosung mengernyit melihat ekspresiku, kedua alisnya seolah menyatu. Lalu ia mulai membuka suara, “Oppa, kenapa diam saja? Kau tidak senang? Kau tidak ingin tahu aku akan berkencan dengan siapa?”

Tidak. Jangan beri tahu aku, Hyosung. Jangan! Aku tidak mau tahu siapa yang akan berkencan denganmu. Aku belum siap. Tolong hentikan kata-katamu, Hyosung. Tolong hentikan. Aku tidak mau mendengarnya.

“Oppa? Kau kenapa? Gwaenchanayo?” Hyosung menepuk-nepuk pipiku pelan. Sepertinya ia mulai panik.

Aku menelan ludah dengan susah payah. Lalu kupasang kembali senyumku. Lebih tepatnya, senyum palsu. “Aniyo. Well, who is that lucky guy?”

Ia kembali tersenyum. Senyum yang sangat manis. Andai saja senyum itu untukku, tapi sayangnya tidak.

“Dia.. namja itu..”

***

Flashback *Someone POV*

“Yoboseoyo?” Suara lembut milik seorang yeoja di seberang telepon membuatku tersadar dari lamunanku.

“Ehm, Hyosungie?” balasku sedikit pelan.

“Ne. Waeyo, Oppa?” Senyumku seketika mengembang saat suaranya kembali terdengar di telingaku.

“Eodisseoyo?” Tanyaku mencoba untuk menghilangkan rasa senang berlebihan yang entah sejak kapan mulai menjalari tubuhku.

“Seperti biasa, di rumah. Waeyo?” Terselip nada heran di sebaris kalimat yang baru saja dilontarkannya.

“Aku sedang ingin jalan-jalan sekarang. Ehm, maukah Kau menemaniku sebentar?”

“Tentu saja aku mau, Oppa.”

Senyumku melebar ketika mendengar jawabannya. “Keureomyeon, aku akan menjemputmu. Pakailah jaket yang tebal. Udaranya dingin sekali malam ini. Setengah jam lagi aku akan sampai di depan rumahmu. Annyeong.”

“Ne, annyeong,” ujarnya lalu seketika sambungan telepon kami terputus.

***

Aku duduk di samping Hyosung dan mulai membersihkan salju yang menempel di rambutnya. “Kau tidak pernah berubah. Selalu menyukai salju. Tapi.. aku menyukaimu yang seperti ini.”

Mata Hyosung terbuka lalu ia menatapku. Senyumnya merekah memperlihatkan sepasang lesung pipit di pipinya. “Gomawo.”

Aku ikut tersenyum bersamanya dan mengalihkan pandanganku ke depan. Kemudian kuraih tangan kirinya dan kugenggam erat. “Hyosungie, ada yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Hmm, apa itu? Kau bisa mengatakannya sekarang, Oppa.”

TBC

Otte? Jelek kan ya? Iya, aku tau L udahlah, tapi semoga bagus *ini author maunya apa sebenernya* Haha, please RCL and wait for the next chapter ya J

Iklan

13 pemikiran pada “Let Me Say, “Saranghae” (Prolog)

  1. DAEBAK!!!
    thor, boleh ga visual Hyosungnya aku ganti di kepalaku pake orang lain? agak errr.. gimana gitu ^^
    Tapi diluar si Hyosung, saya bener-bener suka cerita ini walaupun masih prolog 🙂
    Dan saya udah pernah nyoba nulis cerita yang temanya kaya’ gini dan mentok di chapter 2 *curcol* *disumpelBaozi*
    Update asapppp ~~

    • Boleh-boleh aja kok 😉
      Jinjja? Jeongmal gomawo~ *tebar coklat chunkybar* 😀
      Author malah uda pernah nyoba nulis ff chaptered 2 kali stuck terus eh *ikutan curcol* xD
      Dan ff ini juga sempet stuck di chapter 3 kok 😀
      Ne, please wait ya? Gomawoyo~ 🙂

  2. kkkkkkkkkkk
    BAGUS BAGUS !!!!
    tapi ini kependekkan thoooorrrr 😦
    tapi tetep daebakkkkkk !!!! #banyak tapinya
    kasihan banget lulu oppa. #sabarya^^
    aku makin penasaran.
    cepet dilanjutin ya thorrrrr 🙂
    author,HWAITHING !!!!!

    • Namanya juga prolog *nunjuk judul* 😀
      Tapi gomawo~ haha author ikutan pake tapi juga tuh ._.
      Kasian juga author karna gak kebagian lulu *apadeh? 😀
      Oke oke, ditunggu aja ya? Gomawo lagii~ 🙂

    • Ne, author juga. Karna author secrettime plus superstar, jadilah author inisiatif bikin ff dengan main cast bias cewe author *lirik hyosung* 🙂
      Sebenernya aku uda sering baca ff nya hyosung yg di asianfanfics sih, tp karna smuanya b.inggris dan aku blm pernah baca yg b.indonesia, yauda aku bikin aja *author cerewet* 😀
      Ditunggu ya? Gomawoyo~ 😉

  3. DAEBAK!!!!
    Walaupun msh prolog, jalan ceritanya udh lumayan kebayang 😀
    Chap 1 nya ditunggu ya thorr… NICE FF^^

    • Enaknya siapa ya? *digampar readers* xD
      Di next chap ada kok jawabannya 🙂
      Ne, jangan bosen nungguinnya ya? Gomawoyo~ 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s