The Cat

Author: Wgeonnie
Main Cast: EXO
Support Cast:
Length: Oneshot
Genre: Comedy(?), Brothership, Family, Gaje-_-
Rating: G
Disclaimer: Cerita milik Author, EXO juga milik Author *eh-___- Check juga yang versi GIFnya yaa http://www.asianfanfics.com/profile/view_author_stories/56334/L 🙂 Happy reading all!

“Xiumin Hyung, bersihkan ini.”  “Ini Hyung,” “Ini juga.” “Uhm, ini Hyung.” “Ini masih kurang bersih Hyung.” “Pojoknya Hyung?” “Bawahnya Hyung.” “Samp-”

 

“Ya!” D.O tersentak. “Kenapa kau tidak membersihkannya sendiri?! Aish, sini biarkan aku yang memasak!” Xiumin melemparkan lapnya ke D.O.

 

“Andwaeyo, Hyung!” Lay yang sedang memotong sayuran mendaratkan dirinya di depan kompor, menghalang-halangi Xiumin untuk memasak.

“Wae??” D.O hanya melihat Lay dan Xiumin yang berseteru dengan mata innocentnya.

 

“Memasak itu bagianku dengan D.O, Hyung. Aku sudah terbiasa memasak bersama D.O, dan masakan kita mulai bersatu. Walaupun yang memasak dua orang, bagaikan satu orang saja. Kita sudah klop. Jika tiba-tiba yang memasak aku dan Hyung, rasanya pasti menjadi tidak karu-karuan!”

 

“Ya, kau bilang masakanku tidak enak?”

 

“Aniyo, kenapa Hyung menuduhku seperti itu. Aku hanya bilang kalau aku sudah menemukan pasangan memasakku dan tidak bisa berubah seenaknya. Hmm, kurasa begitu.”

 

“Ah, terserah kau saja!” Xiumin merebut kembali lapnya dari D.O yang memegangnya dengan lemah. Kemudian Xiumin\ menepuk pantat D.O mengisyaratkannya untuk meneruskan kembali masakannya.

 

“Aww!” D.O berteriak kesakitan. “Aish Hyung, kenapa harus menepuk pantat, sih?” katanya sambil mengelus-elus pantatnya. Xiumin hanya tersenyum jahil.

 

“D.O-ah, sayurnya segini apa kurang?” Lay memanggil D.O di tengah kesibukan ketiga umma EXO menyiapkan makanan. Xiumin melihat sekilas lalu meneruskan tugasnya, menata meja.

 

“Hmm, sepertinya kurang, Hyung. Hyung tau kan seluruh member jika makan seperti apa. Tidak hanya daging atau lauk pauk yang disambar, sayur dan buah pun juga dibabat habis. Mereka kan pemakan segala.”

 

“Iya, mereka kan karnivora.” kata Xiumin. Kali ini sambil membersihkan gelas-gelas yang tadi ia cuci.

 

“Bukannya itu pemakan hewan ya, Hyung?” tanda tanya besar mengisi kepala Lay.

 

“Eh, salah, typo. Maksudku herbivora.” Kata Xiumin membenarkan dengan bangga.

 

“Itu kan pemakan tumbuhan, Hyung?” kali ini D.O yang menyangkal Xiumin.

 

“Maksudku Omnivora! Duh, kenapa mengakatakan ‘omni’ susah sekali, sih? Sampai terganti-ganti oleh ‘karni’ dan ‘herbi’.” Xiumin ngeles.

 

Lay dan D.O hanya terkikik mendengar penjelasan Xiumin atas kegagalannya dalam mata pelajaran Biologi itu.

 

“Ya, mengapa kau tertawa? Aku Raja Biologi!”

 

Lay dan D.O semakin tidak bisa menahan tawanya.

 

“Kau tidak percaya?! Aku tahu angiospermae, mollusca, arthropoda, blastula, gastrula, organogenesis, palisade, semuanya aku tahu! Kau jangan meremehkanku ya.”

 

“Hyung, kami tidak meremehkanmu. Kau sendiri yang bilang begitu.” Lay memberanikan diri mengomentari Xiumin. Xiumin hanya mencibir. Di dalam hati ia merutuki dirinya sendiri. Ia merasa gagal menjadi Hyungnya para Hyung di EXO.

 

Xiumin, Lay, dan D.O meneruskan pekerjaan mereka dalam diam. Mereka tidak merasa canggung sedikitpun karena sudah seperti keluarga sendiri. Apalagi mereka juga sering bersama untuk menyiapkan makanan. Kadang hanya Lay dan D.O yang tersisa karena Xiumin harus membersihkan ruangan yang lain.

 

Tak berapa lama kemudian Suho muncul. Ia langsung menuju lemari es kemudian mengambil air dingin dan meneguknya langsung dari botolnya. Kemudian   Suho duduk di kursi yang ditata Xiumin. Xiumin sudah selesai menyiapkan segalanya. Ia duduk di seberang Suho sambil sekali-kali mengganggu Lay yang memotong sayur dengan cerdas dan cermat(?).

 

“Suho Hyung, jangan sering-sering minum air dingin. Bagaimana nanti dengan suaramu?” D.O menasihati Suho tanpa bermaksud menggurui.

 

“Ah, kau perhatian sekali, aku jadi malu.” Suho berpura-pura malu. D.O nyengir(?) melihat kelakuan Suho. “Spagettimu belum selesai?”

 

“Sebentar lagi. Ah, kau perhatian sekali, aku jadi malu.” D.O meniru apa yang Suho lakukan. Appa EXO itu nyengir juga.

 

“Aku tidak perhatian padamu, tapi spagettimu. Kau ini pede sekali.” Kata Suho sambil menjulurkan lidahnya.

 

“Ah, awas kau. Kau tidak akan kubagi spagetti buatanku.” D.O menakut-nakuti Suho.

 

“Andwae!!”

 

“Mehrong!”

 

“Ani, ani, mianhae D.O-ah! Saranghamnida D.O-ah!” D.O hanya mencibir.

 

“Mulai sekarang kau harus belajar menjadi herbivora, Hyung. Mulai hari ini jatah makananmu hanya sayur-sayuran yang menyehatkan itu.” D.O menjulurkan lidahnya. Lay dan Xiumin yang menyaksikan drama live di depan mereka terkikik. Tak menyangka umma dan appa EXO-K se-choding itu.

 

“No!! Sayuran memang sangat menyehatkan, tapi lebih menyehatkan lagi jika ditambah masakan lezat yang dibuat dengan tambahan bumbu-bumbu penuh cinta yang dibuat oleh D.O, umma EXO!”

 

“Ehm,” Lay berdehem kecil.

 

“Eh?” Suho kebingungan, lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Dan juga Lay!”

 

“EHEEEMMMM…” kali ini Xiumin berdehem sangat keras sekali.

 

“Dengan tatanan meja yang menarik yang dikerjakan oleh Xiumin Hyung.” Xiumin tersenyuum bangga mendengarnya. Suho berkedip-kedip sok imut beberapa kali.

 

“Neee….”

 

“Mwo?” Suho tidak paham dengan ucapan D.O yang singkat itu.

 

“Lah, kau mau kubagi spagetti atau tidak? Kalau tidak juga tidak apa-apa..”

 

“Aniyo!! Aku mau. Sangat mau sekali!” kata Suho sambil beranjak dari kursi yang didudukinya. Kemudian ia membentuk gambar cinta yang sangat besar dengan kedua tangan yang diletakkan di atas kepalanya. “Saranghamnida D.O-ah!” katanya kemudian yang mendapat tatapan kematian dari Lay dan Xiumin. “Saranghamnida Lay, I love you Xiumin Hyung!” katanya lagi seraya berlari menjauhi ketiga umma EXO secepat cahaya, kekuatan yang dimiliki Baekhyun di MV MAMA.

 

“D.O-ah, Xiuming Hyung, aku capai. Aku istirahat sebentar, ya?” kata Lay.

 

“Ne, ne!! Biar aku saja yang mengiris sayuran-sayuran itu!” kata Xiumin bersemangat. Lay hanya mengangguk. Hanya mengiris sayuran, pikir Lay. Kemudian Lay berjalan menuju ruangan di mana member EXO membalas pesan dari fans mereka. Di tempat itu sudah ada Kris, Chen dan Tao.

 

 

EXO 엑소 EXO

 

 

“‘Tao Oppa, mengapa Oppa menyukai panda? Apakah karena wajah Oppa mirip panda? ㅋㅋㅋ’ Ahahaha..” Chen tertawa setelah membaca keras apa yang ditulis fans mereka untuk Tao di fanboard EXO. “Ehm, tapi kurasa dia benar, Tao-ah.”

 

“Ish, mwoya?! Aku lebih imut daripada panda! Aku tidak terima.” kata Tao. Kemudian ia membalas ‘Eii, bukankah aku lebih imut?’. Kris hanya tersenyum geli melihat apa yang ditulis Tao. Namun Lay hening.

 

Ia memasang poker-facenya, bingung mengapa fans itu menganggap Tao mirip panda. Lay memang sangat lemot. Sudah lemot, pelupa pula. Kakek-kakek banget, bukan? Namun Lay pintar memasak. Nah, justru itu yang membuat kita bingung. Ia nenek-nenek atau kakek-kakek, sih? Hmm, lupakan.

 

“Ya, mengapa ia berkata kau mirip panda?” Akhirnya Lay menumpahkan perasaannya(?).

 

Kris, Chen dan Tao melihat Lay dengan tatapan tidak percaya. Mereka berfikir apa Lay benar-benar tidak tahu. Namun setelah berfikir lebih keras, Tao sebenarnya juga tidak tahu jawabannya.

 

“Molla, karena kantung mataku, mungkin?”

 

“Jinja?” Lay membulatkan mulutnya. Kris, Chen dan Tao mengerutkan kening mereka. “Memangnya ada apa dengan kantung matamu?”

 

“Nih, hitam.”

 

“Hitam? Kurasa tidak.”

 

“Iyaaaa.”

 

“Hmm, memang kenapa kalau hitam?”

 

“Ini membuat mataku terlihat seperti panda!” Tao tidak kuat juga lama-lama merespon haraboji-Lay. Lay hanya mengangguk-angguk.

 

“Aku tidak yakin kau paham.” kata Chen pelan. Kris dan Tao terkikik, namun kata-kata Chen terdengar seperti bisikan di telinga Lay.

 

“Mwo?” tanya Lay.

 

“Aniyo.” Kata Chen. “Dan dia juga sedikit tuli, benar-benar asli kakek-kakek. Aku heran, berapa lama ia tidak membersihkan telinganya.” kata Chen bernegatif thinking ria terhadap Lay. Kris dan Tao semakin terkikik. Namun tetap saja Lay tidak mendengar.

 

“Kau suka angka berapa, Lay?” tanya Kris tiba-tiba. Chen dan Tao tidak menghiraukan Kris mengingat pertanyaannya hanyalah pertanyaan omong kosong.

 

“Hmm, 365?” Lay menyebutkan angka secara random.

 

“365 hari, Chen. 1 tahun.” kata Kris sambil menepuk pundak Chen. Tao dan Chen tertawa terbahak-bahak bersama dengan Kris. “Pantas saja.”

 

“365 hari apa? Pantas apa?” tanya Lay. Kris hanya menggelengkan kepalanya, masih tertawa bersama Chen dan Tao. “Ish, mengapa kita tidak sepaham? Mengapa aku merasa seperti alien jika bersama kalian? Lebih baik aku memasak bersama D.O.” Lay meninggalkan 3 orang yang masih tertawa itu dan kembali lagi ke dapur.

 

 

EXO엑소EXO

 

 

“Oke Hyung, sip jos!” Kata D.O kepada Xiumin ketika Lay kembali.

 

“Sudah selesai?” Tanya Lay.

 

“Loh? Kau kembali, Lay?” Xiumin bertanya-tanya.

 

“Aku mempunyai feeling jika makanannya sudah selesai dan aku harus segera mengambil jatahku sebelum tuyul-tuyul itu berebut mengambil duluan, dan ternyata aku benar.” Lay berbohong.

 

“Cih.” Xiumin tidak menghiraukan omong kosong Lay. “Ayo kita cepat mengambil, lalu panggil anak-anak.”

 

“Anakmu, Hyung? Kau punya anak Hyung? Siapa istrimu Hyung? Kapan kau menikah Hyung? Mengapa kau tidak bilang pada kami sedari dulu Hyung? Mengapa Hyung? Aku merasa terhianati Hyung!” Chen tiba-tiba muncul dengan pikiran negatifnya dan pertanyaan-pertanyaan gilanya.

 

Xiumin, Lay dan D.O melihat Chen seperti melihat alien. Chen salah tingkah.

 

“Sekarang kau yang alien, Chen.” kata Lay membalas dendamnya. Chen hanya mencibir kemudian mengambil makanannya diikuti Xiumin, D.O, dan tentunya Lay.

 

“Baunyaaaaaaa..” Tiba-tiba Sehun, Luhan, Baekhyun dan Chanyeol datang diikuti Tao dan Kris di belakang mereka. Padahal Xiumin belum memanggil mereka namun mereka sudah datang sendiri. Dasar, kalau ada makanan saja, cepat datang.

 

“Hei, kalian baru triple date, ya?” sambut D.O.

 

“Kami tidak homo, Umma!” kata Sehun. Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Tao dan kris mengangguk membenarkan.

 

“Aku juga bukan Umma, Sehun-ah!” D.O menjawab dengan tatapan jengkel. Maknae EXO itu selalu saja memanggilnya Umma.

 

“Kau sendiri yang bilangkalau kau umma EXO.” Suho datang bersama Kai. Kedua orang itu membawa botol kecil yang warna airnya tidak jelas.

 

“Kau juga bilang kau appa EXO. Memangnya kau mau menikah denganku?” D.O sewot.

 

“Kalau aku bilang tidak mau, kau nanti tidak mau membagi spagetti itu!”

 

“Kalau kau mau justru aku tidak akan membaginya denganmu!”

 

“Mengapa Umma dan Appa bertengkar?” Sehun berpura-pura menangis namun wajahnya datar.

 

“Aku bukan Umma/Appamu!” kata D.O dan Suho bersamaan.

 

“Ngomong-ngomong, itu apa Kai-ah? Mengapa Suho Hyung juga membawa itu?” Chanyeol bertanya sambil menunjuk botol yang dibawa Kai.

 

“Ini? Ini obat kuat. Tadi aku bersama Suho Hyung browsing di internet, mencari tau cara meracik obat kuat.” Kata Kai bangga. Lay hampir muntah.

 

“Hueeeeekk, pasti itu minuman tidak jelas.” kata Lay.

 

“Lihat, warnanya seperti air got.” kata Baekhyun.

 

“Hii..” Chanyeol bergidik ngeri.

 

“Kalian ini hanya iri karena tidak punya obat kuat ini. Iya, kan?” Kata suho.

 

“Lagian ini matang, lebih bersih dari air kamar mandi.” Kata kai.

 

“Bersih kepalamu botak?!” Kata Chen.

 

“Awas saja jika kalian diare karena minuman tidak jelas itu.” kata D.O.

 

“Ah, kau selalu perhatian padaku.” kata Suho menggoda D.O.

 

“Sudah kubilang aku tidak perhatian padamu!”

 

“Kapan kau bilang?”

 

“Barusan.” Kata D.O. Suho mencibir.

 

“Umma dan Appa selalu bertengkar.” kata Sehun sambil beranjak meninggalkan meja makan karena makanannya sudah habis. Kemudian disusul oleh Luhan.

 

“Ya, tunggu! Aku juga mau main!” Chanyeol berlari menyusul Luhan dan Sehun.

 

“Jangan coba-coba memulai permainan tanpaku!” teriak Baekhyun yang segera memakan makanannya cepat-cepat.

 

“Mereka main apa, sih?” tanya Chen pada Kai.

 

“Tidak tahu, mungkin hanya permainan yang membutuhkan no skill.” Kai meremehkan. “Mereka tidak akan mengalahkanku sebagai Raja Game!”

 

“Bukankah beberapa hari yang lalu kau kalah lawan Luhan?” Lay memastikan. [FF Suho Hyung]

 

“Hanya sekali itu saja!” Kai memasang wajah kesalnya.

 

Hening.

 

Semua memakan makanannya yang tersisa tanpa banyak bicara. Biasanya jika ada moodmakers, jam makan sangat ramai. Namun kali ini rupanya moodmakers sibuk bermain. Chanyeol, Baekhyun, dan Maknae Sehun.

 

Tiba-tiba D.O mendengar suara aneh.

 

“Suara apa itu?” tanya D.O.

 

“Mwo?” tanya Suho yang tidak merasa mendengar apapun.

 

“Ani, ani. Bukan apa-apa.”

 

“Aneh.” Kata Kris singkat.

 

Miaooo~

 

“Ya, kau dengar itu?!” tanya D.O panik.

 

“Kau terlalu banyak menonton Masih Dunia Lain, D.O-ah.” kata Suho. D.O mencibir. Lalu hening.

 

Miaoo~

 

“AAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!” teriak Tao histeris. Semua yang ada di ruang makan terlonjak. Sebenarnya mereka tidak terlalu kaget, namun Tao membuat suasana bertambah mencekam.

 

“Kau berlebihan.” Kata Kris singkat.

 

“Gege jahat! Gege tidak paham perasaanku!” kata Tao. “Aku kan kaget, Ge.” Tao mengelus-elus dada Kris. Kris spontan memukul tanga Tao-_-. Tao tersenyum malu karena seharusnya ia mengelus-elus dadanya sendiri-_-.

 

“Coba ku cek dulu.” kata Suho beranjak dari tempat duduknya setelah makanannya habis.

 

“Jangan!!!!!!!!!!” D.O dan Chen berteriak.

 

“Bagaimana kalau itu hantu?! Ia akan membalas dendam kepada kita karena kita semua tampan!! Atau mungkin teroris?! Mereka akan membunuh kita karena kita tampan!! No no no!!” Chen histeris.

 

“AAAAAAAA!!!!” Tao pun ikut histeris. Tao memang mudah histeris akan hal kecil.

 

“Ckckck, Chen babo.” kata Lay.

 

“Apa kau, alien!” Chen sewot.

 

“Positif thinking, Chen! Positif thinking!” kata Suho yang masih belum mengecek apa yang ada di depan pintu sedari tadi. “Mungkin tukang pos?”

 

“Tukang pos kok suaranya begitu. Kau ini gila ya?” kata Kris. Ia tidak paham dnegan jalan pikiran Suho. Suho tidak menghiraukan mereka semua, ia tetap beranjak pergi dari ruang makan sementara yang lainnya bergidik ngeri.

 

“Apa ya itu, Hyung?” kata Tao pada Lay.

 

“Tidak tahu, pokoknya kalau teroris, kan, yang mati lebih dulu Suho.”

 

“Betul, betul, betul!” Chen menirukan gaya Upin&Ipin.

 

“Apakah semua alien itu memang terlahir jahat? Aku akan menemani Suho.” kata D.O menyindir dua alien baru, Chen dan Lay.

 

“Kau memang mempunyai perasaan lebih terhadap Suho, D.O-ah.” kata Xiumin.

 

“Aku tidak homo, Hyung!!!!!” D.O berteriak sebal lalu pergi untuk melihat keadaan di luar sana.

 

 

EXO엑소EXO

 

 

D.O berjalan sambil berkata tidak jelas. Kesal juga dianggap mempunyai perasaan lebih pada Suho. Memangnya dia apa?-__- D.O berpikir lebih baik mencium kucing mati dari pada dianggap menyukai Suho. Duh, ia benci sekali lelucon yaoi tentang dirinya. Dia kan, lelaki tulen.

 

D.O berhenti ketika ia melihat Suho berdiri mematung di belakang pintu, tidak juga membukanya. Ia terlihat seperti berfikir. Takut, mungkin?

 

“Hyung?” kata D.O.

 

Suho terlonjak. Ia sedang berkonsentrasi, memberanikan diri untuk membuka pintu, tapi D.O malah mengganggu ritualnya. “Mwo? Kenapa kau kemari?”

 

“Aku takut ada apa-apa.” Kata D.O tidak bermaksud apapun yang dipikirkan Suho. Apa yang dipikirkan Suho?

 

“Ah, kau selalu saja perhatian padaku. Aku ajdi malu..” Tentu saja ini-_-. Suho terkikik.

 

“Hyung!!” D.O memberikan tatapan tajam kepada Suho. “Jangan-jangan kau benar-benar penyuka lelaki. Mengapa kau terus saja manggodaku?”

 

“Enak saja! Aku tulen, woy! Tidak ada wanita untuk digoda, adanya yang nyerempet. Jadi kugoda yang nyerempet itu saja..” kata Suho santai. D.O memukul lengan Suho cukup keras.

 

“Aku juga tulen!!!!!” katanya membentak Suho. Angelic face kepala botak. Suho Hyung busuk. Pikir D.O. “Hyung takut ya?! Ah cemen!” kata D.O. Kemudian ia membuka pintu diiringi oleh teriakan Suho.

 

“Aniyaaaaaaaaaaaaaa!!”

 

“Mwoya?” kata D.O sambil melihat apa yang ada di depannya. Suho bergerak beberapa langkah ke depan. Matanya menyipit.

 

“Mwoya?!!” katanya keras sekali. Mendatangkan Lay, Chen, Tao dan Kris. Xiumin dan Kai tidak tertarik dan memilih untuk tidur di kamar mereka masing-masing.

 

“Hah, kucing?!” kata Lay, Chen, Tao dan kris bersamaan.

 

Tao menepuk jidatnya pelan, menyesal telah histeris karena seekor kucing.

 

“Ahekehekehk, lucu seperti Kai.” Lay mengangkat kucing itu, mengeluarkannya dari kardus coklat, tempatnya singgah beberapa menit tadi. “Karena kau seperti Kai, maka ku beri nama kau ‘Iak’!”

 

“WTF Hyung?!” Tao begidik geli mendengar nama buruk buatan hyungnya itu. Memang dasar alien. Kakek-kakek alien.

 

“Iak, kebalian dari Kai.” kata Lay datar. “Kau marah?” Tao menggeleng.

 

Kris, Chen, Suho dan D.O menyeringai mengagumi pintarnya Lay. Pintar?-_- Hening.

 

“Hey, hey, sepertinya dia kelaparan.” kata D.O.

 

“Kris, Lay, kau belikan Iak makanan.” perintah Xiumin tiba-tiba, meninggalkan Kris dan Lay yang kebingungan. Chen, Tao, Suho dan D.O juga tak banyak bicara. Mereka meninggalkan Kris dan Lay yang mematung di tempatnya.

 

“Tapi Hyung, aku tidak tahu apa makanannya! Aku belum pernah punya hewan peliharaan!” kata Lay.

 

“Aku juga!” Kris menambahi.

 

“Sama!” Kata Xiumin disambut anggukan Chen, Tao, Suho dan D.O.

 

Sepeninggal mereka, Kris dan Lay saling berpandangan. Sekali-kali mereka menatap arah lain, berharap mendapat ide. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Lay berjalan kesana kemari, sedangkan Kris hanya diam sambil melihat Lay berjalan(?).

 

“Ya, ayo kita bersiap-siap dulu.” kata Kris menghentikan aksi Lay.

 

“Lalu?”

 

“Sudahlah pasti kita dapat ide.”

 

 

EXO엑소EXO

 

 

“Ganti channelnya! Aku tidak mau menonton drama.” Chen menyuruh Tao yang dekat dengan remote.

 

“Shireo!” Tao cemberut seketika.

 

“Ayo kita voting! Aku juga tidak mau menonton drama.” D.O mengangkat tangannya. Diikuti oleh Chen. Tanpa Tao duga, Suho, Lay dan Xiumin memilih untuk tidak menonton drama. Tao hanya pasrah ketika hyung-hyungnya itu memilih melihat kartun.

 

Sementara itu Lay berganti pakaian di kamarnya. Setelah selesai, ia mendekati kaca lalu merapikan rambutnya. “Keren.” katanya percaya diri. Kemudian ia mengambil topi yang tergantung di dinding kamarnya. Saat ia mengaca memakai topi, Kris memasuki kamarnya.

 

“Ada headphone?” tanyanya.

 

“Mwo? Untuk apa? Itu di sana.” katanya sambil menunjuk sudut kamarnya. Tergeletak berbagai macam warna headphone di sana. Kris mengambil secara acak. Tak lupa ia memakai kacamata kuning yang tergeletak di sana.

 

“Kau ini dandan seperti apa sih?” tanya Lay ilfeel.

 

“Kau pikir kau dandan seperti apa?” Kris balik menanyai Lay. Lay mencibir. “Hmm, sampai sekarang aku belum punya ide.” kata Kris. Lay hanya diam karena ia juga belum mempunyai ide sedangkan mereka berdua sudah berdandan seperti gangster. “Ayo!” ajak kris kemudian. Lay mengikuti di belakangnya.

 

Kris dan Lay keluar dari kamar. Suasana di ruang TV sangat ricuh. Tawa meledak di mana-mana. Rupanya mereka sedang menonton kartun.

 

“Aahhahahaha mengapa Tom selalu sial, sih?!” tanya Xiumin sambil tertawa.

 

Tom.

 

Kris dan Lay saling berpandangan lalu tersenyum senang.

 

“Kami berangkat!”

 

Tao, Chen, Xiumin, Suho dan D.O saling berpandangan. Mereka tidak habis pikir Kris dan Lay tau apa makanan kucing.

 

“Ngomong-ngomong Kai dari tadi tidur, ya? Hih, katanya dia mau menghabiskan obat kuat itu dulu, tapi malah belum diteguknya sama sekali.” kata Suho ketika tidak sengaja melihat minuman yang diraciknya dengan Kai masih utuh di atas meja makan.

 

“Kau juga tidak minum gitu, Hyung.” kata D.O.

 

“Aku akan meminumnya kalau Kai meminumnya!” suara Suho meninggi.

 

“Kenapa Hyung sewot?” D.O mengalihkan padangannya dari Suho. Suho hanya mencibir. Member EXO memang senang mencibir.

 

 

EXO엑소EXO

 

 

Kris dan Lay melaju dengan mobil. Mereka sengaja membuka kaca mobil mereka lebar-lebar agar bisa pamer gaya berpakaian mereka kepada fans yang tidak sengaja melihat. Ketika ada fans yang menaiki sepeda motor dan membawa kamera, mereka bergaya. Duh, narsis-_-

 

 

 

Kris menginjak gas sangat kuat hingga mobil melaju sangat cepat. Setelah beberapa menit, akhirnya Kris dan Lay sampai di Hutan Got(?).

 

“Kau yakin ini tempatnya?” tanya Lay sambil keluar dari mobil. Kris mengangguk pasti.

 

“Kita harus cepat, kalau tidak Iak bisa mati!” Kris sok serius. Ia berjalan cepat, kemudian Lay menyusulnya, lalu Kris menyusul lagi, dan mereka malah lomba lari. “Stop!!” Kris menghalangi laju Lay.

 

“Itu dia!” teriak Lay bahagia.

 

“Stt!!! Jangan keras-keras! Pada saat seperti ini kita harus sangat berhati-hati.” Lay mengangguk. Kemudian mereka bedua berjalan sangat pelan sekali. Lay berjalan di depan Kris. “Woy, minggir woy!” kata Kris. Lay menghadap kebelakang dan ia kaget ketika Kris mengarahkan anak panah menuju ke arahnya. Lay cukup bertanya-tanya dari mana Kris mendapatkan busur dan anak panah itu tapi ia membiarkan saja.

 

“Aku tidak mempunyai salah Hyung!!!”

 

“Siapa yang mau memanahmu?! Itu dia mangsa kita!” kata Kris memulai perburuan. Rupanya mangsanya tidak semudah itu dibunuh. Ia berlari cepat sekali. Tapi kalah cepat dengan kaki panjang Kris. Lalu Kris melepaskan anak panahnya.

 

JLEB

 

Tepat sasaran. Lay dan Kris tertawa penuh kemenangan. Lay menari-nari karena perburuannya dan kris berhasil.

 

Setelah Lay menari, ia melihat Kris terpaku pada sesuatu. Kris melihat air terjun tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

 

“Ayo kita mandikan dia!” Lay mengerutkan keningnya. “Kau mau Iak mati karena memakan makanan berkuman?” Lay menggeleng. Sejak kapan Kris perhatian dengan sesama? Biasanya ia tidak mengurusi keadaan sekitarnya, pikir Lay.

 

Setelah mereka memandikan buruan mereka, Lay kembali dikejutkan oleh benda yang dibawa Kris. Alat pemanggang. WTF?!

 

“Mwoya?!”

 

“Hehe, kita harus baik pada Iak. Ayo kita panggang dulu tikus got ini supaya lebih yummy!” ajak Kris dengan antusias. Lay hanya mengikuti apa yang dilakukan Kris.

 

Di saat Kris mengoleskan bumbu rasa sapi panggang, Lay bertanya pada Kris. “Apa ini tidak kebesaran?”

 

“Ani! Coba kau pikir!”

 

“Sebentar, kucoba dulu!”

 

“Mwoya, aku belum selesai bicara!” Kris kesal. “Kau lebih suka jika porsi makanmu banyak, bukan?” Lay mengangguk. Kris menjentikkan jarinya. “That’s it! Iak juga pasti senang jika porsi makannya banyak.” kata Kris. Lay mengangguk-angguk. Benar juga, Kris memang leader yang sangat hebat dan dahsyat dan tidak patut dilaknat(?).

 

Kemudian setelah memanggangnya, Lay memotong tikus itu menjadi tiga bagian, kepala, tengah, dan bawah. Kris memberikan kedua jempolnya atas kerja bagus Lay(?). Sebenarnya ia ingin menunjukkan keempat jempolnya, tapi ribet jika ia harus melepas sepatunya yang sudah ia tali pati, ia juga memakai 3 kaos kaki. Nanti ia malah ditinggal oleh Lay, lagi. Tidak lucu, dong.

 

 

EXO엑소EXO

 

 

“Ahehehehe, yah, Tom&Jerry-nya sudah selesai.” Tao mengerucutkan bibirnya. Sedari tadi ia yang paling banyak tertawa.

 

“Ish, sepertinya kau yang paling antusias, padahal kau sendiri yang tidak mau mengganti channel.” kata Chen. Tao hanya menjulurkan bibirnya. Maknae.

 

“Kami pulang!” kata Lay bahagia.

 

“Kenapa nada bicaramu seperti ibu-ibu yang baru pulang kerja dan merindukan anaknya?” tanya D.O.

 

“Ya, itu tidak boleh. Di sini D.O ummanya.” Suho mulai lagi dengan goda-menggodanya.

 

“Hihh, diam kau maho (manusia homo)!!”

 

“Jangan begitu, Umma, kalian harus menjadi contoh yang baik bagi kesepuluh anak kalian. Baik anak kandung, maupun anak angkat.” Lay angkat bicara.

 

“Mengapa kau ikut-ikut Sehun memanggilku umma?” D.O pura-pura menangis. Semua member yang ada di ruangan itu tertawa kecil.

 

“Kau beli apa? Beli di mana? Habis berapa? Kok tau makanan kucing?” Xiumin memberi pertanyaan bertubi-tubi.

 

“Kita tidak beli Hyung. Kita tidak beli Hyung. Kita tidak beli Hyung. Kita—” Lay menjawab pertanyaan Xiumin satu-satu namun justru terdengar bodoh.

 

“Aish, babo.” Kris menjitak kepala Lay. “Kita tidak beli Hyung, tapi kita mencari.” Kris mengangkat salah satu alisnya.

 

“He??” Chen, Tao, Xiumin, Suho dan D.O mengerutkan kening mereka.

 

“Mencari apa? Memangnya kau tau apa makanan kucing?” tanya Xiumin. Saat itu, Iak berjalan mendekati mereka dan Tao langsung menggendongnya dan bermain-main dengan Iak.

 

“Kami tidak tahu, tapi setelah melihat kalian menonton Tom&Jerry, kami jadi tahu.” Kata Lay sambil tersenyum bangga.

 

“Wow!! Brilian!! Aku sangat bangga pada kalian!”

 

“Tapi kok baunya sapi panggang?” tanya Suho. D.O menaik turunkan hidungnya, mencoba membau. Lalu ia mengangguk-angguk menyetujui Suho.

 

“Hehe, tadi kuolesi sedikit bumbu rasa sapi panggang, biar tambah enak.” kata Kris sambil tertawa kecil.

 

“Waw, pasti lezat, aku juga mau!” Kata Tao sambil menggendong Iak. Semua memberikan Tao pandangan what-the-hell-Tao-?.

 

“Ini. Tikus.” Kata Chen datar. Tao diam, lalu tertawa saat sadar. Sepertinya ia tertular penyakit lemot Lay.

 

 

EXO 엑소 EXO

 

 

Malam semakin larut, bintang bintang menampakkan diri ditemani oleh satu bulan yang tidak bundar juga tidak sabit, apalagi kotak. Member EXO mulai mengantuk, Iak pun sepertinya juga sudah tertidur tanpa memakan apapun. Sepertinya perhitungan member EXO salah, Iak sudah sangat kenyang tadi. Sebelum dibuang tadi kelihatannya Iak diberi makan yang banyak dahulu oleh pemiliknya. Akhirnya member EXO tidur dengan tenang di kamar masing-masing.

 

Tik Tok Tik Tok Tik Tok Tik (tik tik bunyi hujan di atas genting, airnya tur—lupakan)

 

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Iak tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia merasa sangat lapar. Perutnya keroncongan, tapi infrasonik(?). Hanya hewan-hewan tertentu yang dapat mendengarnya. Iak melihat sekeliling, lalu menatap tempat makannya. Memang dasarnya tidak punya otak, jadi ia memakan apa yang ada di atas tempat makannya itu. Kris dan Lay babo, sudah memberikan tikus got jumbo, dipotong menjadi tiga bagian, pula! Bisa bayangkan betapa besarnya perpotong? Iak kan masih kecil! Duh, Krease&Lays! Untung tangan tikus itu tiba-tiba terpotong, tapi tetap saja besar. Dan Iak dengan innocentnya berusaha memakannya dalam satu lahapan. Dan akhirnya ia tersedak, Readers! Tangan tikus itu menyangkut di kerongkongan Iak. Iak berlari mencari air, namun air di tempat makannya sudah habis.

 

 

EXO엑소EXO

 

 

“Aish!” Sehun beranjak dari tempat tidurnya dan berlari menuju pintu kamarnya. “Aduh, susah banget buka pintunya! Kebelet, nih!” katanya kemudian. Setelah ia berhasil membuka pintu, ia segera berlari menuju kamar mandi. Saat itu ia tidak sengaja melihat Iak yang berlari memutar-mutar di dekat tempat makannya, tapi ia tidak peduli. Kebelet, Readers.

 

Setelah menyetor, Sehun keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh Iak yang berlari mendatanginya dan berusaha menjilat air di lantai kamar mandi. Segera saja Sehun menggendong kucing kecil itu.

 

“Ya, jangan! Air kamar mandi itu kotor! Kau haus? Sebentar..” Sehun mengecek air di lemari es, habis. Di atas kompor juga habis. Di ceret juga habis. Aish, mengapa ini terjadi. Masa Iak harus meminum air kamar mandi yang kotor itu?

 

‘Lagian ini matang, lebih bersih dari air kamar mandi.’

 

Aha!

 

Sehun mencari-cari sesuatu di lemari es. Namun benda itu tidak ada. Sehun mencoba mencari di sekitar dapur, tidak ada juga. Sampai ia tidak sengaja melihat ke arah meja makan. Sehun menepuk keras dahinya. Ia berjalan ke arah meja makan dan mengambil obat kuat yang diracik Suho dan Kai tadi.

 

“Iak, kau beruntung sekali. Untung masih ada air bersih(?). ” katanya sambil menuangkan setengah botol obat kuat itu ke tempat makan Iak. Iak menjilat-jilati obat kuat itu, berharap kesakitannya karena tangan tikus itu segera hilang. Sehun mengelus-elus rambut Iak dengan sayang kemudian meninggalkan Iak untuk kembali tidur.

 

Tak berapa lama setelah Sehun menutup pintu kamarnya, Iak kejang-kejang dan akhirnya game over.

 

 

EXO엑소EXO

 

 

PLAKK

 

Kaki dan tangan D.O menindihi badan Kai sehingga laki-laki itu terbangun paksa. Kai berusaha menyingkirkan tangan D.O dari wajahnya secara halus, namun tangan D.O justru tidak mau lepas dari wajah Kai. Kai murka(?) sehingga ia memutuskan untuk menyingkirkan tangan D.O secara kasar.

 

“Hiaaaaaaaaaa..” teriaknya bagaikan Hulk di film Avengers.

 

Segera saja Kai bangkit dan berjalan keluar kamarnya untuk sekedar mencuci mukanya. Namun pemandangan seekor kucing tergelepar di dapur sangat menyita perhatiannya. Kai menghentikan langkahnya, menghampiri kucing yang baru dilihatnya hari ini itu. Ia terjengkang ketika melihat tikus yang sudah termutilasi dengan bau sapi panggang ada di tempat makan kucing. Ia juga melihat obat kuatnya di wadah minuman kucing itu yang masih tersisa seperempat wadah. Kai melihat kucing malang itu sekali lagi.

 

“Hyuuuuuuungg!!!!!!!!!!” teriaknya. Suho yang pertama keluar dari kamarnya, diikuti maknae Sehun yang sekamar dengan Suho. Lalu tak berapa lama kemudian, seluruh member EXO sudah berkumpul. Namun mereka tidak menyadari apa yang terjadi karena mata mereka hanya terbuka 5 watt. “Ini kucing siapa?” tanya Kai pelan.

 

“Itu Iak, kucing yang kemarin tiba-tiba ada di depan dorm saat kau masih tidur.” jawab Suho.

 

“Iak imut lo.” kata Baekhyun.

 

“Iya, Iak sangat menggemaskan.” Chanyeol meneruskan.

 

“Iak masih tidur, ya?” tanya Chen.

 

“Tidur kepala Hyung botak?! Iak-Iakmu itu sudah mati, Hyung!!”

 

“Maatii??” tanya kesebelas member EXO serempak. Kai memutar kedua bola matanya.

 

“Ngomong-ngomong, mengapa ada tikus di sini?”

 

“Makanan Iak, lah!” jawab Lay.

 

“What???!!!!”

 

“Bukankah makanan kucing itu tikus, ya?” kata Kris.

 

“Iya Kai-ah. Tom saja suka sekali mengejar Jerry.” kata Tao polos. Kai menepuk jidatnya.

 

“Gak gitu juga kali, Hyung!!!” katanya frustasi. “Ini kenapa obat kuatku bisa ada di sini?”

 

“Tadi malam Iak haus, lalu ia ingin meminum air di lantai kamar mandi. Kotor dong, tentu aku tidak bisa membiarkannya.” kata Sehun sok bijaksana. “Lalu aku mengecheck semua tempat air dan semuanya kosong. Kemudian Tuhan menganugerahiku ingatan yang sangat kuat, Ia mengingatkanku kalau kau pernah berkata ‘Lagian ini matang, lebih bersih dari air kamar mandi.’. Dan, yah, begitulah..” kata Sehun mengakhiri ceritanya. Kesepuluh member EXO hanya mengangguk-angguk.

 

Kai stres sendiri. “Gak begitu juga kali, Sehun-ah!!”

 

“Sudahlah, lebih baik kita kubur Iak di bawah pohon durian kita, agar jika sudah terurai dapat menjadi pupuk(?).” kata Suho. Semua mengangguk. Setelah Chanyeol membungkus Iak dengan kain kafan, seluruh member EXO berjalan bersama-sama ke tempat pemakaman Iak. Xiumin menggali lubang dengan cepat (lubang kucing-_-) lalu mengubur Iak. Tidak ada yang menangis kecuali Tao. Tao merasa sangat kehilangan mainannya.

 

Walaupun Iak mati mengenaskan(?), namun ia tidak menghantui member EXO karena ini bukan fanfiction horor. Sekian(?).

 

THE END

 

A/N : Gila, ini FF oneshot panjang banget._.v

57 pemikiran pada “The Cat

  1. GILAAAA!!!!ni ff gila banget.kok luhannie jarang keliatan sih??? (´•_•`) 😦 gpp deh!!!!fighting thor!!!!

  2. ha ha ha

    bingung bacanya. hehehe
    nggak ngerti inti ceritanya. dan satu hal yang bikin sense of humornya gak kerasa alias hambar *menurut saya* adalah bahasa yang dipakai adalah bahasa baku. jadi kaku. seriusan, aku usul, kalo ff komedi mending pakai bahasa sehari2 jangan bahasa sastra indonesia yang baku. -__-
    sorry, just being honest

    don’t take it personally.
    niatnya gak mau komen, tapi q gak suka jd silent reader, so i must be honest.
    next time coba pakai bahasa sehari2, aku jamin pasti 100 kali lebih lucu.

    hwaiting!

  3. sehun terlalu polos, masa kucing d kasih obat kuat? Mati kan jadi’a. Ckckc

    Oh ya
    ‘ Tao hanya menjulurkan
    bibirnya. Maknae.’

    Mungkin maksud’a memajukan kali yah? Kalo menjulurkan biasa’a lidah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s