Why Did I Fall in Love With You? (Chapter 3)

author : Delanika

genre: tragedy and romance .

cast :

-Byun Baekhyun

-Lee Soa

(other cast cari sendiri yak ^^)

Rate : PG15

Length : multichapter.

summary : pertemuan antara malaikat yang menyukai manusia dan seorang gadis yang tidak percaya akan malaikat~

message from author : chapt 3, hm, mianhae kalo ff yang sebelum-sebelumnya itu ngebosenin. Soalnya blom keliatan banget sifatnya baekhyun. Mianhae reader. Sekarang author coba bikin seru. Bahasanya author pake yang kurang baku ya. Enjoy reader ^____________^

Episode 3

-Author POV-

Baekhyun mendengar suara pintu terbuka, dia kira D.O tapi perkiraannya meleset, ternyata yang masuk ke kamarnya adalah Soa.

“KYAAAAA!!!!”,teriak Soa.

“Hey-hey-hey! Tenanglah dulu, gausah teriak-teriak kayak gitu bisa ka—“

Set~

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!”, teriak Soa sangat sangat sangat kencang. Spontan Soa langsung menutup matanya.

“Nah, kalo yang ini, baru kamu boleh teriak kencang.Hehe.”,ucap Baekhyun dengan muka merahnya karena malu akibat lilitan handuknya lepas. *reader jangan yadong ya._.*

“Ya!! Baekhyun babo!”,bentak Soa yang sedaritadi belum mengubah posisi tangannya.

“Aiissh, akukan gatau kalo handuknya bakal lepas.”, keluh Baekhyun.

“Terserah apa katamu deh! Ini ada paket untukmu, gatau dari siapa. Tadinya aku hanya ingin mengantarkan ini, tapi jadi melihat pemandangan yang aneh-aneh deh.”,ledek Soa.

“Ya!! Kau meledekku? Ngomong-ngomong makasih yah.”

“Oke. Sama-sama. Awas ya, kalo aku ke kamar ini, jangan ada lagi pemandangan seperti itu.”,ledek Soa(lagi) sambil mehrong.

Belum sempat Baekhyun membalas ledekan Soa, Soa sudah pergi keluar dari kamar Baekhyun.

-Baekhyun POV-

Ah, apa-apaan ‘itu’? Benar-benar memalukan! Tuhkan, belum apa-apa kecerobohanku sudah keluar. Ku mohon, jangan ada lagi peristiwa memalukan seperti itu lagi.

B:Ngomong-ngomong dingin nih daritadi belom pake baju thor.

A: Aishh, yaudah sana pake baju! Ga ada abs juga, apa yang mau diliat? *dijitak =w=

BACK TO THE STORY. *masalah percakapan author sama baekhyun tadi jangan dipikirin, itu cuma lelucon*

Setelah berpakaian, aku memutuskan untung merebahkan tubuhku di kasur. Baru beberapa detik aku memejamkan mata, ada teriakan yang sepertinya, eh bukan sepertinya tapi memang benar ada yang memanggilku.

“BAEKHYUUUUUUUUN!!MAIN YOOK!(?)CEPAT TURUN! MAKAN MALAM SUDAH SIAP!!”, teriak Soa dari meja makan.

Aku hanya diam tak menjawab karena aku sangat mengantuk. Aku turun dan berjalan menuju meja makan dengan tak bersemangat.

Di meja makan.

“Annyeong~!”, sapa seorang anak laki-laki yang imut.

“Annyeong, apa kau dongsaengnya Soa? Wah, imut sekali!”,sapaku balik sambil mencubit pipinya.

“Iya, aku dongsaenya. Gomawo pujiannya hyung. Perkenalkan, Aku Lee Tae Gyun.”

“Kalau aku teman kecilnya. Hehe. Aku Byun Baekhyun. Salam kenal Tae Gyun.”

“Hey, Baekhyun, cepat duduk dan habiskan makanannya, baru kau boleh tidur. Aku tau kau sudah mengantuk.”kata umma *ummanya Soa* dengan perhatian.

“Ah, umma. Tau aja. Hehe.”,balasku dengan menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

“Ya! Cepatlah makan makanannya Baekhyunnie, nanti keburu dingin.”,kata Soa mengingatkan.

“Baekhyunnie?”,tanyaku sambil mengangkat alisku yang menandakan “nama-apa-itu”.

“Hmm, nomo boro ontokmo.”(read:nama baru untukmu),jawabnya sambil mengunyah makanannya.

“Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti. Telan dulu makanan yang ada di mulutmu, baru bicara.”,saranku.

Glek.

“Maksudku, itu, itu nama baru untukmu.”

Nama baru? Tidak jelek. Imut malah iya. Haha, tapi aku jadi geli dipanggil seperti itu.

.

.

“Mmm, enak makanannya, siapa yang membuatnya umma?”,tanyaku kepada umma.

“Coba kau tebak.”,kata umma.

“Kalau Soa tidak mungkin. Aha! Umma ya?”

Belum sempat umma menjawab. Jitakan sudah mengenai kepalaku.

“Ya! Maksudmu apa?”

“Ga ada maksud tuh.”, jawabku sambil mehrong.

“Baekhyun hyun, ini semua yang masak tuh Soa eonnie, yang masak semua masakan di rumah ini itu Soa eonnie, hmm, dia itu seperti chef di rumah ini.”,jelas Tae Gyun yang membuatku takjub.

“Waah, hebat sekali, aku tidak menyangka kau bisa membuat makanan seenak ini!”

PLETAK!

1 jitakan lagi-lagi menyakiti kepalaku.

“Hahaha.”, umma dan Tae Gyun tertawa.

Ah, aku jadi rindu dengan keluargaku. Aku juga punya seorang dongsaeng yang seumuran dengan Tae Gyun dan umma yang sangat-sangat menyayangiku. Melihat mereka berdua tertawa, aku jadi rindu dengan keluargaku.

“AW!!”,jeritku kesakitan.

“Ada apa?”, tanya umma yang sedikit kaget karena jeritanku tadi.

“Tadi ada semut yang menggigitku umma.”,jawabku berbohong karena aku merasakan ada yang menatapku dengan tatapan “jangan-bilang-yang-sebenarnya”.

“Kirain aku, Soa eonnie menginjak kaki hyung.”,kata Tae Gyun.

Memang benar! Kakiku tadi diinjak Soa. Mungkin dia melihat aku melamun, jadinya dia menginjak kakiku.

“Ada apa? Kok melamun? Ohiya, cepat kunyah makananmu.”,bisik Soa.

“Ani, tidak ada apa-apa.”

.

.

Makan malam selesai.

“Soa, Tae Gyun dan Baekhyun cepat masuk ke kamar kalian. Sudah malam, kalian pasti mengantuk. Biar umma yang membereskan meja makan.”

“Ah, aku belum mengantuk umma, bagaimana kalau aku saja yang membereskan meja makan?”,tanya Soa.

“Aku juga belum mengantuk, aku akan membantu Soa. Lebih baik umma saja yang istirahat duluan.”,kataku sambil senyum kepada umma.

“Ah, senyummu manis sekali. Yasudah kalo memang itu mau kalian. Tae Gyun, kamu ga boleh bantu mereka. Kamu harus tidur. Ini sudah waktunya anak kecil untuk tidur.Ara?”

“Yah umma, baru saja aku mau bilang, kalau aku mau main dengan  Baekhyun hyung.”, kata Tae Gyun sambil memasang mulut cemberut.

“Hmm, besok saja kita main. Oke?”,tanyaku.

“Oke!”,jawab Tae Gyun dengan semangat.

“Baiklah, ayo kita tidur Tae Gyun.”, ajak umma.

“Aku ke atas dulu yah hyung, eonnie, awas loh, jangan melakukan yang aneh-aneh mentang-mentang kalian hanya berdua.”

“Tidak akan.”, Soa nyeletuk.

Tae Gyun dan ummapun masuk ke kamarnya. Yang di luar kamar hanya aku dan Soa.

Tes

Tes

“Hujan?”,tanyaku pada Soa.

“Mungkin? Aku tak tau. Sepertinya sih iya.”,jawabnya.

Ternyata memang hujan, bunyi hujan menemaniku dan Soa, dingin yang menyerebot masuk ke dalam rumah menusuk tulang-tulangku. Aku bagian mengelap meja, sedangkan Soa bagian mencuci piring. Tiba-tiba saja terdengar suara petir yang menggelegar.

DUAR!!

DUAR!!

PRANG!

Suara apa itu? Seperti suara pecahan piring? Suaranya seperti datang dari tempat cucian piring. . .  SOA?! Ada apa ya dengannya? Lebih baik aku mengeceknya sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

.

.

“SOA?! Kau kenapa? Kau menangis? Telunjukmu berdarah. Piring pecah. Apa yang terjadi?”, tanyaku kaget.

“A-a-ak-aku t-t-ti-tidak a-a-apa k-k-kok.”,jawabnya sambil terisak.

“Tidak apa-apa bagaimana? Piring pecah, telunjukmu berdarah dan kau menangis, apa itu tidak apa-apa?”,tanyaku sambil menghisap darah yang keluar dari jari telunjuknya.

“Ta-tanganku ber-berdarah mas-masih bi—“

DUAR!!

Suara isakan Soa terdengar lebih keras setelah bunyi petir berlalu.

“Tanganku masih bisa diob-ob-bati kok.”,katanya sambil mengatur isakannya.

DUAR!!

DUAR!!

“KYA!”, jeritnya ketakutan. Sekarang aku baru sadar *tadi baekhyun kayaknya ga conect deh* kalau Soa takut petir. Kenapa gabilang daritadi?

Aku putuskan untung menggendongnya ke kamar. Meskipun dia meronta-ronta tak ingin digendong, aku tetap saja menggendongnya. “Turunkan aku baekhyunnie! Aku bisa jalan sendiri!Di bawah belum rapih! Masih berantakan! Turunkan aku, aku masih ingin membereskan piring-piring yang pecah tadi!”,bentaknya. “Biar aku saja yang bereskan.”,jawabku.

.

.

-Soa POV-

Kamar Soa.

 “Hiks-hiks-hiks….”, suara isakanku terdengar Baekhyun. Sungguh memalukan. Mengapa bisa ada petirsih?! Aku benci dengan suara petir!     

“Soa? Apakau sudah baikan?”,tanya Baekhyun sambil menggenggam erat tanganku.

“Sudah.”, jawabku singkat.

“Apa kau takut petir?”,tanyanya.

“Iya. Sangat takut.”

*flashback*

Disaat  aku berusia 5 tahun, appa dan ummaku bertengkar hebat.

Malam yang kacau, hujan yang sangat deras, suara petir yang menggelegar mendukung pertengkaran appa dan ummaku. Aku hanya mengintip pertengkaran itu dari balik lemari sambil menangis.

“KAMU GIMANASIH?! NGURUSIN KEUANGAN AJA GABISA! GIMANA MAU NGURUSIN ANAK?!”,bentak appaku ke ummaku.*kok sinetron yah? ==”*

“KAMU YANG GABISA! JUDI MULU KERJAANNYA! MINUM-MINUM! KAU YANG MENGHAMBUR-HAMBURKAN UANG!!”,bentak ummaku balik.

“TERUS SAJA KAU SALAHKAN AKU! AKU MUAK LAMA-LAMA HIDUP SATU ATAP DENGANMU!!”

“MEMANG KAU SAJA?! AKU JUGA MUAK!”

“SEKARANG JUGA KAU KELUAR DARI RUMAH INI!”

“KAU YANG HARUSNYA KELUAR KIM HAN JOO! INI RUMAH UMMAKU!”

“BAIKLAH KALAU KAU MAUNYA BEGITU! SEKARANG JUGA AKU AKAN KELUAR DARI RUMAH INI! AKU TAK SUDI PUNYA ISTRI SEPERTIMU!!”

DUAR!!

DUARRRR! *capslock author jebol*

Ummaku tidak membalas, ummaku sudah tak tahan dengan kelakuan appaku yang ‘seenaknya’ saja. Kemudian, aku memutuskan untuk keluar dari lemari, dam mengerjar appaku yang sudah menyalakan mobilnya. “Soa!! Jangan kejar appamu!”,teriakan ummaku tidak aku pedulikan. Sekarang yang aku pedulikan hanyalah appa. Aku ingin appa pulang.

Disaat appaku sedang mengemudi. . . .

DUAR!!

DUARR!!

DUARRRR!!!

Suara petir yang sangat kencang itu membuat appaku kehilangan kendali dan jalan yang licin membuat mobil appaku terbalik. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Appaku lalu dibawa ke rumah sakit, namun, dia sudah tidak tertolong. Akhirnya, appakupun meninggal.

*flashback end*

“Itulah yang menjadi alasan mengapa aku takut dengan petir. Jika aku mendengar suara petir, aku teringat kembali akan kejadian itu.”,jelasku.

“Kasihan sekali nasib appamu. Aku turut berduka cita yah Soa, atas meninggalnya appamu.”

“Ne. Toh, sudah lama juga, aku sudah melakukan cara apa aja buat ngilangin ingatan itu. Tapi tetep aja, aku gabisa lupain.”

“Mungkin, Tuhan emang gabolehin kamu buat lupain kejadian itu?”

“Hmm, mungkin Tuhan punya rencana?”

“Iyaa, aku gatau. Ohiya, Soa, aku mau beresin pecahan tadi dulu ya!”

Disaat dia bangun dari duduknya, aku spontan menariknya dengan kuat. Alhasil, aku tertimpa olehnya,*bukan ketimpa sih, tapi kayak si Soanya tiduran, si Baekhyunnya di atas, ngertikan?*

Deg

Deg

Deg

Wajahku memerah. Jantungku berdebar sangat kencang, apa ini?

-Baekhyun POV-

Degdegdeg.

Detak jantungku berdetak tak beraturan, mataku dan matanya saling tatap-menatap. Ada apa dengan hatiku?

“Ehem!”, deheman Soa membuat aku langsung mengganti posisiku.

“Maaf.”,kataku sambil menutup wajahku yang merah ini.

“Tidak apa-apa.”, jawabnya.

“Hujan sudah berhenti, petir juga sepertinya ga kedengeran lagi. Aku balik ke kamarku dulu ya. Kalau ada apa-apa masuk saja ke kamarku. Tak apa kok.”,saranku.

“Oke.”,jawabnya singkat, mungkin masih shock dengan kejadian tadi.

.

.

Akupun keluar dari kamar Soa dan menuju pecahan piring tadi. Selesai membereskan pecahan piring, aku ke kamarku, untuk menenangkan diriku yang sedari tadi tidak beres.

Kamar Baekhyun.

Apa-apaan tadi? Jantungku berdetak sangat cepat dan tidak beraturan. Mukaku juga memerah? Cinta? Tidak mungkin!

“Eh? Ada surat. Surat apa ini? Dari D.O.”

-Surat-

Baekhyun, ada pesan dari Suho hyung, katanya, selama kau ada di sana, kau tidak boleh jatuh cinta dengan siapapun. Kalau kau jatuh cinta, kau tidak akan boleh lagi ke bumi. Itu kata Suho hyung.

-Do Kyungsoo-

-TBC-

Seru ga? -___- aku takut ga seru nih reader :3 Mianhae yah, kalo ga seru, soalnya aku masih baru. Hehe *cari alesan*, kepanjangan atau kependekan? ._. Reader, don’t forget to comment ya~ Khamsahamnida =]

 

18 pemikiran pada “Why Did I Fall in Love With You? (Chapter 3)

  1. KKKKKEEEEPPPPEEEENNNNDDDDEEEEKKKKAAAANNNN TTTHHHOOOORRRRR !!!!!!
    #sebel ah
    author,panjangin lagi dong ceritanya ^^
    next chapnya harus panjang yang thoooorrr ^^
    pokoknya DAAAEEEBBBAAAKK lah thooorrrr **
    authorrrr, HHHHWWWAAAIIITTTHHHIIINNGGG !!!!!

  2. Kurang panjang thooooooooor
    Kasian banget ya si baekhyun gak boleh jatuh cinta dulu-_-
    Chapter selanjutnya harus lebih panjang dr chapter ini ya thor, ditunggu kelanjutannya, secepatnya thoooooor *teriakpaketoa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s