Karma (Chapter 2)

Author : Mrs. Chanyeol

Genre : romance,friendship

Lenght : multi chapter

Rated: PG-15

Cast :

Krystal f(x)

Kai Exo – K

Chanyeol Exo – K

Other cast :

Sulli f(x)

Baekhyun Exo – K

Suho Exo – K

Warning: Typo everywhere! No bashing and no plagiarism! dan mian kalau kurang memuaskan 🙂

*krystal POV*

“Begitukah krystal? Lalu aku? Apakah aku bersalah denganmu? Apakah aku bersalah pada sulli?”

Suara itu benar benar mengejutkanku.

“Chanyeol?”

Aku terdiam tidak bisa berkata apa apa. Sejak kapan chanyeol ada disana? Aku benar benar takut. Takut chanyeol marah kepadaku, takut kehilangan dia. Sampai sampai tangisanku kembali mengalir. Lalu dia berjalan lemah pergi menjauh dariku.

“Chanyeol aah~ kau tidak salah. Chanyeol aah~ aku mohon maafkan aku. Jjeongmal saranghae. Jinjja mianhae”

Tangisanku semakin tidak tertahan lagi. Ku jatuhkan tubuhku. Aku benar benar tidak ada tenaga saat itu. Dia menghentikan langkahnya, tetapi tidak melihat ke arahku. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku. Aku terus memandanginya sampai akhirnya dia membalikkan tubuhnya dan memandangku.

“Kau tau aku sangat menyayangimu? Kau tau betapa lelahnya aku berlari kesini untuk menemuimu?”

“Chanyeol aah~”

Aku ingin sekali berlari mengejarnya dan menjelaskan semua ini. Tapi bahkan untuk memanggil namanya saja aku sudah tidak sanggup lagi. Aku melihat wajahnya dengan seksama. Matanya sudah mulai merah. Setelah bertahun-tahun aku mengenalnya, tapi baru pertama kali aku melihat ekspresi seperti itu darinya. Dia pun pergi setelah menatapku dengan tatapannya seperti itu. Aku tidak bisa berbuat apa apa selain menatap kepergiannya sambil menangis.

*kai POV*

Langsung ku baringkan tubuhku di kasurku itu. Kembali aku terbayang dengan kejadian tadi. Aku memang tidak bisa menyalahkan krystal. Dia memang benar, ini semua salahku. Rasanya di khianati memang sangat sakit. Sekarang aku mengerti kenapa dia membalaskan dendamnya kepadaku dan baekhyun mantan pacarnya itu. Tapi siapakah chanyeol itu? Apakah itu namja chinggu-nya? Melihat ekspresinya tadi sepertinya krystal sangat mencintai namja itu.

*krystal POV*

Jam sudah menunjukkan pukul 00.15 tapi aku belum bisa menghentikan tangisanku ini.

-2 new messages-

“Krystal aah~ aku sudah mendengar semuanya. Apa kau baik baik saja? Aku benar benar minta maaf krystal, ini semua salahku”

“Ya! Krystal-ssi apa kau gila? Apa kau tidak memikirkan perasaan kai? Dia sangat mencintaimu. Bagaimana kau melakukan semua ini?”

Melihat pesan dari sulli membuatku sedikit tenang. Paling tidak aku masih mempunyai sahabat yang menyayangiku. Tapi saat membaca pesan dari suho, perasaan bersalahku semakin besar. Tangisanku pun semakin tidak bisa di hentikan saat mengingat kembali peristiwa tadi siang.

*kai POV*

Sudah 3 hari sejak kejadian itu aku tidak pernah melihat krystal lagi. Ada apa dengannya? Walaupun dia sudah menyakitiku tapi sekarang aku masih khawatir dengannya.

“Kai-ssi ada yang ingin ku bicarakan padamu” sulli memanggilku dari kejauhan.

“Wae?”

“Ku tunggu kau di namsan tower nanti sore jam 5”

******

“Ada apa sulli? Apa yang ingin kau bicarakan padaku”

Tiba tiba saja air mata sulli jatuh. Apa aku melakukan kesalahan lagi?

“Kenapa kau menangis?”

“Maafkan aku kai aah~ jjeongmal mianhae. Ini semua karna aku. Aku lah yang menyuruh krystal melakukan semua ini. Ini semua bukan salahnya tapi salahku”

Aku sungguh tidak tau harus berkata apa. Krystal memang tidak bersalah dan gadis ini pun juga. Semua ini karna perbuatanku pada sulli. Tapi tetap saja aku kecewa pada perbuatan krystal padaku.

“Kai aah~”

“Ne arraso. Ini semua karna aku. Maafkan aku telah menyakitimu sulli”

Tangisan sulli mulai berhenti. Dulu saat aku masih bersamanya, akulah yang selalu menghentikan tangisannya. Tapi saat perasaanku padanya mulai pudar, sekarang akulah yang membuatnya menangis.

“Tapi siapakah chanyeol itu?”

“Chanyeol adalah pacarnya krystal. Mereka telah berpacaran selama setahun, tapi sejak 6 bulan lalu chanyeol pindah ke luar negri karna pekerjaan appa-nya. Walaupun selama 6 bulan mereka tidak pernah bertemu, krystal tetap mencintai chanyeol, bahkan sangat mencintainya. Begitupun chanyeol, dia sangat perhatian pada krystal. Tidak lupa chanyeol mengirimnya pesan hanya untuk mengingatkan makan dan mengucapkan selamat tidur”

“Ya, aku bisa melihat tatapannya pada namja itu. Kelihatan sekali dia sangat mencintainya”

“Hari itu adalah hari chanyeol kembali ke korea. Krystal sangat senang. Karna itulah dia segera mengakhiri balas dendam ini. Dia tidak ingin chanyeol tau karna itu pasti melukai hati chanyeol”

“Lalu bagaimana hubungannya dengan chanyeol sekarang?”

“Aku juga tidak tau. Aku bahkan belum sempat menemui krystal. Eommanya bilang sudah beberapa hari ini dia jarang makan, dia mengurung dirinya di kamar. Aku sangat mengkhawatirkan keadaanya”

Benarkah separah itu? Dia tidak seharusnya melakukan ini. Dia akan bahagia dengan chanyeol, tapi dia juga sangat menyayangi sahabatnya itu. Tidak bisakah dia berfikir untuk dirinya sendiri? Dasar yeoja pabbo.

*krystal POV*

Ini sudah hari kelima. Dan lima hari sudah lah aku terus menerus menangis di kamar. Tidak sanggup aku untuk melihat wajahku di cermin. Pasti mataku bengkak sekali. Sejujurnya aku belum siap untuk ke sekolah. Tapi aku harus menghadapi semua ini. Aku yang melakukannya, aku jugalah yang harus menanggungnya. Krystal fighting!!!!

********

“Omo krystal akhirnya kau datang juga”

Aku yang mendengar perkataan sulli hanya diam sambil terus berjalan di lorong yang masih sepi. Ini memang masih terlalu pagi untuk sekolah.

“Ya! Krystal ada apa denganmu? Apakah kau sudah melihat wajahmu dicermin? Lihat mukamu yang pucat dan matamu yang sangat hitam itu”

Aku masih saja tidak memperdulikan kata katanya.

“KRYSTAL!!!! Jinjja mianhae. Jangan begini. Aku benar benar merasa bersalah padamu. Ini semua salahku. Aku akan melakukan apa saja untuk memperbaikinya. Jebal”

“Aku tidak menyalahkan mu untuk ini sulli aah~”

“Chanyeol, bagaimana dengannya?”

“Uri….neun….”

“Jinjja mianhae krystal. Aku tidak bermaksud membuatmu begini”

*kai POV*

Dia tidak menghiraukan kata kata chinggu nya itu. Apa mereka sudah putus? Wajahnya benar benar pucat sekali. Dan entah kenapa aku terus saja mengikuti langkah kakinya. Aku benci melihat wajahnya yang seperti itu. Ingin rasanya melihat dia yang ceria lagi. Seandainya kejadian itu tidak terjadi. Omo….kenapa harus seperti ini? Wae?

Langkahnya terhenti di lapangan basket yang tentu saja sepi karna masih sangat pagi. Kulihat wajahnya dari kejauhan, sepertinya dia akan menangis. Dan benar saja hanya dalam 10 detik dia langsung menangis.

“Yeollie aah~ mianhae…mianhae…mianhae… Apa yang harus kulakukan untuk menebus semua kesalahanku? Baekkie yaa~ kai yaa~ mian…. Aku tidak tau semuanya akan begini. Aku sungguh menyesal. Jinjja”

Dia terus menangis sambil mengucapkan kata kata itu. Aku benar benar tidak tega melihatnya.

“Diamlah. Aku benci melihatmu seperti itu”

Tiba tiba saja seseorang datang dari pintu depan. Dan itu……. Chanyeol!!!!!

“Kau???” krystal yang tampak terkejut melihat kedatangan chanyeol itu.

“Kau yang memulai semua ini. Kau yang menyakitiku, lalu kenapa kau menangis begitu?”

Dengan sinis chanyeol menanyakan hal seperti itu. Ada apa dengannya? Bukankah dia sangat mencintai yeoja ini?

“Kenapa kau diam? Jawablah pertanyaanku!” bentaknya kepada krystal. Aku benar benar bingung. Apakah dia begitu membenci krystal? Bagaimana bisa dia membentak yeoja yang dicintainya 5 hari yang lalu itu?

“Taukah kau betapa tersiksanya aku saat ini? Aku sangat mencintaimu. Kau tau betapa senangnya aku saat kau bilang kau mencintaiku? Lalu apakah kau tau bagaimana perasaanku saat kau bilang kau akan pindah?”

“Aniya”

“Ya!!! Sejak 6 bulan lalu kau selalu bilang akan kembali. Aku sudah menunggumu. Jujur aku sangat mencintaimu, tapi aku lelah menunggumu. Aku berusaha bertahan. Semua kejadian ini diluar dugaanku. Dan saat aku mengakhirinya, kau datang. Kau tau bagaimana perasaan tersiksa ini? Kau tau? Ya! Park chanyeol! Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu”

Aku terhanyut dengan kata katanya. Betapa beruntungnya namja ini mempunyai seorang yang benar benar mencintainya. Perasaan ini….. Siapa yang suka melihat yeoja yang disayanginya berkata seperti itu pada namja lain? Dan hatiku semakin panas saja saat melihat namja itu memeluk krystal.

“Ya begitu. Katakan semua yang ingin kau katakan. Katakan kalau kau lelah, kau tidak ingin kalau aku pindah. Itulah yang namanya cinta. Jangan hanya kau bilang kau cinta padaku, tapi katakan juga apa yg kau benci dariku. Pabbo yaa~ bagaimana bisa kau biarkan aku pergi? Seharusnya kau tahan saja aku waktu itu. Kenapa kau malah menyuruhku untuk pergi? Jjeongmal pabbo yaa~”

“Yeollie aah~”

“Sudah cukup. Mau sampai kapan kau menangis? Kau ini sungguh keterlaluan”

“Chanyeol aah~”

“Aku bilang cukup. Kau sangat jelek saat kau menangis. Lihat wajah cantikmu ini sudah berubah. Apa kau mau aku tidak menyukaimu lagi hah?”

“Kau memaafkan ku?”

“Ya! Jinjja pabbo yeoja! Bagaimana aku menjadikan mu yeoja chinggu-mu? Kau ini sangat bodoh”

“Jadi kita masi berpacaran?”

“Tentu saja. Kau pikir setelah semua ini kau bisa melarikan diri dariku?”

“Aku sedang memikirkan itu”

“Ya! Dugulle? Kau benar benar ingin mati krystal-ssi?”

“Ani…. Aku ingin kau park chanyeol”

Dia sungguh mencintai namja itu. Lihat ekspresinya, bagaimana mungkin dari menangis sekuat kuatnya menjadi tersenyum bahagia seperti itu?

*krystal POV*

“Sekarang kau masuklah ke kelasmu. Ini sudah hampir bel. Sudah waktunya aku pergi”

“Mwo? Kau akan meninggalkan ku lagi? Aishh jinjja”

“Tentu saja. Rasakan kau ini akan menjadi hukuman bagimu”

“YA!!!!! PARK CHANYEOL!!!!!”

Park chanyeol jinjja gomawo. Aku merasa bahagia sekarang. Aku tidak akan mengkhianatimu lagi.

********

“Kau terlihat senang sekarang” suho, dia benar benar mengagetkanku.

“Ne?”

“Tadi aku lihat wajahmu pucat dan tidak bersemangat. Bagaimana mungkin wajah itu berubah dalam beberapa jam saja?”

“Aku hanya…..”

“Mungkin kau bisa senang sekarang, walaupun aku tidak tau kenapa. Tapi tidak dengan kai”

Dia berlalu begitu saja. Semua perkataannya masih membayangi pikiranku. Bagaimana dengan kai?

*kai POV*

Mereka telah bersama kembali. Senang melihatnya bersama orang yang dicintainya dan tersenyum kembali. Tapi sedih rasanya orang yang dicintainya bukan aku. Aaaahh sudahlah aku harus melupakannya.

-1 new messages-

“Apa kau ada waktu?”

Krystal???? Baru saja aku mau melupakannya. Takdir ini sungguh tidak adil.

“Ada apa?”

“Aku berada di taman sekarang, bisakah kau temui aku sebentar?”

Aku tidak membalas pesannya. Aku hanya mengambil jaket hitamku dan langsung pergi ke taman. Entah kenapa aku merasa ingin cepat cepat bertemu dengannya. Sadarlah kai!!!! Dia sudah bahagia bersama namja lain.

********

“Krystal-ssi, wae?”

“Annyeong kai-ssi. Ada yang ingin aku katakan”

Aku langsung duduk disampingnya. Aku melihat wajahnya yang manis, teringat kenangan kami saat aku mengajaknya ke taman. Aah~ tapi sekarang keadaannya sudah jauh berbeda.

“Aku hanya ingin meminta maaf padamu. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Pada awalnya aku merasa ini akan sangat hebat bila aku bisa membalas kan dendamku dan dendam sahabatku pada saat yang sama. Tapi aku benar benar salah. Perasaan ini sungguh aneh. Aku bukannya merasa senang. Tapi justru aku malah merasa sangat bersalah padamu dan baekhyun”

“Ya aku tau rasanya. Perasaan itu pernah aku rasakan saat aku mengkhianati sulli”

“Kau ini orang yang baik kai aah~ tidak seharusnya kau melakukan itu”

“Saat itu aku merasa..”

“Diamlah. Aku tidak ingin mengetahui alasanmu. Itu hanya urusan kau dan sulli. Aku tidak berhak mengetahuinya”

“Kau juga orang yang baik krystal aah~ tidak seharusnya juga kau melakukan ini”

“Aniya. Aku melakukan ini karna aku..”

“Diamlah. Aku tidak ingin mengetahui alasanmu. Itu adalah urusanmu. Aku tidak berhak mengetahuinya”

“Ya! Kau mencuri kata kataku!”

“Haha lihat wajahmu itu. Sangat mengerikan saat kau marah. Bagaimana bisa banyak namja tampan yang jatuh cinta padamu?”

“Ya!ya!ya! Aku mengerikan? Lihat wajahku ini, sangat cantik bukan? Apalagi saat aku sedang ber-aegyo, aku akan menjadi yeoja termanis di korea”

“Korea utara maksudmu?haha”

“Aishh jinjja. Kau sangat menyebalkan”

Aku sudah terbawa suasana. Tanpa terasa tanganku sudah mencubit pipinya. Dia benar, dia memang sangat manis. Bagaimana mungkin aku melupakannya jika terus begini?

*krystal POV*

Dia tersenyum hangat kepadaku. Aku benar benar nyaman berada di dekatnya. Omo aku mulai menyukainya? Tidak mungkin. Kejadian itu sudah selesai, tidak mungkin jika harus terjadi dua kali.

“Yeobboseyeo. Ne? Aku sedang berada di taman. Kenapa kau datang tiba tiba? Aku akan pulang segera”

Chanyeol sudah berada dirumahku. Entah kenapa berat rasanya aku meninggalkan kai. Aku sangat menyukai momen ini.

“Kai aah~ aku harus pulang sekarang. Annyeong”

“Ne. Hati hati dijalan”

*********

“Ya! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau akan datang?”

“Wae? Aku namja chinggu mu. Aku bisa datang kapan pun aku mau”

“Ne…ne…”

“Chagiya…kau darimana saja?”

“Aku dari taman”

“Untuk apa kau ke taman?”

“Menemui kai”

Dia menatapku dengan sinis. Tentu saja, aku baru menemui kai. Kenapa aku harus begitu jujur? Tapi tiba tiba tatapan sinis nya berganti dengan senyuman.

“Bagus sekali. Kau sangat jujur padaku. Aku suka”

“Ne?” tidak terpikir olehku dia akan berkata begitu. Aku pikir dia akan marah padaku.

“Untuk apa kau menemuinya?”

“Aku hanya ingin minta maaf padanya. Aku masih merasa bersalah”

“Tentu saja kau harus minta maaf padanya. Lalu apa dia memaafkanmu?”

“Ne…dia bilang aku yeoja yang baik tidak seharusnya aku melakukan itu”

“Ya dia benar. Jangan ulangi itu lagi chagiya….”

“Ne….dia juga bilang kalau aku sangat manis”

“Benarkah? Apa sekarang kau mencoba membuatku cemburu?”

“Ani…”

“Kalau begitu dia pasti berbohong”

“Mwo??? Jadi kau ingin mengatakan kalau aku ini bukan yeoja yang manis? Nappeun namja”

“Ne. Kau itu yeoja yang galak”

“Ya! Park chanyeol habislah kau kali ini”

Aku memukulnya dengan kuat. Dia ini memang suka membuat ku kesal.

“Appo! Hentikan. Apa kau tidak kasian pada namja chinggu mu ini?”

“Aniya. Kau ini membuatku kesal”

Lalu dia mencium pipiku. Betapa terkejutnya aku. Dia laki laki pertama yang menciumku walau hanya di pipi.

“Kalau begini apa kau masih kesal?”

Aku tidak berani melihat nya. Pasti wajahku sangat memerah. Ini sangat memalukan.

“Sudahlah chagiya kau tidak perlu malu begitu”

“Ne? Tidak mungkin”

“Haha wajahmu memerah. Sangat manis, aku suka”

“Ya! Hentikan chanyeol-ssi”

“Ne arraso. Lalu bagaimana dengan baekhyun? Apa kau sudah meminta maaf padanya?”

Omo…kenapa aku bisa melupakan baekhyun. Kenapa aku hanya memikirkan perasaan kai saja? Baekhyun juga terluka karna ku. Yaaa!!! Ada apa denganku?

*TO BE CONTINUE*

Iklan

25 pemikiran pada “Karma (Chapter 2)

  1. enak bgt y jd krystal,, lw krystal suka sma kai, chanyeol gimana,
    baekhyun gpp dia mah buat ku jah *plak
    di tunggu kelnjtan’a.

  2. Hoooo….
    Jangan sampek Krystal sama Kai. Yah walaupun cocok. Tapi ntar kasihan Yeollie~~
    Cepet updatenya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s