Sorry But I (Chapter 1)

Author : Blackwhite Magic

Title : Sorry But I [Chapter 1]

Length : Series / 3shoots

Cast :

Hwang Young Mi (OC)

Oh Sehun (EXO)

Kim Rae Hyun (OC)

Genre : Romance-sad

P.S : “Maaf, banyak tyopo. Fanfiction ini kurang bagus, atau hal semacamnya. Author hanya menuliskan apa yang author pikirkan. Jadi maaf kalau kurang memuaskan. Makasih kalau sudah mau baca readers.” – Blackwhite Magic

Recomended song : C-REAL – Sorry But I

***

Jika waktu dapat dihentikan…

Aku ingin kau tetap disini…

 Aku ingin tak pernah merasakan perasaan ini…

***

Youngmi POV

Aku menatap langit malam kota Seoul yang hitam pekat. Hujan deras kini membasahi kota ini. Pancaran lampu-lampu malam di kota ini terlihat indah dengan sentuhan air.

Aku berdiri di samping halte bus sambil memegang payung, menatap lurus ke arah genangan air di depan. Puluhan bus sudah berhenti di hadapanku, tapi tak satupun yang ku naiki. Aku ingin lebih lama berada di tempat ini. Mengenang kenangan indah itu.

Brush!

Sebuah mobil melalui genangan air itu, menyebabkan air yang berada di dalamnya menciprat ke arahku. Aku menatap bajuku yang setengah basah. Untung saja aku memakai lapisan dibalik kemeja ini. Jika tidak, maka terlihatlah dalamnya.

Mobil itu berhenti mendadak. Suara decitan terdengar keras akibat gesekan ban dengan aspal. Sang pengemudi turun tanpa memakai payung. Tubuhnya tinggi menjulang, senyuman malaikat terpancar dari bibirnya.

“Oh, kau Youngmi-ssi. Maaf atas kejadian tadi,” sesalnya.

Aku memajukan sedikit bibirku.aku tau ini pasti ulahnya. Dia sengaja memasang wajah tanpa dosa sambil menatapku tersenyum. Wajah malaikat dengan setan di baliknya.

“Sudahlah. Kau pasti sengaja melakukannya,” ujarku dingin.

Dia mendekatiku. Kemudian menarik tubuhku ke pelukannya. Membiarkan tubuh kami berdua basah karena air hujan yang deras. Payung yang tadi jatuh akibat tarikannya tadi. Dia membenamkan wajahnya di pundakku. Mengusap kepalaku pelan.

“Mianhae…” lirihnya. Hampir tidak terdengar, karena derasnya hujan dan deru mesin mobil yang berlalu lalang di jalan. Mungkin orang-orang yang lewat menganggap ini adegan romantis. Tapi begitulah kenyataannya. Adegan yang sangat romantis.

Aku mengeratkan pelukanku, membenamkan kepalaku di pundaknya. Air mata sudah turun di pelupuk mataku. Aku menangis di tengah hujan lebat, tidak mengapa karena ini tidak akan di ketahui orang lain.

Dia kemudian melepaskan pelukan kami. Menatapku lembut, “Jangan menangis lagi, Youngmi-a. Aku akan tetap berada di sampingmu…” ujarnya sambil mengusap air mata di pipiku.

Aku tersenyum tipis. “Gomawo, Sehunnie…”

Aku mengerjabkan mataku pelan. Mencoba kembali pada kenyataan, menyadarkanku dari kenangan itu. Dia sudah pergi, tidak akan pernah kembali. Dia sudah milik oranglain, bukan milikku.

Tanpa kusadari, air mata sudah kembali mengalir di pipiku. Dia sudah pergi. Kenapa begitu susah untuk melupakannya? Kenapa begitu sakit saat mengingatnya? Salahkah aku jika menginginkannya kembali padaku ?

***

“Youngmi-ssi, tolong antarkan sampah ini ke tempat sampah belakang.”

Suara dari temanku Yoonmi membuyarkan lamunanku yang tengah mengelap meja kedai ini. Ya, aku bekerja paruh waktu di kedai milik temanku ini.

Aku mengangguk kemudian keluar sambil menenteng dua kantong plastik besar berisi sampah. Tempat sampah itu berada di seberang jalan, tepat di sebelah taman bermain.

Aku menyeberang jalan kemudian terhenti, menatap ke arah sebuah ayunan. Aku kemudian mendekati ke arah ayunan tersebut. Memegang besi penahannya kemudian duduk di ayunan tersebut.

“Ahh… kenapa dia lama sekali?”

Aku mendorong ayunan itu pelan, kemudian sebuah tangan menutupi kedua mataku. Aku tersenyum sambil memegang tangan itu.

“Tebak aku!” ujar si pemilik tangan sambil terus menutup kedua mataku.

Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk. “Kau pasti seorang namja. Mempunyai wajah malaikat tapi berhati iblis. Tatapan mata yang teduh tapi dapat menenggelamkan siapapun di dalamnya. Kau mempunyai pesona untukku,”

Dia terkekeh pelan. “Panggil namaku.”

Aku mengangguk. “Oh Sehun.”

Sehun menarik tangannya yang menutupi mataku , kemudian berlutut dihadapanku. “Saranghae, Youngmi-a…” ujarnya pelan sambil mengecup bibirku kilat.

Aku tersenyum tipis ke arahnya. “Nado, Sehunnie…”

Lamunan indahku kembali buyar saat seseorang memanggil namaku. Seseorang yang belum lama ini telah menghilang dari pandanganku.

Dia Oh Sehun. Bersandar santai di kap mobilnya. Memakai pakaian yang terlihat modis dengan kacamata hitam bertengger di wajahnya. Seseorang dengan wajah tampan, tubuh tinggi menjulang yang dibalut pakaian mahal bersandar di sebuah mobil mewah , siapa yang tidak akan terpesona?

“Youngmi-ssi…” panggilnya lagi.

Aku menghiraukan panggilannya, kemudian berjalan terus ke arah tempat sampah. Sialnya, tempat sampah itu terletak tepat di belakang mobil itu.‘Ayolah. Lupakan dia. Dia sudah milik oranglain…’ batinku sambil terus menatap kedepan. Berusaha agar tidak bertemu pandang dengannya.

Aku meletakkan kantong plastik berisi sampah itu ke tempat sampah. Kemudian seseorang menarik badanku hingga berputar seratus delapan puluh derajat.

“Tolong jangan seperti ini, Youngmi-a…”

Sehun berdiri dihadapanku, tangannya memegang pundakku erat, mengantisipasi agar aku tidak bisa kabur. Aku menundukkan wajahku dalam, berusaha menahan tangis di diriku.

“Jangan ganggu aku lagi, Oh Sehun…”

Aku masih tertunduk. Dadaku terasa sesak. Merindukannya namun menyakitkan. Luka di hatiku belum sembuh, aku tidak ingin luka itu semakin menganga lebar tanpa pernah mengering. Aku ingin melupakaannya.

“Mianhae… Kumohon, maafkan aku Youngmi…” Sehun mengucapkan lirih. Ia kemudian mengangkat daguku pelan. Bermaksud untuk menyuruhku menatapnya.

“Aku memaafkanmu. Tapi, kumohon menjauhlah dari hidupku…” ujarku padanya. Ku tatap matanya dalam, seolah mencoba mencari celah untuk dapat melupakannya.

“Youngmi-a…”

Aku melepas paksa tangannya dari daguku. Kemudian berjalan menjauhinya. “Kumohon, Oh Sehun. Pergilah dari kehidupanku sekarang…” ucapku sambil kemudian berlari menyeberangi jalan dan langsung masuk ke dalam kedai.

***

Author POV

Sehun mengaduk-aduk makanannya tanpa rasa tertarik sedikitpun. Wajahnya murung, yang ia pikirkan saat ini adalah gadis itu, Hwang Youngmi.

Tujuh tahun merajut kasih dengannya memang bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang mereka lalui. Namun beginilah hasilnya, kandas sia-sia.

“Sehunnie… cepat makan makananmu. Nanti dingin,” ucap seorang gadis di depannya. Dia tersenyum lebar. Wajahnya memang cantik, tapi tidak secantik dan semanis Youngmi. Dia memiliki rambut yang ikal lebat, Youngmi juga mempunyainya, tapi punya Youngmi lebih indah. Tubuhnya juga tidak setinggi dan sebagus Youngmi. Tapi ia mempunyai kekayaan, kekuasaan, dan akal licik tentunya.

Sehun menatap gadis itu sebentar, kemudian beralih pada pikirannya tadi. Jujur, ia masih belum bisa melupakan Youngmi. Ia benar-benar mencintai gadis itu.

“Kau masih memikirkan gadis itu? Ayolah, Oppa. Lupakan dia, sebentar lagi kita menikah. Sebentar lagi kita akan mempunyai keluarga kecil.”

Gadis itu cemberut, kemudian mengusap perutnya pelan. Sehun menatapnya kesal. Jika saja ia tidak mengandung anaknya, sudah dia tinggalkan gadis ini.

“Aku tahu. Aku hanya sedang stres saja akhir-akhir ini.”

Sehun berusaha tersenyum. Dia menatap gadis di depannya dengan rasa kesal yang memuncak. Gadis inilah yang telah menghancurkan semuanya.

***

Flashback

Tiga bulan yang lalu…

Sinar mentari mulai masuk merambat ke sebuah ruangan. Sepasang anak manusia tengah tidur terlelap didalamnya. Kemudian, sang anak laki-laki terbangun dan membuka matanya pelan. Terkejut dengan apa yang tengah dialaminya sekarang.

“Rae Hyun-a! Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya sambil mencoba membangunkan gadis yang tertidur lelap di sampingnya.

Gadis itu terbangun, kemudian mengusap matanya pelan. “Bukankah kau yang memintanya, Sehunnie?”

Laki-laki yang bernama Sehun itu menautkan alisnya. Bingung atas pertanyaan dari gadis itu. “Apa maksudmu? Meminta apa? Aku tidak meminta apapun!”

Gadis di sebelahnya terisak. “Aku tahu saat itu kau terlalu banyak minum. Tapi kau tetap harus bertanggung jawab, Sehunnie…”

Sehun memegangi kepalanya yang terasa sakit sambil mengerang. “Kau yang saat itu menyuruhku minum. Kau pasti menjebak diriku!”

Gadis itu tersenyum tipis. “Aku memang menyuruhmu minum, Sehunnie. Tapi aku tidak menyuruhmu untuk melakukannya. Lagipula, kenapa kau mau saat ku ajak minum?”

Sehun menggigit bibirnya pelan, “Kau memang licik, Rae Hyun-a!”

Rae Hyun menatap Sehun sinis. “Terserah kau. Kau harus bertanggung jawab,” ucapnya sambil tersenyum penuh arti. “Ngomong-ngomong, kau hari ini harus menikah kan? Ah, tepatnya tiga jam yang lalu…”

Sehun menepuk kepalanya pelan. Kemudian mengambil jam tangannya yang terletak di nakas sebelah tempat tidur. Ia terkejut ketika melihat jam tersebut.

Pukul 01.00 siang!

***

Seorang gadis menatap gelisah ke arah jam yang terletak di meja yang tak jauh dari tempatnya duduk. Sebentar-sebentar ia menatap ke arah jam tersebut, seolah menunggu kedatangan seseorang.

“Kenapa dia belum datang, Youngmi-a?”

Seorang gadis lagi mendekati ke arah gadis yang tengah duduk itu. Youngmi tersenyum kecut, ia tak menduga kalau semua ini terjadi di hari spesialnya.

“Apa kau sudah meneleponnya?”

Youngmi menggeleng. “Sudah. Tapi ponselnya tidak aktif.”

Gadis yang disampingnya duduk di samping Youngmi. “jangan putus asa. Aku yakin Sehun bukan orang yang seperti itu. Mungkin ada hal yang mendadak sehingga ia tidak datang,”

Youngmi kembali menggeleng. “Tidak mungkin. Aku tadi melihat kedua orang tua dan beberapa keluarganya sudah duduk di kursi undangan. Apa alasannya sehingga ia tak datang?” tanyanya lirih. Youngmi kemudian terisak. Dia benar-benar bingung, apa yang harus ia lakukan saat ini? Ya, hari ini adalah hari pernikahannya.

“Jangan menangis. Nanti make-up mu luntur.” Ucap gadis disampingnya sambil mengusap kepala Youngmi pelan.

Youngmi menggeleng. “Aku takut, Yoonmi. Aku takut kalau dia tidak datang…”

***

Sehun mengetuk pintu rumah itu berulang kali. Tidak ada jawaban. Rumah itu kelihatan kosong. Kemana penghuninya jika tiga jam yang lalu mereka masih ada di sana?

Tak lama, pintu rumah itu terbuka. Sehun hampir menarik nafas lega andai saja yang membukakan pintu adalah orang yang sangat ia harapkan.

Seorang wanita paruh baya tersenyum ke arah Sehun. Sehun sendiri sudah mengenal wanita itu, dia pembantu di rumah ini. “Tuan mencari Nona?”

Sehun mengangguk. Wanita paruh baya itu kemudian menggeleng menyesal. “Maaf, tapi Nona sudah pergi ke Jeju tepat satu jam yang lalu…”

Sehun melunglai mendengar jawaban barusan. Dia sudah pergi? Secepat inikah?

“Nona mengirimkan ini pada Tuan. Dia minta maaf atas kejadian hari ini,” ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak pink untuk Sehun. Wanita paruh baya itu kemudian menutup pintu. Meninggalkan sehun yang berdiri temenung di depan pintu.

Flashback off  

***

Sehun menghempaskan ponselnya ke jalan. Orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya menatap hal itu dengan bingung. Sebuah Iphone jatuh berserakan ke jalan sementara pemiliknya tetap duduk tenang di sebuah kursi taman.

Sehun menghela nafas. Tidak sedikitpun ia tertarik dengan ponselnya yang telah jatuh berserakan di jalan kecil, walaupun bukan jalan raya atau jalan yang dilalui kendaraan bermotor.

Sudah berulang kali ia menghubungi Youngmi. Namun, tidak satupun di angkat gadis itu. Begitu pula dengan sms yang ia kirimkan, tidak satupun yang dibalas.

Sehun mengerang pelan sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Ini semua kesalahannya. Kesalahan fatal yang pernah ia perbuat. Dia harus meninggalkan gadis yang dicintainya, kemudian menikahi seorang gadis yang tidak ia cintai. Sungguh nightmare menurutnya.

Sehun mengambil SIM card ponselnya -yang sudah keluar dari ponselnya akibat ia hempaskan tadi- dari jalan, kemudian meninggalkan ponsel yang masih berserakan itu dengan langkah santai.

Menghiraukan orang-orang yang tadi memanggilnya karena menyangka ponsel miliknya tertinggal.

***

“Ini undangannya,”

Youngmi menyodorkan undangan pernikahan Sehun pada temannya sambil duduk santai di kedai. Sang teman menatapnya penuh kekhawatiran.

“Ayolah, Yoonmi. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku seperti itu.”

Youngmi mencoba tertawa pelan kemudian menyedot orange juice miliknya. Yoonmi menatapnya tajam, kemudian mendesah kecil.

“Jangan tutupi kekecewaanmu seperti itu,” ujarnya tajam.

Youngmi mengerutkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Kau pasti kecewa dengan pernikahan Sehun, kan? Jangan berbohong padaku,”

Youngmi menghela nafas berat. Kemudian menggeleng. “Tidak. Aku bahagia kalau dia bahagia. Aku tidak dapat menghalanginya.”

“Aku bahagia kalau dia bahagia. Cih! Semua orang masih saja bisa mengucapkan hal yang jelas sekali tidak sesuai dengan pikirannya dan hatinya.”

Yoonmi berhenti sebentar, kemudian menyedot minuman sodanya. “Apa kau begitu yakin kalau Sehun bahagia dengan wanita jalang itu, hah?” semprotnya.

Youngmi menatap tajam ke arah temannya. “Dia bukan wanita jalang! Dia masih mempunyai nama. Namanya Rae Hyun, Kim Rae Hyun,” jawab Youngmi. “Lagipula Sehun lebih baik dengannya. Dia gadis dari kalangan atas. Kalangan yang sama dengan Sehun, kaum borjouis. Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia.”

Yoonmi mendecak pelan. “Ck, apa semuanya dapat dibeli dengan uang? Aku yakin cinta Sehun untukmu tidak dapat di beli oleh uang.”

Youngmi mendesah kecil. “Walau begitu aku harap ia bahagia. Aku akan tetap datang ke acara pernikahannya. Dengan atau tanpa dirimu…”

***

Acara pernikahan itu digelar di sebuah hotel berbintang. Puluhan orang dari kalangan atas datang ke acara sakral itu.

Youngmi masuk ke dalam ballroom tempat acara itu dengan menggamit lengan Yoonmi erat. Seluruh badannya serasa mendingin begitu memasuki ruangan ini. Ruangan ini indah, dengan tata cahaya yang begitu memesona.

“Acaranya sudah selesai dari setengah jam tadi,” ujar Yoonmi sambil menatap kearah Youngmi.

Youngmi yang begitu asyik memandang ke seluruh ruangan menjadi sedikit terkejut. “Hah? Ada apa?” tanyanya.

“Acaranya sudah selesai dari setengah jam tadi,” ulang Yoonmi. “Kau sendiri yang meminta untuk datang kesini setelah acara pengucapan janjinya selesai.”

Youngmi mengangguk. “Ya, itu memang usul dariku.”

“Apa kau mau langsung ke sana saja? Agar cepat bertemu dengan Sehun?” tanyanya.

Youngmi buru-buru menggeleng. “Bagaimana kalau kita mencicipi makanannya saja? Sepertinya makanan disini enak semua,”

Yoonmi mencibir kesal. “Aku tidak selera makan. Cepatlah atau kau ingin aku meninggalkanmu disini?”

Youngmi yang terkejut dengan ancaman tadi. “Ba-baiklah.”

***

Sehun POV

“Selamat, ya, Sehun, Rae Hyun…”

Kata-kata yang terlontar dari suara yang aku kenal tadi membuatku terkejut, refleks membuatku menoleh ke arah sumber suara.

Youngmi. Berdiri mematung di hadapanku. Aku menatapnya lekat. Ia sangat cantik dengan balutan dress berwarna putih. Senyumannya yang begitu tulus, walau aku melihat ada senyuman luka dibaliknya terpancar di wajahnya.

“Terima kasih.”

Hanya itu. Hanya itu yang dapat aku ucapkan padanya. Aku merindukannya, sangat merindukannya. Semua itu bahkan membuatku bungkam. Mulutku seakan tidak dapat berucap. Diam dalam pikiranku sendiri.

Aku kemudian menariknya kedalam pelukanku. Agak lancang mengingat aku sudah mempunyai seorang istri. Aku mengusap puncak kepalanya pelan. Kemudian mengerang kecil sambil menyandarkan daguku di bahunya.

“Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf…”

Aku menangis di bahunya. Menyakitkan. Terlalu menyakitkan. Mungkin itu adalah kata-kata perpisahan untuk kami. Untuk hubungan yang sudah kami rajut selama tujuh tahun.

Aku merasakan tubuhnya bergetar dalam pelukanku. Aku tahu ia menangis. Menyadari hal itu, entah mengapa hatiku semakin ngilu. Sakit sekali.

“Aku mencintaimu…” ujarku lirih sambil terus menangis. Terdengar panggilan dari Rae Hyun yang menyuruhku untuk melepaskan pelukan itu. Namun, semakin ku eratkan saja.

“Aku juga mencintaimu, Sehunnie…” ujarnya sambil mencoba melepaskan pelukan kami. Aku terpaksa menurut.

Aku kemudian mengusap air mataku pelan. Berusaha tersenyum padanya. Dia membalasnya.

“Selamat atas pernikahan kalian berdua,” ujarnya sambil membungkuk kemudian berjalan meninggalkan kami berdua. Aku menghela nafas berat. Mencoba untuk melepaskannya.

‘Sorry, sorry, i’m sorry baby… jeongmal mianhae…’

Maafkan aku Youngmi…

***

Author POV

Youngmi berdiri mematung di kedai sambil menatap kosong ke depan. Dia masih memikirkan kejadian dua hari yang lalu. Hari perpisahan untuknya. Untuk dirinya dan Sehun. Tak terasa air mata sudah membasahi pipinya.

“Nona, saya pesan satu soda dan ddukbokki.”

Suara dari pelanggan tersebut membuyarkan lamunan Youngmi. Ia mengusap air matanya kemudian tersenyum kearah pelanggan. “Maaf, bisa anda ulang?”

Pelanggan yang merupakan pria itu mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya. Membuat wanita yang dihadapannya berdebar -jika Youngmi belum bisa melupakan Sehun, mungkin ia menyadarinya-

“Satu soda dan satu ddukbokki,” ulangnya sambil terus menyunggingkan senyum. Youngmi mengangguk, kemudian segera mencatat pesanan tersebut.

“Kau baru saja menangis Nona? Aku bisa menghiburmu,” ujarnya. Youngmi menatap tajam ke arah pria dihadapannya. “Bukan, jangan berpikir macam-macam. Aku hanya ingin membawamu ke taman bermain. Bagaimana?”

Youngmi menatap bingung pria di hadapannya. Dia sudah dewasa tapi memiliki pikiran yang masih childish. “Apa maksud Tuan?”

Dia kembali tersenyum. “Namaku Kim Joonmyun. Kau boleh memanggilku Suho Oppa. Aku rasa aku lebih tua darimu.”

Youngmi kembali bingung. Dia menanyakan maksud dari pria tersebut, tapi dia menjawab dengan namanya. “Apa maksudnya?”

Pria itu tertawa pelan.

“Maafkan aku. Tapi kau sudah membuatku menyukaimu, Nona…”

***

-To Be Continued-

-Makasih sudah baca, komentar ya-

 

  Makasih buat admin yang sudah mau publish fanfiction dengan cast EXO pertama saya. Makasih buat readers yang sudah bersedia buat baca apalagi sampai ngoment. Makasih buat temen author yang bersedia ngirimin ff ini ke email EXO Fanfiction. Makasih semuanya ❤ *lempar member EXO buat semuanya* Gomawo *bow*

Iklan

19 pemikiran pada “Sorry But I (Chapter 1)

  1. Rae Hyun !!
    Ini anak ngeselin bgt ==’
    *lempar Sehun ke Youngmi
    sedih bgt jadi Youngmi:(
    Sehun.a juga hiks
    *elus Sehun
    eh? Ada Myunppa si leader unyu:*
    pertama ketemu udah nyatain perasaan aigooo~
    next chap jangan lama2 thor >.<

  2. aku dapet ff ini dr classmate aku yg sesama exotic hahaha
    dan bias aku sehun^^
    aku suka banget sm ff ini, dlu ak jg ngalamin hal yg sama kyk gni, cm gk separah ini. jd feelnya dapet banget:) dan datengnya suho itu juga pas banget! like this FF! fighting author!

  3. Bikin sakit hati !
    Memangx Sehun beneran ngelakuin ?kan itu bertepatan dgn pernikahan sehun dan youngmi kan!

    Aku berharap blik sama sehun dan berharap juga kalu rae hyun cuma menjebak sehun aja!

    Lah Suho muncul,,,
    cao ke chap 2 aje lah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s