Eternally Love

Tittle      : Eternally Love

Author  : HunhanLips

Cast       : Park Chanyeol

Song Hyera

Genre   : Romance

Length  : Oneshoot

Rating   : 13

Annyeong chingu,eh ketemu lagi sama HunhanLips…..*njerit*.  Walau lagi sibuk ngelamar SMA tp sempet-sempetin deh buat nih ff. FF 100% pemikiran dan kegilaan author. Kalau ada kesamaan ide atau konflik tidak saya sengaja. Oke daripada banyak bacot mending langsung baca ff nya.

Happy reading!!  ^o^

****

Hyera POV

Aku Song Hyera atau lebih tepat nya Hyera. Aku terlahir sebagai orang yg berkecukupan atau yg mereka sebut sebagai orang kaya. Dan sudah dapat di pastikan aku anak satu-satunya di keluarga ini.

Mungkin orang diluar sana sangat iri pada kehidupan ku, ya aku akui semua yg aku inginkan dapat dikabulkan. Namun, apa mereka tau bahwa aku ini sangat kesepian?? Aku tinggal dirumah yg cukup luas, dan hanya di tempati aku dan kedua orang tuaku.

Dan jika mereka pergi, aku akan sendirian dirumah ini. Ya seperti sekarang ini appa dan eoma sedang keluar negeri seminggu yg lalu, entahlah bisnis atau hobi yg sedang mereka lakukkan. Satu-satu nya yg menemaniku hanya lah senter kesayanganku.

Kalian tahu apa yg terjadi jika listrik padam? Dari kecil sampai sekarang aku sangat takut dg gelap. Maka dari itu mereka meletakkan senter di samping tempat tidurku. Mungkin bisa di bilang sebagai jimat pelindungku.

****

Author Pov

Pagi ini cukup cerah. Matahari perlahan-lahan menampakkan dirinya dengan  malu-malu. Jalan pun sudah terlihat ramai.

Hyera bangun dari tidurnya dan membuka jendela kamar.

“Hemm…segar sekali, eh tapi sekarang jam berapa yah??” Hyera pun melirik jam dinding yg berada di sebelahnya. “Aigoo… sudah jam 6.45! Kenapa aku bangun sesiang ini.” Runtuk Hyera.

Ia segera mandi, berganti pakaian, berdandan, memakai sepatu. Semua itu ia lakukkan kurang dari sepuluh menit.

“Nah beres! Tinggal mengunci pintu.”

Hyera Pov

Sesaat setelah menutup pagar, tiba-tiba ada seorang namja yg lewat di depan rumah. Tapi dia memakai seragam yg sama, se ingat ku tidak ada teman satu kelas ataupun satu sekolah yg tinggal disini. Atau aku yg tidak pernah melihatnya, ya sudah abaikkan bukankah ini sudah siang?

Aku berjalan tepat dibelakangnya. Ia mempunyai badan yg cukup tinggi dengan gaya rambut yg acak-acakkan, seperti aku saat ini  *-____-“*, gara-gara bangun kesiangan aku jd tidak sarapan. Jangankan sarapan menyisir rambut saja hanya 5 detik.

Jarak rumah dan sekolah ku tidak jauh, tapi kali ini aku lewat rute yg tidak biasa aku lewati dg tujuan agar cepat sampai. Jalan ini tergolong sepi dan jarang dilewati  bahkan tidak banyak yg tahu tentang jalan ini.

Tapi, namja ini juga memilih jalan yg sama.

Chanyeol Pov

Bukankah ini hari pertama aku masuk sekolah, setelah pindah dari Busan ke Seoul tiga hari yg lalu. Tapi kenapa eoma tidak membangunkanku lebih pagi lagi. Apa eoma ku ini ingin membiarkan anaknya kena hukuman saat pertama masuk sekolah?

Bahkan aku tak begitu tahu jalan disini. Hanya mengikuti insting rap ku *itu tidak di gunakkan saat ini bodoh!*. Sepertinya ada seorang yeoja yg dari tadi mengikutiku. Derap langkahnya sangat terdengar jelas bahwa ia sedang terburu-buru.

Dari kejauhan sudah terlihat pintu gerbang sekolah yg sedang di tutup. Tiba-tiba muncul ide di pikiranku.

Hyera Pov

Karena sibuk memakan roti sebagai sarapanku, tak terasa aku sudah sampai di sekolah. Eh, kemana namja tadi, ia sudah tidak di depanku. Aku segera menghabiskan roti yg tersisa lalu berlari menuju gerbang sekolah.

“Gidarindaa……ajjussi, hosh hosh …..tolong bukakan untukku yahh.” Aku memasang wajah memelas ku dilengkapi dg pupping eyes yg meyakinkan agar ajjussi itu mau membuka kan pintu pagar untukku.

Dengan susah payah aku membujuk ajjusi itu, dan pada akhirnya paman itu menyerah juga. Aku menuju kelas lewat jalan kecil yg ada di samping tembok yg menjulang itu. Yang pasti tembok ini lah yg mengepung  sekolahku.

“Ahh….aman.” ucapku dg nada se rendah mungkin

Aku sedang serius memperhatikan sekitar ku kalau-kalau ada seseorang yg datang. Dan tiba-tiba saja sesuatu jatuh di atas kepalaku. Ini sakit sekali.

“Brruuukkk!!!”

Chanyeol Pov.

Yang sedang ku lakukkan ini ialah mencoba melompati pagar sekolah. Ini sering ku lakukkan di sekolah lama ku, boleh di bilang sebuah hobi. Pertama-tama ku lempar tasku, barulah aku mulai melompat, dah HAP!

“Awwhhhh!” pekik ku dan seorang yeoja.

Untuk pertama kalinya pendaratanku tidak berjalan sempurna. Tepatnya aku jatuh diatas tubuh yeoja ini.

“Emmhh….mianhe.” kata itulah yg keluar dari bibirku

“Aiisshhh, bisa kau bangun sekarang badanmu berat sekali?” balas yeoja itu

“Oh ne, tentu saja.”

Dan saat aku mulai beranjak bangun, aku memandang wajah nya yg terlihat kesakitan. Emmpp…. ternyata manis juga, batinku.

“Gwenchanayo??” Tanya ku

Aku membantunya berdiri sambil mengambil tasku. Mungkin tas ini juga menghantam nya juga.

“Gwenchanayo aggashi?” ku ulangi ucapanku tadi

“Aniyo, hanya sedikit pusing.” Jawabnya sambil memegangi kepala

“Mianhe, jeongmal mianhe.”

“Apa kau tak bisa masuk lewat gerbang sekolah hah??” bentak yeoja itu

Bodohnya aku, dihari pertama aku sekolah saja sudah membuat masalah. Setelah ia mengucapkan kalimat itu, ia pun pergi.

Baru dua langkah ia berjalan, lalu ia membalikkan badan. Terlihat jelas bahwa ia marah besar, tentu saja aku hanya diam dan merasa sangat bersalah. Namun ia kembali meneruskan langkahnya.

Hyera Pov

Sampai nya di depan kelas.

“Huuffftt.” Desahku sambil menetralkan nafasku

Aku mengintip dari sela-sela lubang kunci, dan tidak ada guru disana. Leganya aku, segera lah aku masuk kedalam dan duduk di bangku ku.

“Annyeong Hyera…” sapa Sulli

“Annyeong…” balas ku

“Hari ini kau terlambat lagi Hyera.” tanya Sulli yg duduk di sebrangku

“Iya aku bangun kesiangan, hehee.” jawabku sambil tertawa

“Rambut mu terlihat acak acakan sekali, apa kau belum menyisir rambutmu?” Sulli pun terkekeh

“Mana mungkin aku menyisirnya kok, apa kau bawa cermin?”

Sulli pun mengambil cermin yg ada di ranselnya dan menyerahkannya padaku.

“Aigoo… aku semakin terlihat seperti belum mandi saja.”

“Sini biar ku rapihkan.” tawar Sulli

Ya guru pembimbing belum datang, mungkin ada urusan. Aku hanya duduk dan menunggu Sulli selesai mengikat rambut ku. Ya dia teman ku, lebih tepat nya teman satu-satu nya di sekolah ini. Sepertinya banyak yg tidak suka padaku, bahkan  aku pun tak tahu apa salahku pada mereka.

Tak sedikit yg menjahiliku, mulai dari menghilangkan sepatuku saat pelajaran olahraga sampai menyembunyikan buku tugasku. Alhasil aku mendapat hukuman, dan mereka memandangiku dg ekspresi penuh kemenangan.

“Nah sudah selesai.” pekik Sulli

“Ohh…cepat sekali.”

Aku beruntung memiliki teman seperti dia. Dia begitu baik dan ramah padaku. Apa lagi senyumnya itu, mungkin jika aku ini namja sudah ku jadikan dia yeojachingu ku, hehehe. Appa nya juga rekan bisnis appa ku jd kami sudah mengenal satu sama lain bahkan sebelum masuk ke sekolah ini.

“Seonsaengnim dataaanngg!” teriak salah satu murid

****

Author Pov

Seongsaengnim mulai masuk ruang kelas bersama seorang murid baru, yap! Dia adalah Park Chanyeol.

“Annyeonghaseyo” sapa seonsaengnim

“Anyeonghaseyo” jawab para murid

“Hari ini kalian mendapat teman baru, saya harap kalian dapat berteman dg baik”

Beliau pun mempersilahkan Chanyeol untuk memperkenalkan diri.

“Annyeonghaseyo, jeoneun Park Chanyeol imnida, bangapseumnidaa~~.” Ucap Chanyeol dg wajah berseri-seri

“Apa namja itu?? Bukankah dia yg tadi pagi.” Hyera

“Nah, Chanyeol kau bisa duduk di depan Hyera.” ucap Seonsaengnim

Setelah itu pelajaran pun dimulai.

“Eh ketemu lagi, siapa namanya? Hyera?” batin Chanyeol, dan ia berjalan menuju tempat duduknya dg tersenyum-senyum.

****

Hyera Pov

Sekarang ini aku dirumah, tepat nya sedang menonton tv. Tiba-tiba telpon rumah berdering. Aku malas sekali mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“Hyera ini eoma…”

“Ne, ada apa??”

“Eomma dan appa akan pulang sore ini, kau tak usah menjemput kami.”

Uhh…siapa juga yg mau menjemput eomma dan appa, batinku.

“Ne, aku akan dirumah saja.”

“Kau mau minta apa?” tanya eomma

“Aniyo tidak usah, pulanglah dg selamat.” pesanku

“Baiklah….kau juga jaga dirimu baik-baik yah.”

“Eh…eomma pulang naik pesawat apa?”

“Sukhoi super jet, memang kenapa?”

“Aigoo…. jangan!!”

****

Author Pov.

Sepertinya di depan rumah Hyera ada org yg datang. Hyera pun langsung membukakan pintu gerbang  melalui remote control yg sekarang ia pegang. Appa dan eomma Hyera sudah pulang, hanya saja ia sangat malas untuk keluar.

“Annyeong oppa.” sapa Hyera saat membukakan pintu

“Waah putri ku semakin cantik, bagaimana sekolahmu?” tanya appa sambil memeluk Hyera

“Emmhh begitulah, mana eomma?”

“Eomma sedang pergi ke tetangga sebelah.”

“Sejak kapan eomma punya teman?”

“Issh…memang nya kamu,asal kau tahu eomma punya banyak teman.” Ejek appa

“Aaa…mulai lagi.”

“Ya sudah bantu appa mengangkat barang-barang ini.”

“Baiklah, mau di bawa kemana?.”

****

Chanyeol Pov

Huh…eomma ku ini jika sudah bertemu temannya sudah tidak akan ingat aku lagi. Bahkan apapun yg kukatakan tidak akan sampai ke telinga nya. Sejak appa ku meninggal satu tahun yg lalu, kini kami hanya tinggal berdua.

Jika saja aku ini yeoja pasti setiap hari aku bisa menghibur eomma ku yg kesepian. Tapi abaikan! Aku tak mau membayangkannya. Entah apa yg mereka bicarakan namun kenapa aku dipanggil eomma ku. Apa ia ingin aku ikut meng-ngosip dg mereka?

“Ya…eomma mworago??” Tanya ku

“Kenal kan ini teman eomma, dia tetangga sebelah kita.”

Sudah bisa aku tebak apa yg eomma akan lakukkan pada ku.

“Annyeong ahjumma…. Chanyeol imnida.”

“Wahh…anakmu ini sudah besar dan sangat tampan  nyonya Park.” Kata bibi itu

“Kamsahamnida….” Sahut ku

“Ya sudah sana kamu kembali Chanyeol.” Suruh eomma

Aaa….untuk apa eomma memanggilku, hanya untuk ini?? Ya sudahlah aku kembali saja ke kamarku. Namun aku berhenti di tangga, tiba-tiba saja aku tertarik pada pembicaraan mereka.

“Nyonya Song bagaimana putrimu itu?”

“Oh Hyera maksudmu?”

Hyera? Apa dia yg duduk dibelakangku itu?, batinku.

“Iya, Hyera yg dulu takut jika lampu padam, aku masih menginggatnya sampai sekarang.” tawa mereka berdua

“Hyera masih seperti dulu……yg lebih parah dia akan sulit bernafas.”

“Apa ia baik-baik saja??”

“Ya….. untuk saat ini, jangan sampai ia di bawa kerumah sakit lagi.”

****

Chanyeol Pov.

Untung pagi ini eomma membangunkanku. Jika tidak pasti aku akan lompat pagar lagi. Setelah selesai berbenah dan sarapan. Aku segera memakai sepatu dan bergegas berangkat sekolah.

Eh itu Hyera berangkat memakai sepeda. Aku bermaksud untuk menyapanya.

“Annyeong Hyera ssi.”

“Kau mau apa lagi!” jawab Hyera dg nada agak membentak

“Maaf untuk yg kemarin.” ucap ku sambil menyatukan kedua telapak tanganku

“Sudah ku maafkan, ya sudah aku mau berangkat daahhh.” katanya sambil menjulurkan lidahnya

“Tunggu, Hyera!”

“Mau apa lagi, menghancurkan pagiku,hemm?”

“Aniyo….bisakah kau menunjukkan jalan padaku, aku tak begitu tahu daerah sini.”

“Aiisshh, bukankah kemarin kau sudah bisa pergi ke sekolah sendiri?”

“Ummhh waktu itu hanya insting, aku sudah tidak ingat lagi sekarang.” jawabku sambil menggaruk kepala yg sebenarnya tidak gatal

“Hyeraaa!! Kenapa kau tak berangkat juga?” teriak eomma Hyera menghampiri kami

“Iya, ini juga mau berangkat.”

“Ohh…ada  Chanyeol juga.”

“Ohh….jadi dia juga teman eomma?” tawa Hyera

“Cepat berangkat ini sudah siang, ajak Chanyeol juga dia kan baru pindah kesini.”

“Aiishh eomma.” protes Hyera

Eomma Hyera pun masuk ke dalam rumah.

“Okay…cepat naik.”

“Yang benar saja, kau saja yg berdiri dibelakang biar aku yg mengayuh nya.”

Hyera tidak menolaknya, lagi pula ia tak akan mau membawa beban seberat aku.

****

Hyera Pov

Hari ini Sulli tidak berangkat, mungkin dia sedang ada acara. Jadilah aku sendirian, tidak ada teman yg aku ajak bicara. Yg menyebalkannya lagi, aku piket sendirian Sulli oh Sulli kemana kau?? Disini tinggal lah aku sendirian membersihkan ruang kelas.

Setelah selesai, aku pergi ke toilet barang mencuci tangan. Sekolah sudah mulai sepi, tak tampak lagi siswa-siswa yg bertebaran *lu kira burung?? -____-“* yg terdengar hanya suara-suara loker dari kejauhan. Mungkin hanya tinggal mereka dan aku.

Hari menjelang sore, aku bergegas mencuci tangan dan bermaksud untuk pulang. Namun saat ku coba membuka pintu toilet, pintu ini terkunci! Dan terdengar gelak tawa org diluar sana.

“Ada orang diluar?? Bisakah kau membukakan pintu ini untukku??” rengek ku

“Song Hyera….kau terlihat kasihan sekali, hahaha.”

“Minji!! Apa itu kau?”

“Kalau iya memang kenapa? Aku disini tidak sendirian bersama Min tentunya.” jawab Minji

“Dasar kalian ini, apa cuma aku sasaran kalian?”

“Sebernarnya tidak juga sih, tapi mereka tidak mengasikkan.” ucap Min

“Untuk kaliii ini saja, kumohon bukakan pintu yah.” kataku dg nada memelas

“Membukanya?? Tidak akan pernah!”

“Nikmatilah malammu disini Song Hyera, daaa…..” mereka pun pergi

Mereka pergi….dan aku sendirian disini. Aku sangat takut apalagi hari mulai gelap dan terus terang saja aku sangat lapar. Lampu toilet ini tiba-tiba saja padam, tentu saja lampu disini akan otomatis mati jika sudah lewat pukul 5 sore.

Untunglah aku bawa ponsel, setidaknya ada cahaya disini. Yg kupikirkan saat ini adl bagaimana aku bisa keluar. Ku coba berulang-ulang membukanya tapi tetap saja hasil nya. Tenaga ku sudah habis untuk berteriak minta tolong.

“Chanyeoll….tolong aku.”

Entah mengapa nama itu yg keluar. Namun badanku sudah sangat lemas mungkin sebentar lagi aku akan pingsan.

“Chanyeoooll!!.” kata itu yg terakhir aku ucapkan

****

Chanyeol Pov

Setelah mengunci pintu loker, aku bermaksud untuk segera pulang. Tapi saat lewat koridor terakhir sepertinya ada yg memanggilku dari kejauhan. Namun saat kuperhatikan suara itu tidak terdengar lagi.

Hemm….lebih baik aku segera pulang, ini kan sudah sore. Ngomong-ngomong Hyera sudah pulang apa belum yah? Aku jadi memikirkannya terus menerus. Mungkin aku menyukainya, tapi bukan menyukainya melainkan mencintainya.

“Eomma…..aku pulang!!!” teriak ku saat sampai dipintu

****

Author Pov

Sampai jam 7 malam Hyera belum juga pulang. Eomma dan appa nya sudah mencoba menelfon teman-teman Hyera tapi tidak satu pun dari mereka yg tahu Hyera dimana. Mereka telihat sangat khawatir ditambah lagi sekarang Seoul sedang hujan lebat.

Nyonya Song dan Nyonya Park terlihat sedang membicarankan hal yg serius di pintu rumah Chanyeol. Chanyeol hanya memperhatikannya dari sofa depan tv sambil makan cookies.

“Nyonya Park apa siang tadi kau melihat Hyera??”

“Memang kenapa? Dia belum pulang?” tanya eomma Chanyeol

“Iya dia belum pulang sampai sekarang, aku sangat cemas.”

“Ada apa ahjumma??”

“Eh Chanyeol apa tadi kau melihat Hyera?”
“Aniyo….setelah kelas selesai aku hanya melihatnya sedang piket.”

“Aigoo….kemana dia yah? Apa dia masih di sekolah?”

Chanyeol Pov

Apa hyera belum pulang, dia main kemana sih. Aku hanya mendengar nama ku seperti hyera yg memanggilnya, kupikir itu hanya perasaanku saja.

“Ahjumma…aku akan menemukannya.” ucap ku dg nada meyakinkan

Aku berlari di tengah hujan, tidak ku hiraukan eomma yg melarangku. Aku belari lewat jalan yg sepi itu, yah insting rap ku keluar lagi. Ku pikir jalan ini lebih cepat.

Gerbang sekolah yg masih terkunci, tanpa pikir panjang aku melompatinya. Dan benar sepeda hyera masih di tempat parkir.

Derap langkangku memenuhi setiap lorong, ya memang disini sangat sepi. Tempat pertama yg aku tuju adl ruang kelas. Disana masih ada tas milik hyera, dan tentu saja aku mengambilnya. Kemudian aku mencari sosoknya diseluruh sudut sekolah.

Dengan baju yg basah kuyup dan nafas yg tidak teratur aku terus berlari. Agar lebih mudah mencarinya, aku menuju portal dimana semua saklar lampu berada, dan aku menekan tombol on disetiap kanalnya.

Aku tak menemukannya!!! Satu-satunya tempat yg belum aku datangi adalah……

****

Hyera Pov

Aku mulai membuka mataku…..dan benar saja disini sangat gelap. Yg kudengar hanyalah langkah kaki seseorang. Disini aku mulai merasakan sesak didadaku, aku hampir tidak bisa bernafas bahkan tidak bisa.

Saat aku berpikir jika aku tak bisa melihat dunia lagi, tiba-tiba toilet ini terang kembali di iringi dg langkah kaki yg semakin keras. Aku masih membetulkan tempo nafasku. Dan Braaakkkk…..!!!!

Author Pov

“Hyera….!! Akhirnya ketemu.” ucap Chanyeol dg lega. Ia pun segera membawa hyera ketempat yg lebih luas. Chanyeol duduk dengan bersandar di dinding dan menyandarkan kepala hyera didadanya dan sedikit menopang tubuhnya dengan tangannya.

“Hyera…. bukalah matamu…..” Chanyeol cemas.

“Ayolah kumohon!!!”

Entah mengapa mata Chanyeol mengeluarkan air dengan sendirinya. Hyera masih terlihat sulit untuk memasukkan beberapa oksigen ke dalam paru-parunya.“Kau jangan membuatku takut, hyera-ah.” ucap chanyeol sambil menguncang-nguncangkan tubuh Song Hyera.

“Baiklah….akan aku bantu” kata itu keluar dari bibir Chanyeol.

Chanyeol Pov

Aku sudah tak tahan melihatnya kesakitan. Apalagi?? Tentu saja membantunya bernafas dg nafas buatan. Aku pun mendekatkan bibirku dengan bibir nya. Dan……

“Uhhuukk…..” akhirnya ia membuka matanya

“Hyera….gwenchanayo??” ucapku dengan nada khawatir

Ia mengelengkan kepalanya. Aku mengambil botol minum yg ada di ranselnya. Membuka nya dan kuberikan pada Hyera. Nafasnya mulai teratur, setelah hujan mulai reda aku pun mengajak hyera pulang.

Aku mengabil sepeda dan menuju gerbang sekolah sambil mengandeng tangannya yg hangat atau tanganku yg terasa kedinginan.

“Ehhhmmm…..Hyera tapi bagaimana kita ke…lu….ar?”

Hyera tetap diam tanpa memandangku. Tapi ia segera membuka ranselnya dan menyerahkan sebuah kunci padaku.

“Ini….”

“Kau men-duplikatnya??”

Ia hanya mengangguk, lalu naik dan memegang pundakku. Sepanjang jalan kami hanya diam, sesekali hyera membetulkan posisinya yg hampir jatuh. Aku merasa sangat kedinginan dengan mantel yg basah ini, mungkin baju hyera juga akan ikut basah karna sedari tadi ia bersandar dipunggungku.

Hyera terlihat sangat lelah, itu sudah terpancar dari rauh wajahnya sedari tadi, dan karena terlalu lelah lama-kelamaan tangannya memelukku dan menyandarkan kepalanya di pundakku sambil memejamkan matanya. Ya! Ini sangat berat tapi berkat hyera badanku menjadi hangat.

“Gomawoo.…” Hyera membisikkan nya di telinga ku, dan kau tahu aku sangat senag mendengarnya.

****

Author Pov

Hari ini adalah hari pertama libur musim semi. Matahari pun telah menyapa dengan barisan gigi-gigi nya dari arah timur. Heemmm….hari yg cerah, seharusnya menjadi liburan yg menyenangkan. Namun tidak bagi hyera, di saat seperti ini ia malah terkena flu.

Padahal appa dan eomma hyera sudah bermaksud pergi liburan ke pulau Jeju. Ya sebenarnya bukan hanya liburan tetapi juga ada rapat disana dengan para pengusaha termasuk eomma Chanyeol.

“Aaaa…..eomma jangan pergi.” rengek hyera

“Tapi jika eomma tidak pergi dengan appa mu, appamu pasti akan repot disana.”

“Yahh eomma….. apa eomma akan meninggalkan putrinya saat sakit sekalipun?” protes Hyera

“Tapi jika appa mengajakmu bukankah akan memperburuk keadaan?” sahut appa

“Appa dan eomma akan berangkat nanti sore.” kata eomma

****

Hyera Pov

Walaupun aku sering ditinggal sendiri di rumah, tapi situasinya sedang berbeda. Kenapa juga aku harus sakit flu dan demam. Ini kan kesempatan langka, aku bisa berlibur dengan orang tuaku. Dan tepat pukul 3 sore pesawat take off.

Aku mengantarkan appa dan eomma hanya sampai depan rumah saja.

“Hyera jaga dirimu baik-baik yah.” pesan appa padaku

“Dan jangan lupa minum obat mu, eomma letakkan di samping lemari es.”

Ting tong…..bel rumah berbunyi.

“Eh itu mereka datang.” Eomma

“Siapa appa??”

Appa tak sempat menjawabnya mereka sudah keburu masuk. Yap! Itu Chanyeol da eommanya.

“Eee…..eomma boleh aku bertanya?”

“Apa….??”

“Apa mereka juga ikut?”

“Oh nyonya Park maksudmu? Iya beliau ikut bersama kami.”

“Dan yg disebelahnya juga??”

“Aniyoo….Chanyeol hanya mengantarkan eommanya, oh iya eomma hampir lupa.”

“Ada apa eomma??”

“Sehubung Chanyeol tidak ikut, dia yang akan menjagamu selama kami pergi.”

“AAaaappaa??” kaget aku dan Chanyeol

“Iya…..daripada Chanyeol tidak ada teman dirumah, lebih baik main disini.” sambung eomma Chanyeol

“Palliwa….ini sudah pukul setengah tiga.” sahut appa yg sedari tadi memasukkan barang ke bagasi

“Jaga dirimu baik-baik dan kau juga Chanyeol.” Kata eomma pada kami

****

Author Pov

Sebuah pesawat telah terbang diatas kota Seoul menuju pulau Jeju pertanda bahwa mereka telah berangkat. Siang menjelang sore dan sore menjelang malam, kini yg tersisa hanyalah Hyera dan Chanyeol.

“Chanyeol…. aku lapaarrr.” renggek Hyera yg baru selesai mandi

“Memang eomma mu tidak memasak untukmu??” tanya Chanyeol yg sedang menonton tv

“Issshhh….kalau sudah ada makanan sejak tadi pasti aku sudah memakannya.” jawab Hyera

Chanyeol beranjak dari tempat duduknya menuju lemari es yg ada didapur. Sepertinya ia sudah menganggap rumah Hyera seperti rumahnya sendiri. Hyera hanya mengekor dibelakang Chanyeol.

“Aigooo…..kenapa diantara ruangan dirumah ini, satu-satunya yg kosong hanya lemari es?” ucap Chanyeol

“Eemm, itu karena aku tak sempat…..” sebelum Hyera selesai bicara Chanyeol memotongnya

“Yasudah, ayo ikut aku.” ajak Chanyeol

Chanyeol menyuruh Hyera memakai mantel dan syal hangat nya, dan menunggu didepan rumah. Chanyeol mengambil mobil dan segera menghidupkannya.

“Kita mau kemana??” tanya Hyera binggung

“Katanya kau lapar, cepat naik.”

Tanpa pikir panjang Hyera segera masuk ke mobil.

Hyera Pov

Dia akan membawaku kemana hah? Malam- malam begini, apa Chanyeol akan mentraktirku makan. Jika begitu kebetulan sekali, karena terburu – buru aku lupa bawa uang.

“Kita mau kemana Chanyeol??”

“Café dekat sungai Han…..” jawabnya tenang sambil menyetir

“Jinjaa…..aku sudah lama tidak kesana.”

“Jelas saja….kau kan tak pernah keluar rumah selain pergi ke sekolah.”

“Uhh kau sama saja dengan appa ku, kalau itu karna aku tak punya teman.” jawabku sambil menundukkan kepala. “Jadi aku ini teman pertamamu?” tanya Chanyeol. “Tentu saja bukan, bukankah aku punya Sulli?”. “Sulli?? dia kan yeoja, jangan-jangan kau penyuka sesama jenis yah??” ejek Chanyeol

“Apaaa kau bilang Yeolli!!” geramku

“Sudah-sudah aku cuma bercanda, berarti aku ini namja pertama yg menjadi teman mu??”

“Yaa….kurang lebih begitu.”

****

Author Pov

Selesai makan Chanyeol dan Hyera pergi ke supermarket dekap rumah mereka. Hyera lebih dulu masuk dan langsung mengambil troli sambil berlari, tidak mau kalah Chanyeol pun mengambil troli dan mengejar Hyera.

“Kau ingin balapan troli??” tanya Hyera

“Ne, tidak sengaja.” jawab Chanyeol

“Kita mau beli apa?” tanya Hyera sambil tetap memainkan troli nya

“Beli saja apa yg kau mau, kau ke kanan dan aku ke kiri.”

“Oke.”

Setelah berpisah Hyera dan Chanyeol sibuk mengambil makanan yg mereka suka tanpa menghentikan laju troli. Serasa market ini seperti taman bermain anak TK. Ya memang disini sudah sepi pengunjung lantaran sudah malam. Yang tersisa hanyalah mereka dan penunggu kasir yg sejak tadi hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.

“aku sampai lupa kalau aku ini sedang sakit” guman Hyera. Sempat keduanya bertemu di persimpangan dan mereka tertawa. “ternyata mengasikan juga” Chanyeol berbicara sendiri.

****

Mereka pulang, Hyera sibuk menata makanan di lemari es sedangkan Chanyeol sedang menuang susu di gelasnya di meja makan.

“Emmm….hyera nanti aku tidur dimana.” tanya Chanyeol

“Terserah kau mau tidur dimana.” jawab Hyera yg masih sibuk di depan lemari es

“Kalau begitu, bagaimana jika aku tidur dikamar mu?” tanya Chanyeo asal

“Kau bercanda ha…?? Itu tak akan pernah terjadi.” Hyera sambil menjulurkan lidahnya

“Lalu??”

“Kau tidur dikamar sebelahnya saja.” suruh Hyera

“Baiklah….aku akan tidur sekarang, dan kau?”

“Aku belum mengantuk, mungkin menonton tv akan membuatku cepat mengantuk.”

“Ya sudah, tapi jangan terlalu malam.” pesan Chanyeol

“Ne, arraseo….”

****

Chanyeol Pov

Aku terbangun di kesunyian malam, lebih tepatnya bukan! dari kamar ini masih terdengar suara tv menyala, apa Hyera belum tidur? Sepintas melihat jam tangan ku yg sengaja tidak kulepas. Astaga ini sudah jam 2 malam.

Aku bergegas turun kebawah, sempat juga minum di dapur. Kemudian aku menghampiri Hyera di depan tv.

“Hyera-ah apa kau tidak mengan….”

Belum selesai aku bicara ternyata hyera sudah tidur, dia mungkin lupa untuk mematikan tv. Aku mencoba membangunkannya dan menyuruhnya tidur dikamar.

“Hyera…bangun, disini dinggin tidurlah dikamar, kajja.” Bujukku sambil mengoyang-goyangkan tangannya. Aigooo….tangannya begitu dingin, apa karna ia terlalu lama disini. Ku seka rambut yg menutupi mukanya, dan benar dia demam.

“Aiishhh…..apa yg  harus aku lakukkan?” tanyaku pada diriku sendiri

Pertama-tama aku membetulkan posisi tidurnya. Kemudian ku buka kerah nya agar bisa bernafas lebih leluasa. Mematikan tv dan mengambil kompres dan selimut. Mungkin ini sebagian dari inting rap ku *ada2 aja -____-“*

Tak lama kemudian aku kembali dg membawa barang yg tadi aku sebutkan. Ku letakkan kompres didahinya dan menyelimutinya dengan selimut yg hangat, dan…selesai. Aku masih duduk di atas karpet tebal ini sambil menatapnya.

“Seharusnya aku tak mengajaknya bermain seperti tadi” aku sangat merasa bersalah saat ini. Aku beranjak mengambil handuk kecil dan mengusap kan di wajahnya. “Sampai-sampai ia berkeringat dingin” gumanku.

Aku menganti kompres nya, lalu aku ikut tidur di dekat nya. Yap! Aku tidur tepat di sebelah Hyera tapi itu dibawah dan tepatnya di atas karpet tebal yang lembut ini. Ini sangat nyaman dan hangat. Ku harap dia cepat sembuh, itu doa ku sebelum tidur.

****

Hyera Pov

Cahaya matahari telah masuk melalui celah jendela dan mata ku belum sepenuhnya terbuka. Aku masih merasa pusing, uuhh sekarang ini aku dimana. Mungkin karna tempat ini terlalu sempit untuk bergerak dan alhasil aku terjatuh “Bruukkk!!”

“Awwwhhhh, appoo….”

Sepertinya aku menindih tubuh seseorang, dan benar saja saat ku liat ke atas ternyata Chanyeol. Aku terjatuh tepat menghadap tubuh Chanyeol. Namun saat aku ingin beranjak bangun sebuah tangan mendekap punggungku.

“Kau mau kemana hyera…” ucap Chanyeol dengan suara beratnya

“Oh mianhe, aku akan segera bangun.” jawabku yg masih diposisi semula

“Chakamma….” cegah Chanyeol sambil memelukku

“EE..eee…kk aauuu inniii kenapa?”

“Apa kau tak merasakkan nya hyera-ah?”

“Merasakan apa, saat ini yg aku rasakan hanya rasa sesak karna tidak bisa bernafas.” jawabku asal

Ia mengangkat dagu ku, reflek saja aku langsung memalingkan muka. Jujur saja saat menatap wajahnya jangtungku akan berdetak seribu kali lebih cepat. Entahlah sejak kapan aku mulai begitu. Apa aku mulai menyukai nya?

“Emmhh Chan….”

Belum selesai aku mengatakannya, kedua tangannya sudah memengang wajahku dan mengarahkan tepat didepan wajahnya. Ia menatapku dalam, dan jantung ku mulai berdetak kencang dan keras. Mungkin dia dapat merasakan nya dan sudah pasti wajahku sekarang terasa panas.

“Saranghae…..” kata itu keluar dari bibirnya. Satu kata namun terdengar jelas dan masih terngiang-ngiang di telinga ku. Dan sukses membuat diriku terkena serangan jantung. Aku masih terpaku diantara tangan nya yg mendekap wajahku.

“kau tahu Song Hyera? kau telah membuatku tak tahan dengan keadaan ini. perasaan ini telah mencekik leherku dan menghabiskan setiap oksigen yg ada di paru-paruku. Namun bagiku tak mudah untuk mengungkapkannya.” jelas Chanyeol panjang lebar

“aku bukanlah lampu atau senter penerang bagimu, karna aku tahu bahwa mereka suatu saat akan mati. tapi aku berbeda dari mereka karna aku memiliki cinta dan kasih sayang yg tak akan mati ditelan oleh waktu.”

“dan sendainya bateraiku habis hanya kau yg bisa menhidupkanku kembali.aku Park Chanyeol, akan menjadi lampu yg menerangi setiap ruang dihatimu”

“dia benar-benar terlihat dewasa” ucap ku dalam hati

Aku masih terdiam. Mungkin bukan ekspresi ini yg ia harapkan. Tiba-tiba tanganya memegang kepalaku dan mendekatkan ke arah wajahnya. Sebuah sapuan hangat menyentuh bibirku. Awalnya aku sangat terkejut, tapi bukankah ini kedua kalinya ia melakukkan ini padaku?

Aku memejamkan mata dan menikmati  ciuman hangat ini. aku mulai kehabisan nafas, apa dia sudah kehilangan kendali? Hal pertama yg kurasakan bersamanya, aku tersadar bahwa aku juga mencintainya.

“Hyera….mulai saat ini jadilah yeoja chingu ku.” ucap Chanyeol mengakhiri morning kiss kami.

—-END—-

Hehehe…readers gimana?? Bagus atau jelek kah??

Jangan lupa  RCL-nya, don’t be silent readers oke ^o^

Gomawo udah nge-publish FF ku ini  ExoFanfiction semoga ffnya makin gokil-gokil

Annyeong  ^o^ by : HunhanLips

46 pemikiran pada “Eternally Love

  1. Ini ceritanya bagus banget thorr
    Cuman ajaaa……..
    Aku rasa rating 13 itu seharusnya diganti jadi 17-19 gitu karena part ending kurang cocok, aku yang masih 16 ngerasa adegan terakhir itu masih belum cocok untuk seumuranku atau dibawah aku, karena ditulis rating 13 jadilah aku baca
    Tapi keseluruhan sudah bagus thor, cuma lebih dipilah2 rating sama adegannya yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s