Complicated (Chapter 1)

COMPLICATED (CHAPTER 1)

AUTHOR: KRISANAMIRA

CAST:    KRIS EXO-M

KIM HYU RI

KAI EXO-K

LEE JI NA

OH SEHUN EXO-K

LENGTH : CHAPTERED

GENRE  : ROMANCE

<<HAPPY READING >>

-KIM HYU RI PoV-

Dosen-dosen seperti ini yang kubenci. Seenaknya saja tidak hadir tanpa pemberitahuan sebelumnya, lalu memberi tugas setumpuk. Benar-benar menyebalkan. Aku berjalan tergesa sambil mengetikkan pesan di ponselku.

BRUKK

Ponselku terjatuh. Aku buru-buru memungutnya, untunglah ponselku tak mati. Aku melihat orang yang kutabrak tadi sekilas. Seorang namja yang sangat tinggi.

“Mian, tadi aku buru-buru,” ucapku sambil membungkuk ke arahnya. Kulihat ia juga membungkuk dari sudut mataku.

Aku berlari ke arah perpustakaan.

“Kim Hyu Ri!” panggil seseorang di belakangku. Aku menoleh. Namja tadi memanggilku. Kenapa ia tahu namaku?

“Kartu mahasiswamu terjatuh,” lanjutnya sambil berjalan santai ke arahku. Aku lalu mengambilnya dari tangan namja itu.

“terimakasih, hmm..,”

“wu yi fan,” jawabnya.

“Hmm, terimakasih Wu yifan. Kau, chinese?” tanyaku, tertarik dengan namanya.

“ya. biar tidak ribet, panggil Kris saja,” lanjutnya.

“Baik. Aku buru-buru. Sekali lagi terimakasih,” ucapku sambil tersenyum kepadanya.

Aku mempercepat langkahku sambil memasukkan asal kartu mahasiswa ke dalam tas. Sial, perpustakaan sudah tutup. Kampus ini memang aneh. Perpustakaan tutup sebelum seluruh kegiatan pembelajaran berakhir. Aku berbalik cepat, lalu menelepon Lee Jina, sahabatku.

“Jina, kau dimana?”

“Aku sedang di kantin. Kemarilah,”

“Kau di sana dengan siapa?” tanyaku curiga. Mustahil Jina pergi ke kantin sendirian. Tapi jika tidak sendirian, ia dengan siapa? Jina itu jarang dekat dengan orang lain selain aku.

“Sehun,” jawabnya.

“Baik,” jawabku sambil memutuskan sambungan. Aish, aku lupa. Kemarin kan Jina baru jadian dengan Sehun.

“Kalian berdua saja?” tanyaku sambil meletakkan tas di meja.

“Ya,” jawab sehun. Aku lalu duduk, menonton mereka bermesraan sambil menunggu pesananku datang. Aku memutar bola mataku saat Sehun mengacak rambut Jina dan memeluknya. Bukannya aku cemburu. Tapi tidakkah mereka malu mempertontonkan kemesraan di depanku?

Aku memalingkan wajah ke arah lain. Bukannya itu namja yang tadi? Siapa namanya? Kris. Akhir-akhir ini aku sering sekali melupakan sesuatu. Ia tiba-tiba melambaikan tangan ke arahku. Aku tersenyum tipis.moodku sedang tidak bagus sekarang. Ia lalu membawa minumannya ke mejaku.

“Boleh bergabung?” tanyanya, lebih kepada sehun.

“Oh, tentu saja,” jawab sehun. Jina menatap sehun ingin tahu.

“Oh ya, ini Kris, temanku sewaktu SMA. Kris, ini yeojaku, lee Jina, dan ini Kim Hyuri,” terang Sehun.

“Ya, aku sudah berkenalan dengan Hyu ri,” jawab Kris sambil tersenyum kepadaku. Aku hanya membals dengan senyum tipis.

Aku mengedarkan pandangan ke arah pintu kantin. Tampak Kai sedang berjalan dengan santai sambil membawa tas laptop nya. Aku segera beranjak berdiri.

“maaf, aku ada urusan sebentar,” jawabku sambil berjalan ke arah Kai yang sudah duduk di salah satu meja di depan kami.

“Annyeong, Kai,” sapaku. Ia menoleh dengan gerakan seperti slow motion yang membuatnya semakin, ehm, cool.

“Hei, kim hyu ri. Ada apa?” jawabnya sambil menepuk-nepukkan tangannya ke kursi di sebelahnya, menawariku duduk.

“Ah, tidak usah. Aku hanya ingin mengembalikan ini,” tolakku sambil menyodorkan sebuah novel cukup tebal dengan cover sepasang kekasih yang sedang berpelukan dengan latar pepohonan yang daunnya mulai berguguran. Romantis.

“Oh, sudah selesai membacanya?” tanyanya sambil menerima novel yang kusorongkan.

“Sudah. Romantis sekali. Aku sampai menangis saking terharunya. Eh, Kai, aku lupa membawa novel itu. Bagaimana kalau nanti kuantar ke apartemenmu?” tawarku.

“Tidak usah. Besok saja kau berikan. Eh, sebentar,” Kai meraih tasnya, lalu mencari ponselnya yang berdering di dalam sana. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Kai berbicara singkat di telepon. Ia lalu menoleh padaku.

“Maaf Hyuri. Kurasa aku punya urusan mendadak. Maaf tak bisa menemanimu mengobrol lebih lama,” ucapnya seraya membereskan laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas hitam miliknya.

“Tak apa,” jawabku. Aku sedikit kecewa, tapi tak apalah. Setidaknya, moodku sudah agak membaik.

“Nanti kutelepon. Sampai jumpa,” pamitnya sambil berjalan ke luar kantin. Aku kembali ke mejaku. Ternyata namja china itu masih di sana.

“Menemuinya lagi?” tanya Jina sambil menyuap makanannya.

“Ya, hanya mengembalikan novel yang minggu lalu kupinjam. Memangnya tidak boleh?” jawabku sambil membetulkan rambut ikalku yang sedikit berantakan. Dari dulu Jina memang tidak begitu peduli dengan hubunganku dan kai.

“Tidak juga,” jawabnya tak acuh. Ia lalu sibuk berbicara dengan Sehun.

“Mm, dia itu, temanmu?” tanya Kris yang duduk di sebelahku. Posisi kami saat ini seperti sedang double date.

“Ya, kenapa? kau mengenalnya?” tanyaku .

“Euh, tidak, aku baru pertama kali melihatnya.” Kulihat Sehun sedikit mendongak menatap Kris yang sepertinya agak gugup. Aku lalu memesan makanan.

><><><><><><

“Astaga! Bagaimana ini?” seruku panik sambil menepuk jidatku.

“Apa?” tanya Jina yang sedang merapikan ruang tamu apartemen kami.

”Tugasku belum selesai satu pun. Padahal harus dikumpul lusa,” jawabku sambil mengaduk-aduk tasku untuk mencari hp, bermaksud menelepon Kai yang sejurusan denganku. Siapa tahu ia bisa membantuku.

“Sial! Kenapa hp ini malah lowbat di saat-saat begini?” erangku kesal. Aku menghempaskan ponsel sialan itu ke sofa di sebelahku.

“hei, tak usah marah-marah begitu. Kau kan bisa mengisi baterainya sambil menelepon,” kesal Jina, menghentikan pekerjaannya.

Benar juga, pikirku. Aku meraih kembali ponsel yang tergelatak sembarangan itu, lalu berjalan menuju lemari di kamarku dan mengambil charger ponselku. aku mencari kontak Kai, lalu menelponnya.

“Tidak aktif,” gumamku kecewa.

“Siapa?” tanya Jina yang rupanya memperhatikanku dari tadi.

“kai,”

“Dia lagi? Kenapa sih, kau selalu bergantung padanya?” jina kini beranjak duduk di sebelahku, mulai serius.

“Aku tidak bergantung kepadanya, hanya saja..”

“aku tau kau menyukainya. Tapi, kupikir kau terlalu berlebihan. Maaf, tapi sepertinya dia tak menunjukkan tanda-tanda menyukaimu,” potong Jina.

“Siapa bilang?”

 

-FLASHBACK-

Aku benar-benar lelah hari ini. Ini karena tadi aku harus berkutat dengan tugas segunung yang harus kukerjakan sendirian. Aku melangkah gontai menuju kamarku. Aku mendengar ponselku berdering. Siapa yang mengirimkan pesan larut malam begini? Aku merutuk dalam hati, berjalan terseok menuju tasku yang masih berserak di ruang tamu.

From: Kai

Hyu Ri. Maaf mengganggu. Aku tidak bisa tidur. Mau menemaniku mengobrol? Di sms saja

Aku tersenyum. Kantuk dan lelahku menguap entah ke mana. Kai selalu bisa membuatku segar kembali. Itu yang ku suka darinya, selalu memberi semangat positif kepadaku, walaupun tanpa disengaja.

To: Kai

Tentu. Aku tidak terngganggu kok

 

Kai          : aku heran, mengapa akhir-akhir ini, semangatku sedikit bertambah

Hyuri     : bertambah? Misalnya?

Kai          : seperti saat akan berangkat ke kampus. Biasanya, aku selalu susah bangun pagi. Tapi sudah sebulan terakhir, aku begitu bersemangat

Hyuri     : Apa karena seorang yeoja?

Hatiku berdebar menanti jawaban Kai. Jika benar, tidak salah lagi. Yeoja itu pasti aku. Bukannya GR, tapi, setahuku, yeoja yang dekat dengan kai di kampus hanya diriku.

Kai          : sepertinya kau benar

Sungguh! rasanya aku ingin melompat-lompat di kasur saking senangnya. Untung aku tak berteriak histeris karena Jina pasti akan marah besar.

Hyuri     : Kai, mengapa kau belum tidur?

Kai          : Entahlah, aku tiba-tiba tak bisa tidur.

Hyuri     : mungkin, karena ada yeoja cantik sedang bersms denganmu

Kai          : ya, mungkin saja 😀

-FLASHBACK END-

“Kau percaya kan?”

“Entahlah, tapi aku masih belum yakin,” jawab Jina. Ia tampak berpikir.

“Ponselmu,” ia menyikutku yang tengah melamunkan Kai.

Kai! Dia menelepon. Aku cepat-cepat mengangkatnya.

“Halo?”

“Hyuri. Kau ada waktu siang ini?” tanya Kai langsung.

“Ne. Ada apa?”

“Bisa menemaniku ke kafe?”

aku memilih bajuku yang paling bagus. Tidak berlebihan memang. Ini pertama kalinya aku keluar berdua saja dengan Kai. Berdua! Kai yang khusus mengajakku. Setelah siap, aku keluar kamar.

“Bagaimana?” tanyaku kepada Jina yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

“Kuakui kau, begitu cantik kali ini,” jawab Jina sedikit terkesima.

Bel berbunyi. Aku cepat-cepat merapikan rambutku, lalu berjalan ke arah pintu. Aku agak kaget saat melihat Kai. Dia begitu tampan dan rapi.

“sudah siap?” tanyanya. Aku mengangguk malu.

Kami berjalan masuk ke kafe ini. Aku dan jina sering kemari. Setelah memesan makanan, Kai memandangku cukup lama.

“Mengapa melihatku seperti itu?” tanyaku agak risih.

“Kau.. cantik sekali hari ini,” jawabnya tulus. Aku bisa melihat kejujuran dari matanya.

“Terimakasih. Kau juga tampan hari ini, dan begitu rapi,” balasku cepat. Aku tahu, kini pipiku sudah pasti merona merah. Ada jeda yang agak panjang diantara kami.

“Hmm, hyuri. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”

TBC

 

 

Authors note: Annyeonghaseyo. Author hadir dengan FF Kris dan Kai, karena Author lagi seneng-senengnya sama Kris dan Kai. Mian ya, kalau ffnya gaje, alur gak jelas dan typonya kebanyakan. Maklum, author gak perpengalaman. Jangan lupa leave comment ya, biar ffnya makin bagus. Thankyou, xiexie, khamsahamnida!

 

Iklan

19 pemikiran pada “Complicated (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s