First Love (Chapter 1)

Author : dilhun_sumsuho

 

Title : First Love (chapter 1)

 

Maincast :

–          Kim Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

–          Kang Sang Mun (OC)

–          Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk (SUPER JUNIOR)

 

Support cast :

–          Lee Jooyeon (AFTER SCHOOL)

–          Byun Baekhyun (EXO-K)

–          Oh Sehun (EXO-K)

Genre : Sad, Romance

 

Length : Chaptered

 

annyeong yeoreobun!! Ini ff pertamaku yang aku kirim^^ mian kalau ff nya garing, gaje, banyak typo dan kesalahan-kesalahan yang lainnya ^o^v sebenararnya ff ini aku buat berdasarkan pengalaman pahit yang pernah aku alami :’) *curcol* tapi ada adega yang aku lebih-lebihkan kekekeke ^o^v ok deeeeh happy reading (ˆ▿ˆʃƪ) jangan lupa komennya ya kalau sudah baca^^ kamsahabnida~

(First Love Chapter 1)

 

Kau menyakiti hatiku!!

Aku tulus mencintaimu, sungguh!!

——————————————————————————————————–

“sang mun-ah~!! Cepat bangun!! Ini sudah jam 6 pagi! Hari ini ada pelajaran matematika! Jika kau terlambat kau akan di tendang keluar oleh gurumu ituuu!”

“aaaah aku masih mengatuk, eommaaaaa. Memangnya sekarang jam berapa?”

“sudah hampir pukul setengah tujuh! Palliii!!”

“mwooooooo?”

Yaaa itulah keseharian Kang Sang Mun. Selalu bangun telat dan di marahi oleh guru. Sampai-sampai guru bahasa jepang sudah tau kalau dia akan terlambat masuk pada jam pelajarannya. Sekarang dia duduk di kelas 2 SMA dikotaseoul. Umurnya baru akan memasuki 17 tahun pada tanggal 20 juni.

 

“sang mun-ah~ kau sudah siap belum? Nanti bisa-bisa eomma terlambat masuk kantor!’’ ucap eomma membuatnya tersadar dari lamuan.

‘neee eomma, aku sudah siap,” ucapnya sambil berlari.

 

*di kelas, sekolah*

 

“sang mun~ah kau terlambat 15 menit, kau tau?!” ucap Jooyeon sambil cemberut. “arraaaa” ucap Sang mun dengan santai dan langsung duduk d bangkunya. “untung saja guru killer itu tidak masuk! Bisa-bisa kau sudah di makannya jika dia ada sekarang!” Jooyeon kembali menggerutu dengan tangannya yang telipat di dadanya. “aigoooo~ kau seperti eomma ku saja” ucap gadis mungil itu sambil memukul pelan kepala sahabat karibnya itu.

“yaa! Appo!”

“ya! Jooyeon~ah! Apakah kau tau mengapa aku terlambat hari ini?” ucap Sang mun dengan mata yang berbinar-binar. “aku sudah mengenalmu selama 2 tahun! Setiap hari kau memang selalu terlambat!” jawab Jooyeon sinis. “neo paboyaa! Bukan itu maksudku! Kau tidak tau kenapa aku sangat terlambat hari ini?!” ucap Sang mun dengan sinis dan memukul kepala Jooyeon dengan pelan.

“memangnya karma apa?” Tanya Jooyeon dengan penasaran dan mendekatkan kepalanya. “kau tau tidaaak?!” katanya dengan wajah yang membuat Jooyeon penasaran.

“YA! Jangan membuatku penasaran! Kau tau betul kalau aku tidak senang di buat penasaran!” katanya dengan wajah kesal. Dan sang mun tahu betul kalau dia memang tidak senang di buat peasaran. Hahhaha sang mun tertawa dalam hati. Dia memang suka sekali menjahilinya.  “aah baiklah-baiklah aku akan mulai bercerita!” ucap sang mun menyerah

 

“jadi kemarin aku pergi ke acara gathering. Disanaaku melihat seseorang! Dia seorang namja. Dia memang tidak tampan tapi dia memiliki karisma. Dan kau tau? Aku menyukainya pada pandangan pertama! Aku tidak pernah merasakannya sebelumnya”, ucapnya dengan wajah sumbringah.

 

“lalu kau tau siapa namanya?” tanya Jooyeon penasaran. “tentu saja! Mana mungkin jika aku tidak mencari identitasnya! Ternyata dia adalah teman lama temanku.” Jawabnya dengan suara yang sangat keras. Dia berhasil membuat teman-tema sekelasnya melihatnya. Tapi dia dan sahabatnya itu tidak memperdulikannya. Mereka tetap meneruskan perbincangan mereka.

 

“siapa namanya?” lanjut Jooyeon dengan muka yang bisa di bilang seperti seorang eomma yang sedang membujuk anaknya untuk makan. “namanya Lee Hyuk Jae! Kau tauu temanku mengenalkanya padaku! Aku sangat senang sekali bisa berkenalan dengannya.” Ucapnya dengan wajah berseri-seri “dia bersekolah dimana?” Jooyeon kembali melemparkan pertanyaan padanya. “anni… dia sudah tidak bersekolah. Dia sekarang kuliah di salah satu universitas seni diseoul. Kau tau? Dia sangat pintar dance!! Aku makin menyukainya jooyeon-ah~” jawabnya dengan suara toa nya. Membuat orang-orang d sekitar mereka kembali memperhatikan mereka. Dan tentu saja mereka tidak perduli akan hal itu.

 

“arraaa~ aku bisa liat dari mukamu yang senang itu. Aku ikut senang sang mun-ah~ akhirnya kau menemukan orang yang kau suka.” Ucap Jooyeon dengan muka malaikatnya itu, membuat Sang mun merasa terharu.

“jooyeon-ah~ kau memang sahabatku yang paling baik dan mengerti aku!” ucapnya sambil memeluk sahabat tersayangnya itu..

***

Sang mun pun tiba di rumah. Seperti biasa. Rumahnya sangat sepi bagaikan d kuburan. Tak ada seorangpun di rumah. Hampir setiap hari ia di rumah sendirian, karena eomma dan appa nya bekerja. Jadi wajar saja jika dia di rumah sendirian

“apa boleh buat! Tak ada orang di rumah, lebih baik aku menonton film saja.” ucapya sambil memajukan bibirya yang mungil.

 

Tak lama beberapa menit handphone-nya bergetar

 

Dert

 

Dert

 

Sang mun mengambil handphone-nya yang ada di samping tempat ia duduk. Dia melihat layar handphone-nya, ternyata pesan itu dari nomor yang tak ia kenal. Di kliknya gambar pesan itu.

 

 

From : 010-20069-022

 

Anyeong Kang Sang Mun-ssi^^

Aku Lee Hyuk Jae atau lebih tepatnya Eunhyuk^^

Kau pasti bingung aku mendapatkan nomor telfonmu dri mana ^o^v

 

Sang mun ternganga melihat isi pesan itu. Tak di sangka yang  mengirim pesan adalah Eunhyuk!! Namja yang baru saja ia kenal kemarin malam d gathering! Namja yang ia suka.

 

Yaaaaaa eottohkae! Aku senang sekali sampai tidak bisa bergerak!

 

Dengan hati yang berdebar-debar dan mukanya yang memanas, dan dia yakin sekarang mukanya sudah merah. Sang mun membalas pesannya:

 

To : 010-20069-022

 

Anyeong Lee Hyuk Jae-ssi^^

Hahha kau membuatku terkejut! Aku kira ini nomor siapa.

Kau dapat nomorku dari mana?

 

Dia pun mengganti nomor itu menjadi my hyukkie.

Setelah beberapa menit handphone-nya bergetar lagi.

 

Cepat sekali dia membalas pesanku.

 

From : my hyukkie^^

 

Kau cukup memanggilku eunhyuk saja^^

Aku tak terbiasa di panggil seperti itu kekekek^^

Aku mendapatkan nomor mu dari temanmu yang memperkenalkan kau padaku, tidak apa-apakan?

 

YAAA! Tentu saja aku tidak apa-apa! Malah aku senang sekali kau menghubungiku kekeke. Batinnya dalam hati.

 

To : my hyukkie^^

 

Kekeke baiklah eunhyuk-ssi^^

Amugeotdo anniya^^ hanya saja aku ingin tau kau dapat nomorku dari siapa^^

 

“sebenarnya aku ingin membalasnya ‘tentu saja tidak apa-apa, aku senang kau menghubungiku’ tapi pasti dia akan mengira aku gila.” ujarnya dengan muka cemberut menyesali pikirannya itu.

 

Dret

 

Dret

 

Handphone-nya kembali bergetar. Langsung dia menyambar handphone-nya yang ada d kursi.

 

From : my hyukkie^^

 

Tidak usah terlalu formal bicara denganku sang mun-ah~ ^^

Panggil saja aku oppa^^

 

DEG

 

Jantunya berdetak lebih cepat 2 kali lipat dari biasanya. Padahal itu hanyalah hal biasa, ia tahu itu. Tapi entah mengapa hal sekecil itu pun bisa membuatnya deg-deg-an.

Dia membalas pesan eunhyuk.

 

To : my hyukkie^^

 

Nee oppaa~ jika oppa tidak keberatan^^

 

Mereka pun saling balas membalas pesan mereka hingga larut malam. Akhirnya Eunhyuk menyuruhnya untuk tidur karena sudah larut malam. Dan tentu saja ia menurut karena iya di suruh oleh namja yang iya sukai saat ini.

 

*keesokan harinya*

 

[di dalam kelas]

 

 

KRIING KRIIING KRIIING

 

Bel sekolah berbunyi. Menandakan waktunya untuk istirahat.

 

“sang mun-ah~ ayo kita ke kantin. Aku lapar sekali dari pagi aku belum makan apapun.” ajak Jooyeon kepada Sang mun. “neeee…. Kajja! Perutku juga sudah demo dari tadi minta diisi.” ucapnya sambil menggelantungkan tangannya ke tangan Jooyeon.

 

[di kantin]

 

“jooyeon-ah~” panggilnya kepada sahabat yang duduk di hadapannya itu. “waee?” jawabnya tapi tak menatap wajah yang memanggilnya, tetap fokus dengan makanan yang ada d tanyannya.

 

“yak! Lee Jooyeon! Kau mendengarku tidak?!” panggilnya dengan nada yang meninggi satu oktaf. “aku mendengarmu Kang Sang Mun! tidak usah berteriak” jawabnya santai, tidak melihat betapa garangnya wajah sahabatnya itu. “tapi kau tidak menatapku. Aku pikir kau tidak mendengarku” ucapnya dengan suara yang menyedihkan. “tentu saja aku mendengarkanmu! Dasar pabo!” ucapnya. “hahaha baiklah baiklah. Aku akan mulai bercerita” ucap gadis itu.

 

Sang mun menceritakan semua kejadian kemarin ketika ia baru pulang sekolah. Dia menceritakan klau Eunhyuk menghubunginya. Dan besok ia akan bertemu dengan namja itu.

 

*keesokan harinya*

 

Seperti yang di janjikan Eunhyuk kemarin, mereka janjian d café dekat sekolahnya Sang mun pukul 4 sore KST. Karena gadis itu keluar dari sekolah pukul 3 sore KST. Eunhyuk sudah menunggu gadis itu dari pukul 03:45 KST di depan cafe. Karena ia tidak ingin membuat gadis itu menuggu lama. Tapi ternyata dia datang lebih awal dari perkiraannya. Alhasil dila menunggu selama setengah jam, karena gadis itu datang terlambat

 

Akhirnya yang di tinggu-tunggu sejak tadi datang. Tanpa sadar, Eunhyuk mengembangkan senyumnya melihat gadis yang mendekatinya.

 

“mianhae oppa aku terlambat” ucap yeoja di hadapannya itu dengan muka yang memelas, membuatnya gemas dan… deg-deg-an. Nah perasaan apa itu? Iya juga tidak tahu. “nee~ gwaenchanayo munnie-ah~” ucapnya dengan senyum yang terpampang d wajahnya sambil menyeuntuh ujung kepala Sang mun.

 

Sang mun hanya bisa diam terbelalak ketika namja d hadapannya itu menepuk lembut ujung kepalanya. Dia merasakan mukanya memanas. Ia pun menundukan kepalanya sedalam mungkin karena ia yakin kalau muka nya kini memerah.

 

“kajja! Kita masuk! Udara d luar sangat dingin, nanti kau sakit lagi” ucapnya sambil senyum dan merangkul tubuh mungil yeoja yang baru iya kenal beberapa hari yang lalu.

 

Mereka pun masuk dan menduduki tempat yang dekat dengan kaca, sehingga mereka dapat melihat kelur. Mereka duduk berhadapan. Seorang pelayan pun datang dan menanyakan pesanan mereka dengan sangat sopan.

 

“kau mau pesan apa munnie-ah~?” tanyanya pada Sang mun. “ aku pesan kimbap dan jus strawberi saja” jawabnya dengan mata yang berbinar-binar. “kalau begitu aku pesan ramyun dan hot cappuccino” ucapya pada pelayan yang ramah itu.

 

Si pelayan pun mengiyakan dan ia pun pergi meninggalkan kedua orang itu.

 

“munnie-ah~” panggil namja itu kepada yeoja d hadapannya “ne oppa? Waeyo?” sautnya kepada namja yang iya suka “tak apakan jika aku memanggilmu begitu?” tanya Eunhyuk kepada Sang yang menurutnya sangat menggemaskan hanya dengan melihat mukanya. “amugeotdo anniya oppa, wae?” jawabnya dengan suara manjanya. “hahaha hanya saja aku takut kau tak suka jika aku panggil seperti itu” jawab Eunhyuk sambil tertawa merasa malu dengan tingkahnya yang menurutnya sangat aneh. “anii… aku suka ko oppa memanggil ku seperti itu. Neomu cheowahae” ucapnya dengan rasa malu. “baguslah kalau kau suka” ujar Eunhyuk dengan senyum yang mengembang.

 

Makanan mereka pun datang. Si pelayan menaruh pesanan mereka di meja. Eunhyuk mengucapkan terimakasih kepada si pelayan sebelum si pelayan menghilang dari pandangannya.

 

“munnie-ah~ apakah kau menyukai jus strawberi?” tanya Eunhyuk kepada Sang mun. “ne oppa, neomu neomu chowa” jawabnya dengan senyum yang sangat menawan membuat hati Eunhyuk kembali berdag-dig-dug seeeer. “sudah ku duga hahaa” ucap Eunhyuk sambil tertawa. “bagaimana oppa tahu ?” tanyanya pada Eunhyuk. “ketika kau memesan aku melihat matumu berbinar ketika menyebutkan strawberi. Dan ketika jus strawberi itu datang kau sangat senang” jawab Eunhyuk dengan santai.

 

Waaaaah namja ini memang hebat! Bisa tahu sesuatu saja dengan melihat matanya! Tapi sebentar! Apakah dia tahu aku menyukainya? Omo! Gawat kalau sampai dia tahu!

 

“munnie-ah~ kau kenapa jadi melamun seperti itu?” tanya Eunhyuk sambil menggibaskan tangannya ke depan wajah Sang mun.

“ah.. a-aniyo oppa” jawabya gagap merasa salah tingkah. “kalau begitu cepat kau habiskan makananmu” ucapnya sambil melihatkan senyumnya yang tulus dan menawan.

 

Semenjak hari itu mereka berdua selalu bertemu walau pun hanya sekedar untuk minum kopi saja.

 

*5 hari kemudian*

 

“sang mun-ah~” ucap seseorang memanggil Sang mun.

“baekki-ah~” sapa Sang mun dengah senyum yang tersungging di bibirnya. Ia pun berlari kecil ke arah Baekhyun.

 

“kau sudah lama baekki-ah? Mian aku terlambat. Hari inikotaseoulbegitu padat” ujarnya sambil menampilkan wajah yang memelas. “gwaenchana Sang mun-ah~ aku juga baru datang” ujarnya dengan senyum yang bisa membuat semua yeoja klepek-klepek tpi tidak untuk Sang mun.

 

“kau ingin bicara apa baekki-ah~?” ucap Sang mun langsung ke topik. “mmm baiklah. Tapi kau jangan terkejut mendengarnya” ucap baekhyun yang membuat Sang mun merasa tidak enak hati. Apakah ini tentang Eunhyuk? Apa ygng terjadi dengan Eunhyuk? Tapi lalu iya menepis semua pikirannya. Ia tidak ingin berburuk sangka.

 

“neee arraseo baekki-ah~ cepatlah kau katakana sebelum aku penasaran dan membunuhmu” ancamnya kepada Baekhyun. “aigooo~ tenanglah nona manis aku akan memberitahumu” ucapnya. “ YAK! Palliwaaa!!” ucap Sang mun dengan tidak sabar.

 

“jadi begini, sebenarnya Eunhyuk sudah mempunyai yeojachingu. Sebenarnya dia menyuruhku untuk tidak memberitahumu, tapi aku tak bisa karna kau sahabatku. Aku tak ingin kau sakit hati hanya karena pria yang baru kau kenal seminggu yang lau” jelas Baekhyun kepada Sang mun.

 

Perkataan sahabatnya itu sukses membuatnya membatu. Rasanya bagaikan iya di hujam oleh petir di siang hari yang begitu panas. Iya tak percaya apa yang telah di katakan oleh Baekhyun. Kenapa ia tidak memberitahunya dari awal? Kenapa Eunhyuk juga tidak memberitahunya? Wae? Wae? WAEEEEEE? Begitu banyak pertanyaan yang terngiang di kepalanya. Tanpa iya sadari kristal bening menetes dari matanya yang sipit itu.

 

“neo gwaenchana?” tanya Baekhyun dengan nada lembutnya. Ia merasa bersalah karena ia mengatakan hal itu kepada sahabatnya. Tapi ia tidak mungkin membiarkannya semakin lama. Ia tidak ingin membuat sahabatnya makin larut dengan perasaanya. Jujur saja ia merasa serba salah harus berbuat apa.

 

“jinjja?” hanya itu yang bisa Sang mun kataka Ia begitu shock! Iya benar-benar terkejut mendengar penjelasan baekhyun. “mianhae Sang mun-ah~ aku hanya tidak ingin kau terlarut lebih dalam oleh perasaanmu” ucap Baekhyun dengan nada lirih. “mmm arraseo baekki-ah” ucapnya dengan senyum yang di paksakan agar sahabatnya itu tidak mencemaskannya.

 

Jujur saja ia memang kecewa pada Eunhyuk tapi anehnya iya tidak bisa marah padanya. Ia tetap menyukainya.

 

*1 minggu kemudian*

 

Setelah Baekhyun menjelaskan kepada Sang mun 1 minggu yang lalu, Sang mun dan Eunhyuk masih tetap berkomunikasi walaupun tidak bertemu mereka tetap memberi kabar satu sama lain. Tapi Sang mun lebih banyak melamun akhir-akhir ini. Ia memikirkan Eunhyuk dan yeojachingunya itu.

Hari ini hari minggu jadi ia ada di rumah.

 

Neoi sesangeuro~ yeori barameul tago~

 

Tiba-tiba lagu Angel EXO-K berbunyi itu artinya ada pesan. Dengan satu sentakan di ambilnya handphone itu dengan kasar. Sang mun membuka pesan itu.

 

From : hyukkie oppa

 

Apakah kau sedang d rumah munnie-ah~?^^

Bisakah kita bertemu di taman dekat rumah mu sekarang?

Nan bogoshippeo^^

 

“eommaaaaaaaa kenapa dia harus mengirimkan pesan seperti itu? Kenapa dia membuatku serba salaaaah? Eottohkae?” teriaknya kesal. Untung saja d rumahnya tak ada siapa-siapa jadi ia bebas meluapkan kesedihannya yang selama ini ia tahan.

 

Ia pun bergegas mengganti pakaiannya dan pergi meninggalkan rumahnya.

 

[di taman]

 

Hampir 15 menit Eunhyuk menunggunya yeoja itu d taman.

 

Mengapa gadis itu sedikit berubah? Ia lebih sering diam jika bertemu. Padahal sebelumnya ia sangat ceria.

 

Tak lama kemudian Sang mun datang. Ia berjalan dengan perlahan sekali bagaikan ratu berjalan di atas kain merah.

 

“neo wasseo?” tanya Eunhyuk senyumnya pun mengembang. Dan yang ditanya hanya tersenyum kesannya seperti di paksakan. Mereka pun duduk di bangku yang di sebelahnya adalah pohon.

 

“neo gwaenchana?” tanya Eunhyuk lagi sambil menempelkan tangannya di kening Sang mun. “neee~” jawab Sang mun singkat.

 

Heran. Itulah satu kata yang Eunhyuk rasakan. Kenapa Sang mun berubah begitu drastis? Tak biasanya ia bersikap sedingi itu terhadapnya.

 

“oppa, aku ingin bertanya?” ucap Sang mun tanpa melihat ke arah eunhyuk. “neee~ mwo?” jawab Eunhyuk sambil menatap yeoja di sampingnya.  “apa oppa sudah memiliki yeojachingu?” tanya Sang mun langsung pada topik. “mworago?” ucap Eunhyuk kaget. Apa ia tak salah dengar? Kenapa bisa tiba-tiba yeoja itu berkata tentang itu? Apakah dia sudah tahu jika Eunhyuk memiliki yeojachingu? Banyak sekali pertanyaan di benaknya.

 

“kenapa oppa diam? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?” ucap Sang mun  sambil menatap Eunhyuk dan membuyarkan lamunan Eunhyuk.  “mmm” jawab Eunhyuk singkat sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia sudah menduga bahwa hal ini pasti akan tejadi. Dia tidak menyalahkan siapa-siapa di sini, karena ia tahu cepat atau lambat yeoja itu akan tahu.

 

“mianhae munnie-ah~ jeongmal mianhae” Eunhyuk meneruskan percakapannya. “kenapa oppa tidak memberitahuku sebelumnya? WAE?” air mata Sang mun pun mengalir begitu deras hingga membasahi pipinya yang merah. “karna aku tidak ingin kau kecewa munnir-ah~” ucapnya menenangkan Sang mun sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat. Jujur saja ia sangat merasa bersalah karena membuat yeoja itu menangis. Ia tidak suka yeoja itu menjadi pendiam dan menangis karena ia.

 

“tapi aku lebih kecewa sekarang! Jika oppa memberitahuku sebelumnya mungkin aku tidak akan sekecewa ini” ucapnya dengan nada yang naik satu oktaf dan terisak-isak. “karna aku tahu kau menyukaiku Kang Sang Mun-ah~! Aku ahu itu dari awal! Aku bisa membaca itu” ucap Eunhyuk dan membuat Sang mun membulatkan matanya yang sipit.

 

“dan.. dan… aku pun menyukaimu!” lanjut Eunhyuk membuat yeoja itu tidak dapat bernafas seketika. “saranghae! Neomu neomu saranghae!” lanjutnya lagi. Tanpa Eunhyuk sadari ia sudah memeluk tubuh mungil yeoja itu.

 

Sang mun hanya bisa diam tak bergerak. Ia terlalu kaget ketika namja yang ia sukai memeluknya. Ia bisa merasakan hangatnya tubuh namja itu menjalari tubuhnya. Dan iya juga bisa merasakan punggungnya di elus dengan sangat lembut. Dan.. dan.. iya merasakan detak jantung namja itu sangat cepat sekali. Apakah itu detak jantung karena ia ada d dekatnya? Atau karna dia takut? Entahlah saat ini ia tidak bisa berpikir jernih.

 

Eunhyuk melepaskan pelukannya. Ia melihat wajah yeoja di hadapannya hanya ternganga karena kaget.

“jadilah yeojachingu ku Kang Sang Mun-ah~” ucap Eunhyuk tanpa memikirkan hal lain. “tapi itu tidak mungkin” jawab yeoja d hadapannya itu. “wae? Karena aku sudah punya yeojachingu?” tanya Eunhyuk. Sang mun hanya bisa mengangguk. “aku tak peduli! Yang aku tahu aku menyukaimu, dan kau juga menyukaiku! Apa yang tidak mungkin? Eotte?” jelas Eunhyuk dengan santainya.

 

Beberapa menit kemudian yang menegangkan untuk Eunhyuk.

Akhirnya Sang mun pun mengangguk.

 

“yeeeeeh!!! Akhirnya kau menjadi milikku!!! Gomawoyoo munnie-ah~ saranghanda” jerit Eunhyuk bahagia sambil memeluk erat Sang mun. “nado” ucap Sang mun di dada Eunhyuk dan membalas pelukan hangat Eunhyuk.

 

*2 hari kemudian*

 

Sudah 2 hari berlalu Kang Sang Mun lewati sebagai yeojachingu Eunhyuk. Tapi sudah 2 hari ini mereka tidak bertemu. Sang mun tidak tahu kenapa Eunhyuk tidak mengajaknya keluar untuk jalan-jalan atau sekedar minum kopi di café langganan mereka. Tapi walau pun begitu mereka tetap saling menghubungi satu sama lain.

 

“mungkin dia sedang sibuk Sang mun-ah~” ucap Jooyeon membuyarkan Sang mun ke dunia nyatanya. “mollaseo” jawabnya cemberut. “sang mun-ah~ apakah kau yakin dengan pilihanmu itu? Apakah dia benar-benar mencintaimu?” tanya Jooyeon. “maksudmu?” yang ditanya malah tanya balik. “apa kau tidak memikirkan perasaan yeojachingu nya? Maaf jika aku berkata begitu. Tapi aku tidak ingin yeoja itu mengucapkan sumpah serapah jika ia tahu dia di duakan oleh Eunhyuk. Kau tau betul aku ini sahabatmu. Jadi aku peduli kepadamu” jelas Jooyeon kepada Sang mun.

 

Benar juga pikir Sang mun. Apakah dia tidak berpikir akan menyakiti yeoja itu? Tapi saat itu ia tidak bisa menolaknya karna ia sangat menukai Eunhyuk. Jadi ia tidak berfikir tentang apapun saat itu. Yang ia tau hanyalah bahwa namja itu juga menyukainya.

 

“mmm arraseo jooyeon-ah~” hanya itu yang di ucapkan Sang mun.

 

*keesokan harinya*

 

[malam hari]

 

“mengapa oppa tidak menghubungiku ya seharian ini?” gerutu Sang mun sambil bertopang dagu d meja belajarnya yang di depan jendela. Ia hanya memandang kosong keluar jendela. Entahlah dia sedang memikirkan apa.

 

Hokshi neo byeo byeol byeol iyuro~ nareul seulpeuge hamyeon neoye nuneul ttagapge halgeoya~

 

Terdengar lagu Shampoo After School. Sang mun langsung menyambar handphone yang iya letakkan di kasur. Lalu di klik tombol hijau.

 

“yeoboseo?” ucap Sang mun “munnie-ah~ ini aku, kau sedang apa?” tanya namja yang suaranya sudah tak asing di telinganya. “aku sedang diam di kamar, wae oppa?” tanya Sang mun. “mianhae aku baru menhubungimu sekarang. Tadi aku ada masalah.”jawabnya. “masalah apa oppa? Bisa kau ceritakan padaku?”

“masalah dengan yeojachinguku” ucap Eunhyuk dengan nada lirih. Sang mun hanya bisa diam, ia tidak tahu harus berkata apa. “munnie-ah…” ucap Eunhyuk lembut. “mm?” Sang mun berdeham. “tak apa jiga kita menjadi chingu?”

 

DEG

 

Sang mun hanya bisa melotot. Ia shock apa yang baru saja ia dengar. Ia belum bisa mencerna apa yang baru saja ia dengar. Otakya tidak bisa bekerja.

 

“munnie-ah~ mianhae. Aku tau sekarang kau sedang menangis karna terkejut. Mianhae tapi aku tidak bisa meninggalkannya” ucap Eunhyuk menjelaskan. “eeh.. nee arraseo oppa” ucap Sang mun lirih. Ia sedang menahan air matanya. Ia tidak ingin membuat Eunhyuk khawatir. “munnie-ah~ neo gwaenchana? Mianhae jeongmal mianhae munnie-ah” ucap Eunhyuk dengan nada menyesal. “nan gwaenchana oppa” itu adalah kata terakhir yang ia ucapkan sebelum menutup telfonnya. Setelah itu ia menangis sejadi-jadinya. Ia melimpahkan semua amarah dan sakit yang ia tahan tadi. Ia menangis di malam hari yang sangat sunyi, hanya dia dan dirinya sendiri.

 

*2 bulan kemudian*

Jujur saja ia masih sangat mencintai namja itu. Walau pun ia sudah disakiti oleh nappeun namja itu, ia tetap saja mencintainya sampai sekarang. Ia pun masih bersikap baik terhadap nappeu namja itu. Yaaa tentu saja mereka berdua masih saling berkomunikasi sampai sekarang, walau pun kadang-kadang mereka bertemu.

 

“sang mun-ah~ sampai kapan kau terus seperti ini? Aku sangat sedih melihatmu seperti ini” ucap Jooyeon mengagetkan Sang mun dari lamunannya. “mollaseo jooyeon-ah~. Aku juga capek terus-terusan seperti ini” ucap Sang mun putus asa. “kau harus mulai membuka hatimu untuk pria lain” ujar Jooyeon memberi saran. “lihat sekelilingmu Sang mu-ah~ banyak namja yang antri untuk menjadi namjachingu mu! Contohnya Suho-ssi” lanjut Jooyeon.

 

Memang benar kata Jooyeon. Banyak namja yang antri untuk menjadi namjachingu Sang mun. Dan memang benar sebulan terakhir ini Suho (teman sekelas mereka) mendekati Sang mun. Dia mendekatinya karna dia kasian melihat Sang mun yang selalu murung jadi ia ingin menghiburnnya.

 

“YAK! Lee Jooyeon! Kau ini bicara apa sih?!” teriak Sang mun sambil memukul kepala Jooyeon cukup keras. Yang mereka omongkan merasa di omongkan. Sang mun bertemu dengan mata Suho. Suho hanya tersenyum melihat Sang mun. Sang mun pun membalas senyum tulusnya. Oooh senyumnya itu bagaikan Guardian Angel yang turun ke bumi. “ck! Berpikir apa sih aku ini!” Sang mun menggelengkan kepalanya dan memukul pelan kepalanya sendiri.

 

KRIING KRIIING KRIING

 

Bel pulang pun berbunyi. Namun sangmun enggan untuk berdiri dari angkunya. Dia hanya diam dan melamun, sementara Jooyeon sudah pulang lebih dulu dengan Sehun namjachingunya. Yaaah Jooyeon sanngat beruntung memiliki namjachingu sebaik Oh Sehun. Karena Sehun selalu ada ketika ia butuhkan. Betapa irinya melihat dua sejoli itu ketika bersama-sama. Tanpa Sang mun sadari hanya tinggal ia dan Suho yang berada di dalam kelas.

 

“chogi,, Sang mun-ssi kenapa kau masih di sini dan melamun?” ujarSoho. Sang mun sangat terkejut. “aaah Joon myun-ah~ kau mengagetkanku! Untung aku tidak punya penyakit jantung. Jika aku punya penyakit jantung aku sudah mati karena terkejut” gerutu Sang mun. “hahaha mianhae Sang mun-ssi” Suho meminta maaf. “nee.. gwaenchana! Oyaaa kau tidak usah seformal itu kepadaku Joon myun-ah~ bukankah kita sudah berteman lama? Tidak usah canggung, arraseo?” jelas Sang mun. “hahha nee.. hanya saja aku sedikit canggung karena kita jarang mengobrol” ucap Suho sambil tertawa meskipun tak ada hal yang lucu. “kenapa kau juga belum pulang Joon myun-ah?” tanya Sang mun. “tadi aku memang sudah akan pulang, tapi aku melihatmu melamun. Aku takut sesuatu terjadi padamu makannya aku menunggumu sampai kau akan pulang” jelas Suho dengan santai dan kalem. “waaah kau baik sekali Joon myun-ah~ kekeke” hanya itu kata yang keluar dari mulut Sang mun.

 

Karena aku menyukaimu Sang mun-ah~ tidak bisakah kau melihat itu? Aku sudah menunggumu selama 2 tahun. Tapi kau tidak peka dan tidak melihatku sama sekali. Aku sangat ingin mengobrol dan bercanda denganmu seperti sekarang. Tapi apa boleh buat aku terlalu takut untuk mendekatimua. Aku takut kau akan menangis dan tersakiti olehku. Sampai aku tahu kau di sakiti oleh namja lain dan k au menjadi seperti ini. Aku baru berani mendekatimu. Aku ingin menghiburmu. Sungguh aku tulus ingin mengembalikan senyum indahmu itu tersungging di bibirmu. Aku mencintaimu Kang Sang Mun.

 

*To Be Continued*

 

Huaaa eottohkae yeoreobun?????? Rame? Garing? Biasa saja? Kekeke. Kalau kalian sudah membacanya jamgan lupa tinggalkan komennya yaaaa^^ kamsaaa~

8 pemikiran pada “First Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s