He’s Not A Cool Namja (Chapter 1)

Author            : MutiaraCho (@Mutiqolbi)

Title : He’s Not A Cool Namja

Length : Oneshoot

Main Cast :

1. Huang Zi Tao (EXO-M)

2. Hwang Rarin (OC)

Support Cast : find by yourself  ^^

Genre : Romance

Rating : G

Disclaimers : jalan cerita milik author! Meskipun jelek jangan di plagiatin tanpa adanya persetujuan saya ok?

Kata author : Ni ff author persembahin buat temen author yang lagi ultah… Saengilchukkae! Buat yang lagi ultah juga (6 juni) saengilchukkae ^^. RCL jgn lupa yaa J

 

Author POV

Dalam sebuah cafe terdapat 3 pasang manusia atau lebih tepatnya 6 orang yang salah satunya bernama Hwang Rarin, atau lebih sering dipanggil Rarin. Kelima orang yang duduk satu meja dengan rarin masing-masing sibuk dengan kegiatannya. Sedangkan rarin? Hanya bisa ber-iri ria. Karena, ia melihat sahabat-sahabatnya sedang asik pacaran di depannya tanpa memperdulikan dirinya yang bernasib miris.

‘minra dan chanrin sangat beruntung mendapatkan namjachingu seperti baekhyun dan kris, sedangkan aku? Kenapa aku mendapatkan dia sebagai namjachinguku?’ kata-kata itu terus berputar dikepala rarin saat melihat kedua sahabatnya pacaran.

“haaaahh~” rarin menghela nafasnya

“bacon, lihat! Aku bisa menang darimu weee” kata minra sambil melet-melet kepada baekhyun yang ada disebelahnya

“aissh! Itu sengaja kulakukan karena selama kau mengenalku, kau tidak pernah menang dariku, weee” baekhyun membalas perkataan minra sambil melet-melet juga tentunya.

“ya, memang aku tidak pernah menang darimu tapi, kau jangan lupa satu hal”

“apa?” tanya baekhyun penasaran karena perkataan minra yang menggantung

“aku kan sudah memenangkan hatimuuu~~, kekeke” minra menjawab sambil terkekeh karena perkataannya sendiri

“kau belajar dari mana gombal begitu? Lucu sekali” baekhyun bertanya lalu mencubit pipi kanan minra karena gemas

“aa~ appo. Aku belajar dari suho sunbae ^^” minra menjawab dengan polosnya. Seketika baekhyun menghentikan cubitannya

“kau selalu saja dekat dengan suho” gumam baekhyun yang sangat jelas terdengar oleh minra

“oohh, kau cemburu rupanya” ucap minra dengan evil smirknya

“apa kau bilang? Cemburu? Mana mungkin. Namja tampan nan keren sepertiku tidak akan cemburu padamu” baekhyun mengelak dari tuduhan minra yang memiliki bukti kuat *apa maksudnya?*

“oh, begitu. Yasudah berarti pulang dari sini aku bebas bertemu suho sunbae. Upss aku keceplosan” minra menutup mulutnya dengan kedua tangannya –pura-pura.

“MWO?!” teriak baekhyun yang mendengar ucapan minra

“wae? Bukannya kau tidak cemburu?” minra mencoba memancing baekhyun agar mengaku

“ah, bu-bukan i-itu. Ee… tadi ada lalat lewat. Ya, ada lalat lewat. Makanya aku berteriak, karena aku terkejut padahal cafe ini bersih tapi ada lalat” elak baekhyun lagi

“ah, masa sih? Oh aku tau, pasti karena kau tidak mandi!” minra mengejek baekhyun

“ya! Kau mengatakan pacarmu sendiri tidak mandi? Kau sebenarnya pacarku bukan sih?” dengan kesal pertanyaan itu keluar dari mulut baekhyun

“ehm.. aku ragu? Karena sepertinya hatiku telah dimiliki suho sunbae sepenuhnya” ucap minra dengan raut wajah dibuat-buat bingung

“YA! APA KAT..”

“sudahlah. Kalian ini seperti tom & jerry saja! Suara kalian itu mengganggu kami” potong namja yang terlihat paling berwibawa diantara yang lain

“iya.. kau baekhyun. Kalau kau benar-benar mencintai minra jangan gengsi seperti itu, akuilah kalau kau benar-benar mencintainya. Dan kau juga minra, kau itu sudah memiliki baekhyun jadi jangan dekat-dekat dengan suho sunbae lagi” lanjut yeoja yang ada disebelah namja tadi

‘heemm.. selalu seperti ini. Naughty couple diredam oleh charming couple yang kompak. Sedangkan aku? Komunikasi saja dalam 1 bulan bisa dihitung dengan jari. Padahal kami satu sekolah’ pikir rarin bertambah iri dengan pasangan yang ada di hadapannya itu

“aku kan melakukan itu agar bacon sadar aku lebih penting dibanding yeoja yang selama ini jadi pacarnya. Aku malah sering lihat dia smsan dengan mantan-mantannya itu.” Minra membela diri “dan kau tau bacon, aku mulai muak dengan sifat playboymu itu! Aku ingin kita break” lanjut minra dengan wajah memerah bukan karena malu tapi karena emosi, dengan cepat ia berdiri dari tempat duduknya lalu beranjak keluar cafe

“mwo?!” bacon terkejut dengan ucapan minra yang mengajaknya putus sementara, lalu mengejar minra

Tinggalah 4 orang di meja itu. 2 orang yang menasihati baekhyun dan minra tadi kembali dengan kegiatan mereka yaitu sang namja mengajari si yeoja nge-rap. Rarin masih meratapi nasibnya, sedangkan namjachingunya tengah asik memainkan ponselnya.

“kenapa? Kau bosan?” tiba-tiba namjachingu rarin memulai pembicaraan. Tetapi matanya tertuju pada ponselnya

“sepertinya” jawab rarin singkat

“sudah kubilang, tidak usah ikut triple date seperti ini. Ini sungguh membosankan” namja itu menanggapi jawaban rarin

“heuhh.. itu karena kau sibuk sendiri dengan duniamu” gumam rarin sangat pelan

-SKIP-

 

Rarin POV

Tok.. tokk.. tookk..

“rarin! Cepat bangun! Minra dan chanrin sudah menunggumu! Kau tidak takut terlambat?” teriak eommaku sambil memukul pintu kamarku keras

“ne eomma, aku mandi dulu” jawabku langsung bangun dari tempat tidur, lalu memasuki kamar mandi.

-SKIP-

            “min, jadi bagaimana hubunganmu dengan baekhyun?” chanrin bertanya kepada minra, arah pembicaraannya menjurus ke kejadian kemarin, haah.. kejadian kemarin tidak ada yang spesial, bahkan dia tidak mengantarkanku pulang. Aku curiga ia memiliki yeoja lain.

“seperti biasa. Aku tidak bisa break dengannya karena dia selalu mengeluarkan jurus aegyo-nya itu.” Jawab minra lesu

“sepertinya baekhyun memang benar-benar mencintaimu min~ah, jika tidak kenapa dia mau melakukan aegyo padahal disekolah dia selalu bersikap sok keren dan cuek” kata chanrin

“kalian membuatku iri, kau dan baekhyun selalu bertengkar, tetapi baekhyun selalu berusaha agar kau memaafkannya. Sedangkan kau chanrin, kau dengan kris sangat kompak. Apapun kalian lakukan bersama. Sedangkan aku?” celetukku yang sukses membuat kedua sahabatku memandangku iba

“kau tenang saja, mungkin tao sedang sibuk makanya kau agak di cuekin” chanrin mencoba menenangkanku

“pagi semua” tiba-tiba kim seonsaengnim masuk dan obrolan singkat kami dengan terpaksa harus berakhir

“pagi saem” jawab seisi kelas tak terkecuali aku

“hari ini kalian akan mempunyai teman baru, ehm.. silakan masuk” kim seonsaengnim memanggil si anak baru

“annyeonghaseo chingudeul, namaku choi siwon.” Sapa si murid baru itu dengan senyum yang.. menawan.

“kalau begitu, siwon. Kau silakan duduk, itu belakang chanrin” kim seonsaengnim menyuruhnya duduk di belakang chanrin yang kebetulan berada di sebelahku.

“annyeong. Siwon imnida” sapanya kepadaku

“eh, annyeong rarin imnida” balasku singkat, karena aku takut kim seonsaengnim akan mendengarku mengobrol dengan si anak baru

-SKIP-

            Aku tidak tau kenapa aku bisa cepat akrab dengan siwon. Entah kenapa aku merasa nyaman berada disampingnya tidak seperti saat aku berada di samping tao, saat bersama tao aku merasa takut. Aku takut jika aku salah bicara dan menyinggung perasaannya.

“Kau mau pesan apa? Akan aku pesankan” ucap siwon membuyarkan lamunanku

“hmm.. terserah kau saja. Aku bisa memakan apapun” jawabku

“kalau begitu aku pesankan kau rumput saja, hitung-hitung menghemat”

“hah? Masa rumput sih? Kau fikir aku ini kambing apa?” dengusku kesal

“aaa~~ kyeopta! Mana mungkin aku memesankan kau rumput, kau ini menanggapi semuanya dengan serius.. ayolah hanya bercanda” jawabnya tertawa. Sangat menawan, tawanya, senyumnya membuatku melting *.*

“haha, ekspresimu lucu sekali. Tunggu sebentar ya. Aku pesan makanan dulu” siwon mencubit pipiku sebentar lalu pergi. Kenapa rasanya panas sekali ya? Mungkin karena disini ramai.

 

Tao POV

            Apa yang dilakukannya bersama…?? aku tidak tau siapa itu. Kenapa dia dengan mudah bercakap-cakap dengan namja itu? Sedangkan denganku? Dia selalu menjawab dengan jawaban yang sangat singkat

“tao, kau tidak cemburu melihat yeojamu bersama namja lain, bahkan namja itu tidak kita kenal” ucap baekhyun

“tidak” jawabku singkat

“sepertinya mereka sangat akrab? Menurutku namja itu menyukai rarin. Ayolah tao, kau harus berbuat sesuatu, jika tidak rarin akan menjadi milik namja itu” sekarang kris yang menasihatiku, mereka berdua berkomplot ingin membuat hatiku panas? Ah, ayolah, apa mereka tidak bisa melihat kekesalan dari wajahku?

Mwo?! Berani-beraninya namja itu mencubit pipi rarin! Aku yang sudah menjadi namjachingunya selama kurang lebih 6 bulan belum pernah menyentuhnya sedikitpun.

“pipi rarin jadi merah setelah dicubit anak itu tao. Hmm jangan-jangan rarin juga menyukai namja itu?” apa maksudnya bacon bicara begitu? Minta dibunuh apa?

“jika aku jadi kau sih tao, aku bakal langsung datang kesana terus bawa rarin pergi” komentar bacon lagi

“sudahlah bacon! Kau jangan memanasi tao” untung saja ada kris.. aahh, kris tao poreper dehhh

“bukannya memanasi, tapi memang seharusnya begitu kris” baekhyun berkata dengan serius kali ini

“yaa, jika itu chanrin mungkin benar apa yang kau katakan bacon. Kau terlalu dingin dengannya tao, sebaiknya kau menunjukkan rasa sukamu itu pada rarin” what the..? apa-apaan kris? Tadi dia membelaku, sekarang malah memojokkanku?

Aku sudah tidak tahan melihat yeojaku di sentuh oleh namja lain! Baik. Kali ini aku akan bertindak.

“ikut aku” kataku dingin

“eh?” aku tidak tau wajahnya rarin sangat menggemaskan, ingin sekali aku mencubitnya

“ayo” tidak sabar aku menarik tangan rarin secepat kilat dan membawanya ke atap sekolah

“wae?” tanyanya, lagi-lagi singkat

“aku tidak suka kau dekat dengannya” ucapku karena emosi, -,- aku keceplosan

“wae? Siwon baik padaku, dia tidak jahat. Aku bisa jamin dia tidak akan menyakitiku, kau tenang saja” jawabnya agak panjang dari sebelumnya, iya dia tidak akan menyakitimu, tapi dia akan menyakitiku kalau dia lama-lama bersamamu, yeoja ini pabo atau apa sih?

“itu saja yang ingin kau bicarakan?” tanyanya. Sepertinya dia benar-benar tidak tau perasaanku. Melihatku tidak menjawab dia beranjak pergi. Dan entah kenapa aku tidak menahannya, tao kau benar-benar pabo!

-SKIP-

            Sudah hampir 2 minggu aku melihatnya bersama dengan namja sialan itu! Rarin sebenarnya kau ingin menguji kesabaranku atau kau ingin benar-benar berpaling dariku?

“tao~ah, sepertinya rarin sudah mulai melupakanmu” bacon memulai, kulihat minra menginjak kakinya. Rasakan itu bacon, thanks minra kau benar-benar teman yang baik

“auuu~, atit nih” apa sih bacon? Sok manja, tidak sadar umur?

“makanya jaga bicaramu” minra dengan jijik (?) menatap bacon, hhhaaha rasanya ingin sekali aku tertawa. Tapi, aku tidak bisa. Aku ingin menjaga imageku sebagai namja cool

“hei, kalian berkumpul tidak mengajakku, jahat sekali” rarin menghampiri kami berlima

“kau itu yang jahat ra, kau melupakan kami, seakan-akan duniamu hanya bersama siwon saja” aku batalkan terimakasihnya kepadamu minra

“hahha, iya dong. Lihat saja sebentar lagi rarin akan menjadi yeojachinguku” apa dia tidak tau sedang bicara di depan siapa? Karena kekesalanku yang sudah meluap-luap tidak segan-segan aku menatap horor namja ini

“hei, ada apa denganmu? Kau menatapku seakan-akan ingin membunuhku” memang benar! Kulihat teman-temanku yang lain termasuk rarin YEOJACHINGUKU menatapku

“apa?” kataku sesantai mungkin

“ah, yasudah lupakan. Aku sudah lapar” kata namja itu sambil merangkul rarin, mau cari mati dia? Aku benar-benar sudah tidak tahan!

“lepaskan tanganmu” ucapku dengan nada yang yah, sedikit meninggi

“kau mau makan apa ra?” oh, jadi dia pura-pura tidak mendengarku? Baik akan ku ulangi

“aku bilang lepaskan tanganmu!”

“sama sepertiku saja ya, sebentar aku akan memesankan untukmu” ujarnya lagi, what? Masih tidak mendengar? Apa perlu aku berteriak?

Rarin POV

Haa.. apa yang harus kulakukan? Tao sepertinya kelihatan sangat marah T.T aku tidak ingin putus dengannya! Aku sangat mencintainya T.T

Apa-apaan sih siwon? Bukannya aku sudah pernah menceritakan kegalauanku kepadanya? Kenapa dia merangkulku seperti ini! Bisa-bisa setelah ini aku langsung diputuskan tao -___-

Waa~~ sekali lagi tao menarikku. Putus sudah harapanku T.T

“bukannya sudah kubilang, aku tidak suka kau dekat dengannya! Kenapa kau susah sekali menurut denganku?! Apa aku harus terang-terangan menunjukkan kalau aku..” eh? Apa yang ia ingin katakan? Kenapa menggantung seperti itu?

“kalau kau apa?” tanyaku hati-hati takut kalau ia akan marah

“kalau aku.. ee.. arggh! Kenapa susah sekali mengatakannya! Aku tidak peduli. Terserah kau jika kau ingin pacaran dengannya atau peluk-pelukan dengannya! Aku tidak peduli” tao berteriak kepadaku, lalu pergi meninggalkanku sendiri. Apa ini berarti ia memutuskanku? Sudah kuduga pasti akan seperti ini. Baiklah, aku akan mencoba melupakanmu tao. Terimakasih sudah mengisi hari-hariku selama ini

——————————–

            Sudah 1 bulan aku tidak pernah bertemu dengan tao lagi. Karena aku sudah berniat untuk melupakannya, makanya aku menghindarinya. Dan itu percuma, karena setiap melihatnya aku merasakan jantungku berdetak berkali-kali lipat lebih kencang seperti saat aku bersamanya dulu. Mungkin dia sudah memiliki yeoja yang lebih pantas daripada aku. Aku harap dia bahagia

Tao POV

Apa yang tidak kuharapkan terjadi, dia benar-benar meninggalkanku, dan sudah satu bulan ini dia menghindariku, aku benar-benar tidak bisa jauh darinya. Aku menyesal kenapa aku selalu mementingkan egoku untuk mempertahankan image cool guy yang selama ini melekat padaku.

“rin, kau tau kan,sebentar lagi rarin ulang tahun?” minra teman dekat rarin sekaligus pacar sahabatku bertanya kepada chanrin. Mendengar hal yang berkaitan dengan rarin aku akan menguping!

“iya, kau sudah menyiapkan apa untuknya?” chanrin balik bertanya kepada minra

“itu dia, aku bingung harus memberinya apa” jawab minra dengan wajah bingungnya

“tao~ah, sedang apa kau? Menguping ya?” tiba-tiba baekhyun menepuk pundakku

“eehh.. ti-tidak” jawabku terbata karena aku terkejut

“tao, kau sudah menentukan kapan kau akan berbaikan dengan rarin?” tanya kris kepadaku

Ah, benar! Aku akan meminta maaf kepada rarin saat ulang tahunnya. Ide yang bagus!

“sudah kris” jawabku sambil tersenyum-senyum sendiri merencanakan semuanya

“tumben kau senyum seperti itu? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya. Baguslah kau sudah berubah, coba dari kemarin-kemarin, aku jamin kau pasti tidak akan break dengan rarin” celetuk baekhyun menyadari perubahanku

“kau selalu saja mengusik kesenanganku bacon” ucapku dengan kesal melihat bacon

“ah, kau seperti baru mengenalku saja tao, hahah” apa-apaan dia? Mengganggu orang dia bangga? Sepertinya otak baekhyun sudah rusak, kenapa minra mau ya sama dia? Ah, aku lupa! Minra juga sama rusaknya dengan bacon, benar-benar pasangan sarapp

-SKIP-

Author POV

Saat yang ditunggu-tunggu tao pun tiba, yaitu hari ulang tahun rarin. Tao sudah mempersiapkan rencananya dengan matang dan berharap tidak ada yang mengganggunya –maksudnya baekhyun-minra

Tao yang sehari sebelum ulang tahun rarin sudah mengirim pesan ke ponsel rarin. Agar rarin menemuinya di sebuah restoran yang sudah dipersiapkannya

“sepertinya ini tempatnya” ujar seorang gadis yang tak lain adalah rarin. Melihat rarin yang berada di depan pintu restoran tao pun berdiri dan melambai-lambaikan tangannya berharap rarin melihatnya

“disini” teriak tao. Tao sudah mempersiapkan semuanya, termasuk mentalnya *dikira mau perang apa?* rarin yang melihat dari kejauhan ada namja yang sedang melambai-lambai ke arahnya terlihat bingung karena, setaunya tao tidak pernah mau melakukan hal yang memalukan.

“hei, disini” samar-samar kata-kata itu terdengar oleh rarin, dengan sedikit ragu rarin melangkahkan kakinya menuju namja itu. Benar saja, tao yang sedari tadi memanggilnya.

“kau lama sekali, aku sudah hampir bosan menunggumu” tao berusaha bercanda agar suasana tidak canggung

“ah, mianhae” ucap rarin menanggapi perkataan tao serius

“oh, ayolah aku hanya bercanda. Aku tidak akan pernah bosan menunggumu kau tau?” tao mencoba meyakinkan rarin dengan tersenyum lembut kearah rarin dan senyuman itu sukses membuat jantung yeoja itu kembali bedetak kencang

“jadi, kenapa kau mengajakku kesini, tao~ssi” rarin membuka pembicaraan dengan canggung

“hei, kenapa memanggilku dengan embel-embel ~ssi? Biasanya kau memanggilku tao oppa?” bukannya menjawab pertanyaan rarin, tao malah membahas panggilan rarin kepadanya

“ah, itu karena kau bukan siapa-siapaku lagi” jawab rarin enteng. Dan jleebb. Perkataan rarin sukses menusuk hati tao

“mwo?! Kenapa kau begitu mudah memutuskanku? Aku belum bilang putus, dan kau juga tidak berkata putus kepadaku, jadi kenapa kau berkata jika aku bukan siapa-siapamu lagi?” rarin hanya bisa termenung memikirkan kata-kata tao barusan

“masalah sebulan yang lalu, mianhae.” Tiba-tiba tao memecah keheningan diantara mereka berdua

“hah?” Cuma kata itu yang bisa keluar dari mulut rarin

“ya, aku tidak seharusnya berkata kasar dan berteriak kepadamu. Saat itu aku benar-benar kesal dengan temanmu itu” rarin semakin bingung dengan kata-kata tao

“baiklah, aku akan mengungkapkan sesuatu padamu.”

“hwang rarin. Aku ingin kau kembali lagi padaku. Aku sungguh mencintaimu, aku tidak ingin melihatmu bersama namja lain karena hal itu membuat hatiku sakit, sangat sakit. Dan kau hanya milikku, tidak akan aku biarkan ada orang lain yang mau merebutmu dariku” Blussh, kata-kata tao membuat pipi rarin merah

“dan, saengilchukkae, selamat ulang tahun. Nae yeojachingu” tiba-tiba tao mendekati rarin daaannn….. mengecup kening rarin singkat

Braakkk

“aish, kau ini bacon. Kita bisa ketahuan kalau begini” minra berbisik-bisik

“kalian? Sedang apa kalian disini? Dan, tau dari mana aku mengajak rarin kesini?” tao bertanya bertubi-tubi kepada keempat temannya

“eh.. eh.. i-itu.. tadi kami mampir kesini ingin double date” ucap chanrin memberikan alasan

“ya, double date. Dan ternyata kau ada disini” lanjut kris

“kalian tidak bohong kan? Benar itu baekhyun” tao bertanya kepada baekhyun

“ti- auu! Benar” seru baekhyun setelah kakinya diinjak minra

“masa?”

“iya, benar kok. Kami kesini kan tadi ingin double date, tapi tidak sengaja melihat rarin lalu kami ikuti dia” sahut minra yang diberikan death glare oleh kedua temannya, baekhyun? Tentu saja dia tidak menatap minra karena dia sibuk memikirkan nasib kakinya yang diinjak minra

“nah kan! Sudah kuduga kalian ini!” tao berdecak kesal karena ulah teman-temannya itu

“sudahlah, tao. Bagaimana kalau kita triple date saja. Sekalian merayakan ulang tahunku?” usul rarin yang sudah ada dibelakang tau

“setuju!” jawab keempat orang tadi serempak

“kalian selalu mengganggu momentku -,-“ tao hanya bisa menggumam kesal

————————

            “rin~ah, aku punya lirik rap baru lho, mau ku ajari tidak?” tanya kris kepada yeojanya

“hmm. Aku malas, lain kali saja” jawab chanrin

“lalu kau ingin apa?” tanya kris lagi

“aku ingin kau menyuapiku es krim itu. Aku ingin diperlakukan romantis seperti tao dan rarin, kris.. yayaya? Ayolah” jawab chanrin dengan puppy eyes-nya

“baiklah, sekali-kali tidak apa ^^” setuju kris dengan memasang senyum termanisnya

————————

            “bacon~ssi! Aku menang lagi darimu, weee.. kau tau, kau sangat payah bermain psp. Kalau begini aku pacaran saja dengan kyuhyun sunbae. Kudengar dia sangat hebat bermain game, pasti dia setara denganku” teriak minra tanpa perasaan kepada baekhyun

“ya! Kau sudah seenaknya memanggilku dengan embel-embel ~ssi, dan sekarang kau ingin menduakanku? Tidak akan terjadi, karena kau hanya milikku” ucap baekhyun dengan menunjukkan evil smirknya lalu mendekat kearah minra

“ap-apa yang ak-akan kau lakukan bacon? Menjauh! Atau..”

“atau apa, kalau kau terus-terusan seperti ini kucium kau! Cepat panggil aku baekkie oppa, atau kucium kau!” ancam baekhyun yang sudah sangat dekat dengan minra

“aaaa~~ baik, baik.. bacon oppa”

“kau salah, kau dapat hukuman” kata baekhyun yang terus-terusan mendesak minra agar memanggilnya dengan benar

————————

            “rarin, ayolah beberapa selca lagi” tao menarik-narik tangan rarin seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepada orang tuanya

“aku lelah tao, sudah berapa banyak selca, dan aku kehabisan gaya -__-“ jawab rarin lelah

“tidak masalah, walaupun kau tidak berpose, kau tetap cantik. Aku ingin memiliki banyak selca denganmu. Ayolah” kali ini tao membujuk rarin dengan aegyo yang tidak pernah ia keluarkan jika disekolah

“aish, jinja. Arraseo! Mana kameranya?” tanya rarin dengan penuh emosi, sedangkan tao tersenyum senang

“huh, aku tidak pernah tau sifatnya yang sebenarnya seperti ini -____-“ gumam rarin lesu tapi dihatinya ia senang tao sudah berubah

END

Gimana-gimana readers? Baguskah? Mian, karena ni ff Cuma dibuat beberapa jam, maklum kalo jelek -,-. Btw, ff oneshootnya kepanjangan? Boring? Feelnya gak dapet? Judulnya gak tepat? Dan grammarnya ancur? Mianhae. Makasih banget yang udah mau baca ff panjang author ini. Thanks juga yang udah mau RCL J

Iklan

27 pemikiran pada “He’s Not A Cool Namja (Chapter 1)

  1. Tao mah muka sangar sifat asli jauuh banget ama muka hatinya terlalu unyu(?) -_-
    entah kenapa setiap baca part yg ada baekhyunnya suka ngakak sendiri XD
    gue ama Kris charming couple ?? MAKASIH BANGET YA THOR HAHAHA *ditendang ke planet exo*

    yep, Overall epepnya bagus! Nomu joha hehe Keep writing ^0^
    #teleport

  2. Ngahaaaa XD Jadi inget waktu awal-awal suka Tao, imagenya emang cool banget, ganteng, pokoknya perfect dah :3. Eh, setelah ditelusuri makin dalam, makin jelas, ternyata Tao begitu==’ Rada rempong juga ternyata==’ #dibom. Aku kira ini bakalan multichapter eh ternyata cuma oneshoot. Tapi bagus koq, aku suka banget^^. Tao keliatan banget bego & nistanya, hahaha 😀 *ketawa iblis bareng Lay*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s