100 Ducks (Chapter 2)

Tittle    : 100 Ducks

Part  2  :  “Yoona…Yoona…Yoona

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : School, Comedy and Romance

Author : deeFA (Dedek Faradilla)

Main Cast : D.O EXO-K (Do Kyung Soo)

                   Song Hye Ji (You)

                   Kris EXO-M (Kris Wu)

                   Yoona SNSD

 

PART  2

’Yoona…Yoona…Yoona’

==================================================================

“Kabuuuuuuuuuuur….” seru Hyeji sambil menarik tangan D.O.

Dengan asal Hyeji menariknya memasuki sebuah mini market yang menjual sayur. Di antara jejeran sayur segar, mereka bersembunyi sambil sesekali mengintip.

“Hah! Pantas saja dia selalu peringkat terakhir. Isi otaknya otot semua.” Gumam D.O yang menghela napas pada dirinya sendiri.

“Apa yang kau bilang barusan?, kau bilang otakku otot semua?” Hyeji melotot pada D.O.

“iya!” jawabnya enteng.

Jawabannya itu malah membuat Hyeji naik darah. Ia berdiri dan menaruh tangannya di pinggan lalu memarah-marahi D.O yang sama sekali tidak peduli dengan perkataannya.

“Ya! kau mau kemana?. Kau tahu?, lebih baik jadi perempuan seperti aku. Dari pada kamu?, jadi laki-laki cuma merek saja. Kau bahkan lebih buruk dari banci. Dasar banci kaleng!. Banci Salon!. Ya! Ya! Ya! Tunggu aku.” Teriak Hyeji di tengah ibu-ibu yang sedang berbelanja.

Sangking malunya D.O menutup wajahnya dengan tas ranselnya. Tingkah babunya itu benar-benar seperti orang yang baru turun dari gunung. Satu kata ‘Udik’.

D.O terus berjalan tanpa melihat kedepan. Ia begitu malu dengan sikap Hyeji yang masih saja meneriakinya dari belakang.

Brukk….

Ia menabrak sesuatu di depan. Tumpukan buku jatuh di hadapannya. Ia membantu mengutip buku seorang gadis yang ia tabrak barusan.

“Mianhe, jeongmal mianhaeyeo.” Katanya sambil terus membungkuk dalam.

“Ini bukunya” sambungnya sambil menyerahkan buku-buku tersebut.

“Ne, gamsahamnida. Ah…chakkaman. Kau Kyung soo kan?” tanya gadis yang berambut sebahu itu padanya sambil tersenyum.

“iya..” jawab D.O hati-hati. Sementara Hyeji hanya melihatnya dari belakang D.O.

“Masa sih, karena noona potong rambut. Kau jadi lupa. Wuah! jinja…!” katanya sedikit kesal.

“Yoona noona?” tanya D.O yang raut wajahnya berubah menjadi sumbringah.

“Ne, majayeo. Hehe” kata Yoona yang merupakan kakak kelasnya saat di SMP.

Sudah setahun mereka tidak pernah berjumpa lagi. Karena Yoona pindah rumah, D.O tidak dapat mengetahui keberadaannya. Mereka akrab karena sama-sama masuk di klub sains saat SMP. Waktu itu Yoona juga rangking satu di sekolah, sama seperti D.O.

“Wuah!, setahun tidak jumpa. Kau bertambah tampan saja” kata Yoona sambil menaikkan alis.

“Haha, noona juga, habis potong rambut makin fresh aja.” D.O ikut-ikut memuji.

Di belakang Hyeji membatin, ia heran mengapa nada bicara D.O berubah jadi lembut. Wajah D.O juga, kupingnya makin bertambah merah saja.

“ehmmm…ehemmm…” Hyeji berdehem memecah suasana mereka.

“Siapa?” tanya Yoona sambil senyum-senyum sendiri.

“Ah, dia?. Tukang pijat pribadi eomma. Noona mau kemana?, biar aku antar saja. Ayo noona!” kata D.O. ia berbalik dan berbisik pada Hyeji,”Kau pulang sana!”.

Hyeji menatap mereka berdua yang telah berjalan jauh dengan ganas.

“ckckckc, kasihan eonni itu. Dia gak tahu kalau dia lagi jalan dengan spesies Banci Salon.” Kata hyeji yang memasang raut wajah kasihan.

@ Fun Game

Ketiga petinggi dinasti siswa abadi sedang asik bermain dance game. Ronde kali ini, giliran Wooyoung melawan Eunhyuk. Eunhyuk adalah saingan yang berat dalam game ini, kakinya begitu lincah menginjak panah-panah yang ada.

“Walaupun kita sudah main dua jam, tapi gak asik ya!” kata G.O, sementara yang lain hanya mengangguk-ngangguk untuk membenarkan pernyataan G.O.

“Hyung, hyung, lihat itu!, itu!” tunjuk wooyoung panik.

“Apa?, mana?” tanya Eunhyuk mengikuti arah tangan wooyoung.

“Itu hyung, Kyung Soo, Do Kyung Soo si anak mami. Dia sama wanita hyung.”

“Hyeji kemana?” tanya Eunhyuk.

“Cepat kau telpon Hyeji. Pasti dia sedang sibuk cari si anak mami itu” perintahnya pada G.O.

G.O mengambil handphonenya dan menelpon hyeji.

“Ya!, kau di mana?. Si anak mami di Fun Game nih, sama perempuan. Sepertinya sih, pacarnya.” kata G.O.

“kalian di Fun Game?” tanya Hyeji dari seberang.

“Tunggu aku di dance area. Hari ini anak itu bukan urusan aku. Tunggu ya! kalau gak awas!” serunya.

Sesaat setelah menutup telponnya, G.O bersorak, “yuhuuuu….”. EunHyuk heran melihatnya dan bertanya padanya ada apa.

“Kata Hyeji, anak mami itu hari ini bukan urusannya. Dia sedang menuju kesini.” Seru G.O kegirangan.

Tidak berapa lama kemuadian, Hyeji tiba. Seperti biasa ia mulai dengan melawan G.O, lalu Wooyoung dan rivalnya paling berat adalah Eunhyuk, namun ia selalu menang dari mereka bertiga.

“Hyuk Jae-ya, nawa!” katanya memanggil Eunhyuk dengan nama aslinya.

Saat sedang asik melawan saingan terberatnya itu, tiba-tiba ia melihat seseorang yang di kenalnya.

“D.O?” gumamnya. Ia langsung turun dari game itu, dan memastikan sosok itu adalah D.O. Yang lainnya juga mengikuti Hyeji dari belakang. Mereka heran melihat hyeji yang tiba-tiba diam mematung dan mencari-cari sesuatu.

Hyeji menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mulut menga-nga. Ia tidak menyangka dengan yang dilihatnya saat ini.

“Wuah! Daebak!. Jinja, daebak!” gumamnya sendiri.

“Wae?” tanya wooyoung disampingnya.

“Lihat itu!” seru hyeji.

Mereka bertiga jadi ikut-ikutan geleng-geleng kepala sambil menga-nga tidak percaya. Bagaimana tidak, mereka melihat seorang D.O mengelap bibir perempuan di sebelahnya karena belepotan es krim. Lalu merapikan rambut perempuan itu dengan begitu romantis.

“Banci juga bisa seperti itu?” tanya Hyeji pada mereka bertiga. Namun mereka hanya mengangkat bahu.

Esoknya benar-benar menyebalkan bagi Hyeji. Saat hyeji menjemput D.O, disepanjang jalan menuju sekolah D.O asik saja telponan dengan Yoona. Beberapa kali hyeji menunjukkan ekspresi ingin muntah mendengar percakapannya.

Tidak hanya itu, D.O sampai rela bolos les hanya untuk makan siang berdua dengan perempuan bernama Yoona.

“Dia menyuruhku tunggu di luar?. Aish…perempuan itu benar-benar mencuci otaknya.” Gumam Hyeji.

Seharian penuh ini benar-benar di penuhi oleh perempuan bernama Yoona. D.O mengikutinya kemanapun ia pergi. Semenatara Hyeji mengikuti di belakang sambil mengusap-ngusap dadanya menahan amarah.

Tidak di perkirakan, tidak hanya sehari, sudah seminggu ini yang ada di otak D.O hanya Yoona,Yoona dan Yoona. Semua les dalam minggu ini tidak di hadirinya. Pikirannya fokus pada Yoona.

@ Parkiran Sekolah

Hyeji sedang melepaskan rantai sepedanya, namun matanya terus tertuju pada D.O yang senyam-senyum sendiri melihat hpnya.

“Udah ketemuan, telponan setiap menit. Ternyata setiap detikpun smsan. Dia benar-benar sudah gila!” kata Hyeji menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Ya! cepat sedikit!, Yoona capek nungguin.” bentak D.O.

“Mwo??, Mworago?. Kau pergi sendiri sana!. Setiap hari Yoona ini,Yoona itu,Yoona apalah. Aku sibuk! Pergi sana sendiri!” kata hyeji marah. Ia menaiki sepedanya dan pergi dari hadapan D.O.

“YA!, KAU CEMBURU?” teriak D.O.

Mendengar pernyataan D.O, ia berhenti dan berbalik.

“mwo?, cuih. Najis!” katanya sambil meludah di depan D.O.

Ia mengayuh sepedanya dengan kencang sangking geramnya. Tugasnya itu untuk menjemput-mengantar D.O sekolah dan mengantarnya les serta mengantarnya kembali pulang dengan selamat, bukan untuk mengikutinya pedekate-an dengan perempuan.

Tiba-tiba, hyeji mengerem sepedanya mendadak di pinggir jalan.

“Omo! Bagaimana ini?” gumamnya panik. Tangannya bergetar, ia bingung mencari-cari hpnya  yang padahal ada di dalam sakunya.

“Angkat…angkat…angkat…jebal…” gumamnya.

“Maaf pulsa anda tidak mencukupi…” suara operator dari seberang.

“Aish…omo…ottokhe?”

Hyeji makin panik, ia mengayuh sepedanya lagi dengan cepat. Pandangan matanya ke kiri dan ke kanan mencari telpon umum.

Tidak ada telpon umum di sepanjang jalan ini, namun Hyeji melihat di depan sebuah etalase kue ada sebuah kotak merah yang merupakan tempat telepon umum. Dengan segera ia mengayuh sepedanya dan memarkirnya tepat di sisi jalan.

“Palli…palli…,tolong cepat sedikit!” pintanya pada seorang laki-laki yang sedang menelpon di dalam.

“Cepat! Gawat!” teriak Hyeji dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintunya. Karena kasihan melihat hyeji yang tampak pucat, laki-laki itu keluar dan mempersilahkan Hyeji memakainya duluan.

“Palli..palli…angkat! angkat bego!” gumam Hyeji.

“Yeobseyo, ada apa?” suara laki-laki dari seberang yang merupakan suara D.O.

“Ada pelukan?, ada ciuman?” tanyanya panik.

“Mmm, ini lagi tiduran” jawab D.O dengan nada datar.

“Andweeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!” Teriak Hyeji.

Lututnya sontak lemas, tubuhnya gontai ketika keluar dari kotak telpon umum. Laki-laki blasteran jangkung itu dengan sigap menangkap tubuhnya.

“wuaa…ottokhe?. Habislah aku.” Hyeji menangis dalam pelukan laki-laki itu.

“bagaimana kalau sampai eonni itu hamil?, dan D.O harus menikah muda karena kecelakaan itu?. Aku tidak dapat membayangkannya.”

To Be Continued

PS : T_T semoga ceritanya di sukai.*bow*

Iklan

32 pemikiran pada “100 Ducks (Chapter 2)

  1. ┡┦a◑.◑҉=D┡┦a◑.◑=))҉┡┦a◑.◑ apa mgsud hejiy ÿª♌g terakhir itu.bingung siapa laki2 jangkung itu ? Kris ya. ┡┦a◑.◑҉=D┡┦a◑.◑=))҉┡┦a◑.◑. Lanjut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s