It’s Ours (Chapter 1)

IT’S OURS

Author: Krisanamira

Genre: romance

Cast: Wu yi fan (kris)

Xi Lu Han

Sheina

Kang Jiyoung (Kara)

-SHINA POV-

Ini hari pertamaku menjadi siswi kelas 1 SMA. Kulihat bangunan tua yang benar-benar luas ini. Di pikiranku, sekolah ini pasti banyak hantunya. Tiba-tiba, seseorang mengagetkanku.

“Hei, kau Park Shina bukan?” sapa seseorang itu.

“Ne,” jawabku masih agak kaget dengan kehadiran yeoja ini.

“Kau masih ingat denganku?”

“Mm,”

“Aku Kang Jiyoung, teman SDmu!” serunya lagi. “bagaimana bisa kau melupakan aku yang cantik ini eh?”

“Kang Jiyoung? Mianhae, kita sudah lama sekali tidak bertemu. Ooh, aku kangen sekali denganmu Jiyoung!” jawabku sambil memeluk Kang Jiyoung. Aku rindu sekali dengan sahabatku ini.

“Eh, kau masuk SMA ini juga?” tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“Ne,” jawabnya. “Ayo kita berkumpul. Sepertinya MOS akan segera dimulai,” ajaknya sambil menggandeng tanganku ke arah kerumunan yang mulai ramai oleh siswa baru.

“semuanya, silahkan duduk dengan rapi. Hari ini kami akan berkenalan dengan kalian semua,” ucap salah seorang seniorku.

“Annyeonghaseyo, Byun Baekhyun imnida, saya dari kelas 2D,”

“Annyeong, Suho imnida, dari kelas 2A,” sapa seorang namja seniorku lagi. Wajahnya cukup tampan.

“Annyeonghaseyo,” sapa seorang namja lagi. Kali ini mataku benar-benar tak bisa berkedip melihat namja super tampan di depanku. Rambutnya yang dibiarkan agak berantakan membuatnya semakin cool.

“Wo de mingzi shi Wu Yi Fan. Nama saya Wu Yi Fan dari kelas 2B, kalian bisa memanggilku Kris,” lanjutnya lagi.

“Jinjja, tampan sekali,” gumamku. Jiyoung langsung menoleh ke arahku.

“mwo?”

“namja itu tampan sekali,”

“kau naksir padanya?” tanya Kang Jiyoung dengan tampang menggoda.

“Ah, tidak. Aku hanya mengaguminya saja,” jawabku berpura-pura cuek. Padahal pipiku sudah memanas mendengar ucapan sahabatku tadi. Tapi, apa benar aku naksir Kris sunbae? Ah, tidak mungkin. Aku belum tau bagaimana kepribadiannya. Mana mungkin aku naksir seseorang hanya karena sekali melihat wajahnya.

“Annyeonghaseyo, nama saya Luhan, dari kelas 2B,” samar-samar kudengar seorang namja lagi memperkenalkan diri. Tapi itu tak penting lagi, karena saat ini aku sedang memandang Kris sunbae.

Aku perhatikan kris dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Ia begitu tampan. Lekuk wajahnya begitu sempurna. Kuperhatikan wajahnya yang menunjukkan ketampanan yang begitu alami. Tiba-tiba, matanya membalas tatapanku. Tatapannya tajam dan dalam, seakan ingin membekukan mataku.

Cepat-cepat aku menunduk, menghindari tatapan matanya.

-AUTHOR POV-

Park Shina sedang asyik mendengarkan perkenalan diri dari senior-seniornya. Tiba-tiba, matanya terpaku kepada seorang namja yang sedang memperkenalkan diri, bernama Wu yi fan atau Kris.

Matanya tak henti-henti menatap wajah Kris, mengagumi ketampanannya. Baginya, Kris adalah namja tertampan yang pernah ditemuinya. Tiba-tiba, mata Kris menatap mata Shina dalam, saat Shina sedang menatap wajah Kris. Shina langsung menunduk. Jantungnya berdegup kencang saat mata Kris bertumbukan dengan pandangannya.

-KRIS POV-

Aku merasa sedang diperhatikan. Aku mencari-cari seseorang yang sedang memperhatikanku di barisan siswa baru. Mataku menangkap seorang yeoja yang kurasa dari tadi telah memperhatikanku. Kutatap dalam matanya. Ia terlihat salah tingkah kutatap begitu. Buktinya, ia langsung menunduk.

Yeoja itu cukup cantik. Rambutnya yang ikal digerai dan poninya dijepit ke atas. Satu hal yang menarik perhatianku. Dagunya. Dagunya begitu indah. Belum pernah kulihat lekuk dagu seindah ini. Kutatap terus dagu indahnya sampai Luhan mengagetkanku.

“Sedang apa kau? Memperhatikan seorang Yeoja junior untuk dijadikan pacar baru?” bisik Luhan dengan senyum evilnya.

“kau bicara apa? Aku hanya melihat-lihat siswa baru ini,” jawabku sedikit gugup karena tertangkap basah sedang memperhatikan seorang yeoja.

“jangan bohong, Kris. Kita sudah berteman sejak TK. Aku sudah tahu tabiatmu,” sanggah Luhan yakin.

“terserahlah,” jawabku.

-Shina POV-

Oh, untunglah Kris sunbae tak melihatku lagi. Meskipun aku gugup, tapi aku merasa senang diperhatikan Kris Sunbae tepat di mataku. Eh, apa yang yang barusan kukatakan? Yang benar saja. Aku senang ditatap Kris sunbae?

Akhirnya perkenalan singkat itu selesai juga. Dari tadi aku tak berani lagi menatap ke arah Kris, takut kejadian tadi terulang lagi. Aku buru-buru mengajak Jiyoung mengecek kelas. Untunglah aku sekelas dengan Jiyoung. Kami langsung mengambil tempat duduk deretan kedua di barisan tengah.

***

“kau sudah menyewa flat, Jiyoung?” tanyaku sambil meraih sebotol coca-cola besar untuk kuminum bersama Jiyoung malam ini. Ya, malam ini Jiyoung memang menginap di flatku, katanya ingin bernostalgia denganku setelah sangat lama tidak bertemu.

“Belum, aku masih bingung ingin menyewa flat di mana. Sementara ini aku menginap di rumah ajhuma ku,” jawabnya sambil membuka bungkus cemilan kaya MSG favorit kami sewaktu masih SD dulu.

“Kalau begitu kita se flat berdua saja, daripada kau susah susah mencari flat. Lagipula aku tahu, kau tak akan bisa jauh dariku, Jiyoung-ah,” godaku pada Jiyoung. Jiyoung melemparku dengan bantal kursi.

“Eh, bagaimana dengan Kris sunbae?” tanyanya, dengan raut wajah mulai serius.

Deg. Jantungku berdegup 2 kali lebih kencang.

“Bagaimana apanya, jiyoung-ah?” jawabku berusaha santai.

“Jangan berpura-pura Shina-ah. Dari raut wajahmu, aku sudah tahu kalau kau menyukai Kris sunbae. Kau tak bisa berbohong padaku,” sanggahnya.

“Baik, baik. Aku menyerah. Aku akan menceritakan semuanya kepadamu, tapi janji jangan bilang siapa-siapa. Promise?” aku mengajukan syarat kepada Jiyoung.

“Ne. Cepat ceritakan, aku sudah tidak sabar,” jawabnya sambil memperbaiki posisi duduk. Aku menceritakan kejadian tadi pagi, termasuk saat pandanganku bertemu pandangan mata Kris sunbae.

“Mwo? Kau ditatap Kris sunbae tepat di matamu?!”

“Ne, jiyoung. Tak percaya? Aku juga tak percaya! Tapi itulah yang terjadi tadi pagi,”

“Selamat, Shina-ah. Selamat. Sebentar lagi kau akan meraih cintamu. Ah, enak sekali jadi kau. Baru suka satu hari, namja yang kau suka ternyata juga menyukaimu. Lihatlah aku, sudah dua tahun menyukai Chanyeol oppa, tapi sepertinya ia tidak menyukaiku,” wajahnya berubah mendung kali ini.

“ah, sudahlah Jiyoung. Belum tentu juga Kris sunbae menyukaiku. Lagi pula, aku juga belum yakin aku benar-benar mencintainya,” jawabku berusaha menghiburnya.

“Kau menyukainya, Shina-ah. Percayalah padaku,”

Apa benar yang dikatakan Jiyoung? Aku menyukai Kris sunbae? Mungkin saja benar. Tapi aku takut, takut patah hati. Kurasa Kris sunbae terlalu tinggi untuk diraih.

-KRIS POV-

Tiba-tiba aku teringat yeoja yang memperhatikanku tadi pagi. Kalau kupikir pikir ia cukup cantik. Teramat cantik malah. Aku teringat sesuatu. Segera kucari flashdisk di dalam tas, lalu menghidupkan laptop kesayanganku. Setelah siap, aku segera mencari data siswa baru sekolahku. Data ini kudapatkan dari Park Chanyeol, ketua panitia MOS tahun ini.

Aku menelusuri foto siswa-siswi baru satu persatu. Cukup sulit, karena jumlahnya lumayan banyak, 322 orang.

“Nah, ini dia,” seruku lega. Ia sama cantiknya dengan aslinya. Bahkan untuk foto 3×4 seperti ini, ia masih kelihatan cantik. Namanya Park Shina. Tinggi 172 cm, berat 53 kg. Cukup ideal untuk seorang yeoja. Tinggal di jalan wansheng nomor 6. Tidak jauh dari sini, sepuluh menit naik kendaraan.

Aku kemudian mengopy data park shina, kemudian mematikan laptopku dan bersiap untuk tidur. Aku tidak bisa tidur. Yeoja tadi terbayang selalu di pikiranku.

-SHINA POV-

Hari ini cerah sekali. Aku berangkat ke sekolah bersama Jiyoung. Ini seperti beberapa tahun lalu, saat aku dan Jiyoung berangkat bersama waktu masih SD.

Sepuluh menit kemudian, aku sampai di sekolah. Aku melewati gerbang sekolah dengan perasaan bangga, karena aku telah lulus di sekolah ini. Sekolah ini adalah salah satu sekolah favorit di Seoul. Tiba-tiba, seseorang menabrakku dari belakang hingga aku tersungkur.

“Mianhae. Sorry, iam very sorry. Kau tak apa?”Tanya namja yang menabrakku khawatir. Ia memegang lenganku dan membantuku berdiri.

DEG

Namja itu. Namja yang menabrakku itu Kris Sunbae! Ia menatapku lama dan dalam. Bahkan lebih dalam dari yang kemarin. Ia terlihat jauh lebih tampan dari jarak sedekat ini. Ternyata ia tinggi sekali!  Tiba-tiba aku tak bisa bergerak. Kakiku terasa kaku untuk sekedar melangkah.

 TBC

20 pemikiran pada “It’s Ours (Chapter 1)

  1. Penasaran sama kelanjutannya!!!! Kris natap Shina lebih lama dan dalam, jangan jangan…..lanjut thor!!! Jangan lama lama 😀

  2. Makasih buat readers yang baca dan comment. Iya, author bikin shina nya ketinggian. Next chapternya ditunggu ya 😀

  3. sebenarnya itu si shina tingginya 162 cm, terus beratnya 50 kg. tapi di chapter 1 ini author salah bikin 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s