This L.O.V.E (Chapter 3)

Author             : flowergirl
Genre               : Drama, Romance, Friendship
Main cast         : Kim Jongin a.k.a. Kai
Kim Hana (You)
Support Cast    : Exo K member
Hwang Jieun

Beware: Typofail T.T

Part 1: Dia tersenyum?

Author POV

waktu pun berlalu sangat cepat dan tidak terasa sudah hampir sebulan sejak hana tinggal di kediaman keluarga kim, hari ini hari minggu, hana merasa bosan karna tidak memiliki kegiatan apapun, dia pun memutuskan untuk jalan jalan keluar mencari udara segar,
dia mengenakan mantel musim dinginya yang bewarna putih serta bootsnya,
angin musim dinginpun menyambutnya saat dia keluar rumah “brrr dingin sekali” ujarnya.

hana mulai menikmati petualanganya menyulusuri keindahan kota Seoul sampai matahari terbenam, saat dia merasa puas dengan aktivitasnya hari ini, hana memutuskan untuk kembali, karna sudah larut dan dia merasa sangat lapar, dia baru ingat kalau hari ini belum menyentuh makanan sedikitpun, jadi hana memutuskan untuk segera kembali kerumah, saat sedang berjalan hana tidak sengaja menabrak seorang pria, lebih tepatnya pria itu yang menabrak hana “omo mianheyo ahjussi, gwenchana?” Tanya hana sopan

“ya! kau tidak punya mata?!” ahjussi itu membentak hana, ahjussi itu terlihat seperti sedang mabuk, muka ahjussi itu merah dan bicaranya tidak teratur, hana benar benar yakin bahwa ahjussi itu sedang mabuk, saat dia lihat sebuah botol minuman yang dipegang ahjussi tersebut.

lalu tiba tiba ahjussi itu menarik kerah baju hana “anak nakal harus diberi pelajaran”
ahjussi itu tersenyum nakal berniat menyentuh hana, tapi hana terlebih dulu menendang bagian bahwa ahjussi itu dan lari sekencang mungkin “YA BOCAH!! KEMBALI KAU!” ahjussi itu mengejar hana.
“aish! seharusnya aku tidak lewat jalan sepi seperti ini” hana terus berlari dan berlari,
ia tidak melihat kalau ada batu besar yang menghalangi jalanya, dia jatuh tersungkur di trotoar “arggh!” hana mencoba berdiri dan berlari lagi, dia menghiraukan rasa sakit didengkulnya, setelah sekian lama dia berlari hana merasa lega karna sekarang dia sudah dekat dengan rumah dan tidak ada tanda tanda adanya ahjussi itu lagi, akhirnya dia selamat sampai di rumah keluarga kim dan segera masuk kedalam, karna saking lelahnya berlari hana tidak dapat mengatur nafasnya dengan baik.

“yaa” terdengar suara seseorang memanggilnya, tapi hana merasa pandanganya mulai kabur dan tiba tiba semuanya menjadi gelap.
“yaa!” kai berlari dan menangkap hana sebelum ia terjatuh
“hei! yeoja sadarlah! aish!! kai menggendong hana ‘bridal style’ dan menuju kamar hana
setelah sampai di kamar hana, kai langsung meletakkanya di tempat tidur lalu tiba tiba hana membuka matanya “su-sunbae?” dia terkejut mendapati bahwa dia sedang berada di tempat tidur bersama kai duduk disamping tempat tidurnya “KYAAAAA!! Apa yang sunbae lakukan?!” hana langsung menutupi tubuhnya dengan selimut

“aish dengar yeoja, tadi kau pingsan, sebenarnya apa yang habis kau lakukan?”
*jadi kai lah yang telah membawaku kesini? omonaaaa* kedua pipi hana mulai memerah
“mianhae sunbae, tadi ada pemabuk yang mengejarku, jadi aku berlari sampai kesini”
kai hanya menatapnya sinis.

“uhmm gomawo telah membawaku kesini kai sunbae” ujar hana
kai hanya berdiri dan tiba tiba melempar bantal ke wajah hana dengan tatapan datarnya dan sedikit menyeringai lalu keluar dari kamarnya, sebelum menutup pintu kai berkata
“hey yeoja, bersihkan lukamu” lalu kai menutup pintu
“mwo?! aishhh nappeun namja!” dia melempar bantal tersebut ke arah pintu yang telah tertutup.

————————————

Hana POV

Setelah makan, mandi, dan mengobati lukaku, aku memutuskan untuk beristirahat
namun aku belum merasa ngantuk sama sekali
aku memutuskan untuk mencari udara segar, ya walaupun langit sudah gelap
siapa tahu malam ini setidaknya aku dapat melihat bintang.
kulangkahkan kaki ku menuju halaman rumah dan duduk di bangku taman,
angin malam terus berhembus menyapu rambut ku
“brrr dingin sekali, sebaiknya aku masuk kedalam” ujarku, namun sayang jika aku melewatnya pemandangan indah ini, tidak biasanya langit di penuhi bintang, kuteruskan aktivitasku memandangi bintang-bintang di langit, ku mendonggakkan kepalaku, kuangkat kedua tanganku dan berdoa kepada Tuhan.
kupejamkan mataku, lalu berdoa kepada Tuhan agar appa selalu diberikan kesehatan dan agar semua masalah appa segera selesai.
“Omma, apakah kau bahagia di sana? Nomu nomu bogosshipo omma”
aku pun tersenyum, aku yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doaku.
setelah itu kubuka mataku perlahan, lalu tidak sengaja aku melihat sesuatu yang mengalihkan pandanganku dan benar benar membuatku terkejut!
aku membulatkan mataku, untuk pertama kali, pertama kalinya aku melihat dia…
tersenyum.

Kai POV

Aku baru saja sampai dirumah, hari ini cukup melelahkan bagiku, karna tadi aku harus berurusan dengan beberapa orang.
kulangkahkan kaki ku menuju kamar, namun aku melihat seorang yeoja sedang duduk di halaman.
ternyata dia, apakah dia tidak kedinginan memakai piyama diluar sana? aish apa peduliku.
kuteruskan perjalananku menuju kamar, aku pun menuju balkon yang berada di lantai 2 untuk memastikan.
apakah yeoja itu masih berada disana, dan ternyata dia masih berada disana, kali ini pandangan kami berhadapan.
aku melihatnya sedang mendongak, memejamkan matanya dan berdoa,
sedangkan angin malam terus menerus berhembus, membelai rambut panjangnya.
lalu tiba tiba diapun tersenyum.
entah kenapa, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari yeoja itu,
aku mengikuti bagaimana caranya memandangi langit, kudongakkan wajahku, kupejamkan mataku, membiarkan angin malam terus menerus berhembus menyapu wajahku, rasanya sungguh tenang dan damai dan aku mendapati diriku ikut…
tersenyum.

Hana POV

kubuka mataku perlahan, lalu tidak sengaja aku melihat sesuatu yang mengalihkan pandanganku dan benar benar membuatku terkejut!
akupun membulatkan mataku, untuk pertama kali, pertama kalinya aku melihat dia…
tersenyum.
senyumnya begitu tulus dan hangat, aku tidak dapat menggalihkan pandanganku darinya
waktu seakan akan berhenti untuk sesaat.

DEG DEG DEG

Jantungku berdetak tidak karuan, aku langsung memalingkan wajahku dan masuk kedalam
karna aku takut tertangkap basah olehnya, ya walaupun jarak kami lumayan jauh, tapi aku bisa dengan sangat jelas melihat wajahnya, begitu juga denganya.
aku berjalan menuju kamarku, setelah sampai kujatuhkan tubuhku ke tempat tidur dan mencoba memejamkan mataku tapi percuma saja, wajah kai selalu muncul dibenakku.
“Aishh kenapa aku jadi seperti ini? padahal namja itu sangat menyebalkan dan selalu memanggil ku dengan sebutan yeoja yeoja yeoja!

tapi kira kira bagaimana rasanya jika dia memanggil namaku?
aishh apa yang sedang aku pikirkan?! fokus hana fokus!”
aku berusaha memejamkan mataku, setelah beberapa saat mataku pun perlahan mulai terpejam.

————————————

Part 2: Topokki

*Di Sekolah*

setelah pulang sekolah, jieun mengajak hana untuk makan topokki ditempat favorite mereka, setelah sampai di stand topokki mereka melihat sosok yang familiar “hana, jieun ayo bergabung bersama kami” ucap chanyeol dan sehun.
“wah hana mereka mengingat namaku” bisik jieun pelan. hana dan jieun pun menikmati topokki bersama chanyeol dan sehun “dimana yang lainya?” tanya hana “maksudmu para hyung?” sehun bertanya balik, hana menggangguk.
“entahlah” jawab sehun
“mungkinkah mereka sedang belajar bersama?” tanya jieun
“psffttthahahha mana mungkin para hyungku belajar, walaupun aku dan sehun yang paling muda dan masih duduk dikelas dua sama seperti kalian, aku yakin otak para hyung tidak lebih cerdas dari kita” ceplos chanyeol, merekapun tertawa bersama.
tiba tiba 3 orang laki laki dengan pakaian serba hitam dan berbadan kekar datang dan menghancurkan stand topokki tersebut, hana, chanyeol, sehun, dan jieun pun terkejut
“omoo!! apa yang kalian lakukan dengan daganganku” ahjumma pemilik stand berteriak histeris “Sampai saat ini kau belum membayar hutangmu wanita tua?!” sahut lelaki itu sambil terus menghancurkan apapun disekitarnya.
“jelas jelas aku sudah membayarnya! bunga kalianlah yang terlalu besar!” ahjumma itupun berteriak dan memukul lelaki tersebut
“BERANINYA KAU!” hampir saja lelaki itu memukul ahjumma tersebut kalau saja chanyeol tidak menahan tangan lelaki itu “jika aku menjadi dirimu, aku tidak akan menghancurkan tempat ini hanya demi bunga” chanyeol meremas tangan lelaki itu
“jika aku menjadi dirimu aku akan segera kabur, karna aku telah berurusan dengan orang yang salah” lelaki itu mencoba memukul chanyeol berulang ulang tetapi tidak ada satu pukulan pun yang mengenainya, akhirnya kedua pria besar itu ikut menghajar chanyeol dan berhasil mengenainya “aish dasar curang” sehun pun membantu chanyeol tapi kekuatan mereka tidak sebanding dengan para lelaki itu.
“hana-ah ottokae??” jieun bertanya dengan panik “carilah bantuan, mungkin kai sunbae dan yang lainya masih berada disekolah” jieun mengangguk dan segera lari mencari bantuan, untung jarak sekolah tidak terlalu jauh dari tempat ini.
saat sehun sedang sibuk meninju dan menendang, tiba tiba salah seorang lelaki yang berada dibelakang sehun berniat melemparkan bangku ke punggungnya, hana pun melihat niat jahat lelaki itu “dasar curang” hana mengambil kayu yang berada dekat denganya dan melemparkanya kearah lelaki itu dan tepat mengenai bagian kepalanya,
“Argg!!” lelaki itu kesakitan dan berlari menuju hana *oh tidak*
lelaki itu menarik kerah baju hana dan mengangkatnya “kau berurusan dengan orang yang salah yeoja kecil” hana memejamkan matanya menunggu pukulan orang tersebut
“jangan sentuh dia orang tua!” sehun mencoba melepaskan pegangan orang itu dari hana
“wah rupanya gadis ini kekasihmu! mari kita lihat apa yang akan terjadi pada kalian berdua” lelaki itu pun melempar tubuh hana kearah sehun dan mereka berdua tersungkur,
“hana! sehun!” chanyeol lari kearah mereka, ketiga pria itupun menghampiri mereka dan kali ini mereka benar benar habis.
Chanyeol, hana, dan sehun saling memeluk satu sama lain dan memejamkan mata mereka
menunggu apa yang akan terjadi dengan mereka, pasrah.

“jangan sentuh doengsaeng kami” tiba tiba ketiga lelaki itupun tersungkur ketanah
“hyung! kalian datang” Chanyeol, sehun, hanapun merasa lega.
D.O, suho, kai, dan baekhyun mulai menghajar para lelaki itu
“terus hyung, pukul mereka hingga tidak sadarkan diri” sehun dan chanyeol memberi semangat, exo terutama kai dan D.O. berhasil merubuhkan para lelaki itu, tidak lama kemudian para lelaki itu pun berjatuhan “arrasseo arrseo kami menyerah, kami akan meninggalkan tempat ini” merekapun tergesah gesah kabur dari tempat itu.
“kalian tidak apa apa kan? untung jieun cepat menemui kami” Tanya suho.
sehun mengangguk “kami baik baik saja hyung, terimakasih hyung dan jieun telah datang pada waktu yang tepat”

“itu bukan apa apa… hana-ah gwenchana?” tanya jieun, hana tersenyum dan mengangguk “gomawo sunbaenim, gomawo jieun-ah” hana berterimakasih kepada mereka semua.

ahjumma itu pun menghampiri dan berterimakasih kepada mereka semua, merekapun pamit dan berjalan bersama. “kalau begitu aku ingin pulang dan membersihkan luka lukaku” sahut sehun, chanyeol pun mengangguk setuju.
“baiklah, lebih baik kalian semua kerumahku saja, hana, jieun ikutlah bersama kami” ajak suho “tapi sunbae-” “dengan senang hati oppa!” jieun memotong kalimat hana.
hana langsung menepuk bahun jieun dan memberikanya isyarat lewat bisikan mulutnya
‘apa yang kau katakan jieun, yang benar saja!’
‘beffiee dengar ya, kita akan pergi kerumah kingka,
kau pasti akan sangat menyesal jika menolak tawaran mereka’ jieun membalas isyarat hana.

“kajja, keunde…  hana-ah seharusnya kamu memanggil kami semua dengan sebutan oppa! sama seperti jieun” perintah suho
“nee… oppadeul, keundae-” belum sempat hana menyelesaikan kalimatnya mereka semua sudah melangkahkan kakiknya pergi menujur umah suho,
“kajja” jieun menggandeng tangan hana dan menyusul mereka.
*hari ini akan menjadi hari yang panjang* pikir hana.

————————————

Part 3: Rumah Suho

Author POV

diperjalan suho, hana, baekhyun, dan jieun berjalan sambil mengobrol bersama, kai dan yang lainya berjalan di belakang.
“kenapa kita membawa mereka?” tanya kai dengan nada yang malas, seketika sehun dan chanyeol merangkul pundak kai.
“tidak apalah hyung, bagaimanapun mereka sudah membantu dan sepertinya mereka orang orang yang menyenangkan” ujar chanyeol, sehun mengangguk setuju dengan perkataan chanyeol.
akhirnya mereka sampai dirumah suho, rumahnya benar benar besar tetapi sangat sunyi, jieun dan hana melihat kesana kemari takjub akan rumah suho, suho membawa mereka semua ke ruang tengah,
suho mengeluarkan obat merah untuk mengobati luka sehun dan chanyeol,
chanyeol dan sehun pun mulai menggobati luka luka mereka “biar kubantu” jieun membantu chanyeol membersihkan dan mengobati lukanya, begitu juga hana membantu sehun.

“suho oppa, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya hana
“tentu saja hana, katakanlah” jawab suho
“dengan siapa oppa tinggal disini? dimana orang tua oppa?” hana bertanya
“aku tinggal sendiri, orang tuaku sudah berpisah sejak dulu, sebenarnya aku tinggal bersama appaku, namun dia jarang sekali berada dirumah, maka dari itu anggaplah rumah ini sebagai rumahmu sendiri hana-ah” suho tersenyum

“nee gomawo oppa” hana ikut tersenyum tapi dia tahu pasti suho sering merasa kesepian
*rumah ini begitu besar tapi tidak terdapat kehangatan keluarga sedikitpun* ujar hana dalam hati, lalu hana melihat suho yang sedang tertawa bersama teman temanya, hana pun ikut tersenyum *tapi jika bersama mereka suho oppa tidak akan merasa kesepian*

“hana-ah boleh aku bertanya suatu hal padamu?” tanya suho, hana menganggukkan kepalanya “bagaimana keadaan appamu? dan apakah dia benar benar menjadi tersangka?” tanya suho “nan molla, sudah hampir sebulan aku tidak melihatnya” jawab hana

karna takut membuat hana sedih suho langsung menggalihkan pembicaraan
“aku akan memesan pizza! changkaman” suho pun mengeluarkan ponselnya dan mengorder pizza “yaaaa hyung pesankan aku chicken wings dan cream soup” sahut sehun “nado nado!” ucap chanyeol “aishh kalian berisik!” tegur suho “hyungg jeballl~” sehun dan chanyeol memohon kepada suho sambil menggeluarkan aegyo mereka, melihat hal tersebut hana dan jieun pun tertawa “aigoo kyeopta!” ujar jieun “arraso arraso, tapi jangan berharap kalian mendapatkan bagian pizza lebih banyak” sahut suho.

setelah makan mereka semua pergi ke ruang keluarga dan menonton tv sedangkan sehun dan chanyeol bermain PS3, tidak terasa sudah hampir larut malam.
“sepertinya ini sudah larut, aku harus kembali sebelum nenekku mencariku” ujar jieun
“tapi  jieun lebih baik kita pulang bersama, ini sudah malam” ajak hana
“tidak bisa ini sudah terlalu larut, jieun-ah baekhyun akan mengantarmu pulang dan hana, kau pulang bersama kai, rumah kalian kan sama” perintah suho.
“kajja jieun-ah, hyung aku pinjam motormu” ujar baekhyun, suho pun memberikan kunci motornya. “kamsahamnida oppadeul, hari ini benar benar menyenangkan untukku” ujar jieun, baekhyun dan jieun meninggalkan ruangan itu
“hati hati dijalan” ujar hana

“aku tidak membawa motorku hari ini” ujar kai
“kalau begitu biar kutelpon tuan kang untuk menjemput kita” *lagi pula siapa yang ingin menaiki motor menyeramjan itu* ujar hana dalam hati.

setengah jam kemudian tuan kang pun sampai, kai dan hana berpamitan “gomawo” ujar hana, mereka masuk kedalam mobil dan duduk di belakang, hana melambaikan tanganya.
“hana sering seringlah main kesini” ujar suho
“neeee” sahut hana

“sekarang hanya tinggal kita ber empat” ujar chanyeol, D.O. suho dan sehun langsung menatapnya “kalau begitu kita menginap saja” ujar D.O.,  sehun dan chanyeol mengangguk setuju “ayo kita masuk, diluar begitu dingin” ajak sehun, mereka pun masuk kedalam meninggalkan suho “aish dasar anak anak itu, aku kan belum sempat berkata apapun” ujar suho.

perjalanan pulang begitu sunyi, tuan kang mengemudi dengan serius sedangkan kai hanya diam memandang keluar jendela, tiba tiba suara ponsel hana berbunyi.
*tanpa nama, kira kira siapa ya?* hana bertanya pada dirinya sendiri, dia pun mengangkat teleponnya

“yoboseo??……..Appa!”.

————————————

Part 4: Appa

Hana POV

“yoboseo??……..Appaaaa!”
betapa terkejutnya diri ku mendapat telpon dari appa
“iya hana-ah ini appa, bagaimana kabarmu?”
“aku sangat baik appa, bagaimana keadaan appa? nan jeongmal bogoshipo”
“nado bogoshipo, appa sehat sehat saja, hana-ah maaf kan appa tidak memberi kabar apapun selama ini”
“tidak apa appa, aku sangat senang mendengar suara appa saat ini, kapan appa akan pulang?” tanyaku, aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan appa, dan kembali kerumah kami.
“hana-ah appa harus pergi sekarang, maafkan appamu ini hana, karna tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu”
“apa yang appa katakan?! itu semua bukan salah appa, jangan pernah bicara seperti itu lagi appa, jeball” kurasakan mataku mulai bergelinang, namun ku tahan air mataku agar tidak jatuh, saat ini aku tidak ingin terlihat lemah.
“mianhee hana-ah, jaga kesehatanmu baik baik, appa pasti kembali”
“janji?” tanyaku
“janji, appa sangat menyayangimu”
“nado saranghaee, jaga kesehatanmu appa” sahutku
“neee” setelah itu appa mematikan ponselnya

Author POV

kai mendegar perbincangan hana dan ayahnya, kai pun memahami keadaan hana saat ini, yang sangat ingin kembali bersama appanya. sesampainya dirumah kai dan hana langsung masuk ke dalam, tiba tiba mereka melihat sosok yang sangat familiar “umma, appa? sejak kapan kalian datang?” tanya kai “baru saja” ujar tuan kim sambil memeluk kai. “umma sangat merindukanmu” nyonya kim memeluk kai “nado” balas kai. “hana bagaimana keadaanmu?” tanya tuan kim sambil mengelus kepalanya “aku baik baik saja paman” balas hana, “hana-ah tante merindukanmu” sahut nyonya kim sambil memeluk hana “nado” sahut hana, dia merasakan kehangatan yang selama ini dirindukkanya, ya kehangatan keluarga.

“dimana appa?” tanya hana
“hana, kai ikut kami keruang keluarga, ada hal yang ingin kami bicarakan”

merekapun berjalan menuju ruangan itu, setelah itu mereka duduk di sofa,
tuan kim dan kai duduk bersebelahan, sedangkan hana duduk bersebelahan dengan nyonya kim.

“sebenarnya apa yang ingin appa dan umma bicarakan?” tanya kai
“hana-ah” tuan kim bicara kepada hana dan menatapnya lekat
“n-ne?” hana memiliki firasat yang buruk
“appamu, telah benar benar menjadi tersangka dalam kasus korupsi itu, kami tidak memiliki bukti bukti yang kuat untuk bisa membebaskan appamu”
“mwo??.. lalu dimana appa sekarang?” tanya hana, perasaanya saat ini benar benar sedih, dan perasaan cemas mulai menghampirinya “dia ditahan untuk sementara waktu sampai kasusnya diproses lebih lanjut” ujar tuan kim. kai cukup terkejut dengan apa yang barusan ayahnya katakan sedangkan hana tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar, dia kira dia akan segera melihat appanya. “sampai saat itu tiba kami pasti akan membantu sebisa kami” ujar tuan kim mata hana sudah bergelinang air mata, nyonya kim memeluknya erat, hana menangis didalam pelukkanya, sebenarnya dia tidak ingin menunjukkan kesedihanya di depan orang lain, namun apa daya dia tidak bisa menahan dirinya lagi.
“ke-napa hal i-ni terjadi pa-da appaku? pa-dahal dia orang yang sa-ngat baik” hana berbicara disela isakanya “semua akan baik baik saja sayang, kami janji” nyonya kim mengeratkan pelukanya, tuan kim memandang hana dengan perasaan yang sangat sedih.
kai menatap hana dengan ekspressi yang sulit ditebak,
namun melihatnya seperti ini entah kenapa membuat kai perihatin.

————————————

Part 5: Kau Tahu

Author POV

malam ini merupakan malam yang sangat dingin bagi hana, ia sedang berbaring di tempat tidurnya sambil memandangi langit langit atap kamarnya, kabar tentang tertangkap appanya pun sudah tersebar luas.

*drtt drtt drtt*
tiba tiba ponsel hana bergetar, ia pun langsung membuka ponselnya, berharap mendapatkan pesan dari appanya,
namun ternyata pesan itu berasal dari jieun,
hana-ah apakah kau sudah tidur? aku sudah mendengar kabar tentang appamu, aku berharap kau baik baik saja,
aku sangat khawatir 😦 “

pesan jieun membuat perasaan hana menjadi sedikit lega
“ne aku baik baik saja jieun-ah, tidak perlu khawatir :)”

setelah membalas pesan jieun, hana bangkit dari tempat tidurnya, hana berniat pergi ke halaman untuk menghirup udara, karna ia mengenakan piyama diapun mengenakan sweaternya juga yang bewarna putih kecoklatan, setelah itu dia membuka pintu kamarnya dan pergi menuju halaman belakang rumah.

sesampainya disana hana langsung duduk dibangku taman dan langit yang dipenuhi bintang,
hana memeluk sweaternya saat angin malam berhembus menyapu tubuhnya “brr malam ini dingin sekali” ujar hana. hana terus memandangi langit, jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, namun ia tidak merasa ngantuk sama sekali “hachooo!” hana pun bersin “lebih baik aku masuk kedalam” ujarnya, dia pun memutuskan untuk menghangatkan dirinya diperapian yang berada diruang tengah, setelah itu dia duduk di sofa ruangan itu
“aigoo aku sama sekali tidak mengantuk” ujarnya dalam hati sambil menghela nafas
“apa yang kau lakukan disini?” tiba tiba kai memasuki ruangan
“uhmm aku tidak bisa tidur, lalu kau sendiri kenapa?”
“tsk. itu bukan urusanmu” ujar kai
*pufff dasar* sahut hana dalam hati
mereka hanya duduk disana sambil memandangi perapian
“kau tahu…” tiba tiba kai berbicara kepadanya, hana mengalihkan pandanganya kearah kai.
“terkadang hal buruk terjadi, tapi siapapun pasti bisa melewatinya” kai melanjutkan kalimatnya, hana menyerap kata kata yang diucapkan kai dan akhirnya dia mengerti dengan apa yang kai maksud. walaupun kalimat yang diucapkan kai singkat tapi entah kenapa hal itu membuat hana merasa sangat lega. Lalu hana pun tersenyum kepada kai
“gomawo oppa” sahut hana
“untuk apa berterima kasih, aku tidak melakukan apapun” jawab kai sinis
“tapi-” kalimat hana terpotong oleh kai
“nan kanta (aku pergi)” kai pun meninggalkan ruangan itu.
*aigoo yasudahlah* ujarnya dalam hati

beberapa menit kemudian hana kembali ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur “sepertinya malam ini tidak terasa begitu dingin lagi” hana pun mulai memejamkan matanya dan tertidur.

————————————

Part 6: Tutor

Author POV

*disekolah*

exo sedang menikmati makan siang mereka di kantin sekolah, disisi lain D.O sedang berkutat dengan tugasnya “aish mengapa matematika itu sulit sekali, sebenarnya siapa yang menciptakan pelajaran mengerikan seperti ini?!” D.O. berteriak frustasi “aku saja belum menyentuh tugasku sama sekali” ujar baekhyun “nado” sahut suho “ckck sepertinya kalian harus mencari tutor untuk menyelesaikan tugas kalian” usul sehun”itu ide bagus! tapi dimana kita bisa mendapatkan tutor?” tanya D.O.”entahlah” jawab sehun, mereka pun kembali suram.

di sisi lain hana dan jieun sedang mencari bangku kosong, namun seisi tempat duduk sudah terisi penuh.

“hana-ah, jieun-ah bergabunglah bersama kami” suho berteriak dan melambaikan tanganya, jieun pun langsung menarik tangan hana dan berjalan ke arah mereka.
“anyyeong oppadeul” ucap jieun, mereka semua pun melambai ke hana dan jieun
“duduklah” suho mempersilahkan mereka untuk duduk.
hana duduk disebelah D.O. sedangkan jieun disebelah kai. “hana-ah gwenchana? kami sudah mendengar kabar tentang appamu, hal itu membuat kami khawatir” ucap baekhyun
“gwenchana oppa” hana tersenyum berusaha setenang mungkin
“apa yang sedang kau lakukan oppa?” tanya jieun kepada D.O.
“arggg aku menyerah!” D.O. berteriak dan membuat yang lainya terkejut
“sebenarnya apa yang terjadi?” tanya jieun binggung
“para hyung sedang mencari tutor yang dapat membantu mereka mengerjakan tugas” ujar chanyeol “oh begitu, aku bisa membantu, aku tahu siapa orang yang tepat untuk menjadi tutor kalian!” ujar jieun “jinjja?!” sahut baekhyun suho dan D.O. bersamaan jieun pun menggangukkan kepalanya.

“memang siapa orangnya??” tanya kai
*perasaanku jadi tidak enak* ujar hana dalam hati
“tentu saja hana, dia selalu mendapat skor tertinggi di kelas, lagipula dia mahir dalam segala pelajaran, termaksud pelajaran kelas tiga” ujar jieun
*jieuuunn… anak ini! lihat saja nanti* ujar hana dalam hati
“jadi hana kau bisa membantu kami?” tanya D.O.
“ya… sepertinyaa tapi yang dikatakan jieun itu berlebihan” ujar hana, dia tidak tega menolak permintaan mereka.

“ASSA! sepulang sekolah kita semua mengerjakan tugas dirumahku” ujar suho
“jinjja?!” semuanya berteriak ke arah suho, suho pun menutup telinganya
“aishh.. tentu saja, walaupun kita tidak pernah belajar bersama sebelum” ujar suho, mereka pun menyetujui saran suho “mendengar hyung bicara seperti itu membuatku ingin muntah, sejak kapan dia memiliki semangat belajar” sahut chanyeol
“TAK!” sebuah jitakan berhasil mendarat dikepala chanyeol
“aish hyung!” chanyeol mengelus kepalanya
hana dan jieun pun tertawa lepas “lihatlah para yeoja senang melihatmu menderita” ujar sehun “hahaha aniyoo” ujar jieun dan hana bersamaan.

“hana dapatkah kau menjawab pertanyaan nomor 4?” tanya D.O
“coba kulihat” hana pun mulai mengerjakan tugas matematika D.O. dan kurang dari satu menit dia telah menyelesaikanya. “hyung dia jenius” ujar D.O. pada suho
“apa kubilang” jieun mengganguk setuju.

————————————

Part 7: Hug

Author POV

setelah pulang sekolah mereka semua menuju rumah suho, sesampainya disana mereka semua berkumpul dikamar suho, hana pun langsung membimbing mereka mengerjakan tugas, hana tidak pernah mengira bahwa suho, D.O. baekhyun, bahkan kai adalah pendengar yang baik, dan tidak memerlukan waktu yang lama bagi hana untuk membuat mereka mengerti,
disisi lain jieun, sehun dan chanyeol sedang asik bermain nitendo wii yang berada dikamar suho.

“yaaa hyung bergabunglah bersama kami” ujar chanyeol yang berusaha mengganggu kosentrasi mereka.“diamlah yeol, kau mau aku menendang bokongmu!” ancam suho
“shhh diamlah” ujar D.O.

“jadi jika kita meletakkan bilangan x disebelah sini, hasil yang didapat akan jauh lebih mudah” ujar hana, merekapun lebih mengerti dengan apa yang diajarkan hana ketimbang yang diajarkan songsaenim.

waktupun tidak terasa berlalu dengan cepat. kai, suho, baekhyun, dan D.O. hampir menyelesaikan tugas tugas mereka, disisi lain jieun, sehun dan chanyeol sudah tertidur pulas di karpet, sedangkan hana juga sudah tertidur pulas disudut tempat tidur.

melihat hal itu suho pun tersenyum, rumahnya tidak terasa sepi lagi sejak keberadaan mereka
“sepertinya tugas kami telah terselesaikan dengan baik, terimakasih hana-ah” suho berterima kasih kepada hana yang sedang tertidur.

“apakah kita harus membangunkan mereka?” tanya D.O.
“jangan, mereka kelihatan sangat lelah, lebih baik baringkan hana dan jieun di tempat tidurku, biar aku yang membereskan barang barang kalian” ujar suho

D.O. pun menggendong jieun ketempat tidur dan membaringkanya, baekhyun membenarkan posisi sehun dan chanyeol agar tubuh mereka lebih rileks, setelah itu suho, baekhyun dan D.O keluar dari kamar.

*aish ini kedua kalinya aku menggendong yeoja ini* ujar kai dalam hatinya.
kai melingkarkan tangannya ke leher dan kaki hana, lalu membawanya menuju tempat tidur,
kai ingin membaringkanya disebelah jieun, namun langkahnya terhenti saat tiba tiba kedua tangan hana memeluk leher kai dengan erat, kai terkejut dengan tindakan hana yang tiba tiba memeluknya.

“hajima… appa jangan tinggalkan aku lagi”
hana mengigau di sela tidurnya, rawut wajahnya terlihat ketakutan, dia pun mengerutkan kedua alisnya.
kai terdiam, dia binggung dengan apa yang harus dia lakukan, namun tanpa banyak berpikir lagi, kai mendekatkan tubuhnya pada hana, lalu memeluknya, mungkin cara ini bisa menenangkannya, pikir kai.

Selama beberapa saat, kai tetap dalam posisinya, memeluk hana dengan canggung
akhirnya hana merenggangkan peganganya dileher kai, setelah itu kai membaringkanya ditempat tidur, rawut wajahnya sudah kembali rileks.
“tahukah kau? kau benar benar yeoja yang merepotkan, sebelumnya aku tidak pernah mencoba memeluk yeoja manapun” kai menatap hana sebentar, entah apa yang dia pikirkan saat ini, setelah itu kai keluar dari kamar.

Hana POV

kubuka mataku perlahan, rasanya mataku begitu berat,
tapi aku tetap berusaha agar mataku terbuka setelah itu kuamati tempat ini,
aigooo aku tertidur dikamar suho oppa, kualihkan pandanganku kearah jam dinding,
waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku pun mulai panic lalu tiba tiba aku merasakan seseorang sedang memeluk pinggangku, segerah kualihkan pandanganku pada orang itu,
ternyata jieun, dia sedang tertidur pulas sambil memelukku.
“jieun-ah ireonaaa” aku mulai mengguncang tubuhnya
“hooaammmm hana-ah dimana kita?” tanya jieun sambil menggeliat geliatkan badannya
“kita tertidur dirumah suho oppa” ujarku “mwo?! Jam berapa sekarang?!” jieun panik dan langsung duduk ditempat tidur “aigoo sudah semalam ini?! Hana-ah aku akan bilang ke appaku kalau aku habis mengerjakan tugas bersamamu ya?? Jeballllllll” bujuk jieun sambil menggeluarkan aegyonya “arraso arraso, lebih baik kita cepat pulang sekarang” ujarku, jieun mengangguk, kami berdua pun turun dari tempat tidur.
“hana lihatlah!” jieun menunjuk kearah sehun dan chanyeol yang sedang tertidur
posisi mereka berdua benar benar lucu, dimana salah satu kaki sehun berada tepat di wajah chanyeol, hal itu membuat kami tertawa geli.
“kajja jieun-ah jangan sampai kita membanggunkan mereka” ujarku, kami pun menggambil tas milik kami dan keluar dari kamar itu.

Author POV

sesampainya diluar mereka langsung pergi menemui suho, mereka mendapati suho, baekhyun, D.O. dan kai sedang berada di ruang tengah.
“jieun-ah, hana-ah kalian sudah bangun” ucap suho, mereka berdua pun mengangguk
“oppa sepertinya kita harus segera kembali, ini sudah terlalu larut, lagi pula appanya jieun sudah mencarinya” ujar hana
“hari ini aku membawa mobil, biar aku antar kalian pulang” ujar D.O.
“jinjja?! Gomawo oppa!” ujar jieun, hana pun tersenyum lega

Setelah berpamitan hana, kai, D.O. dan jieun pun langsung masuk kedalam mobil D.O
“hana-ah terimakasih sudah membantu kami hari ini, sering seringlah main kesini, kau juga jieun” ujar suho “neeee” jawab hana dan jieun bersamaan, D.O. pun mulai menjalankan mobilnya “hati hati” sahut baekhyun.

akhirnya mereka sampai di depan rumah jieun
“gomawo oppadeul, hana-ah anyyeongg” mereka mengangguk,
setelah keluar dari mobil, jieun melambaikan tangan kearah mereka “hati hati” ujar jieun,
D.O. tersenyum dan melambaikan tanganya kearah jieun, setelah itu mereka melanjutkan perjalananya menuju rumah kai.

“ya D.O. barusan kau tersenyum dan melambai kearah yeoja itu, tidak biasanya kau melakukan hal seperti ini” ujar kai “jinjja?!” Tanya D.O. sedikit kaget
mendengar hal itu hana tersenyum diam diam *jieun-ah tidak percuma kau selalu mengamati mereka* ujar hana dalam hatinya.

setelah sampai, hana berterimakasih kepada D.O. karna telah mengantarnya pulang,
D.O. pun melanjutkan perjalanan menuju rumahnya,  setelah itu hana dan kai masuk kedalam.

————————————

Part 8: Terluka

Author POV

keesokan hari nya suho, kai, baekhyun, chanyeol, D.O, sehun, hana, dan jieun sedang menyantap makan siang mereka bersama di kantin.
Para yeoja di sekolah mulai membicarakan gossip kalau di antara mereka ada yang berkencan
karna dimana ada Exo disitu ada hana dan jieun,
sebagian murid senang mendengar hal itu, sebagian lagi iri dan kesal terhadap hana dan jieun
termaksud saerom.

“grrrr bi*ch please!! Aku benar benar benci mereka berdua!! ” teriak saerom
saerom dan kedua temanya sedang memperhatikan Exo dari kejauhan
“menurutmu siapa diantara mereka yang berkencan?” Tanya salah satu teman saerom
“mana ku tahu! Awas saja jika mereka berani mendekati kai dan sehun, mereka milikku! ” ancam saerom “arggg kenapa para kingka lebih memilih mereka dari pada kita! Jelas jelas kita lebih cantik, populer dan sexy!” ujar salah seorang teman saerom.
“tentu saja karna para bi*ch itu menggoda oppa kita duluan… haha sepertinya aku punya ide”
ujar saerom sambil menaikkan salah satu alisnya “apa apa?” Tanya temanya
“kita harus memberikan mereka pelajaran apalagi hana, yang sudah jelas jelas anak dari seorang koruptor” saerom tersenyum licik, begitu juga dengan kedua temanya.

Didalam kelas hana dan jieun sedang asik berbincang bincang dengan sehun dan chanyeol
karna seongsaenim belum datang ke kelas “yaaa sejak kapan kalian duduk di belakang kami? biasanya kalian berdua selalu duduk jauh di belakang” tanya hana kepada sehun dan chanyeol
“memang apa salahnya duduk bersama teman?” ujar sehun polos *teman* kata kata itu berdenggung di telinga hana *apakah itu artinya aku memiliki teman lagi selain jieun* tanyanya dalam hati “haha tentu saja kami sangat senang berteman bersama kalian, benarkan hana?” tanya jieun hana masih berada dalam pikiranya, entah kenapa hana merasa begitu senang “hana?” tanya jieun lagi “wah dia bisa tertidur dengan mata terbuka” ujar chanyeol sambil mengemut lollipopnya, sehun mengayunkan tanganya di depan wajah hana, karna tidak mendapat respon apapun dari hana, akhirnya sehun mencubit hidung hana
“aaak!” hana pun kembali dari alam sadarnya.
“hahaha” sehun chanyeol dan jieun tertawa terbahak bahak melihat ekspresi diwajah hana “yaaa! kenapa kalian tertawa?!” tanya hana sambil melipat kedua tanganya didepan dadanya
“hahaha aigooo hana, kau begitu lucu” sehun mencubit kedua pipi hana
“mworago?” hana bertanya dalam keadaan tangan sehun masih mencubit pipinya, dan hal itu membuat wajah hana terlihat benar benar lucu.
“puahahaha” mereka semua kembali tertawa, hana tidak bisa berkata apapun dan hanya mencibir.

mereka tidak tahu bahwa di kelas saerom dan teman temannya sedang memperhatikan mereka “lihatlah saerom, hana benar benar menggoda namja mu itu” ujar salah satu temanya, melihat hal itu saerom benar benar murka.
“hana kali ini kau benar benar habis” ujar saerom dengan ekspresinya yang licik.

————————————

sepulang sekolah hana bersama jieun, sehun, dan chanyeol berniat untuk makan topokki di tempat ahjumma langganan mereka, namun karna hana memiliki tugas piket hari ini, dia memutuskan untuk menyusul mereka saja.

di dalam kelas hana sudah mulai merapikan kelasnya, dan menyapu lantai
“krek!” terdengar suara pintu terkunci, hana langsung menoleh kearah suara itu, dia mendapati saerom dan teman temanya sedang melangkah ke mendekat kearahnya

“senang melihatmu lagi, anak koruptor” ujar saerom sambil memainkan kunci di tangan kanannya.
“mau apa lagi kau saerom?” tanya hana
“ya! apa yang kau lakukan sehingga sehun, dan yang lainya tergoda olehmu” sahut saerom sambil mulai mendorong hana.
“aku sama tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan saerom” jawab hana
“aish!!! kau pasti menggoda mereka kan!” teriak saerom
“menggoda? Itu lebih terdengar sepertimu, bukan aku” jawab hana tanpa rasa takut
“mwo?! pegang kedua tanganya” perintah saerom kepada kedua temanya, kedua temanya pun memegang tangan hana dengan sangat erat, dan saerom pun mulai memberikanya beberapa pukulan diwajah dan dibadan hana, saerom menjambak rambut hana dan membuat hana menatap dirinya.

“berjanjilah kau akan menjauhi mereka!” paksa saerom,
hana hanya terdiam “aish! berjanjilah atau aku tidak akan menghentikkan mimpi burukmu kali ini” saerom menjambak rambut hana, namun hana hanya diam

“katakan sesuatu bi*ch! jauhi mereka atau kali ini kau benar benar habis” ancam saerom.

hana berpikir, apakah yang harus dia lakukan agar dapat keluar dari tempat ini, keadaanya mulai melemah, cepat atau lambat dia pasti akan jatuh.
*memang apa salahnya duduk bersama teman?*
tiba tiba kalimat sehun terngiang di benak hana.

“SIREO!” tiba tiba hana mengeluarkan suaranya
“mwo?!” tanya saerom
“tidak! aku tidak akan pernah menjauhi mereka!” hana berkata dari lubuk hatinya,
selama ini hana selalu merasa kesepian apalagi sejak appanya di tahan, namun sejak kedatangan mereka, hidupnya menjadi lebih bewarna, dia tidak ingin melepaskan apa yang dia miliki sekarang, karna jika dia melakukan hal itu pasti dia akan sangat menyesal.
air matapun mulai berjatuhan di kedua pipi hana, bukan karna dia takut kepada saerom melainkan karna rasa takut kehilangan, ya… kehilangan teman temanya.

“kau baru saja mengatakan hal yang salah hana, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu, karna sebelumnya aku sudah memperingatkanmu” ujar saerom
saerom dan kedua temanya pun mulai memukuli, menendang, menginjak hana, kali ini dia benar benar habis.

————————————

“ya jieun mana hana? kenapa dia belum juga datang?” tanya sehun
“mollayo, dia tidak mengangkat telponku sama sekali” ujar jieun cemas
“haruskah kita menjemputnya saja?” tanya chanyeol “sepertinya kita harus kembali kesekolah, perasaanku tidak enak, karna biasanya hana selalu mengangkat telponku”
ujar jieun “kajja” sahut sehun, merekapun meninggalkan tempat itu dan kembali kesekolah.

disisi lain hana sedang terbaring lemah dibawah lantai kelasnya, saerom dan teman temanya
telah meninggalkan hana sendirian disana, terluka.

To be continue

Nantikan chapter 4 nya^^

 


Iklan

27 pemikiran pada “This L.O.V.E (Chapter 3)

  1. Waaah daebak thor,!!
    Tp,ap ngga ad momen hana-kai.nya??walaupun d chap” sblum.x ada tp pengen.x 1 chap it penuh dengan momen kai-hana
    Moga” d chap 4 ada,yach!;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s