My Ex-Boyfriend (Chapter 2)

Title : My Ex-Boyfriend ? [Chance 2] – NEED NEW CAST!!!!

Author : Cencenacp a.k.a Kim Myrna

Genre : Romance, Sad, comedy (?)

Rating : PG 15 +

Main Cast :

  • Choi Myrna (YOU)
  • Wu Yi Fan a.k.a Kris (EXO-M)
  • Byun Baekhyun (EXO-K)
  • Park Chanyeol (EXO-K)

Support Cast :

  • Choi Minho (Shinee)
  • Kim Nari (Author Kim_mus2. Pinjem nama yaa hehe)
  • Key-Jonghyun (Shinee), Oh Sehun (Exo-K), Lee Hyukjae (Suju)
  • Jessica , Hyoyeon (SNSD)

Note : Annyeong readers!!! Masih ingat dengan FF ini ? *readers: enggaaa* *buaghh* hehe Mian banget ya chingu kalo part yang kemarin itu kurang memuaskan T.T juga mianhaeee kalo part ini malah super kepanjangan hihi^^ Juga di sini anggep aja Minho jadi lebih tua dari Kris kekekekek~ ne?

MIANHAE KALO TELAT NGEPOST :(((((

Jangan lupa kasih comment ya chingu 😀 Pasti di bales kok.

GOOD READERS yang rajin komen, AYO KESINI ❤

SIDERS ? LEMPAR AJA KE EMPANG ! *ditendang*

~My Ex-Boyfiend~

-Kris POV-

“Kris, memulai semuanya dari awal itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Namja brengsek seperti mu pasti tidak akan tahan dan rasanya sangat amat menyiksa”

DEG !

Bagaimana jika seseorang yang kita sayang mengatakan hal seperti itu,di depan kita ? Sakitkah ? Itu pasti. Tetapi aku terima dia mengatakan hal seperti itu. Karena semua ini akulah yang memulainya. Ternyata rasanya seperti ini… memang begitu menyakitkan.

Sepertinya aku juga pernah mengatakan kata-kata itu.

“Kris! saranghae!”

“Itu menjijikan! bisakah kau berhenti menyukai ku?”

“Annio! Jeongmal saranghaeo! Aku akan terus mengejarmu dari 0 Kris. Meskipun itu membutuhkan perjuangan”

“Hah… memulai semuanya dari 0 itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Yeoja lemah dan cengeng seperti mu pasti tidak akan tahan”

“A-aku… aku tidak akan menyerah”

Masih kuingat kata-kata itu. Apa dia mengcopy paste semua perkataan ku ? sebegitu jahat kah aku padanya dulu ? Cih, sekarang aku begitu jijik kepada diri ku sendiri. Menyia-nyiakan yeoja yang mencintai ku begitu tulus.

“Aku tidak akan menyerah. Seperti kau dulu, aku pasti akan mendapatkan mu kembali.” kata ku sambil tersenyum miris. Ya, aku pasti akan mendapatkan Myrna kembali. Mianhaeyo…

“Bullshit!” katanya dingin dan langsung menarik pergi namja yang tadi menyambut ku dengan sangat ramah.

Sendiri. Tinggalah aku sendiri di meja ini.Hatiku begitu terasa hampa. Begitu menyakitkan. Aku jahat sekali ya ? Hukum karma masih berlaku. Kenapa aku menjadi selemah ini?

Sekarang keadaan menjadi terbalik 1800 . Belum pernah aku selemah ini terhadap seorang yeoja. Banyak sekali yeoja mengemis cinta kepada ku, tapi baru kali ini aku mengemis cinta dengan seorang yeoja yang dulu mengemis cinta dengan ku(dengan yeoja yang mengharapkan cintaku). DAMN!

Ya,jujur saja … soal mencium Yuri itu murni kemauan ku sendiri. layaknya lelaki lain, pasti aku pernah merasakan bosan dan nafsu . Dan saat itu aku… ah, memang terkesan jahat. Aku bosan dengan Myrna. Dulu dia yang mengejar-ngejar ku dan mengemis cinta kepada ku. Karena kasihan aku terima saja.

Masih ingat sekali caranya meminta putus dengan ku. Aku bingung mau bagaimana. Menyesal? Aku tak tau. Ini pertamakalinya aku diputuskan oleh seorang yeoja. Sampai saat kelulusan, aku melihat Myrna sedang tertawa lepas bersama sahabat barunya.  Ia terlihat sangat cantik saat tertawa seperti itu. Terlihat seperti tidak memiliki beban apa-apa. Padahal, aku bisa melihat kantung matanya yang sangat hitam dan matanya yang sangat sembab. Wajahnya terlihat sangat capek dan stress. Apalagi saat menatap ku, ia seperti ingin menangis.

Entah kenapa, melihat dia menatap ku seperti itu tiba-tiba saja dada ku menjadi sesak. Menyesal? sedih? kasihan? jahat? Aish, susah di jelaskan. Perlahan aku juga mulai merindukan senyuman nya. Ia selalu tertawa saat mendekati ku. Selalu tersenyum walaupun aku secara terang terangan mencercanya. Sejak saat itulah aku mulai menyadari… bahwa aku salah. Aku jahat sekali dengan nya. Aku… memang brengsek. Tak seharusnya aku seperti itu. Aku hanya mementingkan nafsu ku saja.

Ottokhae? Aku harus mendapatkan Myrna kembali. Karena dia memang seharusnya milik ku! Kris paboya! Kris bastard! Aku memang sialan!

“Ehem…” seseorang berdeham keras. Aku menoleh ke sumber suara. Ternyata seorang namja memakai topi yang menutupi sampai matanya.

“Ne?” respon ku dengan nada terkesan dingin.

Namja aneh itu membuka topinya. “Annyeong Kris! Lama tak jumpa…”

E-eh?

“M-minho hyung?” kata ku agak terbata.

“Bahasa Korea mu sekarang sudah fasih ya…” katanya sambil tersenyum.

“Hyung, kenapa ada di sini ?” tanya ku terkaget.

Minho hyung tersenyum kepada ku. Memang aku dan Minho hyung dulu sangat dekat. Sebelumnya ia pernah menjadi kapten basket , lalu saat ia lulus aku yang menggantikan nya. Perlu di garis bawahi, kalau Minho hyung adalah oppa kandung nya Myrna.

“Ini untuk mu…” katanya sambil menyodorkan sebuah kunci dengan gantungan bertuliskan ‘Minho Handsome’. Apa-apaan ini ? Minho hyung juga mengabaikan pertanyaan ku.

Aku menyerngitkan dahi ku tak mengerti.

“Tinggalah di kos-kosan ku. kau belum tau kan kalau aku membuka usaha kos-kosan? Ku berikan kau kamar VIP kesayangan ku. Di jamin sangat memuaskan dan untuk mu akan kuberikan harga special. Jarang sekali lho aku begini.” katanya sambil menyeringai.

Aku hanya terdiam sambil menatap Minho hyung aneh. Aku mencium sesuatu yang tak beres. Sungguh, aku tak mengerti.

“Ahh, c’mon Kris! kau pasti tau apa maksud ku …”

~oo~oo~oo~oo~

Di perjalanan pulang, Baekhyun dan Myrna masih terdiam karena kejadian tadi. Hanya terdengar suara gas dari motor sport milik Baekhyun.

“Apa yang tadi itu tidak terlalu kejam ?” tanya Baekhyun mulai melelehkan kecanggungan.

Myrna hanya diam. Bingung ingin menjawab apa. Benarkah yang tadi itu telalu kejam? Tapi lebih kejam mana dengan kelakuan Kris yang dulu ? ingin sekali Myrna menangis sekarang. Tapi ia malu. Malu menangisi namja yang telah menghancurkan nya. Malu harus menerima kenyataan kalau dia… masih cinta.

“A-anni…” jawab Myrna terbata-bata. Menahan agar tangisnya tak pecah.

Baekhyun menggelengkan kepalanya “kalau ingin menangis, menangis saja. Wajar saja seorang yeoja jadi-jadian seperti mu menunjukan sisi lemahnya. Tidak setiap saat kita harus berpura-pura kuat. Ada saatnya kita juga merasakan terjatuh.”

“Hiks… a-apa-k-ah aku ha-harus menangis ? aku tidak menangis! hiks… kau pabo!” ucap Myrna sambil terisak.

Baekhyun menaikkan sudut bibirnya. “Hah… Tapi sekarang pun kau sudah menangis pabo!”

BRUMMMM

Baekhyun mempercepat laju motornya. Saat itu juga Myrna langsung memeluk Baekhyun.

“Baekhyun ah…. Hiks…hiks…” tangis Myrna pun pecah.

Baekhyun hanya diam. Dia mengerti keadaan Myrna sekarang.

“KRISSS JAHAT ! PABOYA!HIKS…HIKS…”

“Padahal… Kau tak tau seberapa besarnya aku mencintai Kris … hiks…”

~oo~oo~oo~oo~

-Baekhyun POV-

Like a drama.

Ternyata Myrna tidak bohong kepada ku dan Chanyeol. By the way, kalau boleh jujur, mantan pacarnya Myrna si yeoja pabo itu boleh di katakan sangat di atas rata-rata. Selevelah sama Minho hyung.

Hum… alasan mengapa aku menerima ajakan Myrna buat kencan itu, ya sekedar hanya untuk coba-coba dan memanfaatkan suasana. Aku mau bikin panas Kim Nari yeoja yang sangat jinjja jeongmal aku cintai itu. Tapi sayangnya Nari selalu saja cuek kepada ku.

Oh iya, malam ini jadwalnya Chanyeol dan Myrna kencan. Ah, aku penasaran dengan gaya kencan nya Chanyeol. Diakan dulu saat SMA bisa di katakan, sangat playboy.

Tapi semenjak masuk kuliah dia mulai jarang mendekati para yeoja lagi. Bahkan mungkin ya, tak pernah. Katanya sih bosan. Aku mulai berfikir jangan-jangan dia… jatuh cinta dengan ku?

Aishhh! Soalnya aku kan yang selalu menemaninya dari awal masuk SMP sampai sekarang u,u AH! BAEKHYUN PABOYA! Aku masih normal!

Aku keluar dari kamar kos-kosan dan mendapati Key hyung, Jessica noona, dan Hyoyeon noona sudah ada di ruang TV sambil maskeran.

Ah, tiga orang itu. Tidak perlu di tanya. Key hyung itu namja yang berubah-ubah. Bisa menjadi sangat cantik dan sangat tampan di waktu yang bersamaan. Jessica noona, aishhh cantiknya seperti bidadari. Hyoyeon noona, ah noona yang satu ini kelewat baik.

Hanya saja tiga-tiganya itu sama-sama ‘GANAS’. Kalau mereka bertiga udah berantem… sungguh aku tak berani melihat. Dulu pernah sampai hampir tampar-tamparan. Tapi yang kena tamparan malah aku dan Chanyeol. Padahal niat kami ingin melerai. Saat aku juga ingin berniat ‘baik’ melerai Key hyung, aku malah terkena semprotan kata-kata nya yang super pedas dan tatapan death glare nya. Uh, pokoknya parah banget deh waktu itu.

Okay, lupakan soal itu. Sekarang aku ingin mencari Chanyeol. Dimana Chanyeol ?

“Ah, Baekhyun!! Come here…” panggil Jessica noona saat aku hendak masuk ke kamar Chanyeol.

Aku berjalan kearah Jessica nonna, Hyoyeon noona, dan Key hyung sedang bersantai.

“Ne? Ada apa noona?” tanya ku dengan nada yang sangat berhati-hati.

“Tolong ambilkan minum dong… hehe, air putih dingin aja. Jebal?” kata Jessica noona dengan nada memelas. Aish, sudah kuduga. Pasti seperti ini. Udah pernah di tampar, di suruh-suruh lagi! Tapi aku tidak berani menolak.

“Ne…” jawab ku pasrah.

“Eh! Aku sekalian dong… Baekhyun daebak!” kata Hyoyeon noona tiba-tiba.

Aku hanya mengangguk pasrah. “Key hyung mau sekalian ?” tawar ku pada Key hyung. Aku malas kalau harus mondar-mandir terus.

“Ah, tak usah. Gomawo” jawabnya dengan suara pelan.

Aku berjalan menuju arah dapur. Sebelumnya aku melihat 3 deret pintu kamar di bagian dekat kamar mandi dan dapur. Yang paling pojok kamarnya Minho hyung, pintu tengah kamarnya Myrna, dan kamar sebelahnya Myrna… kamar VIP yang di gembok dengan gembok emas itu belum ada pem– EH?! SUDAH TIDAK ADA GEMBOKNYA?!

“Baekhyun-ah! Ppalli!” teriak Jessica noona. Aish…

“Neee!” balas ku berteriak.

Beberapa menit kemudian, aku memberikan dua gelas berisi air dingin kepada Jessica noona dan Hyoyeon noona.

“Gomawo Baekhyun-ah…” ucap Sica noona dan Hyoyeon noona. Aku hanya mengangguk.

Tapi aku ingat tadi soal kamar VIP itu!

“Eh-eh noona! Noona tau gak kenapa gembok kamar VIP di buka?” tanya ku dengan penuh penasaran.

Sica noona terlihat berfikir sejenak. “Oh… itu. iya! tadi pagi ada pendatang baru. Namja tampan sekali. Namanya siapa gitu aku lupa… eh, Hyoyeon kau ingat namja yang tadi pagi bikin Krystal mimisan itu?”

Hyoyeon noona langsung tersenyum sumringah. “Ah! Namja tampan itu! namja super tinggi itu ya? Namanya kalau tidak salah… Wu… Ya..Yi ah aku lupa!”

“Wu Yi Fan maksud kalian ? cih, masih tampan aku…” sahut Key hyung dengan nada mencibir.

“NAH ! itu tuh! Iya itu tuh! Wu… siapa tadi? Wu Yi Fan itulah! Kau tidak akan percaya Baekhyun! Orang super tampan kayak dia mau ngekos di tempat kayak gini coba! Padahal tadi pagi aku lihat dia naik mobil Lamborghini! Sayang, wajahnya sombong banget. Kelihatan dingin gitudeh.” kata Jessica noona. Hyoyeon noona ngangguk-ngangguk setuju.

“Oh, Wu Yi Fan. Orang Chinese ya?” tanya ku.

Mereka bertiga mengangguk bersama.

“Setau ku dia dulu sempat tinggal di Daegu. Aku kenal dia kok… Soalnya dulu waktu ada pertandingan basket dia yang jadi kapten dari sekolah lain. Dia itu Chinese-Canadian. Dia lahir di China, tapi langsung pindah ke Canada. Balik lagi ke China waktu masih SMP kelas 2. And finally, Waktu SMA kelas 2 dia pindah ke Korea, Daegu.  Terus setelah lulus SMA dia balik lagi ke Canada. Denger-denger kuliah disana. Dan sekarang gak tau deh kenapa dia bisa ke Seoul. Katanya sih dia pindah kuliah di Gongnam. Dan satu lagi… sekarang dia putih hehe” jelas Key hyung. Wah, up to date banget Key hyung ini -__-

“Key hyung dari Daegu ?” tanya ku.

“Of course! Aku sudah kenal Minho dari dulu saat les dance waktu SMP. Makanya aku ngekos di sini di kasih diskonan hehehe” kata Key hyung sambil cengengesan.

Aish … Key hyung ini. Orang kaya kok hemat banget. Kuputuskan untuk pergi dari situ karena Jessica dan Hyoyeon noona sudah mulai ribut mengerubungi Key hyung karena tau informasi soal namja tampan itu.

Wu Yi Fan? Siapa itu? jarang sekali Minho hyung mau menerima anak kos lagi. Plus di kamar VIP kesayangan Minho hyung. Aish… aku jadi penasaran.

“Woy! Baekhyun!” panggil sebuah suara yang amat sangat aku kenal.

Aku menoleh ke sumber suara dan ….. CHANYEOL?!

OMO! Kenapa Chanyeol memakai baju formal seperti ingin ke acara penting gitu? Buat apa? bukankah malam ini jadwalnya dia kencan dengan Myrna?

“K-kau?”

“Jangan heran. Aku tampan kan? jangan-jangan kau naksir dengan ku.” kata Chanyeol dengan nada menggoda. Cuih, orang ini! jinjja!

“Yaaa! Pabo! Dandanan mu?” tanya ku dengan nada heran.

“Jiwa playboy ku keluar lagi yeobooo~ lagian ngencanin yeoja lesbi kayak Myrna kan kesempatan langka.” kata Chanyeol santai.

“Mwo?! Yeobo apaan! Aku masih waras gembel!” cerca ku.

Chanyeol tertawa terbahak-bahak.

Ia menarik ku keluar kos-kosan. “Lihat itu…” kata Chanyeol sambil menunjuk sebuah mobil audi RS TT bewarna putih. Wow, mobil begituan punya siapa ya?

“Mobil siapa tuh ? daebak” kata ku.

Ku lihat Chanyeol menepuk dadanya bagaikan orang dermawan sambil cengengesan. Tunggu… jangan bilang kalau mobil itu punya…

“Punya ku dong!” kata Chanyeol dengan nada sombong.

WHATTTT ?!

“Chanyeol! Chanyeol mana?!” teriak suara cempreng seorang yeoja. Ku tebak itu Myrna!

“CHANYEOL!!! Kenapa aku harus memakai baju kayak gin– AAA CHANYEOL! KAU BENAR CHANYEOL?!” teriak Myrna terkejut dengan penampilan Chanyeol.

Aishhh!! Jinjja!!! Kenapa Chanyeol yang biasanya gembel gitu bisa berubah 1800 gini?!

“Sudah siap? kajja!” kata Chanyeol sambil menggandeng Myrna.

Hah! Apa-apaan tuh si Chanyeol ! Jiwa playboy nya udah mulai keluar nih. Bahaya! Juga kenapa Myrna tumben pake baju feminism gitu?!

“Heh! Chanyeol! Jangan bilang kalo kita pake baju kayak gini tapi berangat naik motor butut mu itu!” kata Myrna penuh dengan penekanan.

“Annio… kita naik itu.” kata Chanyeol sambil menunjuk mobil audi RS TT warna putih tadi.

“MWO?! JINJJA?! Kau habis membobol bank huh?!”

Aku satu pemikiran dengan Myrna.

“kapan-kapan saja aku ceritakan. Kajja kita berangkat. Aku sudah memesan tempat khusus.” kata Chanyeol dengan nada (sok) halus. Oh, bahkan aku berfikir nada suaranya menjadi genit.

Chanyeol menarik paksa Myrna. Aku hanya speechless melihat perubahan Chanyeol.

Careless… Careless

Shoot Anonymous… Anonymous…

Heartless… Mindless… No one, who care about me…

Nada dering pesan masuk ku berbunyi. Ku buka pesan masuk itu dan… ternyata dari Chanyeol.

From : Chanyeol Paboya~

Yeobooo~ jangan kaget ya. Jangan-jangan kau lupa aku yang dulu.

DEG! Aku sekarang ingat! Aishhh, Chanyeol!

To : Chanyeol Paboya~

Sombong kau! By the way… hati-hati dengan mantan nya Myrna. Dia berbeda jauh dengan mu. Aku memperingatkan saja. Karena aku sayang pada mu. (peringatan : jangan GR! Aku masih waras!)

Beberapa menit kemudia aku mendapatkan balasan dari Chanyeol.

From : Chanyeol Paboya~

Ne yeobooo~ gomawo peringatannya.

~oo~oo~oo~oo~

2nd Date with Chanyeol

“Chanyeol… kau yakin kita mau makan di restoran ini?” tanya Myrna kagum.

Chanyeol tersenyum bangga “Ne baby~”

Myrna sontak memasang wajah jijik, “ih! Sejak kapan kau jadi genit gini? Bubar ah bubar kalo gini!”

“Ne! Ne! aku kan hanya mencoba untuk romantis! Kenapa yeoja lesbi seperti mu susah sekali sih buat di romantisin!” protes Chanyeol.

“Emang aku begitu pabo! Kita pindah tempat! Aku kan yang ngajak kamu kencan. Jangan-jangan nanti aku yang bayar semua tagihan makanan ! kita makan di tempat murah aja… apa kamu gak kasihan sama aku?” kata Myrna sambil memelas.

Saat itu juga Chanyeol merangkul mesra pundak Myrna.

“Jangan khawatir. Aku sudah memesan tempat khusus. Aku yang bayarin semuanya…” kata Chanyeol sambil tersenyum bangga.

Myrna menatap Chanyeol dengan tatapan super aneh. Ia tak menyangka kenapa namja paling kere di kos-kosan oppanya bisa mendadak berubah bagaikan jungkir balik roll like buffalo (?) seperti ini. Err –harus ia akui bahwa Chanyeol versi ‘classic’ ini amat sangat jinjja jeongmal tampan sekali.

Setelah duduk di tempat pesanan Chanyeol, Myrna hanya diam. Ia masih shock.

“Aku tampan sekali ya?” tanya Chanyeol dengan cengiran anehnya.

Myrna langsung mendelik kaget. Tapi ia tidak bisa bohong juga kalau memang Chanyeol yang ‘ini’ sangat tampan, “Terserah apa saja pendapat mu tentang diri mu sendiri.”

“haha… harus kuakui kau malam ini juga sangat cantik.”

BLUSHHHHHH~ pipi Myrna merona.

“Aish… kau jangan bercanda.” Kata Myrna sambil salah tingkah.

Chanyeol menatap Myrna dengan tatapan penuh arti.

DEG! Myrna menundukkan wajahnya dan berpura-pura memainkan handphone. Padahal jantungnya sekarang sudah terasa ingin copot. Detakan jantungnya seperti tak terkendali.

Tak di sangka, Chanyeol menyunggingkan seulas senyum yang berbeda dari biasanya. Kalau biasanya Chanyeol tersenyum seperti orang gila, meremehkan, gembel, atau terlalu over, tapi kali ini sangat berbeda. Senyuman nya… terkesan, tulus and…. Sexy ?

Myrna sekilas melirik Chanyeol. Tapi ternyata Chanyeol masih menunjukan senyuman yang berbeda itu sambil menatap Myrna secara intens. Membuat Myrna menjadi sedikit panas, malu, aneh, dan tak nyaman.

“Ya! Jangan melihat ku seperti itu! Jangan tersenyum seperti itu! itu benar-benar tak menggoda! Parah! Jelek!” bentak Myrna ke Chanyeol. Dia benar-benar tak nyaman dengan perilaku aneh Chanyeol.

Senyuman Chanyeol pudar begitu saja. “Aku seperti ini hanya ingin mengetes mu saja. tenyata benar. Kau tidak normal.”

“Mwo!! Aku yeoja normal kok! kau saja yang tak normal! Idiot! Sinting!”

“Ish, padahal tadi saat aku bilang kau cantik sekali itu tulus loh. Dasar yeoja jadi-jadian! Tak normal! Aneh! Kalau normal kau pasti akan tertarik pada ku! Biasanya yeoja yang ku perlihatkan senyuman maut ku pasti akan langsung luluh. Sedangkan kau? Malah ngata-ngatain aku! Dasar abnormal!” balas Chanyeol.

“YA! Aku sudah mau memakai gaun seperempat jadi pemberian mu ini. Aish!! Jinjja! Bahkan sekarang aku merasa telanjang memakai gaun ini ! Juga aku mau memakai High heels super licin ini. Bagaimana kalau aku kepleset?! kau mau tanggung jawab huh?! aku sekarang seutuhnya menjadi feminism. Berarti aku normal dong!” kata Myrna panjang lebar karena mulai kesal dengan Chanyeol. Ia berfikir malah lebih baik berkencan dengan Baekhyun.

Chanyeol tertawa meremehkan Myrna. “Haha! Itu nasib mu pabo! Kalau mau sekalian telanjang ya telanjang saja. Aku orang pertama yang sukarela melihat mu telanjang” kata Chanyeol sambil cengengesan.

Myrna mendelik kesal dengan kata-kata Chanyeol. “Kalau kau kepleset ya tinggal aku tangkap. Terus aku kisseu deh~” lanjut Chanyeol yang semakin lama semakin ngawur.

“KYAAA!! Dasar yadong!!” teriak Myrna ke Chanyeol.

“Sssttt! Suara mu di pelanin dikit bisa? untung saja aku memesan tempat khusus! Kalau tidak pasti udah malu-maluin banget!” kata Chanyeol sambil memasang wajah kesal.

Myrna hanya mencibir perkataan Chanyeol.

Beberapa menit kemudian, pelayan membawakan beberapa makanan. Ada spageti, 2 Steak, dan Soup. Minumannya pun Greentea Latte dan Chocolate shake. Myrna menyerngitkan dahinya tak mengerti. Kenapa semua makanan kesukaan nya sudah di pesan? padahal ia saja belum memesan makanan.

“Aku yang memesan semuanya…” kata Chanyeol seolah-olah tau apa yang dipikirkan Myrna.

Myrna gelagapan salah tingkah. “Ba-bagaimana kau tau kalau makanan kesukaan ku Spageti dan Steak? plus juga minumannya Greentea Latte? kau naksir dengan ku hah? sampai hafal semua makanan yang aku sukai?”

“Cuih! Ngapain aku suka sama yeoja abnormal seperti mu! Aku tau semuanya dari Sehun!” jawab Chanyeol sambil memasang wajah tak terima.

“Hah?! Oh Sehun itu?! Bagaimana bisa dia tau aku suka sama makanan ini?” tanya Myrna dengan nada curiga.

“Mollayo…” jawab Chanyeol singkat.

Setelah mereka terdiam. Saling menikmati makanan masing-masing. Myrna sedikit bersyukur karena tidak ada orang yang mengganggu kencan nya malam ini. Di tambah syukur-syukur dia bisa menikmati makan malamnya. Tidak seperti kemarin.

“Myrna…” panggil Chanyeol dengan suara yang sangat halus.

Myrna langsung menoleh kearah Chanyeol. “Ne?” jawab Myrna cuek.

Chanyeol merasa risih dengan cara makan Myrna. Sungguh tak terpelajar dan belepotan kemana-mana.

Tanpa babibu Chanyeol langsung memegang dagu Myrna.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” teriak Myrna panic.

Chanyeol tidak memperdulikan teriakan Myrna. Jemarinya mengusap-usap sudut bibir Myrna. Membersihkan sisa makanan yang ada di sudut bibirnya dengan sangat lembut. Membuat Myrna salah tingkah.

“Tata cara yeoja yang benar itu makan dengan pelan. Tidak belepotan seperti ini. Benarkan kata ku kalau kau bukan yeoja tulen. Kau juga galak. Kau itu sebenarnya baik sekali dan cantik, tapi kau sangat jorok. Makanya tak ada namja yang ingin bersama mu. sayang kan kalau udah baik, cantik tapi gak ada yang mau… ” Omel Chanyeol yang tak sadar kata-katanya yang begitu perhatian.

Myrna hanya terdiam. Mendadak jantungnya berdetak begitu cepat. Sungguh tak normal.

‘ada apa dengan Chanyeol?’

“Nah, beginikan rapih. Tidak belepotan seperti tadi…” kata Chanyeol dengan nada begitu lembut.

DEG!

Kini mata mereka berdua saling bertemu. Mendadak atmosfer di sekitar mereka menjadi hangat. Chanyeol pun tak mengerti kenapa jantungnya mendadak berdetak begitu kencang.

Mereka hanya diam. Saling menatap. Tidak ada niat sekalipun untuk memalingkan pandangan. Seolah-olah sudah tersihir dengan tatapan masing-masing. Dan entah, setan apa yang merasuki Chanyeol… perlahan-lahan Chanyeol mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Myrna.

10 cm… 5 cm… 1 cm…

Chu~

BUAGHHHH!!!

Chanyeol terpental beberapa meter dari tempatnya tadi. Pipinya terasa begitu nyeri. Sudut bibirnya mengeluarkan darah.

“JANGAN PERNAH KAU SENTUH YEOJA KU!” bentak seorang namja dengan sangat geram.

Chanyeol masih memegangi pipinya yang lebam akibat bogem namja tak dikenali itu. Namja itu mendekat dan hendak menghajar Chanyeol lagi. Tapi…

“YA! KRIS! KENAPA KAU ADA DI SINI HUH?!” bentak Myrna sambil memegangi tangan namja yang tak lain adalah –Kris.

Kris menoleh kearah Myrna. Hatinya sekarang begitu campur aduk. Cemburu, marah, sebal,benci,sakit hati. Tapi Kris sadar, ia belajar dari pengalaman nya dulu. Myrna juga pernah merasakan ini. Bahkan lebih parah dari ini. Sekarang dia sangat mengerti bagaimana rasanya melihat seseorang yang kita ‘cintai’ berciuman dengan orang lain di depan mata kepala kita secara langsung.

“A-aku ingin mengawasi mu…” kata Kris dengan suara yang melemah.

Myrna mengepalkan tangannya. Ia ingin sekali menampar atau memukul namja di hadapan nya ini sekarang juga. Tapi tak bisa. Rasanya, seolah olah jika ia menyakiti namja di hadapan nya ini, ia juga akan ikut tersakiti.

“Hey kau! Jangan seenaknya bilang itu yeoja mu! Memangnya apa hak mu huh? Kau bukan namjachingunya kan?” teriak Chanyeol ke Kris sambil menyeringai. Sebenarnya ia tak mau membuka argumentasi. Tapi karena sebal pipi mulusnya di pukul, ia memberanikan diri untuk melawan.

Kris langsung menoleh kearah Chanyeol. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan benci. Chanyeol awalnya memang agak ngeri melihatnya. Tapi sekuat tenaga ia memberanikan diri untuk tak takut.

Chanyeol berdiri dan berhadapan dengan Kris. “MWO? Tak bisa menjawab? Kau siapanya huh? Apa kau ‘MANTAN’ nya Myrna yang berselingkuh itu? bagaimana ceritanya? Oh! Yang ketahuan berciuman dengan mantan sahabatnya itu ya?”

Suasana semakin memanas. Emosi Kris benar-benar memuncak. Memang yang di katakan Chanyeol itu 100% benar. Kris ingin melayangkan pukulannya lagi. Tapi dengan cekatan Chanyeol menahan tangan milik Kris.

“Siapa namamu? Kita belum berkenalan. Annyeong, namaku Park Chanyeol. Sepertinya aku akan menjadi ‘CALON’ namjachingu nya Myrna yang baru. Dan aku memang lebih pantas dengan nya. Aku tidak mungkin tega bermain api di belakangnya…” kata Chanyeol penuh dengan penekanan dan sindiran. Sebenarnya, dia sendiri juga tak tau kenapa bisa berbicara seperti itu. Terasa seperti mulutnya berbicara sendiri tanpa mendengarkan perintah dari otaknya.

Di sisi lain Myrna hanya bisa menatap dua namja berbadan jangkung dihadapannya. Kepalanya pusing, keringat dingin terus membanjiri pelipisnya. Ia tak bisa mencerna kata-kata yang di katakan Chanyeol pada Kris. Yang dia tau, dia harus keluar dari suasana yang tak mengenakan ini.

Tidak memperdulikan suasana, Myrna langsung berlari meninggalkan kedua namja jangkung yang saling menatap benci itu.

Pikirannya campur aduk.

Berterimakasih kepada Chanyeol karena sudah menjalankan aktingnya dengan baik. Tapi di sisi lain Myrna tak suka dengan caranya berakting. Sama saja membuka goresan lama yang ada di hati Myrna.

Senang Kris datang karena ingin mengawasinya. Tapi juga benci saat mengingat bagaimana masalalu yang sangat menyakitkan itu.

“Myrna!! Myrna!!” panggil suara dua namja yang membuat pikirannya campur aduk.

Myrna mempercepat larinya. Apapun yang terjadi ia tidak boleh terkejar.

Karena untuk saat ini, ia ingin sendiri.

~oo~oo~oo~oo~

Keesokan harinya …

Begitu bangun Myrna langsung menatap pantulan wajahnya di kaca meja riasnya.

Aku… Jelek sekali!!!

Muka kusut, mata sembab yang sudah tak bisa disebut bengkak karna mungkin lebih dari sekedar bengkak, dan rambut berantakan. Myrna menatap sekeliling kamarnya, berantakan..sangat berantakan .. disekeliling kamarnya berserakan baju nya tadi malam yang sudah tak berbentuk itu karena telah ia sobek-sobek.

“Aish! Aku sungguh hancur! Kemarin malam adalah malam paling sial seumur hidup!” kata Myrna pada dirinya sendiri.

Myrna berjalan menuju kamar mandi di kamarnya. Saat ingin mencuci wajahnya, air keran mendadak mati. Terpaksa ia keluar kamar sambil menutupi wajahnya menuju kamar mandi umum dekat dapur.

Tenggorokan nya terasa begitu kering. Sebelum ia ke kamar mandi umum, Myrna mengambil segelas air putih di dapur. Ia meneguk air itu sangat cepat. Terlihat jelas bahwa ia sangat kehausan.

Setelah menaruh gelas yang isinya sudah habis itu, Myrna mengingat sesuatu. Perlahan, Myrna menyentuh bibirnya sendiri.

“Kemarin malam…Chanyeol mengkisseu ku? Aish! Kenapa harus Chanyeol?!” gerutunya kesal. Ia tak menyangka tadi malam Chanyeol dapat berbuat jauh seperti itu.

Myrna mengacak-acak rambutnya frustasi sambil berjalan menuju kamar mandi.

Di depan kamar mandi, Myrna terus menggerutu sebal. Tentang kebodohannya, tentang sialnya dia bertemu dengan Kris lagi, tentang menyebalkan nya acara ngedatenya. Juga tentang, betapa jeleknya dia pagi hari ini. Matanya begitu sembab dan bengkaknya sangat besar.

Ceklek,

Pintu kamar mandi terbuka.

“Ah, sudah selesai. Cepat gantian de…nga..n.. ku…eh –MWOYAAA?!” kata Myrna tersentak kaget saat melihat namja di hadapan nya.

Seorang namja berbadan jangkung dengan wajah yang sangat di atas rata-rata ketampanan keluar dari kamar mandi dalam keadaan setengah telanjang sambil mengacak-acak rambut basahnya dengan handuk kecil.

Rasanya begitu berat untuk menelan ludahnya sendiri saat memperhatikan namja itu –Kris dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Memang, perutnya tidak sesispek perut oppanya. Tapi, entahlah. Ada sesuatu yang aneh saat memandangnya seperti itu. Pikiran-pikiran kotor terus menyerang otak Myrna. Sekali lagi, Myrna berusaha menelan ludahnya sendiri.

Kris

Setengah

Telanjang

Aduhhh! Wae? Wae Kris begitu tampan? Badannya yang tinggi, seksi, muka kelewat tampan, bibirnya~ ahhhh bibirnya~ give me him lips pleaseee… Kris cuman memakai handuk buat nutupin itu. Ya Ampun! Myrna! Myrna! Sadarlah! Dia tampan~ kenapa kau galak sekali dengannya? Rambutnya yang basah itu aaa–

“Annyeong Myrna! Selamat pagi.” Sapa Kris dengan suara yang lembut.

Jederrr~

Bagaikan di sambar petir Myrna langsung tersentak kaget. Dia berusaha membuang jauh pikiran yang hampir sampai ke step yadong stadium 4.

Saat itu juga Myrna sadar, kalau wajahnya saat ini layak untuk di bilang monster dengan mata bengkak. Cepat-cepat Myrna menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“KYAA! Apa yang kau lakukan di sini?! Kenapa kau bisa ada di sini huh?! Dasar penguntit! Cepat pergi dari sini! Dasar penghancur! Kencan ku tadi malam hancur karena namja brengsek seperti mu!” bentak Myrna mengusir Kris.

Kris hanya tersenyum kecil mendengar bentakan Myrna. Sedetik kemudian Kris langsung merekuh pinggang milik Myrna. Merapatkan badan nya dengan badan Myrna.

“Kyaa!! Apa yang akan kau lakukan!!” teriak Myrna masih menutupi wajahnya. Myrna begitu gugup dengan perlakuan Kris yang main seronoh.

“Kenapa kau menutupi wajah mu?” tanya Kris tepat di telinga Myrna. Membuat Myrna kegelian dan dapat merasakan setiap hembusan nafas Kris di telinganya.

Myrna merasakan Jantungnya berdetak begitu cepat. Seperti jantungnya memaksa untuk keluar saat ini juga. Bahkan lebih cepat dari yang ia rasakan saat bersama Chanyeol dan Baekhyun.

“Bukan urusan mu!” jawab Myrna ketus. “Cepat lepaskan aku!” lanjut Myrna dengan nada dingin.

“Annio. Aku baru ingin melepaskan mu kalau kau memukuli dada ku.” kata Kris sembari menggoda Myrna.

“Aishhh! Jinjja! Shireo! Aku tak mau!” bentak Myrna.

Kris terkekeh pelan. “Kalau kau tidak mau, berarti kita akan berpelukan seperti ini terus.” Kata Kris dengan nada rendah yang terdengar sangat… sexy?

“AKHHHH!!!” teriak Myrna frustasi. Akhirnya ia berhenti menutupi wajahnya dan mulai memukuli dada Kris. “Cepat lepaskan aku! Aku membenci mu! lepaskan aku!” teriak Myrna kesal.

Kris memperhatikan wajah  Myrna. Kris menyadari keganjalan itu. Kedua mata milik ‘yeoja-nya’ itu bengkak. Sangat bengkak.

“Mata mu bengkak?” tanya Kris khawatir.

Myrna menghentikan pukulan nya. Lalu memejamkan matanya karena malu ada yang menyadari matanya yang super bengkak.

“Sudah tau nanya! Dasar brengsek! Cepat lepaskan aku! Namja penghancur! Namja playboy!” teriak Myrna penuh emosi.

Kris menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. Ia sudah ‘lumayan’ kebal menghadapi yeoja di hadapannya itu. “Tak usah malu. Mau di apakan saja, bagi ku kau tetap cantik.” Kata Kris tulus.

“Cih dasar namja hidung bel–”

Cup~

Myrna langsung membuka matanya lebar. Ia sangat kaget dengan perlakuan Kris. Kris secara tiba-tiba mencium kelopak mata sebelah kanan milik Myrna.

“YAAA!!! APA YANG KA–”

Cup~

Kris gantian mencium kelopak mata sebelah kiri milik Myrna.

“YAAA!!! KAUUU!!!!”

Cup~

Kris beralih mencium hidung milik Myrna.

“MWOYA?! KYAAA DASAR NAMJA MES–”

Ibu jari milik Kris dengan pelan mengusap-usap bibir mungil milik Myrna. Membuat Myrna terdiam tak tau apa yang harus ia lakukan. Jantungnya pun sudah berdetak sangat cepat.

Perlahan, Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Myrna. Jarak wajah mereka hanya 5 cm saja. Myrna hanya bisa diam saat menatap Kris dari jarak sedekat ini.

CHU~

Kris langsung merengkuh wajah mungil Myrna. Melumat bibirnya pelan. Myrna hanya bisa diam karena dia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ingin sekali ia mendorong namja di hadapannya, tapi di sisi lain seolah-olah setengah dari hatinya sangat menikmati keadaan seperti ini.

“stttt!! Mwoya?” bisik sebuah suara berat. Myrna secara reflex mendorong Kris hinggal terpental beberapa centi darinya karena mendengar suara bisikan itu.

“YA! Minho ya! Aish! kau ini menghancurkan pemandangan!” bisik sebuah suara lainnya.

Myrna menoleh ke  sumber suara dan langsung mendelik kaget saat melihat pemandangan di hadapannya. Oppanya –Choi Minho dengan santainya menggaruk-garuk kepalanya sambil cengengesan. Sedangkan di belakang oppanya sudah siap siaga berbondong-bondong penghuni kos-kosan yang masih lengkap menggunakan piama mereka masing-masing sedang bersembunyi di balik tembok, di balik pintu, di balik sofa, dan di balik badan oppanya.

“E-eh… Annyeong Myrna… hehe” sapa beberapa anak kos-kosan sambil cengengesan –Kim Jonghyun dan Lee Hyukjae.

“KYAAA!!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI?!!!! CEPAT PERGI SEMUAAAA!!!” teriak Myrna murka kepada semua anak kos-kosan. Langsung saja semuanya lari kembali ke kamar masing-masing.

Yang tersisa hanya Minho, Myrna, dan Kris yang masih setengah telanjang.

Minho mulai menyadari aura adiknya yang sudah mulai menjadi kelam. Minho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Ehem… itu, Kris, lebih baik kau menggunakan pakaian lengkap mu dulu deh. Hehe” kata Minho pelan dan kalem ke Kris.

Myrna menatap geram Minho.

“YAAA!!! OPPAAA!!! KENAPA MANUSIA BRENGSEK INI ADA DI SINI?!!!!!!”

.

TBC

~oo~oo~oo~oo~

HUAAA! Fyuhhh *ngelapkeringet* Akhirnya part ini selesai jugaaa~

Aduhhh Mianhae ya chingu kalau aku telat ngepost. Juga Mianhae banget tulisannya malah semakin berantakan PENUH TYPO~ dan alurnya kecepetan. Aku sempet stuck ngelanjutin FF ini gara gara lagi pusing mikirin tes yang bejibun banyaknyaaa T.T Lama-lama FF ini malah jadi kayak drama gak jadi -_______-

Ehem, soal NEED NEW CAST…

Jadi, aku lagi membutuhkan cast baru. Aku membutuhkan 1 atau 2 new cast dulu hehe Ya, mungkin belom aku masukin buat part 3nya. Tapi, PASTI aku masukin part kedepannya. Kalau berminat, isi data ini ya :

Nama Korea :

Nama Asli :

Nama Chinese :

Alasan Kenapa Mau jadi bagian dari FF ini?

Okayyy? Tapi kalau mau jadi cast ini, kalian harus terima jadi peran apa aja. Peran antagonis, tritagonis, antagonis, atau orang lewat doang harus terima. Gak ada protes-protesan ne? hehehe <<< author macam apa ini? -____-

Aku milihnya secara RANDOM! Gak cepet-cepetan. SECARA ACAK! Aku membaca data kalian dalam keadaan mabok kok *plakk* huahahaha jadi tidak terdugaaa *eaaa* *jengjengjengjeng*

Sebenernya aku bikin kayak gini buat jaga-jaga aja. Kan aku rencananya mau hiatus beberapa minggu. Nah, aku bikin sayembara (?) seperti ini supaya bisa lebih tenang buat kedepannya. Tinggal nyolong (?) salah satu nama dari kalian huehehehehe

So, kalau ada salah satu dari nama kalian aku (author Cencenacp/Kim Myrna) pakai buat jadi main cast selain FF ini… Mianhae yaaa~ soalnya aku anaknya buntu nama. Mosok apa-apa FF ku main cast nya Kim Myrna terus? Ah, bosen! *plakk* huahahaha

Sekian deh dari aku…

Don’t Forget Give me Sedekah (re: comment) PLEASEEE?!

Huehehehehehee Gomawo semuanyaaaa :*

 

Iklan

225 pemikiran pada “My Ex-Boyfriend (Chapter 2)

  1. aku suka ff ini thor, seru .
    tapi omongannya myrna apa gak sedikit kasar thor ?
    oh ya, ngomongin soal new cast, aku ada nih, hehe . .
    nama korea : Oh Nara
    nama asli : Rahmadina
    Nama China : Xi Feng Yuan
    alasan aku yaa *ehem* aku pengennya sih jadi kekasihnya Minho oppa . . hehehehe 😀
    *plakkk
    ya udah deh thor, itu aja , ceritanya debak ^^

  2. Nama Korea : Park Hyeonbi
    Nama Asli : Nabila Harnum
    Nama Chinese : Xia Ji
    Alasan Kenapa Mau jadi bagian dari
    FF ini? Pengen aja, apalagi kalau jadi yeoja yang jatuh cinta sama Kris dan menghalangi Kris dan Myrna

Tinggalkan Balasan ke ohnamyeon01 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s