Favourite Girl (Chapter 3)

Author : Lim Soo Hyun, Park Ra Young

Main Cast :

  • Lim Soo Hyun as You
  • Kim Jongin as Kai
  • Oh Sehun as Sehun
  • Park Chanyeol as Chanyeol

Other Cast : You can find it by yourself

Disclaimer : Author menciptakan cerita ini murni dari inspirasi Author sendiri. Jika ada kesamaan tokoh, tempat maupun alur maka itu hanya kebetulan semata.

~Happy Reading~

 

“Ini, silahkan diminum, Soo Hyun..”

Terdengar suara yang sempat membuat Soo Hyun kaget.

“Nde, gamsahamnida” ujar Soo Hyun yang masih dengan ekspresi kagetnya dan berjalan menuju sofa yang berada tak jauh darinya.

“Jadi, apa kau betah tinggal di Seoul?” tanya wanita itu.

“Sejauh ini iya.. Apalagi dengan suasana kota nya yang selalu ramai” jawab Soo Hyun sambil mengambil secangkir teh yang disuguhkan oleh wanita tadi

“Emm.. Soo Hyun, bagaimana jika kau makan malam bersama kami? Kau tentu saja kesepian jika makan malam dirumahmu”

Ya, Soo Hyun tinggal sendirian di Seoul. Kedua orang tuanya masih tetap tinggal di Busan. Mereka menyuruh Soo Hyun pindah ke Seoul karena laki-laki yang akan dijodohkan dengannya tinggal disana. Sekalian hidup mandiri katanya..

“Ani, tidak perlu. Aku sudah mulai terbiasa makan malam sendiri. Lagipula aku tidak ingin merepotkan keluargamu ahjumma..”

“Tak apa Soo Hyun, aku tak merasa direpotkan. Lapgipula ada hal penting yang harus kita bicarakan dan hal tersebut bersangkutan denganmu”

“hal yang berangkutan denganku? Memangnya selama ini ada hubungan apa aku dengan ahjumma ini?” batin Soo Hyun sambil mengetuk-ngetuk secangkir teh yang ia pegang.

“Jadi bagaimana Soo Hyun, apa kau mau makan malam bersama kami?”

“Hmm.. Baiklah jika itu tidak merepotkamu ahjumma”

“kalau begitu kau bersiap-siaplah, jam 7 aku akan menjemputmu dirumah”

“Apakah itu tidak merepotkan? Lebih baik, biar aku saja yang datang kerumah ahjumma”

“tidak apa-apa Soo Hyun..” jawab nyonya Oh sambil mengeluarkan senyuman ramahnya.

“Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu. Terima kasih atas tawarannya”

“Ne, sama-sama Soo Hyun. Terima kasih juga karena mau menerima tawaran makan malam bersama kami”

Soo Hyun berpamitan dengan nyonya Oh sambil memberi senyum simpul dan membungkuk setengah badan.

**

Soo Hyun POV

18.55 KST

Dress selutut berwarna biru muda, high heels berwarna putih, tas yang memiliki warna senada dengan sepatuku, dan rambutku yang kuurai. Ya semua persiapanku sudah selesai. Tinggal lima menit lagi nyonya Oh dan keluarganya akan menjemputku.

TiN TIN

Suara klakson tersebut mengalihkan pandangan sekitarku. Aku melihat seorang wanita keluar dari mobil terebut. wanita tersebut tak lain adalah ahjumma yang mengajakku makan malam.

“Soo Hyun apa kau sudah siap?”

“ Tentu saja ahjumma..” aku berjalan menuju mobil sambil merapihkan rambutku yang terkena angin malam. Sebelum aku masuk kedalam mobil aku membeikan salam terlebih dahulu kepada keluarga Oh.

“Annyeonghaseyo ahjussi, Sehun” aku membungkuk sambil memberikan senyuman. Keluarga Oh sangat ramah, terkecuali Kai. Dia hanya memberikan tatapan datarnya.

Restaurant 19.42 KST

“Soo Hyun, begini.. sepertinya ahjumma harus mengatakan hal ini sekarang juga. Sepertinya lebih cepat lebih baik” ujar nyonya Oh memecahkan keheningan saat kami sedang melahap santapa yang sudah kami pesan

“tentu saja ahjumma. Tidak apa-apa..”

“Hmm.. baiklah, kau pasti sudah tahu bukan dengan rencana appa mu yang mengirimu kesini untuk dijodohkan?”

Aku yang sedari tadi mengunyah makananku seketika berhenti secara otomatis setelah mendengar perkataannya. Tunggu, wanita ini mengetahui hal itu? bagaimana bisa?

“Ne..” dan itulah yang bisa ku jawab

“sebenarnya, aku adalah teman appamu Soo Hyun..” ujar seorang pria paruh baya yang tak lain adalah suami dari nyonya Oh

“dan laki-laki yang akan dijodohkan denganmu adalah Sehun, anak kami” lanjut nyonya Oh dengan santainya

“Uhukk!” Aku tersedak mendengar perkataan nyonya Oh. Tapi bukan aku saja yang tersedak, Sehun juga.

“Emm.. Sepertinya aku harus ke toilet sebentar.. permisi”

Author POV

“Eomma, apa kau yakin dengan perkataanmu barusan? Aku hanya mengenal nya satu kali dan sekarang eomma bilang akan menjodohkanku dengannya?” Sehun menatap mata eommanya penuh tanya. Bukannya ia tak menerima perjodohan ini, tapi ia tak menyangka bahwa eomma nya akan melakukan hal yang menurut Sehun “gila”. Tapi tak dapat dipungkiri, sejujurnya Sehun menyukai Soo Hyun sejak pertama kali ia mengantarkan makanan kerumahnya.

“Eomma yakin sekali Sehun, ini demi kebaikan keluarga kita dan keluarganya. Kau tahu, keluarga kita dan keluarganya sudah sangat dekat. Jadi eomma pikir itu tidak masalah” Eomma menggenggam tangan Sehun, seakan-akan ia sangat mengaarpkan jawaban darinya.

Sehun mengehela nafas dan melepaskan genggaman tangan eommanya lalu bergegas menuju toilet untuk sekedar berdiam diri. langkahnya terhenti ketika melihat Soo Hyun keluar dari toilet. Soo Hyun menghentikan langkahnya ketika melihat Sehun yang berada tak jauh dari tempat ia sekarang. Belum sempt Soo Hyun mengambil langkah kembali, Sehun dengan cepat menarik tangannya

“tunggu, ada yang ingin aku bicarakan. soal perjodohan itu…”

“sepertinya tidak ada yang perlu dijelaskan lagi” Soo Hyun melepaskan genggaman Sehun lalu kembali berjalan

“Aku serius Soo Hyun..” Sehun meninggikan nada bicaranya.

Soo Hyun yang merasa agak takut karena suara Sehun tersebut kemudian menghentikan langkahnya.

“Apa..?”

“eng.. Soal perjodohan itu, sebenarnya aku tak tahu sama sekali. Appa dan eomma menyuruhku untuk kembali ke Seoul karena mereka bilang, mereka merindukanku”

“kau bilang kedua orang tuamu menyuruhmu kembali ke Seoul? Memangnya kau..” Belum sempat Soo Hyun melanjutkan perkataannya Sehun kembali menjelaskannya lagi

“Ya, sebelumnya aku memang tidak tinggal disini. Saat aku duduk di Sekolah Menengah Pertama eomma menyuruhku untuk sekolah di Amerika dan menitipkan ku pada bibi dan pamanku”

Soo Hyun yang sedari tadi mendengar penjelasaan Sehun hanya bisa diam mematung.

**

Hari ini Soo Hyun hanya memilih berdiam diri dikelas sambil memainkan ponselnya. Dia masih memikirkan kejadian semalam, apalagi tentang perjodohannya dengan Sehun. Saat Soo Hyun sedang asik bermain dengan ponselnya tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya dan duduk disebelahnya. Ya, siapa lagi kalau bukan teman satu-satunya yang dapat ia percaya, Park Chanyeol. Dan tak terasa sudah seminggu lebih ia berteman dengannya. Soo Hyun juga sudah mlai berubah, sekarang dia lebih banyak tersenyum dan tertawa.

“Pagi Soo Hyun..” sapa Chanyeol. Seperti biasa dia selalu memberikan senyuman khas nya dengan melebarkan dan memperlihatkan giginya “haha._.*

“ne, Selamat pagi Chanyeol. Kau habis dari mana?” tanya Soo hyun sambil memperhatikan Chanyeol yang sibuk merogoh seseuatu dari dalam tasnya.

“aku dari kantin, karena daritadi aku tak melihatmu jadi aku bawakan ini..” Chanyeol memberikan sekotak susu strawberry dan sebungkus roti isi strawberry.

“gomawo.. kau memang teman yang baik. Emm.. apa aku boleh menanyakan sesuatu?” tanya Soo Hyun sambil membuka bungkus roti yang baru saja diberikan Chanyeol

“tentu saja haha..”

“emm.. Apa kau mengenal Oh Sehun?” tanya Soo Hyun ragu pada Chanyeol

“aku hanya mengetahuinya sedikit. Dia saudara Kai. Memangnya ada apa?”

“aku, emm.. Kedua orangtuaku dan orangtua sehun menjodohkan kami” jawab Soo Hyun ragu sambil menundukan kepalanya

Mendengar perkataan Soo Hyun tadi, membuat jantung Chanyeol seakan berhenti. Takut? Tentu saja. Dia takut akan kehilangan Soo Hyun karena perjodohan ini.

“Jika memang benar Soo Hyun dijodohkan dengan Sehun, apa aku harus aku lakukan? Menyatakan perasaanku? Ah.. Tidak tidak. Itu tidak mungkin” batin Chanyeol

“ya, mengapa kau diam saja? Kau mendengarku apa tidak?” Soo Hyun memukul lengan Chanyeol dan membuat Chanyeol tersadar dari lamunannya

“Mianhe kkk~” jawab Chanyeol sambil terkekeh

“Kau melamunkan apa tadi?” tanya Soo Hyun sambil menatap Chanyeol datar

“ah.. tidak, bukan apa-apa. Memangnya bagaimana bisa kau dijodohkan begitu dengan Sehun?”

“appa ku berhutang budi banyak dengan keluarganya. Jadi mungkin inilah balasannya..”

“lalu, apa kau menerima perjodohan itu?”

“aku tak tahu. Hmm.. aku bingung sekali Chanyeol” ujarn Soo Hyun. Suaranya terdengar lirih

“Sudahlah.. jangan terlalu dipikirkan. Lagipula, masih ada aku kan Soo Hyun haha” Chanyeol mengacak-acak rambut Soo Hyun, lalu pergi meninggalkannya

“yaa.. dasar kau ini!! Eh tadi apa dia bilang? Aaah.. sudahlahh” Soo Hyun menggerutu sambil merapihkan rambutnya yang berantakan akibat ulah Chanyeol

**

14.00 KST

Jam pelajaran pun akhirnya selesai. Murid-murid sudah bergegas merapikan bukunya lalu beranjak pergi dari kelas.

“kau mau pulang bersamaku?” ajak Chanyeol yang sedang merapikan bukunya

“kurasa tidak, aku harus meminjam beberapa buku perpustakaan untuk tugas Choi Songsaenim..”

“haaa.. kau ini terlalu rajin, santailah sedikit Soo Hyun”

“santai? Ha, kau pikir aku mau dihukum sepertimu oleh Choi Songsaenim karena tak mengerjakan tugas..? haha”

“Haish, Kau ini… Sudahlah, lebih baik aku pulang. Sampai besok Soo Hyun..” Chanyeol berjalan meninggalkan Soo Hyun

**

Setelah Soo Hyun menemukan buku yang ia cari, akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Saat Soo Hyun melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan, tiba-tiba ia mendengar suara isakan tangis seorang yeoja. Soo Hyun melangkahkan kakinya ke sumber suara. Sampai akhirnya ia sampai disebuah ruang kelas yang cukup sepi. Dan benar, disana ada seorang yeoja yang sedang menangis. Tapi tak sendiri, ada seorang namja yang bersamanya. Soo Hyun mengerutkan keningnya..

Kai? Dengan seorang yeoja? Apa itu pacarnya? Batin Soo Hyun

“Kai, kumohon aku tidak mau hubungan kita berakhir sampai disini..” yeoja itu menggenggam tangan Kai sambil menangis sesegukan

“sudah kubilang, aku bosan dengan mu Yoo Eun.. Kau seperti anak kecil. Sekarang lepaskan tanganmu..” ucap Kai dingin

“aku.. aku bisa merubah sikapku Kai. Kai, aku mohoon.”

“tidak perlu, lagipula aku sudah tak mencintaimu..”

“Tciih.. namja itu, benar-benar tak punya perasaan!” Soo Hyun yang mrngintip mereka dari luar ruangan hanya

“Yaah.. sudahlah, lebih baik aku pulang saja..” lanjutnya sambil berjalan menuju pintu gerbang

“Lalu, siapa yeoja yang kau cintai sekarang? Apa dia lebih cantik dariku?”

“Dia. Dia yeoja yang kucintai sekarang!” Kai menunjuk Soo Hyun yang berjalan santai tepat didepan ruangan dimana dia berada sekarang. Lalu berjalan menuju Soo Hyun yang sedari tadi diam mematung karena perkataan Kai barusan.

“Ayo kita pulang, chagi..”

 

-TBC-

Hhaa…. akhirnya ff chapter 3 selesai jugaaaa

Maaf banget klo makin kesini makin gaje dan banyak typo

 

18 pemikiran pada “Favourite Girl (Chapter 3)

  1. Yaaaaah, aku kira si soo hyun dijodohi ama kai, tau-tau nya sama sehun
    Enak bgt yah jd soo hyun, aku mau jugaaaa *ditabokbaekhyun
    Itu si kai gampang bgt sih nunjuk-nunjuk org, ngaku2 orng yg dia cintai lagi, apa jangan-jangan kai beneran suka sama soo hyun?
    Aa penasaraaan, ditunggu chapter selanjutnya, secepatnya thor ;D

  2. Yaaaaah, aku kira si soo hyun dijodohi ama kai, tau-tau nya sama sehun
    Enak bgt yah jd soo hyun, aku mau jugaaaa><, ditunggu chapter selanjutnya, secepatnya thor^^

  3. annyeong ninda imnida,,reader baru … 🙂

    thor cepet lanjutt ya thor… FF nya kreenz banget niee… ^_^
    jangan kelamaan ya thor nge-post nya ….hehehehe 😀

    gomawo…udah boleh ninggalin jejak disini ,,hehehe 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s