I’m Sorry, But I Love You (Chapter 1)

Author: Naporin

Cats:

-Huang Zi Tao

-Choi Jinri (Sulli)

-Oh Sehun

Genre: Romance, Fantasy

Percintaan antara Iblis dan manusia adalah hal terlarang. Jika mereka menjalin hubungan dan berciuman. Maka saat itu juga, mereka akan mati.

——————————————————————————————————————-

Sulli POV

07.00KST

“TELAAAAT!!!!” Aku bangkit dan langsung berlari menuju toilet. “Eomma!!! kenapa tak membangunkanku?” tanyaku sambil menggosok gigi. “Kaunya yang tak bangun-bangun, cepat Tao sudah menunggumu dari tadi” kata eomma. Aku mempercepat menggosok gigiku.

“eomma, aku berangkat dulu ya” kataku sambil melambaikan tangan. “ne, hati hati ya” kata eomma. Aku berlari menuju Tao. “Tao, mianhae…” belum sempat aku mengomong. Tao sudah menarikku masuk mobil. “Kajja! nanti kita telat” kata Tao sambil memasang sabuk pengaman. Aku mengangguk. Tao pun mengemudi mobil dengan cepat. Sampai akhirnya kami tiba di sekolah.

“Hosh..hosh” aku mengelap keringat dan terus berlari menuju kelas. Kelasku di lantai 3 siih. “annyeong” kataku saat memasuki kelas. Ah, Park songsaenim belom datang! “Sulii!!” panggil Amber. Aku mengangguk dan berjalan menuju tempat dudukku. Aku tidak sekelas dengan Tao, tapi kelas kami bersebelahan.

“Kau nyaris telat! Kemana saja kau?” tanya Amber. Aku mengeluarkan buku biologiku. “Telat bangun lagi, hehehe” jawabku sambil nyengir. Amber tertawa pelan. “Pabo! Kau ngapain aja tadi malam?” tanya Amber. Aku menggeleng. “annyeonghaeseyo, keluarkan buku biologi kalian!” seru Park Songsaenim.

“Sulli! Coba jawab pertanyaan ini” kata Park songsaenim. Ah! Mampus! Aku dari tadi hanya menghapal gerakan dance! Huaaa bagaimana ini?. “Sulli! Apa kau tak mendengar perkataanku?” Tanya Park songsaenim. Aku tersenyum. “Ne” jawabku sambil melangkah kedepan kelas. “Hmmm.. Bagaimana Sulli? Bisa mengerjakan?” Tanya Park songsaenim. Aku hanya tersenyum. Soal ini pernah diajarkan Tao. Aku mengingat ingat. “Betul Sulli! Hebat sekali” puji Park songsaenim dan sekelas pun langsung bertepuk tangan.

TENG TENG

Bel tanda istirahat berbunyi.

“Sulli-ah!” panggil Tao. Aku melirik ke ambang pintu. “Tao!” balasku. Aku berlari kecil menghampiri Tao. “Kajja! Kita harus cepat supaya tak kehabisan lagi!” Kata Tao sambil menarik tanganku. “Tunggu Tao, tali sepatuku!” seruku. Tao berhenti, menoleh kebelakang dan tiba tiba dia jongkok untuk mengikat tali sepatuku. “nah kajja!” katanya kembali menarik tanganku. “gomawo” kataku. Tao tersenyum.

“Kau mau makan apa?” tanya Tao. Aku melihat keseliling. “Aku belikan ramyun ya, kau duduk saja di sini” kata Tao. Aku duduk di tempat yang di tunjuk Tao. 15 menit kemudian Tao datang dengan 2 mangkok ramyun di mampannya. “Gomawo” kataku. Tao tersenyum. “Selamat makan” kata Tao. Aku mengangguk. Hmmm… Enak sekali ramyun ini. “bagaimana? Enak?” tanya Tao. “nee, enak sekali!” jawabku. Tao tertawa pelan. “Kau lucu Sulli-ah” kata Tao. Wajahku memerah. “kenapa wajahmu merah? kau malu ?” Kata Tao sambil tertawa. “ah anniyo, panas sekali hari ini” jawabku. “Cepat habiskan makananmu, kita keliling sekolah!” ajak Tao. Aku segera melahap ramyunku.Wkwkwwk aku tertawa pelan. “Eh,uhhuuk uhhhuk” aku tersedak. “Minum” ucap Tao sambil menyodorkan kotak susunya, soalnya kotak susuku udah habis.”Nee, gomawo uhhuk” kataku sambil memegang leherku. Aku meminum susu dan segera melanjutkan makanku.”Kalau makan hati hati! Arra?” Nasihatnya. Aku mengangguk dan segera menghabiskan ramyunku.

“Tao” panggilku. Tao menoleh. “Kau kenal Sehun?” tanyaku. Tao mengangguk. “Dia keren sekali, jago olahraga pula” kataku. Tao terdiam. “Kau bisa beritahu aku semua tentangnya? Kau satu kelompokan kan dengannya?” tanyaku. “satu kelompok?” Tao balik tanya. “iya, kelompok 2” jelasku. Tao mengangguk. “Tapi, syaratnya, menangkan itu dulu” katanya sambil menunjuk papa pengumuman. Kompetisi dance, 1 minggu lagi! “otte?” tantangnya. “Baiklah” kataku menepuk pundaknya. Tao tersenyum evil.

TENG TENG

“Sudah bel, ayok” kata Tao sambil menarik tanganku dan berlari sangat cepat. “Ga usah lari doong” kataku. Tao tertawa pelan.

*Skip*

“Aku pulang!” seruku. Tidak ada yang menjawab. Aku melihat di meja makan ada secarik kertas dan uang. Aku membaca kertas itu. “oh, omma pulang malam” kataku. Aku segera keluar untuk mencari makan. Makan apa ya enaknya, ah ramen saja! kan dekat. Aku berjalan menuju kedai ramen Taro.

Selesai makan. Aku pulang lewat gang kecil, karena lebih dekat. “Aaaaaaargh!” aku melihat sosok hitam seperti iblis meraung-raung. Dia pucat seperti mau mati. Aku bersembunyi di balik tembok. Aku membulatkan mataku. SAYAP?! Sayap seperti kelelawar. Sosok hitam itu sedang bertarung dengan si sosok putih. Aku membulatkan mataku. Sosok hitam itu mirip Tao?! Apa mataku burem yak? Dan sosok putih itu mirip Luhan. Teman sekelasku.SRET!! Mereka hilang dalam sekejap. Aku terdiam. Masih tidak percaya dengan ini. Kuputuskan untuk melanjutkan perjalananku menuju rumah.

Tao Pov

Xi Luhan. Dia adalah malaikat yang bertugas membunuhku. “Tao, apa ada yang ingin kausampaikan sebelum aku membunuhmu?” Tanya Luhan. “Ya, aku harus membunuhmu sebelum kau membunuhkuu!!” Aku menyerang Luhan. Sial, Luhan dapat menghindar. “Jangan bermimpi kau” ucap Luhan. dia mengarahkan pedang ke arahku. SRAT!! Pedang Luhan melukai pipiku. Aku memegang pipiku. Kulihat di tanganku ada darah. Ya, darah segar. “Tak akan kumaafkan!!” Seruku. Aku memukul Luhan. Luhan menahannya. “Huang Zi Tao, kita lanjutkan kapan kapan saja, soalnya ada manusia mengintip” bisik Luhan. Aku menoleh. “Hmm.. Oke” jawabku sambil mengangguk. Aku dan Luhan segera menghilang dari tempat itu.

Sulli Pov

“eomma, kemana Tao? Dia tak menjemputkukah?” Tanyaku pada eomma sambil memakan roti. “Molla sayang, kau naik bus saja ya, mungkin Tao ada urusan mendadak” jawab eomma. Aku mengangguk dan pamit untuk berangkat ke sekolah.

“Huang Zi Tao! Dimana dia?” Tanyaku pada teman sekelas Tao. “Molla, dia tadi masuk, tapi tiba tiba menghilang” jawabnya. Aku terdiam. Kemana Tao? Aku putuskan untuk mencarinya di atap. “Tao” panggilku. “Sulli-ah!” Panggil Tao. Aku terdiam. Dia terluka. Pipinya diplester. Aku memegang pipinya. “Kenapa kau? Kenapa kau terluka? Kenapa kau menghindar dariku?” Tanyaku. Tao hanya terdiam. Dia menarik tanganku menuju pagar.

Tao hanya terdiam. Dia terdiam membisu. Tak seperti biasanya. “Tao” panggilku. Tao menoleh. “Wae? Kenapa kau diam saja, oiya aku mau tanya” kataku. Aku menghela nafas. “Di abad ke 21 ini, kau masih percaya adanya iblis?” Tanyaku. Tao menoleh. Dia menatapku tajam. “Aah” aku terpeleset hingga aku menindih Tao.  “Mianhae” kataku. Aku menatap Tao. Wajahnya, yang tampan, matanya yang tajam membuatku berdebar-debar. Tiba tiba Tao menarikku hingga bibirku dan bibir Tao sangat dekat. Hingga tinggal beberapa inci saja kami sudah mau berciuman. Set! Ada yang menarik tanganku.

“Sudah cukup!” Kata seorang namja. Dia menatapku dan Tao tajam.

“Mwo! Kau!!…” Seruku kaget. Namja itu menatap tajam aku dan Tao. Tatapan penuh kebencian. Waeyo? Kenapa namja ini menatap tajam ke arahku dan Tao. Siapakah namja ini?

Author: Naporin
Cats:
-Huang Zi Tao
-Choi Jinri (Sulli)
-Oh Sehun
Genre: Romance, Fantasy
Percintaan antara Iblis dan manusia adalah hal terlarang. Jika mereka menjalin hubungan dan berciuman. Maka saat itu juga, mereka akan mati.
—————————————————————————————————————————————————————-
Sulli POV
07.00KST
“TELAAAAT!!!!” Aku bangkit dan langsung berlari menuju toilet. “Eomma!!! kenapa tak membangunkanku?” tanyaku sambil menggosok gigi. “Kaunya yang tak bangun-bangun, cepat Tao sudah menunggumu dari tadi” kata eomma. Aku mempercepat menggosok gigiku.
“eomma, aku berangkat dulu ya” kataku sambil melambaikan tangan. “ne, hati hati ya” kata eomma. Aku berlari menuju Tao. “Tao, mianhae…” belum sempat aku mengomong. Tao sudah menarikku masuk mobil. “Kajja! nanti kita telat” kata Tao sambil memasang sabuk pengaman. Aku mengangguk. Tao pun mengemudi mobil dengan cepat. Sampai akhirnya kami tiba di sekolah.
“Hosh..hosh” aku mengelap keringat dan terus berlari menuju kelas. Kelasku di lantai 3 siih. “annyeong” kataku saat memasuki kelas. Ah, Park songsaenim belom datang! “Sulii!!” panggil Amber. Aku mengangguk dan berjalan menuju tempat dudukku. Aku tidak sekelas dengan Tao, tapi kelas kami bersebelahan.
“Kau nyaris telat! Kemana saja kau?” tanya Amber. Aku mengeluarkan buku biologiku. “Telat bangun lagi, hehehe” jawabku sambil nyengir. Amber tertawa pelan. “Pabo! Kau ngapain aja tadi malam?” tanya Amber. Aku menggeleng. “annyeonghaeseyo, keluarkan buku biologi kalian!” seru Park Songsaenim.
“Sulli! Coba jawab pertanyaan ini” kata Park songsaenim. Ah! Mampus! Aku dari tadi hanya menghapal gerakan dance! Huaaa bagaimana ini?. “Sulli! Apa kau tak mendengar perkataanku?” Tanya Park songsaenim. Aku tersenyum. “Ne” jawabku sambil melangkah kedepan kelas. “Hmmm.. Bagaimana Sulli? Bisa mengerjakan?” Tanya Park songsaenim. Aku hanya tersenyum. Soal ini pernah diajarkan Tao. Aku mengingat ingat. “Betul Sulli! Hebat sekali” puji Park songsaenim dan sekelas pun langsung bertepuk tangan.
TENG TENG
Bel tanda istirahat berbunyi.
“Sulli-ah!” panggil Tao. Aku melirik ke ambang pintu. “Tao!” balasku. Aku berlari kecil menghampiri Tao. “Kajja! Kita harus cepat supaya tak kehabisan lagi!” Kata Tao sambil menarik tanganku. “Tunggu Tao, tali sepatuku!” seruku. Tao berhenti, menoleh kebelakang dan tiba tiba dia jongkok untuk mengikat tali sepatuku. “nah kajja!” katanya kembali menarik tanganku. “gomawo” kataku. Tao tersenyum.
“Kau mau makan apa?” tanya Tao. Aku melihat keseliling. “Aku belikan ramyun ya, kau duduk saja di sini” kata Tao. Aku duduk di tempat yang di tunjuk Tao. 15 menit kemudian Tao datang dengan 2 mangkok ramyun di mampannya. “Gomawo” kataku. Tao tersenyum. “Selamat makan” kata Tao. Aku mengangguk. Hmmm… Enak sekali ramyun ini. “bagaimana? Enak?” tanya Tao. “nee, enak sekali!” jawabku. Tao tertawa pelan. “Kau lucu Sulli-ah” kata Tao. Wajahku memerah. “kenapa wajahmu merah? kau malu ?” Kata Tao sambil tertawa. “ah anniyo, panas sekali hari ini” jawabku. “Cepat habiskan makananmu, kita keliling sekolah!” ajak Tao. Aku segera melahap ramyunku.Wkwkwwk aku tertawa pelan. “Eh,uhhuuk uhhhuk” aku tersedak. “Minum” ucap Tao sambil menyodorkan kotak susunya, soalnya kotak susuku udah habis.”Nee, gomawo uhhuk” kataku sambil memegang leherku. Aku meminum susu dan segera melanjutkan makanku.”Kalau makan hati hati! Arra?” Nasihatnya. Aku mengangguk dan segera menghabiskan ramyunku.
“Tao” panggilku. Tao menoleh. “Kau kenal Sehun?” tanyaku. Tao mengangguk. “Dia keren sekali, jago olahraga pula” kataku. Tao terdiam. “Kau bisa beritahu aku semua tentangnya? Kau satu kelompokan kan dengannya?” tanyaku. “satu kelompok?” Tao balik tanya. “iya, kelompok 2” jelasku. Tao mengangguk. “Tapi, syaratnya, menangkan itu dulu” katanya sambil menunjuk papa pengumuman. Kompetisi dance, 1 minggu lagi! “otte?” tantangnya. “Baiklah” kataku menepuk pundaknya. Tao tersenyum evil.
TENG TENG
“Sudah bel, ayok” kata Tao sambil menarik tanganku dan berlari sangat cepat. “Ga usah lari doong” kataku. Tao tertawa pelan.
*Skip*
“Aku pulang!” seruku. Tidak ada yang menjawab. Aku melihat di meja makan ada secarik kertas dan uang. Aku membaca kertas itu. “oh, omma pulang malam” kataku. Aku segera keluar untuk mencari makan. Makan apa ya enaknya, ah ramen saja! kan dekat. Aku berjalan menuju kedai ramen Taro.
Selesai makan. Aku pulang lewat gang kecil, karena lebih dekat. “Aaaaaaargh!” aku melihat sosok hitam seperti iblis meraung-raung. Dia pucat seperti mau mati. Aku bersembunyi di balik tembok. Aku membulatkan mataku. SAYAP?! Sayap seperti kelelawar. Sosok hitam itu sedang bertarung dengan si sosok putih. Aku membulatkan mataku. Sosok hitam itu mirip Tao?! Apa mataku burem yak? Dan sosok putih itu mirip Luhan. Teman sekelasku.SRET!! Mereka hilang dalam sekejap. Aku terdiam. Masih tidak percaya dengan ini. Kuputuskan untuk melanjutkan perjalananku menuju rumah.
Tao Pov
Xi Luhan. Dia adalah malaikat yang bertugas membunuhku. “Tao, apa ada yang ingin kausampaikan sebelum aku membunuhmu?” Tanya Luhan. “Ya, aku harus membunuhmu sebelum kau membunuhkuu!!” Aku menyerang Luhan. Sial, Luhan dapat menghindar. “Jangan bermimpi kau” ucap Luhan. dia mengarahkan pedang ke arahku. SRAT!! Pedang Luhan melukai pipiku. Aku memegang pipiku. Kulihat di tanganku ada darah. Ya, darah segar. “Tak akan kumaafkan!!” Seruku. Aku memukul Luhan. Luhan menahannya. “Huang Zi Tao, kita lanjutkan kapan kapan saja, soalnya ada manusia mengintip” bisik Luhan. Aku menoleh. “Hmm.. Oke” jawabku sambil mengangguk. Aku dan Luhan segera menghilang dari tempat itu.
Sulli Pov
“eomma, kemana Tao? Dia tak menjemputkukah?” Tanyaku pada eomma sambil memakan roti. “Molla sayang, kau naik bus saja ya, mungkin Tao ada urusan mendadak” jawab eomma. Aku mengangguk dan pamit untuk berangkat ke sekolah.
“Huang Zi Tao! Dimana dia?” Tanyaku pada teman sekelas Tao. “Molla, dia tadi masuk, tapi tiba tiba menghilang” jawabnya. Aku terdiam. Kemana Tao? Aku putuskan untuk mencarinya di atap. “Tao” panggilku. “Sulli-ah!” Panggil Tao. Aku terdiam. Dia terluka. Pipinya diplester. Aku memegang pipinya. “Kenapa kau? Kenapa kau terluka? Kenapa kau menghindar dariku?” Tanyaku. Tao hanya terdiam. Dia menarik tanganku menuju pagar.
Tao hanya terdiam. Dia terdiam membisu. Tak seperti biasanya. “Tao” panggilku. Tao menoleh. “Wae? Kenapa kau diam saja, oiya aku mau tanya” kataku. Aku menghela nafas. “Di abad ke 21 ini, kau masih percaya adanya iblis?” Tanyaku. Tao menoleh. Dia menatapku tajam. “Aah” aku terpeleset hingga aku menindih Tao.  “Mianhae” kataku. Aku menatap Tao. Wajahnya, yang tampan, matanya yang tajam membuatku berdebar-debar. Tiba tiba Tao menarikku hingga bibirku dan bibir Tao sangat dekat. Hingga tinggal beberapa inci saja kami sudah mau berciuman. Set! Ada yang menarik tanganku.
“Sudah cukup!” Kata seorang namja. Dia menatapku dan Tao tajam.
“Mwo! Kau!!…” Seruku kaget. Namja itu menatap tajam aku dan Tao. Tatapan penuh kebencian. Waeyo? Kenapa namja ini menatap tajam ke arahku dan Tao. Siapakah namja ini?
TBC~
Ini FF pertama saya. Mian kalau masih banyak typo. Jeongmal gomawoyo *bow*

Ini FF pertama saya. Mian kalau masih banyak typo. Jeongmal gomawoyo *bow*

Iklan

12 pemikiran pada “I’m Sorry, But I Love You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s