When I’m Become a Yeoja (Chapter 3)

Author: minnieasmilkyway & Scandanavia

Title: When I’m Become a Yeoja (Chapter 3)

 

All Cast:

EXO-K’s Kris | EXO-K’s Chanyeol | EXO-M’s Lay | EXO-K’s Kai | EXO-K’s Sehun | EXO-M’s Tao (Fem!Tao) > Hwang JinRi | Song MiCha (OC) | EXO-K’s Suho | Find it by yourself^^!

 

Genre: Romance, Gender Switch, Drama, little bit Comedy

Length: Multi Chapter

 

Disclaimer: All Cast belongs to God and they parents! (Except: OC is mine). The plot is pure from our brain!^^

 

Summary: Tao sangat menyukai sahabatnya sejak kecil itu. Namun, men to men atau yaoi itu adalah tindakan yang dilarang. Saat muncul cahaya yang berpendar itu, ia berharap menjadi yeoja seutuhnya. Saat harapannya terkabul, akankah Tao berhasil menjalani hidup barunya dan mendapatkan namja incarannya?

 

HAPPY READING! 😀

 

*Tao (JinRi) PoV*

“JinRi-ya?!” Sehun dan Kai yang melihat sosokku dengan pandangan takjub, kini hanya bisa terkaget-kaget.

“Sudah kuduga ada yang tidak beres dengan kalian berdua!!!” geramku dan mengambil semacam kuda-kuda saat itu juga

BUK BUK BUK

“Jangan menganggapku sama dengan yeoja yang lainnya!” umpatku  sambil terus menatap miris pada dua sosok namja yang kini tengah memegangi pipi mereka. Sedangkan yang lainnya hanya terkesima melihat tindakan yang baru saja kulakukan pada dua namja tengil di hadapanku. MiCha hanya menatapku sekilas.

Seorang berperawakan tinggi tiba-tiba muncul, “Keluar” ucapan dingin yang diucapkan namja bernama Kris tersebut mampu membekukan suasana basecamp mereka.

“K-Kris?” lirihku.

“Ayo, ikut aku!” pinta Chanyeol yang kemudian menarikku segera untuk keluar dari basecamp mereka.

“YAAK! Namja gila sepertimu, lepaskan tanganku!!!!” pintaku setengah berteriak. Namun, ia malah tidak menggubrisku sama sekali.

“Kau tuli, ha?! Kubilang lepaskan!” sahutku yang sesekali menarik pergelangan tanganku agar lepas dari tarikan tangannya.

Chanyeol tiba-tiba membalikkan tubuhnya ke arahku. DEG. Kenapa tatapannya membuatku membeku seperti ini? ANDWAE!! ><

“Apa yang kau lihat?!”

“Ani, kau ini…cewek jadi-jadian ya?-___-” tanya Chanyeol dengan memasang muka datar yang terlihat innocent.

“Yak! Apa maksudmu?”

“Berhenti berteriak! Kau ini benar-benar tidak ada manisnya, kau tahu?!”

“Kenapa kau malah membicarakan penampilanku lagi, he?! Kau jelas-jelas bukan siapa-siapaku PARK CHANYEOL” ucapku dengan menitikberatkan nama Chanyeol disana.

Suasana menjadi hening seketika. Namja gila ini, apa dia memang sudah berhenti untuk membicarakan penampilanku? Baguslah kalau begitu!

“Hey, cewek jadi-jadian” panggilnya yang entah kenapa membuatku benar-benar melihatnya kali ini.

“Kau menyukai uri leader –Kris, heh?” pertanyaan yang memang menurutku sangat tepat. Karena yang kutahu, jawabannya benar-benar nyata. Ingin sekali aku menganggukkan kepalaku kala itu.

“Ap-apa maksudmu, Yeol?”

“Sudah, jangan bertindak untuk pura-pura tidak tahu. Karena, yang kudengar kau tadi melirihkan namanyakan? Itu berarti–––”

“Jangan menganalisis asal seperti itu ><”

“Siapa yang kau maksud? Enak saja! Analisaku sudah pasti mendapat sertifikat dari beberapa ahli”

Aku menepuk pundaknya seketika, “Jangan terlalu percaya diri-_-”

“Terserah kau! Tapi, pertanyaanku yang tadi belum kau jawab” ucapannya membuatku mendengus seketika.

Aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Entah kenapa, rasanya aku ingin mengutuk namja yang kini berada di sampingku.

“Ngomong-ngomong kau mau mengajakku kemana?”

“Jangan mengalihkan pembicaraan seperti itu” balasnya cepat.

“Aku bertanya serius, Yeollie”

“Apa itu, hah? Yeolli? Bahkan yeojachinguku saja tidak memanggilku dengan panggilan menjijikan itu-___-”

“Mian, mian… lagipula siapa yang mau memanggilmu terus-terusan seperti itu?! Lagipula, memangnya ada yang mau dengan namja aneh sepertimu?!” serangku.

“Kau juga, mana mungkin Kris akan menyukai yeoja yang bahkan tidak ada sisi menariknya sama sekali seperti dirimu”

“Apa-apaan kau? Kaki ini bisa saja dengan mudahnya menyapa wajahmu. Kau mau memiliki nasib seperti kedua temanmu tadi?” tawarku.

“Kenapa kau malah menentangku seperti itu?!” tanyanya seolah mengajkku untuk berkelahi lagi dengannya.

“Kubilang saja padamu, kalau kau benar-benar ingin mendapatkannya, minimal kau harus merombak penampilanmu. Aku tahu betul tipe yeoja yang diinginkan oleh orang seperti Kris.

Careless

Careless

Shoot anonymous

Anonymous

Heartless

Mindless

No one who care about me

*Chanyeol PoV*

Careless

Careless

Shoot anonymous

Anonymous

Heartless

Mindless

No one who care about me

Bunyi yang sekaligus nada dering handphoneku, membuatku segera melayangkan tangan kananku untuk menyelip masuk ke kantong celana.

Baekhyun is Calling…

 

Setidaknya, begitulah yang tertera di handphoneku sekarang. Byun Baekhyun?Adaapa?

Flip.

Akupun mengangkat telepon darinya, lalu kudekatkan telingaku ke benda kecil tersebut.

“Hey, Chanyeol?”

“Baekhyun?Adaapa?” tanyaku to the point. Tidak biasanya ia menghubungiku.

“Aku akan pulang dari Jerman. Nanti malam kupastikan akan sampai” jelasnya kemudian.

“Jinjja? Secepat itu?!”

“Yak! Empat tahun adalah waktu yang cukup lama!”

“Jangan berteriak seperti itu-___-”

“Haha, mian mian. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu sakit telinga. Buatkan pesta perayaan untuk kedatanganku, ne?”

“Eum, kau terlalu banyak permintaan. Baiklah akan kubicarakan dengan yang lain. Apa nanti kau butuh dijemput?”

“Ani, tidak usah. Aku naik taksi saja. Itu tidak merepotkan”

“Hmm, arasseo. Ya sudah, aku sedang ada keperluan sekarang”

“Keperluan ap–––”

Pembicaraanpun terputus. Ternyata anak itu jadi lebih kepo. Lebih lebih sejak terakhir kami berpisah dengannya di Bandara Incheon empat tahun lalu.

*Tao (JinRi) PoV*

Aku melihat Chanyeol memutuskan sambungan teleponnya. Kemudian, memasukkan benda kecil tersebut ke dalam saku celananya lagi. Lalu, ia mengarahkan pandangannya ke arahku.

“Ikut aku” ucapnya singkat.

“Eodiseo?”

“Sudah ikut saja”

Tanpa banyak berkata-kata, ia langsung mengajakku ke area parkiran. Ia menyuruhku untuk turut masuk ke dalam mobil Hyundai Equus berwarna hitam miliknya. Sebelum Chanyeol menghidupkan mesin mobil tersebut, ia menyempatkan diri untuk mengambil handphone miliknya dan kemudian mencoba menghubungi seseorang yang tidak tahu siapa.

“Pakailah sabuk pengamanmu” ucapnya sebelum kemudian menempelkan telinganya tepat di handphonenya.

“Lay hyung?”

“….”

“Bisa bantu aku?” tanyanya yang cukup membuatku penasaran sendiri.

“….”

“Sudah tunggu saja di tempat usahamu, ne?”

Setelah itu, handphonepun dimasukkannya kembali ke dalam kantong celananya. Chanyeol langsung menyalakan mesin mobilnya dan kemudian melaju dengan kecepatan sedang menuju…

“SALON?!” pekikku saat kami berdua telah berdiri di pelataran parkir sebuah bangunan yang kami datangi kali ini. Chanyeol hanya menatapku sekilas lalu tertawa puas.

Chanyeol kemudian menarikku untuk memasuki tempat yang menurutku sedikit terkutuk itu.

“KAU MAU APA TERHADAPKU???”

Chanyeol hanya berusaha menenangkanku tanpa melepaskan tarikan tangannya, “Kau akan tahu nanti” balasnya penuh misterius.

Aku hanya dapat mengerucutkan bibirku saat menerima jawaban dari namja di sampingku tersebut.

Careless

Careless

Shoot anonymous

Anonymous

Heartless

Mindless

No one who care about me

Bunyi itu kembali terdengar. Kemudian terhenti sesaat si empunya telah mengangkat telepon masuk tersebut.

“….”

“Begitu ya?” tanya Chanyeol dengan nada memastikan.

“….”

“Arasseo, Hyung! Berjanjilah kau benar-benar datang, ne?”

“….”

Setelah itu, Chanyeol menyuruhku duduk di depan sebuah kaca. Matilah aku! Apa yang ingin ia lakukan.

“Kau bisa me-makeover cewek jadi-jadian inikan?” ucapan Chanyeol membuatku menoleh sinis ke arahnya. Tunggu! MAKE OVER?! Andwaeeee! ><

Aku hanya melihat petugas salon tersebut mengangguk pasti ke arah Chanyeol. Aku kembali menghadapkan wajahku ke kaca yang berada di depanku. Kulihat Chanyeol menghampiriku dengan seulas senyum di wajahnya. Sedangkan, petugas salon yang tadi berbicara dengannya sedang menagmbil peralatan yang dibutuhkan.

Kedua telapak tangan Chanyeol menekan kedua belah pundakku. Aku hanya bisa terdiam kala itu juga.

“Tenanglah. Dan nikmatilah, ne?” sebuah pertanyaan konyol yang membuatku tersenyum hambar. Kemudian, Chanyeol duduk di sebuah kursi yang berada tepat di belakangku.

Aku terus memperhatikan wajahku dan juga tingkah Chanyeol melalui kaca di depanku. Tunggu, sebuah bayangan namja mendekat ke arah Chanyeol. Dia adalah…Zhang Yi Xing!

*Author PoV*

“Kau bilang Byun Baekhyun akan pulang malam ini?” tanya Lay begitu ia datang.

Chanyeol menyuruh Lay untuk duduk terlebih dahulu, “Begitulah. Ia meminta agar kedatangannya dirayakan” ujar Chanyeol saat itu.

“Eum, yeoja itu…”

“Ia akan ikut ke pesta kepulangan Baekhyun nanti”

Mata Lay terlihat membulat seketika, “MWO?!”

“Haha, aku tidak bercanda hyung. Aku serius” ucap Chanyeol memastikan.

“Terserah kau sajalah-__-”

“Dan aku menantangmu untuk membawanya sebagai yeojachingumu”

“Yak! Kau bercanda, he?! Kau sajasana!”

“Aish, aku dengan yeoja jadi-jadian itu? Yang benar saja!”

“Pssst, kau membuat sekian banyak orang menatap ke arah kita” setelah Lay mengucapkan kalimat itu, Chanyeolpun hanya terdiam.

*Other ide, Still Author PoV*

“Rrrr…A-aaa, appo MiCha-ya!” erang seorang namja. Yeoja yang berada di depannya kini sedang memberikan pengobatan untuk kekasihnya yang bernama Kim Jong In itu.

“Pelan-pelan..” pinta Kai pada MiCha.

MiCha dengan hati-hati terus mengusap sudut bibir Kai yang berdarah dan sedikit membiru karena terkena tendangan dari seorang Hwang JinRi.

“Makanya, berhentilah menjadi playboy. Kau tahukanakibatnya sekarang?!” amarah MiChapun tumpah. Tapi, inilah bukti dari kekhawatirannya.

“Aish, kau masih sempat saja menceramahiku seperti itu” balas Kai yang kemudian memegang sudut bibirnya.

“Engggh–––” erang Kai sekali lagi.
”Akukan sudah pelan-pelan. Sangat pelan malah” ucap MiCha setelahnya.

“Eum, bagaimana mungkin aku pergi ke acara itu dengan wajah seperti ini?”

“Acara apa?” tanya MiCha setelahnya.

“Kepulangan Baekhyun” mendengar jawaban Kai, MiCha hanya membulatkan mulutnya.

*Other Side, END*

 

*Tao (JinRi) PoV*

Plufff

Sebuah suara seperti ledakan kecil yang diperhalus membuatku menatap ke sumber suara. Mataku mendelik melihat sosok yang muncul.

‘Bicaralah padaku menggunakan mata batin’ pintanya.

‘Seperti ini?’

‘Kau belajar dengan sangat cepat!’ ujarnya dengan nada bangga.

‘Kau benar-benar marah dengan mereka berdua, huh?’ pertanyaan Suho membuatku mengangkat sebelah alisku.

‘Bukan marah karena aku benar-benar mencintai Sehun. Tapi, menjadikan seorang yeoja sebagai bahan taruhan sangat tidak dibenarkan. Yah, biarpun sebenarnya aku adalah seorang namja. Tapi tetap aja. Itu bukanlah hal yang bernilai baik untuk dilakukan’ jelasku dan dapat kulihat malaikat Suho hanya tersenyum ke arahku.

‘Ternyata kau benar-benar belajar banyak’

Pluffff

Malaikat Suhopun kembali menghilang dari hadapanku.

Seenaknya datang dan menghilang begitu saja, umpatku.

Petugas salon yang tadi tepat berada di belakangku, kemudian berkata, “Selesai”

Kudaratkan pandanganku ke cermin lagi. Menatapnya tak percaya. Apa ini benar-benar aku? Sungguh membuatku terkesima.

Kini, giliran Lay yang kulihat berjalan ke arahku. Ia mendekatkan mulutnya ke telingaku, “Aku punya sesuatu untukmu” bisik Lay setelahnya yang kemudian mengajakku untuk berjalan menuju tempat ganti.

“Pakailah ini” ucap Lay sambil memperlihatkan sebuah dress pendek selutut berwarna light green.

“MWO???!!” rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya sekarang. Lay hanya menatapku dengan pandangan cepat-ambil-dan-pakailah.

Akupun hanya dapat pasrah dan menerima dress hijau tosca tersebut. Aku benar-benar ragu untuk mengambilnya. Setelah dres tersebut telah berada ditanganku, segera kutancapkan langkahku menuju ruang ganti.

Setelah selesai mengenakan dress tersebut, aku membuka pintu ruangan terebut hanya seperempatnya. Lay yang merasa ada sesuatu yang aneh terhadapku kemudian mendekat.

“Kau yakin?” tanyaku.

“Tentu saja, ayo!”

“Ohya, jangan lupa pakai ini” tambah Lay sekali lagi sambil menyerahkan sepaang high heels 5 cm ke arahku.

“Lay-ssi, apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanyaku.

“Tidak. Cepatlah, aku juga akan ganti pakaian”

“Ba-bagaimana dengan Chanyeol?” tidak tahu kenapa aku teringat dengan namja yang mengantarku kesini.

“Dia sudah pergi^^”

“He?!” Lay kemudian meninggalkanku yang masih mematung di tempat.

Akupun berinisiatif untuk menunggu Lay menyelesaikan urusannya. Aku benar-benar suntuk mendapat perlakuan seperti ini. Sebuah bayangan menutupi sinar lampu yang menerangi tubuh bagian depanku.

Sebuah uluran tangan terlihat di depanku dan membuatku mengangkat wajahku. Ia memakai pakaian semi-formal kala itu, “Ayo” ajaknya.

Setelah itu, ia mengajakku untuk keluar dari salon dan memasuki Limo putih yang akan mengantar kami entah kemana.

“Sebenarnya, kau ingin mengajakku kemana dengan pakaian seperti ini?!” tanyaku memberanikan diri.

“Itu…..”

-TBC-

 

Author yakin sebenarnya readers-deul udah pada tahu bakal dibawa kemana si Tao/JinRi yakan? Apa yang bakalan terjadi di pesta itu ya? Lihat next chapternya aja, ne? Gomawo!!^^

39 pemikiran pada “When I’m Become a Yeoja (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s