Your The Girl and I’m The Man (Prolog)

Author : Sakura^^

Title : Your the girl and im the man-intro

Genre : Romance, crack, gender bender, comedy

Main cast : Luhan OC

Rating : PG. For now. Hueheheheh.

A/N : author yang satu ini membuat FF gender bender karena saya menyukai cewek tampan. Ngiler ngeliatin mereka, ops, bukan berarti saya ‘belok’. Saya suka cewek tampan dan cowok cantik. Haha. Oh, omong-omong, DISCLAIMER DISCLAIMED!

_______________________________________

“Aku menolak. Berapa kali harus kukatakan—aku bukan lelaki.”

Lelaki—maksudku, wanita itu—berjalan dengan langkah lurus sementara orang-orang dibelakangnya memandangnya bingung. Oh iya, wanita itu adalah seorang wanita yang—sangat, amat—tampan. Seharusnya dia mengikuti Ulzzang contest dan dia akan mendapat juara sebagai Ulzzang cowok—tapi tidak! Dia sebenarnya adalah perempuan. Well, dengan kulit putih pucat dan bibir merah, bisa dibilang dia sebagai seorang lelaki keperempuanan dari pada perempuan kelaki-lakian. Haha. Itu lucu sekali, bukan?

Sejak kemarin para kameramen amatir itu—mereka mengklaim diri mereka sebagai seorang profesional. Huh. Profesional apa—terus mengejar si gadis untuk menjadi model majalah lelaki mereka. Kalau dibilang majalah lelaki, kalian pasti sudah mengerti. Banyak yang harus diperlihatkan, kulit cokelat, wajah macho…. wanita itu bahkan sudah memukul sekali, atau mungkin beberapa kali, siapa yang peduli? wajah mereka, tapi mereka tetap memaksa waniata tersebut. Dan sudah beberapa kali ini dia mencari pekerjaan, dan ujung-ujungnya… dia menjadi lelaki. Terus menerus.Atau penjaga polisi. Atau bekerja di sebuah hostclub. Padahal dia itu wanita! Oke, dia memang sedikit tomboy. Tapi itu bukan berarti dia cowok, kan?

Sekarang dengan langkah panjang dan wajah tidak peduli, cewek-cewek masih memandang penuh minat padanya. Serius! Wanita itu menggeram dalam hati dan menendang pintu cafe.

“bagaimana, Yoonsa? Bertemu dengan pekerjaan lain?” tanya seorang pria yang amat, amat amat amat tampan berpakaian bartender, dengan tenang mengelap gelas wine dengan hati-hati dan meniup debu yang tersisa dengan hati-hati pula. Setelah mengamatinya beberapa detik, dia mengulang lagi kelakuannya dari awal. “negatif.” Kata Yoonsa kesal, menyodorkan gelas dengan kasar ke pria tersebut. Pria tersebut—namanya  Suho—terlihat sangat terhibur dengan kelakuan Yoonsa. “kenapa kau tidak bekerja disini saja? Bayarannya cukup untukmu dan—“

“diam atau kupotong lidahmu, om.” Kata Yoonsa dingin. “lihat? Kalau begini mana mungkin ada yang mau mempekerjakanmu? Selama ini hanya akulah yang tahan membiarkanmu kerja di tempatku lebih dari 3 bulan!” protes Suho. “Kau tidak coba melanjutkan sekolah saja? umurmu baru sembilan belas tahun, dan kukira kau cukup pintar dalam bidang seni.” Kata Suho lagi.

Yoonsa terdiam, pandangannya menerawang ke gelasnya.

Sejenak masa lalunya berbayang…

“Yoon?” tanya Suho. Yoonsa mengerjap beberapa kali, lalu tersenyum kecil. “Aku malas! Lagipula buat apa sekolah kalau aku bisa langsung mendapatkan pekerjaan, huh?” Yoonsa tertawa, membuat Suho mengerutkan dahinya bingung.

“rambutmu berantakan,” Suho merapikannya dengan lembut. “Pakailah sisir, pantas saja tidak ada yang mengira kau wanita.” Omel Suho. “Aku bisa pakai jari,” kata Yoonsa cuek. “Untuk apa pakai jari kalau kau punya sisir?”  tanya Suho, memakai perkataan Yoonsa tadi. “Apa boleh buat—ini kebiasaanku.” Kata Yoonsa, melarikan tangannya ke rambut hitamnya. Diacak seperti apapun, rambutnya akan kembali seperti biasa lagi.

“Bisakah kau berhenti seperti itu? sehabis ini, akan ada banyak wanita memberondong kami dengan pertanyaan.” Cemberut seorang pria tampan dengan pakaian waiter, tiba-tiba saja muncul. “Melakukan apa?” tanya Yoonsa bingung pada waiter tersebut. “D.O hanya cemburu pada mu, Yoonsa, jangan dipedulikan. Karena keberadaanmu yang singkat disini mengalahkan kepopulerannya.” Kepala bacon—uups, Baekhyun maksudnya—mmendadak muncul dari dapur. “ih! Perlukah kau memberi tahu dia?!” seru D.O kesal.

“Ini kan cafe cowok! Mana mungkin aku masuk ke cafe ini lagi?” cemberut Yoonsa.

Memang, cafe yang tengah dia datangi ini adalah Cafe Coffee, Cafe yang terkenal karena wajah ‘flower’ para pelayannya. Legendanya, ketika kau datang ke Cafe ini ketika patah hati, dalam sekejap kau akan melupakannya karena wajah tampan para waiter disini. Ada si Pemilik Cafe, Suho yang karismatik dan sabar, kemudian D.O, yang tampan namun hotheaded, baekhyun si mood maker dan xiumin, si imut dari goa roti. *eh?!

“Kenapa kau tak pergi lagi? Sana gih!” usir D.O. “Aku capek.” Kata Yoonsa singkat dan padat. Sejak tadi siang dia sudah berputar-putar mencari pekerjaan yang paling tidak pantas untuk kriterianya…“Sudah kubilang kau masuk sini saja…“ tawar Baekhyun.

“Mwo? Andwae! Maldo andwae. Berada disini saja sudah membuatku merinding terus menerus.” Kata Hyukmin menggeleng malas. “Sepertinya kau berlebihan, oh? Mereka hanya menyentuh punggungmu dengan tangan mereka. Kau belum merasakan apa yang tante-tante itu lakukan padaku.” D.O bergidik ngeri. “Tapi Sudah 3 kali aku di’lecehkan’. Mereka bukan Cuma menyentuh. Tapi menggesekkan. Kalau kalian tahu maksudku” kata Yoonsa .

terdengar suara muntahan oleh ketiga pria di depannya.

“Ibu-ibu itu memang kelebihan nafsu,” pikir Baekhyun setuju dengan Yoonsa. “mereka menggesekan pantat mereka padaku, menyentuh ku dengan penuh nafsu, dan kemudian menawarku?! Kau pikir aku ini apa—gigolo??” seru Yoonsa kasar dan meneguk minumannya lagi.

“pokoknya aku akan mencari kerjaan lain.” Yoonsa memberikan 1000 won untuk minumannya. “untukmu, gratis.” Kata Suho. Yoonsa menyipitkan matanya. “aku masih perlu cukup uang tanpa welas asih mu, kek.” Yoonsa pun keluar dari cafe itu

“Dia terlalu arogan.” Kata Baekhyun sambil tersenyum geli. “Yah, itu kan salah satu kelebihannya.” Kata Suho. “dasar sombong,” gerutu D.O. “berhentilah cemburu padanya, D.O.” Xiumin yang sedari tadi tidak memunculkan diri karena sedari tadi sibuk memanggang wafel di dapur ikut bicara. D.O manyun sepuluh senti dan kembali masuk ke dalam dapur.

“Aku bingung,” kata Xiumin akhirnya. “Kenapa?” tanya Baekhyun sambil mencuci piring. “Soal Yoonsa…” kata Xiumin. “Tidakkah kau kira dia aneh?”

Baekhyun menatap Xiumin lamat-lamat. “Apanya?”

“Dia selalu datang dengan plester besar di pipi atau perban di jemarinya. Atau, warna keunguan di lehernya.” Kata Xiumin. Suho mengangguk-angguk. Dia juga sudah memikirkan hal itu sejak dulu, sejak pertama kali Yoonsa berkenalan dengan Suho. Dia mau bertanya, namun Suho merasa segan dan tidak enak ikut campur urusan orang.

“Mungkin cuma aksesori.” Kata D.O

Mereka bertiga memandangi D.O, seakan D.O itu bodoh.

“Apa?” tantang D.O

“kata ibunya, ketika dia masih kecil dia suka menggigiti pagar box bayi.” Kata Xiumin, memandang D.O intens.

“begitu ya? Apa cat box bayi bisa berimbas pada otaknya?” tanya Baekhyun, mengerutkan dahi seperti detektif. Dia mengelus dagunya dan mengerutkan dahi.

“Sepertinya. Aku kasihan dengannya. IQ nya berkurang karena box bayi tersebut.”

D.O mendengus ketika menyadari siapa yang mereka omongi. “Aku tidak pernah merasa menggigiti box bayi. Sudah, sana kembali ke tempat kalian!” omelnya, membuat Suho dan Baekhyun terkikik, sementara Xiumin menjulurkan lidah membuat D.O tambah murka.

*

“ayolah Sooyong—satu kali saja!!”

“mwo? Kau ini benar-benar tak tahu diri Yoonie!” seru Sooyong kesal. “kenapa kau tidak bilang ‘iya’ dan menerimaku saja? Aku sedang benar-benar butuh uang sekarang!” paksa Yoonsa.

“tapi kau harus tahu! Aku tidak menerima model cowok!” seru Sooyong berkacak pinggang. “apa! Enak saja! Aku masih cewek. Lihat?” Yoonsa menunjuk dada ratanya. “Rata begitu apa yang mau dilihat?” dengus Soyoong, telak.

“Aku memang agak mirip cowok! Tapi lihat Amber! Kau masih memakainya! Itu kan tidak adil!” kata Yoonsa menunjuk Amber. “hei, aku tidak tahu apapun.” Kata Amber, membela diri. “Amber kan tetap feminin. Ini semua berkat Kris, puji tuhan.” Kata Sooyong, membuat Amber memerah.

“tapi aku benar-benar butuh uang!” seru Yoonsa. “kalau kau butuh, jangan disini. Aku memang penyelenggara catwalking model, tapi itu untuk wanita! Dan walaupun kau memakai baju berbelahan dada rendah ataupun mini seminimininya, Tidak akan ada yang tahu kau wanita!” kata Sooyong.

“sudah lah Sooyong,” kata Jessica tenang. “lebih baik kau keluar dari sini Hyukmin.” Kata Jessica. “tapi, aku—“

“butuh uang? Yoonie, disini bukan tempatmu. Tempat ini tempat untuk para glamour, tempat yang sangat tidak cocok untukmu.” Kata Jessica. Yoonsa menghela nafas. Mengahadapi si Ice Princess satu ini memang sangat membutuhkan ketenangan.

“kalian bertiga kan sahabatku,” kata Hyukmin, akhirnya tenang dan duduk di ruang kerja yang besar tersebut. Amber tertawa keras, kemudian berkata,“Kau tahu, masuk ke tempat ini dan melamar sebagai model bukanlah hal yang mudah. saat aku mau menjadi model, aku harus menyembah dua tiran ini dan disiksa oleh para model senior baru boleh menjadi salah satu model disini.” Kata Amber. “Mereka tidak melihatku sebagai hoobae tersayang mereka yang sudah kenal dekat mereka selama sepuluh tahun, tapi sebagai amatiran menyedihkan yang butuh pekerjaan.”

Yoonsa manyun mendengar hal itu.

“Kalau kau benar-benar ingin bekerja disini,” kata Jessica, “Apa kau siap memakai ini?” tunjuk Jessica pada pakaian mini di ujung kerjanya. “atau itu.” Katanya menunjuk bikini di sebelah Yoonsa. Yoonsa bergidik, seluruh bulu dibadannya berdiri. “ini benar-benar kemerosotan moral!” jerit Hyukmin malu. “kalau tidak mau tidak usah kupaksa.” Kata Sooyong, menghela nafas berterima kasih pada Jessica. Amber hanya tertawa ngakak, tidak menolong si magnae yang manyun dan mencak-mencak sebal.

*

Yoonsa berjalan dengan sedih. Sudah sore dan inilah status nya; pengangguran. Apa harusnya dia kembali ke tempat kakek itu lagi? Tapi itu berarti dia akan menjadi seorang lelaki lagi. Paling tidak, ada satu, satu, satuuu saja orang yang tahu kalau dia adalah wanita. Kenapa dia dilahirkan dengan tubuh begini?

Bruk!!

Seorang wanita menubruknya. Rambutnya pendek, brunette. Mata besar dan wajah cantik itu menatap Yoonsa. Bibirnya kecil dan manis, tapi tingginya hampir sama dengan Yoonsa. Yoonsa makin lesu. Cewek ini tidak akan mungkin, tidak akan pernah, disalah pahamkan sebagai cowok!

“Mianhae, ahgasshi,” kata Yoonsa, mengambil barang-barang wanita tersebut. “Ahgassi?” tiba-tiba orang itu berkata. Yoonsa mendongak, dan wanita itu menatapnya. Kemudian sebuah kerlingan muncul di mata wanita tersebut, yang tiba-tiba berjongkok dan…

“Huaaaaaaa~~~”

Yoonsa tergeragap. Ke-ke-ke-ke-kenapa wanita ini?!

“aaaaaaaaahhhh~~ huwaaaaaa~~ kau jahat chagiyaaa~ kenapa kau memutuskan aku seperti ini~?? Eoh??” dia berseru, sambil terisak-isak. Mwo?! Siapa yang memutuskannya? Astagaa… kasihan sekali ahgasshi ini, kenapa dia diputuskan oleh pacarnya? Padahal ahgasshi ini cantik! Pikir Yoonsa, tidak ragu-ragu memeluk wanita tersebut. Insting keperempuanannya muncul.

“Neo gwenchana?” tanya Yoonsa. Wanita itu memeluknya balik, getaran tubuhnya terasa oleh Yoonsa. “hiks… hiks… sekarang kau sudah memaafkanku?” tanya wanita itu, suarnaya diperbesar… seolah-olah dia sengaja. Yoonsa mengerutkan dahi, mwo? Dia hendak melepas pelukan wanita itu namun wanita itu malah mempererat pelukannya.

“Y-ya, ya, neo, lepaskan?!” bentak Yoonsa mendorong wanita itu. Wanita itu malah menangis lebih kencang. “HUWAAAA~ CHAGIYA JANGAN BUANG AKU SEPERTI INIIII~~”

Yoonsa ternganga ketika mendengarnya dan tergagap melihat orang-orang disekeliling mereka yang mulai menatap Yoonsa jijik. Yoonsa tau apa yang mereka pikirkan, dan dia tidak menyukai sedikitpun yang berada di pikiran mereka!!!

“CHAGIYA SARANGHAE! Jangan buang aku jebal!!” seru wanita itu.

“YA! SHIKKEUREO!” seru Yoonsa panik.

“ANDWAEEEE AKU TAK MAU JANGAN BUANG AKU KUMOHOOON!” seru wanita itu.

“SIAPA KAU? AKU TIDAK MENGENALMU!” seru Yoonsa.

“SE-SEKARANG KAU BILANG TIDAK ME-MENGENALKU? HUEEEEE~~”

“Neo!? Ya! Be-berhenti sekarang jugaa!!” seru Yoonsa, benar-benar kaget dan panik melihat mereka dilingkari orang.

Sekarang Yoonsa tahu… apa yang dimaksud dengan ‘kesialan ketika bertemu orang-orang cantik.

Iklan

14 pemikiran pada “Your The Girl and I’m The Man (Prolog)

  1. kereeeeeen!! ceritanya bagus pake bangeeet!! lanjutin thor :3
    oiya aku reader baru disini hehe :3 salam kenal ya :3 muehehe

  2. mana luhan *dr td cr luhan* ???
    fic’a seru thor.
    kasihan yoonsa dikira cowok terus ,tabahkan hatimu nak *tepuk2 bahu yoonsa*
    lanjut asap ya~~ penasaran~

  3. MWOO??? Jadi ceritanya Luhan dijadiin CEWEK gitu?? WAOWWW
    HAHA #PLAK terlalu lebay.
    okkeeee Fighting!!! lanjuuuuuttt oeenniiii 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s