I Love You In A Different Meaning

Title                 : I Love You In A Different Meaning

Author             : Kim Eun Soo

Main Cast        : Arriana Park (@arriana), Wu Yi Fan / Kris

Genre              : Romance, Family

Length             : Oneshot

Rating              : PG-13

Disclaimer       : All casts in this ff are belong to God, except the imaginary casts. Plotnya murni punyaku dan Fanfic ini khusus dipesan (?) oleh Eonni-ku tercinta.

A/N                  : Annyeong yeoreobeun! I’m back with a new fanfic ^^ Sorry for any typos 😀

Summary         :  “Aku mencintaimu, sebagai seorang namja kepada yeoja. Bukan cinta seperti yang Kau anggap sebelumnya.”

 

Happy Reading! Don’t be silent readers 😀

____________________________________

Author POV

Matahari telah berada di singgasananya, membagi cahaya dan kehangatan yang ia miliki pada manusia di bumi. Di salah satu kompleks perumahan mewah di kota Seoul, berdiri sebuah rumah modern bergaya klasik yang terlihat paling megah di antara rumah-rumah lain yang berjajar di sampingnya. Di dalam satu kamar bernuansa ungu yang berada di lantai dua rumah itu, seorang yeoja masih berfantasi di dunia mimpinya. Tidurnya begitu lelap, sampai-sampai ia tidak menyadari kehadiran seorang namja yang dengan perlahan dan tanpa menimbulkan suara berjalan mengendap-endap ke dalam kamarnya lalu duduk di samping tempat tidur king size tempatnya berbaring. Namja itu memperhatikan wajah yeoja yang sedang tertidur pulas di hadapannya. Ia kemudian mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas, membentuk sebuah senyuman manis.

Yeoja berparas cantik itu mulai menggeliat pelan saat dirasakannya ‘serangan’ bertubi-tubi yang sejak tadi mendarat di pipinya yang putih bersih. Tangan kanannya mencoba menangkap sesuatu––yang telah berhasil mengganggu tidur nyenyaknya––di pipi tanpa sedikit pun membuka mata. Setelah yang kesekian kalinya gagal menangkap apapun itu, yeoja berwajah oriental itu membuka matanya sedikit––benar-benar sedikit. Ketika sinar matahari yang sedari tadi telah menerobos masuk ke dalam kamarnya lewat pintu balkon yang terbuka menyapa pupilnya, ia refleks terpejam.

“Arrgh,” erang yeoja itu pelan lalu merubah posisi tidurnya ke arah kanan. Tidak sengaja hidungnya menyentuh sesuatu. Ia mengernyit heran dan lagi-lagi masih dengan mata terpejam. Sedetik kemudian seulas senyum menghiasi wajahnya. Kini ia tahu apa yang ada di hadapannya sekarang, lebih tepatnya siapa yang berada di hadapannya sekarang.

Namja itu paham dengan seulas senyum yang terbentuk di bibir pink yeo-dongsaengnya. Ia mendekatkan wajahnya ke yeoja itu lalu mengecup bibirnya sekilas, membuat kedua matanya yang tidak sesipit milik orang Korea terbuka seketika.

“Aish, Kris Oppa. Kau ini selalu saja begitu. Memangnya tidak ada cara lain untuk membangunkanku selain dengan menciumku?”

Kris hanya terkikik geli. “Kalau memang ada, aku sudah menggunakannya sejak dulu. Tapi sayang, aku sudah kehabisan cara, Anna-ya. Toh selama ini Kau akan langsung bangun jika aku menciummu, kan?” Namja tinggi itu beringsut dari tempat tidur yeo-dongsaengnya dan berjalan menuju ke meja rias di dekat rak buku mininya.

“Aaah, terserah Kau saja. Aku masih ngantuk, Oppa. Beri aku 10 menit lagi saja, ya?” Rengek Anna sambil mulai memejamkan matanya.

“Tidak boleh, Ms. Arriana Park!” tegas Kris cepat. Matanya memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Anna––sekecil apapun itu.

“Tentu saja boleh, Mr. Wu Yi Fan,” jawab Anna masih dengan mata terpejam.

“Anna-ya, get up from your bed right now!” seru Kris meninggikan nada suaranya.

“Shireoh!” Tolak Anna sambil menarik selimutnya sampai menutupi seluruh badannya.

“Anna-ya, get up or I will..” kata Kris setengah mengancam seraya maju selangkah ke arah tempat tidur Anna.

“What?” tanya Anna yang kini telah menyembulkan kepalanya dari balik selimut. Ia menatap heran ke arah Kris yang berjalan mendekat ke arahnya.

“Tickling you!” seru Kris lalu berlari ke tempat tidur dan mulai melancarkan aksinya pada perut ramping Anna. Namja itu benar-benar paham dimana letak titik kelemahan yeo-dongsaengnya.

“Omo! Aa, hahaha.. hahaha.. Oppa.. hahaha.. hentikan, Oppa.. hent.. hahaha.”

“Aku akan berhenti kalau Kau mandi sekarang juga.”

“Ne ne ne. Aku akan mandi. Sekarang berhentilah, Wu Fan Oppa!”

“Nah, ini baru yeo-dongsaeng yang kukenal.” Kris melepaskan Anna yang segera bangkit dan menyambar handuknya––yang jelas sebisa mungkin menjauh dari Kris.

“Aish, demi apapun juga aku bisa punya Oppa cerewet sepertimu!” seru Anna lalu masuk ke kamar mandi dengan muka cemberut.

“Ya! Arriana Park!”

Pemandangan seperti itu sudah biasa terjadi di pagi hari antara Oppa dan yeo-dongsaengnya. Ya, Kris dan Anna adalah saudara tiri, itulah mengapa marga mereka berbeda. Ibu Kris meninggal saat ia masih berumur 5 tahun, kemudian 2 tahun setelahnya Appa Kris menikahi Eomma Anna yang merupakan seorang foreigner. Dan malangnya, 3 tahun lalu orang tua mereka meninggal saat melakukan penerbangan ke Venice. Kini Kris lah yang menggantikan Appa mereka mengelola perusahaan dibantu dengan beberapa tangan kanan Appa-nya semasa hidup. Sekarang mereka hanya tinggal berdua di rumah yang dulu mereka tempati bersama. Seorang ahjumma akan datang setiap hari untuk membersihkan rumah sekaligus memasak––jika perlu––lalu akan pulang kembali. Sementara untuk transportasi, mereka biasa mengendarainya sendiri-sendiri. Dan tanpa Anna tahu serta sadari, sebuah perasaan yang tidak semestinya tumbuh dan berkembang di dalam hati Kris seiring dengan berjalannya waktu.

***

            “Mandi itu segar, kan?” sindir Kris setelah Anna selesai mandi dan turun ke meja makan.

“Mmm.” Anna hanya menjawab sekenanya kemudian mulai menekuni sarapannya.

“Kau ingin jalan-jalan hari ini?” tanya Kris yang masih berkutat dengan sandwich tuna bagiannya.

“Ani. Aku ingin di rumah saja, Oppa. Menghabiskan waktu denganmu,” ujar Anna sambil melahap potongan sandwich pertamanya.

Kris menghentikan acara makannya lalu mengernyit heran ke arah Anna, membuat dahinya sedikit berkerut. “Ne? Tch, kita selalu menghabiskan waktu bersama, Anna-ya.”

“Tapi kita terlalu sering pergi ke luar, Oppa. Aku ingin kembali menikmati hal-hal yang bisa kunikmati di rumah bersamamu,” jawab Anna tanpa sekali pun menatap Kris.

“Bilang saja kalau Kau sedang malas keluar rumah. Benar, kan?” selidik Kris sembari mendecak sebal.

Anna berhenti mengunyah sosis panggangnya. Ia menatap Kris lalu memutar bola matanya. “Yah, itu salah satu alasanku.”

“Baiklah. Memangnya apa saja yang mau Kau lakukan hari ini?” tanya Kris mulai melunak.

“Menonton film,” jawab Anna cepat.

Mata Kris membulat tidak percaya dengan jawaban yeo-dongsaengnya. “Itu saja? Kau tidak sedang bercanda kan? Kita hanya akan menontom film sepanjang hari?”

Anna mendengus sebal lalu menjawab dengan nada memohon, “Oh, ayolah, Oppa. Kita sudah lama tidak melakukannya berdua.”

“Geundae, Anna-ya..”

“Kris Oppa, jebal.” Anna memotong perkataan Kris dan mulai mengeluarkan puppy eyes-nya.

“Aish, araseo. Arrgh, bisakah aku marah padamu semenit saja!?” Kris mengacak-acak rambutnya frustasi, membuat Anna tertawa terbaha-bahak.

“Tentu saja tidak. Kau selalu luluh dengan aegyo-ku, Oppa. Hahaha, mehrong.”

“Ah, sialan!”

***

            Kris dan Anna menonton film dengan semangkuk besar berisi popcorn serta sebotol besar cola sebagai camilan. Perhatian mereka sepenuhnya terfokus pada film yang sedang diputar. Kedua kakak beradik itu menikmati semua film yang mereka tonton dengan tangan saling menggengam, dan lengan Kris yang melingkari leher Anna. Beberapa kali namja itu mencubit pipi yeo-dongsaengnya gemas atau mengacak-acak rambut coklatnya. Setelah menonton lebih dari 5 film non-stop, Kris merasakan bahunya memberat, dan ternyata penyebabnya adalah Anna. Yeoja itu kelelahan dan tertidur di bahu Kris. Namja itu tersenyum manis. Ia mematikan film yang sedang mereka tonton lalu menggendong Anna yang tengah terlelap menuju ke kamarnya.

Kris membaringkan Anna di tempat tidurnya yang terbungkus rapi oleh seprai berwarna putih dengan motif cherry berwarna ungu. Ia menyelimuti Anna sampai ke dada, agar yeoja itu tidak kedinginan. Ia baru saja akan bangkit dari tempat tidur saat sebuah tangan kecil menahan lengannya. Kris menoleh dan mendapati Anna dengan mata kanannya yang setengah membuka.

“Kris Oppa?” panggil Anna lirih.

“Yes, dear? I’m still here,”  jawab Kris seraya duduk di pinggir tempat tidur Anna.

“Kajima.” Anna menggenggam tangan Kris erat, membuat namja itu mengerutkan dahinya.

“Ne?”

“Aku tidak mau tidur sendirian,” ucap Anna dengan puppy eyes miliknya.

“Baiklah, aku akan menemanimu,” jawab Kris tersenyum hangat.

“Tapi nanti Kau pasti akan pergi kan setelah aku tidur?” tanya Anna dengan raut wajah kecewa.

“Tentu saja.”

“Aku bilang aku tidak mau ditinggal sendiri!”

“Aigoo, baiklah. Aku akan menemanimu tidur disini, Anna-ya.” Kris akhirnya mengalah kemudian membelai rambut Anna lembut.

“Gomawo, Oppa.”

“Ne,” jawab Kris lalu ikut berbaring di samping Anna. Ia membenarkan letak selimut Anna dan dirinya sendiri. Ia memang sudah sering menemani Anna tidur seperti ini karena namja itu tahu betul kalau yeo-dongsaengnya benci ditinggalkan sendiri.

“Oppa, dingin. Matikan AC-nya,” racau Anna pelan.

Kris mengernyit heran kemudian menjawab, “Anna-ya, AC nya mati.”

“Uggh, dingin, Oppa,” rengek Anna lalu menghadap ke arah Kris.

Kris langsung menarik Anna ke dalam pelukannya, serta menaikkan selimut hingga sebatas leher Anna. Ia mengelus rambut Anna penuh kasih sayang, berharap dengan hal itu ia bisa membagikan sedikit kehangatan pada Anna sekaligus berusaha membuat yeoja itu cepat tertidur.

“Rasanya nyaman sekali, Oppa. Hangat.”

“Baguslah. Sekarang cepatlah tidur.”

“Gomawo, Oppa. Saranghae.”

Kris menghela napas. Kata-kata itu sudah terlalu sering mereka lontarkan satu sama lain, begitu juga dengan panggilan sayang. Mungkin bagi seorang Arriana Park kata-kata itu hanyalah sebatas kakak-beradik, tapi bagi seorang Wu Yi Fan tidak seperti itu. Namja itu selalu berharap kalau Anna bisa menangkap maksud sebenarnya dari kata yang ia ucapkan. Namun sampai sekarang reaksi Anna selalu sama, membuat Kris hanya bisa mendesah atau menghela napas untuk mencoba menjaga kesabarannya.

“Ne. Nado saranghae, chagiya,” jawab Kris lalu mengecup singkat kening Anna.

Akhirnya di sore hari itu mereka berdua terlelap dalam posisi saling memeluk satu sama lain, saling memberikan kehangatan. Oppa dan dongsaeng itu mulai berkelana di dunia mimpi sembari menunggu sinar sang mentari membangunkan mereka di pagi hari.

***

            *Cup* Sebuah ciuman kecil mendarat di bibir mungil Anna. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kris? Namja itu kini tengah mencoba membangunkan Anna. Tapi entah kenapa Anna tidak terbangun sama sekali. Kening Kris berkerut. Ada apa ini? Apa Anna sakit? Kris menyentuh dahi yeoja itu dengan telapak tangannya. Tidak. Suhu tubuhnya normal. Mm, mungkin jika kucium sekali lagi ia akan bangun, pikir Kris.

*Cup* Ciuman kedua kembali menghampiri bibir Anna. Tapi ajaibnya mata Anna masih tetap terpejam. Aneh sekali.

*Cup* Lagi, sebuah ciuman kecil menyapa bibir Anna. Beberapa detik tidak ada reaksi. Kris mendekatkan wajahnya lagi, tapi sebelum ciuman keempat berhasil sampai di bibir Anna, kedua mata yeoja itu terbuka, membuat Kris sedikit terlonjak kaget.

“Behenti menciumku, Oppa,” ucap Anna dengan mata melotot.

“Salah sendiri! Kenapa Kau tidak bangun juga dari tadi?” tanya Kris sebal.

“Asal Kau tahu saja, aku sudah bangun bahkan sebelum Kau menciumku pertama kali, Oppa,” jawab Anna sambil mengerucutkan bibirnya.

“Lalu kenapa Kau tidak langsung membuka matamu?” tanya Kris lagi, membuat Anna seperti tertohok.

“Aku masih ngantuk, Oppa,” elak Anna lalu menguap lebar.

“Selalu saja itu jawabanmu, Arriana.” Kris mendecak kesal kemudian kembali berbaring di tempat tidur.

“Hehe.” Anna meringis bersalah. Yeoja itu beringsut dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi dengan langkah pelan dan TANPA perintah dari Kris terlebih dahulu.

Kris refleks menegakkan badannya. Ia menatap punggung Anna yang mulai menjauh. Eh, ada apa dengan yeoja ini sebenarnya? Apa yang ia impikan semalam? Apakah di mimpinya ia bertemu malaikat yang menyuruhnya untuk berubah menjadi gadis yang lebih baik? Berbagai pertanyaan berkelebat di otak Kris.

Sebelum kaki Anna sempat berpijak di lantai kamar mandi, Kris menegur yeo-dongsaengnya itu terlebih dahulu. “Anna-ya, Kau mau apa?”

Anna berbalik dan menatap bingung ke arah Kris. “Ne? Tentu saja mandi.”

Kris terkesiap oleh jawaban Anna. Ia masih memandang Anna dengan tatapan tidak percaya. “Anna-ya, Kau.. baik-baik saja kan?”

“Yeah,” jawab Anna singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari Kris.

Kris membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘O’. Namja itu tersenyum manis ke arah Anna dan berkomentar, “Wow, Kau pergi mandi tanpa aku menyuruhmu. Bagus. Aku bahkan belum sempat mandi. Kau yakin tidak apa-apa, kan?”

Anna memutar bola matanya sebal. “Tidak, sepertinya tidak. Kurasa ciumanmu itu membuat otakku sedikit bermasalah, otte? Jadi sebaiknya, jangan sering-sering menciumku, Mr. Wu Yi Fan,” ujarnya sambil tertawa renyah. “Baiklah, aku mandi dulu, Oppa.”

Anna baru saja berbalik saat suara tegas Kris  menahan langkahnya, “Anna-ya.”

Anna menoleh dengan sebuah senyum di bibirnya. Kris ikut tersenyum lalu berucap dengan tulus, yang hanya dikira sama oleh seorang Arriana Park. “I love you.”

“Hahaha, I love you more, Kris Oppa,” jawab Anna singkat kemudian masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya.

Anna-ya, aku mencintaimu… lebih dari kasih sayang seorang Oppa ke yeo-dongsaengnya, batin Kris masih dengan sebuah senyum manis yang terukir di wajahnya yang penuh karisma.

\^ END ^/

            Selesaii! Aah, pegel-pegel rasanya abis nulis ff ini ==” Help, lagi perlu dipijit nih *shoot a death glare to Adna Eonni* #eh? author mulai ngaco rupanya. Haha mian ^^v

Otte? Pada gak ngerti ya sama ff satu ini? Hanbeon, mianhaee L salahin yang satu itu tuh *tunjuk Adna eonni lagi* #bisa dibunuh gue sama diaa. Arrgh, tidaaak! Haha, padahal yg punya plot aku 😀

Udah ah readers. Sekali lagi gomawo udah baca dan don’t forget RCL  yaa J

76 pemikiran pada “I Love You In A Different Meaning

  1. nice ff thor..
    gmna kaloo ortu mereka tau thor??? Waduh, Kris ini cinta malah ama sodaraaa, kesiaaaan

    keep writing thor 🙂 , next !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s